J- Reb : Journal Ae Research of Economic and Bussiness Volume 1. Issue 1. Januari 2024 E-ISSN : 2828-3716 . P-ISSN : 2828-3708 J-Reb : Journal- Research of Economic dan Bussiness journal homepage: https://journal. id/index. php/j-reb PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP RETURN ON EQUITY PADA PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH DI INDONESIA Surya Dermawan Suryadermawan1990@gmail. Universitas Prima Indonesia *Correspondence: htan3876@gmail. com* https:journal. id/j-reb | Submission Received : 26-01-2024. Revised : 29-01-2024. Accepted : 30-01-2024. Published : 31-01-2024 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mencari tahu Pengaruh Debt to Equity Ratio Terhadap Return On Equity pada Perusahaan Asuransi Syariah Di Indonesia. Penelitian ini terdiri dari variabel Debt to Equity Ratio variabel bebas, dan Return On Equity sebagai variabel terikat. Data yang dianalisis adalah laporan keuangan tahunan perusahaan selama periode 2019 hingga 2023. Hasil penelitian diperoleh bahwa Hasil uji menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio = 1,325 dengan nilai signifikan pada variabel Debt to Equity Ratio 0,000 < 0,05. Maka untuk hipotesis penelitian dapat di terima, yaitu Terdapat pengaruh yang signifikan antara Debt to Equity Ratio terhadap Return On Equity, secara parsial. Keyword : Debt to Equity Ratio. Return On Equity Abstract This research aims to determine the influence of the Debt to Equity Ratio on Return on Equity in Sharia Insurance Companies in Indonesia. This research consists of the variable Debt to Equity Ratio . ndependent variabl. , and Return On Equity as the dependent variable. The data analyzed were the company's annual financial reports for the period 2019 to 2023. The research results showed that the test results showed that the Debt to Equity Ratio = 1. with a significant value for the Debt to Equity Ratio variable 0. 000 < 0. So the research hypothesis can be accepted, namely that there is a significant influence between Debt to Equity Ratio on Return On Equity, partially. Keywords: Debt to Equity Ratio. Return On Equity A 2024 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). PENDAHULUAN Keuntungan perusahaan hakikatnya adalah cerminan dari keberhasilan tujuan perusahaan itu sendiri. Keuntungan yang direncanakan adalah sebuah proses yang dimana keuangan sangat penting bagi perusahaan. Dengan perencanaan manajemen perusahaan dapat menentukan aktivitas perusahaan untuk mencapai target yang ditentukan. Sama halnya dengan perusahaan lainya, perusahaan asuransi dalam proses operasionalnya, tidak lepas dari profitabilitas perusahaan. Profitabilitas merupakan kemampuan memperoleh laba dimana suatu ukuran dalam presentase yang digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba pada tingkat yang dapat diterima. Oleh karna itu untuk mendapatkan laba sesuai dengan yang perusahaan harapkan maka ada beberapa hal yang cukup mmenjadi perhatian penting bagi perusahaan untuk terus di tinggkatkan, salah satunya adalah pengelolaan asset yang dimiliki perusahaan. Menurut halim, asset yang dimiliki perusahaan memiliki peran penting dalam hal miningkatkan laba perusahaan yang dimiliki, dalam hal ini jumlah aset memiliki peran penting yang membuat semakin banyak asset yang dimiliki akan semakin banyak asset yang bisa dikelola dan menghasilkan laba bagi Usaha asuransi syariah memiliki prinsip yaitu tolong-menolong atau saling melindungi satu dengan yang lainnya dengan menyisihkan dananya sebagai iuran kabajikan yang terkait dengan tabarruA. Jadi sistem ini lebih kepada pembagian resiko dimana para peserta saling menanggung, sehingga dana yang ada harus dikelola dengan baik. Untuk mengelola dana peserta tersebut, perusahaan asuransi melakukan kegiatan investasi sesuai dengan syariat Islam. Dengan melakukan investasi diharapkan perusahaan dapat meningkatkan pendapatan setiap tahunnya. Menurut fatwa DSN MUI No. 21/DSN-MUI-X/2001 Asuransi Syariah . akaful, taAmin, atau tadhamu. merupakan salah satu bentuk usaha yang dilakukan berdasarkan prinsip tolong menolong antar sesama pihak yang tergabung dalam asuransi syariah dengan melakukan investasi seperti tabarruA atau asset dalam mengahadapi berbagai resiko yang mungkin terjadi di kemudian hari dengan kesepakatan akad berdasarkan syariat. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah. Ahmad SyaAroni mengatakan bahwa di tahun 2018 jumlah populasi di Indonesia mencapai 265 juta jiwa. Sebanyak 230 juta jiwa diantaranya merupakan penduduk muslim. Dari angka tersebut, sekitar 85 juta jiwa merupakan usia Sementara itu, pemegang polis asuransi syariah hanya mencapai 5,6 juta jiwa hingga akhir tahun 2018 atau sekitar 2% dari total penduduk muslim. Padahal disisi lain Indonesia juga merupakan penerbit sukuk terbesar di dunia, dengan underlying asset sesuai Indonesia juga merupakan salah satu pengirim jamaah haji dan umrah terbesar dunia dan banyak pula lembaga keuangan yang dikonversi ke syariah. Akan tetapi, potensi pasar syariah yang besar tersebut tidak berbanding lurus dengan permintaan masyarakat akan asuransi syariah baik itu seperti premi . ontribusi brut. maupun asset, yang terus berada pada kisaran 5- 6% terhadap industri asuransi dan reasuransi. Sama halnya dengan perusahaan lainnya, perusahaan asuransi dalam proses operasionalnya, tidak lepas dari profitabilitas perusahaan. Profitabilitas merupakan kemampuan memperoleh laba dimana suatu ukuran dalam presentase yang digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba pada tingkat yang dapat diterima. Oleh karna itu untuk mendapatkan laba sesuai dengan yang perusahaan harapkan maka ada beberapa hal yang cukup menjadi perhatian penting bagi perusahaan untuk terus di tinggkatkan, salah satunya adalah utang yang dimiliki perusahaan. Laverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam hal memenuhi kewajiban jangka panjang yang dimiliki perusahaan. Masyarakat juga dapat melihat seberapa besar A 2024 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). hutang yang dimiliki perusahaan sehingga semakin besar hutang yang dimiliki akan membuat laba semakin kecil. Ratio Leverage menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban kewajibannya apabila perusahaan di Likuidasi. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (Ban. Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah yang akan diteliti oleh penulis adalah Apakah Debt to Equity Ratio Terhadap Return On Equity pada Perusahaan Asuransi Syariah Di Indonesia? TINJAUAN LITERATUR Return On Equity Return On Equity (ROE) menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba setelah pajak dengan menggunakan modal sendiri yang dimiliki perusahaan. Investor yang akan membeli saham akan tertarik dengan ukuran profitabilitas ini, atau bagian dari total profitabilitas yang bisa dialokasikan ke pemegang saham. Hanafi dan Halim . Menurut Gitman . bahwa Return On Equity secara umum mengukur pengembalian yang diperoleh atas investasi pemegang saham biasa di perusahaan. Return On Equity (ROE) menurut Harahap . : Return On Equity merupakan perbandingan antara laba bersih sesudah pajak dengan total ekuitas. Return On Equity (ROE) merupakan suatu pengukuran dari penghasilan . yang tersedia bagi para pemilik perusahaan . aik pemegang saham biasa maupun pemegang saham prefere. atas modal yang mereka investasikan di dalam Debt to equity ratio Debt to equity ratio atau DER merupakan rasio utang terhadap equitas. Hal ini juga biasa disebut dengan rasio utang modal. Pengertian dari debt to equity ratio adalah suatu rasio keuangan yang membandingkan jumlah utang dengan nilai ekuitas. Nilai ekuitas dan jumlah utang yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan harus berada dalam jumlah yang cukup proporsional. Debt to equity ratio juga sering disebut sebagai rasio leverage atau rasio pengungkit yang artinya rasio yang dimanfaatkan untuk mengukur suatu nilai investasi yang ada pada suatu perusahaan. Untuk mengetahui sejauh mana perusahaan dibiayai oleh hutang salah satunya dapat dilihat melalui Debt to Equity Ratio. Debt to Equity mencerminkan besarnya proporsi antara Total debt (Total utan. dengan Total Equity (Total moda. Total Debt merupakan total liabilities (Baik utang jangka panjang maupun utang jangka pende. , sedangkan total Equity merupakan total modal sendiri . otal modal saham yang disetor dan laba ditaha. yang dimiliki perusahaan A 2024 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Kerangka Konseptual Adapun kerangka konseptual dalam penelitian ini sebagai berikut: Debt to equity ratio (X) Return On Equity (Y) Gambar 1. Kerangka Konseptual Hipotesis Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan Terhadap Return On Equity pada Perusahaan Asuransi Syariah Di Indonesia METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menekankan kausal. Untuk memperoleh data dan informasi yang di butuhkan, penelitian ini menggunakan data Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan perusahaan Asuransi Jiwa Syariah secara bulanan di situs resmi website Bursa Efek Indonesia periode tahun 20182023 . dengan teknik analisi data menggunakan Analisis regresi sederhana yang merupakan salah satu analisis yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Adapun digunakannya alat analisis regresi linear ditujukan untuk memperediksikan nilai variabel terikat dan menjelaskan pengaruhnya. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Hasil Pengujian Hipotesis Dalam penelitian ini, metode analisi yang digunakan adalah analisis. regresi linier Analisis regresi linier berganda digunakan untuk memperoleh persamaan regresi dengan cara memasukan perubahan satu demi satu, sehingga dapat diketahui pengaruh yang palingkuat hingga yang paling lemah. Untuk menentukan persamaan regresi dan melihat pengaruh setiap variabel, dapat dilihat berdasarkan dari hasil uji f, uji t dan uji determinant dibawah ini. Analisis Uji Parsial (Uji . Uji Parsial digunakan untuk menguji apakah variabel bebas secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai variabel terikat. A 2024 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Tabel 1 Hasil Uji t Statistik antara Variabel Coefficients Standardized Unstandardized Coefficients Model (Constan. Debt to Equity Ratio Coefficients Std. Error 11,055 ,064 1,325 ,154 Beta 1,034 Sig. 6,630 ,000 4,519 ,000 Dependent Variable: Return On Equity Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai constant = 11,055. X= 1,325 dengan nilai signifikan pada variabel Debt to Equity Ratio 0,000 < 0,05. Maka untuk hipotesis penelitian dapat di terima, yaitu Terdapat pengaruh yang signifikan antara Debt to Equity Ratio terhadap Return On Equity, secara parsial. Analisis Uji Determinant (R. Uji determinant digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 3Hasil Uji Determinasi (R. Model Summary Model ,810a Adjusted R Std. Error of the Square Estimate R Square ,702 ,671 ,0126251 Durbin-Watson 1,041 Predictors: (Constan. Debt to Equity Ratio Dependent Variable: Return On Equity Berdasarkan Tabel 3, dapat diketahui bahwa nilai R2 adalah 0,902. Hal ini berarti 70,2% Pendapatan Investasi yang dilihat melalui Return On Equity (Y) dapat dijelaskan oleh Debt to Equity Ratio. Sedangkan sisanya 20,8% di jelaskan oleh sebab-sebab lain di luar PEMBAHASAN Pengaruh Debt to Equity RatioterhadapReturn On Equity Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai constant = 11,055. X= 1,325 dengan nilai signifikan pada variabel Debt to Equity Ratio 0,000 < 0,05. Maka untuk hipotesis penelitian dapat di terima, yaitu Terdapat pengaruh yang signifikan antara Debt to Equity Ratio terhadap Return On Equity, secara parsial. Debt to equity ratio atau DER merupakan rasio utang terhadap equitas. Hal ini juga biasa disebut dengan rasio utang modal. Pengertian dari debt to equity ratio adalah suatu rasio keuangan yang membandingkan jumlah utang dengan nilai ekuitas. Nilai ekuitas dan jumlah A 2024 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). utang yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan harus berada dalam jumlah yang cukup proporsional. Debt to equity ratio juga sering disebut sebagai rasio leverage atau rasio pengungkit yang artinya rasio yang dimanfaatkan untuk mengukur suatu nilai investasi yang ada pada suatu perusahaan. Untuk mengetahui sejauh mana perusahaan dibiayai oleh hutang salah satunya dapat dilihat melalui Debt to Equity Ratio. Debt to Equity mencerminkan besarnya proporsi antara Total debt (Total utan. dengan Total Equity (Total Semakin besar hutang yang dimiliki oleh perusan maka porsi dari keuntungan yang di peroleh perusahaan akan semakin kecil yang disebabkan perusahaan harus terlebih dahulu membayar semua kewajibanya terlebih dahulu. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai constant = 11,055. X= 1,325 dengan nilai signifikan pada variabel Debt to Equity Ratio 0,000 < 0,05. Maka untuk hipotesis penelitian dapat di terima, yaitu Terdapat pengaruh yang signifikan antara Debt to Equity Ratio terhadap Return On Equity, secara parsial pada Perusahaan Asuransi Syariah Di Indonesia. Keterbatasan Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah variabel penelitian yang terlalu sedikit sehingga membuat hasil penelitian tidak dapat melihat secara menyelusuh skema pengaruh terhadap Profitabilitas perusahaan Saran Diharapkan bagi penelitian yang melakukan penelitian dengan judul yang sama untuk bisa menambahkan variabel-variabel baru yang dinilai memiliki potensi dalam mempengaruhi profitabilitas perusahaan dan memperluas jumlah sampel perusahaan DAFTAR PUSTAKA