IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 16-25 Analisis Pola Spasial Persebaran Fasilitas Pelayanan Kesehatan Di Kota Pekanbaru Puji Astuti. Izatul Muffidah Universitas Islam Riau Email : pujiastutiafrinal@eng. Received: 19/07/2024. Revised :16/12/2024. Accepted: 20/12/2024 Published: 27/12/2024 Abstract Health service facilities are needed to provide affordable health services for all levels of society, especially during the pandemic. Based on spatial aspects, existing health facilities in Pekanbaru City cannot be accessed optimally by the people of Pekanbaru City. This research aims to determine the spatial pattern of the distribution of health service facilities in Pekanbaru City. The approach used in this research is quantitative. To determine the distribution pattern of health facilities using nearest neighbor analysis. Geographic Information System (GIS) spatial analysis . is used to determine the distance of coverage of health facility service areas in Pekanbaru City. The results of the spatial pattern of the distribution of health facilities in Pekanbaru City have a clustered pattern. Based on the results, regarding the distance to hospitals in Pekanbaru City, it is included in the medium category with an area coverage of 36. 42% and a distance of more than 1-2 km. The distance to reach the puskesmas services is in the medium and long-distance category with a coverage area of 38. 97% with a distance of more than 1 km. The distribution of health facilities does not fully reach the service areas, so additional health facilities are needed for areas that are still not reached. Keywords: Facilities. Health Service. Spatial Patterns. Distribution. Distance Range of Service ABSTRAK Fasilitas pelayanan kesehatan diperlukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama di masa pandemi. Berdasarkan aspek spasial, fasilitas kesehatan yang ada di Kota Pekanbaru belum dapat diakses secara optimal oleh masyarakat Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial sebaran fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Pekanbaru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Untuk mengetahui pola sebaran fasilitas kesehatan dengan menggunakan analisis tetangga terdekat, digunakan analisis spasial Sistem Informasi Geografis (SIG) . untuk mengetahui jarak cakupan wilayah pelayanan fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru. Hasil pola spasial sebaran fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru mempunyai pola mengelompok. Berdasarkan hasil, mengenai jarak ke rumah sakit di Kota Pekanbaru termasuk dalam kategori sedang dengan cakupan wilayah sebesar 36,42% dan jarak lebih dari 1-2 km. Jarak menjangkau layanan puskesmas masuk dalam kategori jarak menengah dan jauh dengan cakupan wilayah 38,97% dengan jarak lebih dari 1 km. Sebaran fasilitas kesehatan belum seluruhnya menjangkau wilayah pelayanannya, sehingga perlu penambahan fasilitas kesehatan untuk wilayah yang masih belum terjangkau pelayanannyan Kata kunci: Fasilitas. Pelayanan Kesehatan. Pola Spasial. Persebaran. Jangkauan Pelayanan PENDAHULUAN Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2016 kesehatan pada Pasal 1 Ayat 1. Fasilitas pelayanan kesehatan dapat disediakan oleh pemerintah pusat, dan/atau masyarakat daerah (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang baik diperlukan akses yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat terkait dengan peningkatan kesehatan, pemeliharaan kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan, terutama pada masa pandemi COVID-19. Pandemi adalah penyakit menular yang terjadi di seluruh dunia atau di wilayah yang sangat luas, melintasi menyerang banyak orang. Dalam suatu pandemi, infeksi terjadi antar manusia dan menyebar ke banyak Pada tanggal 30 Januari 2020. WHO mengklasifikasikan COVID-19 IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 16-25 masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC), dan pada tanggal 11 Maret 2020. WHO mengklasifikasikan COVID-19 sebagai klasifikasi pandemi (Kepmenkes. Indonesia terdampak pandemi COVID-19 sejak bulan Maret 2020 yang menyebabkan perubahan di masyarakat terutama di bidang kesehatan, dan pada bulan yang sama juga terdeteksi adanya wabah virus corona baru di kota-kota di Indonesia. Oleh karena itu, di Pekanbaru, fasilitas kesehatan merupakan sektor yang paling terdampak dalam beradaptasi mencegah dan menularkan penyakit menular, tanpa mengabaikan fungsi utama fasilitas kesehatan yaitu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru telah berupaya untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan (COVID. di Pekanbaru dan untuk penanggulangan coronavirus 2019 (COVID-. di Kota Pekanbaru, perlu kesehatan dan tentu sangat erat kaitannya dengan data informasi dan administrasi (LKjIP Dinkes Kota Pekanbaru, 2. Meskipun keberadaan fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru tidak tradisional maupun digital, namun informasi lokasi fasilitas kesehatan tersedia dalam bentuk Data Pelayanan Kesehatan Kota Pekanbaru. Dengan memberikan informasi keberadaan fasilitas kesehatan pada peta, masyarakat dapat dengan mudah mengetahui lokasi fasilitas kesehatan yang ingin dikunjungi. Oleh karena itu, perlu adanya pemetaan sebaran dan jangkauan fasilitas kesehatan yang ada (Indahsari, 2. Data kesehatan di Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Tahun 2022 adalah Rumah Sakit sebanyak 31 unit. Puskesmas dan jaringannya 70 unit. Saranan Pelayanan lainnya 382 unit, dan Sarana Produksi dan Distribusi Kefarmasian sebanyak 322 Fasilitas kesehatan ini tersebar di seluruh kecamatan. Puskesmas Puskesmas dengan kondisi bangunan Rusak sedang yaitu Puskesmas Sail. Puskesmas Sidomulyo RI. Puskesmas Melur dan Puskesmas Sidomulyo. Terdapat 10 Puskesmas yang kondisi bangunanya Rusak Ringan yaitu Puskesmas Rumbai Bukit. Harapan Raya. Senapelan. Pekanbaru Kota. Rejosari. Karya Wanita. Umban Sari. Simpang Baru. Garuda dan Muara Fajar. Pada Tahun 2022 Puskesmas yang memiliki IPAL berjumlah 17 Puskesmas. Sedangkan penyediaan sarana Air Bersih dilaksanakan tahun 2022 dilakukan pada 2 puskesmas, yaitu Puskesmas Muara Fajar dan Puskesmas Umbansari (LKjIP Dinkes Kota Pekanbaru, 2. Jumlah penduduk Kota Pekanbaru Tahun 410 Jiwa dengan jumlah lakilaki sebanyak 601. 265 Jiwa dan Jumlah perempuan Sebanyak 578. Jiwa, dengan Luas dan jumlah penduduk tersebut diperlukan upaya peningkatan pelayanan Kesehatan Bagi masyarakat yang di dukung oleh Rumah Sakit Daerah (RSD) dan IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 16-25 Puskesmas serta jaringannya (LKjIP Dinkes Kota Pekanbaru, 2. Berdasarkan hal tersebut perlu diidentifikasi pola spasial sebaran faskes di Kota Pekanbaru. Pola adalah suatu bentuk atau model yang dapat digunakan untuk membuat alat atau bagian dari sesuatu. Menurut Suharyo dan Amin . dalam Zaini, dkk . , pola merupakan salah satu unsur penyusun konsep geografi. Geografi mempelajari pola-pola dalam bentuk sebaran fenomena, memodifikasinya demi manfaat yang lebih besar. Konsep keterjangkauan adalah jarak yang dapat diakses suatu titik. Dengan kata lain, keterjangkauan adalah jarak maksimum yang dapat Anda tempuh dari satu daerah ke daerah lain. Keterjangkauan tidak hanya bergantung pada jarak tetapi juga pada sarana dan prasarana yang mendukung (Fanataf, dkk. , 2. Pemanfaatan GIS di bidang kesenjangan akses terhadap layanan kesehatan, menganalisis penyakit penggunaan sumber daya yang terbatas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat (Riner, 2004 dalam Indahsari, 2. Fasilitas penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Lokasi dan keterjangkauan fasilitas kesehatan merupakan faktor utama yang pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh Lokasi fasilitas kesehatan yang tepat memudahkan masyarakat tersebut (Indahsari, 2. Setiap individu atau masyarakat di Kota Pekanbaru berhak mengakses pelayanan kesehatan yang terjangkau memelihara kesehatan, mengobati penyakit, dan memulihkan Hal ini terpenuhi jika fasilitas kesehatan mudah diakses Peningkatan akses dan pemerataan menjadi langkah menuju kinerja sistem kesehatan yang lebih adil. Sebab, fasilitas kesehatan merupakan kebutuhan mendasar untuk menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, memelihara kesehatan, memulihkan kesehatan, memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu maka diperlukannya fasilitas pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Untuk itu persebaran fasilitas pelayanan kesehatan harus merata serta dapat menjangkau seluruh wilayah di Kota Pekanbaru. METODE Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pola sebaran spasial dan cakupan wilayah fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, merupakan suatu metode permasalahan yang ada saat ini mengklasifikasikan data sehingga tercipta gambaran obyektif tentang suatu hal dan situasi yang dapat IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 16-25 bermanfaat, terutama dalam rangka Pendekatan yang digunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan penelitian yang berupaya memahami seluruh data dan informasi dalam bentuk numerik, mulai dari proses awal penelitian hingga kesimpulan (Arikunto. Pendekatan kuantitatif ini digunakan dalam proses Data didapatkan melalui format nonnumerik, seperti survey lapangan, wawancara, tulisan, rekaman, video, transkrip, dan gambar. Sumber data sekunder berasal dari Badan Pusat Statistik. Dokumen dari Dinas Kesehatan, dan sumber lain yang Penelitian ini berlokasi di Kota Pekanbaru wilayah 632,3 km2 yang terdiri dari Populasi penelitian ini adalah seluruh fasilitas Kesehatan di Kota Pekanbaru. Hal ini dikarenakan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran terhadap fasilitas kesehatan yang ada di Kota Pekanbaru. Adapun sampel wilayah dalam penelitian ini adalah seluruh kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru, sedangkan sampel objek dalam penelitian ini adalah seluruh rumah sakit dan puskesmas yang berada di Kota Pekanbaru. Analisis untuk mengetahui pola sebaran dan cakupan fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru dilakukan dengan menggunakan analisis tetangga terdekat dan analisis buffer pada aplikasi GIS menggunakan ArcGIS 2022. Analisis tetangga terdekat dikembangkan oleh Clark dan Evon (Philip J. Clark dan Francis C. Evans, n. ) dalam studi mereka tentang ekologi tumbuhan dan kemudian diterapkan pada analisis pola distribusi infrastruktur medis. Nearest Neighbor Analysis atau analisis tetangga terdekat adalah suatu cara menganalisis keruangan dengan pendekatan kuantitatif dalam geografi yang biasanya digunakan dalam menentukan ragam persebaran pada suatu pemukiman (Hirsan, dkk. Cara ini membatasi skala pola sebaran pada suatu ruang atau wilayah tertentu. Pada dasarnya pola menjadi tiga jenis : Jika jarak antara satu lokasi dengan lokasi lainnya dekat dan cenderung terkonsentrasi pada suatu lokasi tertentu, maka pola sebarannya mengelompok . luster patter. dan nilai indeksnya 0. Pola sebaran acak. Jika jarak antara satu lokasi dengan lokasi lainnya tidak beraturan maka nilai indeksnya adalah 1. Pola sebaran seragam . ola Jika jarak antara satu lokasi dengan lokasi lainnya relatif sama maka nilai indeksnya adalah 2,15. Tabel 1 Nilai Indeks Pola Persebaran Nilai (T) 0 Ae 0,7 0,71 Ae 1,4 1,41 Ae 2,15 Pola Persebaran Pola Mengelompok . luster patter. Pola acak . andom patter. Pola seragam . ispersed Sumber : Avila, 2017 Analisis buffer digunakan untuk menganalisis jangkauan layanan yang Analisis yang menciptakan bidang spasial baru berupa poligon yang melingkupi objek. Buffer dalam IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 16-25 Sistem Informasi Geografis diartikan adalah zona yang digambar di sekitar titik, garis, atau poligon apapun yang mencakup semua area dalam jarak tertentu dari fitur. Zona ini digambar oleh GIS dalam bentuk poligon baru. Apa yang disebut 'Buffer negatif' juga dapat digunakan untuk poligon untuk menentukan jarak ke dalam dari batas-batas fitur area. Buffer dapat digunakan untuk masalah model data raster dan vektor. Buffer Zone adalah suatu kawasan dari objek peta, apakah itu titik, garis, atau luas . Dengan membuat buffer, akan terbentuk coverage area atau melindungi fitur spasial pada peta . bjek buffer are. dengan jarak Oleh karena itu, area pembentuk grafik ini digunakan untuk Menentukan jarak spasial objek peta dari objek lain orang-orang di sekelilingnya (Prahasta, 2. Analisis ini digunakan untuk terjangkau fasilitas kesehatan dengan lingkungan dan standar SNI 03-1733004 untuk perencanaan lingkungan Proses menciptakan area cakupan di sekitar fitur geografis yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi atau memilih objek berdasarkan lokasinya di dalam atau di luar batas buffer. Analisis ini memerlukan lokasi fasilitas kesehatan yang ada di Kota Pekanbaru. Tabel 2 Variabel Penelitian Sasaran Mengana lisis pola Varia Pola Keseha tan di Kota Pekan Teknik Analisis Mengguna kan teknik kan indeks Radius Jarak menhasilk an pola perseba ran dari titiktitik fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru Mengguna kan analisis pada aplikasi GIS sehingga di Kota Pekanbaru Sumber : Hasil Analisis, 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Pola Persebaran Rumah Sakit Sebelum sebaran rumah sakit, terlebih dihitung rata-rata jarak antar rumah sakit. Perhitungan ini dilakukan dengan menggambar garis lurus pada peta Kota Pekanbaru untuk menentukan jarak antara rumah sakit dengan rumah sakit tetangga terdekatnya. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3 Jarak Rata-rata Antar Rumah Sakit di Kota Pekanbaru Indika Luas Titik Mengana tan terha duk di Kota Pekan Jarak Rumah Sakit Nama Rumah Sakit RSUD Arifin Achmad RSUD Madani Tetangga Terdekat Nama Rumah Sakit Jarak RSUD Petala Bhayangkara Pekanbaru Universitas Riau RSUD Arifin IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 16-25 Bumi RS Awal Bros Ahmad Yani RS Awal Bros Panam RS Awal Bros Sudirman Aulia Pekanbaru Bhayangkara Pekanbaru RS Bina Kasih Eka Hospital Pekanbaru Hermina Pekanbaru RS Ibnu Sina RS Awal Bros Ahmad Yani RS Tentara Pekanbaru RSIA Budhi Mulia RS Prima Pekanbaru RS Santa Maria Pekanbaru Aulia Pekanbaru RS Tentara Pekanbaru JMB Pekanbaru Lancang Kuning Pekanbaru EYE Center Pekanbaru Medical Center RS Prima Pekanbaru RS Prof. DR. Tabrani RS Roesmin Nurjadin RS Sansani RS Santa Maria Pekanbaru RS SMEC Pekanbaru RS Syafira Pekanbaru RS Tentara Pekanbaru Universitas Riau RSIA Andini RSIA Annisa Pekanbaru RSIA Budhi Mulia RSIA Eria Bunda RSIA Zainab RS Pekanbaru EYE Center RS Awal Bros Ahmad Yani RS Prof. DR. Tabrani Jarak Total Sumber : Hasil Analisis, 2024 RS Jiwa Tampan RS Jiwa Tampan Achmad Bhayangkara Pekanbaru Aulia Pekanbaru RS Syafira Pekanbaru Berdasarkan hasil total jarak yang didapatkan pada tabel 3 dapat dihitung nilai indeks persebaran rumah sakit sebesar 0,17. Dimana nilai ini menunjukkan bahwa pola sebaran rumah sakit adalah pola RS Pekanbaru Medical Center RSIA Budhi Mulia Lancang Kuning Gambar 1. Pola Persebaran Rumah Sakit di Kota Pekanbaru (Hasil Analisis, 2. Identifikasi Puskesmas Hermina Pekanbaru RSIA Zainab RS Sansani RS Roesmin Nurjadin RS Ibnu Sina RS Roesmin Nurjadin RS Awal Bros Sudirman RS Bina Kasih RS Jiwa Tampan RSIA Eria Bunda RS Syafira Pekanbaru Pola Persebaran Sebelum sebaran puskesmas, dihitung rata-rata jarak antar puskesmas. Perhitungan dengan menggambar garis lurus pada peta Kota Pekanbaru dan menentukan jarak antara suatu Puskesmas Puskesmas tetangga terdekatnya. Tabel 4 Jarak Rata-Rata Antar Puskesmas di Kota Pekanbaru Puskesmas Nama Puskesmas Tetangga Terdekat Nama Puskesmas Jarak . IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 16-25 Puskesmas Harapan Raya Puskesmas Sapta Taruna Puskesmas Limapuluh Puskesmas Garuda Puskesmas Harapan Raya Puskesmas Garuda Puskesmas Simpang Tiga Puskesmas Payung Sekaki Puskesmas Pekanbaru Kota Puskesmas Muara Fajar Puskesmas Rumbai Bukit Puskesmas Umban Sari Puskesmas Karya Wanita Puskesmas Rumbai Puskesmas Sail Puskesmas Pekanbaru Kota Puskesmas Harapan Raya Puskesmas Garuda Puskesmas Melur Puskesmas Sail Puskesmas Rumbai Bukit Puskesmas Muara Fajar Puskesmas Karya Wanita Puskesmas Rumbai Puskesmas Karya Wanita Puskesmas Pekanbaru Kota Puskesmas Melur Puskesmas Sail Puskesmas Senapelan Puskesmas RJ Sidomulyo Puskesmas Senapelan Puskesmas Langsat Puskesmas Melur Puskesmas Sidomulyo Puskesmas Puskesmas RI Sidomulyo Sidomulyo Puskesmas Puskesmas RJ Simpang Sidomulyo Baru Puskesmas Puskesmas Rejosari Sail Puskesmas Puskesmas Tenayan Sapta Taruna Raya Jarak Total Gambar 2. Pola Persebaran Puskesmas di Kota Pekanbaru (Hasil Analisis, 2. Identifikasi Jangkauan Pelayanan Rumah Sakit Untuk jangkauan rumah sakit peneliti buffering, analisis ini menggunakan neighborhood unit. Tabel 5 Analisis Tetangga Terdekat Jarak Antar Rumah Sakit di Kota Pekanbaru Kategor Jarak Dekat Sedang Jauh Sangat Jauh Luas Wilayah Jamgkaua Pelayanan . Luas Jangkaua n (%) 25,62 17,91 Total 12,47 Sumber : Hasil Analisis, 2024 Sumber : Hasil Analisis, 2024 Berdasarkan hasil total jarak yang didapatkan pada tabel 4 maka dapat dihitung nilai indeks persebaran rumah sakit sebesar 0,34. Nilai ini menunjukkan bahwa pola puskesmas adalah pola mengelompok. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 5, jarak jangkauan pelayanan rumah sakit dalam kategori sangat jauh dengan jarak >5000 m memiliki luas wilayah jangkauan paling luas mencapai A194 km2, luas wilayah paling kecil adalah IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 16-25 kategori dekat dengan jarak 0- 1000 m dengan luas wilayah jangkauan A55 Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 3 berikut : 1001-3000 m memiliki luas wilayah jangkauan paling luas yang mana luas wilayahnya mencapai A210 km2, sedangkan luas wilayah paling kecil adalah kategori dekat dengan jarak 0- 1000 m dengan luas wilayah jangkauan A59 km2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar Gambar 3. Jangkauan Pelayanan Rumah Sakit di Kota Pekanbaru (Hasil Analisis. Identifikasi Pelayanan Puskesmas Jangkauan Untuk jangkauan rumah sakit digunakan teknik analisis buffering, analisis ini jarak standar dari konsep neighborhood unit. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel 6 Tabel 6 Analisis Tetangga Terdekat Jarak Antar Puskesmas di Kota Pekanbaru Kategor Jarak . Dekat Sedang Jauh Luas Wilayah Jamgkaua Pelayanan . Luas Jangkaua n (%) Total Sumber : Hasil Analisis, 2024 Berdasarkan hasil analisis, jarak jangkauan pelayanan puskesmas dalam kategori sedang dengan jarak Gambar 4. Jangkauan Pelayanan Puskesmas di Kota Pekanbaru (Hasil Analisis, 2. KESIMPULAN Berdasarkan didapatkan kesimpulan : Pola sebaran rumah sakit dan puskesmas di Kota Pekanbaru pola mengelompok . luster patter. Cakupan wilayah pelayanan rumah sakit di Kota Pekanbaru mencapai 44% dan dapat dijangkau dari jarak lebih dari 5000 m. Cakupan Puskesmas sekitar 50% dan dapat dijangkau dari jarak 1001 hingga 3000 m. Berdasarkan hasil penelitian maka direkomendasikan penambahan dan atau pemindahan atau fasilitas puskesmas lainnya untuk wilayah yang masih belum terjangkau pelayanannya yaitu untuk wilayah IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 16-25 yang jarak jangkau ke fasilitas kesehatan lebih dari 3000 m. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru dan Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Islam Riau yang telah membantu pelaksanaan penelitian. DAFTAR PUSTAKA