Jurnal Keperawatan Degeneratif E-ISSN : x-x http://journal. id/index. php/jkd Vol. No. Januari 2025 Received December 2024. Accepted December 2024 Penerapan Biblioterapi Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Pekerja Juni Purnamasari1. Putri Permatasari2. Lita Amalia3 Akademi Keperawatan Pelni, junipurnama06@gmail. 2 Akademi Keperawatan Pelni, putripermatasari769@gmail. Akademi Keperawatan Pelni, amalialitaa1820 @gmail. Abstract: World Health Organization (WHO) in 2020, 3-10% of children treated in the United States experienced anxiety in hospital. Approximately 3-7% of children treated in Germany, and 5-10% in Canada and New Zealand experience hospital anxiety. The Ministry of Health (Kemenke. reports that 32 out of 100 children in Indonesia experience health problems. In 2020, 3. 94% of preschool children experienced health problems and 7. 36 were The aim of the research is to analyze bibliotherapy interventions for anxiety in preschool aged children . -6 year. while undergoing hospitalization at the Jakarta Workers General Hospital. The research uses a case study research design method. The research results were obtained from the SCAS (Spance Children's Anxiety Scal. questionnaire taking 2 respondents. Respondent I is 4 years old and respondent II is 6 years old, female. Intervention was given 2 times a day within 10 minutes for 6 meetings for 3 days. The results of the study reduced anxiety as seen from the results of the anxiety score before the intervention, respondent I scored 60 and respondent II scored 55 with moderate anxiety and after the intervention respondent I scored 26 and respondent II scored 22 with mild anxiety. In this study, it was proven that bibliotherapy is one of the effective nursing actions to reduce the anxiety level of respondents, especially preschool children aged 3-6 years. Researchers hope that bibliotherapy intervention will become an alternative for society and the development of nursing science in reducing the anxiety of preschool children who are hospitalized. Key Words: Preschool children. Bibliotherapy. Hospitalization. Anxiety. SCAS Abstrak: Organisasi Kesehatan Dunia (Wh. tahun 2020, 3-10% anak yang dirawat di Amerika Serikat mengalami kecemasan di rumah sakit. Sekitar 3-7% anak yang dirawat di Jerman, dan 5-10% di Kanada dan Selandia Baru mengalami kecemasan di rumah sakit. Kementrian Kesehatan (Kemenke. melaporkan bahwa 32 dari 100 anak di Indonesia mengalami masalah Kesehatan. Tujuan penelitian untuk menganalisa intervensi biblioterapi terhadap kecemasan anak usia prasekolah . -6 tahu. saat menjalani hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Pekerja Jakarta. Penelitian menggunakan metode desain penelitian studi kasus. Instrumen didapatkan dari lembar kuesioner SCAS (Spance ChildrenAos Anxiety Scal. mengambil 2 responden. Responden I berusia 4 tahun dan responden II berusia 6 tahun berjenis kelamin perempuan. Intervensi diberikan 2 kali sehari dalam waktu 10 menit selama 6 kali pertemuan selama 3 hari. Pada hasil penelitian menurunkan kecemasan dilihat dari hasil skor kecemasan sebelum di intervensi pada responden I skor 60 dan responden II skor 55 dengan kecemasan sedang dan sesudah dilakukan intervensi responden I skor 26 dan responden II skor 22 dengan kecemasan ringan. Pada penelitian ini terbukti bahwa dengan terapi biblioterapi salah satu tindakan keperawatan yang efektif untuk mengurangi tingkat kecemasan responden terutama anak prasekolah umur 36 tahun. Peneliti berharap intervensi biblioterapi menjadi alternatif bagi masyarakat serta perkembangan ilmu keperawatan dalam mengurangi kecemasan anak prasekolah yang mengalami hospitalisasi. Kata Kunci: Anak usia prasekolah. Biblioterapi. Hospitalisasi. Kecemasan. Kuesioner SCAS __________________________________________________________________________________ Pendahuluan memiliki kelemahan seperti daya tahan tubuh yang lebih rendah, sehingga jika Anak usia prasekolah merupakan anak anak sakit memiliki risiko infeksi yang lebih usia 3 sampai 6 tahun. Anak prasekolah Juni Purnamasari, et al. Studi Kasus: Penerapan Biblioterapi Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Pekerja tinggi daripada orang dewasa. Anak-anak Kecemasan dan kekhawatiran dapat prasekolah juga rentan jatuh dan cedera, menyebabkan sulit untuk mengontrol yang dapat menyebabkan rawat inap pikiran dan perasaannya. Keadaan ini (Romiko, 2. Anak usia prasekolah disebut sebagai gangguan kecemasan masih memiliki sistem kekebalan tubuh (Faidah, 2. Dampak dari kecemasan yang dialami oleh anak saat menjalani membuat mereka lebih rentan terhadap perawatan, apabila tidak segera ditangani infeksi dan penyakit. Selain itu, anak-anak akan membuat anak melakukan penolakan usia prasekolah cenderung lebih aktif dan lebih sering berinteraksi dengan orang lain pengobatan yang diberikan sehingga akan di lingkungan mereka seperti di taman berpengaruh terhadap lamanya hari rawat bermain, di sekolah, atau di tempat anak dan dapat memperberat kondisi bermain dengan teman-teman mereka. penyakit yang diderita anak (Aliyah, & Kontak yang sering dengan orang lain di Rusmariana 2. Hal lingkungan tersebut dapat meningkatkan Hospitalisasi merupakan keadaan krisis risiko terpapar penyakit dan infeksi (Habib bagi anak-anak. Keadaan krisis ini muncul et al. karena anak berusaha menyesuaikan diri Kementrian Kesehatan RI Tahun 2020 dengan lingkungan yang dianggap asing melaporkan bahwa 32 dari 100 anak di dan baru, sehingga memaksa anak untuk Indonesia mengalami masalah Kesehatan. Anak dianggapnya aman (Rahmawati, 2. kesehatan sebesar 3,94% dan di rawat Dampak yang mungkin terjadi pada anak inap sebesar 7,36%. prasekolah yang mengalami hospitalisasi Berdasarkan data Badan Pusat Statistik adalah sebagai berikut: kecemasan dan (BPS), saat ini terdapat 30,83 juta anak ketakutan, mungkin merasa cemas dan takut usia dini di Indonesia. Dari jumlah karena lingkungan yang tidak familiar di tersebut, 13,56% merupakan bayi . sia < 1 rumah sakit. Mereka tidak mengerti apa tahu. , 57,16% yang merupakan balita yang terjadi pada mereka dan mengalami . sia 1-4 tahu. , serta 29,28% merupakan perasaan yang tidak nyaman. Gangguan anak prasekolah . sia 5-6 tahu. tidur dan nafsu makan anak usia Juni Purnamasari, et al. Studi Kasus: Penerapan Biblioterapi Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Pekerja prasekolah yang mengalami hospitalisasi biblioterapi dalam menurunkan tingkat mungkin terjadi (Aryani & Zaly, 2. kecemasan pada anak prasekolah yang Perubahan perilaku anak usia prasekolah dirawat di rumah sakit. Metode Penelitian menjadi lebih merengek, rewel, atau sulit Hal ini bisa disebabkan oleh rasa Metode penelitian yang digunakan tidak nyaman yang mereka rasakan atau adalah studi kasus. Sampel yang diambil pada penelitian ini sebanyak 2 anak usia Penelitian dilaksanakan di mengontrol situasi. ruang Anggrek Anak Rumah Sakit Umum Biblioterapi adalah menggunakan buku Pekerja Jakarta. Intervensi dilaksanakan dua kali sehari selama 6 kali pertemuan mendukung kesehatan anak dalam proses selama 3 hari. Biblioterapi ini ditujukan Kriteria inklusi yang diambil yaitu : Anak ketidakmampuan emosi dengan kata-kata, kecemasan, tidak ada gairah hidup atau kecemasan ringan sampai sedang, orang tua anak yang bersedia anaknya menjadi Tujuan menumbuhkan rasa penilaian diri yang prasekolah yang mau diajak bermain, anak secara fisik stabil, anak yang di dampingi Manfaat dari biblioterapi yaitu dapat oleh orang tua atau keluarga. Kriteria membantu anak membangun rasa percaya eksklusi sampel yaitu anak yang tidak diri, memberikan rasa ketenangan dan memenuhi kriteria penelitian, anak yang meningkatkan empati. akan dirawat karena orang tuanya tidak setuju untuk mengambil anak sebagai Penelitian yang dilakukan Ayuningtyas responden, anak yang dirawat inap karena kecemasan menetap. biblioterapi dapat menurunkan tingkat Instrumen Penelitian Maita dan Rizki tahun 2020, mengukur penurunan tingkat kecemasan anak prasekolah yaitu dengan lembar Juni Purnamasari, et al. Studi Kasus: Penerapan Biblioterapi Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Pekerja kuesioner SCAS (Spance ChildrenAos Anxiety bulan berjenis kelamin perempuan Scal. dan Buku Cerita Anak. Alat SCAS ini terdiri dari 10 soal bersaudara dengan ciri fisik berambut ditambah 10 soal yang terdiri atas 15 soal pendek dan ikal, kulit sawo matang, positif dan 5 soal negatif yang semua akan berpenampilan bersih dan rapih. An. dikategorikan menjadi 1 hingga 3 jawaban sehingga diperoleh skor dari alat tersebut kembang anak normal dan sesuai dari 20 hingga 60 dengan skor < 21: tidak dengan usianya. Didapatkan BB 19 kg, 22-46: TB 110 cm dan status gizi baik. Orang tua responden I memiliki tingkat 47-62: Penelitian ini sudah lolos uji etik Nomor Pendidikan terakhir yaitu SMA. sedang, >78 kecemasan yang sangat serius. Responden II (An. R) berumur 6 tahun 012/UPPM-ETIK/VI/2023. bersaudara dengan ciri fisik berambut Hasil Penelitian berpenampilan bersih dan rapi. An. Hasil penelitian dilaksanakan di Ruang tidak memiliki cacat fisik, tumbuh Anggrek Rumah Sakit Umum Pekerja kembang anak normal dan sesuai Jakarta. dengan usianya. An. R memiliki BB 20 Tabel 1. Karakteristik Responden kg dan TB 115 kg. Dengan status gizi Nama Responden Responden Responden Usia Jenis Status Kelamin Gizi . Perempuan Baik Perempuan Baik Orang tua responden I memiliki tingkat Pendidikan terakhir yaitu SMP. Sumber : Data Primer . Pada tabel karakteristik penelitian di atas penjelasan dari responden I dan II sebagai berikut : Responden 1 An. S berumur 4 tahun 6 Juni Purnamasari, et al. Studi Kasus: Penerapan Biblioterapi Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Pekerja JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 20-29 Tabel 2. Proses Intervensi Responden I Sumber: Data Primer . Juni Purnamasari, et al. Studi Kasus: Penerapan Biblioterapi Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Pekerja JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 20-29 Tabel 2. Proses Intervensi Responden II Sumber: Data Primer . Juni Purnamasari, et al. Studi Kasus: Penerapan Biblioterapi Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Pekerja Gambar 1. Perbandingan tingkat Kecemasan Pre dan Post intervensi pada Responden I dan Responden II Sumber : Data Primer . Tabel 4. Perbandingan Kondisi responden Sebelum dan Sesudah Intervensi Responden I No. Aspek Sebelum Respon Fisiologis Gelisah, wajah pucat. Lemas, tidak nafsu makan,sulit tidur, demam dan gelisah Sesudah Pada grafik diatas didapatkan hasil di hari Respon Kognitif Sulit Saat Respon Bingung,merasa perilaku Dan waspada. Sudah wajah tidak pucat, makan dan tidak Konsentrasi pertama intervensi sebelum dilakukannya terapi biblioterapi responden I adalah skor 60 dengan keterangan kecemasan sedang. Responden II yaitu skor 55 dengan keterangan kecemasan sedang. Pada hari ketiga setelah dilakukan intervensi terapi biblioterapi untuk responden I yaitu skor 26 dengan keterangan kecemasan ringan. Senang, dan responden II yaitu skor 22 dengan keterangan kecemasan ringan. Pembahasan Responden II No. Aspek Sebelum Respon Fisiologis Terlihat tampak takut, dan malu Respon Kognitif Respon Sulit si saat Masih terlihat takut dan Sesudah Usia Sudah malu dan Konsentra si sudah Hasil karakteristik berdasarkan usia yaitu responden memiliki usia yang berbedabeda. Responden I dengan usia 4 tahun 6 bulan dan Responden II dengan usia 6 Tingkat berdasarkan usia pada Responden I lebih tinggi dibandingkan Responden II. Hal ini Senang. Zuhdataini . semakin muda usia anak, tentunya Sumber: Data Primer . semakin tinggi. Anak usia prasekolah lebih perpisahan karena kemampuan kognitif Juni Purnamasari, et al. Studi Kasus: Penerapan Biblioterapi Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Pekerja anak yang terbatas untuk memahami sejalan dengan Pratiwi . dalam Menurut Saputro . mempengaruhi tingkat kecemasan, anak banyak dialami oleh anak prasekolah mengalami tingkat kecemasan yang tinggi dengan usia 3 sampai 6 tahun. dibandingkan anak kedua. Dukungan keluarga Pengalaman dirawat di Rumah Sakit Support sistem yang diberikan oleh keluarga Pengalaman yang tidak menyenangkan didapatkan selama anak dirawat di rumah responden I support keluarga diberikan oleh sakit akan membuat anak merasa trauma nenek dan ibunya. Responden II support dan takut. Hal ini sejalan dengan Penelitian keluarga diberikan hanya pada orang Helena . dalam pengalaman anak di rumah sakit. Responden I belum pernah . dirawat ketika dilakukan pemasangan infus keterlibatan orang tua dalam perawatan di dan mengambil darah reaksi nya takut serta rumah sakit, dapat memberikan support menangis dan Responden II sudah pernah emosional terhadap anak serta menjelaskan dirawat ketika dilakukan pemasangan infus kepada anak tentang kondisi dan memenuhi dan mengambil darah reaksi nya menangis kebutuhan anak selama di rawat. Menurut sebentar saja. Dengan Kurniawan Sarah . orang tua juga harus bisa Hampir semua anak merasakan selalu tampak bahagia, senang dalam menghadapi tingkah laku anak baik secara ruang rawat inap. Hal ini sejalan dengan ekspresi, ucapan dan hati. Agar anak dalam Oktaffrastya masa perawatan dapat yang anak rasakan meliputi kebisingan . Ketidaknyamanan suara dari pasien lain yang menangis atau suara mengobrol, ruang rawat yang Karakteristik Saudara . nak ke-) panas, ruang perawatan intensif sangat Kedua responden memiliki latar belakang dingin serta sarana perawatan seperti keluarga yang berbeda. Responden I tempat tidur keras dan perlak pelapis yang merupakan anak pertama dan Responden meninmbulkan gatal. Suasana ruang rawat II anak kedua dalam keluarganya. Hal ini yang tidak nyaman membuat anak Juni Purnamasari, et al. Studi Kasus: Penerapan Biblioterapi Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Pekerja terbangun saat tidur. Dengan observasi peneliti menunjukkan bahwa responden I mengalami sulit tidur dikarenakan dari pasien lain menangis dan suara mengobrol support emosional terhadap si anak maka sedangkan responden II merasa nyaman. responden I di dampingi oleh nenek dan Pada Dan responden II di dampingi oleh Kesimpulan kedua orang tuanya. Pada karakteristik responden pada Pada karakteristik . nak ke-), anak kecemasan anak usia prasekolah yang mengalami tingkat kecemasan yang tinggi dibandingkan dengan anak kedua atau sebanyak 2 responden dengan 2 anak- yang lainnya di responden I anak pertama anak Perempuan. Pada responden I belum dan responden II anak kedua. sekolah dan responden II berpendidikan Pada pengalaman anak selama di PAUD. rumah sakit, jika anak belum punya pengalaman di rawat di rumah sakit dilakukan intervensi terapi biblioterapi didapatkan kecemasan yang tinggi dan pada responden I yaitu kecemasan sedang Di responden I mengalami sulit dengan skor 60, dan tingkat kecemasan pada responden II yaitu kecemasan sedang dengan skor 55. Dan Tingkat sedangkan responden II merasa nyaman. Pada kecemasan setelah dilakukan intervensi Daftar Pustaka