Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 ISSN: 2614-4182 http://jurnal. id/index. php/bio PENERAPAN PEMBELAJARAN PJOK BERBASIS HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILL) DI SDN KALIPECABEAN KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO Agung Kurniawan SDN Kalipecabean Kecamatan Candi Sidoarjo e-mail: abuadeeva24@gmail. ABSTRAK Penerapan pembelajaran PJOK berbasis HOTS (Higher Order Thingking Skil. di SDN Kalipecabean Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo perlu dikaji dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK. Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran PJOK berbasis HOTS (Higher Order Thingking Skil. Melalui kegiatan penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap rekan guru PJOK di SD lain. Penelitian ini merupakan penelitian kuaitatif dengan instrumen data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di SDN Kalipecabean Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Data dianalisis menggunakan triangulasi data. Sumber data melipuri kepala sekolah, rekan guru, dan kegiatan FGD. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa perlu melaksanakan peningaktan pemahaman terkait HOTS. Selain itu, guru PJOK telah melaksanakan pembelajaran HOTS mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan evaluasi. Kesimpuan dari penelitian yaitu penerapan pembelajaran PJOK berbasis HOTS di SDN Kalipecabean telah diterapkan. Hal tersebut nampak ketika guru PJOK melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan evaluasi pembelajaran telah menerapkan HOTS. Kata Kunci: Pembelajaran. HOTS (Higher Order Thinkking Skills. PJOK ABSTRACT The application of HOTS (Higher Order Thingking Skil. based PJOK learning at SDN Kalipecabean. Candi District. Sidoarjo Regency needs to be studied in order to improve the quality of PJOK learning. Therefore, the aim of this research is to find out how the implementation of HOTS (Higher Order Thingking Skil. based PJOK learning. Through this research activity, it is hoped that it will contribute to fellow PJOK teachers in other elementary This research is a qualitative research with data instruments using observation, interviews, and documentation. The research was conducted at SDN Kalipecabean. Candi District. Sidoarjo Regency. Data were analyzed using data triangulation. Sources of data include school principals, fellow teachers, and FGD activities. Based on the research results, it is known that it is necessary to increase understanding regarding HOTS. In addition. PJOK teachers have implemented HOTS learning starting from planning, implementation, assessment and The conclusion of the research is that the application of HOTS-based PJOK learning at SDN Kalipecabean has been implemented. This can be seen when PJOK teachers carry out Prodi Pendidikan Jasmani Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 ISSN: 2614-4182 http://jurnal. id/index. php/bio planning, implementation, assessment and evaluation of learning that have implemented HOTS. Keywords: Learning. HOTS (Higher Order Thinkking Skills. PJOK Pendahuluan Kurikulum 2013 yang menjadi rujukan proses pembelajaran pada satuan pendidikan, sesuai kebijakan, perlu mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Integrasi tersebut bukan sebagai program tambahan atau sisipan, melainkan sebagai satu kesatuan mendidik dan belajar bagi seluruh pelaku pendidikan di satuan pendidikan. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) menjadikan pendidikan karakter sebagai AuGerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)Ay (Pasal 1, ayat . Selanjutnya Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan Formal. Penguatan Pendidikan Karakter menjadi kebijakan nasional yang harus diimplementasikan pada setiap pelatihan dalam rangka peningkatan kompetensi guru. Pembelajaran dengan kurikulum 2013 melatihkan siswa untuk mencari tahu, bukan hanya diberi tahu tentang ilmu pengetahuan, menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi, pembawa pengetahuan, dan berpikir logis, sitematis, dan kreatif. Penilaian dilakukan dengan mengukur tingkat berpikir siswa mulai dari yang rendah hingga yang tinggi, bukan hanya sekedar hafalan konsep, mengukur proses kerja siswa dan hasil serta menggunakan portofolio pembelajaran siswa. Karena K-13 Prodi Pendidikan Jasmai Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 ISSN: 2614-4182 http://jurnal. id/index. php/bio mengasosiasikan, dan mengomunikasikan. Pemerintah mengharapkan para peserta didik mencapai berbagai kompetensi dengan penerapan Higher Order Thinking Skill (HOTS) atau Keterampilan Bepikir Tingkat Tinggi. Kompetensi tersebut yaitu berpikir kritis . riticial thinkin. , kreatif dan inovasi . reative and innovativ. , kemampuan berkomunikasi . ommunication skil. , kemampuan bekerja sama . dan kepercayaan diri . Lima hal yang disampaikan pemerintah yang menjadi target karakter peserta didik itu melekat pada sistem evaluasi dalam ujian nasional dan merupakan kecakapan abad 21 (Afandi & Sajidan, 2018: . Pengertian Higher Order Thinking Skill (HOTS) menurut pendapat Barratt, . yaitu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang menuntut pemikiran secara permasalahan Berpikir tingkat tinggi merupakan jenis pemikiran yang mencoba mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan mengenai pengetahuan yang ada terkait isuisu yang tidak didefinisIkan dengan jelas dan tidak memiliki jawaban yang pasti (Haig, 2014: . Dalam proses pengembangan pemikiran kritis menuntut latihan generalisasi, dan mendokumentasikan temuan-temuan dengan bukti (Eggen, 2012: Seorang guru harus memiliki kualifikasi akademik serta mengetahui dasardasar keilmuan salah satunya melaksanakan kegiatan penyusunan RPP, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar guru dapat mengarahkan kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir. Hal tersebut membuktikan bahwa seorang guru PJOK haruslah mampu menyusun RPP dengan baik dan sesuai dengan standar K13dan akan lebih baik jika berorientasi HOTS (High Order Thinking Skil. yaitu merangsang peserta didik untuk lebih paham kritis dan berani dikarenakan guru yang berorientasi dengan HOTS akan cenderung membangun kelas dengan Prodi Pendidikan Jasmani Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 ISSN: 2614-4182 http://jurnal. id/index. php/bio representasi, menguraikan materi setiap kali mengajar dan membangun hubungan dengan peserta didik dengan aktivitas yang melibatkan mental terlatih, agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Pendapat Kusuma, dkk. , . 7: . mengemukakan bahwa kebanyakan soal yang digunakan oleh sekolah di Indonesia sebagai instrumen penilaian kognitif adalah soal yang cenderung bertujuan untuk menguji lebih banyak pada aspek memori, sedangkan soal untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa tidak cukup banyak tersedia. Pada pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) sebelum diberlakukannya Kurikulum 13 sesungguhnya guru PJOK dapat merancang pembelajaran berpusat pada peserta didik yang aktif (Winarko & Syam, 2015: . Akan tetapi, kebanyakan kurangnya pemahaman dalam pemilihan metode pembelajaran. Selain itu juga disebabkan masih jarang ditemukan dalam strategi pembelajaran guru memilih gaya mengajar timbal balik . , inklusi . , penemuan terpandu . uided discover. , bahkan melatih diri . (Doherty, 2008: . Prinsip berpikir tingkat tinggi sesungguhnya sering diterapkan dalam pembelajaran PJOK jika sudah menerapkan konsep dan aplikasi dilaksanakan dalam permainan sesungguhnya baik permainan kecil atau permainan cabang olahraga. Seperti memutuskan strategi bermain,menerapkan langkah-langkah prosedural keterampilan, memutuskan tindakan A. B, atau C untuk suatu keberhasilan timnya. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi guru PJOK dan teman sejawat di SDN Kalicabean Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo terkait penyusunan RPP pada awal semester, ditemukan adanya ketidak sesuaian dengan K13. Hal tersebut Ketidak pembelajaran, sehingga perlu dilakukan perbaikan. Metode yang dimunculkan dalam RPP belum mengarah pada penerapan HOTS. Prodi Pendidikan Jasmai Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 ISSN: 2614-4182 http://jurnal. id/index. php/bio Berdasarkan masalah yang telah diuraikan, maka dalam kegiatan penelitian ini fokus pada penerapan pembelajaran PJOK berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skil. di SDN Kalicabean Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif, dimana pengertian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah . anpa perlakuan khusus yang sengaja diuba. (Sugiyono, 2. Sedangkan pendekatan penelitian yang digunkana yaitu deskriptif. Selanjutnya, penelitian dilaksanakan di SDN Kalicabean Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Penelitian dilakukan pada Pembelajaran PJOK kelas 4. Sumber data diperoleh berdasarkan hasil FGD (Focus Group Discussio. yang dilakuakan bersama guru PJOK, teman sejawat, dan Kepala Sekolah. Prosedur pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan yaitu melalui data reduction . ereduksi dat. , data display . enyajikan dat. , conclusion and verifying . enyimpulkan dan memverifikasi Hasil analisis data selanjutnya melakukan pengecekan keabsahan data melalui pemeriksaan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dan Pembahasan Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa aspek, meliputi perencanaan pembelajaran berbasis HOTS, pelaksanaan pembelajaran berbasis HOTS, dan penilaian dan evauasi pembelajaran berbasis HOTS, serta keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis HOTS. Pada aspek perencanaan pembelajaran, guru PJOK wajib menyusun RPP yang digunakan untuk mengajar dalam satu kali pebelajaran. Dengan adanya RPP yang sesuai, maka diharapkan pembelajaran PJOK yang dilakukan juga akan berjalan Prodi Pendidikan Jasmani Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 ISSN: 2614-4182 http://jurnal. id/index. php/bio dengan baik, dan hasil belajar siswa juga baik. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada Kepala SDN Kalicabean, guru PJOK perlu meningkatkan pembelajaran berbasi HOTS. Hal ini perlu dilakukan oleh guru PJOK mengingat pentingnya pembelajaran berbasis HOTS sehigga dapat diterapkan dalam Selanjutnya, hasil wawancara dengan teman sejawat, menyarankan bahwa perlu mencari sumber-sumber belajar atau bahan rujukan berkaitan dengan bagaimana implementasi HOTS dalam pembelajaran, khususnya di PJOK. Selanjutnya, hasil observasi terhadap kegiatan perencanaan guru PJOK di SDN Kalicabean diperoleh bahwa tujuan pembelajaran didomonasi dengan kata kerja operasional (KKO) yaitu mulai C4 hingga C6. Sedangkan jika dilihat pada rincian kegiatan yang disusun dalam RPP sudah bervariasi yaitu meliputi berlajar secara berkelompok, melakukan praktik permainan, melihat vidio pembelajaranm dan menganaisis, serta mendiskusikan permainan yang sudah dilakukan. Selain itu. RPP pada kelas IV juga sudah terbilang lengkap. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Majid . menjabarkan komponen RPP menjadi 7 komponen, antara lain: . mencantumkan identitas, . mencantumkan tujuan pembelajaran, . mencantumkan langkah-langkah model/metode media/alat/bahan/sumber belajar, dan . mencantumkan penilaian. Pentingnya kelengkapan RPP untuk memudahkan guru dalam melaksanakan Hal ini diperkuat oleh Trianto . , bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran yaitu panduan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran yang disusun dalam skenario pembelajaran. Selanjutnya dalam pelaksanaan pembelajaran PJOK berbasis HOTS khususnya pada kelas IV perlu memperhatikan penerapan HOTS. Tidak hanya pembelajaran, akan tetapi juga diperlukan penilaian berbasis HOTS. Implementasi pembelajaran Prodi Pendidikan Jasmai Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 ISSN: 2614-4182 http://jurnal. id/index. php/bio tematik berbasis HOTS dilaksanakan tidak hanya di dalam kelas . namun juga di luar kelas . Hasil observasi menunjukkan bahwa, siswa dalam melaksanakan pembelajaran PJOK khususnya pada materi permainan bola besar dapat mencari alternatif pemanfaatan bola-bola seadanya. Memanfaatkan media yang ada bertujuan untuk memberikan pengalaman siswa dalam memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitarnya. Kondisi tersebut jika kita kaitkan dengan pendapat Corey (Sagala, 2. tetang konsep pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan peserta didikturut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. Berdasarkan hasil penelitian yang diuraiakan, guru PJOK SDN Kalipecabean telah menerapkan pembelajarna secara berkelompok. Hal tesebut dibuktikan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan mulai dari bermain secara berkelompok, melakukan diskusi secara berkelompok dan melakuakn kerjassama secara Berdasarkan observasi pembelajaran, diketahui bahwa dengan adanya metode pembelajaran yang bervariasi membuat peserta didik antusias dalam belajar dan peserta didik tidak jenuh dalam belajar, karena peserta didik selalu senang apabila melalukan berbagai keterampilan yang tidak hanya bersifat kognitif namun psikomotorik dan afektif. Hal tersebut diperkuat dengan Amri . bahwa metode belajar mengajar adalah cara-cara yang dilakukan untuk menyampaikan atau menanamkan pengetahuan kepada peserta didik melalui sebuah kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah, rumah, kampus, pondok, dan lain-lain. Berkaitan dengan penggunaan media, hasil obervasi menunjukkan bahwa guru PJOK SDN Kalipecabean menggunaan media permaian yang telah dimodifikasi. Selain itu, guru juga mengunakan media audiovisual dalam kegiatan pembelajarn untuk mempermudah siswa memahami materi. Sejalan denga hasil tersebut. Arsyad . mengatakan bahwa media adalah komponen sumber sumber belajar atau Prodi Pendidikan Jasmani Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 ISSN: 2614-4182 http://jurnal. id/index. php/bio wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan peserta didik yang dapat merangsang peserta didik untuk belajar. Sementara Haryono . menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar untuk menambah informasi baru pada diri peserta didik. Berikutnya terkait bagaimana penilaian dan evaluasi guru PJOK SDN Kalipecabean melaksanakan penilaian tidak hanya berbasis pada hasil namun juga berbasis pada proses. Penilain proses dilaksanakan ketika siswa mempraktekkan gerakan roll depan setelah melihat tayangan vidio yang diputarkan. Terkait dengan evaluasi, diperoleh hasil bahwa pada penilaianberbasis HOTS, soal yang diberikan kepada peserta didik merupakan soal yang dapat mengakomodasi peserta didik untuk berfikir kritis dan menganalisis berbagai permasalahan berdasarkan pengalaman dan lingkungan sekitar peserta didik. Dalam penyelesaian soalHOTS, peserta didik diharapkan dapat berfikir divergen . engan berbagai kemungkinan jawaban yang bena. sesuai dengan analisis dari masing-masing peserta didik. Penilaian dan evaluasi pembelajaran perlu dilakukan karena dengan hasil penilaian peserta didik dapat mengetahui kekurangan dan kelebihannya dalam belajar selama ini. Karena manfaat penilaian bagi peserta didik yaitu peserta didik dapat mengetahui sejauh mana telah berhasil mengkuti pembelajaran yang disampaikan oleh guru (Widoyoko, 2. Hasil yang diperoleh peserta didik dari penilaian meliputi dua kemungkinan yaitu memuaskan atau tidak memuaskan. Berdarkan serangkaian paparan hasil penelitian yag dilakukan maka, pada dasarnya keterkaitan antara tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, dan evaluasi dan penilaian sasling berkaitan dan saling berhubungan. Dimana pada prosesnya, langkah-langkah pembelajaran ditungkan dalam RPP haruslah mengacu pada tujuan Begitu juga dengan tujuan pembelajaran yang dikembangkan menjadi Prodi Pendidikan Jasmai Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 ISSN: 2614-4182 http://jurnal. id/index. php/bio kegiatan pembelajaran, artinya antara komponen tujuan dan proses terdapat saling berhubungan timbal balik. Jika proses pembelajaran sudah dilakukan, maka perlu adanya evaluasi dan penilaian. Evaluasi dan penilaian yag disusun oleh guru PJOK mengacu pada proses pembelajaran yag dilaksanakan. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan serangkaian paparan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran berbasis HOTS perlu disusun, untuk mempersiapkan suatu pembelajaran PJOK yang HOTS. Salah satu ciri perencanaan yang HOTS yaitu dengan menggunakan KKO yang sebagian besar mengarah pada level 3 yait C4 sampai C6. Selain itu. Selanjutnya, implementasi pembelajaran PJOK berbasis HOTS dapat dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas. Kegiatan dilakukan untuk mengakomodsai siswa untuk dapat belajar secara berkelompok. Pembelajaran PJOK di SDN Kalipecabean juga memanfaatkan media yang ada di lingkungan sekitar Evaluasi dan penilaian pada pembelajaran PJOK di SDN Kalipecabean lebih menekankan pada bagaimana siswa mampu menganalisis dan berfikir dalam menyelesaikan permasalahan denga berbagai kemungkinan. Melalui soal HOTS yang diberikan mampun merangsang siswa untuk berfikir secara divergen dan tidak Bagi peneliti selanjutnya, dapat malenkapi penelitian ini lebih dalam sehingga semakin luas kajian terhadap pembelajaran PJOK berbasis HOTS. Diharapkan lebih banyak kajian-kajian terkait HOTS sehingga guru PJOK dapat dijadikan rujukan dalam pelakanaan pembelaajaran di sekolah. Daftar Pustaka