Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Edukasi Waste Management dalam Perspektif Gaya Hidup Islami bagi Siswa SMA Islam Al Azhar 6 Cilegon Dadi Cahyadi1. Nugraheni Djamal2*. Alfiya Nuriyah3. Anindia Alysa4. Elsa Amini5. Filham Melsutra Laia6. Riky Dwi Cahya7 1,2,6,7Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik 3Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis 4Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial Politik Dan Ilmu Hukum 5Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis 1,2,3,4,5,6,7Universitas Serang Raya. Jl. Raya Cilegon Drangong Serang - Banten No. Km. Taman. Drangong. Kec. Taktakan. Kota Serang. Banten 42162 Email : nugraheni. djamal@gmail. ABSTRAK Permasalahan sampah, khususnya sampah organik, menjadi permasalahan serius di pendidikan, termasuk di Kota Cilegon, karena masih kurangnya kesadaran siswa tentang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Tanpa adanya intervensi pendidikan dan penerapan sistem pengelolaan sampah, situasi ini dapat mempengaruhi kualitas lingkungan sekolah dan mempengaruhi suasana belajar siswa. SMA Islam Al Azhar 6 Cilegon memiliki peran penting sebagai lembaga pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam yang dapat mendorong terbentuknya kesadaran lingkungan melalui pendekatan Hal ini berguna dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku berkelanjutan yang berkaitan dengan ajaran Islam seperti pengelolaan sampah, menjaga kebersihan, dan tanggung jawab sebagaai khailfah di muka bumi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjawab tantangan berkaitan dengan belum optimalnya pengintegrasian nilai-nilai agama dalam pendidikan lingkungan hidup dan meningkatkan keterampilan siswa dalam mengelola sampah dan pendekatan nilai-nilai Islam. Diharapkan para siswa mampu mengembangkan keterampilan praktis dan perilaku berkelanjutan yang sesuai dengan ajaran Islam tentang menjaga kelestarian lingkungan. Kata Kunci : nilai Islam, pengelolaan sampah. Sekolah Menengah Atas ABSTRACT The waste problem, especially organic waste, is a serious problem in education, including Cilegon City, because there is still a lack of awareness among students about responsible waste management. Since there is a system, there is a system in many forms, and this is one of the most common methods and one of the most diverse ways to do it. According to Al-Azhar Islamic High School. Islamic education allows for Islamic high school education. But if Islam is another country, then it can be a bit of a billikt that aims to save the world and can become an ancient city. The commitment that is part of Islamic culture can make a system of creation and much more one of the most popular systems. If you have an idea of what you are saying, you can start. Keywords: Islamic values, waste management, high school SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Pengelolaan masalah lingkungan yang kompleks di Indonesia, ditandai dengan penumpukan sampah dalam jumlah besar dan dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan (Hasibuan, 2. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan produksi sampah nasional mencapai 64 juta ton per tahun . dengan 57% di antaranya merupakan sampah organik (KLHK, 2. Jika tidak dikendalikan secara menyeluruh, situasi ini berujung pada kerusakan lingkungan, penurunan taraf hidup penduduk. Kota Cilegon, sebagai kawasan industri, juga menghadapi tantangan serupa dalam mengelola peningkatan sampah. Oleh karena itu, penerapan strategi pengelolaan sampah berkelanjutan yang melibatkan peran serta seluruh lapisan masyarakat menjadi sangat penting. Lingkungan sekolah pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) menghadapi tantangan yang cukup besar dalam pengelolaan sampah, khususnya terkait sampah organik yang berasal dari kegiatan kantin, ruang terbuka hijau, serta proses belajar mengajar (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Berdasarkan hasil penelitian, kesadaran lingkungan siswa sekolah terhadap pemilahan sampah, pembuangan sampah pemanfaatan sampah organik masih rendah (Nurhayati dkk. , 2. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai permasalahan, antara lain: . menurunnya kenyamanan lingkungan sekolah, . pencemaran udara akibat bau yang tidak sedap, serta . meningkatnya risiko penularan penyakit (Purnomo, 2. Tanpa adanya intervensi pendidikan yang pengelolaan sampah terpadu, perilaku tidak bertanggung jawab tersebut akan terus berlanjut sehingga menghambat lingkungan lembaga pendidikan. SMA Islam Al Azhar 6 Cilegon. memiliki posisi strategis sebagai lembaga pendidikan yang menitikberatkan pada nilai-nilai Islam dan menumbuhkan lingkungan melalui sarana keagamaan. Dalam perspektif Islam, konsep kebersihan (Jazariyah, 2. dan kedudukan manusia sebagai khalifah (QS. Al-Baqarah: . Kebersihan merupakan suatu cara hidup di mana hidup yang bersih dan suci akan membuat manusia menjadi sehat jasmani dan rohani (Abubakar, 2. Allah telah memerintahkan ummatnya untuk menjaga kebersihan karena Allah menyukai orangorang yang mensucikan dirinya (Q. Baqarah : . Pengelolaan pendekatan komprehensif dalam Islam melibatkan pendidikan dan kesadaran berkelanjutan yang didorong oleh nilainilai agama, sehingga umat Muslim dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan (Nurzaman. Berdasarkan kajian pustaka, program pendidikan pengelolaan sampah terbukti mampu meningkatkan tiga komponen utama dalam masyarakat, yaitu pengetahuan, keterampilan praktis, dan perubahan perilaku berkelanjutan (Tangio, , 2. Pendekatan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. partisipatif dan kontekstual efektif dalam menciptakan kesadaran ekologis (Arisona. Selain itu, penyertaan nilai-nilai agama dalam pendidikan lingkungan hidup meningkatkan komitmen perilaku ramah lingkungan secara holistik (Sagala, dkk. Dan diketahui pula sinergi lingkungan hidup yang lebih komprehensif dan berkelanjutan (Azizah, 2. Kegiatan masyarakat ini dilatarbelakangi oleh dua tantangan utama, yaitu: . terbatasnya pengetahuan lingkungan hidup peserta didik dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan . belum mendalamnya pengintegrasian nilai-nilai Islam sebagai katalisator perilaku ramah Padahal, pengintegrasian nilai-nilai spiritual dalam pendidikan lingkungan hidup terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi hijau (Jahja. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 , 2. Melalui program ini, kami bertujuan untuk: . mengembangkan keterampilan teknis dalam pengelolaan sampah dan . menciptakan perilaku berkelanjutan yang berlandaskan nilainilai Islam melalui pendekatan pendidikan yang terpadu. METODE PELAKSANAAN Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif, dengan tujuan agar Generasi Z Muslim dapat menghayati gaya hidup ramah lingkungan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, dengan melibatkan siswa dan guru SMA Islam Al Azhar 6 Cilegon. Adapun metode pelaksanaannya adalah sebagai berikut: Gambar 1. Diagram Alir Kegiatan Edukasi Lingkungan Berbasis Nilai Islam Pada langkah ini akan dipaparkan management, yakni jenis-jenis sampah, dampaknya, dan cara pengelolaannya. Selanjutnya pemaparan mengenai persepektif gaya hidup Islami, yang membahas tentang prinsip dasar ajaran Islam mengenai kebersihan dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi serta kutipan ayat atau hadits yang bersesuaian. Workshop Mengenai Waste Management Pada kegiatan ini, akan dilaksanakan : - Permainan menebak jenis sampah dengan siswa SMA Islam Al Azhar sebagai pesertanya - Praktek pembuatan kompos rumah tangga dengan metode Takakura. Monitoring dan Evaluasi Mengumpulkan kegiatan serta laporan hasil menjadi kompos dengan metode Takakura. Penyusunan akhir, yang akan menjadi dasar pelaksanaan program di lokasi lain dan akan berfungsi sebagai HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pemaparan isu mengenai permasalahan sampah di Indonesia untuk membangun kesadaran awal peserta mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Akan ditampilkan juga data dan fakta jenis-jenis dampaknya terhadap kesehatan dan Selanjutnya informasi berkaitan dengan pengelolaan sampah dan gaya hidup islami. Konsep ini disajikan dari sudut pandang spiritual yang mengaitkan prinsip kebersihan dan kepedulian lingkungan dengan nilai-nilai Disertakan juga kutipan ayat-ayat All QurAoan dan hadits yang relevan dengan hal ini. Gambar 2. Materi Sosialisasi Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 kesucian dan larangan merusak bumi terbukti efektif dalam memengaruhi aspek emosional dan meningkatkan penerimaan pesan-pesan pendidikan. Konsep gaya hidup Islam modern tidak hanya tentang dimensi spiritual, tetapi juga terwujud dalam tindakan sosial dan ekologis yang konkret, termasuk tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Gambar 3. Kegiatan Sosialisasi Tahap selanjutnya adalah praktek pembuatan kompos dengan memanfaatkan sampah organik di lingkungan sekolah. SMA Islam Al Azhar 6 Cilegon berada di kawasan asri yang dinaungi oleh pohonpohon besar, yang memudahkan peserta daun-daunan sampah organik. Proses ini selain mmeberikan perspektif praktis tetapi juga menanamkan nilai produktivitas dan Karena di sini peserta memahami bahwa sampah daun-daunan bisa menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara bijaksana. Gambar 4. Praktek Pembuatan Kompos. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini mebuahkan hasil positif dalam hal edukasi dan penerapan pengelolaan sampah berbasis nilai-nilai Islam. Pendekatan spiritual yang mengutip ayat-ayat Al-Quran dan hadis tentang Gambar 5. Dokumentasi Bersama Pemateri dan Perwakilan Guru SMA Islam Al Azhar 6 Cilegon KESIMPULAN Program AuEdukasi Waste Management dalam Perspektif Gaya Hidup IslamiAy merupakan upaya strategis untuk mengedukasi generasi muda, khususnya Muslim Generasi Z, lingkungan melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Dengan memadukan nilai-nilai Islam yang kesederhanaan, dan ketakwaan kepada Bumi, perubahan gaya hidup yang tidak hanya modern dan relevan, tetapi juga bermakna religius. Namun, agar perilaku peserta dapat berkelanjutan, diperlukan dukungan ekosistem yang lebih luas, termasuk peran sekolah, keluarga, dan masyarakat. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih disampaikan pada LPPM Universitas Serang Raya atas dukungannya selama kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa 2025. Kepala SMA Islam Al23 Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Azhar 6 Cilegon Bapak Abdul Rohim Hendy Al Bantany. Pd. I, beserta seluruh guru dan siswa yang telah memberikan dukungan dan kerjasama yang sangat baik sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA