PENELITIAN ASLI SOSIALISASI ANTI-PERUNDUNGAN MELALUI PROGRAM ROOTS DAY DI SMK NEGERI 1 SIDIKALANG DALAM PERSPEKTIF HUKUM. PSIKOLOGI. DAN KESEHATAN Boturan N. P Simatupang1 . Binka L. G Simatupang2. Helfitra Simatupang3. Hilda Yani Karo-Karo4 . Chainny Rhamawan5. Lamhot Lambertus Sibarani6 1,2,3,4,5,6 Universitas Audi Indonesia. Medan. Sumatera Utara. Indonesia Info Artikel Riwayat Artikel: Diterima: 15 Juni 2025 Direvisi: 19 Juni 2025 Diterima: 28 Juni 2025 Diterbitkan: 09 Juli 2025 Kata kunci: Sekolah, perundungan , roots day Penulis Korespondensi: Binka L. G Simatupang Email: binkasiamtupang2@gmail. Abstrak Pelaksanaan Program Roots Day sebagai sosialisasi anti-perundungan di SMK Negeri 1 Sidikalang memiliki relevansi dalam bidang hukum, psikologi, dan Dari sisi hukum, bullying merupakan pelanggaran hak anak untuk mendapatkan perlindungan sesuai Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 dan Permendikbud No. 82 Tahun 2015. Secara psikologis, bullying dapat menyebabkan gangguan mental seperti stres dan depresi. Dalam aspek kesehatan, bullying juga berpengaruh pada kondisi fisik korban. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan masyarakat sekolah mengenai bahaya bullying serta mengembangkan agen perubahan yang mampu membangun budaya sekolah bebas kekerasan. Pendekatan multidisipliner ini diharapkan mampu Jurnal ABDIMAS Mutiara (JAM) e-ISSN: 2722-7758 Vol. No. 02 Juni, 2025 (P126-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM DOI: https://10. 51544/jam. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Sistem Informasi Fakultas Sain dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Pelaksanaan Program Roots Day sebagai bentuk sosialisasi anti-perundungan di SMK Negeri 1 Sidikalang memiliki relevansi yang kuat tidak hanya dalam konteks pendidikan, tetapi juga dalam bidang hukum, psikologi, dan kesehatan. Dalam perspektif hukum, tindakan perundungan atau bullying merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia, khususnya hak anak untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman selama berada di lingkungan sekolah. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, secara tegas melarang segala bentuk kekerasan termasuk perundungan dan mewajibkan satuan pendidikan untuk melakukan upaya pencegahan. Dari sisi psikologi, perundungan dapat menimbulkan dampak serius terhadap kondisi mental korban, seperti stres, depresi, kecemasan berlebihan, rendahnya harga diri, bahkan kecenderungan bunuh diri. Sosialisasi dan edukasi melalui Roots Day bertujuan membentuk agen perubahan . eer educato. yang mampu membangun empati, meningkatkan kesadaran sosial, serta mengembangkan keterampilan sosial siswa untuk menciptakan iklim sekolah yang lebih sehat secara emosional. Sementara dalam bidang kesehatan, dampak bullying tidak hanya dirasakan secara psikologis, tetapi juga dapat berpengaruh pada kondisi fisik korban. Anak-anak yang menjadi korban perundungan sering mengalami gejala psikosomatik seperti sakit kepala, nyeri perut, gangguan tidur, hingga gangguan pola makan. Oleh karena itu, pendekatan promotif dan preventif melalui kegiatan seperti Roots Day sangat penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan mental dan fisik peserta didik secara menyeluruh. Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk "Sosialisasi Anti-Perundungan melalui Program Roots Day di SMK Negeri 1 Sidikalang dalam Perspektif Hukum. Psikologi, dan Kesehatan" bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa serta tenaga pendidik mengenai pentingnya pencegahan perundungan . di lingkungan sekolah. Dari aspek hukum, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi terkait regulasi yang melarang segala bentuk kekerasan dan perundungan di sekolah, termasuk konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Secara psikologis, sosialisasi ini dimaksudkan untuk menumbuhkan empati dan meningkatkan literasi emosional siswa terhadap dampak negatif bullying bagi korban, sekaligus membentuk karakter siswa yang suportif dan inklusif. Dari sisi kesehatan, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Selain itu, melalui program Roots Day, kegiatan ini mendorong lahirnya agen perubahan . eer educato. yang mampu menjadi teladan dalam membangun budaya sekolah yang bebas dari kekerasan. Pendekatan multidisipliner yang diterapkan dalam kegiatan iniAi melibatkan bidang hukum, psikologi, dan kesehatanAidiharapkan mampu menciptakan strategi pencegahan perundungan yang lebih menyeluruh, efektif, dan berkelanjutan. Solusi Permasalahan Mitra Permasalahan utama yang mendasari pelaksanaan kegiatan ini adalah masih tingginya potensi terjadinya tindakan perundungan . di lingkungan sekolah, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun digital, yang berdampak negatif terhadap peserta didik. Dari sisi hukum, masih terdapat kurangnya pemahaman siswa dan tenaga pendidik terhadap regulasi yang melarang segala bentuk kekerasan di satuan pendidikan, sehingga penanganan kasus perundungan kerap tidak berjalan sesuai ketentuan. Dalam perspektif psikologi, banyak siswa yang menjadi korban mengalami gangguan emosional seperti kecemasan, depresi, hingga menarik diri dari lingkungan sosial, namun tidak memiliki keberanian atau akses untuk melapor dan mencari bantuan. Di sisi lain, aspek kesehatan juga menjadi perhatian serius, karena perundungan dapat memicu gangguan psikosomatis dan menurunkan kualitas hidup serta prestasi belajar siswa. Rendahnya literasi terkait dampak perundungan dan kurangnya keterlibatan seluruh elemen sekolah dalam pencegahan menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang menyentuh seluruh aspek hukum, psikologis, dan kesehatan secara Sebagai solusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan tindak perundungan di lingkungan sekolah, diperlukan pendekatan yang menyeluruh dan terpadu. Dari aspek hukum, sekolah perlu mengimplementasikan kebijakan internal yang selaras dengan peraturan perundang-undangan, seperti pembentukan tim pencegahan kekerasan, penyusunan kode etik anti-bullying, serta pelaporan kasus secara transparan dan akuntabel. Dari segi psikologi, penting untuk menyediakan layanan konseling yang mudah diakses oleh siswa, pelatihan keterampilan sosial dan emosional, serta pemberdayaan siswa sebagai agen perubahan (Roots Peer Educato. yang dapat menjadi contoh perilaku positif. Sementara itu, dari aspek kesehatan, sekolah harus menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental dengan mengurangi tekanan sosial, membangun komunikasi terbuka antara siswa dan guru, serta mendorong pola hidup sehat. Kolaborasi antara guru, orang tua, tenaga kesehatan sekolah, dan pihak eksternal seperti psikolog dan lembaga perlindungan anak juga menjadi langkah strategis dalam menciptakan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan. Tujuan solusi tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra secara sistematis sesuai dengan prioritas permasalahan. Solusi harus terkait betul dengan permasalahan mitra. suatu permasalahan sebagai berikut : Seberapa besar pemberian informasi tata cara pengurusan roods Day dengan memberikan informasi informasi dan meningkatkan kesadaran siswa serta masyarakat secara luas mengenai bahaya dan dampak dari tindakan perundungan . di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan membentuk pemahaman kolektif bahwa perundungan bukanlah hal yang dapat ditoleransi, serta menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan saling menghargai. Melalui kampanye edukatif, pelatihan, serta keterlibatan langsung siswa sebagai agen perubahan. Roots Day berperan dalam menyampaikan pesan-pesan antiperundungan tidak hanya kepada peserta didik, tetapi juga kepada orang tua, guru, dan masyarakat sekitar sekolah. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membangun kerja sama antara sekolah dan komunitas dalam menciptakan budaya bebas kekerasan serta memperkuat nilai-nilai empati, toleransi, dan tanggung jawab sosial. Maka program sosialisasi dan penyuluhan yang salah satunya dilakukan dalam lingkungan sekolah adalah cara paling efektif untuk menumbuhkan sifat kesadaran dan peduli dalam pencegahan Bullyiing memalui program Rods day khususnya memberikan informasi Rods Day dalam konteks Hkum. Psikologi dan Kesehatan Mental. Kegunaan pengabdian kepada Siswa/I SMK Negeri 1 Sidikalang ke batang beruh, kec. Sidikalang. Kabupaten Dairi. Sumatera Utarayaitu dan sosisalisasi bagi masyarakat sekolah yang berdampak terhadap bahaya dari efek dari erundungan . Oleh karena itu mitra masyarakat sekolah SMK Negeri 1 Sidikalang sangat diperlukan di desa sekolah SMK Negeri 1 Sidikalang untuk memotivasi dan memantau masyarakat, mengerti dan melakukan pencegahan perundungan melalui program Rodds Day. Metode Program Kemitraan Masyarakat cara Sosialisasi Pentingnya Pengurusan Sertifikat Tanah Untuk Menjaga Hak Masyarakat Dari dari Perundungan dengan Program Roots Day selama 3 bulan dari bulan MaretAe Mei 2025 di SMK Negeri 1 Sidikalang Batang Beruh. Kec. Sidikalang. Kabupaten Dairi. Sumatera Utara. Mitra kegiatan PKM ini adalah Kepala Sekolah ,Guru ,Staf Sekolah dan Siswa Siswi SMK Negeri 1 Sidikalang di Batang Beruh. Kec. Sidikalang. Kabupaten Dairi. Sumatera Utara Kegiatan dilakukan dengan metode sosialisasi dan penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan serta pendampingan. Sosialisasi dan Penyuluhan Sosialisasi dan penyuluhan dilakukan di lapangan Sekolah dan diruangan pertemuan di Desa Batang Beruh. Kec. Sidikalang. Kabupaten Dairi. Sumatera Utara dengan materi Sosialisasi Anti-Perundungan Melalui Program Roots Day Di Smk Negeri 1 Sidikalang Dalam Perspektif Hukum. Psikologi. Dan Kesehatan . Demonstrasi dan Pelatihan Demonstrasi dan pelatihan diberikan kepada mitra berupa demonstrasi sosialisasi mengenai tata cara pencegahan anti perundungan melalui Program Roots Day Dalam Perspektif Hukum. Psikologi. Dan Kesehatan. Hasil Dan Pembahasan Pelaksanaan kegiatan PKM cara pencegahan anti perundungan melalui Program Roots Day Dalam Perspektif Hukum. Psikologi. Dan Kesehatan. dimulai dengan melakukan koordinasi dengan mitra yaitu kepala Sekolah . Guru. Staf dan Siswas-s siswi SMK Ngeri 1 Sidikalng di Batang Beruh. Kec. Sidikalang. Kabupaten Dairi. Sumatera Utara SMK Negeri 1 Sidikalang, yang terletak di Jalan Ahmad Yani No. Batang Beruh. Sidikalang. Kabupaten Dairi. Sumatera Utara, didirikan pada tahun 1960-an dengan nama SMEA PEMDA. Pada tahun 1992, statusnya berubah menjadi negeri dan berganti nama menjadi SMEA Negeri Sidikalang. Pada tahun 1994, sekolah ini resmi menjadi SMK Negeri 1 Sidikalang dan menawarkan beberapa program keahlian seperti Akuntansi. Sekretaris, dan Manajemen Bisnis. Seiring waktu, jumlah program keahlian bertambah, termasuk Teknik Komputer dan Jaringan. Usaha Perjalanan Wisata, dan Akomodasi Perhotelan Langkah awal untuk mengetahui keberhasilan kegiatan ini Tim PKM Prodi Hukum Universitas Audi Indonesia melalukan survei melalui pemberian kuisioner kepada mitra mengenai pengetahuan mengenai pentingnya pencegahan perundungan melalui program Roots Day berisi pertanyaan-pertanyaan yang bersifat kualitatif dan Hasil pertanyaan-pertanyaan kualitatif diinterpretasikan dalam bentuk deskripsi sedangkan pertanyaan-pertanyaan kuantitatif diinterpretasikan dalam bentuk angket sehingga dapat diketahui kondisi perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan PKM. Dengan cara Pemberian pendidikan dan informasi terkait Roots Day. Gambar 1. Sosialisasi Anti-Perundungan Melalui Program Roots Day Di Smk Negeri 1 Sidikalang Dalam Perspektif Hukum. Psikologi. Dan Kesehatan Gambar 2. Demonstrasi dan pelatihan diberikan kepada mitra berupa demonstrasi sosialisasi mengenai Roots Day Berdasarkan kegiatan cara pencegahan anti perundungan melalui Program Roots Day Dalam Perspektif Hukum. Psikologi. Dan Kesehatan. dimulai dengan melakukan koordinasi dengan mitra yaitu kepala Sekolah . Guru. Staf dan Siswas-s siswi SMK Ngeri 1 Sidikalng di Batang Beruh. Kec. Sidikalang. Kabupaten Dairi. Sumatera Utara selama 3 bulan dapat disimpulkan bahwa : Mitra PKM Sosialisasi Anti-Perundungan Melalui Program Roots Day Di Smk Negeri 1 Sidikalang Dalam Perspektif Hukum. Psikologi. Dan Kesehatan oleh Universitas Audi Indonesia yaitu para masyarakat sekolah SMK Negeri 1 Sidiklang kab Dairi antusias mengikuti kegiatan ini dengan menyempatkan waktunya di sela-sela aktifitas Disekolah . Mitra Sosialisasi Anti-Perundungan Melalui Program Roots Day Di SMK Negeri 1 Sidikalang Dalam Perspektif Hukum. Psikologi. Dan Kesehatan oleh Universitas Audi Indonesia mengalami peningkatan pengetahuan hukum, psikologi terhadap pencegahan bulling melalui program roots day sebesar 25% dari sebelum kegiatan sebesar 70% menjadi 95% setelah kegiatan PKM ini. Mitra PKM Sosialisasi Anti-Perundungan Melalui Program Roots Day Di Smk Negeri 1 Sidikalang Dalam Perspektif Hukum. Psikologi. Dan Kesehatan oleh Universitas Audi Indonesia mengalami peningkatan perilaku perilaku perundungan di kalangan Siswa/I . Guru dan Para Staf Sekolajh . Mitra PKM Sosialisasi Anti-Perundungan Melalui Program Roots Day Di Smk Negeri 1 Sidikalang Dalam Perspektif Hukum. Psikologi. Dan Kesehatan Universitas Audi Indonesia mengalami peningkatan kesedararan terhadap pencegahan anti perundungan melalui program Roddts Day Kesimpulan Dan Saran Kegiatan sosialisasi anti-perundungan melalui Program Roots Day yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Sidikalang menunjukkan bahwa pendekatan berbasis hukum, psikologi, dan kesehatan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh warga sekolah terhadap bahaya perundungan. Pelibatan aktif siswa, guru, dan staf sekolah dalam kegiatan ini mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, inklusif, dan peduli terhadap kesejahteraan emosional serta kesehatan mental peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil membentuk agen perubahan dari kalangan siswa sebagai pelopor dalam membangun budaya sekolah yang bebas kekerasan. Peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap yang signifikan menunjukkan bahwa program ini efektif sebagai strategi pencegahan dan penanggulangan bullying secara berkelanjutan. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terimakasih kepada Universitas Audi Indonesia yang telah mendukungi Sosialisasi Anti-Perundungan Melalui Program Roots Day Di Smk Negeri 1 Sidikalang Dalam Perspektif Hukum. Psikologi. Dan Kesehatan . Prodi ilmu sosial dan humaniora . Pimpinan. Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sidikalang Dan Guru dan Staff SMK Negeri 1 Sidikalang Kabupaten Dairi dan Staff Dosen Universitas Audi Indonesia yang selalu mendukung dan terlibat dalam terselenggaranya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Referensi