Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 2, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN BRAND TRUST SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PRODUK MS GLOW Hammar Faris Muhammad . Yulasmi . Febri Aldi . 1,2,3 Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Info Artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Electrinic Word Of Mouth dan Price terhadap Keputusan Pembelian dengan Brand Trust sebagai Variabel Intervening pada Produk Ms Glow. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah non probality sampling yaitu konsumen Ibu Glow di mahasiswa Upi Yptk Padang yang kebetulan bertemu sebanyak 100 Metode yang digunakan adalah Stucture Equation Modeling (SEM) dengan Partial Least Square (PLS) 3. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa . Electronic word of mouth memiliki efek yang tidak positif dan tidak signifikan terhadap Brand Trust . Keputusan harga tidak berpengaruh signifikan terhadap Brand Trust . Keputusan Word Of Mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian . Keputusan Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian . Keputusan Brand Trust memiliki efek positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian . Word Of Keputusan Mulut Mengintervensi hubungan antara Keputusan Pembelian dan Kepercayaan Merek memiliki hal positif dan efek signifikan . Mengintervensi Keputusan Harga Hubungan antara Keputusan Pembelian dan Brand Trust memiliki efek positif dan signifikan. Diterima 17 februari 2025 Revisi 30 Juni 2025 Diterima 22 Juli 2025 Kata kunci: Eletronic Word Of Mouth. Harga. Keputusan Pembelian. Brand Trust Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Hammar Faris Muhammad Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Email: farishammar00@gmail. PENDAHULUAN Perkembangan internet yang pesat telah mengubah strategi pemasaran produk, termasuk dalam industri kecantikan (Adiwidjaja & Tarigan, 2. Konsumen semakin mengandalkan Electronic Word of Mouth . WOM) untuk mendapatkan informasi sebelum memutuskan pembelian (Sari, 2. MS Glow, sebagai salah satu brand skincare terkemuka di Indonesia, menghadapi persaingan ketat dalam industri ini. Menurut data Kementerian Perindustrian . 6Ae2. , penjualan skincare di Indonesia mengalami peningkatan rata-rata 5,56% per tahun. MS Glow menempati peringkat ketiga dalam daftar top brand skincare lokal tahun 2022 dengan total penjualan mencapai 29,4 miliar rupiah (Topbrand, 2. Keberhasilan ini tidak terlepas dari faktor harga yang kompetitif serta kepercayaan konsumen . rand trus. terhadap produk (Siswanty & Prihatini, 2. Homepage jurnal: https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya eWOM dan Konsumen cenderung membaca ulasan di media sosial sebelum membeli produk (Hasan & Setiyaningtiyas, 2. Jika ulasan positif lebih dominan, maka kecenderungan untuk membeli produk meningkat. Sebaliknya, ulasan negatif dapat menghambat keputusan pembelian. Selain itu, brand trust menjadi variabel yang turut berperan dalam membangun loyalitas konsumen terhadap MS Glow (Kustini. Adiwidjaja & Tarigan, 2. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh eWOM dan harga terhadap keputusan pembelian dengan brand trust sebagai variabel intervening pada produk MS Glow. Studi ini dilakukan pada mahasiswa Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang sebagai objek penelitian. METODE Populasi dan Sampel Menurut (Sugiyono,2017:. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian di tarik kesimpulanya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda Ae benda lainnya, populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subyek yang dipelajari, tetapi meliputi karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Upi Yptk yang jumlah 100 orang Pengukuran Model (Outer Mode. Suatu konsep dan model penelitian tidak dapat diuji dalam suatu model prediksi hubungan relasional atau kausal jika belum melewati tahap purifikasi dalam model pengukuran. Model pengukuran sendiri digunakan untuk menguji validitas konstruks dan reabilitas instrumen. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan instrumen penelitian mengukur apa yang harusnya diukur. Dalam penelitian ini, uji validitas yang digunakan adalah validitas konvergen dan validitas diskriminan. indikator dianggap mempunyai reliabilitas yang baik jika memiliki nilai diatas 0,7. Namun demikian pada riset tahap pengembangan skala, loading factor0,5 sampai 0,6 masih dapat diterim. Dalam PLS uji reabilitas dapat dilihat dari nilai CronbachAos alpha dan nilai Composite CronbachAos alpha mengukur atas bawah nilai reabilitas suatu konstruk sedangkan Composite reliability mengukur nilai sesungguhnya reabilitas suatu kontruks. Rule of thumb nilai alpha atau composite reliability harus lebih besar dari 0,7 meskipun 0,5 masih dapat diterima. Pengukuran Model (Inner Mode. Model struktural dalam PLS dievaluasi dengan menggunakan R2 melihat besarnya pengaruh yang diterima konstruks endogen dari konstruk eksogen. Nilai R2 juga digunakan untuk mengukur tingkat variasi perubahan variabel eksogen terhadap variabel endogen. Pengujian terhadap model struktural dapat dilakukan dengan melihat nilai R-Square yang merupakan uji goodness-fit model dan melihat signifikansi dengan melihat nilai koefisien parameter dan nilai signifikansi statistik. Untuk pengujian signifikansi hipotesis penelitian, dilakukan melalui penilaian nilai koefisien path atau inner model yang ditunjukkan oleh nilai T-Statistik atau T hitung dibandingkan dengan nilai T Tabel sebesar 1. 96 pada kesalahan menolak data sebesar alpha 5% (Saputro & Siagian, 2. sebagai Jika nilai T statistik > dari 1,96 maka hipotesis diterima Jika nilai T statistik < dari 1,96 maka hipotesis ditolak. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan Pembahasan Deskripsi Penelitian Tabel 1. Perhitungan Hasil Penyebaran Kuesioner No. Kuesioner Jumlah Persentase% Kuesioner yang didistribusikan Kuesioner yang tidak kembali A ISSN: 2828-3031 Kuesioner yang salah isi . acat atau rusa. Kuesioner yang layak untuk olah data Sumber : Hasil Survey, tahun 2025 Analisis Data Penelitian Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan metode SEM berbasis Partial Least Square (PLS) memerlukan 2 tahap untuk penilaian dari sebuah model penelitian yaitu outer modeldan inner model. Penilaian outer model bertujuan untuk menilai korelasi antara score itematau indikator dengan skor konstruknyayang menunjukkan tingkat kevalidan suatu item pernyataan. Pengujian outermodel dilkukan berdasarkan hasil uji coba angket yang telah dilakukan untuk seluruh variabel penelitian. Terdapat tiga kriteria dalam penggunaan teknik analisa data untuk menilai outer model yaitu Convergent Validity. Discriminant Validity dan Composite Reliability. Dalam tahap pengembangan korelasi 0,50sampai 0,6dianggap masih memadai atau masih Dalam penelitian batasan nilai nilai convergent validity di atas 0,7 Pengujian OuterModel (Structural Mode. Sebelum Eliminasi Berdasarkan hasil pengujian outer modeldengan menggunakan SmartPLS, diperolehnilai korelasi antara item pernyataan-pernyataan variabel penelitian sebagai berikut: Gambar 2. Outer LoadingsSebelum Eliminasi Pengujian OuterModel (Structural Mode. Setelah Eliminasi Berdasarkan hasil pengujian outer modeldengan menggunakan SmartPLS, diperolehnilai korelasiantara item pernyataan-pernyataan variabel penelitian sebagai berikut: Gambar 3. Outer LoadingsSetelah Eliminasi JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Penilaian Average Variance Extracted(AVE) Kriteria validity suatu konstruk atau variabel juga dapat dinilai melalui nilai Average Variance Extracted (AVE) dari masing-masing konstruk atau variabel. Konstruk dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika nilainya berada diatas 0,50. Berikut akan disajikan nilai AVE untuk seluruh Tabel 4. NilaiAverage Variance Extracted (AVE) Rata-rata Varians Diekstrak (AVE) Variabel Keputusan pembelian (Y) Brand Ttust (Z) Worm(X. Harga(X. Berdasarkan Tabel 4. dapatdisimpulkan bahwa semua konstruk atau variabel di atas memenuhi kriteria validitas yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Average Variance Extracted(AVE)di atas 0,50 kriteria yang direkomendasikan. Pengujian Inner Model (Structural Mode. Proses pengujian selanjutnya adalah pengujian inner model atau model struktural yang bertujuan untuk mengetahuihubungan antar konstruk yang telah dihipotesiskan. Model struktural dievaluasi dengan memperhatikannilai R-Squareuntuk konstruk endogen dari pengaruh yang diterimanya dari konstruk eksogen Gambar 5. Struktural Model Inner Berdasarkan gambar diatas model struktur diatas dapat dibentuk Persamaan Model sebagai berikut: Model Persamaan I, merupakan gambaran besarnya pengaruh Electronic Word Of Mouth dan Harga terhadap Keputusan Pembelian terhadap dengan koefisien yang ada ditambah dengan tingkat error yang merupakan kesalahan estimasi atau yang tidak bisa dijelaskan dalam model penelitian. BT = CAEWM CCH e1 BT = 0. 194 (EWM) 0,081 (CM) e1 Model Persamaan II, merupakan gambaran besarnya pengaruh konstruk Electronic Word Of Mouth dan Harga terhadap Brand Trust dengan masing-masing koefisien yang ada untuk masing-masing A ISSN: 2828-3031 KP = CAEWM CCH CEBT e1 KP = 0. 533 (EWM) 0. 404 (H) 0. 689 (BT) e1 Pengujian R-Square Berikutnya sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya penilaian inner model akan dievaluasi melalui nilai R-Squared, untuk menilai pengaruh konstruk laten eksogen tertentu terhadap konstruk laten endogen apakah mempunyai pengaruh yang Tabel 6. R-Square R Square Adjusted R Square Keputusan Pembelian Brand Trust Pada tabel menunjukkan pengujian terhadap model struktural yang dilakukan dengan melihat nilai R-square yang merupakan uji goodness-of-fit model. Tabel di atas menggambarkan bahwa variabel Brand Trust dapat dijelaskan oleh variable Word Of Mouth dan Harga serta Keputusan pembelian sebesar 0,873 atau 87,3%, dan sisanya 12,7% lainnya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak ada dalam penelitian ini. Keputusan Pembelian dipengaruhi oleh Word Of Mouth dan Harga sebesar 0,811 atau 81,1%, sedangkan sisanya 19,9% persen lainnya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Pengujian Hipotesis Hipotesis Tabel 7. Pengujian Hipotesis Pernyataan Pvalue Keputusan Keputusan Word Of Mouth berpengaruh signifikan terhadap Brand Trust 0,071 Ditolak Keputusan harga tidak berpengaruh signifikan terhadap Brand Trust 0,452 Ditolak Keputusan Word Of Mouth berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian 0,000 Diterima Keputusan Harga berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian 0,000 Diterima Keputusan Brand Trust berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian 0,000 Diterima Keputusan Word Of Mouth Intervening hubungan antara terhadap Keputusan Pembelian Dan Brand Trust 0,002 Diterima Keputusan Harga Intervening hubungan antara terhadap Keputusan Pembelian Dan Brand Trust 0,000 Diterima KESIMPULAN Dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Electronic word of mouth memiliki efek yang tidak positif dan tidak signifikan terhadap Brand Trust Keputusan harga tidak berpengaruh signifikan terhadap Brand Trust Keputusan Word Of Mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Keputusan Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Keputusan Brand Trust memiliki efek positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Word Of Keputusan Mulut Mengintervensi hubungan antara Keputusan Pembelian dan Kepercayaan Merek memiliki hal positif dan efek signifikan Mengintervensi Keputusan Harga Hubungan antara Keputusan Pembelian dan Brand Trust memiliki efek positif dan signifikan REFERENSI