TEMATIK Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juli 2025, pp. 1 - 8 e-ISSN: 2775-3360 https://journals. id/index. php/tematik npage 1 ANALISIS BULLYING DAN CYBER BULLYING PADA SISWA /SISWI KELAS VI SDN PASIRUKEM Julia Dwi Lestari*1. Nazwa Azahra2. Ratih Kurniasari3 Universitas Singaperbangsa Karawang1,2,3 dwij236@gmail. com1 , nazwazahra2803@gmail. com2 , ratih. kurniasari@fkes. Informasi Artikel Abstrak Diterima : 26-01-2025 Direview : 16-06-2025 Disetujui : 28-07-2025 Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena Bullying dan Cyber Bullying di kalangan siswa-siswi kelas VI SDN Pasirukem 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami jenis- jenis, faktor-faktor, dan dampak-dampak bullying serta cyber bullying yang pernah dialamai oleh siswa/i. Data dikumpulkan menggunakan metode pengisian prest-test dan juga posttest yang di isi oleh siswa/i kelas VI dan observasi. Hasil telah menunjukan bahwa bullying masih sering terjadi di lingkungan sekolah terutama di kelas VI, sedangkan cyber bullying masih jarang terjadi karena siswa/i kelas VI SDN pasirukem 1 masih belum mengerti dan memahami media sosial. Dampak dari bullying dan cyber bullying keduanya mencakup penurunan kesehatan mental dan prestasi akademik siswa/i. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan lebih dalam lagi untuk upaya pencegahan yang lebih efektif. Kata Kunci Bullying. Cyber Bullying. Jenis. Faktor dan Dampak PENDAHULUAN Bullying dapat diartikan sebagai prilaku atau Tindakan agresif yang menyebabkan kekerasan, menyakiti fisik, serta melukai perasaan orang lain yang dilakukan secara berung Bullying juga bisa didefinisikan sebagai sikap menghina, mengejek, mendorong, serta memukul yang dilakukan oleh pelaku kepada korban, prilaku bullying dapat terjadi Dimana saja terutama ditempat yang tidak ada pengawasan dari orang tua atau guru, seperti taman bermain sekolah, kantin, parkiran, bahkan di dalam kelas. Lokasi tersebut sering memicu terjadinya Tindakan bullying pelaku akan memilih Lokasi manapun yang mereka anggap cukup aman untuk melakukan Tindakan bullying. Kasus perundungan/bullying seringkali terjadi pada lingkup sekolah bullying bisa terjadi pada teman sebaya, adik kelas, kakak kelas, bahkan kepada guru sekalipun, guru bisa juga terlepas dari sikap dan prilaku perundungan kepada siswa/i. Bullying dibagi menjadi menjadi 5 jenis, diantarannya: Kontak fisik Secara verbal Secara non-verbal Cyber bullying Pelecehan seksual e-ISSN: 2775-3360 Cyber bullying atau perundungan siber merupakan Tindakan negatif di dunia maya yang meliputi penghinaan, penyebaran berita hoaks, pengucilan social, hingga pencemaran nama baik di media social. Tindakan tersebut dapat mengancam dan merusak kondisi psikologis korban yang mengalaminya, dan dampak nya juga tidak hanya dirasakan oleh korban secara individu saja namun akan dirasakan juga oleh lingkungan social yang lebih Kondisi tersebut menjadi semakin memprihantinkan karena cyber bulliying seringkali sulit terdeteksi, terutama oleh orang tua atau guru, sehingga dapat sulit untuk mencegah Upaya dan penangannya. Berdasarkan analisis dari beberapa sumber yang di dapatkan bahwa kasus cyber bullying atau perundungan siber di Indonesia semakin meningkat seiring dengan semakin majunya dunia media social. METODE Metode dalam kegiatan yang telah digunakan dalam sosialisasi dan jurnal ini adalah menggunakan metode kualitatif. Metode ini adalah pendekatan yang bertujuan untuk memahami dan pandangan subjek secara mendalam, metode ini fokus pada analisis Dalam metode ini menggunakan Teknik pengumpulan data melalui pengisian pretest dan post-test yang di isi oleh siswa dan siswi kelas VI SDN Pasirukem 1, dan mengumpulkan data dari literatur lainnya seperti artikel jurnal, website dll. Dengan menggunakan metode kualitatif, kami berharap dapat menghasilkan jurnal yang bisa membantu masyarakat dalam mengurangi bullying baik dalam lingkungan sekolah atapun rumah serta cyber bullying di media masa. HASIL DAN PEMBAHASAN PENGERTIAN BULLYING Sekolah dasar kerap menjadi peristiwa bullying. Sekolah Dasar (SD) merupakan jenjang pendidikan paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia yang memiliki peranan dalam keberlangsungan proses pendidikan selanjutnya. Berdasarkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 yang menyatakan bahwa pendidikan dasar memiliki tujuan untuk meletakkan dasar kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri, dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. 1 Pembentukan perilaku, watak serta kepribadian anak berawal dari lingkungan keluarga. Masing-masing keluarga menerapkan pola suh yang berbeda-beda di dalam mendidik anaknya. Bentuk penyimpangan perilaku yang terjadi pada siswa SD tidak hanya berupa kekerasan yang merupakan salah satu bentuk dari perilaku agresif. Mulai dari sekedar mengejek temannya, memukul, mencubit, menjabak dan menjegal temannya saat sedang berjalan. Berdasarkan hasil pada kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perundungan Pada Remaja di Sekolah Dasar Pasirukem 1, masih terdapat beberapa anak yang mengalami bullying oleh teman sekelasnya. Contoh pembullyan yang dilakukan yaitu memukul punggung temannya, mengejek nama orang tua temannya dan menendang kaki temannya. Hal tersebut telah dilakukan pendekatan terhadap korban, dan sudah melaporkan kepada pihak guru. Namun tidak ditanggapi serius, menurut para korban jika melaporkan hal tersebut pelaku bullying semakin menjadi-jadi melakukan pembullyan. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 e-ISSN: 2775-3360 Perilaku adalah aktifitas seorang individu bermula dari sebuah stimulus atau rangsangan yang bersentuhan dengan diri individu tersebut dan bukannya timbul tanpa Istilah bullying berasal dari kata bull . ahasa Inggri. yang berarti banteng. Banteng merupakan hewan yang suka menyerang secara agresif terhadap siapapun yang berada Sama halnya dengan bullying, suatu tindakan yang digambarkan seperti banteng yang cenderung bersifat destruktif. Bullying merupakan tindakan kekerasan baik menyerang secara fisik maupun secara psikologis terhadap korban yang menyebabkan gangguan mental, menyendiri dan tekanan. JENIS-JENIS BULLYING Bullying Fisik merupakan bentuk perilaku bullying secara langsung yang dapat melukai fisik korban. Contohnya menampar, menjambak, mencubit, menendang, dan Bullying Verbal merupakan bentuk perilaku bullying yang dapat ditangkap melalui Contohnya menghina, menyoraki, memfitnah, dan mencaci. Bullying Mental/Psikologis merupakan bentuk perilaku bullying paling berbahaya dibanding lainnya karena korban merasa diabaikan oleh beberapa orang. Contohnya mendiamkan, mengucilkan, memandang sinis, dan mencibir. DAMPAK-DAMPAK BULLYING (Bagi Korba. Mudah terbawa emosi Kesulitan dalam berkonsentrasi dan focus Tidak percaya diri Mengalami masalah fisik Cenderung menghindar dari interaksi social Kesulitan dalam membentuk hubungan Menyebabkan timbulnya gangguan mental (Bagi Pelak. Mempunyai kecenderungan untuk melakukan tindakan tanpa pertimbangan yang Rasa empati yang semakin turun Peningkatan tindakan agresif Meningkatnya perilaku antisosial Mendapatkan image yang buruk FAKTOR PENYEBAB BULLYING Faktor keluarga, pelaku bullying sering kali meniru sikap dari keluarganya sendiri. Seseorang yang tumbuh dengan lingkungan keluarga yang kasar, agresif dan memliki mental pembully. Faktor kepribadian, pelaku melakukan bullying untuk mendapatkan popularitas, perhatian, citra sebagai seorang pemberani. Faktor sekolah, rendahnya tingkat pengawasan dirumah dan sekolah yang menjadi faktor kenaikan angka kasus bullying. Sekolah menjadi tempat pengawasan utama bagi anak-anak yang kerap melakukan bullying, baik penanganan yang tepat dari guru dan sekolah untuk mencegah hal itu terulang. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 e-ISSN: 2775-3360 PENGERTIAN CYBER BULLYING Cyber bullying atau perundungan di dunia maya ialah sebuah peristiwa Dimana seseorang menggunakan teknologi internet dan media sosial untuk melakukan Menyakiti, mengintimidasi, atau merendahkan orang lain melalui platform online dapat terjadi pada siapa saja, termasuk remaja, yang cenderung lebih rentan terhadap dampak negatif dari teknologi dan media sosial. Perundungan siber Ini merujuk pada pelecehan, ancaman, atau penghinaan terhadap seseorang melalui teknologi seperti media sosial, pesan teks, atau email. Bentuknya bisa beragam, mulai dari mengirimkan pesan singkat atau gambar yang menyakitkan, menyebarkan rumor atau kebohongan, membuat akun palsu, hingga membagikan informasi pribadi tanpa izin. Dampak dari Bullying maupun cyberullying dapat sangat merugikan kesehatan mental remaja, menyebabkan stres, kecemasan, depresi, bahkan berujung pada pikiran atau tindakan bunuh diri. Cyber bullying, atau perundungan di dunia maya ialah perilaku agresif dan berulang yang dilakukan secara sengaja oleh individu atau kelompok melalui teknologi digital untuk menyakiti, merendahkan, atau mengancam seseorang. Menurut Rahardjo, cyber bullying merupakan bentuk kekerasan yang terjadi di dunia maya dan dapat merugikan korban secara emosional, psikologis, dan sosial. Menurut UNICEF, bullying adalah pola perilaku yang dilakukan berulang-ulang, bukan insiden yang terjadi sekali-kali. JENIS-JENIS CYBER BULLYING Pencemaran Nama Baik: Jenis cyber bullying ini melibatkan seseorang yang berusaha menyakiti atau mempermalukan orang lain dengan menyebarkan informasi palsu atau menyesatkan secara online. Contoh bentuk ini adalah membagikan foto atau video yang memalukan atau menyebarkan rumor negatif tentang seseorang di media Jenis perundungan siber ini merupakan upaya untuk mengintimidasi atau mengancam orang lain melalui platform online. Contoh bentuk ini termasuk mengirimkan pesan teks atau email yang berisi ancaman atau membagikan informasi pribadi seseorang secara online. Membuat akun seken . atau mengambil alih akun orang lain: Bentuk dari cyber bullying ini melibatkan pembuatan akun palsu atau mengambil alih akun orang lain untuk merusak atau menurunkan reputasi seseorang. Ini termasuk mengambil alih akun pengguna. Contoh bentuk ini adalah membuat akun palsu yang menyerupai akun media sosial milik orang lain dan menyebarkan informasi palsu atau menyesatkan. Membagikan foto atau video pribadi secara online tanpa sepengetahuan: jenis perundungan siber ini melibatkan foto atau video milik orang lain tanpa sepengetahuan atau persetujuan dari pemilik foto dengan maksud untuk merendahkan atau mempermalukan seseorang secara online. Contoh yaitu menyebarkan foto atau video orang lain di media sosial perpesanan tanpa persetujuan dari pemilik foto tersebut. Menggunakan bahasa kasar atau menghina secara online: jenis perundungan siber ini melibatkan penggunaan bahasa kasar atau menghina untuk meremehkan atau mempermalukan seseorang secara tidak langsung dengan menggunakan media masa. Contohnya yaitu mengirimkan seseorang pesan teks atau komentar di media sosial TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 e-ISSN: 2775-3360 yang berisi bahasa kasar atau menyinggung. DAMPAK-DAMPAK CYBER BULLYING Gangguan mental: dampak dari cyber bullying ini mempunyai efek negatif yang paling nyata yaitu gangguan mental. Korban perundungan siber yang masih muda merasakan tekanan, ketakutan, dan intimidasi terus- menerus dari pelaku. Mereka mungkin merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut dan takut melaporkan kejadian tersebut. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan dan masalah kesehatan mental lainnya. Gangguan mental adalah respons tubuh terhadap tekanan atau situasi Perundungan siber dapat menimbulkan stres bagi korbannya yang masih muda. Perundungan siber dapat menyebabkan korbannya merasa stres, takut, dan terintimidasi terus-menerus, yang mengakibatkan kecemasan dan masalah kesehatan mental lainnya. Merasa Kecemasan: kecemasan merupakan salah satu efek umum yang dialami oleh remaja yang menjadi korban perundungan siber. Kecemasan adalah rasa khawatir dan rasa takut yang berlebihan. Depresi: dampak lain dari perundungan siber adalah depresi. Depresi ialah penyakit mental yang ditandai dengan kesedihan, kehilangan minat, dan ketidak mampuan untuk menikmati aktivitas sehari-hari. Remaja yang menjadi korban perundungan siber mungkin menderita depresi, terutama jika mereka merasa tidak mampu mengatasi situasi tersebut atau merasa terisolasi dari teman- teman dan keluarga. Depresi dapat mengganggu kehidupan sehari- hari korban, memengaruhi aktivitas harian, makan, dan tidur. Kondisi ini memerlukan perawatan serius. Depresi juga merupakan penyakit mental yang ditandai dengan kesedihan, kehilangan minat, dan ketidak mampuan untuk menikmati aktivitas sehari-hari. Remaja yang menjadi korban perundungan siber mungkin menderita depresi, terutama jika mereka merasa tidak mampu mengatasi situasi tersebut atau merasa terisolasi dari teman- teman dan keluarga. Bunuh diri: dampak paling serius dari perundungan siber yatu bunuh diri. Bunuh diri merupakan perilaku yang sangat serius dan berbahaya yang dapat terjadi pada remaja yang menjadi korban perundungan siber. Remaja yang merasa putus asa dan kewalahan dengan situasi mereka mungkin mempertimbangkan bunuh diri sebagai cara untuk melarikan diri. Jika seorang remaja menunjukkan tanda-tanda perilaku bunuh diri, langkah-langkah serius perlu diambil. Dengan bantuan orang dewasa atau dokter, situasi tersebut dapat diatasi. PENYEBAB TERJADINYA CYBER BULLYING Cyber bullying adalah suatu masalah yang sangat penting karena terjadi tanpa batasan tempat dan waktu. Setiap bentuk perilaku yang melibatkan intimidasi, ancaman, atau pelecehan terhadap orang lain di media sosial dengan tujuan untuk mengucilkan korban dapat dianggap sebagai cyber bullying. Oleh karena itu penting untuk memastikan nilai-nilai yang disosialisasikan oleh keluarga dan lingkungan mendukung pembentukan dan pengembangan kepribadian yang Berikut ini ada beberapa penyebab yang perlu diperhatikan yang memotivasi pelaku untuk melakukan perbuatan cyber bullying terhadap anak muda: Lingkungan Keluarga: anak-anak cenderung meniru perilaku orang tuanya di rumah dan melakukan hal yang sama dengan teman-temannya. Misalnya, hukuman TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 e-ISSN: 2775-3360 berlebihan oleh orang tua dapat menyebabkan stres, depresi, dan agresi di rumah. Riwayat gangguan mental: salah satu penyebab terjadinya cyber bullying ialah karena pelakunya memiliki riwayat gangguan mental dan merasa bersalah karena sering berinteraksi dengan perangkatnya. Selain itu, orang-orang dengan psikopati. Machiavellianisme, sadisme, dan narsisme juga lebih mungkin menjadi korban perundungan siber. Pernah menjadi Korban Bullying: salah satu penyebab dari cyber bullying adalah pengalaman sebelumnya sebagai korban bully. Pengalaman ini sering kali menggerakkan keinginan untuk membalas dendam dan melampiaskan emosi yang terpendam kepada orang lain. Selain itu, ada juga dorongan tersendiri untuk membuat orang lain merasakan sakit yang sama, sebagai wujud dari ketidak adilan yang pernah Mengikuti teman: salah satu penyebab cyber bullying yang seringkali diabaikan adalah ikut-ikutan teman atau mengikuti yang seradang ramai . Seseorang yang melakukan tindakan ini biasanya tidak menyadari dampak negatif yang ditimbulkan, sehingga mereka melakukannya tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. CARA MENCEGAH TERJADINYA CYBER BULLYING Secara fundamental, cyber bullying merupakan tindakan yang berbahaya dan sebaiknya dihindari. Berikut beberapa cara untuk mencegah terjadinya cyber bullying. Berpikirlah dengan bijak sebelum memberikan komentar atau pendapat di media Menghargai orang lain, meskipun dalam ruang digital. Usahakan untuk menghargai orang lain. Berusaha menghentikan segala bentuk cyber bullying yang mungkin kita temui. Mari kita kembangkan sikap toleransi terhadap sesama manusia. HASIL PENGETAHUAN SISWA/I KELAS VI SDN PASIRUKEM 1 DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENGISIAN PRE-TEST DAN POST-TEST Sebelum dilakukan nya pemaparan materi mengenai Bullying dan Cyber bullying Siswa/i kelas VI melakukan pengisian pre- test, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa pengetahuan siswa/i mengenai bullying dan cyber bullying. Setelah mengisi pre- test siswa/i mendengarkan materi yang di sampaikan oleh Nazwa Azahra dan Julia Dwi Lestari pada saat menyampaian siswa/i sangat antusias mendengarkan materi yang sedang disampaikan. Setelah pemaparan materi siswa/i Kembali mengerjakan soal yaitu sebagai post-test. hasil dari pre-test menunjukan bahwa hampir 45% masih ada siswa/i yang belum memahami terkait bullying dan cyber bullying dan hasil dari post- test menunjukan bahwa 85% siswa/siswi memahami terkait bullying dan cyber bullying. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 e-ISSN: 2775-3360 Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan KESIMPULAN Pendidikan sekolah menjadi tempat dimana anak-anak remaja untuk menuntut ilmu dengan aman dan tenang. Hal yang justru para anak merasa dilindungi, tapi justru bisa jadi sebaliknya merasa dirinya terancam. Perilaku bullying ini, tidak pantas dijadikan budaya atau kebiasaan, sehingga pihak sekolah ataupun guru menutup mata dan menutup telinga terhadap perilaku bullying ini. Sehingga diperlukan tindakan tegas dan disiplin terhadap guru ataupun pihak sekolah dan pelaku bullying untuk segera memutus rantai budaya premanisme sejak remaja. Pada dasarnya, karakteristik korban bullying adalah mereka yang tidak mampu melawan atau memepertahankan dirinya dari tindakan bullying. Sosial media kini menjadi banyak yang menggunaka baik orang dewasa, remaja ataupun anak-anak, namun terkadang sosial media ini tidak dipergunakan sebaik mungkin, melainkan digunakan untuk menghujat dan menjatuhkan orang lain. Untuk itu anak-anak dan remaja harus tetap dalam pengawasan orang tua dan guru dalam menggunakan media sosial. Pihak sekolah juga perlu mengadakan sosialisasi, edukasi dalam penggunaan media sosial yang baik dan benar. Agar siswa/i tidak menjadi salah satu pelaku ataupun korban cyber bullying. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 e-ISSN: 2775-3360 DAFTAR PUSTAKA