JPN Jurnal Pembangunan Nagari Vol. No. Desember, 2023. Hal. DOI: 10. 30559/jpn. Copyright A Balitbang Provinsi Sumatera Barat ISSN: 2527-6387 Balitbang Provinsi Sumatera Barat Pengaruh Parik Pengolahan Gambir terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Petani Gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru Winda Dahlia Putri1. Silfia Silfia2. John Nefri3 Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Lima Puluh Kota. Indonesia. Email: windasaja985@gmail. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Lima Puluh Kota. Indonesia. Email: silfiasukri@gmail. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Lima Puluh Kota. Indonesia. Email: johnnefri@gamil. Artikel Diterima: . Oktober 2. Artikel Direvisi: . November 2. Artikel Disetujui: . Desember 2. ABSTRACT The development of gambier is hampered by low productivity and quality. the lack of technological support and the formation of gambier prices is determined by exporters and importers. The establishment of a gambier processing factory is a hope because the existence of the industry in an area has an impact on the socioeconomic impact of the community. This research aims to: . Analyze the impact of gambier processing factories on the socio-economic conditions of gambier farming, . Describe the factors that play a role in gambier farmers in the presence of gambier processing factories. The location was chosen purposively in Pangkalan Koto Baru District. The analysis method is mixed methods. The results of the research show the significance of the influence of the gambier processing factory (X) on the socio-economic conditions of gambier farmers where (Y) is 0. 00 < 0. 05 and the t value is 5. 468 > t table 1. 660, so H0 is rejected and Ha is accepted, meaning there is The influence of gambier processing factories on the socio-economic conditions of gambier farmers is Factors that play a role in gambier farmers due to the existence of a gambier processing factory in Pangkalan Koto Baru District are relative advantages in terms of cost, time and number of workers, compatibility, complexity and triability. Keywords: Community Plantation. Agricultural Development. Farmers Economic Collaboration. ABSTRAK Pengembangan gambir terkendala rendahnya produktivitas dan kualitas, minimnya dukungan teknologi dan pembentukan harga gambir yang ditentukan oleh eksportir dan importer. Pendirian pabrik pengolahan gambir menjadi harapan karena keberadaan industri di suatu daerah berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan: . Menganalisis dampak pabrik pengolahan gambir terhadap kondisi sosial ekonomi petani gambir, . Mendeskripsikan faktor-faktor yang berperan terhadap petani gambir dengan adanya pabrik pengolahan gambir. Pemilihan lokasi secara purposive di Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Metode analisis bersifat mix methods. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi pengaruh pabrik pengolahan gambir (X) terhadap kondisi sosial ekonomi petani gambir, dimana (Y) adalah 0,00 < 0,05 dan nilai thitung 5,468 > ttabel1,660 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh antara pabrik pengolahan gambir terhadap kondisi sosial ekonomi petani gambir secara signifikan. Faktor yang berperan terhadap petani gambir akibat adanya pabrik pengolahan gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru yaitu keuntungan relatif dari segi biaya, waktu dan jumlah tenaga kerja, kompatibilitas, kompleksitas dan triabilitas. Kata kunci: Pembangunan Pertanian. Perkebunan Rakyat. Kolaborasi Ekonomi Petani. Pendahuluan Sektor pertanian merupakan salah sektor strategis yang berperan dalam perekonomian Sektor ini menjadi prioritas yang dapat diandalkan dalam pemulihan perekonomian Penulis Koresponden: Nama : Winda Dahlia Putri Email : windasaja985@gmail. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2023 | 105 baik ditingkat regional maupun ditingkat nasional (Syarief et al. , 2. Oleh karena itu, berbagai kebijakan dan investasi telah dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong pertumbuhan disektor pertanian. Salah satu subsektor yang merupakan penyumbang terbesar terhadap perekonomian Indonesia adalah subsektor tanaman perkebunan. Subsektor ini merupakan penyumnbang terbesar kedua setelah subsektor tanaman pangan terhadap nilai tambah sektor pertanian (Sebayang et al. , 2. Namun, pengembangan sektor pertanian yang mempunyai keunggulan komparatif sekaligus kompetitif dalam upaya peningkatan devisa negara tidak semudah yang diinginkan. Produksi dan harga usaha perkebunan fluktuatif, dimana usaha perkebunan sangat peka terhadap intensif ekonomi (Nasrul et al. Salah satu komoditi perkebunan yang memiliki potensi ekonomi tinggi dan banyak diusahakan melalui perkebunan rakyat adalah gambir. Produk gambir yang dikenal dan diusahakan masyarakat adalah getah hasil esktraksi dari daun dan ranting muda yang telah Getah tersebut mengandung katecin, tanin, katecu, kuerselin, fluoresin dan lilin (Harianti, 2. Ekstraksi getah dari daun dan ranting gambir tersebut dilakukan dengan cara direbus dan di "kempa" dengan alat pengempa. Indonesia merupakan produsen penting tanaman gambir di tingkat nasional dan internasional dimana sekitar 80% ekspor gambir berasal dari Indonesia (Nasrul et al. , 2. Sumatera Barat merupakan produsen gambir terbesar di Indonesia yang memasok 80% sampai 90% dari total produksi gambir nasional. Jumlah produksi gambir di Sumatera Barat pada tahun 2020 sebanyak 7. 582,00 ton dan luas areal produktif 28. 739,50 Ha. Produksi gambir terbesar di Sumatera Barat berada di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan produksi pada tahun 2020 mencapai 16. 574,00 ton dan mengalami peningkatan pada tahun 2021 547,50 ton (BPS Provinsi Sumatra Barat , 2. Usaha tani gambir di Kab. Lima Puluh Kota dikelola secara tradisional yang menghasilkan bentuk, fisik, cetakan maupun mutu yang masih beragam. Hal ini berpengaruh terhadap produktifitas dan kualitas produk gambir tersebut. Menurut Nasution et al. , . masalah utama dalam pengembangan gambir adalah rendahnya produktivitas dan kualitas produk akibat dari penanganan usaha gambir oleh petani. Penanganan gambir dari hulu sampai ke hilir masih dilakukan secara tradisional. Cara bercocok tanam, kualitas produk dan proses pascapanen . belum optimal karena minimnya dukungan teknologi. Disisi lain, mekanisme pembentukan harga gambir yang ditentukan oleh eksportir dan importir gambir juga merupakan masalah dalam usahatani gambir. Tertutupnya informasi harga gambir tersebut menyebabkan lemahnya bargaining power petani gambir dan menempatkan petani gambir sebagai price taker dalam sistem pemasaran gambir. Ini relevan dengan keterbatasan perkebunan rakyat sebagai usaha tani skala kecil. Usaha tani skala kecil memiliki skala usaha yang tidak ekonomis, sumberdaya manusia yang rendah dan sumberdaya lainnya terbatas, lemah akses dan kekurangan informasi. Usaha tani skala kecil tidak memiliki kekuatan dalam perdagangan dan menerima pendapatan yang Padahal, peran yang dimiliki usaha tani skala kecil sebagai pelaku riil sistem produksi . n far. meliputi produsen pertanian, pengelola kerjasama permodalan, tenaga kerja dan pemasaran produk (Sumaryanto, 2009. APCAS, 2010. Thapa, 2010. Syahyuti, 2013. Lowder, , 2. Imanullah,et. , 2016. Najeera, 2017. Sudaryanto and Simatupang, 2017. 106 | Winda Dahlia Putri. Silfia Silfia, & John Nefri Raungpaka and Savetpanuvong, 2017. Banik, 2017: Vernet et al. , 2019. Upadhaya et. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas gambir adalah mendorong industri produk gambir . atekin dan tani. dan industri hilir produk gambir untuk meningkatkan perekonomian daerah. Pendirian pabrik pengolahan gambir merupakan upaya dan dukungan yang harus dilakukan oleh pemerintah dan swasta. Usaha peningkatan produksi dan kualitas gambir rakyat secara otomatis akan meningkatkan kondisi sosial ekonomi petani, dengan kata lain peningkatan produktivitas dan kualitas hasil kebun tidak ada gunanya, jika keadaan sosial ekonomi petani tidak berubah. Pemerintah perlu menetapkan kebijakan tidak langsung untuk menciptakan konsepsi yang konduktif (Analia et al. , 2. Pendirian pabrik pengolahan gambir di Kec. Pangkalan Koto Baru Kab. Lima Puluh Kota sejak tahun 2015 merupakan salah satu dukungan dari pihak swasta untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas gambir. Namun, bagaimana dampak pendirian terhadap perkembangan agribisnis gambir, kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar dan petani gambir terutama petani usaha kecil. Riset terhadap perkembangan agribisnis gambir telah banyak dilakukan terkait budidaya, bisnis dan pemasaran bahkan farmasi dan medis. Beberapa penelitian juga sudah menggali masalah maupun strategi pengembangan (Aditya & Aryanti, 2016. Dhalimi, 2006. Oshikado et al. , 2007. Sahat et al. , 2. Namun, belum ada penelitian yang menunjukkan pengaruh pendirian pabrik pengolahan gambir. Pabrik pengolahan gambir yang sudah berdiri sejak tahun 2015 di Kec. Pangkalan Koto Baru Kab. Lima Puluh Kota merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan kualitas gambir rakyat yang secara otomatis akan meningkatkan kondisi sosial ekonomi petani gambir. Oleh karena itu penelitian ini akan menganalisis pengaruh pabrik pengolahan gambir terhadap kondisi sosial ekonomi petani gambir dan mendeskripsikan faktor-faktor yang berperan terhadap usaha tani gambir dengan adanya pabrik pengolahan gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Metodologi Riset ini di laksanakan di Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive pada salah satu sentra produksi tanaman gambir sekaligus lokasi berdirinya pabrik pengolahan gambir. Data yang digunakan yaitu data sekunder dan primer. Data sekunder berupa data global, nasional dan lokal serta literatur pembanding diperoleh melalui studi pustaka dari buku, jurnal, artikel ilmiah dan data terdokumentasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang berkaitan dengan objek penelitian. Data primer adalah data yang diperoleh melalui survei langsung ke lokasi penelitian oleh peneliti. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, wawancara, dokumentasi, dan observasi Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan sampel sebanyak 100 orang petani gambir dari total populasi 1. 712 petani. Metode penentuan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10%. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa proses tahapan yaitu cording data . anda kode berupa angka dari setiap jawaban responde. , tabulasi data, skala likert, analisis menggunakan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS), dan pengambilan keputusan dari analisa data. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2023 | 107 Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif untuk tujuan pertama dan deskriptif kualitatif untuk tujuan kedua. Uji asumsi dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah uji normalitas dan uji homogenisitas. Untuk menentukan tingkat indeks dalam persentase pengaruh pabrik pengolahan gambir terhadap kondisi sosial ekonomi petani gambir menggunakan rumus (Moh. Nazir, 2. Teknik analisa data yang digunakan untuk menganalisis pengaruh pabrik pengolahan gambir terhadap kondisi sosial ekonomi petani gambir di Kecamatan Pangkalan Koto baru menggunakan analisis statistik dengan metode regresi linear sederhana. Prediksi perubahan suatu variabel dependen berdasarkan perubahan suatu variabel independen adalah menggunakan persamaan umum regresi linear sederhana dengan rumus (Sugiyono, 2. YAo = b Keterangan: YAo = Y1: pendidikan anak. Y2: hubungan sosial. Y3: kesehatan Y4: Pendapatan Y5: tenaga kerja Y6: waktu kerja a = Konstanta atau bilangan harga X = 0 b = Koefisien regresi . , yang menunjukan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b ( ) maka naik, dan bila (-) maka terjadi penurunan X = X1: kegiatan industri X2: dampak kegiatan industri Uji parsial . dilakukan untuk pengambilan keputusan dari H0 dan Ha diterima atau ditolak, maka dilakukan pengujian atas hipotesis yang telah diajukan menggunakan uji t untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara individual terhadap variabel dependen apakah pengaruhnya signifikan atau tidak. Menurut Ghozali . uji statistik t atau uji signifikansi parameter individual. Uji t dilakukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel , apabila thitung > ttabel dapat disimpulkan variabel bebas secara parsial memiliki pengaruh nyata terhadap variabel terikat dan sebaliknya. Jika nilai Sig. t < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, jika Sig. t > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hasil dan Pembahasan Pengaruh Pabrik Pengolahan Gambir terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Petani Gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru Hasil Uji Asumsi Dasar Hasil Uji Normalitas Penggunaan uji normalitas untuk mengetahui apakah data berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas secara angka dapat diuji melalui uji Kolmogorov-Smirnov. Dalam pengujian K-S dilihat melalui nilai signifikansi yang tertera pada tabel OneSample Kolmogorov-Smirnov Test. Apabila pada tabel nilai Sig. > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa model tidak melanggar asumsi normalitas. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada table 108 | Winda Dahlia Putri. Silfia Silfia, & John Nefri Tabel 1. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirbov Test Hasil Uji Signifikan Kolmogorov-Smirbov 0,060 Sumber: Hasil Output SPSS, 2022 Tabel 1. menunjukkan nilai signifikansi 0,060 yang berarti lebih besar dari 0,05. Oleh sebab itu dapat disimpulkan tidak terjadi pelanggaran asumsi normalitas atau data yang digunakan dari 100 orang responden petani gambir berdistribusi secara normal. Hasil Uji Homogenitas Uji homogenitas atau homogenitas varians dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam variabel x dan y bersifat homogen atau tidak atau untuk mengetahui varian dari beberapa populasi sama atau tidak. Jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05 maka dikatakan bahwa varians dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah sama. Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi 0,534 (> 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa data mempunyai varians yang sama . Tabel 2. Hasil Uji Homogenitas Hasil Uji Homogenitas Signifikan 0,534 Sumber: Hasil Output SPSS, 2022 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linear sederhana digunakan sebagai alat analisis statistik karena penelitian dirancang untuk meneliti variabel-variabel yang berpengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen, hasilnya dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Uji Regresi Linear Sederhana Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Keberadaan Pabrik Dependent Variable: Kondisi Sosial Ekonomi Sig. Sumber: Hasil Output SPSS, 2022 Tabel 3 menunjukkan nilai konstan . adalah 17,605. Angka ini memiliki arti bahwa jika tidak ada keberadaan pabrik (X) maka nilai konsistensi kondisi sosial ekonomi (Y) adalah sebesar 17,605. Dan b memiliki nilai koefisien regresi sebesar 2,843. Angka ini mengandung arti bahwa setiap penambahan 1% keberadaan pabrik (X), maka kondisi sosial ekonomi (Y) akan meningkat sebesar 2,843. Sehingga hasil persamaan regresi Y = 17,605 2, 843X. Uji validasi persamaan regresi dengan menggunakan uji t pada tingkat kepercayaan 95% dan derajat kebebasan 98 menunjukkan bahwa nilai Sig t yaitu 0,00 < 0,05 dan nilai thitung 5,468 > ttabel 1,660, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti terdapat pengaruh kegiatan pabrik dan dampak yang ditimbulkan oleh pabrik terhadap pendidikan anak, hubungan sosial, kesehatan, pendapatan, waktu kerja dan tenaga kerja rumah tangga petani gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian yang dikemukakan Defrizan et al. , . Nawawi et al. , . Siradjuddin et al. , . tentang pengaruh positif dari keberadaan Pengaruh positif berupa membuka lowongan pekerjaan, meningkatnya pendapatan. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2023 | 109 tingkat pendidikan, hubungan sosial, kesehatan, kesempatan kerja, dan membuka peluang usaha lain karena pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi teramat pesat. Pendirian Pabrik Pengolahan Gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru ini menunjukkan pembangunan yang berdampak pada suatu perubahan sosial ekonomi. Sebelum berdirinya pabrik gambir, mayoritas penduduknya bermata pencarian sebagai petani gambir dan karet, namun belum dilakukan secara optimal. Menurut Aditya & Ariyanti . , pemanfaatan gambir selama ini masih belum optimal karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam ekstraksi gambir. Setelah berdirinya pabrik gambir membuat perubahan pada masyarakat di Kecamatan Pangkalan Koto Baru dan daerah lain antara lain terbukanya beberapa lapangan pekerjaan baru seperti menjadi buruh pada saat proses pembangunan pabrik gambir sampai pabrik tersebut beroperasi. Kegiatan pabrik mengolah bahan baku menjadi bahan setengah jadi atau jadi juga membutuhkan tenaga kerja yang dapat mengurangi Disamping itu, ada juga masyarakat yang mendirikan warung makan disekitar pabrik sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat. Keberadaan industri juga memberikan kerugian bagi manusia maupun lingkungan seperti pencemaran udara karena banyaknya kendaraan yang keluar masuk pabrik dan pencemaran air akibat limbah pabrik yang tidak dikelola dengan baik. Menurut Siradjuddin et al. , . keberadaan industri di suatu daerah dapat mengurangi keyamanan masyarakat sekitar. Mengurangi kenyamanan yang dimasud adalah pencemaran udara karena banyaknya kendaraan karyawan yang melintas dan menyebabkan pencemaran suara dari mesin pabrik sehingga mengeluarkan suara bising yang akan berdampak pada masyarakat pada lokasi yang dekat dengan pabrik serta pencemaran air akibat limbah industri yang tidak dikelola dengan Namun, keluhan dampak negative pendirian pabrik pengolahan gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru masih belum ditemukan. Faktor-faktor yang berperan terhadap Petani Gambir dengan adanya Pabrik Pengolahan Gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru Faktor-faktor yang berperan terhadap petani gambir dengan adanya pabrik pengolahan gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru dilihat dari sifat petani dalam penggunaan teknologi yang secara langsung atau tidak langsung akan ikut berperan terhadap petani gambir dalam memilih tindakan melakukan pengolahan gambir sendiri atau menjual dalam bentuk daun segar. Faktor -faktor ytersebut dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Faktor yang berperan terhadap Petani Gambir akibat adanya Pabrik Pengolahan Gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru Sebelum Sesudah Faktor yang Jumlah Presentase Jumlah Presentase Berperan . (%) . (%) Keuntungan Relatif Biaya Lebih Mahal Lebih Murah Waktu Lebih Lama Lebih Sedikit Tenaga Lebih Banyak Lebih Sedikit Kompatibilitas 110 | Winda Dahlia Putri. Silfia Silfia, & John Nefri Sesuai Kebutuhan Sesuai Tidak Sesuai Sesuai Nilai Sesuai Tidak Sesuai Kompleksitas Kerumitan Mempraktekkan Tidak Rumit Lebih Rumit Triabilitas Kemudahan Mencobakan Mudah Dicobakan Tidak Mudah Dicobakan Observabilitas Hasil Dapat Diamati Mudah Diamati Tidak Mudah Diamati Total Sumber: Hasil output data primer telah diolah penulis, 2022 Keuntungan Relatif Tabel 4 menunjukkan keuntungan relatif petani gambir sebelum adanya pabrik pengolahan gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Petani mengeluarkan biaya lebih mahal untuk mengolah gambir dalam bentuk getah . %), sedangkan hanya 8 persen petani mengakui mengeluarkan biaya lebih murah biaya mengolah gambir dalam bentuk getah. Sesudah adanya pabrik pengolahan gambir, sebanyak . %) petani mengakui mengeluarkan biaya lebih murah dengan menjual gambir dalam bentuk daun segar, dan hanya 8% petani yang mengeluarkan biaya lebih mahal untuk menjual gambir dalam bentuk daun segar. Keuntungan relatif petani yaitu sejauh mana suatu teknologi yang ada apabila digunakan memberikan keuntungan yang lebih. Petani yang menjual dalam bentuk daun segar menyatakan bahwa biaya yang digunakan sama dari pra budidaya, yang berbeda hanya biaya saat pasca panen tanaman gambir. Pasca panen tanaman gambir dalam bentuk getah memerlukan biaya seperti: biaya peralatan, biaya penyusutan peralatan, biaya kayu bakar, dan bunga modal. Sedangkan menjual daun gambir segar pada saat pasca panen hanya memerlukan biaya seperti: pembelian pisau tuai untuk memetik daun gambir, biaya karung goni, dan biaya tali yang didukung oleh pendapat responden B yang menyatakan bahwa: Bapak kalau melakukan pengampaan biasanya mengeluarkan biaya untuk membeli peralatan untuk melakukan pengampaan pada saat pasca panen tanaman gambir untuk menghasilkan getah jadi karna ada beberapa peralatan yang digunakan pada saat pasca panen tidak memiliki nilai ekonomis yang lama. Biaya yang di keluarkan untuk pengampaan biasanya biaya membeli kancah, kapuak sami, tali palilik, dongkrak, ambuang, pisau tuai dan biaya untuk makan selama 3- 6 hari diladang sebelum getah gambir dibawa pulang untuk di jual ke pengumpul sedangkan biaya yang Bapak gunakan pada saat pasca panen tanaman gambir dalam bentuk daun biaya yang digunakan biaya membeli pisau tuai, goni dan tali untuk mengikat daun gambir (Responden B. Wawancara, 4 April 2. Hasil wawancara dengan petani menyatakan bahwa biaya yang digunakan pada saat pasca panen pengampaan lebih besar dari pada biaya untuk menjual daun gambir segar. Hal ini didukung oleh pendapat Febriyeny . , biaya yang digunakan petani mengolah sendiri meliputi biaya (TKDK. Penyusutan peralatan, sewa lahan sendiri, kayu bakar, dan bunga moda. , sedangkan untuk petani yang menjual daun gambir segar tidak mengeluarkan biaya sewa peralatan kempa karena tidak dilakukan pengolahan gambir, hanya memerlukan biaya Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2023 | 111 tali untuk mengikat daun gambir sebelum dibawa ke tempat penjualan daun gambir. Oleh karena itu produksi gambir yang dihasilkan oleh petani gambir dapat menentukan pendapatan petani itu sendiri (Syarief et al. , 2021. Tinendung, 2. Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan pendapatan dan dihadapi petani gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru antara lain kondisi harga gambir saat ini yang masih rendah, yaitu berkisar antara Rp25. 000-Rp32. 000/kg dan harga daun segar sekitar Rp 2. 000Rp. 3000/kg nya. Menurut Rahima et al. , . , rendahnya harga gambir ini diakibatkan karena rendahnya kualitas produk yang dihasilkan oleh petani yang mengakibatkan rendahnya posisi tawar petani terhadap produk yang dihasilkan. Pada umumnya petani masih mengalami kesulitan dalam usaha untuk meningkatkan taraf hidupnya (Nainggolan, 2. Dari segi lamanya waktu yang dibutuhkan petani untuk mengolah gambir dalam bentuk hanya 9% petani yang tidak membutuhkan waktu lebih banyak dalam menghasilkan getah gambir, mayoritas . %) petani membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk menghasilkan getah gambir. Sebaliknya, untuk menjual dalam bentuk daun segar, 91% petani tidak membutuhkan waktu yang lebih banyak, hanya 9% petani memerlukan waktu yang lebih banyak. Hal ini disebabkan petani yang melakukan pengempaan memerlukan waktu sekitar 2-3 hari di lahan untuk menghasilkan gambir dalam bentuk getah. Sedangkan petani yang menjual dalam bentuk daun segar hanya memerlukan waktu dari pagi sampai sore untuk menghasilkan daun gambir segar yang akan dijual kepada pengumpul. Panen biasanya dilakukan pada pagi hari, yaitu dengan cara memangkas ranting gambir menggunakan tuai atau gunting pada jarak 5 cm dari pangkalnya, supaya tunas baru pada ketiak ranting dapat tumbuh dengan baik (Ermiati, 2. , hal ini didukung oleh pendapat responden B yang menyatakan bahwa: Bapak ketika melakukan pengampaan waktu yang digunakan untuk menghasilkan gambir dalam bentuk getah sekitar 2-3 hari tergantung berapa pemasakan yang digunakan pada saat melakukan pengolahan gambir, sedangkan menjual dalam bentuk daun gambir segar hanya dari pagi sampai sore sekitar jam 00 WIB terkadang ada juga Bapak mulai dari jam 07. 00Ae10. 00 WIB dan setelahnya bisa istirahat di rumah dan dimulai lagi pada jam 13. 00 WIB baru nantinya di jual ke pengumpul (Responden B. Wawancara, 4 April 2. Hasil wawancara menunjukkan bahwa waktu yang digunakan petani untuk melakukan pengempaan lebih banyak daripada menjual dalam bentuk daun gambir segar. Disamping itu, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan juga lebih banyak. Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengolah getah gambir sebanyak 2-3 orang, sedangkan untuk menjual gambir dalam bentuk daun segar hanya butuh satu orang tenaga kerja. Keuntungan relatif yang berperan terhadap petani apabila menjual dalam bentuk daun gambir segar hanya berbeda pada jumlah tenaga kerjanya sedangkan dari segi waktu dan biaya hanya memerlukan biaya yang sedikit dan waktu yang lebih sedikit pada saat menjual dalam bentuk daun segar, hal ini didukung oleh pendapat Darusalam et al. , . yang menyatakan bahwa sikap petani dipengaruhi oleh karakteristik inovasi seperti keuntungan relatif, harga ekonomis dan murah, mudah dicoba serta dapat meningkatkan produksi. Kompatibilitas Kompatibilitas atau kesesuaian yaitu sejauh mana teknologi pengolahan yang ada memiliki kesesuain baik dengan kebutuhan petani maupun dengan nilai atau norma dan kebudayaan masyarakat dimana modernisasi pertanian juga dapat sebagai proses untuk mensejahterakan 112 | Winda Dahlia Putri. Silfia Silfia, & John Nefri tahapan pembagunan pertanian dengan pembangunan pertanian di negara maju serta memanfaatkan teknologi terbaru yang sesuai dengan agroeteknologi dan sosial ekonomi petani, produktif, efektif, efisien, dan mengguntungkan (Tarigan, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4% petani menyatakan sesuai dengan kebutuhan pada saat mengolah dalam bentuk getah, sebanyak 96% petani menyatakan tidak sesuai dengan kebutuhan pada saat mengolah dalam bentuk getah. Sedangkan menjual dalam bentuk daun segar, sebanyak 96% menyatakan sesuai kebutuhan, hanya 4% petani yang menilai tidak sesuai. Apabila dilihat dari segi nilai atau norma dalam masyarakat petani mengolah dalam bentuk getah, sebanyak 15% menyatakan sesuai nilai, sedangkan 85% petani meyatakan tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan, mengolah dalam bentuk daun sebanyak 85% petani menyatakan sesuai dengan nilai, hanya 15% petani menyatakan tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Jadi, kompatibilitas ikut berperan terhadap petani dalam menjual dalam bentuk getah atau bentuk daun gambir segar, karena sektor pertanian mengalami transformasi yang didorong oleh temuan teknologi baru yang sangat menjanjikan perbaikan produktivitas dan profitabilitas (Oeng et al. , 2. Kompleksitas Kompleksitas yaitu proses pengolahan dengan teknologi yang ada cukup rumit untuk dilaksanakan, atau dengan kata lain penggunaan teknologi lebih rumit atau tidak rumit bagi Pada tabel 4 teridentifikasi 3 % petani menyatakan tidak rumit mengolah dalam bentuk getah, sebanyak 97% petani menyatakan lebih rumit. Sedangkan pada pengolahan berbahan daun, sebesar 97% petani menyatakan tidak rumit, hanya sebanyak 3% petani menyatakan lebih rumit. Ini berarti penggunaan teknologi yang ada tidak rumit untuk dilakukan karena bisa menggunakan pisau tuai dan gunting dalam memetik daun. Kompleksitas teknologi yang ada ikut berperan terhadap petani dalam memilih menjual dalam bentuk getah atau daun gambir segar karena inovasi baru akan sangat mudah untuk dimengerti dan disampaikan manakala cukup sederhana (Mardikanto, 2. Sistem pertanian modern pun kental dengan penggunaan teknologi yang lebih canggih dibandingkan pertanian lokal (Sari & Haryanto, 2. Pengalaman merupakan salah satu sarana tidak langsung untuk meningkatkan taraf hidup para petani, semakin lama petani dalam berusaha tani maka diharapkan petani akan mampu mengelola usahataninya dengan baik (Thamrin & Herman. Triabilitas Triabilitas adalah tingkat kecobaan suatu teknologi, dengan kata lain apakah teknologi yang ada mudah dicobakan atau tidak mudah dicobakan oleh petani gambir baik mengolah dalam bentuk getah maupun dalam bentuk daun gambir segar. Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa 100% petani menyatakan teknologi tidak mudah dicobakan, karena apabila petani menjual dalam bentuk olahan, maka teknologi yang ada sangat sulit untuk dicobakan bagi pemula. Petani pemula harus memiliki keahlian untuk menggunakan alat kempa dalam proses pengolahan gambir menjadi getah. Sebaliknya, sebanyak 100% responden menyatakan bahwa teknologi yang digunakan apabila mereka menjual dalam bentuk daun segar mudah untuk dicobakan. Hal ini disebabkan karena proses pemetikan daun tidaklah rumit untuk dicobakan apabila petani mengetahui ranting tanaman gambir mana yang sudah layak untuk dipetik. Hasil ini Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2023 | 113 sesuai dengan pendapat Mardikanto . yang menyatakan bahwa teknologi baru yang tidak mahal dan mudah dikerjakan oleh petani. Observabilitas Observabilitas yaitu sejauh mana hasil-hasil suatu inovasi dapat diamati orang lain, dapat diartikan dengan tingkat kemudahan hasil kerja teknologi yang ada dapat diamati orang dalam bentuk getah ataupun menjual dalam bentuk daun gambir segar. Tabel 4 menunjukkan sebanyak 79% petani menyatakan teknologi pengolahan yang dilakukan petani mudah diamati, sedangkan . %) petani menyatakan hasil teknologi pengolahan gambir yang dilakukan petani tidak mudah diamati. Sebaliknya, 21% petani menyatakan hasil teknologi yang digunakan pabrik mudah diamati, sedangkan 79% petani menyatakan hasil teknologi yang digunakan pabrik tidak mudah diamati. Hal ini disebabkan karena tidak semua petani bisa mengamati proses produksi yang dilakukan oleh pihak pabrik. Hanya petani sekitar pabrik yang bisa mengamatinya, karena petani di sana langsung menjual bahan baku pada pabrik pengolahan gambir yang berada di Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Observabilitas tidak ikut berperan terhadap petani gambir dalam menjual gambir dalam bentuk getah atau bentuk daun segar. Menurut Fatchiya et al. , . proses adopsi petani memerlukan dasar-dasar pertimbangan yang dianggap benar, baik dan layak dilakukan untuk diri sendiri maupun di lingkungan sekitarnya. Sebagain petani masih memerlukan pertimbangan dan pengesahan dari pihak lain, baik secara individu maupun kelembagaan mengenai kelayakan inovasi. Jenis inovasi teknologi pertanian yang berkembang atau diterapkan oleh petani tergantung pada kondisi agrosistem wilayah setempat (Fatchiya et al. Kesimpulan dan Rekomendasi Penelitian tentang pengaruh pabrik pengolahan gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru dapat disimpulkan bahwa kegiatan industri dan dampak kegiatan pabrik gambir berpengaruh sangat nyata terhadap terhadap pendidikan anak, hubungan sosial, kesehatan, pendapatan, waktu kerja dan tenaga kerja rumah tangga usaha tani gambir gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru (P O 0,. Faktor yang berperan terhadap petani gambir akibat adanya pabrik pengolahan gambir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru yaitu keuntungan relatif dari segi biaya, waktu dan jumlah tenaga kerja, kompatibilitas, kompleksitas dan triabilitas. Penelitian ini merekomendasikan. Pabrik pengolahan gambir yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota agar menetapkan harga daun gambir tertinggi di tingkat petani supaya kehidupan petani menjadi lebih baik Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dapat memfasiltasi dalam perbaikan dan perkembangan komoditi gambir sebagai sektor unggulan yang bisa berperan lebih besar lagi dalam perekonomian di Kabupaten Lima Puluh Kota. Ucapapan Terima Kasih Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada saemua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, sehingga kegiatan penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. 114 | Winda Dahlia Putri. Silfia Silfia, & John Nefri Konflik Kepentingan Penulis menyatakan tidak memiliki konflik kepentingan dalam penelitian dan penulisan artikel ini. Referensi