https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. April 2024 DOI: https://doi. org/10. 38035/jpmpt. Received: 02 April 2024. Revised: 18 April 2024. Publish: 09 Mei 2024 https://creativecommons. org/licenses/by/4. Edukasi Ekonomi Sirkular: Solusi Pengelolaan Sampah Yang Ramah Lingkungan Dan Berdayaguna Wenny Desty Febrian1. Agung Solihin2 Universitas Dian Nusantara. Jakarta. Indonesia, email: wenny. febrian@undira. Universitas Dian Nusantara. Jakarta. Indonesia Corresponding Author: wenny. febrian@undira. Abstract: The Community Service Program (PKM) is one of the Tri Dharma of Higher Education which must be implemented by lecturers in addition to education and research. PKM is a lecturer's activity in practicing and cultivating science and technology to advance the general welfare make the nation's life more intelligent and improve people's welfare and quality of life. Applying the results of research and development of science and technology to solve problems in society. Strengthening higher education's service to society, improving the image and role of universities in nation-building. The quality of waste management is one of the problems that must be addressed at the place of service that we carry out. The results of our service provide several solutions to solve the waste management problems that exist in Bogor Regency. The solutions are as follows: Providing solutions to improve the quality of efficient waste management in Bogor Regency. Providing an organized circular economy solution through waste management in the Bogor district. Keywords: Education. Circular Economy. Waste Management. Environmentally Friendly Abstrak: Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh dosen di samping pendidikan dan penelitian. PKM merupakan kegiatan dosen dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Menerapkan hasil penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan masalah-masalah di Memperkuat pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Meningkatkan citra dan peran perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa. Kualitias pengelolaan sampah salah satu permasalahan yang harus dibenahi di tempat pengabdian yang kami lakukan, hasil pengabdian kami memberikan beberapa solusi untuk bisa menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampah yang ada di kabupaten bogor solusinya sebagai berikut: Memberikan solusi meningkatkan kualitas pengelolaan sampah yang berdaya guna pada kabupaten bogor. Memberikan solusi ekonomi sirkular yang tertata melalui pengelolaan sampah pada kabupaten 50 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. April 2024 Kata Kunci: Edukasi. Ekonomi Sirkular. Pengelolaan Sampah. Ramah Lingkungan PENDAHULUAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh dosen Perguruan Tinggi dua kali dalam setahun disamping melakukan pengajaran dan penelitian. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah sebagai bentuk kontribusi dosen dalam mengurangi masalah yang ada dalam masyarakat, dengan bantuan ilmu pengetahuan serta kreatifitas yang dimiliki oleh dosen sebagai tenaga pengajar. Bentuk partisipasi bisa dalam bentuk pemberian pengetahuan, keterampilan ataupun motivasi guna perubahan mindset atau pola pikir masyarakat. Kegiatan ini lebih diutamakan untuk membantu masyarakat terdekat dengan lokasi tenaga pengajar, karena memang biasanya lebih mudah mendeteksi masalah yang ada jauh dari kita dibanding masalah terdekat dengan kita. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan wawasan tentang Ekonomi sirkular agar pengelolaan sampah berdaya guna (Sutono et al. , 2. Dengan memahami dan menyadari arti pentingnya pengelolaan sampah . (Intan et al. Pentingnya pengelolaan sampah yang berdaya guna di dki Jakarta ataupun di Indonesia(Briandana et al. , 2. Edukasi Ekonomi Sirkular, yang juga dikenal sebagai edukasi tentang ekonomi berkelanjutan, berfokus pada pengembangan kemampuan individu dan masyarakat untuk berkontribusi pada pengembangan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada masa depan. Dalam konteks ini, edukasi Ekonomi Sirkular tidak hanya berfokus pada teoriteori ekonomi, tetapi juga pada praktik-praktik yang dapat membantu masyarakat untuk berkontribusi pada pengembangan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berdayaguna adalah berbagai strategi dan teknologi yang digunakan untuk mengelola dan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, serta mengubahnya menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Edukasi tentang ekonomi sirkular memainkan peran penting dalam mengubah cara kita memandang dan mengelola sampah. Ini bukan hanya tentang menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru dan mengurangi dampak negatif terhadap planet kita. Berikut beberapa konsep utama dan solusi yang dapat diperkenalkan dalam edukasi ekonomi sirkular: Pengurangan. Pemulihan, dan Daur Ulang: Fokus pada tiga pilar utama dalam ekonomi Pengurangan dimulai dari sumbernya dengan mengurangi pembuangan barang yang tidak perlu. Pemulihan melibatkan proses mengambil kembali barang yang sudah ada di alam dan mencegahnya menjadi sampah. Daur ulang adalah memproses barangbarang bekas menjadi bahan baku baru. Desain Produk Berkelanjutan: Edukasi dapat menekankan pentingnya desain produk yang mempertimbangkan siklus hidupnya dari awal hingga akhir. Ini termasuk menggunakan bahan ramah lingkungan, desain yang mudah didaur ulang, dan mempertimbangkan cara untuk memperpanjang umur pakai produk. Penggunaan Energi Terbarukan: Memperkenalkan konsep penggunaan energi terbarukan dalam proses produksi dan pemrosesan sampah. Ini membantu mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil dan mengurangi jejak karbon. Pendidikan Masyarakat: Pentingnya edukasi masyarakat dalam memahami pentingnya praktik-praktik ekonomi sirkular dan bagaimana mereka dapat berkontribusi. Hal ini meliputi pemisahan sampah, penggunaan kembali barang-barang, dan partisipasi dalam program-program daur ulang. Inovasi Teknologi: Mengenalkan inovasi teknologi yang mendukung ekonomi sirkular, seperti teknologi daur ulang canggih, pengembangan material ramah lingkungan, dan solusi digital untuk meningkatkan efisiensi dalam manajemen sampah. 51 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. April 2024 Kolaborasi antara Pemerintah. Bisnis, dan Masyarakat: Menggaris bawahi pentingnya kerjasama antara pemerintah, bisnis, dan masyarakat dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular. Ini melibatkan pembuatan kebijakan yang mendukung, insentif bagi bisnis untuk mengadopsi praktik berkelanjutan, dan partisipasi aktif dari masyarakat dalam program-program daur ulang. Melalui pendekatan ini, edukasi ekonomi sirkular dapat membantu membangun kesadaran, mengubah perilaku, dan mendorong inovasi untuk menciptakan sistem yang lebih berkelanjutan dalam pengelolaan sampah dan sumber daya. Ekonomi Sirkular adalah sebuah model ekonomi yang berfokus pada pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang material untuk meminimalkan limbah dan memaksimalkan nilai sumber daya. Model ini menawarkan solusi yang ramah lingkungan dan berdayaguna untuk pengelolaan sampah. Manfaat Ekonomi Sirkular: Melestarikan sumber daya alam: Dengan mengurangi penggunaan sumber daya baru dan mendaur ulang material, ekonomi sirkular membantu melestarikan sumber daya alam yang Mengurangi polusi dan emisi gas rumah kaca: Dengan mengurangi pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan meningkatkan daur ulang, ekonomi sirkular membantu mengurangi polusi dan emisi gas rumah kaca. Menciptakan lapangan kerja: Industri daur ulang dan ekonomi sirkular lainnya dapat menciptakan lapangan kerja baru dalam berbagai sektor, seperti pengumpulan sampah, pemrosesan material, dan manufaktur produk baru. Meningkatkan ekonomi: Ekonomi sirkular dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Edukasi Ekonomi Sirkular: Edukasi tentang ekonomi sirkular sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaatnya dan mendorong mereka untuk mengubah perilakunya. Edukasi dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti: Kampanye kesadaran publik: Kampanye ini dapat dilakukan melalui media massa, media sosial, dan program edukasi di sekolah dan komunitas. Pelatihan dan pengembangan kapasitas: Pelatihan dan pengembangan kapasitas dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan daur ulang. Dukungan kebijakan: Dukungan kebijakan diperlukan untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular, seperti insentif untuk daur ulang dan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Contoh Penerapan Ekonomi Sirkular: Daur ulang botol plastik: Botol plastik dapat didaur ulang menjadi berbagai produk baru, seperti botol baru, pakaian, dan furnitur. Pengomposan sisa makanan: Sisa makanan dapat dikomposkan menjadi pupuk organik yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman. Upcycling: Upcycling adalah proses mengubah produk bekas menjadi produk baru dengan nilai yang lebih tinggi. Contohnya, pakaian bekas dapat diubah menjadi tas atau selimut. Ekonomi Sirkular adalah solusi yang ramah lingkungan dan berdayaguna untuk pengelolaan sampah. Edukasi dan dukungan kebijakan diperlukan untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular dan mencapai manfaatnya bagi lingkungan dan ekonomi. Kondisi Psikologis. Proses peningkatan ekonomi sirkular harus diprioritaskan khususnya pengelolaan sampah agar berdaya guna (Kholifah, 2. 52 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. April 2024 Problem Akademis. Kemajuan suatu daerah tergantung pada pengelolaan ekonomi sirkularnya pada daerah tersebut (Nelfianti et al. , 2. Kondisi Akademis. Salah satu yang bisa meningkatkan ekonomi sirkular adalah pengelolaan sampah yang berdaya guna (Ratnasari et al. , 2. Maksud dan Tujuan Kegiatan. Berdarkan permasalaah yang telah disebutkan di atas, tujuan pengabdian ini adalah: Memberikan informasi dan pentingnya ekonomi sirkular pengelolaan sampah di kabupaten bogor (Abadi & Perkasa, 2. Memberikan pandangan mengenai peningkatan kualitas pengelolaan sampah di bumdes kabupaten bogor (N. Purnama et al. , 2. Manfaat dari pengabdian ini adalah ekonomi sirkular pengelolaan sampah di kabupaten Khalayak sasaran, dalam pengabdian ini seluruh elemen yang bumdes di kabupaten bogormenjadi khalayak sasaran PKM ini. METODE Metode kegiatan pengabdian yang digunakan, antara lain: Ceramah Metode ceramah dipilih untuk menyampaikan tentang ekonomi sirkular pengelolaan sampah yang berdaya guna di kabupaten bogor, peserta pelatihan tidak jelas dengan materi yang disampaikan oleh narasumber dapat memberikan pertanyaan secara langsung atau tidak harus menunggu sesi tanya jawab. Penggunaan metode ceramah dikombinasikan dengan memanfaatkan laptop dan LCD untuk menayangkan materi power point yang dilengkapi dengan gambar-gambar, termasuk penayangan video bagaimana ekonomi sirkular pengelolaan sampah yang berdaya guna di kabupaten bogor Tanya Jawab Metode ini dipilih untuk menunjukkan suatu proses sehingga dapat memberikan kemudahan dalam pengelolaan sampah di kabupaten bogor. Langkah-Langkah Kegiatan Pengabdian Masyarakat Langkah-langkah kegiatan dalam pengabdian ini melalui tahapan-tahapan berikut ini: Ceramah tentang ekonomi sirkular pengelolaan sampah yang berdaya guna di kabupaten Diskusi atau tanya jawab mengenai hal-hal yang berkaitan ekonomi sirkular pengelolaan sampah yang berdaya guna di kabupaten bogor. Kelompok Sasaran Antara yang Strategis Dalam pengabdian ini Kelompok sasaran yang dipilih adalah bumdes dan masyarakat kabupaten kabupaten bogor. Rancangan Evaluasi Dalam mengevaluasi hasil yang dicapai dalam pengabdian ini, tim akan melakukan monitoring ekonomi sirkular pengelolaan sampah yang berdaya guna di kabupaten bogor Rencananya pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan pada hari Jumat,Sabtu,Minggu 03-05 Maret 2024 jam 9 pagi di bumdes kabupaten bogor. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian kegiatan masyarakat yang kami lakukan alhamdulillah mendapat hasil yang maksimal, dengan banyaknya tanya jawab dan interaksi pada saat berlangsungnya kegiatan ini. Hasil yang dapat kami rangkum adalah sebagai berikut: 53 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. April 2024 Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini terbukti dengan banyak nya tanya jawab yang berkaitan dengan tema pengabdian masyarakat yang kami laksanakan Pelaksana dan peserta berkomitmen akan selalu berkomunikasi lanjutan yang fungsinya agar esensi dari kegiatan ini dapat diterapkan dalam praktek kerja peserta sehari Ae hari Kegiatan ini juga menghasilkan ide Ae ide baru dari hasil tanya jawab tentsng bagaimana baiknya pelaksanaan meningkatkan kualitas ekonomi sirkluar pengelolaan sampah yang berdaya guna Hasil kegiata ini akan kami terbitkan dalam bentuk jurnal terakreditasi di jurnal terkemuka di indonesia Berikut kami lampirkan foto Ae foto kegiatan ini: Photo 2 Photo 1 Photo 3 54 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. April 2024 Photo 4 KESIMPULAN DAN SARAN Kami tim pelaksana pengabdian masyarakat ini berkomitmen untuk mempublikasi pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk jurnal terakreditasi nasional Peran Mitra Peserta atau mtra kami dalam pelaksanaan kegiatan ini sangat berperan penting dalam terselenggaranya kegiatan ini dan membuat hasil yang kegiatan menjadi sangat baik dan Berikut beberapa peran mitra dalam kegiatan ini: Mitra sangat pro aktif dalam membantu kegiatan pengabdian masyarakat terlaksana hingga sukses dengan berkontribusi mengumpulkan peserta dan memberikan akses dan waktu kepada kami tim pelaksana. Mitra juga berperan dalam memberikan kontribusi kegiatan seperti menambah membelikan minuman gelas . serta snack yang belum tercover oleh kami Mitra juga sangat antusias dalam berdiskusi dengan pemateri sehingga membuat kegiatan menjadi bersemangat dan suasana menjadi hidup. Kami juga sudah bersepakat melanjutkan Kerjasama tidak hanya dalam kegiatan ini tetapi akan selalu berkomunikasi terkait untuk hasil pencapaian kegiatan ini dan kegiatan Ae kegiatan selanjutnya. REFERENSI