Fatmarischa, dkk /Tropical Animals Science 7. : 63-70 pISSN 2541-7215 eISSN 2541-7223 Tropical Animal Science. Mei 2025, 7. : 63-70 DOI : 10. 36596/tas. Tersedia online pada : https://ejournal. id/index. php/tas KADAR ASAM URAT DAN PROTEIN PLASMA DARAH AYAM KAMPUNG: PENGARUH TARAF PROTEIN RANSUM DAN LAMA PEMELIHARAAN URIC ACID AND PROTEIN PLASMA LEVEL IN NATIVE CHICKEN: BASED ON DIETARY PROTEIN LEVEL IN STAGES OF AGE Novemia Fatmarischa*. Akhmat Rizkuna. Fikri Ardhani Jurusan Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Mulawarman. Indonesia *Corresponding Author: novemia@faperta. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh taraf protein ransum pada fase pemeliharaan terhadap penggunaan protein yang diukur melalui kadar asam urat dan protein plasma dalam darah ayam kampung. Bahan yang digunakan yaitu 168 DOC . dengan ratarata bobot badan sebesar 28,68A1,13 gram. Perlakuan yang digunakan yaitu tingkat protein ransum sebesar 22% diberikan selama 3 minggu, dilanjutkan dengan 15% selama 7 minggu (T. , tingkat protein ransum sebesar 18% selama 4 minggu, dilanjutkan dengan 16% selama 6 minggu (T. , tingkat protein ransum sebesar 18% selama 2 minggu, dilanjutkan dengan 16% selama 4 minggu dan 14% selama 4 minggu (T. , tingkat protein ransum sebesar 18% selama 3 minggu, dilanjutkan dengan 16% selama 3 minggu dan 14% selama 4 minggu (T. Penelitian menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 7 ekor ayam. Rata-rata efisiensi pakan terhadap perlakuan T0. T1. T2, dan T3 sebesar 36,61. 28,84. 25,39. 21,72. Rata-rata kadar asam urat dalam darah adalah 4,92 mg/dl. 4,92 mg/dl. 5,08 mg/dl. dan 5,25 mg/dl dan kadar protein plasma 2,23 g/dl. 1,84 g/dl. 2,33 g/dl. 1,79 g/dl. Dapat disimpulkan bahwa pemberian taraf protein ransum pada fase pemeliharaan memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi pakan tetapi tidak berpengaruh pada asam urat dan protein plasma pada ayam kampung berusia 10 minggu. Kata kunci: Ayam kampung, taraf protein ransum, fase pemeliharaan, asam urat, protein plasma ABSTRACT The study aim to analyze the effect of dietary protein level in stages of age on protein usage measured by the level of uric acid and protein plasma in native chicken blood. Material used were 168 chicks . with average body weight 28,68 A 1,13 g/chick. The treatments are dietary protein levels 22% for 3 weeks, continued with 15% for 7 weeks (T. , dietary protein levels 18% for 4 weeks, continued with 16% for 6 weeks (T. , dietary protein levels 18% for 2 weeks, continued with 16% for 4 weeks and 14% for 4 weeks (T. , dietary protein levels 18% for 3 weeks, continued with 16% for 3 weeks and 14% for 4 weeks (T. This research used completely randomized design with 4 treatments and 6 replicates. Each experimental unit Fatmarischa, dkk /Tropical Animals Science 7. : 63-70 consisted of 6 chickens. The average of T0. T1. T2, dan T3 simultaneously for feed efficiency were 36. The average of uric acid on blood is 4,92 mg/dl. 4,92 mg/dl. 5,08 mg/dl. and 5,25 mg/dl and protein plasma 2,23 g/dl. 1,84 g/dl. 2,33 g/dl. dan 1,79 g/dl. In conclusion, the protein level in raising period had significant effect on feed efficiency but do not effect on uric acid and protein plasma in 10-weekold native chicken. Keywords: native chicken, protein level, stages of age, uric acid, protein plasma PENDAHULUAN Ayam kampung adalah salah satu unggas yang memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan karena memiliki kemampuan beradaptasi yang baik terhadap lingkungan dan lebih rentan terhadap penyakit (Nataamijaya, 2. Namun, tergolong rendah, sehingga diperlukan manajemen pakan yang optimum, khususnya dalam penyediaan protein (Sartika dan Iskandar, 2. Protein adalah nutrisi esensial yang berfungsi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, dengan kebutuhan yang bervariasi sesuai dengan tahap usia unggas (McDonald et al. , 2. Metabolisme protein pada unggas dapat dievaluasi melalui konsentrasi asam urat dan protein plasma dalam darah. Asam urat adalah produk akhir dari metabolisme protein yang diekskresikan oleh ginjal dan dapat berfungsi sebagai indikator untuk menilai metabolisme protein serta fungsi ginjal pada unggas (Sturkie, 2000. Simaraks et , 2. Protein plasma, yang meliputi albumin, globulin, dan fibrinogen, berperan dalam transportasi nutrien dan pertahanan tubuh, serta dapat mengindikasikan status protein tubuh unggas (Fudge, 2000. Toghyani et al. , 2. Kedua parameter ini dipengaruhi oleh tingkat protein dalam pakan dan fase pemeliharaan (Lesson and Summers, 2. Studi mengenai pengaruh tingkat protein pakan terhadap kadar asam urat dan protein plasma pada ayam kampung umur 10 minggu masih terbatas. Ayam kampung yang berumur 10 minggu adalah fase transisi dari pertumbuhan pesat menuju kedewasaan, sehingga data mengenai metabolisme protein pada periode ini sangat krusial (Appleby et al. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi protein pakan pada berbagai tahap umur terhadap kadar asam urat dan protein plasma ayam kampung berumur 10 minggu, dengan tujuan peningkatan produktivitas ternak. MATERI DAN METODE Materi yang digunakan yaitu 168 ekor DOC ayam kampung . , dengan bobot rata-rata 28,68 A 1,13 gram/ekor. Kandang untuk pemeliharaan berupa kandang tipe cage dengan ukuran masing-masing cage 90 x 80 x 80 cm, yang mana terdiri dari 24 unit percobaan karena terdapat 4 perlakuan dan 6 ulangan, masing-masing unit percobaan terdapat 7 ekor ayam. Bahan pakan yang digunakan tersusun atas jagung giling, dedak padi, tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa. PMM dan ditambah premix. Peralatan yang digunakan dalam pengamatan meliputi tempat pakan dan minum, brooder, higrometer, kapas, alkohol 90%, timbangan elektrik, spuit 3 ml, tabung EDTA, pipet tetes, termos es, centrifuge . igunakan saat pengambilan serum dara. Pemeliharaan dilakukan selama 70 hari . dengan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap dengan empat macam perlakuan taraf protein ransum dan lama fase pemeliharaan tersedia pada Tabel 1. Fatmarischa, dkk /Tropical Animals Science 7. : 63-70 Terdapat 24 unit percobaan, dengan setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. Satu unit percobaan memiliki tujuh ayam Penelitian diantaranya konsumsi protein, kadar asam urat dan protein plasma darah. Tahap persiapan dilakukan selama 2 minggu, pembersihan/sanitasi pembuatan pakan crumble dan pellet, persiapan ternak masuk, dan mempersiapkan alat-alat yang digunakan. Setelah persiapan penelitian selesai, maka dilakukan chick-in. Penelitian ini menggunakan berbagai perlakuan ransum diantaranya ransum kontrol (T. berupa campuran antara BR1 dan jagung dengan protein kasar 22% serta campuran antara BR1, jagung, dan konsentrat babi starter dengan protein kasar 15%. Sedangkan ransum percobaan mengandung EM 2. 900 Kkal/kg serta kadar protein kasar 18%, 16%, dan 14% sesuai perlakuan. Pakan diberikan dalam bentuk crumble untuk fase starter . mur 0-4 mingg. dan pellet untuk fase finisher . mur 5-10mingg. Kandungan bahan pakan setelah dikonversikan ke kering udara dapat dilihat pada Tabel 1. Komposisi ransum dan kandungan nutrisi ransum dapat dilihat di Tabel 2. Tabel 1. Kandungan Nutrisi Bahan Pakan dalam Kering Udara Bahan Pakan Air Abu kkal/kg -----------------------------%--------------------------Jagung 7,36 16,81 0,97 2,83 4,18 Dedak padi 10,55 11,45 12,72 14,07 28,13 Bungkil Kelapa 20,23 8,03 6,28 10,28 36,19 Bungkil Kedelai 44,15 12,43 6,38 2,43 2,27 Tepung Ikan 60,67 4,72 15,58 8,20 6,03 Poultry Meat Meal 50,41 8,89 18,96 7,02 6,37 BR1 22,06 9,79 5,85 7,16 11,84 Keterangan: EM*: berdasarkan Tabel Hartadi et al. EM** : berdasarkan label produk. Tabel 2. Komposisi Ransum Perlakuan (T1. T2. Starter Finisher PK 18% PK 16% PK 14% ----------------------------------- % ----------------------------------Jagung 45,85 Dedak Tepung ikan PMM Bungkil kedelai Bungkil kelapa Top mix BR1 45,85 Pakan babi starter 8,35 Total Keterangan : Komposisi Top Mix terdiri dari Vitamin A. D3. K3. B1. B2. B6. B12. Calcium Dpantothenate, niacin, coline chloride, methionine, lysine, manganese, iron, iodine, zinc, cobalt, copper, santoquin . , growth promoter, bahan pembantu. Komponen Fatmarischa, dkk /Tropical Animals Science 7. : 63-70 Perlakuan selama 70 hari pemeliharaan. Ransum perlakuan diberikan mulai ayam berumur 1 hari hingga 10 minggu. Ayam dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yang terdiri atas 6 Tabel 3. Pola Perlakuan Penelitian Fase Starter Perlakuan PK ransum Lama (%) . ulangan, yang mana terdapat 7 ekor ayam pada tiap ulangan. Empat kelompok perlakuan tersebut memperoleh empat taraf protein ransum dan lama fase pemeliharaan yang berbeda (Tabel . PK ransum (%) Sampel darah diambil pada ayam berumur 10 minggu dan dilakukan pada bagian vena brachialis di bagian sayap menggunakan spuit kemudian ditampung dalam tabung EDTA lalu di centrifuge sehingga diperoleh plasma darah. Plasma darah dipindahkan dalam cupsample dan diletakkan dalam termos es. Sampel darah kemudian dianalisis di Laboratorium Fisiologi dan Biokimia Ternak Universitas Diponegoro Semarang dan di Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang. Fase Finisher Lama PK ransum . (%) Lama . Metode yang digunakan adalah metode enzymatic untuk mengetahui kadar asam urat, menggunakan uji photometric colorimetric Biuret method. Analisis ragam digunakan untuk menganalisis data penelitian (Gaspersz, 2. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati. Uji wilayah ganda Duncan dilakukan untuk menentukan perbedaan jika hasil analisis ragam tidak sama. Tabel 4. Kandungan Nutrisi Ransum Perlakuan (T1. T2. PK 18% PK 16% PK 14% Starter Finisher PK (%) 22,06 15,02 18,20 16,47 14,52 EM . kal/k. 207,01 934,26 941,47 946,06 SK* (%) 11,84 7,84 10,71 11,81 13,48 LK (%) 7,94 5,53 6,60 6,88 7,37 (%) 0,50 0,33 0,23 0,16 P total** (%) 0,47 0,71 0,68 0,68 Imbangan PK : EM 1 : 140,5 1 : 213,5 1 : 161,2 1 : 178,5 1 : 202,8 A Dihitung berdasarkan hasil analisis proksimat di Laboratorium Ilmu Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. ** Dihitung berdasarkan tabel Scott et al. dalam Wahju . dan label produk. Komponen Nutrisi HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap konsumsi protein, kadar asam urat dan protein plasma darah ayam kampung disajikan dalam Tabel 5 dan 6. Total hasil analisis konsumsi protein ayam kampung selama 10 minggu pemeliharaan ditunjukkan dalam Tabel 5. Fatmarischa, dkk /Tropical Animals Science 7. : 63-70 Tabel 5. Total Konsumsi Protein Ayam Kampung Umur 0 - 10 Minggu 461,80 412,57 390,92 406,35ab Keterangan: Huruf superskrip berbeda pada baris yang sama menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P<0,. tingkat protein ransum sebesar 22% diberikan selama 3 minggu, dilanjutkan dengan 15% selama 7 minggu (T. , tingkat protein ransum sebesar 18% selama 4 minggu, dilanjutkan dengan 16% selama 6 minggu (T. , tingkat protein ransum sebesar 18% selama 2 minggu, dilanjutkan dengan 16% selama 4 minggu dan 14% selama 4 minggu (T. , tingkat protein ransum sebesar 18% selama 3 minggu, dilanjutkan dengan 16% selama 3 minggu dan 14% selama 4 minggu (T. antara ayam T0 (T. dan T2, sedangkan antar perlakuan lainnya tidak berbeda nyata (P>0,. Grafik konsumsi protein selama 10 minggu dapat dilihat pada Gambar 1. Konsumsi protein . Berdasarkan diperoleh total konsumsi protein ayam kampung selama 10 minggu pemeliharaan yaitu 461,80 g/ekor (T. 412,57 g/ekor (T. 390,92 g/ekor (T. dan 406,35 g/ekor (T. Total konsumsi protein yang diperoleh tergolong normal, sesuai dengan hasil penelitian Resnawati . bahwa konsumsi protein pada ayam kampung umur 0-10 minggu yaitu 400,78 g dengan PK ransum Ditambahkan oleh Suryana et. bahwa hasil penelitian yang dilakukan pada konsumsi protein ayam kampung sebesar 819-928 gram. Konsumsi protein yang diberikan menunjukkan hasil yang tinggi pada perlakuan T0 . , yang mana memiliki kandungan PK paling tinggi. Hal ini sesuai dengan laporan Fitasari et. bahwa tingginya konsumsi protein ini berkorelasi dengan semakin meningkatnya PK pakan yang diberikan. Ditambahkan pula oleh Trisiwi . bahwa tingginya konsumsi protein ayam kampung super diperoleh pada perlakuan yang menggunakan pakan komersial starter broiler (BR. dibandingkan dengan perlakuan pemberian pakan berupa BR 1 dan tepung roti. Perbedaan taraf protein ransum dan lama fase pemeliharaan tidak berpengaruh nyata (P>0,. terhadap total konsumsi protein selama 10 minggu. Perbedaan taraf protein ransum dan lama fase pemeliharaan menyebabkan total konsumsi protein selama 10 minggu berbeda nyata (P<0,. hanya di Minggu ke- Gambar 1. Grafik Konsumsi Protein Konsumsi ransum T0 dibatasi oleh kandungan energi ransum yang tinggi, akibatnya protein yang dikonsumsi juga sedikit, sementara itu konsumsi pada ayam T2 dan T3 meningkat mulai minggu ke-7 untuk mengimbangi pertumbuhan yang lambat Rataan kadar asam urat ayam kampung berdasarkan pengaruh taraf protein ransum dan lama fase pemeliharaan dapat dilihat pada Tabel 6. Rerata kadar asam urat ayam kampung pada T0. T1. T2, dan T3 berturut-turut adalah 4,92 mg/dl. 4,92 mg/dl. 5,08 mg/dl. dan 5,25 mg/dl. Hasil ini seperti yang dilaporkan pada penelitian Badaruddin . yaitu kadar asam urat pada ayam petelur fase layer berkisar antara 4,44-6,26 Fatmarischa, dkk /Tropical Animals Science 7. : 63-70 mg/dl. Selain itu Nunes et al. bahwa kisaran normal kadar asam urat pada ayam yaitu sekitar 2,36- 6,30 mg/dl. Asam urat merupakan racun yang harus dibuang oleh tubuh karena apabila mengalami kerusakan ginjal, ekskresi tidak berjalan dengan baik sehingga kadar dalam darah menjadi tinggi. Hasil analisis sidik ragam diperoleh bahwa hasil perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,. terhadap kadar asam urat darah ayam kampung. Hal ini dapat disebabkan oleh metabolisme protein pada masing-masing ternak yang berbeda dan peningkatan protein dalam ransum akan digunakan untuk sintesis jaringan sehingga keterbatasan jumlah N untuk membentuk asam urat. Protein pakan yang diberikan pada ternak memiliki kandungan yang berbedabeda mengakibatkan perbedaan kadar asam urat Tabel 6. Rerata kadar konsumsi protein, asam urat dan protein plasma darah ayam kampung umur 10 minggu Parameter Asam Urat 4,92 4,92 5,08 5,25 Protein Plasma 2,23 1,84 2,33 1,79 Keterangan: Tingkat protein ransum sebesar 22% diberikan selama 3 minggu, dilanjutkan dengan 15% selama 7 minggu (T. , tingkat protein ransum sebesar 18% selama 4 minggu, dilanjutkan dengan 16% selama 6 minggu (T. , tingkat protein ransum sebesar 18% selama 2 minggu, dilanjutkan dengan 16% selama 4 minggu dan 14% selama 4 minggu (T. , tingkat protein ransum sebesar 18% selama 3 minggu, dilanjutkan dengan 16% selama 3 minggu dan 14% selama 4 minggu (T. Kandungan asam urat dalam darah dipengaruhi oleh kandungan energi dan protein dalam ransum, stress pada ternak, dan variasi genetic yang berbeda. Variasi genetic pada ayam kampung terjadi karena tidak adanya parent stock yang jelas. Potue et . , menyampaikan bahwa kadar protein pakan yang tinggi meningkatkan kadar asam urat darah, karena asam urat merupakan produk akhir metabolisme nitrogen pada unggas. Pemberian pakan dengan protein yang tinggi menyebabkan peningkatan sintesis dan ekskresi asam urat. Han et al. menambahkan bahwa stres meningkatkan aktivitas sistem hipotalamus hipofisis adrenal, sehingga kadar hormon stres . ortikosteron, kortiso. naik tajam. Hal ini mempercepat reaksi katabolik protein, meningkatkan pemecahan albumin dan globulin, yang nitrogennya digunakan untuk sintesis asam urat. Kadar protein plasma darah dapat dilihat pada tabel 6. Rerata kadar protein plasma total darah ayam kampung pada T0. T1. T2, dan T3 secara berurutan yaitu 2,23 g/dl. 1,84 g/dl. 2,33 g/dl. dan 1,79 g/dl (Tabel Hal ini menunjukkan bahwa kadar protein plasma ayam kampung yang diamati berada dibawah nilai standar yaitu antara 3,0-6,0 g/dl (Balai Besar Veteriner Maros, 2. Reece . menyatakan bahwa kadar normal total protein serum ayam broiler yaitu 4,0Ae5,2 g/dl. Kaneko et al. menyatakan bahwa umur, hormonal, nutrisi, stres dan kehilangan cairan dapat mempengaruhi kadar protein darah. Ternak konsentrasi protein plasma di bawah kadar normal maka akan berdampak pada kesehatan ternak (Rusadi et al. , 2. Pemerikasan darah berupa kadar protein total, albumin dan globulin dalam darah kesehatan ternak yang mana radikal bebas dapat secara langsung merusak protein sehingga asupan protein dalam tubuh dapat terpengaruh (Andini, et al. Fatmarischa, dkk /Tropical Animals Science 7. : 63-70 Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh taraf protein ransum dan lama fase pemeliharaan terhadap (P>0,. , menunjukkan hasil bahwa rata-rata kadar total protein plasma pada perlakuan T2 (Tabel 1 dan . memiliki hasil yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain. Dalam penelitian Amin et al. bahwa pemberian fermentasi tepung daun kelor yang disubstitusi ke dalam pakan komersial tidak berpengaruh terhadap kadar total protein plasma, namun terlihat pada kelompok P1 . akan komersial 95% 5% fermentasi tepung daun kelo. terlihat rataAerata kadar total protein plasma lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok lain. Widhyari et al. menyatakan bahwa protein plasma, komponen utama plasma darah, sangat penting untuk mempertahankan tekanan osmotik yang diperlukan untuk mempertahankan volume darah, sumber asam amino bagi jaringan, transportasi nutrisi ke sel dan hasil buangan ke organ sekresi, meningkatkan sistem kekebalan, dan menjaga keseimbangan asam KESIMPULAN Taraf protein ransum pada fase pemeliharaan tidak berpengaruh pada konsumsi protein, kadar asam urat dan protein plasma dalam darah pada ayam kampung berusia 10 minggu. DAFTAR PUSTAKA