S I P A R S TIKA Volume 05 Nomor 01, 2025 https://ojs-untikaluwuk. id/index. php/siparstika https://doi. org/10. 55114/siparstika. p-ISSN : 2809-0969 e-ISSN : 2809-0977 ANALISIS SALURAN DRAINASE DI DUSUN II DESA SAMPAKA KECAMATAN BUALEMO ANALYSIS OF DRAINAGE CHANNELS IN HAMLET II SAMPAKA VILLAGE BUALEMO SUB-DISTRICT Diah Hariyami1*. Diah Indradewi2. Rinawati Saluki3. Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Tompotika Luwuk Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadyah Luwuk 1,2, email diahhariyamiamik68@gmail. com1, diahindradewi@gmail. com2, rinasaluki@gmail. Abstrak Banjir merupakan salah satu permasalahan utama yang sering terjadi di Desa Sampaka. Kecamatan Bualemo, terutama di wilayah Dusun II. Hal ini disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan saluran drainase yang ada di Dusun II Desa Sampaka dalam mengatasi banjir serta menentukan dimensi saluran yang optimal agar dapat menampung debit aliran air pada saat curah hujan tinggi. Metodologi penelitian ini mencakup pengumpulan data curah hujan harian maksimum. Analisis curah hujan rencana dilakukan dengan menggunakan distribusi Log Pearson Type i,Gumbel , dan intensitas curah hujan dihitung dengan menggunakan metode rasional untuk mendapatkan debit rencana yang Perhitungan debit rencana ini digunakan sebagai dasar dalam perancangan dimensi saluran drainase yang ideal untuk mengurangi risiko banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran drainase yang ada saat ini tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung debit puncak aliran saat terjadi curah hujan tinggi. Debit banjir rencana di desa sampaka sebesar kala ulang 2 tahun 0,633 m3/detik,kala ulang 5 tahun 0,823 m3/detik, dan kala ulang 10 tahun 0,781 m3/detik. sementara dimensi saluran yang di rencanakan lebar saluran 0,67m, tinggi jagaan 0,1675 m dan tinggi saluran 0,8375 m . Kata Kunci: Drainase, debit rencana, curah hujan rencana. Abstract Flooding is one of the main problems that often occurs in Sampaka Village. Bualemo District, especially in the Hamlet II area. This is caused by the high intensity of rainfall. This research aims to analyze the ability of drainage channels in Dusun II Sampaka Village to overcome flooding and determine optimal channel dimensions so that they can accommodate water flow during high rainfall. This research methodology includes collection of maximum daily rainfall data. Analysis of planned rainfall was carried out using the Log Pearson Type i. Gumbel distribution, and rainfall intensity was calculated using the rational method to obtain the anticipated plan discharge. This planned discharge calculation is used as a basis for designing ideal drainage channel dimensions to reduce the risk of flooding. The research results show that the current drainage channel does not have sufficient capacity to accommodate peak flow discharge when high rainfall occurs. The flood discharge in Sampaka village is at a 2 year return period of 0. 633 m3/second, a 5 year return period of 0. m3/second, and a 10 year return period of 0. 781 m3/second. while the planned channel dimensions are 0. wide, guard height 0. 1675 m and channel height 0. 8375 m. Keywords: Drainage, planned discharge, planned rainfal PENDAHULUAN Banjir merupakan peristiwa dimana daratan yang biasanya kering . ukan daerah raw. menjadi tergenang oleh air, hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan kondisi topografi wilayah berupa daratan rendah hingga cekung. Selain itu, terjadinya banjir dapat di sebabkan oleh limpasan air di permukaan yang meluap dan volumenya melebihi kapasitas sistem aliran sungai. Desa sampaka adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Bualemo, yang terletak di kaki gunung tompotika dikelilingi bukit dan pepohonan yang begitu subur. Asal mula desa tersebut diberi nama desa sampaka yaitu dahulu masyarakat bermukim di kawasan yang bernama baba sebuah tempat yang terletak di kawasan pegunungan tompotika yang konon di tempat itu terdapat banyak bunga cempaka. Masyarakat Desa Sampaka beberapa kali berpindah tempat antara lain, sampaka tua, sampaka sempa, sampaka taromba, sampaka jariyamah, dan yang terakhir sampaka yang didiami sampai saat ini. Desa Sampaka mempunyai luas wilayah 3. 000 hektar dengan jumlah penduduk 266 kk, 1091 jiwa. (Zaipudin Lamala, 2. Banjir di Desa Sampaka selain dipengaruhi oleh curah hujan yang relatif tinggi, debit aliran air meningkat, perubahan tata guna lahan, juga dipengaruhi oleh kurang memadainya sistem drainase yang ada, meskipun pemerintah desa telah membangun infrastruktur drainase namun persoalan banjir masih saja menjadi masalah serius. Curah hujan yang relatif tinggi dalam satuan waktu tertentu yang lebih di kenal sebagai intensitas curah hujan merupakan salah satu faktor utama penyebab banjir. Intensitas hujan adalah jumlah curah hujan yang dinyatakan dalam tinggi hujan atau volume hujan persatuan waktu. Besarnya intensitas curah hujan berbeda-beda tergantung dari lamanya curah hujan dan frekuensi kejadian. Desa Sampaka memiliki empat dusun yaitu dusun I. II, i, dan IV. Penelitian ini dipusatkan di dusun II karena di Dusun II rumah penduduk sangat dekat dengan drainase yang tidak mampu menampung kapasitas air hujan sehingga genangan sering terjadi di Dusun II. Dengan fasilitas drainase yang terhalang oleh rumah warga, sampah-sampah yang dibuang sembarangan menjadikan daerah tersebut sebagai kawasan rawan banjir karena hampir setiap saat tergenang, walaupun genangan tersebut bersifat periodik tapi itu sudah sangat meresahkan masyarakat yang ada di wilayah tersebut. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Dalam penelitian ini Analisis data yang dilakukan adalah: Menentukan curah hujan harian maksimum tahunan dari BMKG . Menganalisis frekuensi curah hujan maksimum dengan 2 metode: a. Menganalisis curah hujan dengan Distribusi Log Pearson Tipe i dengan mean . Standard Deviation (S. Koefisien Skewness (C. Pengukuran kurtois (C. dan Koefisien Variasi (C. Menganalisis curah hujan dengan Distribusi Gumbell dengan menetukan Standard Deviation (S. Koefisien Skewness (C. Pengukuran kurtosis (C. dan Koefisien Variasi (C. ,Menganalisis debit banjir rancangan dengan Metode Rasional,Menganalisis dimensi saluran Dusun II Desa Sampaka Kecamatan Bualemo Lokasi Penelitian Lokasi penelitian berada di Desa Sampaka Bualemo. Kabupaten Banggai. Provinsi Sulawesi Tengah. Batas-batas wilayah yaitu sebelah Utara Desa Bualemo A, sebelah Timur Desa Nipa Kalemoan, sebelah Selatan Desa Lembah Makmur, sebelah Barat Desa Longkoga Timur. Desa Sampaka ini bejarak 2 km ke Ibu Kota Kecamatan dan 130 km ke Ibu Kota Kabupaten. Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data sebagai berikut : Data Primer yang diperoleh peneliti melalui observasi lapangan di Desa Sampaka Kecamatan Bualemo dan Jurnal terdahulu. Data Sekunder yang diperoleh peneliti melalui kuesioner, data dari instansi terkait seperti data klimatologi, dan data curah hujan Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini Analisis data yang dilakukan adalah: Menentukan curah hujan harian maksimum tahunan dari BMKG Menganalisis frekuensi curah hujan maksimum dengan 2 metode: Menganalisis curah hujan dengan Distribusi Log Pearson Tipe i dengan mean . Standard Deviation (S. Koefisien Skewness (C. Pengukuran kurtois (C. dan Koefisien Variasi (C. Menganalisis curah hujan dengan Distribusi Gumbell dengan menetukan Standard deviation (S. Koefisien Skewness (C. Pengukuran kurtosis (C. dan Koefisien Variasi (C. Menganalisis debit banjir rancangan dengan Metode Rasional Menganalisis dimensi saluran Dusun II Desa Sampaka Kecamatan Bualemo untuk drainase yang aman dari banjir HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Curah Hujan Rencana Analisis Curah Hujan Rencana adalah analisa curah hujan untuk mendapatkan tinggi curah hujan tahunan tahun ke 10 yang mana akan digunakan untuk mencari debit banjir rancangan. Jika di dalam suatu areal terdapat beberapa alat penakar atau pencatat curah hujan, maka dapat diambil nilai rata-rata untuk mendapatkan nilai curah hujan real Tabel 4. 1 Data Curah Hujan Harian Maksimum dari Stasiun Tahun Curah Hujan Harian Maksimum 50,25 25,19 139,66 93,41 53,16 96,703 169,66 89,75 N = 10 Tahun 912,04 OO 91,204 Sumber: Stasiun Samaku. Data data curah hujan rata-rata maksimum tersebut kemudian dihitung distribusi sebarannya dengan menggunakan perhitungan analisa frekuensi distribusi sebaran yang akan dicari analisa frekuensinya antara lainadalah distribusi gumbel,distribusi log normal dan distribusi log pearson tipe i. Analisis Frekuensi Perhitungan Analisa Frekuensi Distribusi Gumbel Tabel 4. 2: Perhitungan analisa frekuensi untuk distribusi Gumbel Tahun N = 10 Tahun . Xi-X (Xi-X)2 (Xi-X)3 (Xi-X)4 50,25 25,91 139,66 93,41 53,16 96,703 169,66 89,75 91,204 91,204 91,204 91,204 91,204 91,204 91,204 91,204 91,204 91,204 -41,0 -65,3 -38,0 -0,2 -1,5 -68690,1 -27825,2 -55034,6 -3,1 912,04 Sumber : Hasil Analisis . Parameter Statistik: Curah hujan rata-rata (X): Standar deviasi (S. berdasarkan Pers 2. Koefisien Variasi (C. berdasarkan Pers. Koefisen skewness (C. berdasarkan pers 2. Pengukuran Kurtosis (C. berdasarkan Pers. Logaritma hujan atau banjir dengan periode kala ulang (T)2 Log XT = log X K. SAo T = 2 Tahun Log X2 = 1,96001468 (-0,00312y 0,238609. Log X2 = 1,85026101 X2 = 70,837 mm Logaritma hujan atau banjir dengan periode kala ulang (T)5 Log XT = log X K. SAo T = 5 Tahun Log X5 = 1,96001468 . ,8409y 0,238609. Log X5 = 2,083173866 X5 = 121,107538 mm Logaritma hujan atau banjir dengan periode kala ulang (T)10 Log XT = log X K. SAo T = 10 Tahun Log X10 = 1,96001468 . ,924529y 0,238609. Log X10 = 2,10312584 X10 = 126,8019231 mm Tabel 4. 5 Kombinasi periode ulang tahunan . Distribusi Log Person Type Distribusi Gumbel Periode Ulang (T) i . 70,837 85,49 121,107 126,801 Untuk mengetahui hasil dispresi parameter statistik dan parameter hasil logaritma pengukuran dispersi stasiun sampali dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. 6: Hasil pengukuran dispersi Stasiun BMKG Sampali. Parameter Hasil No. Dispersi Parameter Statistik Logaritma 42,23 0,23836 0,3621 0,00261 0,587 -0,4945 2,132 2,000287 Pemilihan Jenis Sebaran Ketentuan parameter pemilihan distribusi curah hujan tercantum dalam tabel 4. Tabel 4. 7 Parameter pemilihan distribusi curah hujan (Suripin, 2. Jenis sebaran Gumbel Kriteria Cs = 1,14 Ck = 5,4 Log Pearson Tipe i Cs O 0 Hasil Cs = 0,587150063 Ck = 2,131922695 Cs = 0,018339724 Keterangan Dipakai Berdasarkan parameter data hujan skala normal maka dapat mengestimasi distribusi yang cocok dengan curah hujan tertentu. Adapun distribusi yang dipakai dalam perhitungan ini adalah metode Log Pearson Tipe i. Pengujian Keselarasan Sebaran Uji kecocokan distribusi adalah untuk menentukan kecocokan (Goodness of fit tes. distribusi frekuensi dari sampel data terhadap distribusi peluang yang diperkirakan dapat menggambarkan atau mewakili distribusi frekuensi tersebut diperlukan pengujian parameter. Uji Kecocokan Chi-Square Untuk menguji kecocokan Metode Log Pearson Tipe i dan Metode Gumbel, maka digunakan uji kecocokan Chi-Square untuk menguji distribusi pengamatan. Apakah sampel memenuhi syarat distribusi yang di uji atau tidak Perhitungan uji Chi-Square adalah sebagai berikut: K = 1 3,322 log n = 1 3,322 log 10 = 4,622 = 5 DK = K Ae . = 5 Ae . Ei = OIx = ycu = 10 = 2 ycUycoycaycuOeycU ycoycnycu yco 2,140Oe1,4135 = 0,1463 A OIx = 0,07315 Xawal = Xmin Ae A OIX = 1,4135 Ae 0,07315 = 1,34035 Nilai X2 cr dicari pada Tabel 2. 8 dengan menggunakan nilai DK = 2 dan derajat kepercayaan 5%, lalu dibandingkan dengan nilai X2 hasil perhitungan yang dapat dilihat pada Tabel 4. 7 dan Tabel 4. syarat yang harus dipenuhi yaitu X2 hitung < X2 cr. Tabel 4. 8 : Perhitungan uji kecocokan Chi-Square dengan Log Pearson Tipe i yayce Oe ycCyce Nilai Batas Tiap Kelas ( Ef Ae Of ) 752074 < Xi < 1. 804229 < Xi < 1. 856384 < Xi < 1. 908539 < Xi < 1. 960694 < Xi < 2. Jumlah Dilihat dari hasil perbandingan diatas bahwa X2 = harga Chi-Square = 3,021 < X2 cr (Tabel . = 5,991 maka hipotesa yang diuji dapat diterima. Uji Kecocokan Smirnov Kolmogorof Uji kecocokan Smirnov-Kolmogorov sering juga disebut uji kecocokan non parametrik . on parametric tes. , karena pengujiannya tidak menggunakan fungsi distribusi tertentu. Perhitungan uji kecocokan sebaran dengan Smirnov Kolmogorof untuk metode Log Pearson Type i pada daerah studi dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. 9: Perhitungan uji kecocokan Smirnov-Kolmogorof Log Xi P(X. Log Xi P(Xm< ) 0,0909 0,0199 0,9091 0,014 0,1818 0,0193 1,8182 0,014 0,2727 0,0193 2,7273 0,014 0,3636 0,0189 3,6364 0,014 0,4545 0,0188 4,5455 0,014 0,5455 0,0186 5,4545 0,014 0,6364 0,0185 6,3636 0,014 0,7273 0,0184 7,2727 0,014 0,8182 0,0184 8,1818 0,014 0,9091 0,0178 9,0909 0,014 Sumber : Hasil Analisis . P(X. P(Xm< ) 0,1111 0,2222 0,3333 0,4444 0,5556 0,6667 0,7778 0,8889 1,0000 1,1111 0,8889 1,7778 2,6667 3,5556 4,4444 5,3333 6,2222 7,1111 8,0000 8,8889 0,0202 0,0404 0,0606 0,0808 0,1010 0,1212 0,1414 0,1616 0,1818 0,2020 Menentukan probabilitas kumulatif empiris P (X. = yco ycu 1 Dimana: P (X. = data sesudah diranking dari kecil ke besar = nomor urut = jumlah data . P (X. = ycu 1 P (X. = 10 1 = 0,090 Menentukan probabilitas kumulatif komplementer P( X< ) = 1- P = 1- 0,090 = 0. Menghitung nilai baku (K) ycUOeycUycyceyc ycI 50,2Oe91,2 42,23 = 0. Untuk nilai PAo(X) didapat yaitu: PAo (< ) = -PAo (X ) = 1 Ae 0,0268 = 0,973 D = PAo(X ) Ae PAo( X < ) = 0,0268 Ae 0,909 = 0,064 Untuk mengetahui hasil dari ploting data yang sesuai dengan distribusi dapat dilihat pada Tabel Tabel 4. 10 Ploting Data Tahun Jumlah Rata rata Rmax PAo(X) PAo(X<) K = (XXre. /S D=PAo. PAo. <) P(X< )= 1-P Sumber : Hasil Analisis . Dmax = 0,078 Dari perhitungan nilai D menunjukkan nilai Dmax = 0,078, data pada peringkat m = 10. Dengan menggunakan data pada Tabel 2. 5 untuk derajat kepercayaan 5% atau = 0,05, maka diperoleh Do = 0,409. Karena nilai Dmax lebih kecil dari nilai Do kritis . ,078 < 0,. , maka persamaan distribusi yang diperoleh dapat diterima. Tabel 4. 11: Nilai kritis Do untuk uji Smirnov-Kolomogorov (Suripin, 2. Derajat kepercayaan 0,20 0,10 0,01 0,45 0,51 0,56 0,67 0,32 0,37 0,41 0,49 0,27 0,30 0,34 0,40 0,23 0,26 0,29 0,36 0,21 0,24 0,27 0,32 0,19 0,22 0,24 0,29 0,18 0,20 0,23 0,27 0,17 0,16 0,19 0,21 0,18 0,20 Sumber : Suripin, . 0,25 0,24 Pengukuran Curah Hujan Rencana Perhitungan curah hujan rencana dengan metode distribusi Log Pearson i, seperti yang terlihat pada Tabel 4. Tabel 4. 12 Analisis Frekuensi distribusi Log Pearson Type i No. Tahun Log Xi Jumlah Log Xrt= Log Xi LogXrt (Log Xi Ae LogycUycy. 2 (Log Xi LogycUycy. 3 (Log Xi LogycUycyc )4 96969E-05 4279E-05 47173E-05 Sumber : Hasil Analisis . Menghitung nilai mean . ata-rat. ycUycn X = Oc ycu = 91. Log rt =Oc Log Xi =19. Jadi rata-rata Log Xi = 1. Rumus Log Pearson Type i: Log (X. = Log Xrt K x S = 10 yaycuyci ycuyc Dimana: Xt = curah hujan rencana Xrt = k curah hujan rata-rata = koefisien untuk distribusi Log Pearson Type i (Tabel 4. S = Standar deviasi Perhitungan curah hujan rencana dengan metode Log Pearson Type i dapat dilihat pada Tabel Tabel 4. 13 Perhitungan Curah Hujan Rencana Metode Log Pearson Type i Log Pearson Type i No Periode (T) Rata - rata Log Xi 1,909 1,909 1,909 Nilai k 018339 1,2838 Log Rr . 1,85026101 70,837 2,083173866 121,107 2,10312584 126,801 Sumber : Hasil Analisis . Gambar 4. 1: Grafik curah hujan rencana metode Log Pearson Type i. Analisa Debit Rencana Untuk menghitung debit rencana pada penelitian ini dipakai perhitungan dengan metode Metode rasional adalah salah satu metode untuk menentukan debit aliran permukaan yang diakibatkan oleh curah hujan, yang umumnya merupakan suatu dasar untuk merencanakan debit saluran drainase. Metode rasional digunakan karena luas pengaliran dari saluran drainase Desa Sampaka. Sesuai dengan rumus debit banjir rancangan metode rasional dengan Pers. Q = 0,00278 C. Dimana: Q C = Debit dalam . 3/de. = Koefisien pengaliran I = Intensitas curah hujan . m/ja. A = Luas daerah pengaliran (H. Intensitas Curah Hujan Intensitas curah hujan adalah jumlah curah hujan dalam satuan waktu, umpamanya mm/jam untuk curah hujan jangka pendek, dan besarnya intensitas curah hujan tergantung pada lamanya curah hujan. Beberapa rumus yang menyatakan hubungan antara intensitas dan lamanya curah hujan adalah sebagai berikut: Metode dr. Mononobe Rumus Untuk mencari intensitas curah hujan Mononobe digunakan persamaan Rumus: ycI24 24 2/3 yc Dimana: I = Intensitas curah hujan . m/ja. tc = Lamanya curah hujan (Ja. dapat dilihat pada Pers. R24 = Curah hujan yang mungkin terjadi berdasarkan masa ulang tertentu . urah hujan maksimum dalam waktu 24 jam-m. t (Ja. Tabel 4. 14: Perhitungan Intensitas Curah Hujan R24 R 10 70,837 121,107 126,801 14,52 Sumber : Hasil Analisis . Gambar 4. 2 Grafik Intensitas Curah Hujan Luas cathment area drainase Desa Sampaka adalah = 2. 5 Koefesien pengaliran (C) = 0,60 Ae 0,75 (Perumahan, multi unit, tergabun. Tabel 2. 7: Koefisien aliran (C) secara umum (Suripin, 2. Jadi debit banjir rancangan untuk kala ulang 2 tahun adalah: Q = 0,00278 C. Q = 0,00278. 0,75. Q = 0,6033 m3/det Untuk perhitungan kala ulang 5 tahun dan 10 tahun tersedia didalam Tabel 4. Tabel 4. 15: Perhitungan Q rancangan pada Dusun II Desa Sampaka No Periode L (K. I . m/Ja. (Ja. (H. 14,52 28,32 30,71 . 3/de. Perhitungan Dimensi Saluran Terhadap Curah Hujan Data Perhitungan Saluran: Kemiringan Dasar Saluran (S) =0,002 Koefisien Manning . n = 0,018 Luas Penampang Basah (A) = h2 Keliling Basah (P) = 3h Jari-jari Hidrolik R Saluran (Q) = 1/3 h 0,781 = 0,633 0,823 0,781 = 2,237 Koefisien pengaliran Manning untuk kondisi saluran pasangan batu disemen = 0,025 dari Mencari kecepatan aliran pada saluran terbuka : V = ycu x R 2/3 x S1/2 = 0,025 x 0,10352/3 x 0,002 A 0,15 m/det. Jadi kapasitas tampungan penampang saluran adalah : Q=VxA Q = 0,025 x h2 2,237 = 0,15 x h2 H = 0,67 m Lebar dasar saluran Tinggi jagaan Tinggi Saluran = 1 x 0,67 = 0,67m = 25% x 0,67 = 0,1675 m = 0,1675 0,67 = 0,84375 m Gambar 4. 3 Dimensi Saluran KESIMPULAN Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan serta hasil penelitian tentang Analisis Saluran Drainase di Dusun II Desa Sampaka Kecamatan Bualemo Kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut: Besarnya debit banjir di desa sampaka yaitu: Kala ulang 2 Tahun : 0. 633 m3/det, t= 1 jam Kala ulang 5 Tahun : 0,823 m3/det, t= 1 jam Kala ulang 10 Tahun : 0,781 m3/det, t= 1 jam Dengan debit banjir yang di dapatkan. Dimensi saluran dapat direncakanan seperti berikut ini: Lebar dasar saluran = 0,67 m Tinggi Jagaan = 0,1675 m Tinggi Saluran DAFTAR PUSTAKA