Muspyta dan Ruslim: Pengaruh Profitabilitas dan Financial Leverage pada Cost of Debt dengan Earnings Management sebagai Variabel Pemoderasi PENGARUH PROFITABILITAS DAN FINANCIAL LEVERAGE PADA COST OF DEBT DENGAN EARNINGS MANAGEMENT SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI Renny Muspyta1. Herman Ruslim2 Program Studi Magister Akuntansi. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: renny. 127172004@stu. Program Studi Magister Akuntansi. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: hermanr@fe. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari profitabilitas dan financial leverage terhadap cost of debt, dan peran earnings management sebagai variabel moderating. Dalam penelitian ini, profitabilitas diukur dengan rasio return on equity, financial leverage diukur dengan proksi debt Ratio, earnings management yang diukur dengan discretionary accrual, serta cost of debt diukur dengan rasio biaya bunga dibagi dengan rerata total utang. Populasi dalam penelitian ini ialah perusahaan go public yang terdaftar di BEI, dan sampel yang digunakan adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2016-2019. Berdasarkan metode purposive sampling, sampel yang diperoleh sebanyak 69 perusahaan manufakur dan 276 observasi. Hasil penelitian menunjukkan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap cost of debt sedangkan financial leverage tidak berpengaruh terhadap cost of debt, earnings management tidak dapat memperlemah pengaruh negatif profitabilitas pada cost of debt dan earnings management tidak dapat memperlemah pengaruh negatif financial leverage pada cost of debt. Kata Kunci: Cost of Debt. Profitabilitas. Financial Leverage. Earnings Management. Abstract This study aims to determine the effect of profitability and financial leverage on the cost of debt, and the role of earnings management as a moderating variable. In this study, profitability is measured by the Ratio of return on equity, financial leverage is measured by the proxy debt Ratio, earnings management as measured by discretionary accruals, and cost of debt is measured by the Ratio of interest expense divided by the average total debt. The population in this study are publicly traded companies listed on the IDX, and the sample used is manufacturing companies listed on the IDX for the 2016-2019 period. Based on the purposive sampling method, the samples obtained were 69 manufacturing companies and 276 observations. The results showed that profitability has a negative effect on the cost of debt, while financial leverage has no effect on the cost of debt, earnings management cannot weaken the negative effect of profitability on the cost of debt and earnings management cannot weaken the negative effect of financial leverage on the cost of debt. Keywords: Cost of Debt. Profitability. Financial Leverage. Earning Management. PENDAHULUAN Latar Belakang Keputusan struktur modal dalam perusahaan merupakan hal yang penting dimana Myers . meneliti pemilihan struktur modal perusahaan dan ia menyebutkan bahwa ada teka-teki dalam pilihan pendanaan. Teka-teki ini juga terjadi ketika perusahaan membutuhkan pendanaan eksternal berupa utang. Persoalannya adalah apakah perusahaan akan menggunakan utang yang besar atau hanya menggunakan utang yang sangat kecil. Terkait hal ini pendekatan teori struktur modal yang tepat yang digunakan kreditor dalam menganalisa risiko pemberian pinjaman kepada perusahaan menjadi sangat penting. Adanya fenomena peningkatan jumlah utang atau pinjaman Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. 3,No. 2,September Muspyta dan Ruslim: Pengaruh Profitabilitas dan Financial Leverage pada Cost of Debt dengan Earnings Management sebagai Variabel Pemoderasi yang diberikan bank persero dan bank swasta nasional dari tahun 2016-2019 berdasarkan data dari Bank Indonesia sebagai berikut: Gambar 1. Posisi Peningkatan Kredit Bank Tahun 2016-2019 Sektor Manufaktur (Milliar R. Tetapi jumlah perusahaan manufaktur yang ter-delisting dari Bursa Efek Indonesia periode 2016-2019 sangat kecil jumlahnya, yaitu tahun 2016 tidak ada perusahaan tidak ada perusahaan yang ter-delisting, tahun 2017 ada 1 perusahaan, kemudian di tahun 2018 ada 3 perusahaan dan tahun 2019 hanya ada 1 perusahaan yang ter-delisting dari Bursa Efek Indonesia . Delisting adalah tindakan penghapusan pencatatan saham perusahaan dari Bursa Efek Indonesia karena perusahaan bersangkutan dianggap tidak memenuhi kriteria yang Menurut Lestari . faktor penyebab perusahaan mengalami delisting adalah karena ketidakcukupan modal, besarnya beban utang, dan bunga. Gambar 2. Debt to Equity Ratio Perusahaan Tekstil di Indonesia 2019 Data dari CNBC Indonesia . diatas terkait dengan emiten sub-sektor tekstil dari level Debt to Equity Ratio (DER) tertinggi hingga terendah, berdasarkan laporan keuangan 2019 dan sebagian September 2019 diperoleh beberapa perusahaan tekstil memiliki nilai rasio utang yang tinggi tetapi sampai saat ini semua perusahaan tersebut masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan belum memiliki masalah hukum terkait pembayaran utang. Berkaitan dengan nilai Debt to Equity Ratio (DER), memang sangat sulit ditemui perusahaan yang memiliki nilai DER kurang dari 1 kali, kecuali perusahaan tersebut merupakan perusahaan berskala kecil. Perusahaan berskala menengah ke atas umumnya memiliki nilai DER yang lebih dari 1 kali. Hal ini dapat dimaklumi, dan bukan merupakan lampu merah bagi para investor untuk menanam modal di perusahaan besar tersebut. Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. 3,No. 2,September Muspyta dan Ruslim: Pengaruh Profitabilitas dan Financial Leverage pada Cost of Debt dengan Earnings Management sebagai Variabel Pemoderasi Kedua fenomena diatas mencerminkan penggunaan pendekatan pecking order teori dalam memperhitungkan default risk dalam memberikan pinjaman lebih tepat digunakan. Dimana pendanaan eksternal dengan utang menjadi pilihan perusahaan karena memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan penerbitan saham dan adanya respon positif pasar karena perusahaan memilih kebutuhan pendanaannya dengan berutang dimana pasar akan membaca sinyal bahwa manajemen perusahaan memiliki kemampuan untuk membayar kewajibannya secara rutin. Pembebanan tingkat bunga tertentu dalam memberikan pinjaman sebagai syarat tingkat pengembalian atau cost of debt merupakan cara mengantisipasi default risk bagi kreditor (Rahmawati, 2. Menurut Magnanelli dan Izzo . , kinerja dan risiko adalah dua elemen yang terkait erat, sangat penting dalam keputusan investasi dari setiap agen ekonomi. Penilaian kinerja keuangan menurut Kasmir . dapat dilakukan dengan menggunakan rasio keuangan dimana meliputi rasio likuiditas, rasio profitabilitas dan rasio solvabilitas. Profitabilitas adalah rasio guna menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profit serta alat ukur tingkat efektivitas manajemen (Kasmir, 2016 : . Ketidakmampuan perusahaan untuk menghasilkan laba positif dianggap sebagai tanda kesulitan ekonomi dan faktor yang berakibat dapat meningkatkan kemungkinan krisis perusahaan dan cost of debt dari pembiayaan utang (Santosuosso, 2. Efek terkait profitabilitas pada cost of debt dijelaskan dalam penelitian Safiq et al. dimana dapat disimpulkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap cost of debt. Hasil penelitian ini juga didukung oleh Magnanelli dan Izzo . dimana semakin banyak perusahaan mendapatkan untung dari sudut pandang operasi semakin rendah cost of debt yang harus dibayarkan. Penggunaan utang memiliki tingkat urutan risiko yang lebih kecil dibandingkan penerbitan saham (Myers, 1. Hubungan yang negatif digambarkan dalam hasil penelitian Swissia dan Purba . dimana tinggi rendahnya level dari utang berbanding terbalik dengan cost of debt. Apabila laba suatu perusahaan tidak sesuai ekspektasi pembaca atau pengguna laporan dimana hal ini menunjukkan kinerja yang kurang baik atau buruk, manajemen akan berusaha memenuhi ekspektasi pengguna tersebut. Dimana adanya kebebasan manajer dalam memilih standar akuntansi yang dianggapnya tepat diantara beberapa standar akuntansi yang ada (Namazi dan Khansalar, 2. mengakibatkan perusahaan termotivasi untuk melakukan manajemen laba . arnings managemen. Penelitian Prevost et al. , . dimana hubungan positif terjadi di antara manajemen laba dengan cost of debt, dengan kata lain manajemen perusahaan yang memiliki kinerja yang buruk cenderung melakukan earnings management demi mendapatkan respon yang baik dari kreditor dimana dengan respon yang baik dapat menghindari cost of debt yang semakin tinggi dalam pendanaan kembali. Hal ini juga diperkuat dengan hasil penelitian dari Safiq et al. , . , yang menyimpulkan bahwa manajemen laba memoderasi yaitu memperlemah hubungan kinerja terhadap cost of debt. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang yang disampaikan di atas maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah. Apakah profitabilitas berpengaruh negatif pada cost of debt? Apakah financial leverage berpengaruh negatif pada cost of debt? Apakah profitabilitas dan financial leverage berpengaruh secara simultan terhadap cost of Apakah earnings management dapat memoderasi . pengaruh negatif probabilitas pada cost of debt? Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. 3,No. 2,September Muspyta dan Ruslim: Pengaruh Profitabilitas dan Financial Leverage pada Cost of Debt dengan Earnings Management sebagai Variabel Pemoderasi Apakah earnings management dapat memoderasi . pengaruh negatif financial leverage pada cost of debt? KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pecking Order Theory yang dikembangkan oleh Stewart C. Myers dan Nicholas Majluf di tahun 1984. Teori pecking order menyatakan bahwa perusahaan cenderung mencari sumber pendanaan yang minim risiko. Tidak ada struktur modal yang optimal dalam teori pecking order karena pemilihan pendanaan perusahaan didasarkan pada urutan preferensi . Pendanaan jangka panjang perusahaan setidaknya bisa diperoleh dari 3 sumber yaitu laba ditahan, utang, dan ekuitas . odal tambahan/penerbitan saham bar. Pada teori pecking order, perusahaan akan memilih pendanaan berdasarkan preferensi urutan. Dimulai dari mengutamakan pendanaan yang tidak berisiko, minim risiko hingga yang berisiko tinggi. Teori keagenan menurut Jensen dan Meckling . adalah sebuah kontrak antara satu orang atau lebih pemilik . yang menyewa manajer . untuk melakukan beberapa jasa atas nama pemilik meliputi pendelegasian wewenang pengambilan keputusan kepada agent. Apabila dalam hubungan antara principal dan agent terjadi masalah maka akan menyebabkan timbulnya asimetri informasi . symmetric informatio. Menurut Widyaningdyah . , asymmetric information adalah ketidakseimbangan informasi yang dimiliki oleh principal dan agent, ketika principal tidak memiliki informasi yang cukup tentang kinerja agent sebaliknya, agent memiliki lebih banyak informasi mengenai kapasitas diri, lingkungan kerja dan perusahaan secara keseluruhan. Pihak manajemen akan terdorong untuk melakukan pengolahan penyajian laporan informasi keuangan yang berkaitan dengan ukuran kinerja yang tidak sebenarnya karena adanya konflik kepentingan dan asimetris informasi yang terjadi antara prinsipal dan agen. Cost of Debt (CoD) mengacu pada biaya utang yang ditanggung oleh perusahaan baik dari utang jangka panjang atau utang jangka pendek. Biaya utang dapat dilihat langsung dari tingkat bunga yang dibebankan pada keseluruhan utang perusahaan. Juniarti . menjelaskan bahwa tingkat bunga yang dibebankan pada utang dapat dilihat secara langsung sebagai biaya Secara akumulatif. Cost of Debt dapat dengan mudah diperoleh dalam laporan keuangan yang dicatat sebagai beban bunga. Menurut Kasmir . , rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efisiensi manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Intinya adalah penggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan. Profitabilitas adalah hasil bersih dari serangkaian kebijakan dan keputusan, ditetapkan dengan menghitung tolak ukur yang relevan yaitu rasio keuangan sebagai salah satu analisa dalam kondisi keuangan, hasil operasi dan tingkat profitabilitas suatu perusahaan (Brigham dan Houston, 2. Financial leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki biaya tetap untuk meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham dengan harapan akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada biaya tetapnya (Sartono, 2. Financial leverage pada umumnya disebut juga rasio utang . ebt Rati. , guna mengukur persentase dana yang disediakan oleh kreditur. Menghitung financial leverage dalam rasio keuangan melalui perbandingan antara total utang dan total aset perusahaan, disebut juga leverage Ratio dalam laporan keuangan perusahaan. Menurut Scott . earnings management merupakan pemilihan kebijakan akuntansi . oleh manajer, atau tindakan nyata yang mempengaruhi laba sehingga dapat mencapai beberapa tujuan dalam pelaporan laba. Tindakan earnings management dalam perspektif negatif dilakukan oleh manajemen dengan membuat keputusan yang mengubah informasi laporan Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. 3,No. 2,September Muspyta dan Ruslim: Pengaruh Profitabilitas dan Financial Leverage pada Cost of Debt dengan Earnings Management sebagai Variabel Pemoderasi keuangan sehingga laporan yang dipublikasikan menggambarkan perusahaan dalam kondisi yang konsisten sesuai harapan pihak eksternal di mana kondisi cenderung menguntungkan. Dalam perspektif ini, earnings management telah melanggar tujuan pelaporan keuangan yaitu untuk menyajikan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan pihak yang berkepentingan (Situmeang et al. , 2. Kerangka Pemikiran dalam penelitian ini seperti digambarkan dibawah ini: Profitabilitas Cost of Debt Financial Leverage Earnings Management Gambar 3. Kerangka Pemikiran Hipotesis dari model yang dibangun diatas adalah sebagai berikut : H1 : Profitabilitas berpengaruh negatif pada cost of debt H2: Financial leverage berpengaruh negatif pada cost of debt H3: Profitabilitas dan financial leverage berpengaruh secara simultan terhadap cost of debt H4 : Earnings management dapat memoderasi . pengaruh negatif profitabilitas pada cost of debt H5 : Earnings management dapat memoderasi . pengaruh negatif financial leverage pada cost of debt METODE PENELITIAN Objek Penelitian Penelitian ini difokuskan pada seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2019 yang laporan keuangannya didapat dari w. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling method dengan kriteria yang telah ditentukan dalam pengambilan sampel penelitian ini yaitu : a. ) Perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2016 hingga 2019, b. ) Laporan keuangan perusahaan manufaktur yang berakhir pada tanggal 31 Desember, c. ) Laporan Keuangan perusahaan manufaktur yang dipublikasikan dengan menggunakan mata uang rupiah, ) Perusahaan manufaktur tidak mengalami kerugian selama tahun 2016 hingga 2019, e. Perusahaan memiliki beban bunga, f. ) Informasi laporan keuangan yang disajikan secara lengkap dari tahun 2016 hingga 2019. Variabel operasional dalam penelitian ini terdiri dari profitabilitas, financial leverage yang merupakan variabel independen dan cost of debt merupakan variabel dependen serta earnings management sebagai variabel moderating. Profitabilitas adalah ukuran persentase untuk Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. 3,No. 2,September Muspyta dan Ruslim: Pengaruh Profitabilitas dan Financial Leverage pada Cost of Debt dengan Earnings Management sebagai Variabel Pemoderasi menilai kemampuan perusahaan melalui kegiatan operasional untuk menghasilkan laba pada tingkat yang dapat diterima dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia (Kasmir ,2016: Dalam penelitian ini profitabilitas diukur dengan menggunakan Return on Equity rasio (ROE). ROE Earning After Interest and Tax (EAT) Ekuitas Financial leverage menggambarkan rasio yang menghitung berapa banyak dari total aset perusahaan yang dibiayai dengan menggunakan total utang/ dana pinjaman (Sartono, 2012. Kasmir, 2. yang akan diuji dalam penelitian ini dengan menggunakan debt Ratio. Debt Ratio Total Hutang Total Aset Cost of Debt merupakan jumlah beban bunga yang dibayarkan perusahaan dalam periode satu tahun dibagi dengan jumlah rata-rata pinjaman yang menghasilkan bunga tersebut (Sutrisno. Cost of Debt dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan rumus sebagai berikut: CoD Interest Expense Long Term Debt Sedangkan pengukuran earnings management dapat dilakukan dengan penghitungan discreationary accrual. Proksi earnings management dengan pengukuran discreationary accrual menggunakan Modified Jones Model yang merupakan modifikasi dari Jones model . (Dechow et al. , 1. Model ini digunakan karena mempunyai tingkat keakuratan yang paling baik jika dibandingkan dengan model pendeteksi lainnya (Abdurrahin, 2. Berikut langkahlangkah mendapatkan nilai discreationary accrual: Perhitungan total akrual TAt = NIt iA CFOt Perhitungan nilai akrual menggunakan persamaan regresi linear sederhana PPEt TAt i REV = 1 ( ) 2 ( ) 3 ( At - 1 At - 1 At - 1 At - 1 Perhitungan nilai nondiscreationary accrual (NDA) i REV - i REC NDAt = 1 ( ) 2 ( At - 1 At - 1 Perhitungan nilai discreationary accrual TAt DAt = ( ) iA NDAt At - 1 Dimana: TAt NIt CFOt At Ae 1 NDAt DAt : Total Akrual pada tahun t : Net Income . aba bersi. pada tahun t : Cash Flow from OpeRation . as dari operas. pada tahun t : Total aktiva pada tahun t - 1 : Non Discreationary Accrual pada tahun t : Discreationary Accrual pada tahun t Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. 3,No. 2,September PPEt At - 1 Muspyta dan Ruslim: Pengaruh Profitabilitas dan Financial Leverage pada Cost of Debt dengan Earnings Management sebagai Variabel Pemoderasi iREC iREV PPEt : Perubahan piutang . iutang bersih pada tahun t dikurangi piutang bersih pada tahun t Ae 1 dibagi total aktiva pada tahun t Ae . : Perubahan pendapatan . endapatan pada tahun t dikurangi pendapatan pada tahun t Ae : Aktiva tetap pada tahun t Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel, penulis menggunakan program Eviews 10 untuk mengelola data dalam penelitian ini. Data panel adalah gabungan antara data runtut waktun. ime serie. dan data silang . ross sectio. (Basuki dan Prawoto, 2017:. Model persamaan regresi data panel hasil gabungan dari data cross section dan data time series dalam penelitian ini guna menguji adakah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dimana terdapat variabel moderating sehingga model regresinya adalah sebagai Model . : Yit = 1X1it 2X2it uit Model . : Yit = 1X1it 2X2it 3X3it 4X1itX3it 5X2itX3it yuAit Keterangan: 1, 2, 3 X1* X3 X2* X3 = Variabel Cost of Debt = Konstanta = Koefisien Regresi masing-masing variable independent = Koefisien regresi dari interaksi X1 dan X4 = Koefisien regresi dari interaksi X2 dan X4 = Variabel Profitabilitas = Variabel Financial Leverage = Variabel Earnings Management = Interaksi antara variabel profitabilitas dan earnings management = Interaksi antara variabel financial leverage dan earnings management = Error term = Data perusahaan = Data periode waktu Terdapat tiga jenis model dalam data panel yaitu: model Common Effect atau biasa disebut Pool least square (PLS). Fixed Effect dan model Random Effect (RE). Untuk memilih model mana yang tepat digunakan untuk menguji hasil analisi data, maka diantara ketiga model tersebut perlu dilakukan beberapa pengujian antara lain, yaitu: antara lain: Chow Test. Hausman Test, dan uji Random Effect. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah dilakukan uji asumsi klasik yang terdiri dari Uji Multikolonieritas dan Uji Heterokedastisitas, dapat disimpulkan bahwa data telah lolos uji asumsi klasik. Hasil Uji Statistik Uji statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi dari suatu data, dilihat dari nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata . , dan standar deviasi. Adapun statistik deskriptif penelitian ini nampak sebagai berikut. Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. 3,No. 2,September Muspyta dan Ruslim: Pengaruh Profitabilitas dan Financial Leverage pada Cost of Debt dengan Earnings Management sebagai Variabel Pemoderasi Tabel 1. Statistik Deskriptif COD ROE Mean 0,087097 0,126145 Maximum 0,26097 1,399665 Minimum 0,000793 0,000353 Std. Dev. 0,038466 0,168448 Observations Sumber: Data Olahan Eviews, 2021 0,420853 0,844782 0,09038 0,173506 -0,0786 0,794703 -0,385378 0,094402 Berdasarkan hasil statistik deskriptif pada Tabel 1 adalah cost of debt (COD) memiliki nilai maksimum sebesar 0,26097 dan nilai minimum sebesar 0,000793. Nilai rata-rata . sebesar 0,087097 dan standar deviasi untuk variabel cost of debt sebesar 0,038466. Variabel profitabilitas yang diroksikan dengan Return on Equity (ROE) memiliki nilai maksimum sebesar 399665 dan nilai minimum sebesar 0. Nilai rata-rata . profitabilitas sebesar 0,126145 dengan standar deviasi sebesar 0,168448. Variabel financial leverage yang diproksikan dengan Debt Ratio (DR) memiliki nilai maksimum sebesar 0,844782 dan nilai minimum sebesar 0,09038. Nilai rata-rata . financial leverage sebesar 0,420853 dengan standar deviasi sebesar 0,173506. Sedangkan variabel earnings management yang diproksikan dengan Discretionary Accrual (DA) memiliki nilai maksimum sebesar 0,794703 dan nilai minimum sebesar -0,385378. Nilai rata-rata . earnings management sebesar -0,0786 dengan standar deviasi sebesar 0,094402. Hasil Analisis Data Uji Chow Uji Chow perlu dilakukan guna menentukan model estimasi mana yang lebih sesuai antara common effect model dengan fixed effect model. Pengambilan keputusan dalam uji chow apabila nilai probability cross section chi-square < . %), maka fixed effect model yang dipilih. Apabila nilai probability cross section chi-square > . %), maka common effect model yang dipilih. Hasil uji Chow dapat dilihat dalam tabel berikut. Tabel 2. Hasil Uji Chow Effects Test Statistic Cross-section F 5,427561 Cross-section Chi-square 286,83338 Sumber: Data Olahan Eviews, 2021 Prob. 0,0000 0,0000 Pada tabel 2 dapat dilihat bahwa nilai probabilitas cross section chi-square sebesar 0,0000 yaitu lebih kecil dari 0,05 sehingga sesuai dengan kriteria keputusan dalam uji chow yaitu menggunakan fixed effect model. Selanjutnya perlu dilakukan pengujian Hausman guna menentukan antara model fixed dengan random. Uji Hausman Penentuan pengambilan keputusan pada uji hausman apabila nilai probability cross section random < . %), maka fixed effect model yang dipilih dan apabila nilai probability cross section random > . %), maka random effect model yang dipilih. Hasil uji Hausman dapat dilihat dalam tabel berikut. Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. 3,No. 2,September Muspyta dan Ruslim: Pengaruh Profitabilitas dan Financial Leverage pada Cost of Debt dengan Earnings Management sebagai Variabel Pemoderasi Tabel 3. Hasil Uji Hausman Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Cross-section random 9,606587 Sumber: Data Olahan Eviews, 2021 Prob. 0,0872 Pada tabel 3 nilai probabilitas cross section random yang ditunjukkan yaitu 0,0872 dimana lebih tinggi daripada 0,05 yang berarti pengujian Hausman memilih menggunakan random effect model. Berdasarkan hasil pemilihannmodel data panel yangntelah dilakukan diatas, maka untuk menilainuji regresi data panel menggunakanNmodel random dalam menentukannkeputusan hasil penelitian ini. Uji Random Effect Analisis regresi data panel pada penelitian ini menggunakan random effect model. Adapun hasil regresi random effect model ditunjukkan pada tabel 4 sebagai berikut: Tabel 4 Hasil Analisis Regresi Data Panel Model Random Effect Variable Coefficient Std. Error ROE ROE_DA DR_DA 0,10276 -0,058621 -0,023468 -0,051142 0,131477 0,036868 t-Statistic Prob. 0,011181 9,190998 0,026202 -2,237284 0,023176 -1,012624 0,074666 -0,684938 0,183404 0,71687 0,14355 0,256831 0,0000 0,0261 0,03121 0,494 0,4741 0,7975 Sumber: Data Olahan Eviews, 2021 Seperti telah dikatakan Gujarati . pada bukunya menyarankan apabila jumlah data cross section lebih besar dari jumlah data time series maka digunakan metode random effect dalam pengolahannya dan berikut hasilnya. Tabel 5. Regresi Data Panel. Uji t dan Uji F Model 1 Variable Coefficient Std. Error ROE 0,108115 -0,072266 -0,028279 t-Statistic 0,008286 13,048360 0,019535 -3,699245 0,018027 -1,56867 Prob. 0,000000 0,000300 0,1179 Weighted Statistics R-squared 0,066247 Mean dependent var Adjusted R-squared 0,059406 S. dependent var of regression 0,02548 Sum squared resid F-statistic 9,684279 Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. 0,000086 Sumber: Data Olahan Eviews, 2021 0,036303 0,026272 0,177235 1,289746 Berdasarkan hasil regresi pada tabel diatas menunjukkan model regresi untuk pengaruh profitabilitas (X. diproksikan dengan ROE terhadap cost of debt (Y). Pada tabel 5 diperoleh konstanta sebesar 0,108115 dapat diartikan bahwa apabila variabel X konstan, maka variabel Y Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. 3,No. 2,September Muspyta dan Ruslim: Pengaruh Profitabilitas dan Financial Leverage pada Cost of Debt dengan Earnings Management sebagai Variabel Pemoderasi adalah 0,108115. Koefisien regresi X1 (ROE) sebesar -0,072266 artinya setiap penambahan variabel X1 (ROE) sebesar satu satuan akan menurunkan variabel Y . ost of deb. sebesar 0,072266 dimana dengan asumsi variabel bebasnlain besarnya konstan. Nilai probability X1 (ROE) lebih rendah dari 0,05 yaitu sebesar 0,000300 dan dengan nilai t-statistic -3,699245. Sedangkan untuk pengaruh financial leverage (X. diproksikan dengan DR terhadap cost of debt (Y). Koefisien regresi X2 (DR) sebesar -0,028279 artinya setiap penambahan variabel X2 (DR) sebesar satu satuan akan menurunkan variabel Y . ost of deb. sebesar 0,028279 dimana dengan asumsi variabel bebasnlain besarnya konstan. Nilai probability X2 (DR) lebih tinggi dari 0,05 yaitu sebesar 0,1179 dan dengan nilai t-statistic -1,56867. Uji F . bertujuan guna mengetahui apakah semua variabel independen dalam suatu model memiliki pengaruh secara simultan . ersama-sam. terhadap variabel dependen. Pada tabel 5 Hasil Uji F Model 1 diperoleh hasil nilai F-statistic sebesar 9,684279 dengan probabilitas (F-statisti. sebesar 0,000086. Nilai probabilitas (F-statisti. tersebut lebih kecil daripada nilai signifikansi = 0,05. Selanjutnya, untuk hasil proses selanjutnya yaitu uji dengan menggunakan model 2, hasilnya dapat dilihat sebagai berikut. Tabel 6 Regresi Data Panel dan Uji t Model 2 (ROE_DA) Variable Coefficient Std. Error t-Statistic ROE ROE_DA 0,093618 -0,062729 -0,0359 0,154675 0,005098 0,025753 0,029632 0,180461 18,36418 -2,435842 -1,211527 0,857109 Prob. 0,0000 0,0155 0,2267 0,3921 Sumber: Data Olahan Eviews, 2021 Berdasarkan hasil regresi pada table 6 diatas, maka dapat diperoleh suatu persamaan garis regresi sebagai berikut konstanta sebesar 0,093618 dapat diartikan bahwa apabila variabel X konstan, maka variabel Y adalah 0,093618. Koefisien regresi profitabilitas (X. diproksikan dengan ROE sebesar -0,062729 artinya setiap penambahan variabel profitabilitas (X. sebesar satu satuan akan menurunkan variabel cost of debt (Y) sebesar 0,062729 dimana dengan asumsi variabel bebasnlain besarnya konstan. Selanjutnya koefisien regresi earnings management (X. diproksikan dengan DA sebesar -0,0359 artinya setiap penambahan variabel earnings management (X. sebesar satu satuan akan menurunkan variabel cost of debt (Y) sebesar 0,0359 dimana dengan asumsi variabel bebasnlain besarnya konstan. Koefisien regresi interaksi profitabilitas dengan earnings management diproksikan dengan ROE_DA (X. sebesar 0,154675 artinya setiap penambahan variabel ROE_DA (X. sebesar satu satuan akan meningkatkan variabel cost of debt (Y) sebesar 0,154675 dimana dengan asumsi variabel bebasnlain besarnya konstan. Nilai probability ROE_DA (X. lebih tinggi dari 0,05 yaitu sebesar 0,3921 dan dengan nilai t-statistic 0,857109. Tabel 7 Regresi Data Panel dan Uji t Model 2 (DR_DA) Variable Coefficient Std. Error t-Statistic DR_DA 0,09974 -0,034704 -0,054945 0,07264 0,011271 0,023364 0,076122 0,145683 8,849088 -1,485384 -0,721803 0,498617 Sumber: Data Olahan Eviews, 2021 Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. 3,No. 2,September Prob. 0,0000 0,0138 0,471 0,6185 Muspyta dan Ruslim: Pengaruh Profitabilitas dan Financial Leverage pada Cost of Debt dengan Earnings Management sebagai Variabel Pemoderasi Berdasarkan hasil regresi pada tabel 7 diatas, maka dapat diperoleh suatu persamaan garis regresi sebagai berikut konstanta sebesar 0,09974 dapat diartikan bahwa apabila variabel X konstan, maka variabel Y adalah 0,09974. Koefisien regresi financial leverage (X. diproksikan dengan DR sebesar -0,034704 artinya setiap penambahan variabel financial leverage (X. sebesar satu satuan akan menurunkan variabel cost of debt (Y) sebesar 0,034704 dimana dengan asumsi variabel bebasnlain besarnya konstan. Selanjutnya koefisien regresi management (X. diproksikan dengan DA sebesar -0,054945 artinya setiap penambahan variabel earnings management (X. sebesar satu satuan akan menurunkan variabel cost of debt (Y) sebesar 0,054945 dimana dengan asumsi variabel bebasnlain besarnya konstan. Koefisien regresi interaksi financial leverage dengan earnings management diproksikan dengan DR_DA (X. sebesar 0,07264 artinya setiap penambahan variabel DR_DA (X. sebesar satu satuan akan meningkatkan variabel cost of debt (Y) sebesar 0,07264 dimana dengan asumsi variabel bebasnlain besarnya konstan. Nilai probability DR_DA (X. lebih tinggi dari 0,05 yaitu sebesar 0,6185 dan dengan nilai t-statistic 0,498617. Pembahasan Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dengan uji t antara variabel profitabilitas dengan cost of debt menunjukkan nilai t -3,699245 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000300 lebih kecil daripada 0,05. Nilai t yang negatif menunjukkan pengaruh negatif terhadap cost of debt, sehingga dapat disimpulkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif pada cost of debt. Tingkat profitabilitas yang baik adalah salah satu sinyal . ignalling theor. yang dapat disampaikan oleh pihak manajemen untuk menunjukkan kinerja yang baik. sehingga dapat dijelaskan bahwa dengan profitabilitas yang baik dapat menurunkan risiko atas ketidakmampuan memenuhi kewajiban perusahaan . efault ris. , sehingga mengurangi cost of debt. Hasil penelitian ini didukung dengan beberapa temuan penelitian yang dilakukan oleh Santosuosso . Magnanelli dan Izzo . Safiq et al. serta Sherly dan Fitria . dimana menunjukkan hubungan terbalik antara profitabilitas dengan cost of debt. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dengan uji t antara variabel financial leverage dengan cost of debt menunjukkan nilai t -1,56867 dengan nilai probabilitas sebesar 0,1179 lebih besar daripada 0,05. Nilai t yang negatif menunjukkan pengaruh negatif terhadap cost of debt, sehingga dapat disimpulkan bahwa financial leverage berpengaruh negatif terhadap cost of debt tetapi tidak signifikan. Dalam pecking order teori (Myers, 1. utang memiliki risiko yang lebih rendah daripada penerbitan saham. Selain itu dalam teori pecking order tidak ada ketentuan target rasio utang sehingga besarnya rasio utang suatu perusahaan tidak dapat mengindikasikan default risk yang besar bagi kreditor. Respon positif yang diperoleh dari pasar apabila perusahaan memilih kebutuhan pendanaannya dengan berutang, pasar akan membaca sinyal bahwa manajemen perusahaan memiliki kemampuan untuk membayar kewajibannya secara rutin (Tarver, 2. Dengan demikian rendahnya penggunaan utang oleh perusahaan dapat mengakibatkan tingginya cost of debt. Penelitian lain yang sejalan dengan hasil penelitian ini yaitu Swissia dan Purba . dimana financial leverage memiliki hubungan negatif terhadap cost of debt. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dengan uji F . antara variabel profitabilitas dan financial leverage secara simultan terhadap cost of debt menunjukkan hasil nilai F-statistic sebesar 9,684279 dengan probabilitas (F-statisti. sebesar 0,000086 lebih kecil daripada 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa profitabilitas dan financial leverage memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap Cost of Debt. Hasil penelitian ini didukung oleh temuan penelitian lainnya yang dilakukan oleh Magnanelli dan Izzo . yang menyatakan hal Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. 3,No. 2,September Muspyta dan Ruslim: Pengaruh Profitabilitas dan Financial Leverage pada Cost of Debt dengan Earnings Management sebagai Variabel Pemoderasi yang sama terkait pengaruh simultan yang dimiliki oleh profitabilitas dan financial leverage terhadap cost of debt. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dengan uji t antara profitabilitas dengan cost of debt menunjukkan nilai t -2,435842 yang menunjukkan pengaruh negatif profitabilitas terhadap cost of debt. Hasil uji t variable interaksi profitabilitas dengan earnings management terhadap cost of debt menunjukkan nilai t 0,857109 yang berarti positif dan memperlemah hubungan profitabilitas terhadap cost of debt. Hasil pengujian ini tidak signifikan karena memiliki nilai probabilitas sebesar 0,3921 yang lebih tinggi daripada 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Earnings management tidak dapat . pengaruh Profitabilitas pada Cost of Debt. Selanjutnya hasil pengujian yang telah dilakukan dengan uji t antara financial leverage dengan cost of debt menunjukkan nilai t -1,485384 yang menunjukkan pengaruh negatif financial leverage terhadap cost of debt. Hasil uji t variable interaksi financial leverage dengan earnings management terhadap cost of debt menunjukkan nilai t 0,498617 yang berarti positif dan memperlemah pengaruh financial leverage terhadap cost of debt dengan nilai probabilitas sebesar 0,6185 lebih besar daripada 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Earnings management tidak dapat memoderasi . pengaruh negatif financial leverage pada Cost of Debt. Dalam teori keagenan, yang menyatakan bahwa adanya kesenjangan yang cukup berarti terhadap informasi yang manajer sampaikan kepada pemegang saham ataupun kreditur. Kesenjangan inilah yang membuat manajer selaku pengelola perusahaan mempunyai kesempatan guna melakukan tindakan earnings management sehingga kreditor memberikan respon yang baik terkait kinerja perusahaan. Earnings management dianggap sebagai praktik yang menutupi kinerja keuangan perusahaan yang sesungguhnya dan dapat melebih-lebihkan informasi terkait prospek kedepan sehingga penilaian risiko oleh kreditor menjadi lebih tinggi yang mengakibatkan tingginya cost of debt. Kedua hasil penelitian atas interaksi profitabilitas dengan earnings management terhadap cost of debt dan interaksi financial leverage dengan earnings management terhadap cost of debt bertolak belakang dengan teori keagenan yang telah disampaikan diatas dapat disebabkan oleh pasar utang di Indonesia tidak sebesar pasar modal dimana dari total perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia hanya terdapat 137 perusahaan publik yang mengeluarkan obligasi dari total 692 perusahaan atau 19,80% . Oleh karena itu, dibandingkan dengan pasar modal, pasar utang yang ada di Indonesia kurang merespon adanya informasi termasuk informasi earnings management. Hasil dari penelitian sejalan dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Safiq et al. dimana earnings management tidak dapat memoderasi . hubungan profitabilitas pada cost of debt. KESIMPULAN DAN SARAN Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan pada cost of debt. Artinya dalam pendanaan yang dilakukan perusahaan, apabila profitabilitas perusahaan baik maka tidak diimbangi dengan kenaikan cost of debt. Hal ini dikarenakan kreditor memiliki risiko yang rendah apabila profitabilitas perusahaan baik sehingga cost of debt juga ikut rendah. Financial leverage berpengaruh negatif pada cost of debt tetapi tidak signifikan. Artinya dalam pemilihan pendanaan yang dilakukan perusahaan, apabila financial leverage perusahaan tinggi tidak diimbangi dengan kenaikan cost of debt. Hal ini dikarenakan tingginya financial leverage mengindikasikan pihak kreditor memiliki kepercayaan kepada perusahaan bahwa perusahaan memiliki kemampuan untuk membayar kewajibannya secara rutin atau memiliki kinerja yang Profitabilitas dan financial leverage berpengaruh secara simultan terhadap cost of debt. Artinya model regresi atas penelitian ini layak digunakan guna memprediksi cost of debt. Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. 3,No. 2,September Muspyta dan Ruslim: Pengaruh Profitabilitas dan Financial Leverage pada Cost of Debt dengan Earnings Management sebagai Variabel Pemoderasi Earnings management tidak dapat memoderasi . pengaruh negatif profitabilitas pada cost of debt. Artinya earnings management tidak berperan terlalu penting dalam memperlemah atas pengaruh negatif profitabilitas pada cost of debt. Earnings management tidak dapat memoderasi . pengaruh negatif financial leverage pada cost of debt. Earnings management tidak berperan terlalu penting dalam memperlemah atas pengaruh negatif financial leverage pada cost of debt. Kedua hal ini terkait pasar utang yang hanya 19,80% dari total perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia kurang merespon adanya informasi earnings management yang disampaikan oleh perusahaan terutama perusahaan manufacturing yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menjadi populasi dalam penelitian Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan antara lain sebagai berikut: Penelitian ini dengan dua variabel hanya mampu menjelaskan 5,34% dari variasi cost of debt, sedangkan 94,66% dijelaskan oleh variabel lain sehingga masih banyak variabel yang berpengaruh namun tidak dimasukkan dalam model ini Obyek penelitian ini terbatas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan jumlah perusahaan yang diobservasi hanya 69 sampel sehingga masih banyak emiten yang belum masuk dalam penelitian ini Periode pengamatan dalam penelitian ini hanya dilakukan selama empat, yaitu 2016-2019 Berdasarkan keterbatasan yang ada dalam hasil penelitian ini, sehingga dianjurkan beberapa saran yang mungkin bisa dilakukan untuk penelitian selanjutnya agar hasil penelitian yang diperoleh kemudian bisa lebih baik, maka dapat diuraikan beberapa saran untuk penelitian berikutnya yakni: Sebaiknya penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas rentang waktu penelitian lebih dari 5 tahun Sebaiknya penelitian selanjutnya menambah variabel lain seperti pertumbuhan perusahaan dan struktur asset dimana terkait dengan prinsip pemberian pinjaman 5C oleh lembaga REFERENSI