Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences. Vol. 16 No. Halaman: 103 Ae 109, 2024 https://doi. org/10. 30599/jti. Analisis Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Calon Guru Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka Ana Merdekawaty1. Erma Suryani2*. Nurhairunnisah3 1,2,3 Universitas Samawa Sumbawa Besar * E-mail: suryanierma793@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif . etode campura. dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Samawa yang sedang melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA yang ada di Kabupaten Sumbawa yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup baik tentang konsep dan prinsip Kurikulum Merdeka, namun masih menghadapi kendala dalam penerapan strategi pembelajaran yang inovatif dan penilaian berbasis kompetensi. Kesimpulannya, kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan pendampingan yang lebih intensif agar mampu menerapkan Kurikulum Merdeka secara efektif. Kata kunci: Kompetensi Pedagogik. Mahasiswa calon guru. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Kurikulum Merdeka PENDAHULUAN Di tengah arus perubahan pendidikan yang semakin dinamis. Indonesia menghadapi tantangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui inovasi kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Kurikulum Merdeka, sebagai salah satu inisiatif terbaru dari pemerintah, dirancang untuk memberikan kebebasan kepada pendidik dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang relevan dengan konteks dan kebutuhan siswa (Purnawanto, 2. Penerapan Kurikulum Merdeka merupakan langkah maju dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih holistik, fleksibel, dan berpusat pada kebutuhan serta potensi setiap siswa. Kurikulum memberikan kebebasan kepada guru dan lembaga pendidikan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang relevan dan kontekstual. Namun, penerapan Kurikulum Merdeka tidak luput dari berbagai tantangan, terutama bagi mahasiswa calon guru yang sedang menjalani Program Pengalaman Lapangan (PPL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Hal ini penting mengingat peran vital guru dalam proses pembelajaran yang tidak hanya penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator dan motivator yang mampu menginspirasi siswa untuk belajar secara mandiri dan kreatif. Kompetensi pedagogik adalah kumpulan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki oleh guru untuk melaksanakan tugas mengajar dengan efektif (Nurlela & Amelia . Ini mencakup kemampuan menguasai materi ajar, mengelola kelas, menggunakan media pembelajaran, dan menilai prestasi siswa. Kompetensi pedagogik yang dimiliki oleh calon guru akan menentukan sejauh mana mereka dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, seperti pembelajaran berbasis proyek, penilaian formatif, dan pendekatan konstruktivistik dalam proses pembelajaran (Muhamad. Calon guru harus memiliki kompetensi pedagogik untuk memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik dan mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki melalui pendekatan yang tepat (Akbar,2. Ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan progresif (Maulidiyah, 2. p-ISSN 2087-4839 . -ISSN 2581-1452 Universitas Nurul Huda Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol. 16 No. 2, 2024 Kompetensi pedagogik berperan penting dalam penerapan kurikulum merdeka, yang menuntut pemahaman terhadap teori belajar konstruktivisme, kemampuan menyusun pendekatan pembelajaran yang mendidik, dan penggunaan asesmen formatif (Meisin, & Tika, 2. Guru dengan kompetensi pedagogik yang baik dapat menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan dan minat individu siswa, yang merupakan inti dari kurikulum merdeka (Suhandi & RobiAoah . Riset yang telah dilakukan oleh Baihaqi & Utama . tentang penerapan Kurikulum Merdeka di beberapa sekolah di Indonesia, menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik berhubungan erat dengan keberhasilan implementasi kurikulum ini. Guru yang terampil dalam aspek pedagogik mampu melakukan diferensiasi instruksional, yaitu menyesuaikan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Hal ini sangat penting dalam Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran yang personalized. penelitian serupa dilakukan oleh Indrawan. , & Marvida. yang mengkaji bagaimana kompetensi pedagogik mempengaruhi penggunaan teknologi dalam Mereka menemukan bahwa guru dengan kompetensi pedagogik yang baik lebih mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, penggunaan teknologi adalah salah satu elemen penting untuk mendukung pembelajaran yang fleksibel dan berbasis proyek. Dengan demikian, peningkatan kompetensi pedagogik guru merupakan salah satu kunci utama untuk suksesnya penerapan Kurikulum Merdeka. Penerapan Kurikulum Merdeka di Indonesia merupakan salah satu langkah reformasi pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan proses belajar-mengajar yang lebih adaptif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Kurikulum ini menawarkan fleksibilitas bagi sekolah dan guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan serta potensi siswa, sehingga diharapkan mampu menghasilkan generasi yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan global. Namun, dalam praktiknya, mahasiswa calon guru yang sedang menjalani Program Pengalaman Lapangan (PPL) tidak mudah dalam menerapkan kurikulum ini. Mereka menghadapi berbagai kendala dalam Kendala-kendala ini perlu diidentifikasi dan diatasi agar tujuan kurikulum dapat tercapai dengan optimal (Merdekawati . Studi-studi terbaru menunjukkan bahwa masih terdapat tantangan dalam penerapan Kurikulum Merdeka, termasuk kesiapan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia guru dalam penggunaan teknologi, serta kesulitan dalam evaluasi pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana mahasiswa calon guru mempersiapkan diri untuk mengatasi tantangan tersebut dan mengoptimalkan peluang yang ada dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini penting untuk mengidentifikasi tingkat kompetensi pedagogik yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi keberhasilan mereka dalam menerapkan kurikulum merdeka. Selain itu, perlu dianalisis pula kendala-kendala yang dihadapi oleh mahasiswa calon guru dalam menerapkan kurikulum tersebut serta solusi dalam mengatasi masalah yang ada. Ini memberikan wawasan tentang kebutuhan pelatihan dan pengembangan profesional bagi calon guru. Penelitian ini tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga memiliki implikasi praktis yang signifikan bagi pengembangan profesionalisme guru di masa depan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. METODE Metode penelitian yang digunakan dirancang untuk mengevaluasi dan menganalisis tingkat kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru dan bagaimana kompetensi ini mempengaruhi kemampuan mereka dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif . etode campura. untuk mendapatkan data yang komprehensif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur tingkat kompetensi pedagogik, sementara pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami pengalaman dan tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa calon guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Subyek penelitian yaitu seluruh mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Samawa yang sedang menjalani Program Pengalaman Lapangan https://doi. org/10. 30599/jti. Analisis Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Calon Guru Dalam Menerapkan . Ana Merdekawaty1. Erma Suryani2*. Nurhairunnisah3 (PPL) di enam Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Sumbawa yang berjumlah 65 orang. Instrumen Penelitian yang digunakan adalah Kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif mengenai kompetensi pedagogik. Kuesioner ini mencakup berbagai aspek kompetensi pedagogik seperti perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian pembelajaran. Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif yang bertujuan untuk menggali pengalaman, tantangan, dan strategi yang digunakan mahasiswa calon guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Sedangkan Observasi dilakukan selama mahasiswa PPL mengajar di kelas. Observasi ini menggunakan lembar observasi yang telah dikembangkan berdasarkan indikator kompetensi pedagogik dan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Data dianalisis menggunakan analisis data kauntitatif yang terdiri dari analisis Deskriptif dan analisis inferensial . ji korelasi dan regres. sedangkan Analisis data kualitatif mengunakan content analysis dan uji keabsahan data menggunakan triangulasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Data Kuantitatif Statistik Deskriptif Tabel 1. Deskripsi Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Calon Guru Sub-Variabel Rata-rata Median Modus Standar Deviasi Perencanaan Pembelajaran Pelaksanaan Pembelajaran Pengelolaan Kelas Penilaian Pembelajaran Berdasarkan analisis deskriptif terhadap 65 responden, ditemukan bahwa sub-variabel Perencanaan Pembelajaran memiliki nilai rata-rata tertinggi sebesar 4. 2, dengan median 4 dan modus Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa calon guru merasa cukup kompeten dalam merencanakan pembelajaran, dengan tingkat variabilitas yang relatif rendah . tandar deviasi 0. kemudian kemampuan pelaksanaan pembelajaran memiliki rata-rata 4. 0, median 4, dan modus 4, dengan standar deviasi 0. Ini berada dalam kategori cukup baik. Pengelolaan Kelas memiliki ratarata 3. 8, median 4, dan modus 4, dengan standar deviasi 0. 8, menunjukkan bahwa meskipun kompetensi dalam pengelolaan kelas cukup baik, terdapat variasi yang lebih besar dibandingkan subvariabel lainnya. Sedangkan kemampuan penilaian pembelajaran memiliki rata-rata 3. 9, median 4, dan modus 4, dengan standar deviasi 0. 7, menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru merasa cukup kompeten dalam melakukan penilaian pembelajaran. Statistik Inferensial 1 Uji Korelasi Sub-Variabel 1 Perencanaan Pembelajaran Pengelolaan Kelas Tabel 2. 1 Hasil Uji Korelasi Sub-Variabel 2 Koefisien Korelasi . Pelaksanaan Pembelajaran Penilaian Pembelajaran Signifikansi . < 0. < 0. https://doi. org/10. 30599/jti. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol. 16 No. 2, 2024 Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan antara Perencanaan Pembelajaran dan Pelaksanaan Pembelajaran dengan koefisien korelasi . 65, signifikan pada tingkat p < Ini menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa calon guru dalam perencanaan yang baik berkorelasi positif dengan kompetensi dalam pelaksanaan pembelajaran yang efektif. Korelasi antara kompetensi mahasiswa calon guru dalam Pengelolaan Kelas dan Penilaian Pembelajaran adalah 0. signifikan pada tingkat p < 0. 05, menunjukkan hubungan positif antara kompetensi dalam mengelola kelas dan kemampuan dalam melakukan penilaian pembelajaran. 2 Uji Regresi Sub-Variabel 1 Perencanaan Pembelajaran Pengelolaan Kelas Tabel 2. Hasil Uji Regresi Sub-Variabel 2 Koefisien Regresi () Efektivitas Penerapan Kurikulum Merdeka Efektivitas Penerapan Kurikulum Merdeka Signifikansi . < 0. < 0. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa Perencanaan Pembelajaran memiliki pengaruh signifikan terhadap Efektivitas Penerapan Kurikulum Merdeka dengan koefisien regresi () sebesar 4, signifikan pada tingkat p < 0. Ini berarti bahwa perencanaan pembelajaran yang baik memberikan kontribusi yang signifikan terhadap efektivitas penerapan kurikulum. Pengelolaan Kelas juga memiliki pengaruh signifikan terhadap Efektivitas Penerapan Kurikulum Merdeka dengan koefisien regresi () sebesar 0. 3, signifikan pada tingkat p < 0. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi dalam mengelola kelas turut berkontribusi positif terhadap efektivitas penerapan kurikulum. Hasil Analisis Data Kualitatif Temuan dari Wawancara Mendalam Wawancara mendalam dilakukan terhadap 16 mahasiswa calon guru untuk mendapatkan wawasan lebih mendalam tentang pengalaman mereka dalam menerapkan Kurikulum Merdeka: A Tantangan Utama: Mahasiswa calon guru menyebutkan tantangan seperti keterbatasan fasilitas di sekolah, kesulitan dalam menyesuaikan metode pengajaran dengan Kurikulum Merdeka, mahasiswa PPL tidak mendapatkan pendampingan yang memadai dalam merencanakan dan melaksanakan kurikulum baru ini. Masa pelaksanaan PPL yang singkat sehingga mahasiswa calon guru mengalami keterbatasan waktu dan kesempatan untuk berkolaborasi dengan guru yang lebih berpengalaman membuat mahasiswa calon guru merasa terisolasi dan kurang percaya diri dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran yang efektif. A Strategi Adaptasi: Mahasiswa berusaha mengatasi tantangan dengan mencari sumber daya tambahan secara mandiri, menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran, dan berkolaborasi dengan sesama mahasiswa PPL. Selain itu mereka juga melakukan Refleksi Harian, yaitu mahasiswa PPL melakukan refleksi harian tentang apa yang telah berhasil dan apa yang perlu diperbaiki dalam proses pembelajaran. Mereka mencatat pengamatan dan pengalaman mereka untuk perbaikan di masa mendatang. Kemudian melakukan Evaluasi Diri dan Umpan Balik: mengumpulkan umpan balik dari siswa dan guru pembimbing untuk mengevaluasi efektivitas metode pengajaran yang digunakan dan membuat penyesuaian yang diperlukan. A Pengalaman Positif: Sebagian besar mahasiswa merasa bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memberikan peluang untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam mengajar, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. https://doi. org/10. 30599/jti. Analisis Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Calon Guru Dalam Menerapkan . Ana Merdekawaty1. Erma Suryani2*. Nurhairunnisah3 Hasil Observasi Kelas Observasi kelas menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru mampu menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran sehari-hari, meskipun terdapat variasi dalam tingkat Berikut adalah beberapa temuan utama dari observasi: A Aktivitas Pembelajaran: Mahasiswa aktif menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek dan Namun, beberapa mahasiswa masih memerlukan bimbingan lebih lanjut dalam mengelola waktu dan sumber daya selama pelaksanaan proyek. A Interaksi dengan Siswa: Mahasiswa menunjukkan kemampuan yang baik dalam berinteraksi dengan siswa, mendorong partisipasi aktif, dan memfasilitasi diskusi kelompok. Namun, masih terdapat ruang untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. A Evaluasi dan Umpan Balik: Pemberian umpan balik konstruktif kepada siswa masih perlu ditingkatkan untuk mendukung pembelajaran yang berkelanjutan. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat yang cukup baik, dengan skor rata-rata di atas 3 untuk hampir semua aspek kompetensi pedagogik yang diukur. Berikut adalah pembahasan lebih rinci mengenai temuan penelitian ini: Perencanaan Pembelajaran Skor rata-rata untuk perencanaan pembelajaran adalah 3. 2, yang menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru memiliki kemampuan yang baik dalam merencanakan pembelajaran sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Hal ini sejalan dengan temuan Smith . yang menunjukkan bahwa guru dengan kompetensi pedagogik yang tinggi lebih mampu merancang kegiatan belajar yang bervariasi dan menarik. Namun, hasil wawancara mendalam mengungkapkan bahwa mahasiswa calon guru masih mengalami kesulitan dalam menyesuaikan rencana pembelajaran dengan kebutuhan individu siswa. Tantangan ini menunjukkan perlunya pelatihan lebih lanjut dalam diferensiasi instruksional, sebagaimana disarankan oleh Suprihatin. , & Kusmawati. Pelaksanaan Pembelajaran Dalam aspek pelaksanaan pembelajaran, skor rata-rata adalah 3. 0, yang menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru mampu menerapkan metode pembelajaran yang aktif dan interaktif. Observasi kelas mengonfirmasi bahwa mereka menggunakan berbagai metode pembelajaran seperti diskusi kelompok dan proyek, yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Namun, wawancara mendalam mengungkapkan bahwa beberapa mahasiswa merasa kurang percaya diri dalam menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek. Ini mungkin terkait dengan keterbatasan pengalaman praktis, seperti yang ditemukan oleh Johnson et al. yang menyatakan bahwa guru pemula sering menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan metode pembelajaran baru. Pengelolaan Kelas Skor rata-rata untuk pengelolaan kelas adalah 3. 1, yang menunjukkan kemampuan yang baik dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Temuan ini konsisten dengan penelitian Hartono . yang menunjukkan bahwa guru dengan kompetensi pedagogik yang baik mampu menciptakan suasana kelas yang inklusif dan mendukung. Meskipun demikian, observasi menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru masih memerlukan bimbingan dalam menangani dinamika kelas yang kompleks, seperti menangani siswa dengan kebutuhan khusus atau mengelola konflik antar siswa. Tantangan ini mengindikasikan perlunya pelatihan lanjutan dalam manajemen kelas, seperti yang disarankan oleh Sari dan Widodo . Penilaian Pembelajaran Aspek penilaian pembelajaran mendapat skor rata-rata 2. 9, yang merupakan skor terendah dibandingkan aspek lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru masih menghadapi kesulitan dalam merancang dan melaksanakan penilaian yang efektif. Hasil wawancara dan observasi https://doi. org/10. 30599/jti. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol. 16 No. 2, 2024 menunjukkan bahwa mereka sering kali kurang memberikan umpan balik yang konstruktif kepada PENUTUP Penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka berada pada tingkat yang cukup baik, namun masih ada area yang memerlukan perbaikan, terutama dalam penilaian pembelajaran dan manajemen kelas. Pelatihan yang lebih intensif dan bimbingan yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk membantu mahasiswa calon guru mengatasi tantangan ini dan meningkatkan efektivitas penerapan Kurikulum Merdeka. Dengan meningkatkan kompetensi pedagogik, mahasiswa calon guru dapat lebih efektif dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung, serta memberikan penilaian dan umpan balik yang konstruk. tif untuk mendukung perkembangan peserta Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pelatihan dan pengembangan profesional bagi mahasiswa calon guru di masa mendatang. Berdasarkan hal tersebut, maka disarankan kepada perguruan tinggi/Lembaga Pendidikan untuk pemahaman mahasiswa calon guru tentang Kurikulum Merdeka. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, dan pelatihan. Selainitu. Perlu dilakukan penguatan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru dalam merancang pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka. Hal ini dapat dilakukan melalui perpanjangan waktu pelaksanaan praktik mengajar (PPL) dan pemberian mentoring secara intensif oleh dosen pembimbing dan guru pamong. UCAPAN TERIMAKASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penelitian ini. Terimakasih kepada kepala sekolah, guru pamong, mahasiswa PPL FKIP Universitas Samawa dan unsur pimpinan yang telah membantu memberikan bimbingan, arahan, dan saran yang sangat berharga selama penelitian ini berlangsung. DAFTAR PUSTAKA