Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 27-38 Pemaknaan Stiker Whatsapp untuk Menanggapi Obituari dari Sudut Pandang Kesantunan Berbahasa Keni Suantini Magister Pendidikan Bahasa Indonesia. IKIP Siliwangi Korespondensi penulis: suantinikeni01@gmail. Abstract. Obituaries are one of the information that is often conveyed, especially in the Whatsapp application media. Delivering an obituary is even recommended in Islam and a response in the form of expressions of condolences also accompanies this However, a phenomenon occurred in the form of using stickers in expressions of condolences. This gives rise to different views about whether it is polite or This study aims to analyze the meaning of the condolence sticker from the point of view of language politeness by using a qualitative descriptive method. From the point of view of semiotics, the use of stickers to convey condolences has fulfilled the function of Meanwhile, according to politeness theory, this is not justified. The majority of scholars also consider the use of stickers to convey condolences is also a waste of time. Keywords: politeness, condolence stickers, whatsapp stickers, obituaries. Abstrak. Obituari atau berita kematian menjadi salah satu informasi yang sering disampaikan terutama di media aplikasi Whatsapp. Menyampaikan obituari bahkan dianjurkan dalam agama Islam dan respon berupa ungkapan belasungkawa juga mengiringi anjuran tersebut. Namun, terjadi fenomena berupa penggunaan stiker dalam ungkapan belasungkawa. Hal ini menimbulkan perbedaan pandangan mengenai santun atau tidaknya hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan stiker belasungkawa dari sudut pandang kesantunan berbahasa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari sudut pandang semiotika, penggunaan stiker untuk menyampaikan belasungkawa telah memenuhi fungsi komunikasi. Sedangkan menurut teori kesantunan, hal tersebut tidak dibenarkan. Mayoritas ulama juga menganggap penggunaan stiker untuk menyampaikan belasungkawa juga merupakan hal yang sia-sia. Kata kunci: kesantunan berbahasa, stiker belasungkawa, stiker whatsapp, obituari. Received Oktober 28, 2022. Revised November 17, 2022. Desember 07, 2022 * Keni Suantini, suantinikeni01@gmail. Pemaknaan Stiker Whatsapp untuk Menanggapi Obituari dari Sudut Pandang Kesantunan Berbahasa LATAR BELAKANG Interaksi merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Dengan berinteraksi, manusia dapat saling terhubung satu sama lain. Tidak ada manusia yang tidak terlibat dalam komunikasi, karena ada beberapa alasan mengapa komunikasi itu penting dan menjadi kebutuhan, salah satunya adalah untuk beradaptasi dengan lingkungan. Seiring dengan perkembangan teknologi, telah hadir di tengah-tengah masyarakat sebuah media komunikasi berupa aplikasi di smartphone, salah satunya Whatsapp. Dengan whatsapp, kegiatan komunikasi menjadi lebih mudah, terutama untuk komunikasi yang terhalang jarak dan jangkauan penerima. Whatsapp memungkinkan kita mengirim pesan kepada banyak orang sekaligus dengan mudah dan cepat daripada bila kita meletakkan pesan tersebut di surat kabar dan/atau jejaring sosial situs seperti Facebook. Kita juga bisa merespon atau menanggapi pesan tersebut, bahkan Informasi yang disiarkan dalam grup Whatsapp sangat beragam, dari berita sampai Di Indonesia sendiri, penyampaian berita kematian di grup Whatsapp sudah sangat lumrah. Sama biasanya dengan memberikan tanggapan maupun merespon berita tersebut di grup. Respon tersebut juga beragam bentuknya, karena Whatsapp memberikan banyak fitur selain pesan teks. Bentuk lain adalah pesan suara (Voice Not. , panggilan video (Video Cal. , mengirim gambar/foto, mengirim emoticon dan yang populer sekarang adalah menggunakan stiker. Menyampaikan belasungkawa menggunakan stiker menjadi hal yang banyak Sebagian kalangan menganggap hal tersebut adalah hal yang lumrah dan bahkan memudahkan. Dalam beberapa detik perasaan simpati bisa tersampaikan, kewajiban telah terpenuhi. Namun, ada sebagian kalangan justru menganggap hal tersebut kurang memenuhi kesantunan dalam berkomunikasi atau berinteraksi. Sedikitnya waktu dan usaha untuk menyampaikan belasungkawa dianggap sebagai usaha minimal untuk menunjukkan simpati. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 27-38 KAJIAN TEORITIS Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim sudah terbiasa dan dibolehkan untuk menyampaikan obituari atau berita kematian kepada orang-orang terutama orang terdekat dengan almarhum. Meskipun hal ini masih menjadi perdebatan. Namun, salah satu hadist yang memiliki arti: AuBahwasanya Rasulullah shallallahu Aoalaihi wa sallam pernah mengumumkan kematian Raja Najasyi pada hari kematiannya, beliau keluar ke tempat salat, dan membuat shaf bersama para sahabat dan bertakbir empat kaliAy (HR. Bukhari dan Musli. bisa menjadi acuan dalam melakukan hal tersebut. Bahkan Imam Nawawi memberikan keterangan dalam Syarh Shahih Muslim bahwa hadits tersebut merupakan anjuran untuk memberitahu kematian seseorang. Mereka yang menerima berita tersebut biasanya langsung meresponnya. Tanggapan yang diberikan terhadap berita kematian dikenal dengan istilah belasungkawa. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesi. belasungkawa artinya pernyataan turut berduka cita kepada keluarga yang menerima kemalangan tersebut. Belasungkawa sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Bentuk belasungkawa bisa saja bermacam Ae macam, tetapi pada umumnya tujuannya sama. Belasungkawa diharapkan mampu menjadi kata Ae kata penghibur, karena kematian merupakan hal yang tidak bisa Dengan belasungkawa, diharapkan keluarga dari mendiang bisa tabah serta menerima dengan ikhlas kematian orang yang dicintai. Kehadiran Whatsapp sebagai salah satu aplikasi perpesanan membuat penyampaian obituari dan pernyataan belasungkawa menjadi lebih cepat. Whatsapp sendiri didirikan oleh Brian Acton pada tahun 2009 dengan beragam fitur yang menarik. Pada tahun 2018. Whatsapp mengenalkan stiker. Stiker adalah ilustrasi dari karakter yang mewakili emosi atau perbuatan yang berupa gambar, teks, maupun gabungan keduanya. Pada saat ini, banyak sekali jenis stiker, bahkan pengguna Whatsapp bisa membuat stikernya sendiri menggunakan aplikasi tambahan. Penggunaan stiker akan memudahkan pengirim untuk mewujudkan atau mengekspresikan perasaan yang terkadang tidak cukup untuk diungkapkan dalam bentuk pesan teks. Stiker juga dapat menghidupkan suasana dan menajdi hiburan tersendiri pagi penggunanya. Perwujudan ekspresi yang ingin Pemaknaan Stiker Whatsapp untuk Menanggapi Obituari dari Sudut Pandang Kesantunan Berbahasa disampaikan di dalam pesan, stiker juga dapat menghidupkan suasana di dalam pesan dan memberikan hiburan tersendiri bagi penggunanya. Ada beberapa penelitian yang telah dilakukan tentang penggunaan stiker sebagai simbol dalam komunikasi. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Kautsar Rosyidah . Kautsar Rosyidah menyimpulkan bahwa stiker Whatsapp memiliki fungsi dalam menggambarkan suasana yang terkandung dalam pesan yang dikirim pengguna, itu perasaan senang, sedih, marah, dan lain sebagainya. Selain itu stiker Whatsapp berguna untuk mempertegas atau memantapkan ekspresi dari sebuah pesan. Penelitian lain yang berkaitan dengan penelitian ini juga telah dilakukan oleh Kusuma Putri, dkk. yang memberi simpulan bahwa meskipun rasa simpati atas meninggalnya seseorang bisa menjadi bagian dari interaksi sehari-hari, hal itu bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ketika seseorang menawarkan simpatinya, itu dapat menyebabkan pembicara dan pendengar ke saat yang canggung. Lebih janggal lagi ketika ucapan itu dilakukan melalui pesan singkat. Berbeda dengan dua penelitian sebelumnya yang disebutkan, penelitian ini menyelidiki pemaksaan stiker Whatsapp bertuliskan ucapan belasungkawa dalam menanggapi obituari yang dipublikasikan di grup wa dipandang dari sudut kesantunan Hal tersebut disebabkan oleh anggapan mengenai berkurangnya simpati, semangat, dan ketulusan hati yang terkandung dalam pesan tersebut karena kurangnya METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Menurut Nana Syaodih Sukmadinata, mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif menafsirkan dan menguraikan data yang ada bersamaan dengan situasi yang sedang terjadi. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 27-38 HASIL DAN PEMBAHASAN Stiker dalam Kajian Semiotika Stiker selalu ada dalam setiap percakapan di Whatsapp. Baik percakapan individu, maupun percakapan grup. Wirianti . alam Willis dkk. menyatakan bahwa stiker berfungsi untuk memberikan informasi tentang perasaan saat berkomunikasi. Stiker juga dapat mengekspresikan keintiman hubungan dengan seseorang. Stiker membantu untuk mencapai tujuan dalam berkomunikasi. Selain memiliki fungsi-fungsi komunikasi, stiker juga memiliki fungsi signifikasi . yaitu fungsi dalam menyampaikan sebuah konsep, isi, atau makna. Fungsi signifikasi adalah fungsi dimana penanda . yang bersifat konkret dimuati dengan konsep-konsep abstrak atau makna secara umum disebut petanda . (Tinarbuko, 2. Hal ini selaras dengan teori semiotika dari Ferdinand de Saussure. Baginya bahasa adalah suatu sistem tanda dan setiap tanda tersusun dari dua bagian, yakni penanda . dan petanda . (Halik, 2. Konsep ini melihat bahwa makna muncul ketika ada hubungan yang bersifat asosiasi atau in absentia selang Auyang ditandaiAy . dan Auyang menandaiAy . Tanda merupakan kesatuan dari suatu bentuk penanda . dengan sebuah ide atau petanda . Dengan kata lain, penanda merupakan Aubunyi yang bermaknaAy atau Aucoretan yang bermaknaAy. Jadi, penanda merupakan bidang materiil dari bahasa yaitu apa yang diceritakan atau didengar dan apa yang ditulis atau dibaca. Petanda merupakan bayangan mental, akal, atau konsep. Jadi, petanda merupakan bidang mental dari bahasa (Bertens, 2001:. Suatu penanda tanpa petanda tidak memiliki faedah apaapa dan karena itu tidak merupakan tanda. Sebaliknya, suatu petanda tidak mungkin disampaikan atau ditangkap lepas sama sekali dari penanda. petanda atau yang dtandakan itu termasuk tanda sendiri dan dengan demikian merupakan suatu faktor linguistik. AuPenanda dan petanda merupakan kesatuan seperti dua bidang dari sehelai kertas,Ay kata Saussure. Pemaknaan Stiker Whatsapp untuk Menanggapi Obituari dari Sudut Pandang Kesantunan Berbahasa Berikut ini adalah ilustrasi mengenai teori dikotomis de Saussure: K-U-R-S-I (KURSI) Ilustrasi teori dikotomis de Saussure Dari ilustrasi tersebut dapat dilihat bahwa bentuk kursi dan kata (K-U-R-S-I) memiliki relasi. BentuK kursi dibaca dalam pikiran pengguna tanda sebagai K-U-R-S-I bukan pohon maupun rumah. Bentuk kursi sebagai signified sudah terkognisi dalam pikiran manusia sebagai bentuk dari yang bernama K-U-R-S-I. Begitu pun dengan stiker ucapan Innalillahi Wainnailahi Raajiuun, semua bersepakat dan terkognisi dalam benak manusia sebagai ungkapan belasungkawa, mengandung simpati, dan kesedihan, bukan ucapan selamat apalagi ungkapan Tindak Tutur dan Kesantunan Tindak tutur adalah suatu tindakan yang dilakukan melalui tuturan. Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh Austin . yang menyatakan bahwa ada tujuan atau tindakan tertentu di luar ucapan yang diberikan oleh pembicara. Menurut Austin, ada tiga tingkatan tindak tutur, yaitu : . Tindakan lokusi, hanyalah kegiatan menuturkan sesuatu, menyampaikan informasi, berbicara, bertanya, dll. secara sederhana adalah Aumengatakan sesuatuAy . Tindakan ilokusi . engandung maksu. , yaitu tuturan yang dapat membuat pendengar melakukan sesuatu, mengubah keadaan, dan lain-lain. Misalnya tuturan ijab . Tindakan perlokusi, yaitu apa yang kita hasilkan atau capai dengan mengatakan Misalnya tuturan membujuk, meyakinkan, dan menghasut. Dari ketiga tingkatan terebut, kajian tindak tutur berfokus pada tingkatan kedua, yaitu tindak ilokusi. Sementara menurut Searle . ada lima klasifikasi tindak tutur, teori ini merupakan penyempurnaa dari teori Austin, yaitu . representatif, tuturan yang mengikat penutur pada apa yang diyakininya benar atau salah, misalnya tuturan menyarankan. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 27-38 direktif, tuturan yang mengharapka pendengar untuk melakukan suatu tindakan, seperti meminta, bertanya, memerintahkan. komisi, tuturan yang mengikat pembicara untuk melakukan tindakan di masa depan, seperti menjanjikan, mengundang, dan menawarkan. ekspresif, yaitu tuturan yang mengungkapkan sikap, seperti berterima kasih, bela sungkawa, menyambut, memberi selamat. deklaratif, tuturan yang menyebabkan perubahan, contohnya menghukum, memecat, dan memberkati. Tindakan-tindakan tadi, tidak berarti apa-apa bila diucapkan atau dilakukan pada waktu dan konteks yang salah, serta pembicara dan pendengar yang salah. Selain itu tindak tutur sangat erat kaitannya dengan kesantunan, karena bahasa berkembang di masyarakat yang salah satu unsurnya adalah norma dan kesopanan. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan apakah tuturan yang disampaikan memenuhi norma kesantunan atau tidak, ini berkaitan dengan penerimaan masyarakat. Masyarakat Indonesia sangat menjunjung tinggi penerapan kesantunan termasuk dalam kegiatan interaksi. Ada dua jenis penerapan kesantunan dalam tindak tutur Bahasa Indonesia, yaitu Kesantunan linguistik, tampak pada panjang tuturan, urutan tuturan, intonasi dan penggunaan penanda kesantunan seperti tolong, coba, kenapa tidak A, ayo (Rahardi 2005, 118-. Kesantunan pragmatis, bentuk kalimat yang berbeda diberikan dalam realisasi tuturan imperatif, misalnya tindak tutur perintah diubah dalam bentuk tuturan Contohnya kalimat AuAmbilkan cangkir itu!, diubah menjadi AuBisakah anda mengambilkan cangkir itu?Ay. Selain itu, perlu diperhatikan pula sistem pengalamatan yang berbeda untuk orang yang lebih tua, sebaya, dan yang lebih muda, orang dengan tingkat yang lebih tinggi, lebih rendah, lebih dekat, lebih jauh dari solidaritas. Penggunaan kata ganti Bapak. Ibu. Anda. Saudara, dan masih banyak lagi. Pada praktiknya kesantunan berbahasa ini tidak hanya melekat pada bahasa lisan . , tapi juga pada bahasa tulis. Dalam hal ini fokus pada kegiatan interaksi di aplikasi Whatsapp. Memanggil nama tanpa kata ganti Bapak/Ibu dalam pesan yang disampaikan kepada dosen tentu akan dianggap tidak sopan. Membalas pesan dengan AuYaAy bahkan huruf AuYAy saja sering diartikan sebagai kondisi bahwa orang yang Pemaknaan Stiker Whatsapp untuk Menanggapi Obituari dari Sudut Pandang Kesantunan Berbahasa diharapkan untuk membalas pesan sedang tidak ingin diganggu atau kurang tertarik pada Orang yang mengirim huruf P . dianggap kurang sopan, karena masih banyak alernatif kata/kalimat untuk membuka percakapan. Ritual mengirim pesan yang dimulai dengan salam, memperkenalkan diri, memohon maaf bila mengganggu waktunya, menyampaikan maksud dan tujuan, mengucapkan terima kasih, lalu ditutup dengan salam, masih menjadi aturan baku dalam komunikasi dengan guru atau dosen. Bahkan, seorang introvert yang dikenal tidak suka basa-basi dalam berkomunikasi sering kali dikira tidak memiliki empati. Obituari Definisi obituari telah berkembang selama sepuluh tahun belakangan, menjadi tidak hanya peengumuman kematian yang dimuat di surat kabar, tetapi juga pengumuman kematian secara umum. Oleh sebab itu berita kematian dapat disiarkan di media manapun, termasuk instan messenger salah satunya Whatsapp. Hal ini bahkan lebih disukai karena lebih cepat dibandingkan media lain. Obituari termasuk pada jenis tuturan deklaratif Searle, yaitu tuturan yang memberi Sehingga ada fitur lingusitik tertentu yang digunakan dalam tuturannya, yang dipengaruhi oleh kepercayaan budaya suatu komunitas. Di Indonenesia, ketika almarhum adalah seorang muslim, obituari diawali dengan kalimat Innalillahi Wainna Ilaihi Raajiuun, diikuti dengan pengumumam kematian. Sebaliknya bila almarhum beragama Kristen, obituari diawali dengan Telah berpulang ke rumah Bapa di surga, atau istirahatlah dalam damai. Hal ini sejalan dengan Aremu . yang menyatakan bahwa obituari terdiri atas latar belakang pengetahuan agama, sosial budaya, dan bahasa yang Belasungkawa Belasungkawa dalam jenis tuturan Searle termasuk dalam tindak tutur ekspresif, ada emosi yang terbawa dalam ucapan tersebut. Dari sudut pandang sosial , diberikan untuk menjaga hubungan dengan orang lain sehingga sangat penting untuk memilih katakata dengan benar. Belasungkawa dapat diberikan secara verbal maupun non verbal. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 27-38 Bila ucapan belasungkawa dilakukan secara lisan. Zunin dan Zuni . alam Kusuma Putri. menyarankan bahwa ucapan itu harus mengandung: Komentar tentang kehilangan dan sebutkan nama almarhum Menawarkan simpati Menyebutkan satu atau dua ciri penting dari almarhum Menemukan memori favorit dari almarhum Menawarkan bantuan atau memberikan pendampingan kepada yang berduka Mengingatkan orang yang berduka akan kualitas luar biasa dan kepribadian kuat dari almarhum Ditutup dengan memilih kata-kata yang menghibur . alam Kuang 2015:. Menanggapi berita kematian yang diposting di media sosial sebagian besar dilakukan secara tidak langsung, bahkan sering kali secara refleks mengungkapkan simpati mereka di tempat yang sama dengan berita tersebut disiarkan. Al-shboul dan Maros . mengungkapkan tujuh strategi dalam menyampaikan belasungkawa secara tidak langsung yaitu: Memohonkan ampunan bagi almarhum Membaca ayat Alquran tertentu untuk almarhum Menyebutkan kebaikan, mengekspresikan kebajikan, kualitas, sifat, dan karya positif almarhum Mengeksprsikan keterkejutan dan kesedihan. Menggunakan ekspresi penyesalan, kesedihan, atas kehilangan almarhum Ucapan belasungkawa dengan kata-kata yang megandung simpati Menyadari kematian adalah bagian alami kehidupan. Menggunakan ekspresi bahawa kematian tidak bisa dihindari Menggunakan peribahasa dan ucapan dalam mengucapkan belasungkawa. Pemaknaan Stiker Whatsapp untuk Menanggapi Obituari dari Sudut Pandang Kesantunan Berbahasa Kedekatan dengan almarhum, kekuasaan yang dimiliki almarhum akan memengaruhi orang dalam pemilihan strategi. Dari sudut pandang agama Islam sendiri, dikutip dari republika. Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta. Dr KH Fuad Thohari MA menjelaskan, doa yang dikirim untuk orang yang sudah meninggal bisa sampai dan bermanfaat untuk mayit. Akan tetapi apabila doa-doa tersebut hanya berbentuk stiker atau teks bacaan tanpa diucapkan terlebih dahulu sebelum dibagikan, maka tidak dikatakan sebagai doa dan tidak ada manfaatnya bagi mayit. Tata cara zikir atau berdoa, baik doa untuk diri sendiri maupun mendoakan orang lain . asih hidup atau sudah wafa. , ketentuannya banyak dijelaskan ulama. Mayoritas ulama,meskipun tentu ada ulama yang tidak mensyaratkan, menjelaskan bahwa zikir dan doa itu tidak cukup dangan hati. Akan tetapi disertai dengan menggerakkan lisannya hingga . alau pendengarannya atau situasinya norma. dia mampu mendengarkan doa atau zikir yang dibaca tersebut. Dalam kitab al-Adzkar karangan Syaikhul Islam Imam al-Nawawi halaman 16 disebutkan, "Ketahuilah bahwa zikir yang disyariatkan dalam shalat dan ibadah lainnya, baik yang wajib ataupun sunah, tidak dihitung dan tidak dianggap kecuali diucapkan, sekiranya ia dapat mendengar yang diucapkannya sendiri apabila pendengarannya sehat dan dalam keadaan normal . idak sedang bising dan sebagainy. " Begitu pula kitab Al Mausu'ah al-Fiqhiyah menyebutkan, "Zikir yang wajib atau sunah, di dalam shalat atau yang lain, tidak bisa mendapatkan pahala kecuali dilafazkan oleh orang yang berzikir tersebut dan . terdengar, jika pendengarannya normal. KESIMPULAN DAN SARAN Interaksi adalah hubungan yang terjadi antar individu dengan individu lain untuk saling memengaruhi yang diwakili oleh bahasa, baik bahasa verbal maupun non verbal. Pada saat ini interaksi dapat dilakukan melalui media sosial dan aplikasi percakapan atau aplikasi penyampai pesan, salah satunya Whatsapp. Dengan Whatsapp, interaksi tersebut bisa terjadi dengan lebih cepat, dan responnya dapat diwakilkan dengan bentuk simbol visual . moticon, stiker, fot. , audio, bahkan video. Beragam informasi bisa disampaikan melalui Whatsapp, dan obituari menjadi berita yang sudah sering disiarkan. Peristiwa CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 27-38 kematian menjadi hal yang sangat penting di Indonesia terutama karena mayoritas penduduknya adalah muslim. Ada anjuran untuk melakukan hal tersebut. Selain itu, biasanya dibutuhkan kurang dari sejam untuk menguburkan jenazah, karena itu, berita kematiannya perlu segera disiarkan agar kerabat dan teman-temannya dapat mengucapkan selamat tinggal terakhir mereka. Tindak tutur dan kesantunan tidak bisa dipisahkan, dan masyarakat Indonesia sangatmenjunjung tinggi hal tersebut. Banyak aturan baku yang tertulis maupun tidak yang harus dipenuhi ketika bertutur dalam kegiatan interaksi. Termasuk di dalamnya adalah ketika menyampaikan belasungkawa. Penggunaan stiker untuk menyampaikan belasungkawa dianggap tidak memenuhi unsur kesantunan linguistik, karena dari panjang tuturan tentu tidak tampak. Tidak pula memenuhi strategi yang disampaikan oleh Alshboul dan Maros. Lebih jauh, penggunaan stiker untuk menyampaikan belasungkawa dipandang sebagai hal yang sia-sia karena tidak terpenuhinya syarat dan ketentuan agar doa yang disampaikan bisa bermanfaat untuk yang berdoa maupun yang didoakan. Beberapa kalangan bahkan menganggap orang yang mengirim stiker untuk ungkapan belasungkawa sebagai orang yang munafik, karena seolah-olah berduka padahal tidak. Namun penelitian ini masih terbatas, karena hanya menganalisis pemaknaan stiker belasungkawa dengan satu teori kesantunan saja. Masih banyak teori kesantunan berbahasa lain yang bisa digunakan untuk menganalisis pemaknaan stiker belasungkawa, contohnya teori kesantunan yang dikemukakan oleh Geoffrey Leech. Oleh karena itu, penelitian-penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas penelitian dengan teori Peneliti lain diharapkan pula menggunakan metode pengumpulan data yang berbeda, misalnya wawancara kepada penyampai obituari mengenai respon seperti apa yang diinginkan, apakah stiker belasungkawa sudah menyenangkannya? Pemaknaan Stiker Whatsapp untuk Menanggapi Obituari dari Sudut Pandang Kesantunan Berbahasa DAFTAR REFERENSI Al-Shboul. , & Maros. Condolences Strategies by Jordanians to an Obituary Status Update on Facebook. GEMA Online Journal of Language Studies, 13. , 151Ae162. Aremu. A Social Pragmatic Analysis of Obituary Announcements in English in Nigeria. Journal of the Nigeria English Studies Association, 14. , 132Ae143. Retrieved from https://w. net/ publication/267990566. Austin. How To Do Things with Words. Cambridge. MA: Harvard Belasungkawa. Pada KBBI daring. Diambil 30 Oktober 2022, dari http://kbbi. id/entri/belasungkawa Bertens. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Halik. Abdul. Tradisi Semiotika dalam Teori dan Penelitian Komunikasi. Makassar: University Alauddin Press. Kautsar Roosyidah. , & Febriana. Ekpresi dan Persepsi. Jurnal Imu Komunikasi, 5. , 181-186. http://dx. org/10. 33822/jep. Kuang. Functions of Malaysian Condolences Written in Text Messages. Pertanika Journal of Social Science and Humanities, 23. , 1Ae19. Retrieved from https:// w. net/publication/280932106Functions Kusuma Putri. , & Muchlisin A. Menyatakan Bleas Kasih kepada Obituari di Grup Whatsapp Dosen. Jurnal Sosioteknologi, 18. , 342-357. https://doi. org/10. 5614/sostek. Rahardi. Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga. Republika. 1, 15 Jul. Doa harus diucapkan hingga terdengar. Diakses pada 30 Oktober 2022. Dari https://w. id/posts/18505/hukum-kirim-stikerdoa-untuk-orang-wafat Searle. Speech Acts: An Essay in the Philosophy of Language. Cambridge: Cambridge University Press. Willis. Stiker Whatsapp Gaya Minangkabau: Analisis Semiotika. Jurnal Penelitian Sejarah Budaya, 8. DOI: https://doi. org/10. 36424/jpsb. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022