AFIRMASI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) SENTRA SAPU IJUK AuCANTIKAAy DESA DAGANGAN KECAMATAN DAGANGAN KABUPATEN MADIUN TERHADAP PEGAWAI BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNA WICARA Afna Arfinda Utami Program Sarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul UlamaAo Irsyad Kholis Fatchurrozaq qazzoroe@gmail. Abstrak UMKM adalah sebuah bisnis yang dioperasikan oleh pelaku usaha secara individu, rumah tangga, ataupun badan usaha berskala kecil. Seperti halnya UMKM Di Desa Dagangan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, berdiri UMKM AuCantikaAy yang memproduksi alat rumah tangga berupa sapu ijuk setiap harinya. Pada UMKM tersebut terdapat karyawan penyandang berkebutuhan khusus atau biasa disebut disabilitas, yang mana tenaga kerjanya yang disabilitas merupakan seorang tuna wicara. Badan usaha, baik itu swasta maupun negeri, belum banyak yang membuka diri untuk menerima penyandang Seperti yang diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Pada penelitan ini. UMKM Sentra Sapu Ijuk AuCantikaAy terdapat 2 pegawai penyandang disabilitas tuna wicara yang merupakan warga sekitar. Usaha ini tidak memiliki kriteria khusus untuk menerima pegawai. Dengan adanya usaha ini para pegawai merasakan dampak positif dari sana diantaranya, menambah kegiatan yang positif, menjadi individu yang produktif, dan yang terpenting bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kata kunci : Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Afirmasi PENDAHULUAN UMKM merupakan kependekan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah. UMKM perupakan sebuah faktor utama yang menyerap lebih banyak tenaga kerja untuk berkembang termasuk dalam usha yang mampu bertahan dalam krisis ekonomi. Dalam perkembangan perekonmian nasional, semakin banyak masyarakat yang menyadari peran penting keberadaan UMKM di di Indonesia. Pada awalnya UMKM dianggap sebagai sumber penting penciptaan lapangan kerja dan penggerak utamapembangunanekonomi di pedesaan, dalam upaya pembangunan ekonomi kerakyatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk koperasi kini dijadikan sebagai alat kebijakan pembangunan nasional. Hal tersbut dilakukan karena UMKM Indonesia dapat memainkan banyak peran penting terutama dalam penyediaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, penganguran distribusi pendapatan yang tidak merata dan urbanisasi yang berlebihan. Usaha yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup diantaranya dengan melakukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM adalah bagian integral dari dunia usaha, merupakan kegiatan Pinkan Very Dianan Angelia. AuSistem Pendukung Keputusan Penentuan Permodalan Umkm Menggunakan Descision Tree Dan Ahp Di Kota MalangAy. Skripsi (UIN Malang, 2. 146 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 ekonomi rakyat yang mempunyai kedudukan, peran dan potensi strategis. Berdasarkan yang tertuang dalam UndangUndang No. 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah, pengertian UMKM adalah sebuah bisnis yang dioperasikan oleh pelaku usaha secara individu, rumah tangga, ataupun badan usaha berskala kecil. Seperti halnya UMKM Di Desa Dagangan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, berdiri UMKM AuCantikaAy yang memproduksi alat rumah tangga berupa sapu ijuk setiap harinya. Pada UMKM tersebut terdapat karyawan penyandang berkebutuhan khusus atau biasa disebut disabilitas, yang mana tenaga kerjanya yang disabilitas merupakan seorang tuna wicara. Badan usaha, baik itu swasta maupun negeri, belum banyak yang membuka diri untuk menerima penyandang disabilitas. Dalam UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Pada pasal 53 disebutkan bahwa pemerintah. Pemerintah Daerah. Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja. Selain itu, disebutkan pula dalam poin selanjutnya bahwa perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau Atas dasar itu, harusnya mereka yang telah Mukti Fajar. UMKM Di Indonesia Perspektif Hukum Ekonomi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 239. OCBBC NISP AuPengertian UMKM. Kriteria, dan Perannya dalam Ekonomi RIAy dalam https://w. com/id/article/2021/04/07/pengertian-umkm . iakses pada 25 April 2. 147 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 disebutkan dalam pasal 53 itu dapat menerapkan kebijakan itu sebagaimana mestinya. Akan tetapi, kenyataannya, menurut Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril, saat ini persentasenya kurang dari 1 persen bagi perusahaan yang bisa menerima kebijakan Dia mengatakan, perlu adanya tindakan afirmasi agar perusahaan menerapkan kebijakan itu untuk memberikan jatah kepada disabilitas sebagaimana mestinya. Diperlukan juga kesadaran dan pemahaman terhadap disabilitas bagi perusahaan untuk lebih bisa menerima Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuAfirmasi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) Sentra Sapu Ijuk AuCantikaAy Desa Dagangan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Terhadap Pegawai Berkebutuhan Khusus Tuna WicaraAy METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan . ield researc. dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian yang bersifat field research, data primer yaitu data yang berasal langsung dari sumber data yang dikumpulkan secara khusus dan berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti. Data ini diperoleh dari hasil wawancara . atau kuesioner penelitian. Dalam hal ini data primer dapat Republika,AyDisabilitas Juga Mampu BekerjaAy, dalam https://w. id/berita/pp4xy5330/disabilitas-jugamampu-bekerja . iakses pada 26 April 2. 148 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 diperoleh melalui wawancara dengan petani, penebas, maupun makelar . Sedangkan data sekunder yaitu data yang tidak didapatkan secara langsung oleh peneliti tetapi diperoleh dari orang atau pihak lain, misalnya berupa dokumen laporan-laporan, buku-buku, jurnal penelitian, artikel dan majalah ilmiah yang masih berkaitan dengan materi penelitian. Untuk mengumpulkan data-data dalam penelitian kualitatif, bisa digunakan dengan beberapa teknik. Wawancara (Intervie. Wawancara (Intervie. dapat dilakukan secara tatap muka . ace to fac. antara peneliti dan yang diteliti maupun dengan menggunakan media Interview adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh wawancara . untuk memperoleh informasi dari terwawancara . Dalam hal ini peneliti akan melakukan wawancara langsung dengan penjual maupun pembeli tentang informasi yang dibutuhkan peneliti. Dalam teknik wawancara ini instrumen yang digunakan sebagai pengumpul data berupa pedoman wawancara yaitu berupa pertanyaanpertanyaan yang sistematis dan terarah. Metode ini digunakan peneliti dalam mencari data secara langsung yang berkenaan dengan sistem tebasan. Dokumentasi (Documentatio. Dokumentasi adalah teknik atau metode pengumpulan data dengan cara mengambil data dari dokumen-dokumen yang ada baik berupa 149 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 catatan, transkrip, buku-buku, jurnal ilmiah. Koran, majalah, website dan lain-lain. Observasi (Observatio. Observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan penelitian secara teliti, serta pencatatan secara Menurut Kartono pengertian observasi adalah studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan pengamatan dan pencatatan. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang PEMBAHASAN Kondisi Pegawai Berkebutuhan Khusus Tuna Wicara pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sentra Sapu Ijuk AuCANTIKAAy Desa Dagangan Kabupaten Madiun. Kondisi Disabilitas Pegawai Tuna Wicara Dalam penelitian ini penulis memilih salah satu pegawai tuna wicara sebagai informan dan sebagai Imam Gunawan. Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. , 47. Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2. , 89. 150 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 objek penelitian yang bernama Ibu Suprihatin. Informan adalah seseorang yang mengalami kesulitan berbicara sejak lahir. Kesulitan berbicara yang nampak berupa suara yang tidak jelas ketika mengucapkan kata maupun kalimat. Sejurus dengan hal tersebut, informan juga mengalami kesulitan Informan menjelaskan bahwa: AuSaya sejak lahir diberi keistimewaan berupa tidak bisa berbicara oleh Tuhan, tetapi dengan keterbatasan saya tersebut tidak membuat saya patah Justru dengan keterbatasan ini saya bersyukur telah dikelilingi oleh orang- orang yang baik sama saya. Dan saya dulu sempat bersekolah di SDLB namun sayangnya tidak bisa lanjut ke jenjang selanjutnya dikarenakan faktor ekonomi. Ay7 Kesulitan yang dialami oleh informan yaitu berupa kesulitan bebicara dan mendengar, membuat informan juga mengalami hambatan dalam melakukan komunikasi dengan orang lain. Latar pendidikan informan yang hanya sampai jenjang SDLB juga tidak mampu membantu mengurangi kesulitan komunikasi yang dialami. Informan merupakan sosok yang mudah bergaul dengan lingkungan dan masyarakat sekitar. Terkait dengan kesulitan komunikasi yang dialami oleh informan, kemampuan bergaul informan sangat berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya. Kemudahan yang dimaksud adalah intensitas Wawancara. Ibu Suprihatin Pegawai Tuna Wicara sentra Sapu Ijuk AuCANTIKAAy Desa Dagangan Kabupaten Madiun, 21 Januari 151 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 pergaulan dengan orang di sekelilinnya memberikan dampak pengertian oleh masyarakat tersebut terhadap bahasa tubuh yang ditunjukkan oleh informan untuk mengungkapkan informasi yang ingin disampaikan. Kondisi Perekonomian pegawai Tuna Wicara Kondisi perekonomian seseorang terukur dari pendapatan keluarga berupa penghasilan yang diperoleh masyarakat yang berasal dari pendapatan kepala rumah tangga maupun pendapatan anggotaanggota rumah tangga. Pendapatan keluarga merupakan balas karya atau jasa yang diperoleh karena sumbangan yang diberikan dalam kegiatan produksi usaha sendiri ataupun bekerja pada orang 8Pada umumnya pendapatan terdiri dari pendapatan nominal berupa uang dan pendapatan berupa barang. Pada sentra industri sapu ijuk ini informan merasa setelah diterima pada usaha sentra industri ini keadaan ekonomi menjadi jauh lebih baik. Apalagi informan tidak berkeluarga dan masih tinggal dengan orang tua. Sebelum bekerja di sentra industri ini semua kebutuhan informan yang mencukupi adalah orang tua dan saudara-saudaranya. Namun setelah bekerja di sentra sapu ijuk AuCANTIKAAy milik ibu Etik ini informan sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan bahkan juga bisa membeli perhiasan dan tidak jarang juga informan memberi uang saku kepada keponakan-keponakan beliau. Poewadarminta W. Kamus Besar Umum Indonesia, (Jakarta: Balai Pustak. , 89. 152 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 AuSebelum saya bekerja disini semua kebutuhan saya yang menanggung adalah ibu dan saudara-saudara saya karena bapak saya sudah meninggal dunia sejak saya sd. Apalagi saya tidak menikah, tapi alhamdulillah setelah saya diterima bekerja disini saya sudah bisa memenuhi kebutuhan saya dan sebagian hasil saya tabung untuk beli perhiasan atas saran dari orang-orang sekitar. Ay9 Informan merupakan sosok yang giat dalam bekerja dan sangat rajin. Dan tak jarang juga diluar pekerjaan memproduksi sapu ijuk informan membantu pemilik usaha sapu ijuk seperti membersihkan rumah, memasak makanan. Karena hal tersebut pemilik usaha ini sangat senang dengan cara kerja informan yang tidak pilih-pilih dalam mengerjakan sesuatu. Kondisi Lingkungan Masyarakat Pegawai Tuna Wicara Dalam suatu usaha juga tak jarang kondisi lingkungan sangat berpengaruh dalam jalannya suatu usaha yang akan dijalankan. Berdasarkan analisa dan tinjauan yang peneliti jalani, lingkungan masyarakat sekitar sentra sapu ijuk AuCANTIKAAy sangat mendukung dengan adanya usaha yang mau menerima penyandang difabel sebagai karyawan. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah ketika musim hujan tiba atau tiba-tiba datang hujan masyarakat sekitar berinisiatif ikut membantu Wawancara. Ibu Suprihatin Pegawai Tuna Wicara Sentra Sapu Ijuk AuCANTIKAAy Desa Dagangan Kabupaten Madiun, 21 Januari 153 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 pegawai mengangkat serat ijuk yang dijemur dihalaman sentra industri. AuSaya sebagai tetangga di sentra industri ini sangat mendukung adanya usaha ini karena sudah menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, memandang fisik. Kami sangat mendukung usaha ini karena memberi dampak positif juga bagi salah satu warga desa sini yang menyandang difabel tuna wicara menjadi bisa membantu perekonomian Ay10 Bentuk apresiasi lain dari warga lingkungan sekitar juga berupa membeli produk yang dihasilkan dari sentra sapu ijuk AuCANTIKAAy ini tanpa meminta potongan harga. Dengan perlakuan baik pada pegawai dan pemilik usaha dari masyarakat peneliti masyarakat sekitar mendukung adanya usaha sapu ijuk ini. Afirmasi dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sentra Sapu Ijuk AuCANTIKAAy Desa Dagangan Kabupaten Madiun. Bentuk-Bentuk Afirmasi Terhadap Pegawai Tuna Wicara Afirmasi positif dalam hal ini sangat penting bagi pegawai tuna wicara khususnya supaya tidak berkecil hati karena keterbatasannya. Selain afirmasi dari diri sendiri afirmasi dari tempat usaha juga Informan yang sebagai pemilik usaha ini Wawancara. Ibu Amin Warga Sekitar Sentra Sapu Ijuk AuCANTIKAAy Desa Dagangan Kabupaten Madiun, 22 Januari 2021 154 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 juga selalu memberikan afirmasi positif bagi para pegawai difabel tuna wicara berupa semangat dan juga tidak membandingkan hasil kerjanya dengan pegawai yang normal. Setiap hasil yang pegawai tuna wicara hasilkan selalu dipuji dan diberi masukan dengan pelan-pelan apabila ada yang kurang dari hasil buatannya. AuDisini saya sebagai pemilik usaha harus memberikan energi positif bagi para pegawai terlebih pada pegawai yang menyandang difabel butuh perlakuan khusus dalam mengarahkan dan masukan agar mereka memiliki kepercayaan diri dalam mengerjakan pekerjaannya dengan maksimal. Ay11 Dengan memberikan afirmasi positif pada pegawai tuna wicara informan merasa bahwa semua yang informan berikan dapat diterima dengan baik oleh pegawai penyadang tuna wicara dan pegawai lain juga mendukung dan ikut serta memberi pikiranpikiran positif. Respon Pegawai Terhadap Afirmasi yang Diberikan Dari berbagai afirmasi yang diberikan dari pemilik usaha dan lingkungan sekitar terhadap pegawai tuna wicara sangat terlihat dengan jelas bahwa responnya sangat baik dengan perlakuan yang telah diberikan dari sekitarnya. Pegawai tuna wicara pun juga bisa menerima semua afirmasi dan masukan positif tersebut dengan baik. Dan pegawai tuna wicara pun tidak malu untuk bertanya kalau ada hal yang tidak Wawancara. Ibu Etik Pemilik Usaha Sapu Ijuk AuCANTIKAAy Desa Dagangan Kabupaten Madiun, 21 Januari 2021 155 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 AuAlhamdulillah saya bisa diterima ditempat ini sebagai pegawai dan mendapat perlakuan baik dari ibuk dan pegawai lain. Dengan keadaan saya yang seperti ini orang disekeliling saya sangat baik dan memberi energi positif untuk saya dan saya diberikan bimbingan dalam mengerjakan semua dengan telaten. Dengan perlakuan yang baik dari mereka membuat saya senang dan betah bekerja Ay12 Dengan diterimanya afirmasi dari orang sekitar menunjukkan bahwa informan tidak merasa terkucilkan atau terasingkan sehingga membuat informan tersinggung. Dampak dari Afirmasi yang Diberikan Terhadap Pegawai Tuna Wicara Dari berbagai bentuk afirmasi yang telah diberikan oleh orang-orang disekelilingnya memiliki berbagai dampak positif, diantaranya: Pegawai tuna wicara menjadi percaya diri. Pegawai tuna wicara tidak segan untuk bertanya jika ada yang tidak dimengerti. Pegawai tuna wicara bekerja dengan giat dan Pegawai tuna wicara menjadi lebih terbuka dengan masukan yang diberikan. Pegawai tuna wicara menjadi sosok yang mudah bergaul dengan lingkungan sekitar. Wawancara. Ibu Suprihatin Pegawai Tuna Wicara Sentra Industri Sapu Ijuk AuCANTIKAAy Desa Dagangan Kabupaten Madiun, 21 Januari 2021 156 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 Hasil Temuan yang Menjadi Kendala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dalam Mensejahterakan Pegawai di Sentra Pembuatan Sapu Ijuk AuCANTIKAAy Desa Dagangan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. UMKM memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menciptakan lapangan kerja dan mendorong kemajuan perekonomian, serta mengatasi berbagai permasalah ekonomi, khususnya kemiskinan dan pengangguran. Padahal UMKM memiliki tujuan strategis untuk menopang perekonomian. 13 Berikut beberapa masalahan atau kendala yang dihadapi UMKM yang dapat dilihat secara eksternal dan internal, yaitu: Faktor Internal UMKM Modal Modal merupakan bagian penting dari bisnis mengoperasikan dan mengembangkan bisnis. Sebagian besar UMKM kekurangan modal karena mereka adalah usaha perorangan dan hanya mengandalkan modal dari sudut pandang pemilik usaha terbatas. Berdasarkan wawancara dengan pemilik usaha UMKM yang menjelaskan bahwa: AuKalau ngomongin modal dulu saya bermodal dari uang simpanan hasil dari penjualan tanah orang tua dan simpanan gaji suami saya dulu yang bekerja diluar negeri, setelah modal dana Syaakir Sofyan. Peran UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menenga. Dalam Perekonomian Indonesia. Jurnal Ekonomi, 2017, 157 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 sudah mencukupi untuk membuka usaha saya memberanikan diri untuk memulainya. alhamdulillah sekarang bisa menikmati hasilnya dan pada masa awal akan mendirikan usaha sapu ijuk ini, uang yang saya gunakan sebagai modal itu sangat berarti untuk mencukupi kebutuhan lainnya sebenarnyaAy. Modal memang sangat penting sebagai tahap awal memulai usaha, sangat penting untuk operasionalnya di tahap awal. SDM yang Terbatas Perkembangan Usaha mikro kecil lebih bersifat tradisional, terkadang diwariskan melalui usaha keluarga. Dikarenakan usaha ini baru dimulai, sumber daya manusia yang ada dirasa masih sangat kurang memadahi. Apalagi yang hanya mengandalkan pengarahan dari satu orang yang memiliki keterampilan tersebut dan otodidak melihat di internet saja. Selain itu, usaha mikro kecil sebagian besar mengalami kesulitan dalam beradabtasi dengan teknologi kekinian dalam meningkatkan daya saing produk. Berdasarkan wawancara dengan pemilik usaha Umkm yang menjelaskan AuDengan SMA pengetahuan tentang usaha sapu ijuk ini dan sedikitnya pengalaman dibidang usaha tidak mematahkan semangat saya dalam belajar Wawancara. Ibu Etik Pemilik Usaha Sapu Ijuk AuCANTIKAAy di Desa Dagangan Kabupaten Madiun, 21 Desember 2020 158 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 untuk mengembangkan usaha ini dengan mempelajari di internet dan media sosial yang ada serta bimbingan dari saudara saya yang juga mempunyai usaha yang sama yaitu pembuatan sapu ijuk dan saya juga mengikuti pelatihan dan binaan yang diadakan oleh desa tentang suksesnya suatu usaha mikro kecil yang pernah diadakanAy. Dengan adanya pelatihan dari daerah sekitar dan internet sangat membantu menambah wawasan dan ilmu dalam menjalankan sebuah Jaringan Usaha Kebanyakan usaha kecil adalah usaha keluarga dengan jaringan usaha terbatas dan kemampuan yang rendah untuk memahami kondisi pasar. Karena jumlah jaringan yang sedikit, jumlah produk yang dijual menjadi Selain itu, membawa barang dan jasa yang diproduksi ke pasar dapat dibawa ke pasar global. Berdasarkan wawancara dengan pemilik usaha UMKM yang menjelaskan AuKami memasarkan produk sapu ijuk ini masih disekitaran desa dan juga menitipkan dari toko ke toko peralatan rumah tangga yang ada pasar tradisional didaerah sini dan ada juga beberapa distributor yang mengambil produk kami untuk Wawancara. Ibu Etik Pemilik Usaha Sapu Ijuk AuCANTIKAAy di Desa Dagangan Kabupaten Madiun, 21 Desember 2020. 159 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 dipasarkan diwilayah lainnyaAy. 16 Strategi pemasaran yang tidak strategis sangat mempengaruhi jalannya usaha namun jika menggunakan menyampaikan dari mulut ke mulut bahwa kualitas produk kemungkinan akan membuat pelanggan kembali membeli Faktor Eksternal UMKM Terbatasnya Sarana dan Prasarana. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hal yang penting, karena kurangnya informasi tentang hal tersebut menyebabkan sarana dan prasarana yang dimiliki mengalami keterlambatan dalam berkembang dan kurang mendukung kemajuan usaha tersebut seperti apa yang diharapkan. Selain itu, tempat yang digunakan tak jarang juga menjadi pengaruh berjalannya usaha karena tempat yang digunakan kurang Iklim Usaha Produk yang diciptakan oleh pelaku usaha yang masuk di pasar pasti mengalami persaingan dengan produk orang lainnya baik dilihat sebagai barang primer maupun sekunder dari pelaku usaha lain. Dalam persaingan, tak jarang pula masih ada persaingan yang tidak sehat antara pelaku usaha satu dengan yang lain atau pelaku usaha Wawancara. Ibu Etik Pemilik Usaha Sapu Ijuk AuCANTIKAAy di Desa Dagangan Kabupaten Madiun, 21 Desember 2020. 160 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 kecil dan pelaku usaha besar. Hal ini menyebabkan persaingan yang tidak sehat dengan adanya sistem monopoli barang tertentu yang dilakukan oleh pelaku usaha Mengambil hati pembeli dengan sikap yang baik dan ramah merupakan kunci untuk menarik simpati pembeli untuk menjadi menyarankan kepada teman dan saudaranya untuk membeli produk kita karena mereka merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan, karena pada dasarnya pembeli merupakan raja yang harus dihormati dan dilayani dengan baik. Otonomi Daerah Dengan adanya otonomi daerah atau peraturan perundang-undangan kewenangan penuh kepada daerah otonom untuk mengurus, membina masyarakat. Perubahan sistem mempengaruhi pedagang dalam bentuk biaya baru yang akan dikenakan kepada pedagang. Adakalanya pelaksanaan otonomi daerah juga memberikan semangat daerah yang tinggi kepada masyarakat sehingga para pelaku usaha diluar daerah yang sulit untuk mengembangkan usahanya Dengan adanya peraturan daerah sebagai Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Diakses 25 Januari 2021. 161 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 kemakmuran dan keharmonisan, pada dasarnya setiap daerah berusaha untuk menunjukkan keunggulan yang ada dan memperkuat pengawasan terhadap setiap kegiatan produksi yang dilakukan di daerah Perdagangan Bebas Terjadinya sebuah persaingan yang bebas terutama dalam perdagangan bebas merupakan salah satu pengaruh dari globalisasi. Hal tersebut yang mengharuskan pelaku usaha untuk menghasilkan produk yang kreatif dan barang/jasa yang dibutuhkan pada pasar yang luas dengan standar kualitas internasional. Namun adanya, tidak semua pengusaha bisa bersaing dengan hasil produk dari luar. Pada dunia usaha persaingan merupakan resiko dalam membangun suatu usaha dan tidak bisa dianggap sepele, akan tetapi untuk memerlukan strategi yang pasti antara lain harus mengenali terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan pada produk yang akan ditawarkan agar menambah nilai keunggulan, mencari referensi agar diri lebih bisa berkreatifitas, meningkatkan kualitas produk dan pelayanan terhadap konsumen. Analisis Swot berdasarkan faktor eksternal dan internal berdasarkan rincian kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman berdasarkan wawancara : Kekuatan 162 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 Produk berkualitas tinggi Ada berbagai macam kerajinan yang Hubungan karyawan, dan masyarakat Kerjasama dan komunikasi yang baik dengan pelanggan dan konsumen Harganya sangat murah Kelemahan Sempitnya jangkauan pemasaran Rendahnya kualitas SDM Tidak lancarnya proses komunikasi antara pemilik usaha dengan pegawai yang tuna wicara karena kendala bahasa Tidak membuat pembukuan secara teratur Masih minimnya penggunaan media sosial dan internet, sehingga tidak menjangkau pasar yang luas Kurangnya media promosi Tempat kurang strategis Peluang Sebagai penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar Dapat lebih mudah mengembangkan dan memperluas usahanya tanpa peraturan dari pihak investor atau penanam modal karena menggunakan modal sendiri Dapat menggunakan berbagai media sebagai strategi promosi agar mendapat konsumen yang lebih banyak lagi dan jangkauannya lebih luas 163 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 Memperluas jaringan promosi mendistribusikan dan memasarkan barang untuk menambah jumlah penjualan sehingga pendapatan meningkat Ancaman Tidak ada perubahan yang positif dalam usaha, karena pemilik tidak dapat memastikan perkembangan usaha disetiap bulannya karena tidak dilakukan pembukuan keuangan secara tertulis Tidak adanya jangkauan promosi yang meluas seperti di sosial media, maka dikhawatirkan tidak ada perkembangan jumlah pelanggan baru. PENUTUP Kesimpulan Dari pembahasan yang telah peneliti paparkan diatas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai Usaha sapu ijuk AuCANTIKAAy ini merupakan usaha mikro kecil milik individu dan bukan merupakan anak cabang atau dibawah naungan perusahaan lain. Sehingga hasil dan resiko ditanggung oleh pemilik usaha Pada usaha ini terdapat 3 pegawai, 2 diantaranya merupakan pegawai penyandang disabilitas tuna wicara yang merupakan warga sekitar sentra sapu ijuk AuCANTIKAAy sendiri. Usaha ini tidak memiliki kriteria khusus untuk menerima pegawai, yang terpenting orang tersebut mau bekerja dengan rajin dan jujur. 164 | P a g e VOLUME 1 NOMER 2 DESEMBER 2021 Dan usaha ini belum memiliki struktur manajemen keuangan yang tertulis sehingga sulit untuk memperkirakan penghasilan dan pengeluaran secara Namun dengan adanya usaha ini para pegawai merasakan dampak positif dari sana diantaranya, menambah kegiatan yang positif, menjadi individu yang produktif, dan yang terpenting bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Saran Kepada pemilik usaha sapu ijuk AuCANTIKAAy sebaiknya selalu memperbarui ketrampilan melalui pelatihan-pelatihan atau bahkan melalui internet dan sosial media. Membuat struktur keuangan untuk mempermudah dalam evaluasi apabila ada penurunan Memperbanyak jaringan pemasaran diluar daerah dengan promosi lewat internet. Dan membuat inovasi baru yang bisa menjadi ciri khas dari usaha sapu ijuk AuCANTIKAAy tersebut. Daftar Pustaka