Volume 1 No 2 : p. E-ISSN : Open Acces MEDIDENJ : Medical and Dental Journal HUBUNGAN ANTARA JUMLAH PARITAS DENGAN PENGETAHUAN. SIKAP. DAN TINDAKAN IBU HAMIL TENTANG IMUNISASI PADA BAYI DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN THE RELATIONSHIP BETWEEN PARITY AND PREGNANT WOMEN'S KNOWLEDGE, ATTITUDES. AND ACTIONS REGARDING IMMUNIZATION IN INFANTS AT DR. PIRNGADI HOSPITAL. MEDAN Miftah Kemala Sari Department of Medical. Faculty of Medical. University of Sumatera Utara. Medan. Indonesia. *Koresponden Miftah Kemala Sari. Address: Fakultas Kedokteran. Universitas Sumatera Utara. Medan , email : ghifaaraffa@gmail. Abstrak Imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah kepada semua bayi . sia 0-11 bula. adalah BCG untuk mencegah penyakit tuberculosis. DPT untuk mencegah penyakit Diphteri. Pertusis dan Tetanus, imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak, imunisasi polio untuk mencegah penyakit polio, plus Hepatitis B untuk mencegah penyakit Hepatitis B . enyakit hat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jumlah paritas dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu hamil tentang imunisasi pada bayi di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Jenis penelitian ini adalah survei yang bersifat analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang melakukan kontrol kehamilan di Poliklinik Ibu Hamil (PIH) RSUD Dr. Pirngadi Medan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh dari populasi yang terdapat dalam waktu dilakukannya penelitian sebanyak 55 responden. Data diperoleh dari hasil responden mengisi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan tindakan relatif buruk pada paritas satu, yang disusul dengan kategori sedang pada paritas dua, dan kategori baik pada paritas tiga. Dari hasil uji korelasi pearson dan regresi linier sederhana diperoleh adanya hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen, yaitu pengetahuan ( r=0,. , sikap . =0,. , dan tindakan . =0,. Hasil analisis statistik diperoleh adanya hubungan antara jumlah paritas dengan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu hamil tentang imunisasi pada bayi. Diharapkan tenaga kesehatan lebih meningkatkan pemahaman dan penyebarluasan informasi mengenai imunisasi pada bayi melalui penyuluhan-penyuluhan. Kata kunci: pengetahuan, sikap, tindakan, imunisasi pada bayi Abstract Immunizations are required by government to all infants . ge 0-11 month. is to prevent tuberculosis BCG. DPT Diphteri to prevent disease, pertussis and tetanus, measles immunization to prevent measles, polio immunization to prevent polio, plus Hepatitis B for prevent hepatitis B . iver The purpose of this study to determine the relationship between the number of parity with the knowledge, attitudes, and actions of expectant mothers about immunizations in infants at Hospital Dr. Pirngadi Medan. This type of research is a survey that is analytic. The population in this study were all pregnant women who do birth control clinic in Pregnant Women Hospital Dr. Pirngadi Medan. Sampling was performed using total sampling technique that is the whole of the population contained within the research done by 55 respondents. Data obtained from the respondents filled in The results showed that the knowledge, attitudes, and actions are relatively poor at parity one, which was followed by the category of being at parity two, and good the parity three From the results of Pearson correlation test and simple linear regression obtained by the relationship between the dependent variable with independent variables, that is knowledge . = 0. = 0. , and action . = 0. The results obtained by statistical analysis of the relationship between the number of parity with the knowledge, attitudes and actions of expectant mothers regarding immunization in infants. Expected to further enhance the understanding of health MEDIDENJ : Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index professionals and dissemination of information on immunizations in infants through counselingcounseling. Keywords: knowledge, attitude, action, immunizations in infant MEDIDENJ : Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index PENDAHULUAN Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada setiap tahunnya, merupakan salah satu bukti tentang pentingnya imunisasi bagi kesehatan bayi dan anak. Di Indonesia program imunisasi dikenalkan sejak tahun 1956. Keberhasilan kegiatan tersebut di Indonesia dinyatakannya Indonesia bebas cacar tahun 1974 oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) dan tahun 1977 WHO mendukung program imunisasi yang di Indonesia disebut dengan Program Pengembangan Imunisasi (PPI) (Kurniasih dkk, 2. Menurut Hidayat . , imunisasi adalah usaha memberikan kekebalan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu (Muslihatun. , 2. Seperti diketahui, usia kanak-kanak merupakan masa rawan terserang penyakit karena daya tahan tubuhnya memberikanperlindungan, pencegahan, sekaligus membangun kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit berbahaya yang dapat menimbulkan kecacatan tubuh bahkan kematian. Imunisasi perlindungan sampai 100% tetapi umumnya dapat mencegah sampai 96% sehingga apabila terkena tidak akan separah jika tidak di imunisasi (Kurniasih dkk, 2. Sejak Program Pengembangan Imunisasi (PPI) pada 1974, imunisasi telah menyelamatkan lebih dari 20 juta jiwa pada dua Sekalipun imunisasi telah menyelamatkan dua juta anak pada 2003, data yang terbaru menyebutkan bahwa 1,4 juta anak meninggal karena mereka tidak diimunisasi. Hampir seperempat dari 130 juta bayi yang lahir tiap tahun tidak diimunisasi agar terhindar dari penyakit anak yang umum (UNICEF, 2. Menkes. Dr. Siti Fadilah Supari Sp. Jp (K) menyatakan, imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah kepada semua bayi . sia 0-11 bula. adalah BCG untuk mencegah penyakit tuberculosis. DPT untuk mencegah penyakit Diphteri. Pertusis dan Tetanus, imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak, imunisasi polio untuk mencegah penyakit polio, plus Hepatitis B untuk mencegah penyakit Hepatitis B . enyakit hat. Hal ini telah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Program Imunisasi tersebut (DEPKES, 2. Laporan UNICEF yang dikeluarkan terakhir menyebutkan bahwa 27 juta anak balita dan 40 juta ibu hamil di mendapatkan layanan imunisasi rutin. Akibatnya, penyakit yang dapat dicegah menyebabkan lebih dari dua juta kematian tiap tahun. Rata-rata angka imunisasi di Indonesia hanya 72 persen. Artinya, angka di beberapa daerah sangat rendah. Ada sekitar 2. 400 anak di Indonesia meninggal setiap hari termasuk yang meninggal karena sebabsebab yang seharusnya dapat dicegah. Misalnya pertussis, dipteri dan tetanus (UNICEF. MEDIDENJ : Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index 2. Setiap kali melahirkan, seorang ibu biasanya mendapat bimbingan dengan petunjuk imunisasi anak oleh petugas medis agar anaknya mendapat imunisasi lengkap selama usia 0-11 Akan tetapi, kepercayaan dan perilaku kesehatan ibu menjadi hal yang penting, karena penggunaan sarana kesehatan oleh anak berkaitan erat dengan perilaku dan kepercayaan ibu tentang kesehatan dan ini sangat Sehingga sarana dan fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal (Ali. METODOLOGI Jenis penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu hamil tentang imunisasi pada bayi di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Tempat penelitian di Poliklinik Ibu Hamil (PIH) RSUD Dr. Pirngadi Medan dan waktu penelitian pada 29 Juli 2011 sampai 29 Agustus 2011. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil yang melakukan kontrol kehamilan di Poliklinik Ibu Hamil (PIH) yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel pada penelitian ini sebanyak 55 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Pengetahuan Buruk Paritas Total Satu Dua Tiga HASIL PENELITIAN Tabel 1. Hubungan Jumlah Paritas dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Imunisasi pada Bayi di RSUD Dr. Pirngadi Medan Hubungan Jumlah Paritas dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Imunisasi pada Bayi di RSUD Dr. Pirngadi Medan Pengetahuan responden diperoleh untuk mendapatkan gambaran mengenai pengetahuan para responden tentang hal-hal yang berkaitan dengan imunisasi pada bayi. Berdasarkan tabel 1. dari 55 responden ibu hamil yang diteliti, paritas satu berpengetahuan . ,6%), berpengetahuan sedang 7 orang . ,2%), dan berpengetahuan baik 5 orang . ,2%). Maka diperoleh bahwa kebanyakan berpengetahuan buruk pada paritas satu. Pada paritas dua sudah tidak ditemukan berpengetahuan buruk, berpengetahuan sedang 11 orang . ,7%) dibandingkan dengan paritas satu, dan berpengetahuan baik 6 orang . ,3%). Maka diperoleh bahwa kebanyakan berpengetahuan sedang pada paritas dua. Pada paritas tiga sudah tidak ditemukan lagi berpengetahuan buruk dan sedang, yang diperoleh kebanyakan berpengetahuan baik 9 orang. %). Total Sedang Bai MEDIDENJ : Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Dari hasil diatas, maka yang tampak adalah semakin banyak jumlah paritas ibu hamil maka semakin baik pengetahuan. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor pengetahuan yaitu pendidikan, paritas, dan sumber informasi. Dalam hasil penelitian ini yang mempengaruhi pengetahuan responden kemungkinan oleh semakin banyaknya jumlah paritas yang ditambah dengan sumber informasi yang didapat responden yaitu berupa semakin seringnya responden kontak dengan petugas-petugas kesehatan serta semakin bertambahnya wawasan melalui pengalaman atas anak Hubungan Jumlah Paritas dengan Sikap Ibu Hamil tentang Imunisasi pada Bayi di RSUD Dr. Pirngadi Medan Sikap mendapatkan gambaran mengenai sikap para responden tentang hal-hal yang berkaitan dengan imunisasi pada bayi. Berdasarkan tabel 2. dinyatakan dari 55 responden ibu hamil yang diteliti paritas satu bersikap buruk 14 orang . ,3%), bersikap sedang 9 orang . ,0%), dan bersikap baik 6 orang . ,7%). Maka kebanyakan bersikap buruk pada paritas Pada paritas dua sudah tidak ditemukan bersikap buruk, dan semakin bertambahnya bersikap sedang 11 orang . ,7%) dibandingkan paritas satu, dan bersikap baik 6 orang . ,3%). Maka berpengetahuan sedang pada paritas dua. Pada paritas tiga sudah tidak ditemukan lagi berpengetahuan buruk dan sedang, berpengetahuan baik 9 orang . %). Tabel 2. Hubungan Jumlah Paritas dengan Sikap Ibu Hamil tentang Imunisasi pada Bayi di RSUD Dr. Pirngadi Medan Sikap Paritas Satu Dua Tiga Total Total Buruk Sedang Baik Berdasarkan tabel 2. dinyatakan dari 55 responden ibu hamil yang diteliti paritas satu bersikap buruk 14 orang . ,3%), bersikap sedang 9 orang . ,0%), dan bersikap baik 6 orang . ,7%). Maka kebanyakan bersikap buruk pada paritas Pada paritas dua sudah tidak ditemukan bersikap buruk, dan semakin bertambahnya bersikap sedang 11 orang . ,7%) dibandingkan paritas satu, dan bersikap baik 6 orang . ,3%). Maka berpengetahuan sedang pada paritas dua. Pada paritas tiga sudah tidak ditemukan lagi berpengetahuan buruk dan sedang, berpengetahuan baik 9 orang . %). Dari hasil diatas, maka yang tampak adalah semakin banyak jumlah paritas ibu hamil maka semakin baik sikap. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh dalam penentuan sikap yang utuh, pengetahuan, berfikir, keyakinan, dan emosi memegang peranan penting. Dalam hasil penelitian ini yang mempengaruhi sikap responden kemungkinan oleh karena semakin banyaknya jumlah paritas yang pengetahuan yang didapat dalam hasil penelitian ini. Hubungan Jumlah Paritas dengan Tindakan Ibu Hamil tentang Imunisasi pada Bayi di RSUD Dr. Pirngadi Medan MEDIDENJ : Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Tindakan responden diperoleh untuk tindakan para responden tentang hal-hal yang berkaitan dengan imunisasi pada Tabel 3. Hubungan Jumlah Paritas dengan Tindakan Ibu Hamil tentang Imunisasi pada Bayi di RSUD Dr. Pirngadi Medan Paritas Total Tindakan Buruk Satu 21 Dua Tiga 0 Total Sedang Baik Berdasarkan tabel 3. dinyatakan dari 55 responden ibu hamil yang diteliti paritas satu bertindakan buruk 21 orang . ,4%), bertindakan sedang 7 orang . ,1%), dan bertindakan baik 1 orang . ,4%). Maka kebanyakan tindakan buruk pada paritas Pada paritas dua sudah tidak ditemukan bertindakan buruk, dan semakin bertambahnya bertindakan sedang 10 orang . ,8%) dibanding paritas satu, dan bertindakan baik 7 orang . ,2%). Maka diperoleh bahwa kebanyakan bertindakan sedang pada paritas dua. Pada paritas tiga sudah tidak ditemukan lagi bertindakan buruk dan sedang, yang diperoleh kebanyakan bertindakan baik 9 orang . %). Dari hasil diatas, maka yang tampak adalah semakin banyak jumlah paritas ibu hamil maka semakin baik Dalam hasil penelitian ini yang kemungkinan oleh karena semakin banyaknya jumlah paritas yang ditambah dengan semakin baik pengetahuan dan sikap yang didapat dalam hasil penelitian Tabel 4. Korelasi Pearson Jumlah Paritas dengan Pengetahuan Jumlah Paritas Pengetahuan Pearson Sig. Correlation Taile. 0,657 0,0001 Nilai p uji korelasi pearson dalam penelitian ini mengenai hubungan jumlah paritas dengan tingkat pengetahuan didapatkan p = 0,0001 atau dituliskan sebagai p < 0,001 dengan maksud agar dapat mengestimasi secara lebih akurat nilai desimal p sebenarnya. Nilai p < 0,005 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara jumlah paritas dengan pengetahuan. Uji korelasi pearson hubungan jumlah paritas dan pengetahuan menunjukkan r = 0,657 . ,600 Ae 0,. Dilihat dari besaran r tersebut, maka hubungan antara jumlah paritas dan pengetahuan adalah kuat. Tabel 5. Regresi Linier Sederhana Jumlah Paritas dengan Pengetahuan Pengetahuan Jumlah Paritas skor Sig. pengetahuan 0,657 0,404 0,600 0,0001 Pada regresi linier didapatkan persamaan y= 0,404-0,600x , dengan y adalah jumlah paritas dan x adalah skor pengetahuan. Nilai p uji regresi linier sederhana dalam penelitian ini mengenai hubungan jumlah paritas dengan pengetahuan didapatkan nilai p = 0,0001. Oleh karena nilai p < 0,005 maka terdapat hubungan antara jumlah paritas dengan pengetahuan. Uji regresi linear sederhana hubungan jumlah paritas dan pengetahuan menunjukkan r = 0,657 . ,6 Ae 0,. Dilihat dari besaran r tersebut, maka hubungan antara jumlah paritas dan tingkat pengetahuan adalah MEDIDENJ : Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Gambar 1. Diagram tebar dari (Scatter Plo. Hubungan Jumlah Paritas dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Imunisasi pada Bayi di RSUD Dr. Pirgadi Medan KESIMPULAN Berdasarkan dilakukan di RSUD Dr. Pirngadi Medan yang dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Agustus, setelah data sekunder diolah dan pembahasan hasil yang diperoleh, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Terdapat hubungan antara jumlah paritas dengan pengetahuan tentang imunisasi pada bayi yang kuat dan erat berdasarkan uji perhitungan statistik korelasi dan regresi sebesar r = 0,657 dan signifikan sebesar p = 0,0001 Terdapat hubungan antara jumlah paritas dengan sikap tentang imunisasi pada bayi yang kuat dan erat berdasarkan uji perhitungan statistik korelasi dan regresi sebesar r = 0,604 dan signifikan sebesar p = 0,0001 Terdapat hubungan antara jumlah paritas dengan tindakan tentang imunisasi pada bayi yang sangat kuat dan sangat erat berdasarkan uji perhitungan statistik korelasi dan regresi sebesar r = 0,809 dan signifikan sebesar p = 0,0001 SARAN Adapun saran pada penelitian ini yaitu: Bagi Tenaga Kesehatan Diharapkan tenaga kesehatan lebih imunisasi pada bayi melalui penyuluhanpenyuluhan tidak hanya di Rumah Sakit saja tetapi menyeluruh ke masyarakat yang lebih intensif dan sungguh-sungguh sehingga ibu hamil, khususnya pada pengetahuan, sikap, dan tindakan yang baik tentang imunisasi pada bayi. Bagi Peneliti lanjutan Mengingat adanya keterbatasan dalam selanjutnya agar dapat mengembangkan Karya Tulis Ilmiah ini pada aspek yang lebih baik dengan metode yang lengkap untuk menyempurnakan penelitian. KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan terkait penerbitan artikel ini. UCAPAN TERIMA KASIH MEDIDENJ : Medical and Dental Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Terima kasih kepada Bapak/ibu Pimpinan Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Kota Medan yang telah memberikan ijin untuk meneliti di Poliklinik Ibu Hamil (PIH) RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan DAFTAR PUSTAKA Ali. Pengetahuan. Sikap, dan Tindakan Ibu Bekerja dan Ibu Tidak Bekerja Tentang Imunisasi. Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Available from: http://repository. id/handle/12345 6789/6260. [Accessed 18 February BCG. DPT. Polio. Campak, dan Hepatitis B? Imunisasi Wajib Bagi Semua Bayi. Available http://w. id/index. php/beri ta/pressrelease/180--abcg-dpt-poliocampak-dan-hepatitis-baimunisasiwajibbagi-semua-bayi. [Accessed 18 February 2. Gupte. Panduan Perawatan Anak. Ed. Jakarta: Pustaka Populer Obor: 148-152. Hidayat. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1. Ed. Jakarta: Salemba Medika: 101-104. Ibnu. Fajar,. Isnaeni, dkk. Statistika untuk Praktisi Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Kurniasih, dkk. Panduan Imunisasi. Ed. Jakarta: PT. Sarana