[VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jasa Pengiriman dengan Metode Analytical Hierarchy Proses (AHP) Adzikra Tazkiya QurrotaAoayun1. Bela Septina Mukty2. Nur Fitri Amalia3. Sherly Amelia Putri4. Yola Nabilah5 AbstractAi The selection of delivery services is usually done to find out the estimated time, security guarantees, tracking access, area coverage, and customer service. The role of shipping services as a means is the main focus in distributing goods to their destination correctly and quickly. The formulation of the problem of this study is to find out how to make a Decision Support System for the selection of shipping services and rank the results of the calculation of the value weight of shipping services using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to find out which shipping services are widely chosen according to their criteria. Based on the ranking in the AHP Method Delivery Service Decision Support System, the results of the calculation of criteria are obtained, namely, the first rank is J&T Express with a value of 0. 47043, the second rank is JNE with a value of 0. 31269, the third rank is SiCepat with a value of 0. 14988, and the fourth rank is Anteraja with a value IntisariAiPemilihan jasa pengiriman biasanya dilakukan untuk mengetahui estimasi waktu, jaminan keamanan, akses tracking, jangkauan area, dan customer service. Peran jasa pengiriman sebagai sarana menjadi tumpuan utama dalam menyalurkan barang hingga sampai ke tempat tujuan dengan benar dan cepat. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana membuat sebuah Sistem Pendukung Keputusan pemilihan jasa pengiriman dan melakuan perankingan dari hasil perhitungan bobot nilai jasa pengiriman dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui jasa pengiriman yang mana yang banyak dipilih sesuai dengan Berdasarkan perankingan dalam Sistem Pendukung Keputusan Jasa Pengiriman Metode AHP didapat hasil dari perhitungan kriteria-kriteria yaitu, peringkat pertama adalah J&T Express dengan nilai 0. 47043, peringkat kedua adalah JNE dengan nilai 0. 31269, peringkat ketiga adalah SiCepat dengan 14988, dan peringkat keempat adalah Anteraja dengan Kata Kunci Ai Analytical Hierarchy Process (AHP). Jasa Pengiriman. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) PENDAHULUAN Pada beberapa orang yang sering menggunakan jasa pengiriman . asa ekspedis. , kegiatan pemilihan terhadap jasa pengiriman merupakan kegiatan yang umum dilakukan. Demikian pula dalam perkantoran maupun perorangan . erjualan onlin. , dianggap perlu untuk melakukan pemilihan terhadap jasa pengiriman. Pemilihan tersebut dilakukan untuk 1,2,3,4,5 Program Studi Sistem Informasi. STMIK Antar Bangsa. Kawasan Bisnis CBD Ciledug. Jl. HOS Cokroaminoto No. 29-35, RT. 001/RW. Karang Tengah. Kec. Ciledug. Kota Tangerang. Banten, 15157 INDONESIA ( telp:021 5068 6099. adzikratq@gmail. com, septinamuktybela@gmail. com, nurfitriama lia844@gmail. putrisherly91@gmail. 30@gmail. mengetahui estimasi waktu, jaminan keamanan, akses tracking, jangkauan area, dan customer service. Peran jasa pengiriman sebagai sarana menjadi tumpuan utama dalam menyalurkan barang hingga sampai ke tempat tujuan dengan benar dan cepat. Selain itu, jasa pengiriman berpengaruh pada kegiatan perkantoran ataupun perorangan. Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah di atas, rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Bagaimana membuat sebuah Sistem Pendukung Keputusan untuk pemilihan jasa pengiriman. Bagaimana melakuan perankingan allternatif dari hasil perhitungan bobot nilai jasa pengiriman dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Bagaimana cara mengumpulkan data dari kriteria yang digunakan untuk penilaian yang terdiri dari kategori estimasi waktu, jaminan keamanan, akses tracking, jangkauan area, dan juga customer service. Adapun yang menjadi tujuan penulisan adalah sebagai berikut : Memberi pengetahuan tentang arti dari metode AHP dan untuk membuat keputusan yang dapat membantu pihakpihak tertentu dalam mengambil keputuan yang terbaik untuk mencapai hasil yang maksimal. Melakukan perankingan alternatif dari hasil perhitungan bobot nilai jasa pengiriman dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Merancang sebuah model Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam memilih jasa pengiriman dengan kriteria dari kategori estimasi waktu, jaminan keamanan, akses tracking, jangkauan area, dan juga customer. II. LANDASAN TEORI Pada penelitian ini diterapkan suatu sistem pendukung Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Dimana tak ada seorangpun tahu secara pasti bagaiman keputusan seharusnya dibuat. Menurut Azizah dan Winiarti dalam Keen dan Scoot Morton . 4:1. Sistem Pendukung Keputusan merupakan pasangan intelektual dari sumber daya manusia dengan kemampuan komputer untuk memperbaiki keputusan, yaitu sistem pendukung keputusan berbasis komputer bagi pembuat keputusan manajemen yang menghadapi masalah semi struktur . Maka dari itu penulis memilih judul yaitu AuSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jasa Pengiriman Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Proces. Pada penelitian ini akan diterapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk merancang sistem pemilihan ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Sistem Pendukung Keputusan A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. jasa pengiriman yang digumakan sebagai pendukung pengambilan keputusan pada setiap orang atau perkantoran. Metode AHP adalah suatu model pengambilan keputusan yang komprehensif dan terstuktur. Metode ini meliputi proses pemilihan kinerja yang dimulai dari pembobotan kriteria untuk mengetahui bobot kepentingan masing-masing indikator kemudian penjabaran tujuan strategis ke dalam indikator Dari pembobotan indikator tersebut dapat menghasilkan bobot alternatif untuk mengetahui nilai tertinggi dari alternatif yang ada. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian sistem pendukung keputusan pemilihan jasa pengiriman yang telah dilakukan terbukti mampu memberikan prioritas jasa pengiriman yang tepat sesuai dengan kriteria, sub kriteria, dan alternatif yang diinginkan. Pengertian Motode AHP Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah metode yang digunakan untuk mengevaluasi dan membuat keputusan multikriteria. Ini mengevaluasi berbagai alternative berdasarkan kriteria yang berbeda dan memberikan skor relative untuk setiap alternative. AHP memungkinkan pengguna untuk mengintegrasikan subjektivitas dan objektivitas dalam proses pengambilan keputusan dan membantu untuk mengidentifikasi factor-faktor yang paling penting dalam situasi yang kompleks . AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty pada tahun 1970-an. Model pendukung keputusan ini akan menguraikan multi factor atau multi kriteria yang kompleks menjadi satu hirarki, menurut Saaty . , hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi-level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level factor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternative. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompokkelompoknya yang kemudia diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis. AHP sering digunakan sebagai metode pemecahan masalah disbanding dengan metode lain karena alasan-alasan sebagai Struktur yang berhirarki, sebagai konsekuensi dari kriteria yang dipilih, sampai pada sub kriteria yang paling dalam. Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil keputusan. Memperhitungkan daya tahan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan. Peralatan utama AHP adalah sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Keberdaan hirarki memungkinkan dipecahnya masalah kompleks atau tidak terstruktur dalam sub-sub masalah, lalu menyusunnya menjadi suatu bentuk hirarki. Kami memilih untuk menggunakan metode ini karna dalam AHP suatu prioritas disusun dari berbagai pilihan yang dapat berupa kriteria yang sebelumnya telah didekomposisi . terlebih dahulu, sehingga penetapan prioritas didasarkan pada suatu proses yang terstruktur . dan masuk akal. Metode AHP juga membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menyusun suatu hirarki kriteria, dinilai secara subjektif oleh pihak yang berkepentingan lalu menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas . Kelebihan Dan Kekurangan Metode AHP Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan metode untuk mengambil keputusan yang kompleks dan memprioritaskan berbagai faktor. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan metode AHP . Kelebihan Metode AHP Kelebihan dari metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam pengambilan keputusan diantaranya : Kesatuan (Unit. AHP membuat permasalahan yang luas dan tidak terstruktur menjadi suatu model yang fleksibel dan mudah dipahami. Kompleksitas (Complexit. AHP permasalahan yang kompleks melalui pendekatan sistem dan pengintegrasian secara deduktif. Saling ketergantungan (Inter Dependenc. AHP dapat digunakan pada elemen-elemen sistem yang saling bebas dan tidak memerlukan hubungan linier. Struktur Hirarki (Hierarchy Structurin. AHP mewakili pemikiran alamiah yang cenderung mengelompokkan elemen sistem ke level-level yang berbeda dari masingmasing level berisi elemen yang serupa. Pengukuran (Measuremen. AHP menyediakan skala pengukurang dan metode untuk mendapatkan prioritas. Konsistensi (Consistenc. AHP mempertimbangkan konsistensi logis dalam penilaian yang digunakan untuk menentukan prioritas. Sintetis (Syntheti. AHP mengarah pada perkiraan keseluruhan mengenai seberapa diinginkannya masingmasing alternatif. Trade Off. AHP mempertimbangkan prioritas relatif faktor-faktor pada sistem sehingga orang mampu memilih alternatif terbaik berdasarkan tujuan mereka. Penilaian dan Konsensus (Judgement and Consensu. AHP tidak mengharuskan adanya suatu konsensus, tapi menggabungkan hasil penilaian yang berbeda. Pengulangan proses (Process Repetitio. AHP mampu membuat orang menyaring definisi dari suatu permasalahan dan mengembangkan penilaian serta pengertian mereka melalui peroses pengulangan. Kekurangan Metode AHP Adapun kekurangan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam pengambilan keputusan adalah : 25 ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Sistem Pendukung KeputusanA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. Orang yang dilibatkan adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan ataupun banyak pengalaman yang berhubungan dengan hal yang akan dipilih dengan menggunakan metode AHP. Untuk melakukan perbaikan keputusan, harus dimulai lagi dari tahap awal. Untuk melakukan perbaikan keputusan, harus dimulai lagi dari tahap awal. Ketergantungan model AHP pada input utamanya. Input utama ini berupa persepsi seorang ahli sehingga dalam hal ini melibatkan subyektifitas sang ahli selain itu juga model menjadi tidak berarti jika ahli tersebut memberikan penilaian yang keliru. Metode AHP ini hanya metode sistematis tanpa ada pengujian secara statistik sehingga tidak ada batas kepercayaan dari kebenaran model yang terbentuk. Bila ada partisipan yang kuat maka akan mempengaruhi partisipan yang lainnya. Penilaian cenderung subjektif karena sangat dipengaruhi oleh situasi serta preferensi, persepsi, konsep dasar dan sudut pandang partisipan. Jawaban atau penilaian responden yang konsisten tidak selalu logis dalam arti sesuai dengan permasalahan yang Tahapan Metode AHP Menurut Kardasyah dan Ali . , langkah-langkah yang dilakukan dalam metode AHP sebagai berikut : Mendefinisikan permasalahan dan penentuan tujuan. Jika AHP digunakan untuk memilih alternatif atau menyusun prioritas alternatif, pada tahap ini dilakukan pengembangan alternatif. Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan Membuat matrik perbandingan berpasangan yang menggambarkan kontribusi realtif atau pengaruh setiap elemen terhadap tujuan atau kriteria yang setingkat Mendefinisikan perbandingan berpasangan sehingga diperoleh jumlah penilai seluruhnya sebanyak n x [. buah, dengan n adalah banyaknya elemen yang Menghitung nilai eigen dan menguji konsistensinya. Jika tidak konsisten maka pengambilan data diulangi. Mengulangi langkah 3,4, dan 5 untuk seluruh tingkat Menghitung vektor eigen dari setiap matriks perbandingan berpasangan yang merupakan bobot setiap elemen untuk penentuan prioritas elemen-elemen pada tingkat hirarki terendah sampai mencapai tujuan. Perhitungan dilakukan lewat cara menjumlahkan nilai-nilai dari setiap baris dan membaginya dengan jumlah elemen untuk mendapatkan rata-rata. Memeriksa konsistensi hirarki. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengumpulan data yang telah kami lakukan, dalam penentuan kriteria yang digunakan dalam laporan ini didapatkan dari data terbanyak yang dianggap penting dalam hal jasa pengiriman. Sesuai dengan data itu, ada lima kriteria penilaian yang digunakan dalam menentukan jasa pengiriman terbaik, kriteria tersebut meliputi Estimasi Waktu. Jaminan Keamanan. Akses Tracking. Jangkauan Area. Dan Customer Service. Selain itu alternatif yang kami tentukan pada laporan ini terdapat empat . pilihan jasa pengiriman yaitu J&T Express. JNE. SiCepat, dan Anteraja. Struktur Hirarki Tahapan pertama dalam perhitungan metode AHP yaitu menyusun hirarki. Berdasarkan data yang didapatkan maka struktur hirarki dari kasus ini dimulai paling atas dengan tujuan yaitu jasa pengiriman terbaik, diikuti bawahnya oleh kriteria, dan posisi terbawah yaitu alternatif. Gbr 1 Struktur Hirarki Pemilihan Jasa Pengiriman Membuat matriks perbandingan berpasangan bagian Tahapan berikutnya melakukan perhitungan untuk bagian kriteria, dengan kriteria Berupa Estimasi Waktu. Jaminan Kemanan. Akses Tracking. Jangkauan Area, dan Customer Service. Sedangkan untuk pemberian bobot tingkat kepentingan kriteria yang akan digunakan dalam menghitung bagian kriteria dengam metode AHP didapatkan dengan cara melakukan penyesuaian tingkat kepentingan untuk masingmasing kriteria. Maka setelah dilakukan penentuan untuk tingkat kepentingan dari setiap kriteria didapatkan nilai dan matriks perbandingan berpasangan pada Tabel 1. Hasil pada matrik perbandingan berpasangan kriteria pada Tabel 1 diperoleh dengan membandingkan setiap kriteria berdasarkan tingkat kepentingan setiap kriteria. Seperti pada tabel matrik perbandingan berpasangan diberikan nilai 1. karena membandingkan dengan dirinya sendiri. Kemudian untuk perbandingan estimasi waktu dengan jaminan keamanan diberikan nilai 1. 00 , karena estimasi waktu dengan jaminan keamanan sama pentingnya. Sedangkan untuk baris jaminan keamanan dengan estimasi waktu diberikan nilai 1. 00 juga, karena merupakan nilai kebalikan dari baris estimasi waktu ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Sistem Pendukung Keputusan A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. dengan jaminan keamanan. Begitu juga untuk seterusnya untuk baris dan kolom yang lain. Apabila seudah semua baris dan kolom diisi, maka dilakukan penjumlahan untuk setiap kolom, seperti contoh kolom satu dilakukan penjumlahan yaitu 1 1 3 0. 20 maka didapatkan jumlah untuk kolom satu begitu juga seterusnya untuk kolom kedua sampai kolom empat. Tabel 1. Matriks Perbandingan Berpasangan KRITERIA Estimasi Waktu Jaminan Keamanan Akses Tracking Jangkauan Area Customer Service Estimasi Waktu Jaminan Keamanan Akses Tracking Jangkauan Area Customer Service JUMLAH Melakukan sintesis terhadap matriks perbandingan berpasangan kriteria. Tabel 2. Matriks Normalisasi KRITE RIA Estima Waktu Jami Keama Akses Trac Jang Area Custo Service TAL Esti Wak Jami Track Jang Area Custo Ser Jum Prio Vec 0,359 0,366 0,389 0,275 0,294 1,685 0,337 0,359 0,366 0,389 0,275 0,411 1,803 0,360 0,119 0,122 0,129 0,344 0,117 0,834 0,166 0,089 0,091 0,025 0,068 0,117 0,394 0,078 0,071 0,052 0,064 0,034 0,058 0,282 0,056 Nilai pada tabel matriks normalisasi kriteria diperoleh melalui hasil pembagian setiap kriteria dengan hasil penjumlahan dari kolom bersangkutan pada matriks normalisasi perbandingan berpasangan. Dari perhitungan tersebut diketahui priority vector dari setiap kriteria sebagai berikut : . Kriteria Estimasi Waktu dengan nilai 0,33714, . Kriteria Jaminan Keamanan dengan nilai 0,36067, . Kriteria Akses Tracking dengan nilai 0,16688, . Kriteria Jangkauan Area dengan nilai 0,07882, . Kriteria Customer Service dengan nilai 0,55650. Rumus untuk menghitung priority vector adalah : yaycycoycoycaEa ycAycaycycycnycoyc ycAycuycycoycaycoycnycycaycycn yaycycoycoycaEa ycAycaycycycnycoyc ycEyceycycaycaycuyccycnycuyciycaycu yaAyceycycyycaycycaycuyciycaycu a . Dengan ketentuan jumlah dari kedua rumus tersebut berdasarkan dari jumlah pada masing-masing kriteria. Setalah dilakukan perhitungan dari tabel matriks normalisasi maka dilakukan penghitungan rasio konsistensi untuk mengetahui apakah penilaian perbandingan kriteria bersifat konsisten. Menentukan nilai eigen maksimal . Didapatkan dari hitungan diatas max = . ,33714 * 2,. ,36067 * 2,. ,16688 * 7,. ,07882 * 14,. ,5650 * 17,. max = 5,30996 . Menghitung index konsistensi (CI) CI = . /n-1 = . ,30996-. = 0,07749 . Menghitung rasio konsistensi = CI/RI CR = 0,07749/1,12 = 0,069 Hasil dari perhitungan CR adalah <0,100 berarti preferensi pembobotan adalah konsisten . apat diterim. Menghitung Bagian Alternatif Langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan perhitungan dibagian alternatif, mirip dengan perhitungan bagian kriteria, namun untuk bagian alternatif akan dilakukan perbandingan sebanyak lima kali, karena untuk bagian alternatif akan dibandingkan sesuai dengan jumlah kriteria yaitu lima kriteria, sehingga nanti alternatif akan dibandingkan untuk setiap bagian Estimasi Waktu. Jaminan Keamanan. Akses Tracking. Jangkauan Area. Customer Service. Berdasarkan hasil pengumpulan data yang sudah dilakukan, dalam penulisan ini digunakan empat data jasa pengiriman sebagai alternatif yang akan dihitung dengan menggunakan langkah-langkah AHP, yaitu J&T Express. JNE. SiCepat. Anteraja. Berikut ini salah satu perhitungan Perbandingan Alternatif Bagian Estimasi Waktu dan Perbandingan Alternatif Bagian Jaminan Keamanan . Seperti langkah-langkah perhitungan yang dilakukan untuk bagian kriteria, maka untuk perhitungan alternatif pada bagian pendidikan dimulai dengan membuat matriks perbandingan berpasangan, maka dengan langkah pembuatan matriks perbandingan berpasangan maka didapatkan hasil seperti tabel dibawah ini. Tabel 3. Matriks Perbandingan Berpasangan Alternatif Bagian Estimasi Waktu ALTERNATIF JNT Express JNE SiCepat Anteraja JUMLAH JNT Express 27 ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Sistem Pendukung KeputusanA JNE SiCepat Anteraja JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. Selanjutnya melakukan sintesis dengan cara normalisasi matriks perbandingan berpasangan alternatif dan mencari nilai jumlah maupun nilai prioritas untuk bagian alternatif estimasi waktu diperoleh dengan cara seperti pada bagian kriteria maka didapatkan hasil sebagai berikut ini. Tabel 4. Matriks Normalisasi Alternatif Estimasi Waktu ALTER NATIF JNT Express JNE SiCepat Anteraja TOTAL JNT 0,535 0,267 0,107 0,089 JNE Cepat Anter Jum Priority Vector 0,558 0,279 0,069 0,093 0,483 0,387 0,387 0,032 0,461 0,230 0,230 0,076 2,039 1,164 0,504 0,291 0,5098 0,2912 0,1261 0,0728 Setelah mendapatkan nilai normalisasi dan prioritas, maka dilanjutkan dengan mencari nilai maksimum dan juga nilai konsistensi indeks (CI). Dengan menggunakan cara seperti bagian kriteria namun disesuaikan dengan jumlah elemen yang Karena untuk bagian alternatif menggunakan empat elemen, maka nilai n untuk bagian alternatif disesuaikan Sehingga didapatkan hasil untuk nilai maksimum dan konsistensi indeks (CI) sebagai berikut: maksimum = 4,24563 = ( maks-. / n-1 = . ,24563 Ae . / 4-1 = 0,08188 Selanjutnya mencari nilai Konsistensi Rasio (CR), cara untuk mendapatkan nilai CR sma seperti bagian kriteria namun perlu menyesuaikan nilai Indeks Random (IR) sesuai dengan dimensi matriks atau jumlah alternatif yang digunakan. Sehingga didapatkan hasil nilai konsistensi rasio dengan nilai : CR = 0,08188/0,90 = 0,091 CR<0,1 maka nilai indeks random pada alternatif bagian estimasi waktu dapat dikatakan konsisten. Perbandingan alternatif untuk bagian jaminan keamanan dilakukan sama seperti estimasi waktu, sehingga didapatkan hasil untuk matriks perbandingan berpasangan sebagai berikut. Tabel 5. Matriks Perbandingan Berpasangan Alternatif Bagian Jaminan Keamanan ALTERNATIF JNT Express JNE SiCepat Anteraja JUMLAH JNT Express JNE SiCepat Anteraja Selanjutnya melakukan sintesis seperti cara yang sama seperti pada bagian perbandingan alternatif bagian estimasi waktu maka didapatkan hasil seperti pada Tabel 6 : Tabel 6. Matriks Normalisasi Alternatif Bagian Jaminan Keamanan ALTER NATIF JNT Express JNE SiCepat Anteraja TOTAL JNT 0,25 0,166 0,083 JNE Cepat 0,558 0,279 0,093 0,069 0,416 0,416 0,138 0,027 Anter 0,375 0,25 0,312 0,062 Jum Priority Vector 1,849 1,195 0,711 0,024 0,4624 0,2989 0,1777 0,0608 Mencari nilai maksimum, konsistensi indeks, dan nilai konsistensi rasio dengan cara yang sama seperti sebelumnya sehingga didapatkan hasilnya sebagai berikut: maks = 4,24954 = ( maks Ae . / n-1 = . ,24954 Ae . / 4-1 = 0,08318 = 0,08318/0,90 = 0,0924 Maka nilai konsistensi rasio pada alternatif bagian jaminan keamanan dapat dikatakan nilainya konsisten, karena CR<0,1. Perangkingan Berdasarkan dari semua perhitungan diatas dimulai dari matriks perbandingan kriteria, normalisasi kriteria, dan perhitungan masing-masing kriteria pada alternatif maka semua nilai yang didapatkan merupakan nilai yang konsisten sehingga dari penilaian tersebut dapat dilanjutkan ke tahap Perangkingan dilakukan dengan mengalihkan nilai prioritas dari masing-masing alternatif berdasarkan hasil perbandingan pada setiap kriteria dengan nilai prioritas dari setiap kriteria. Kemudian melakukan penjumlahan dari hasil priority vector tersebut untuk mendapatkan nilai total bagi masing-masing alternatif. Maka hasil itu dimuat dalam tabel 7 Tabel 7. Hasil Perhitungan SPK Metode AHP Overall Composite Height Estimasi Waktu Jaminan Keamanan Akses Tracking Jangkauan Area Customer Service TO TAL Priority Vector (Rata-rat. JNT Ex press JNE Si Cepat Anter 0,33714 0,50982 0,2912 0,12611 0,07287 0,36067 0,46245 0,29893 0,17777 0,06084 0,16688 0,45227 0,34774 0,12697 0,07302 0,07882 0,37497 0,40527 0,15537 0,06439 0,05650 0,47315 0,29601 0,17368 0,05716 0,47043 0,31269 0,14988 0,067 Hasil perhitungan priority vector diambil dari priority vector pada tabel matriks perbandingan normalisasi kriteria, dan untuk nilai setiap alternatif didapatkan dari hasil ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Sistem Pendukung Keputusan A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. perhitungan priority vector pada masing masing perhitungan alternatif bagian dari semua perhitungan kriteria. Kemudian tahap selanjutnya adalah menentukan ranking pada setiap alternatif yang diberikan dengan cara perhitungan nilai Cara untuk menentukan nilai preferensi yaitu dari perkalian antar hasil akhir alternatif dikali dengan priority vector kriteria. Kemudian semua hasil perkalian dijumlah. Sebagai contoh : Perancangan Activity Diagram Nilai Preferensi = Nilai Alternatif * Priority Vector = . ,50982*0,33. ,46245*0,36. ,45527*0,16. ,37497*0,07. ,47315*0,5. = 0,47043 Tabel 8. Perankingan Perhitungan SPK Metode AHP ALTERNATIF JNT Express JNE SiCepat Anteraja Nilai Preferensi 0,47043 0,31269 0,14988 0,067 Ranking Gbr 3. Activity Diagram Mengelola Data Alternatif Bagian Admin IV. ANALISA PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JASA PENGIRIMAN Tujuan dari analisa sistem ini adalah untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi masalah-masalah yang terdapat pada sistem yang akan dibuat. Analisa sistem juga berguna untuk memperjelas konsep dari perancangan dengan unsur-unsur yang terlibat. Perancangan Usecase Diagram Gbr 4. Activity Diagram Mengelola Nilai Kriteria Bagian User Gbr 2. Usecase Diagram 29 ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Sistem Pendukung KeputusanA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA ini terdapat terdapat penjelasan singkat mengenai sistem pendukung keputusan metode AHP, dan juga terdapat tabel tingkat kepentingan menurut Saaty . Tampilan halaman home dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gbr 6. Halaman Utama (Hom. Halaman Kriteria Halaman kriteria berisi tabel list yang dapat ditambah, diubah atau dihapus oleh user sehingga user bisa menyesuaikan dengan kriteria yang ditentukan. Gbr 5. Class Diagram IMPLEMENTASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN METODE AHP Implementasi adalah tahap penerjemahan hasil perancangan ke dalam bentuk bentuk baris program. Sistem menggunakan metode Analytic Hierarchy Process adalah suatu sistem pendukung keputusan yang diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan PHP Myadmin sebagai databasenya. Implementasi koneksi PHP dengan PHP Myadmin untuk mengakses database yang dibuat melalui web browser, sistem ini dapat diakses oleh user. Beikut ini adalah merupakan detail mengenai halaman-halaman dari sistem yang telah dibuat. Gbr 7. Halaman Kriteria Halaman Alternatif Halaman Home Pada halaman ini user tidak perlu melakukan login, karena konsep dari aplikasi ini adalah open source sehingga tidak diperlukannya proses login admin maupun user. Pada halaman Gbr 8. Halaman Alternatif ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Sistem Pendukung Keputusan A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. Halaman Perbandingan Kriteria Halaman ini berfungsi untuk memberikan bobot nilai masing-masing perbandingan berdasarkan kriteria. Pada halaman ini terdapat tabel perbandingan kriteria berdasarkan nilai kepentingan dari masing-masing kriteria, terdapat button kanjut untuk memproses data yang menghasilkan tabel matriks perbandingan kriteria, tabel matriks normalisasi kriteria, nilai maximum. IR, dan CR. Tampilan hasil implementasi pada perbandingan kriteria dapat dilihat pada gambar berikut. Gbr 11. Tampilan Perbandingan Estimasi Waktu Gbr 9. Tampilan Halaman Perbandingan Matriks Kriteria 1 Gbr 12. Tampilan Matriks Perbandingan Estimasi Waktu Gbr 10. Tampilan Halaman Perbandingan Matriks Kriteria 2 Halaman Perbandingan Alternatif Pada halaman perbandingan alternatif dibagi menjadi 5 perbandingan yaitu sesuai jumlah kriteria yang telah ditentukan. Tampilan halaman perbandingan alternatif ini berisi tabel perbandingan berdasarkan nilai kepentingan suatu alternatif dengan kriteria yang nantinya akan diubah menjadi data matriks perbandingan alternatif estimasi waktu, jaminan keamanan, akses tracking, jangkauan area, dan customer Berikut adalah salah satu tampilan dari halaman perbandingan alternatif yaitu Perbandingan Alternatif Ae Estimasi WaktuPada halaman ini terdapat 3 tabel yaitu tabel nilai perbandingan berdasarkan nilai kepentingan pada alternatif terhadap kriteria, tabel matriks perbandingan alternatif estimasi waktu, dan tabel normalisasi perbandingan alternatif estimasi waktu. Gbr 13. Tampilan Matriks Normalisasi Estimasi Waktu Halaman Hasil SPK Setelah dilakukan analisa perbandingan, maka tahap AHP selanjutnya adalah menghitung matrix perbandingan kriteria dengan alternatif yang akan menghasilkan priority vector yaitu setiap alternatif yang telah dihitung bersama kriterianya. Laporan perhitungan sistem pendukung keputusan menggunakan AHP akan ditampilkan melalui menu Hasil dan rekomendasi alternatif jasa pengiriman dapat diketahui dari sell rank yang ada pada tabel halaman hasil, ranking pertama adalah hasil paling cocok menurut sistem. 31 ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Sistem Pendukung KeputusanA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA REFERENSI