Civil Engineering Collaboration https://jcivil-upiyptk. org/ojs Vol. Hal: 1-9 No . e-ISSN: 2615-5915 Evaluasi Struktur Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kuantan Singingi dengan Metode Analisis Pushover Rama Dandi1. Nanda2. Mayozzi Chairi3 Rafki Imani4A, 1,2,3,4 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Putra Indonesia AuYPTKAy Padang rafimani17@yahoo. Abstract The earthquake caused damage to buildings and loss of life. The city of Ternate has recorded an earthquake that recently occurred, namely on November 15, 2014 with a magnitude of 7. 3 on the Richter scale (SR), on January 25, 2015 with a magnitude of 5. 4 on the Richter Scale, on June 8, 2016 with a magnitude of 6. 6 on the Richter Scale and many more. earthquakes that have occurred. The purpose of this study was to determine the pushover analysis procedure to evaluate the performance of the building structure and to determine the pattern of the collapse of the building structure after being analyzed by pushover. This study uses the Static Pushover Analysis method with reference to the displacement coefficient method (FEMA 356, 2. The lateral load used is the result of an equivalent static analysis which is carried out monotonically in one direction. Research shows that there are several conclusions. First, the maximum pushover displacement . in the X direction is Sa = 0. 018 and Sd = 0. 402 while for the value of Push Y is Sa = 0. 014 and Sd = 403 while the results of the Push X analysis value of yumax total drift is 0. 00097 and the value of yumax is inealastic drift 018890, while Push Y, the value of yumax total drift is 0. 000871 and the maximum value of inealastic drift is 0. Based on the ATC-40 the results of these calculations are included in the Immediate Ocupancy (IO) class, which means that if an earthquake occurs, only slight structural damage will occur. The characteristics and capacity of the vertical and lateral force resisting system on the structure are still the same as the conditions where the earthquake had not occurred, so that the building is safe and can be used immediately. Keywords: building structure, pushover analysis, plastic Joint, displacement. ATC-40 Abstrak Gempa bumi menyebabkan kerusakan bangunan dan korban jiwa. Kota Ternate tercatat telah terjadi gempa bumi yang belum lama terjadi, yaitu pada 15 November 2014 berkekuatan 7,3 skala richter (SR), pada 25 Januari 2015 berkekuatan 5,4 SR, pada 8 Juni 2016 berkekuatan 6,6 SR dan masih banyak lagi gempa-gempa yang telah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur analisis pushover untuk mengevaluasi kinerja struktur gedung dan untuk mengetahui pola keruntuhan struktur gedung setelah dianalisis dengan Penelitian ini menggunakan metode Static Pushover Analysis dengan mengacu pada metode koefisien perpindahan (ATC-. Beban lateral yang digunakan merupakan hasil dari analisis statik ekuivalen yang dikerjakan bertahap secara monotonik dalam 1 arah. Penelitian menunjukan bahwa ada beberapa kesimpulan. Pertama, perpindahan hasil pushover maksimum . arah X adalah Sa=0,018 dan Sd=0,402 sedangkan untuk nilai dari Push Y adalah Sa=0,014 dan Sd=0,403 sedangkan hasil analisis Push X nilai yumax total drift 0,00097 dan nilai yumax inealastic drift 0,018890, sedangkan Push Y, nilai yumax total drift 0,000871 dan nilai maksimun inealastic drift 0,016990. Berdasarkan ATC-40 hasil dari perhitungan tersebut masuk kedalam kelas Immediate Ocupancy (IO) yang artinya apabila terjadi gempa, hanya sedikit kerusakan structural yang terjadi. Karakteristik dan kapasitas system penahan gaya vertikal dan lateral pada struktur masih sama dengan kondisi dimana gempa belum terjadi, sehingga bangunan aman dan dapat langsung dipakai. Kata kunci: struktur gedung, pushover analysis, sendi plastis, perpindahan. ATC-40 CEC is licensed under a Creative Commons 4. 0 International License. menyebabkan Indonesia menjadi sangat rawan terhadap gempa bumi . Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dalam proses perencanaan struktur bangunan di Indonesia sangat penting bagi perencana untuk Kuantan Singingi adalah salah satu tempat aktifitas meninjau zona yang ada di Indonesia, hal ini umum yang sering digunakan oleh pengunjung dan dikarenakan Negara Indonesia menempati pertemuan terdiri dari 4 lantai dan berbagai macam ruangan dan tiga lempeng besar zona tektonik utama, diantaranya beberapa lantai. Maka dari itu perlu dilakukan pengecekan kinerja lempeng Eurasia. Pasifik dan Indo-Australia yang struktur gedung tersebut, seperti yang kita ketahui Pendahuluan Diterima: 05-03-2025 | Revisi: 02-05-23 | Diterbitkan: 30-04-2025 | doi: 10. 35134/jcivil. Rama Dandi, dkk sumatera merupakan jalur gempa terbanyak di kekuatan menuju titik E. Untuk deformasi yang lebih Indonesia, seperti yang terjadi baru-baru ini maka dari besar dari titik E, kekuatan komponen struktur menjadi itu untuk mengurangi korban jiwa serta materi perlu nol (FEMA 451, 2. dilakukan evaluasi terhadap kinerja gedung bangunan perpustakaan dan kearsipan tersebut. Metodologi Penelitian 1 Analisis Pushover Analisis Pushover adalah suatu cara analisis statik non-linier dimana pengaruh gempa rencana terhadap struktur bangunan gedung dianggap sebagai bebanbeban statik yang menangkap pada pusat massa masing-masing lantai, yang nilainya ditingkatkan berangsur-angsur pembebanan yang menyebabkan terjadinya pelelehan Gambar 2. 1 Kurva kriteria keruntuhan . endi plasti. pertama di dalam struktur bangunan gedung, kemudian dengan peningkatan beban lebih Antara titik B dan C terdapat titik-titik yang merupakan lanjut mengalami perubahan elastis . level kinerja dari struktur bangunan. Level kinerja bangunan . dibedakan menjadi lima level sebagai 2 Konstruksi Bangunan Tahan Gempa Menurut . mengemukakan bahwa membangun 1. Immediate Occupancy (IO) Kondisi yang bangunan yang dapat menahan bangunan tahan gempa menjelaskan bahwa setelah terjadinya gempa, adalah tidak ekonomis. Oleh karena itu prioritas utama kerusakan struktur sangat terbatas. Sistem dalam membangun bangunan tahan gempa adalah penahan beban vertikal dan lateral bangunan terciptanya suatu bangunan yang dapat mencegah hampir sama dengan kondisi sebelum terjadinya terjadinya korban, serta memperkecil kerugian harta gempa, dan resiko korban jiwa akibat keruntuhan Dari hal tersebut filosofi bangunan tahan gempa struktur dapat diabaikan. terbagi menjadi 3 macam, antara lain: Damage Control Kondisi ini bukanlah merupakan Pada saat terjadi gempa ringan/biasa, struktur level kinerja dari struktur, melainkan kondisi yang bangunan dan fungsi bangunan harus dapat tetap menjelaskan bahwa setelah terjadinya gempa, berjalan . ,sehingga struktur tetap kuat kerusakan yang terjadi berada dalam range antara dan tidak ada kerusakan baik pada elemen IO dan LS. struktural dan elemen nonstruktural bangunan. Life Safety (LS) Kondisi yang menjelaskan bahwa Pada saat terjadi gempa medium/sedang, struktur setelah terjadinya gempa, kerusakan yang penting diperbolehkan mengalami kerusakan pada elemen terhadap struktur terjadi. Komponen utama non-struktural, tetapi tidak diperbolehkan terjadi struktur tidak terdislokasi dan runtuh, sehingga kerusakan pada elemen struktural utama. risiko korban jiwa terhadap kerusakan struktur Pada besar/tinggi, sangat rendah. diperbolehkan terjadi kerusakan pada elemen 4. Limited Safety Kondisi ini bukanlah level kinerja struktural dan non-struktural, akan tetapi tidak dari struktur, melainkan kondisi yang menjelaskan boleh sampai menyebabkan bangunan runtuh bahwasetelah terjadinya gempa, kerusakan yang sehingga tidak ada korban jiwa atau dapat terjadi berada dalam range antara LS dan CP. menimbulkan jumlah korban jiwa Structural Stability/Collapse Prevention (CP) Pada 3 Batas Kinerja Berdasarkan filosofi desain yang ada, tingkat kinerja struktur bangunan akibat gempa rencana adalah Life Safety, yaitu walaupun struktur bangunan mengalami tingkat kerusakan yang cukup parah namun keselamatan penghuni tetap terjaga karena struktur bangunan tidak sampai runtuh. Pada Gambar 2. 2, respon linier dimulai dari titik A . nloaded componen. dan kelelehan mulai terjadi pada titik B. Respon dari titik B ke titik C merupakan respon elastis plastis. Titik C merupakan titik yang menunjukkan puncak kekuatan komponen, dan nilai absisnya yang merupakan deformasi menunjukkan dimulainya degradasi kekuatan struktur . aris C-D). Pada titik D, respon komponen struktur secara substansial menghadapi pengurangan tingkatan ini, kondisi struktur setelah terjadinya gempa sangat parah, sehingga bangunan dapat mengalami keruntuhan struktur baik sebagian maupun total. Meskipun struktur masih bersifat stabil, kemungkinan terjadinya korban jiwa akibat kerusakan struktur besar. Dalam dokumen FEMA 273, kondisi structural stability dikenal dengan istilah Collapse Prevention (CP). Civil Engineering Collaboration Oe Vol. 10 No. Rama Dandi, dkk Data Elemen Struktur Gedung Data elemen gedung terdiri dari pelat atap, pelat lantai 1 Ae lantai 4, balok, kolom, dan dinding geser. Hasil dan Pembahasan Data Struktur Gedung Data gedung meliputi tipikal gedung tiap lantai, data koordinat gedung, data elemen gedung, dan data material yang digunakan pada gedung. Denah Struktur Gedung Denah gedung ini merupakan tipikal dari denah tiap lantai dan hanya ditampilkan berupa tipikal saja, artinya hanya menampilkan garis besar saja. Tabel 4. 4 Data Elemen Gedung Elemen Dimensi . Plat lantai 1 - lantai 4 Balok 500 x 350 Kolom 550 x 550 (Sumber: Data Gedun. Data Material Struktut Gedung Bangunan gedung perpustakaan dan kearsipan menggunakan bahan beton bertulang yang berarti menggunakan dua bahan yaitu beton dan baja tulangan, sehingga data spesifikasi material gedung ada dua yaitu data spesifikasi beton dan data spesifikasi baja tulangan. Data material beton Berat jenis beton (BJ. = 2400 kg/ Modulus (E. = 4700OofAoc = 23,500 Data Koordinat Struktur Gedung Berikut data koordinat arah X. Y dan arah Z adalah MPa Angka poison beton . = 0,2 sebagai berikut : Kuat tekan beton . Ao. = 25 MPa Gambar 4. 1 Tipikal gedung tiap lantai Tabel 4. 1 Koordinat Arah X Jarak . Koordinat . Label (Sumber: Data Gedun. Data material baja tulangan Berat jenis baja (BJ. = 7850 kg/ Modulus elastisitas baja (E. = 200000 MPa Angka poison baja . = 0,3 Tegangan leleh tulangan utama . = 420 MPa Tegangan putus tulangan utama . = 500 MPa Tegangan leleh tulangan sengkang . = 240 MPa Tegangan putus tulangan sengkang . = 370 Mp Pemodelan Struktur Gedung Tabel 4. 2 Koordinat Arah Y Label Jarak . Koordinat . Pemodelan gedung 3D pada program SAP 2000 dibuat setelah data-data gedung telah lengkap, karena pemodelan gedung yang dibuat berdasarkan data-data (Sumber: Data Gedun. Tabel 4. 3 Koordinat Arah Z Label Lantai Jarak . Koordinat . Base Atap Gambar 4. 2 Gedung Arah XY dan 3D (Sumber: Program SAP 2. (Sumber: Data Gedun. Civil Engineering Collaboration Oe Vol. 10 No. Rama Dandi, dkk Data gempa Data gempa hanya menampilkan rekapitulasi hasil dari pencarian data, baik dari SNI 1726Ae2019 tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung maupun dari Gambar 4. 3 Arah YZ (Sumber: Program SAP 2. Gambar 4. 4 Arah XZ (Sumber: Program SAP 2. Analisis Pembebanan Struktur Gedung Tabel 4. 6 Rekapitulasi data gempa Label Hasil Keterangan Fungsi Perpustakaan Lokasi Kategori Faktor (I. Tanah Nilai Ca Analisis pembebanan bertujuan agar diinput pada struktur yang telah dibuat pemodelan 3D pada program Nilai Cv SAP 2000 yang sesuai dengan data-data gedung, yang meliputi analisa beban gravitasi dan analisa beban (Sumber: Data Gemp. Analisis beban gravitasi Analisis beban gravitasi terdiri dari beban mati tambahan dan berat sendiri struktur. Untuk beban mati tambahan dihitung secara manual dan selanjutnya diinput pada program SAP2000, sedangkan untuk berat sendiri struktur sudah ada secara otomatis oleh Tabel 4. 5 Rekapitulasi beban gravitasi Label Beban Mati Tambahan . N/m. Berat Beban Sendiri Struktu Beban Hidup . N/m. Balok Otomatis Pelat 1Ae5 Program Riau. Kab. Kuantan Singingi Tabel 2. Tabel 2. Tanah sedang 0,309 0,513 SNI / Puskim SNI / Puskim Analisis Beban Gempa Statik Ekivalen (EQ) Analisis beban gempa statik ekivalen (EQ) pada penelitian ini menggunakan alat bantu program SAP 2000 dengan pola beban seismik UBC 97, sehingga hanya cukup diinput nilai beban gravitasi dan data Untuk beban gravitasi diinput pada setiap elemen bangunan yang sesuai dengan Tabel 4. 6 dan lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 4. 8 s/d Gambar 10, sedangkan untuk data gempa pada Tabel 4. yang dapat dilihat pada Gambar 4. 5 s/d Gambar 4. berikut ini. (Sumber: Data Gedun. Analisis beban gempa Analisis beban gempa pada penelitian ini menggunakan analisis beban gempa statik ekivalen (EQ) dan respons spektrum (RSP). Civil Engineering Collaboration Oe Vol. 10 No. Rama Dandi, dkk membebani bangunan secara bersamaan baik beban mati tambahan, berat sendiri struktur, beban hidup, dan beban gempa. Gambar 4. 8 Hasil Input Kombinasi Pembebanan 1 (Sumber Program SAP 2. Gambar 4. 5 Beban Pada Pelat Lantai 1 s/d lantai 5 (Sumber: Program SAP 2. Kontrol Struktur Gedung Kontrol partisipasi massa Berdasarkan hasil modifikasi peningkatan jumlah Mode, telah didapatkanjumlah partisipasi massa minimum lebih dari 90%. Hal ini telah sesuai dengan SNI Gempa 03-1726-2019. Kontrol perioda fundemental struktur Perioda fundamental pendekatan (T) Perioda fundamental maksimum (Tmak. Gambar 4. 6 Beban pada balok (Sumber: Program SAP 2. T = Ct. Hnx = 0,0466 x 12,20,8 = 0,3447 detik Tmax = Cu. = 1,4 x 0,3447 = 0,4816 detik Analisis beban gempa respons spektrum Grafik respons spektrum yang didapatkan dari Perioda fundamental program (T. rekaman gempa diinput pada puskim. Tcx = 0,4739 ( Hasil Analisa sap 2. Tcy = 0,4694 ( Hasil Analisa sap 2. Kontrol batasan perioda fundamental struktur (T) Tcx < Tmax 0,4739 < 0,4816 Ok, karena batasan perioda fundamental struktur terpenuhi Tcy < Tmax 0,4694 < 0,4816 Ok, karena batasan perioda fundamental struktur terpenuhi Kontrol Simpangan antar lantai Gambar 4. 7 Parameter Respon Spectral (Sumber puskim. Simpangan gedung diambil pada bagian yang memiliki simpangan yang lebih besar dari pada bagianbagian yang lain. Analisis Kombinasi Pembebanan Analisis kombinasi pembebanan diinput ke pemodelan 3D pada program SAP 2000 agar dapat Civil Engineering Collaboration Oe Vol. 10 No. Rama Dandi, dkk Gambar 4. 9 Simpangan Gedung Akibat COMB1 (Sumber Program SAP 2. Gambar 4. 12 Input Pembebanan Arah X (Sumber Program SAP 2. Gambar 4. 10 Simpangan Gedung Akibat COMB2 (Sumber Program SAP 2. Analisis Pushover Analisis Pembebanan Analisis pushover dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama yaitu struktur di bebani dengan beban gravitasi untuk lebih jelas hasil input beban gravitasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 4. 13 Input Pembebanan Arah Y (Sumber Program SAP 2. Analisis Target Perpindahan Metode ini terdapat secara langsung pada program SAP2000, input yang diperlukan hanya parameter untuk metode koefisien ATC-40. Hasil output pada metode koefisien ATC-40 Capacity yang dioutput oleh program SAP2000 yaitu kurva kapasitas dan target Gambar 4. 11 Input Pembebanan Gravitasi (Sumber Program SAP 2. Tahap kedua, analisis selanjutnya dengan memberikan pola beban lateral pada struktur, dengan masing-masing arah yaitu arah X dan arah Y . Untuk lebih jelas hasil input beban lateral dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Civil Engineering Collaboration Oe Vol. 10 No. Rama Dandi, dkk Gambar 4. 14 Input Parameter Metode Koefisien ATC-40 (Sumber: Program SAP 2. Gambar 4. 16 Curve Capasity Push Y (Sumber : Program SAP 2. Kurva kapasitas Kurva kapasitas (Capacity Curv. merupakan kurva Dari kurva kapasitas Push arah Y (Capacity Curv. hubungan antara perpindahan lateral lantai teratas/atap (Displacemen. dengan gaya geser dasar (Base Shea. diatas menandakan bahwa garis yang berwarna hijau sebagai hasil dari pushover yang disajikan pada gambar dalam keadaan aman atau tetap dan garis yang berwarna merah tersebut menandakan perpindahan. dibawah ini. Tabel 4. 8 Pushover Curve Demand Ae ATC-40 - PUSH-Y TABLE: Pushover Curve Demand - FEMA356 PUSH-Y Displacement Base Force Step Kgf . umber: Program SAP 2. Gambar 4. 15 Curve Capasity Push X (Data Program SAP 2. Berdasarkan hasil perhitungan analisis pushover ` Dari kurva kapasitas Push arah X (Capacity Curv. gaya lateral maksimum yang mampu ditahan adalah diatas menandakan bahwa garis yang berwarna hijau sebagai berikut: dalam keadaan aman atau tetap dan garis yang Push x: berwarna merah tersebut menandakan perpindahan. Gaya lateral maksimum = 26. 117 kN pada step 3 Displacement = 0,007396 m Tabel 4. 7 Pushover curve demand Ae ATC-40 - PUSH-X TABLE: Pushover Curve Demand - FEMA356 PUSH-X Push y: Gaya lateral maksimum = 13. 734 kN pada step 4 Displacement Base Force Step Displacement = 0,003223 m. Kgf (Sumber: Program SAP 2. Civil Engineering Collaboration Oe Vol. 10 No. Rama Dandi, dkk Gambar 4. 17 2D dan 3D Sendi Plastis Push X Step 3 (Sumber: Program SAP 2. Gambar 4. 20 Pushover Curve Plot TypeATC-40 Push Y (Sumber: Program SAP 2. Berdasarkan kurva pushover Push Y diatas dapat diketahui nilai gaya geser dasar (V) dan perpindahan titik kontrol, dan percepatan spectra (S. , perpindahan spectra (S. , waktu getar alami efektif (Tef. dan Evaluasi Kinerja Struktur Gedung dengan Metode redaman viscous efektif (Bef. Parameter-parameter Pushover Analysis ATC-40 tersebut dirangkum dalam tabel 4. Data tabel nilai pushover curve demand capasity-ATC 40 adalah sebagai berikut: Gambar 4. 18 2D dan 3D Sendi Plastis Push Y Step 5 (Sumber: Program SAP 2. Tabel 4. 9 Pushover Curve Demand Ae ATC-40 - PUSH-X (Sumber: Program SAP 2. Tabel 4. 10 Pushover Curve Demand Ae ATC-40 - PUSH-X TABEL: Pushover Curve Demand Capacity - ATC40 - PUSH-Y Teff Beff SdCapacity SaCapacity SdDemand SaDemand Gambar 4. 19 Pushover Curve Plot TypeATC-40 Push X (Sumber: Program SAP 2. Alpha PFPhi (Sumber: Program SAP 2. Berdasarkan kurva pushover Push X diatas dapat Berdasarkan dari tabel diatas dapat diketahui diketahui nilai gaya geser dasar (V) dan perpindahan bahwa batasan ratio drift atap yang dievaluasi pada titik kontrol, dan percepatan spectra (S. , perpindahan Performance Point adalah maximum total drift dan spectra (S. , waktu getar alami efektif (Tef. dan maximum inelastic drift. Perhitungan sebagai berikut: redaman viscous efektif (Bef. Nilai ratio drift x = 0,019 m Htot = 19,5 m Max. total drift Civil Engineering Collaboration Oe Vol. 10 No. Rama Dandi, dkk = 0,00097 Max. inelastic drift = 0,018990 Nilai ratio drift y Htot Max. total drift = 0,017 m = 19,5 m = 0,000871 Max. inelastic drift = 0,016990 Berdasarkan ratio drift menurut ATC-40, maka hasil perhitungan diatas didapatkan bahwa gedung yang ditinjau termasuk kedalam level Immediiate Occupancy (IO) Bila gempa terjadi, struktur mampu menahan gempa tersebut, struktur tidak mengalami kerusakan structural dan tidak mengalami kerusakan nonstruktural, sehingga dapat langsung dipakai. Kesimpulan . Berdasarkan hasil analisis diatas, di dapatkan nilai titik kinerja . erformance poin. gedung tersebut untuk push x adalah Sa= 0,018 dan Sd= 0,402 sedangkan untuk nilai dari push y adalah Sa= 0,014 dan Sd= 0,403. Sedangkan hasil analisis push x, nilai maksimum total drift 0,00097 dan nilai maksimum inelastic drift 0,018990. Sedangkan push y, nilai maksimum total drift 0,000871 dan nilai maksimum inealastic drift 0,016990. Berdasarkan ATC-40 hasil dari perhitungan tersebut masuk kedalam kelas Immediate Occupancy (IO) yang artinya apabila terjadi gempa, hanya sedikit kerusakan struktural yang Karakteristik dan kapasitas sistem penahan gaya vertikal dan lateral pada struktur masih masih sama dengan kondisi dimana gempa belum terjadi, sehingga bangunan aman dan dapat langsung dipakai. Sejauh mungkin Diutamakan conclusion atau recommendations. Perencanaan Bangunan Gedung Perkantoran Mako Polda Jatim Surabaya,Ay pp. 1Ae12, 2015. Yanto. Imani, and Z. Andika. AuCivil Engineering Collaboration Civil Engineering Collaboration,Ay vol. 4, pp. 1Ae9, 2019. SNI 1726-2019. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non gedung. SNI 1727-2020. Beban Minimum Untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain. Hermawan. Suharyanto, and A. Mughits. AuPenguatan Peran Takmir Masjid dalam Tanggap Bencana Gempa Bumi di Desa Bangunharjo,Ay vol. 5, no. 2, pp. 63Ae74, 2020. Yosafat. AuEvaluas Kinerja Gedung Beton Bertulang Tahan Gempa dengan Pushover Analysis,Ay J. Tek. Sipil, vol. 3, no. 1, pp. 41Ae52. Widyaningrum. , & Haryanto. Evaluasi Kinerja Gedung Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Purbalingga Dengan Analisis Pushover. , 87Ae94. Wibowo. Rohman, and S. Cahyono. AuSeismic Evaluation of Existing Building Structures in the City of Madiun using Pushover Analysis,Ay J. Phys. Conf. Ser. , vol. 1845, no. 1, pp. 0Ae6, 2021. Sholihin. Astiahamir & Safriani. Meylis. Perencanaan Ulang Struktur Atas Beton Bertulang Mesjid Akue Bilie Menggunakan Program SAP 2000. Vol 3. Daftar Rujukan . Alvin. Sarya. Rochmah, and M. Sc. AuStudi Perilaku Kinerja Struktur Bangunan Atas Dengan Menggunakan Metode Analisis Non-Linier Pushover Studi Kasus : Civil Engineering Collaboration Oe Vol. 10 No.