Gorontalo Development Review Vol. 6 No. 2 Oktober 2023 P-ISSN: 2614-5170. E-ISSN: 2615-1375 Analisis Bibliometric Perkembangan Research Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi di Indonesia Bibliometric Evaluating of Developmental Research on Indonesia Economic Growth and Inflation Moh Agus Nugroho1. Wahyudi Rusdi2. Suci Larasati3. Nurul Fadhilah4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. IAIN Sultan Amai Gorontalo1,2,3,4 email: agusnugroho@iaingorontalo. Disubmit: 21 Februari 2023. Direvisi. 27 Juni 2023. Dipublish. 1 Oktober 2023 Abstract The bibliometric method is used in this study to examine the increase of research or research on economic growth and inflation in Indonesia, specifically in journal publications on the Google Scholar page. The findings indicated that, between 2010 and 2021, there was an increase in the number of research publications, with 2013 and 2016 showing the largest increases. This explains why research on economic growth and inflation grew rapidly during those years. Along with the rising number of publications each cycle, the subject of Indonesia's economic expansion and inflation is also receiving an unprecedented number of quotes. Topics like infaq. ZIS, foreign investment, labor, wages, and BOPO that are connected to Indonesia's economic expansion and inflation are still rarely mentioned. Then. M Michael and T Militina, with five research articles each, followed by A Asnawati and N Izzah, with four articles, were the researchers who wrote and published the most journals relating to economic growth and inflation in Indonesia. Keywords: VOSviewer. Economic Growth. Inflation. Bibliometrics. Abstrak Penelitian ini menganalisis perkembangan riset atau penelitian mengenai pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia khususnya pada dokumen jurnal pada halaman Google Scholar dengan menggunakan perangkat PoP kemudian dianalisis dengan menggunakan metode bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun publikasi penelitian yaitu dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2021 menunjukkan peningkatan jumlah publikasi penelitian dan peningkatan yang signifikan terjadi pada tahun 2013 dan 2016, sehingga menjelaskan bahwa pada tahun tersebut penelitian dengan topik pertumbuhan ekonomi dan inflasi mengalami pertumbuhan dengan cepat. Selain peningkatan jumlah publikasi di setiap periode, topik pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia, serta kutipan yang terus meroket. Topik yang masih minim dibahas adalah terkait pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia, seperti infaq. ZIS, penanaman modal asing, tenaga kerja, upah dan BOPO. Kemudian peneliti yang paling banyak menulis dan menerbitkan jurnal terkait pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia adalah M Michael dan T Militina dengan jumlah artikel penelitian masing-masing sebanyak 5 artikel, kemudian A Asnawati dan N Izzah sebanyak 4 artikel Kata Kunci : bibliometrik. pertumbuhan ekonomi. Gorontalo Development Review (GOLDER) Volume 6 Nomor 2 . Oktober 2023 PENDAHULUAN Inflasi di Indonesia berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 5,51% sepanjang 2022. Hal ini menjadi inflasi tertinggi dalam delapan tahun terakhir (Viva Budy Kusnandar 2. Memahami dan memperkirakan inflasi sangat penting untuk kebijakan moneter. Ada bebarapa kerangka dalam memprediksikan inflasi. Seperti kerangka yang memasukkan unsur faktor "global" dalam model dinamika inflasi, harga komoditas non-BBM . erta harga minya. , nilai tukar, dan harga global kompetisi dipandang perlu. Faktor global ini dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan sederhana model untuk memprediksi inflasi disuatu negara (Forbes, 2. Memperkirakan pergerakan inflasi bertujuan agar harga dapat bergerak stabil. Saat ini sebagian besar negara untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dituntut memiliki stabilitas Stabilitas harga masih tetap menjadi salah satu tujuan utama yang digali dari kebijakan makroekonomi suatu negara. Laju pertumbuhan dan laju inflasi ekonomi global selalu bergerak, dan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil, hubungan antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi terus menjadi salah satu isu yang dianggap bermasalah dalam ranah makroekonomi (Uddin, 2. Ketika ada hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pertumbuhan ekonomi, literatur profesional dihidupkan kembali, memperhatikan bahwa dalam teori-teori ekonomi sebelumnya sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara variabel-variabel Tetapi hari ini pendapat tersebut telah berubah dan saat ini ada konsensus bahwa variabel pertumbuhan ekonomi dan inflasi terkait (Simanungkalit 2. Akibatnya, dalam periode dengan tingkat inflasi yang rendah, tentu akan ada pertumbuhan ekonomi, dan ketika tingkat inflasi melewati dua digit atau pada periode ketika tingkat inflasi lebih tinggi, ini juga akan mengganggu tren pertumbuhan ekonomi (Hedvicakova, 2. Dalam sebuah pandangan ekonom, inflasi adalah fenomena moneteri yang ada di suatu negara. Dengan dimana konsepnya apabila naik turun inflasi dapat menyebabkan gejolak perekonomian negara Sehingga dipandang penting untuk menjaga kesetabilan harga, dengan tujuan tercapainya pertumbuhan perekonomian suatu negara yang berkelanjutan. Pelaksanaan untuk menjaga kestabilan harga dalam kebijakan moneter yakni agar dapat mempromosikan growth ekonomi/pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan dapat mendorong daya beli masyarakat (Latif and Ardi, 2. Inflasi menjadi satu faktor penting dan dapat berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian suatu wilayah/negara (Simanungkalit, 2. Pergerakan inflasi ini juga harus dijaga, karena apabila angka inflasi tidak terkontrol dengan baik maka pertumbuhan ekonomi tidak tercapai, melainkan sebaliknya perekonomian suatu negara justru dapat ancaman resesi atau krisis ekonomi (Isman, 2. Hal ini terbukti dan terjadi di beberapa negara yang memiliki tingkat inflasi tinggi namun tidak didukung dengan daya beli masyarakat sehingga menyebabkan krisis ekonomi yang berkepanjangan (Kryeziu and Durguti, 2. Melihat pertumbuhan perekonomian dan inflasi ini begitu penting bagi perekonomian suatu negara, maka dianggap perlu untuk melakukan ulasan dan analisis penelitian mengenai sejauh mana perkembangan riset/kajian mengenai pertumbuhan ekonomi dan inflasi Gorontalo Development Review (GOLDER) P-ISSN: 2614-5170. E-ISSN: 2615-1375 di Indonesia dengan melakukan kajian literatur-literatur menggunakan bibliometrik metode dengan parameter agar dapat memberikan ide atau topik baru yang belum banyak diteliti untuk calon peneliti. Dengan evaluasi retrospektif, produktivitas ilmiah dianggap mampu untuk membimbing rencana studi pada masa yang akan datang dan meningkatkan kualitas penelitian (Zubaidah and Yayu Ninglasari, 2. METODE PENELITIAN Menggunakan jenis penelitian kuantitatif, metode serta pendekatan penelitian secara deskriptif analisis bibliometrik dengan menjabarkan hasil dari penelitian berkaitan dengan topik penelitian apa saja yang telah dilakukan oleh peneliti berkaitan dengan pengembangan pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia dari 2010 sampai dengan tahun, 2021. Subjek penelitian yakni jurnal-jurnal yang telah terindeks Google Scholar kemudian terpublis dari tahun 2010 sampai Desember 2021. Dengan topik artikel "pertumbuhan ekonomi dan inflasi," atau istilah asing "inflation and economic growth". Data penelitian didapatkan melalui halaman website Google Scholar serta juga menggunakan beberapa aplikasi bawaan bibliometrik yakni Publish or Perish (PoP) dan VOSviewer. Dalam proses analisis data, setiap langkah memiliki hasil dan peta sistematis . ystematic mappin. adalah hasil akhir dari proses pemetaan. Pada tabel dibawah ini akan dilustrasikan proses pemetaan dan melakukan pencarian data secara online pada database elektronik Publish or Perish (Rahman et al. , 2. Tabel 1. Kriteria Inklusi Dan Eksklusi Kriteria Tipe Bahasa Batas Waktul Negara Topik lInklusi Eksklusi lTerindex conference. Tidak terindex jurnal Indonesial dan Inggris Selain Bahasa Indonesia dan Inggris l l 2010 sampai 2021 Selain 2010 sampai 2021 Indonesia Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Selain Indonesia Topik lain HASIL DAN PEMBAHASAN Dari data yang diperoleh Publish or Perish, ditemukan bahwa selama dua belas tahun terakhir dari 2010 sampai 2021, jumlah publikasi dan kutipan meningkat secara bertahap. Total jumlah artikel penelitian yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indoensia sebanyak 996. Sedangkan untuk jumlah sitasinya tidak begitu stabil atau naik turun dari tahun ke tahun dengan total sitasi sebanyak 004 sitasi. Gorontalo Development Review (GOLDER) Volume 6 Nomor 2 . Oktober 2023 Tabel 2. Jumlah Artikel penelitian dan sitasi Tahun Penelitian Jumlah Sitasi Jumlah Sumber : Publish orPerish . Jumlah artikel yang diterbitkan terbanyak pada tahun 2020 sebanyak 168 artikel, jumlah ini terbilang besar bila dibandingkan dari sepuluh tahun sebelumnya. Awal tahun 2010, penelitian tengan pertumbuhan perekonomian dan inflasi di Indonesia kurang menarik untuk dibahas para peneliti, hanya ada 10 penelitian yang terpublikasi. Di 2011 sampai 2017 tren penelitian tentang topik ini terus meningkat signifikan dari 13 penelitian 2011 naik menjadi 130 penelitian pada Tabel 2. Juga menerangkan tahuh 2018 penelitian dengan topik ini sedikit mengalami tren penurunan sebanyak 24 atau hanya ada 106 Namun naik lagi 2019 sampai 2020 secara terus menerus dan turun kembali pada 2021. Artikel Penelitian Sitasi Grafik 1. Jumlah penelitian publikasi dan sitasi Sumber : Publish orPerish . Gorontalo Development Review (GOLDER) P-ISSN: 2614-5170. E-ISSN: 2615-1375 Sedangkan untuk jumlah sitasi pada topik pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia mengalami fluktuatif atau naik turun. Jumlah sitasi dengan jumlah terbesar yakni tahun 2016 yang menyentuh angka sitasi sebanyak 1. Jumlah tersebut tertinggi sepanjang satu dekade. Kemudian jumlah terbanyak kedua tahun 2013 dengan total 1. Jumlah sitasi terendah pada tahun 2010 dan 2011, masingmasing hanya 84 dan 75 dokumen publikasi. Bila dilihat pada grafik 1. sitasi yang terendah itu juga diikuti dengan jumlah publikasi yang juga Berikut table jumlah artikel penelitian-penelitian dengan jumlah sitasi terbanyak mengenai topik pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia sepanjang tahun 2010 sampai dengan tahun 2022 : Tabel 3. Penelitian dengan jumlah sitasi terbanyak Sitasi Judul Penulis Tahun Sitasi PerTahun Pengaruh inflasi, suku PDB SS Kewal 66,40 terhadap indeks harga Pengaruh D Aribawa 58,33 keberlangsungan UMKM di Jawa Tengah Pengaruh Roa. Npm dan Eps Harga Watung 37,67 saham perbankan di BEI Analisis D Ernita. S ekonomi, investasi dan Amar. Sofyan 2013 17,89 konsumsi di Indonesia Pengaruh inflasi. BI rate AN Hidayati profibilitas bank syariah di Indonesia Pengaruhh inflasi. PDRB IGA Indradewa. KS Natha tenaga kerja di Bali Analisis pertumbuhan ED Silvia. ekonomi, infestasi dan Wardi 11,11 inflasi di Indonesia Pengaruh tingkat suku NK Suryani, bunga, inflasi dan nilai GMSudiarth 24,50 tukar terhadap return saham di BEI Analisis pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap S Indriyani 15,17 pertumbuhan ekonomi di Indonesia 2005-2015 Pengaruh faktor-faktor ekonomi terhadap inflasi A Sutawijaya 2012 9,00 di Indonesia Sumber : review data Gorontalo Development Review (GOLDER) Volume 6 Nomor 2 . Oktober 2023 Umumnya, jumlah sitasi suatu artikel merupakan indikator bibliometrik yang menunjukkan kualitas penelitian yang terpublikasi itu sendiri (Fellnhofer, 2. Oleh karena itu, penelitian ini juga mengumpulkan jumlah kutipan langsung terkait pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia yang terpublikasi. Ada sepuluh publikasi dengan jumlah sitasi terbanyak. Yang pertama SS Kewal dengan judul pengaruh inflasi, suku bunga. PDB pada harga saham terbut pada 2012 dengan jumlah sitasi 664 dan sitasi pertahun 66,40. Artikel tersebut memiliki indeks sitasi sangat bagus. 1 Analisis Visualisasi Bibliometrik Analisis visualisasi bibliometri dengan menggunakan VOSviewer dapat memberikan gambaran jaringan penghubung bibliometrik dari publikasi artikel ilmiah yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia. Dengan alat VOSviewer bisa membuat peta/jaringan yang bias merangkung atau mencakup penulis, sumber publikasi, kata kunci, dan lainny (Eck and Ludo Waltman, 2. Berikut ini merupakan dari hasil pembagian/pemetaan bibliografi literatur pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia. 2 Co-occurrence of keywords Review dari kata kunci atau co-occurrence of keywords yang dipublikasikan melalui jurnal dikerjakan agar dapat menunjukkan frekuensi dari kata perkata yang yang ditata bersamaan dalam artikel penelitian (Gaviria-Marin. Merigo, and Popa, 2. Pada gambar 2. Dibawah ini menyajikan map sebaran kata kunci pada artikel pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia. Gambar 2. Hasil VOSviewer berdasarkan Co-occurrnce of keyword Pada penelitian ini menggunakan dua kali minimal kemunculan kata kunci, sehingga didapatkan 82 dari 454 kata kunci yang bersesuain dan memenuhi kriteria. Kemudian dari hasil pemetaan tersebut Gorontalo Development Review (GOLDER) P-ISSN: 2614-5170. E-ISSN: 2615-1375 menampilkan 60 kata kunci yang diklasifikasikan menjadi tujuh belas klaster dengan warna berbeda. Cluster satu dengan memiliki 7 item yakni analisi pengaruh IPM, pengaruh IPM inflasi. IPM. Kabupaten Lamongan. Provinsi Riau dan upah. Cluster dua terdiri dari 7 kata kunci pengaruh inflasi, investasi. Jawa Timur, modal asing. PMA. Provinsi Jambi, tingkat pengangguran. Cluster tiga 6 kata kunci. BI rate, kurs, nilai tukar, tingkat pertumbuhan ekonomi, dan suku bunga. Cluster empat terdiri lima kata kunci yakni analisis investasi, asli daerah. DAU / dana alokasi umum. PAD dan Provinsi Bali. Cluster enam memiliki empat kata kunci yakni ekonomi Indonesia, nilai tukar, pengaruh harga minyak dan studi priode. Cluster tujuh terdapat 3 kata kunci yakni BOPO/Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional, inflasi dan Kota Samarinda. Cluster delapan juga memiliki tiga kata kunci peningkatan. Provinsi Kalimantan Barat dan Sumatra Utara. Cluster sembilan memiliki 3 item nilai tukar, pendapatan perkapita, tingkat suku bunga SBI. Cluster 10 ada dua kata kunci Bali dan jumlah tenaga kerja. Cluster 11 ada dua kata kunci inflasi terhadap kemiskinan dan pengangguran. Cluster 12 mempunyai 2 kata kunci Jawa Timur dan tenaga kerja. Cluster 13 juga ada dua kata kunci penanaman modal dan modal dalam negeri. Sedangkan untuk cluster 14, 15, 16 dan 17 masing masing satu kata kunci yakni ketimpangan pendapatan. Sumatra Barat, suku bunga dan ukuran Pemerintah daerah. Sedangkan gambar 3. dibawah ini menjelaskan mengenai kata kunci penelitian yang baru dan lama. Atau dipresentasikan dengan warna Semakin biru warna lingkaran maka kata kunci tersebut telah lama diteliti, dan semakin kuning warna lingkaran menunjukan bahwa kata kunci yang berkaitan dengan topik pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia baru diteliti atau masih jarang diteliti. Gambar 3. Overlay Visualization VOSviewer berdasarkan Co-occurrnce ofkeyword Bila dilihat gambar 3. diatas maka kata kunci yang sudah lama diteliti yaitu tingkat suku bunga SBI, indeks pembangunan, pengangguran dan ketimpangan pendapatan. Sedangkan untuk kata Gorontalo Development Review (GOLDER) Volume 6 Nomor 2 . Oktober 2023 kunci yang baru diteliti atau dengan corak warna kuning cenderung jarang dilakukan penelitian yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi seperti infak. ZIS, penanaman modal asing, tenaga kerja, upah dan BOPO. Ini mengindikasikan bila mengunakan katakunci itu maka masih jarang atau kurang dibahas oleh para Oleh karenanya, kata kunci bisa dilakukan pengkajian atau dibahas pada penelitian berikutnya dan pada masa mendatang. 3 Co-authorship analysis of authors Visualisasi overlay menurut Rusydiana berdasarkan co-author bisa dipakai untuk menginterpretasikan author/penulis paling sering membuat dan publikasi penelitian (Rusydiana. Sanrego, and Rahayu Berikut visualisasi/gambaran pemetaan co-author atau penulis, peneliti terkait penelitian pertumbuhan ekonomi dan inflasi dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Hasil VOSviewer berdasarkan Co-authorship analysis of Hasil temuan menunjukkan bahwa penulis yang paling banyak menulis publikasi terkait pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia adalah M Michael dengan total artikel penelitian masing-masing 5 jurnal, kemudian A Asnawati dan N Izzah mempunyai 4 artikel. Selanjutnya H Aimon. RR Hidayat. NL Karmini. A Mahendra. I Nuraini dan NNSA Wijayanti semua memiliki masing-masing 3 artikel penelitian. Kemudian yang lainnya masing-masing memiliki dua dan satu publikasi berkenaan pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia. Meskipun demikian, dapat dilihat hasil Vosviewer mendapatkan ada hubungan antara peneliti, sehingga bisa dijelaskan bahwa peneliti-peneliti tersebut melakukan kolaborasi penelitian dengan peneliti lainnya yang termasuk dalam sampel data penelitian ini. Ada empat cluster yang terbagi pada co-author, cluster pertama terdiri dari tiga penulis yakni S Djohan. A Faisal dan FK Perdana. Kemudian cluster dua memiliki 3 nama yakni M Michael. AS Pakan. E Prasetyo. Kemudian cluster ke tiga ada dua yaitu Q Hudha dan D Lestari. Cluster terakhir hanya satu yaitu B Setiawan. Gorontalo Development Review (GOLDER) P-ISSN: 2614-5170. E-ISSN: 2615-1375 4 Pengembangan Arah Penelitian Analisis menggunakan bibliometrik menjelaskan bagaimana karakteristik bibliografi pada sebuah artikel berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia yang mencakup katakunci sering muncul, tahun publikasi, total sitasi, metode pendekatan yang digunakan, sumber jurnal dan penulis. Jika diamati tahun publikasi penelitian, dari setiap tahunnya 2010 menunjukkan kenaikan jumlah publikasi penelitian dan kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada 2013 dan juga 2016, sehingga menjelaskan kalau di tahun itu penelitian dengan topik pertumbuhan ekonomi dan inflasi di indonesia sangat berkembang pesat. Artinya, banyak para peneliti yang tertarik dengan topik pertumbuhan ekonomi dan inflasi, terutama pada unsur pembahasan dampaknya pada ekonomi di Indonesia bahkan pembahasanya semakin menguat untuk perbandingan antar negara. Selain peningkatan pada jumlah publikasi pada setiap periodenya, topik pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia, juga pada sitasinya yang terus naik. Dampak penelitian dapat dilihat dengan jumlah sitasinya. Hasil analisa dengan kata kunci menjabarkan yang paling sering serta paling minim diperuntukan dalam artikel penelitian yang Hal ini bersifat urgent untuk peneliti dalam melakukan pemetaan tren isu dari penelitian serta mendalami lebih banyak topik mengenai pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia. Topik yang masih minim dibahas yang dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia yakni seperti infak. ZIS, penanaman modal asing, tenaga kerja, upah dan BOPO. Ini mengindikasikan bila mengunakan katakunci itu maka masih kurang dibahas oleh para peneliti. Oleh karenanya, kata kunci bisa dilakukan pengkajian atau dibahas pada penelitian berikutnya dan pada masa mendatang. PENUTUP Dari pemaparan diatas hasilnya menunjukkan tahun publikasi penelitian, dari setiap tahunnya 2010 sampai 2021 menunjukkan kenaikan jumlah publikasi penelitian dan kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada 2013 dan juga 2016, sehingga menjelaskan di tahun itu penelitian dengan topik pertumbuhan ekonomi dan inflasi di indonesia sangat berkembang pesat. Artinya, banyak para peneliti yang tertarik dengan topik pertumbuhan ekonomi dan inflasi, terutama pada unsur pembahasan dampaknya pada ekonomi di indonesia bahkan pembahasanya semakin mengauat untuk perbandingan antar negara. Kemudian mempublikasikan jurnal terkait pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia adalah M Michael dan T Militina dengan total artikel penelitian masing-masing 5 jurnal, kemudian A Asnawati dan N Izzah mempunyai 4 artikel. Selanjutnya H Aimon. RR Hidayat. NL Karmini. A Mahendra. I Nuraini dan NNSA Wijayanti semua meiliki masing-masing 3 artikel Selain peningkatan pada jumlah publikasi pada setiap periodenya, topik pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia, juga pada sitasinya yang terus naik. Topik yang masih minim dibahas yang dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia yakni seperti infak. ZIS, penanaman modal asing, tenaga kerja, upah dan BOPO. Gorontalo Development Review (GOLDER) Volume 6 Nomor 2 . Oktober 2023 DAFTAR PUSTAKA