Journal for Quality in Women's Health DOI : https://doi. org/10. 30994/jqwh. https://jqwh. ISSN: 2615-6660 . 2615-6644 . Vol. 7 No 1. March 2024. Page. Tersedia online di https://jqwh. org/index. php/JQWH THE RELATIONSHIP BETWEEN THE ROLE OF THE MIDWIFE AND DISTANCE TO HEALTH FACILITIES WITH POSTPARTUM VISITS IN PUSKESMAS WORKING AREA TANJUNG BUNTUNG BATAM CITY IN 2023 Poppy Aprilia1*. Mona Rahayu Putri2. Didi Yunaspi3 1,2,3 Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan. Institut Kesehatan Mitra Bunda. Batam. Indonesia *Corresponding author: poppyyapriliaa@gmail. Received: March 5, 2024 . Accepted: March 15, 2024. Published: March 25, 2024 ABSTRACT Background : Cakupan pelayanan kunjungan nifas lengkap tahun 2022 di Kepulauan Riau masih terbilang cukup jauh dari target yang dicapai yaitu 90,7%. Kepulauan Riau hanya mencapai target sebesar 78,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Peran Bidan dan Jarak ke Fasilitas Kesehatan dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023. Method : menggunakan penelitian korelasional dengan rancangan cross sectional melibatkan 65 ibu nifas, dengan populasi ibu nifas di kota batam tahun 2022. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner yang telah baku. Result : Hasil distribusi frekuensi pada penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas melakukan kunjungan nifas tidak lengkap sebanyak 44 . ,7%), peran bidan cukup 47 . ,3%), dan jarak ke fasilitas kesehatan jauh 33 . ,8%). Analysis : Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai . value = 0,000 < 0,. , menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Conclution : Sebagian besar ibu nifas kunjungan nifas tidak lengkap karena faktor peran bidan cukup dan jarak ke fasilitas kesehatan jauh. Diharapkan ibu nifas melakukan kunjungan nifas lengkap minimal 4 kali untuk mencegah terjadinya komplikasi pada masa Keywords : Jarak ke Fasilitas Kesehatan. Kunjungan Nifas. Peran Bidan Journal for Quality in Women's Health | 69 Journal for Quality in Women's Health (JQWH ) INTRODUCTION Masa nifas merupakan masa yang dilalui oleh ibu setelah melahirkan yang berlangsung sejak plasenta lahir sampai dengan 6 minggu atau 42 hari setelah Selama masa nifas ibu dianjurkan melakukan kunjungan nifas untuk deteksi dini terjadinya komplikasi dan diperlukan pemantauan pemeriksaan terhadap ibu nifas dengan melakukan kunjungan minimal empat kali dengan kunjungan pada 6 jam sampai dengan 2 hari setelah persalinan, pada hari ke 3 sampai dengan hari ke 7 setelah persalinan, pada hari ke 8 sampai dengan hari ke 28 setelah persalinan, dan pada hari ke 29 sampai dengan 42 hari setelah persalinan (Safitri et al. Cakupan kunjungan nifas rendah negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah. Analisis data survei demografi dan kesehatan dari 23 negara Afrika sub-Sahara menemukan bahwa hanya 13% wanita yang melahirkan di rumah menerima perawatan pasca melahirkan dalam waktu 2 hari setelah Proporsi ibu yang menerima pemeriksaan PNC dalam 2 hari kelahiran adalah 17% cakupan PNC lebih tinggi di daerah 2 perkotaan daripada di daerah Di wilayah Amhara, 76,9% ibu tidak menerima layanan PNC dan 2,9% digunakan dalam 4 sampai 23 jam pertama setelah kelahiran (Kebede, 2. Cakupan kunjungan nifas lengkap di Indonesia pada tahun 2022 mencapai target 90,7%. Provinsi dengan cakupan tertinggi adalah Provinsi DKI Jakarta sebesar 114,2%. Jawa Barat 102,4% dan Kalimantan Tengah 97,7%. Sedangkan Provinsi Papua Barat. Papua, dan Sulawesi Tengah menjadi (Kementrian Kesehatan RI, 2. Cakupan pelayanan kunjungan nifas lengkap tahun 2022 di Kepulauan Riau masih terbilang cukup jauh dari target yang dicapai yaitu 90,7%. Kepulauan Riau hanya mencapai target sebesar 78,3%. Sedangkan, dari data Dinas Kesehatan Kota Batam mengenai kunjungan nifas tahun 2022 terdapat penurunan yang signifikan di 2 Puskesmas Kota Batam dari kunjungan nifas pertama hingga kunjungan nifas keempat yaitu Puskesmas Tanjung Buntung dan Puskesmas Tiban Baru. Pada Puskesmas Tanjung Buntung dengan kunjungan 1%, kunjungan kedua 71,5%, kunjungan ketiga 64,5%, kunjungan keempat 56,3% dan kunjungan pertama di Puskesmas Tiban Baru 95,0%, kunjungan kedua 95,0%, kunjungan ketiga 95,0%, kunjungan keempat 52,4% (Data Dinas Kesehatan Kota Batam. Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya kunjungan nifas lengkap mempengaruhi kunjungan masa nifas yaitu faktor predisposisi . engetahuan, sikap, pendidikan, kepercayaan, keyakinan, nilainila. , faktor pendukung . etersediaan dan jarak ke fasilitas kesehata. , faktor pendorong . ukungan keluarga dan peran bida. (Patrin et al. , 2. Bidan memegang peranan penting meningkatkan kesehatan dan pengertian masyarakat melalui konsep promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Dalam standar pelayanan kebidanan, bidan memberikan pelayanan bagi ibu pada masa nifas melalui kunjungan rumah pada hari ketiga, minggu kedua dan minggu keenam setelah persalinan untuk membantu proses pemulihan ibu dan bayi melalui penanganan tali pusat yang benar, penemuan dini, penanganan atau rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas, serta memberikan penjelasan tentang kesehatan secara umum, personal hygiene, nutrisi, perawatan bayi baru lahir, pemberian ASI, imunisasi dan keluaga berencana (Yerika. Faktor jarak ke fasilitas kesehatan dengan rumah berpengaruh terhadap perilaku penggunaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Jarak dekat dan waktu tempuh yang singkat serta kemudahan alat trasportasi yang ada akan mendorong seseorang memanfaatkan fasilitas pelayanan Ibu Journal for Quality in Women's Health | 70 Journal for Quality in Women's Health (JQWH ) memanfaatkan kunjungan nifas dikarenakan jarak yang jauh dan tidak ada yang 3. RESULTS Tabel 1. Karakteristik Ibu Nifas Berdasarkan tersedianya sarana dan prasarana untuk Umur di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung masyarakat Buntung Kota Batam Tahun 2023. merupakan salah satu komponen dalam Umur Frekuensi Persentasi . masyarakat itu sendiri (Sinta Indah et al. >35 tahun 20 - 35 tahun Hasil observasi wawancara terhadap 5 Total ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Berdasarkan tabel 1. menunjukkan bahwa Tanjung Buntung bahwa keseluruhan ibu sebagian besar ibu nifas yang memiliki umur 20 nifas mengalami kendala saat kunjungan 35 tahun sebanyak 56 orang . ,2%) dan sebagian masa nifasnya karena faktor jarak rumah kecil ibu nifas yang memiliki umur >35 tahun mempengaruhi sebanyak 9 orang . ,8%). kelengkapan kunjungan nifas. Hasil Studi Pendahuluan di Wilayah Kerja Puskesmas Tabel 2. Distribusi Frekuensi Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Tiban Baru yang memiliki cakupan Kota Batam Tahun 2023. pelayanan nifas terendah kedua di Kota Batam dengan 8 ibu nifas menilai bahwa Kunjungan Frekuensi Persentasi Nifas . peran bidan dalam pelayanan kunjungan Tidak Lengkap nifas dalam kategori cukup, 2 ibu nifas menilai dalam kategori baik. Untuk variabel Lengkap Total jarak ke fasilitas kesehatan yaitu sebanyak 8 ibu nifas menyatakan jarak yang jauh ke Berdasarkan table 2 menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan dan 2 ibu nifas sebagian besar ibu nifas melakukan kunjungan menyatakan memiliki jarak yang dekat ke nifas lengkap sebanyak 44 . ,7%) dan sebagian fasilitas kesehatan. Sedangkan, dapat kecil kunjungan nifas lengkap sebanyak 21 diketahui bahwa sebagian besar ibu nifas . ,3%). tidak melakukan kunjungan nifas lengkap. Dikatakan kunjungan nifas lengkap apabila Tabel 3. Distribusi Frekuensi Peran Bidan di ibu nifas telah melakukan kunjungan empat Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023. METHODS Metode penelitian ini termasuk jenis penelitian korelasional dengan rancangan cross Dimana dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat Hubungan Peran Bidan dan Jarak ke Fasilitas Kesehatan dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023. Populasi target seluruh ibu nifas di Puskesmas Kota Batam yang 345 ibu. Populasi terjangkau ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam berjumlah 1. 709 ibu. Besar sampel menggunakan rumus cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang telah menjalani masa nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023 sebanyak 65 ibu nifas. Peran Bidan Frekuensi Persentasi . Cukup Baik Total Berdasarkan tabel 3. menunjukkan bahwa pada ibu nifas sebagian besar menilai peran bidan cukup sebanyak 47 . ,3%) dan sebagian kecil peran bidan baik dengan jumlah 18 . ,7%). Tabel 4. Distribusi Frekuensi Jarak ke Fasilitas Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023. Jarak ke Fasilitas Kesehatan Jauh Frekuensi Persentasi (%) Journal for Quality in Women's Health | 71 Journal for Quality in Women's Health (JQWH ) Dekat Total Berdasarkan tabel 4. menunjukkan bahwa sebagian besar jarak rumah yang jauh ke fasilitas kesehatan sebanyak 33 . ,8%) dan sebagian kecil jarak rumah yang dekat sebanyak 32 . ,2%). Tabel 5. Hubungan Peran Bidan dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023. Kunjungan Nifas Peran Bidan Lengkap Baik Cukup Tidak Lengkap Total Total Berdasarkan tabel 5. menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas melakukan kunjungan nifas tidak lengkap menilai peran bidan cukup sebanyak 39 . ,0%). Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Peran bidan dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023 dilakukan analisis Chi-Square. Berdasarkan Hasil Analisa Chi-Square diketahui bahwa nilai p value = 0,000 . value < 0,. , artinya ada hubungan Peran bidan dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun Tabel 6. Hubungan Jarak ke Fasilitas dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023. Jarak Faskes Kunjungan Nifas Tidak Lengkap Lengkap Total Dekat Jauh Total Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa kunjungan nifas pada ibu nifas sebagian besar tidak lengkap pada jarak ke fasilitas kesehatan yang jauh sebanyak 33 . ,8%). Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Jarak ke Fasilitas Kesehatan dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023 dilakukan analisis Chi-Square. Berdasarkan Hasil Analisa Chi-Square diketahui bahwa nilai p value = 0,000 . value < 0,. , artinya ada hubungan Jarak ke Fasilitas Kesehatan dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023. DISCUSSION Kunjungan Nifas Hasil penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam bahwa dari 65 ibu nifas sebagian besar melakukan kunjungan nifas tidak lengkap sebanyak 44 . ,7%). Ibu nifas melakukan kunjungan nifas 4 kali . sesuai kebijakan nasional sebanyak 21 ibu nifas. Sedangkan, yang melakukan kunjungan 3 kali sebanyak 15 ibu nifas, melakukan kunjungan 2 kali sebanyak 27 ibu nifas, dan melakukan kunjungan 1 kali sebanyak 2 ibu nifas. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lailatul Rahmawati . menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Jelbuk Kabupaten Jember melakukan kunjungan nifas tidak lengkap sebanyak 27 . ,9%). Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sinta Indah et al. menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sine Kabupaten Ngawi melakukan kunjungan nifas tidak lengkap sebanyak 30 . ,0%). Sesuai dengan kebijakan program nasional melakukan kunjungan nifas lengkap apabila ibu memeriksakan diri pada masa nifas paling sedikit 4 kali kunjungan yaitu pada 6 jam sampai dengan 2 hari setelah persalinan, hari ke 3 sampai dengan hari ke 7 setelah persalinan, hari ke 8 sampai dengan hari ke 28 setelah persalinan, dan hari ke 29 sampai dengan hari ke 42 setelah persalinan. Ibu pasca bersalin yang telah melakukan kunjungan nifas sebanyak empat kali dapat dihitung telah melakukan kunjungan nifas lengkap (KF lengka. (Kemenkes RI, 2. Jenis pelayanan kesehatan ibu nifas yang diberikan terdiri dari anamnesis, pemeriksaan tekanan darah, nadi, respirasi dan suhu, pemeriksaan tanda-tanda anemia, pemeriksaan Journal for Quality in Women's Health | 72 Journal for Quality in Women's Health (JQWH ) tinggi fundus uteri, pemeriksaan kontraksi uteri, pemeriksaan kandung kemih dan saluran kencing, pemeriksaan lokhia dan perdarahan, pemeriksaan jalan lahir, pemeriksaan payudara dan pendampingan pemberian ASI Ekslusif, identifikasi risiko tinggi dan komplikasi pada masa nifas, pemeriksaan status mental ibu, pemberian KIE dan konseling serta emberian kapsul vitamin A (Kemenkes RI. , 2. Peran Bidan Hasil penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam bahwa dari 65 ibu nifas sebagian besar menilai bahwa peran bidan dalam kategori cukup dengan jumlah 47 . ,3%). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lailatul Rahmawati . di Wilayah Kerja Puskesmas Jelbuk Kabupaten Jember juga menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas menilai peran bidan dalam kategori cukup dengan jumlah 34 . ,7%). Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Haspirando . di Puskesmas Aek Batu Kabupaten Labuhanbatu Selatan menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas menilai peran bidan dalam kategori cukup sebanyak 60 . ,7%). Haspirando . mengatakan bahwa peran bidan yang baik adalah kenyamanan pada pasien selama melakukan pemeriksaan serta memberikan informasi secara jelas dan professional mengenai kesehatan masa nifas nya. Bidan juga harus memastikan bahwa ibu nifas melakukan kunjungan masa nifas dengan lengkap sesuai jadwal yang telah ditentukan kebijakan nasional. Marmi . mengatakan bahwa bidan tidak hanya berperan memberikan penyuluhan ataupun konseling selama masa nifas bidan sebaiknya melakukan kunjungan rumah agar tercapainya kunjungan nifas lengkap. Kunjungan rumah nifas dilakukan sebagai suatu tindakan untuk pemeriksaan nifas lanjutan. Kunjungan rumah postpartum bisa mempunyai keuntungan yang sangat jelas sebab membuat bidan dapat melihat serta berhubungan dengan keluarga didalam area yang alami serta nyaman. Jarak ke Fasilitas Kesehatan Hasil penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam dari 65 ibu nifas sebagian besar jarak rumah jauh ke fasilitas kesehatan dengan 33 orang . ,8%). Hasil penelitian yang dilakukan Sinta Indah et al. menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sine Kabupaten Ngawi memiliki jarak rumah yang jauh ke fasilitas kesehatan sebanyak 31 . ,0%). Dalam penelitiannya Sinta mengatakan bahwa jarak fasilitas kesehatan merupakan sumber daya pendukung bagi seseorang dalam memanfaatkan pelayanan keseahtan. Salah satu komponen yang memudahkan ibu nifas ke fasilitas kesehatan walaupun memiliki jarak rumah yang jauh ke fasilitas kesehatan adalah dengan aksesibilitas yang baik. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitria Candra . di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungpati menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas memiliki jarak rumah yang jauh ke fasilitas kesehatan sebanyak 82 . ,6%). Fitria mengatakan bahwa derajat kesehatan seseorang ditentukan oleh pentingnya karakteristik pelayanan kesehatan seperti apakah mudah dijangkau, bagaimana mutu layanannya, apakah jaraknya mudah dicapai. Jarak membatasi kemauan dan kemampuan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan terutama pada sulitnya mendapatkan transportasi dan sulitnya medan untuk dilalui. Jarak yang jauh juga dipengaruhi oleh kondisi jalan yang harus dilewati. Kondisi jalan yang kurang baik berpengaruh terhadap waktu tempuh yang diperlukan untuk menuju tempat Tidak memungkinkan meskipun jarak ke tempat pelayanan dekat >2 km jika akses menuju ke fasilitas kurang baik maka dapat menyebabkan ibu enggan untuk melakukan pemeriksaan masa nifas sesuai dengan jadwal (Supliyani, 2. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa selama jarak yang ditempuh untuk mencapai fasilitas kesehatan jauh dan menempuh waktu lama tetapi hal ini tidak seharusnya menjadi hambatan bagi ibu nifas untuk melakukan kunjungan masa nifas lengkap. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur aksesbilitas jalan dan transportasi perlu dilakukan sesuai kondisi daerah masing-masing. Dalam hal ini, peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk Hubungan Peran Bidan dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023 Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dari 65 ibu nifas melakukan kunjungan nifas tidak lengkap menilai peran bidan baik sebanyak 5 Journal for Quality in Women's Health | 73 Journal for Quality in Women's Health (JQWH ) . ,8%) dan peran bidan cukup sebanyak 39 . ,0%). Ibu nifas yang melakukan kunjungan nifas lengkap menilai peran bidan baik sebanyak 13 . ,7%) dan peran bidan cukup sebanyak 8 . ,0%). Hasil Analisa Chi-Square diketahui bahwa nilai p value = 0,000 . value < 0,. , artinya ada hubungan Peran bidan dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lailatul Rahmawati . menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas menilai peran bidan dalam kategori cukup dengan jumlah 34 . ,7%) dan kategori baik dengan jumlah 11 . ,3%). Didukung dengan hasil Uji Chi Square diperoleh nilai p value = 0,037 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan peran bidan dengan kunjungan nifas. Lailatul mengatakan bahwa peran bidan cukup mempunyai resiko 4,400 kali pada ibu nifas untuk tidak melakukan kunjungan nifas dibandingkan peran bidan baik. Sesuai dengan kebijakan pemerintah bahwa bidan tidak hanya memberikan konseling atau informasi saja kepada ibu nifas tetapi bidan dapat melakukan kunjungan nifas rumah untuk memastikan bahwa keadaan kesehatan ibu baik dan kunjungan nifas tercapai sesuai dengan jadwal. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Haspirando . menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas menilai peran bidan dalam kategori cukup sebanyak 60 . ,7%) dan kategori baik sebanyak 8 . ,3%) dengan hasil uji Chi Square diperoleh nilai p value=0,042 <0,05 dapat disimpulkan ada hubungan antara peran bidan dengan kunjungan Haspirando mengatakan bahwa peran bidan dalam kunjungan nifas adalah memberikan dukungan yang terus menerus selama nifas yang baik dan sesuai dengan kebutuhan ibu agar mengurangi komplikasi secara fisiologi maupun psikologis selama masa nifas, bidan berperan sebagai promotor hubungan yang erat antar ibu dan bayi secara fisik dan psikologis, mengkondisikan ibu untuk menyusui bayinya dengan cara meningkatkan rasa nyaman. Bidan yang tidak melakukan kunjungan rumah memiliki keterbatasan diantaranya biaya yang besar untuk mengujungi rumah ibu yang jauh, terbatasnya jumlah bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan, dan kekhawatiran tentang keamanan untuk mendatangi pasien di daerah Bidan perlu meninjau kembali catatan kesehatan ibu, rencana pengajaran dan catatan lain yang bisa digunakan sebagai dasar wawancara dan pemeriksaan serta pemberian perawatan lanjutan yang diberikan. Setelah kunjungan tersebut direncanakan, bidan harus diperlukan dan keterangan yang dapat diberikan kepada keluarga yang akan dikunjungi (Saleha. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bidan sangat berperan penting pada ibu untuk melakukan kunjungan nifas lengkap. Ibu yang tidak mendapatkan konseling mengenai jadwal kunjungan nifas serta kesehatan pada masa nifas menyebabkan ibu nifas tidak memeriksakan diri selama masa nifasnya. Hubungan Jarak ke Fasilitas Kesehatan dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023 Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 65 ibu nifas melakukan kunjungan nifas tidak lengkap karna faktor jarak ke fasilitas kesehatan jauh sebanyak 33 . ,8%) dan jarak ke fasilitas kesehatan sebanyak 11 . ,4%). Ibu nifas yang melakukan kunjungan nifas lengkap karna faktor jarak ke fasilitas kesehatan dekat sebanyak 21 . ,6%) dan faktor jarak dekat ke fasilitas kesehatan tidak ada . ,0%). Hasil Analisa ChiSquare diketahui bahwa nilai p value = 0,000 . value < 0,. , artinya ada hubungan Jarak ke Fasilitas Kesehatan dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023. Hasil penelitian yang dilakukan Sinta Indah et al. menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas memiliki jarak rumah yang jauh ke fasilitas kesehatan sebanyak 31 . ,0%). Didukung dengan hasil uji Chi Square diperoleh nilai p value 0,001 < 0,05 dapat disimpulkan ada hubungan antara jarak ke fasilitas kesehatan dengan kunjungan nifas. Ibu dengan jarak rumah yang dekat memiliki peluang atau kesempatan untuk melakukan kunjungan nifas lengkap sebesar 7,429 kali dibandingkan pada ibu dengan jarak rumah ke fasilitas kesehatan jauh. Jarak ke pelayanan kesehatan meliputi: aksesibilitas dan kemudahan transportasi. Jarak pelayanan kesehatan dengan rumah berpengaruh terhadap perilaku penggunaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Jarak terhadap pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh lokasi, kondisi geografis, jenis pelayanan yang tersedia, kualitas pelayanan, transportasi, dan akses terhadap informasi (Sinta Indah et al. , 2. Journal for Quality in Women's Health | 74 Journal for Quality in Women's Health (JQWH ) Penelitian ini sejalan dengan teori tersebut bahwa jarak dan akses pelayanan kesehatan berpengaruh pada ibu nifas dalam melakukan kunjungan nifas. Semakin dekat jarak rumah dengan fasilitas pelayanan kesehatan maka semakin bersemangat ibu untuk datang memeriksakan kesehatan dirinya maupun Aksesibilitas merupakan sumber daya yang mendukung bagi seseorang dalam memanfaatkan pelayanan Jarak pelayanan kesehatan ke tempat tinggal ibu nifas yang dekat akan meningkatkan seorang ibu nifas melakukan kunjungan ibu nifas. Jarak membatasi kemauan perempuan dan kemampuan untuk mencari pelayanan kesehatan Tersedianya prasarana merupakan faktor pendukung pemanfaatan pelayanan kesehatan (Rahmawati, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitria Candra . menunjukkan bahwa dari 125 ibu nifas yang melakukan kunjungan nifas tidak lengkap memiliki jarak rumah yang jauh ke fasilitas kesehatan sebanyak 30 . ,6%) dan jarak rumah dekat sebanyak 28 . ,1%). Sedangkan ibu nifas yang melakukan kunjungan nifas lengkap dengan jarak ke fasilitas kesehatan jauh sebanyak 15 . ,9%) dan jarak ke fasilitas kesehatan dekat sebanyak 52 . ,4%) dengan hasil uji Chi Square nilai p value 0,004 < 0,05 dapat disimpulkan ada hubungan antara jarak ke fasilitas kesehatan dengan kunjungan Ibu dengan jarak rumah dekat mempunyai kemungkinan atau kesempatan lebih besar untuk melakukan kunjungan nifas dengan baik dibandingkan pada ibu dengan jarak rumah ke fasilitas kesehatan yang jauh. Notoatmodjo . menyebutkan bahwa keterjangkauan pelayanan kesehatan merupakan fasilitas yang mendorong seseorang untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan karena pelayanan kesehatan yang dekat dengan rumah responden akan memudahkannya dalam melakukan kunjungan nifas. Selain jarak yang jauh, ibu nifas yang yang belum memiliki transportasi akan mengalami kesulitan menuju ke fasilitas kesehatan. Menurut Wibowo hubungan antara jarak dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan, dimana semakin jauh jarak suatu fasilitas kesehatan, maka masyarakat akan semakin segan untuk datang ke fasilitas kesehatan tersebut. Hal ini berdampak pada harga atau biaya transportasi untuk menempuh perjalanan menuju fasilitas kesehatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor jarak memiliki pengaruh besar terhadap pemanfaatan fasilitas Menurut pendapat lain dari penelitian Haspindori . menyebutkan bahwa jarak pelayanan kesehatan dengan rumah berpengaruh terhadap perilaku penggunaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Jarak dekat dan waktu tempuh yang singkat serta kemudahan alat trasportasi yang ada akan mendorong seseorang memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. Kedekatan dan penempatan strategis pelayanan kesehatan cenderung meningkatkan penggunaan fasilitas kesehatan, selain itu ketersediaan transportasi, waktu tempuh, dan akses untuk mencapai layanan kesehatan mendorong seseorang menuju fasilitas kesehatan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa jarak ke fasilitas kesehatan yang dekat tidak memerlukan waktu yang lama dengan didukung akses jalan menuju fasilitas kesehatan sehingga ibu nifas mudah melakukan kunjungan nifas lengkap, sedangkan ibu nifas yang memiliki tempat tinggal yang jauh harus menunggu suami atau keluarga mengantar untuk kunjungan nifas ke fasilitas kesehatan dan mengeluarkan biaya jika tidak menggunakan alat transportasi pribadi sehingga ibu nifas melakukan kunjungan nifas jika ada keluhan atau ada masalah nifas hal ini menyebabkan kunjungan ibu nifas tidak lengkap. CONCLUSION Setelah dilakukan penelitian dan dilakukan pengolahan data oleh peneliti yang berjudul Hubungan Peran Bidan dan Jarak ke Fasilitas Kesehatan dengan Kunjungan Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023 dapat diambil kesimpulan bahwa: Sebagian besar ibu nifas tidak melakukan kunjungan nifas lengkap dengan jumlah 44 . ,7%). Sebagian besar ibu nifas menilai peran bidan cukup baik dengan jumlah 47 . ,3%). Sebagian besar ibu nifas dengan jarak ke fasilitas kesehatan yang jauh dengan jumlah 33 . ,8%). Ada hubungan yang signifikan antara peran bidan dengan kunjungan nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam Tahun 2023, dengan p-value sebesar 0,000 < 0,05. Ada hubungan yang signifikan antara jarak ke fasilitas kesehatan dengan kunjungan nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Journal for Quality in Women's Health | 75 Journal for Quality in Women's Health (JQWH ) Batam Tahun 2023, dengan p-value sebesar 0,000 < 0,05. ACKNOWLEDGMENTS Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan banyak mengalami kendala, namun berkat bantuan, bimbingan, kerjasama serta dukungan dari berbagai pihak sehingga kendalakendala Terselesaikannya penelitian ini tidak terlepas dari banyak pihak, oleh sebab itu, disini penulis sampaikan rasa terimakasih sedalam-dalamnya Ibu Hj. Gusnawati S. Tr. Keb,MKM selaku Ketua Yayasan Harapan Bunda Batam. Bapak Dr. Mawardi Badar,MM. , selaku Rektor Institut Kesehatan Mitra Bunda. Ibu dr. Nelli Roza. Kp. ,M. Kes. , selaku Warek I Institut Kesehatan Mitra Bunda. Ibu Roza Erda. ,M. , selaku Warek II Institut Kesehatan Mitra Bunda Bapak Ns. Didi Yunaspi,M. Kep. , selaku Warek i Institut Kesehatan Mitra Bunda serta selaku Pembimbing II yang telah membantu dan membimbing penyusunan Skripsi ini. Ibu Desy S. ,M. Pd. , selaku Warek IV Institut Kesehatan Mitra Bunda. Ibu Desi Ernita Amru S. ST. ,M. KM. , selaku Ketua Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Institut Kesehatan Mitra. Ibu Mona Rahayu Putri S. ST. ,Bdn. ,MKM. selaku Pembimbing I yang telah membantu dan membimbing penyusunan ini. Ibu Nurul Huda S. Tr. Keb. ,M. Keb selaku Penguji I yang telah memberikan saran serta kesempurnaan laporan penulis. Ibu Ns. Resi Novita M. Kep. , selaku Penguji II yang telah memberikan saran serta kritik yang membangun untuk kesempurnaan laporan penulis. Seluruh Dosen dan Staf Institut Kesehatan Mitra Bunda. Bapak/Ibu Dinas Kesehatan Kota Batam yang telah membantu dalam memperoleh data untuk penelitian. Direktur beserta Staf Karyawan Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam yang telah membantu dalam memperoleh data serta memberikan izin penelitian guna untuk penyelesaian penelitian ini. Teristimewa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada ayahanda Armi dan Ibunda Ira Safitri yang dengan penuh kasih sayang memberikan doAoa serta dukungan dalam bentuk apapun kepada penulis hingga penulis ada dititik ini. Dan kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini. REFERENSI