Keluarga sebagai Ecclesia Domestica (Gereja Rumah Tangg. di Era Komunikasi Digital Emiliana Evi Hendriani Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Email: emilianaevihendriani@gmailcom Abstrak Artikel ini membahas tentang keluarga sebagai ecclesia domestica . ereja rumah tangg. di era komunikasi digital. Masalah penelitian yang diangkat adalah dampak positif dan negatif media komunikasi terhadap komunikasi keluarga dan panggilan keluarga Kristen. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran umum tentang keluarga sebagai ecclesia domestica di era komunikasi digital, serta untuk mengetahui dampak penggunaan media komunikasi terhadap komunikasi keluarga dan panggilan keluarga Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media komunikasi dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap komunikasi keluarga. Dampak positifnya adalah memudahkan komunikasi antar anggota keluarga yang jaraknya jauh, sedangkan dampak negatifnya adalah dapat mengganggu interaksi langsung antar anggota keluarga. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa keluarga sebagai ecclesia domestica dapat membantu keluarga dalam memperkuat iman dan keharmonisan keluarga. Studi ini merekomendasikan untuk meningkatkan harmoni keluarga dengan membuat keluarga menjadi prioritas dan mengakui pentingnya sebagai inti Gereja. Partisipasi dalam program pastoral Gereja sangat dianjurkan. Kata kunci: Keluarga. Ecclesia domestica. Reksa Pastoral Abstract This paper talks about how families communicate in the digital age. It looks at how communication technology can affect family relationships and religious beliefs. The research uses interviews and observations to study these issues. The research found that communication technology can have both positive and negative effects on family communication. It can make it easier for family members who live far apart to stay in touch, but it can also get in the way of direct communication. The research also found that families who practice their religion together can have stronger relationships and be happier. The study recommends improving family harmony by making family a priority and recognizing its importance as the core of the Church. Participation in Church pastoral programs is encouraged. Seek guidance from Church leaders to develop your family. Communicate openly and support each other when necessary. Prepare spiritually and serve your community. Strengthen family values such as loyalty, sacrifice, and love, as outlined in Familiaris Consortio. Key words: Family. Ecclesia domestica. Pastoral Care PENDAHULUAN Salah satu pranata sosial terpenting dalam peradaban adalah keluarga. Gereja Katolik sangat fokus menekankan pastoral keluarga dengan ditandai banyak dokumen Gereja tentang keluarga. Gereja juga membarikan pendampingan dengan menawarkan bimbingan konseling dan bimbingan rohani untuk Akan tetapi, keadaan keluarga Katolik di seluruh dunia telah menjadi sumber kekhawatiran Gereja Katolik dalam beberapa tahun terakhir karena pengaruh teknologi. Gereja dilanda masalah seperti perceraian, perzinahan, kurangnya dukungan sosial bagi keluarga Katolik, dan inovasi teknologi yang mempersulit keluarga untuk berkomunikasi. Gereja Katolik berupaya untuk mendukung dan mengarahkan keluarga Katolik saat mereka menghadapi kesulitan yang mereka Gereja Katolik sudah berusaha semaksimal mungkin, namun masih banyak persoalan yang belum bisa diselesaikan. Selain itu, teknologi telah mengubah kehidupan manusia secara signifikan di era digital saat ini. Meskipun perkembangan teknologi memiliki banyak keuntungan, namun dapat berdampak buruk bagi keluarga Katolik. Keadaan keluarga Katolik di era digital modern semakin membuat Gereja Katolik Penggunaan media sosial dan pengetahuan yang bertentangan dengan ajaran Gereja merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi keluarga Katolik di era digital. Banyak keluarga Katolik tidak menyadari kerugian yang disebabkan oleh penggunaan media sosial yang berlebihan dan informasi yang bertentangan dengan ajaran Gereja. Ini dapat mengakibatkan masalah seperti kecanduan media sosial, kekerasan online . karena hasil dari konsumsi video atau film di media sosial, dan hilangnya prinsip-prinsip agama yang penting bagi keluarga Katolik. Era digital juga telah mengubah cara anggota keluarga terlibat satu sama lain. Keluarga seringkali kekurangan waktu untuk interaksi tatap muka karena mereka begitu disibukkan dengan hobi digital Hal ini dapat mengakibatkan keluarga kehilangan rasa persatuan dan komunikasi yang terputus. Menurut pengamatan penulis, persoalan yang sama juga terjadi di lingkungan Santo Yohenes Pemandi di Paroki Stella Maris. Pontianak. Untuk mengatasi keresahan ini. Gereja Katolik terus berupaya memberikan pengajaran dan bimbingan bagi keluarga Katolik dalam menghadapi tantangan yang dihadapi di era digital, walaupun selalu dalam proses. Gereja juga mengajak keluarga Katolik untuk mempraktekkan nilai-nilai spiritual yang penting dalam kehidupan sehari-hari, dan menghimbau agar penggunaan teknologi dan media sosial dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan ajaran Gereja. Berdasarkan keresahan di atas penulis menulis artikel dengan tema: Keluarga Sebagai Ecclesia domestica (Gereja rumah tangg. di Era Komunikasi Digital. Ecclesia domestica yang akan digali berdasarkan dokumen Familiaris Consortio sebagai rujukan METODE Bentuk atau metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode penelitian yang menggunakan metode kualitatif deskriptif adalah salah satu jenis penelitian kualitatif yang fokus pada deskripsi dan interpretasi fenomena yang diamati. Metode ini tidak melibatkan pengujian hipotesis atau pembuktian kebenaran, melainkan lebih berfokus pada pemahaman mendalam tentang suatu peristiwa atau Peneliti menggunakan langkah-langkah seperti observasi, wawancara, dan penelaahan dokumen untuk mengumpulkan data yang deskriptif dan mendetail. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara naratif untuk memahami karakteristik dan makna dari fenomena yang diteliti (Subandi. Penggunaan metode kualitatif deskriptif dalam penelitian memiliki menurut Amirotun Sholikhah, metode penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami dan menjelaskan fenomena sosial secara mendalam. Metode ini berfokus pada interpretasi dan pemahaman makna yang terkandung dalam data yang dikumpulkan, daripada mengukur dan menguji hipotesis secara Penelitian kualitatif sering digunakan dalam ilmu sosial dan humaniora, seperti sosiologi, antropologi, psikologi, dan ilmu politik. Metode ini melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, serta menggunakan pendekatan induktif untuk mengembangkan teori atau pemahaman baru tentang fenomena yang diteliti (Sholikhah, 2. Beberapa manfaat menggunakan penelitian dengan metode kualitatif deskriptif menurut Subandi, antara lain: Memahami fenomena secara mendalam: Metode kualitatif deskriptif memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena yang diteliti secara mendalam. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif, peneliti dapat menggali detail dan konteks yang lebih dalam tentang suatu peristiwa atau fenomena. Menggambarkan kompleksitas: Metode ini memungkinkan peneliti untuk menggambarkan kompleksitas suatu fenomena dengan lebih baik. Dalam penelitian kualitatif deskriptif, peneliti dapat mengumpulkan data yang kaya akan detail dan nuansa, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang fenomena yang diteliti. Menghasilkan data yang mendalam: Metode kualitatif deskriptif memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data yang mendalam dan kaya akan informasi. Melalui wawancara, observasi, dan penelaahan dokumen, peneliti dapat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengalaman, persepsi, dan makna yang terkait dengan fenomena yang diteliti. Mengidentifikasi pola dan temuan baru: Metode ini dapat membantu peneliti dalam mengidentifikasi pola dan temuan baru yang mungkin tidak terlihat dalam penelitian kuantitatif. Dengan pendekatan deskriptif, peneliti dapat menemukan hubungan, tema, atau pola yang muncul dari data yang Memberikan pemahaman kontekstual: Metode kualitatif deskriptif memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena dalam konteks yang lebih luas. Peneliti dapat memperhatikan faktor-faktor sosial, budaya, dan historis yang mempengaruhi fenomena yang diteliti, sehingga memberikan pemahaman yang lebih kontekstual (Subandi, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Era komunikasi digital Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, terdapat angka-angka yang menunjukkan hasil temuan terkait dengan intensitas komunikasi keluarga, penggunaan media sosial, penggunaan media massa, dan kenyamanan penggunaan media antar keluarga, sebagai berikut: Intensitas komunikasi keluarga tanpa gangguan dari luar seperti teknologi memiliki pengaruh positif terhadap kualitas relasi keluarga. Dari hasil survei, 44. 4% responden mengatakan sangat sering berkomunikasi dengan keluarga tanpa gangguan dengan adanya media komunikasi. Ada pula 44. responden mengatakan sering berkomunikasi dengan keluarga tanpa gangguan dari luar seperti Kemudian, 11. 1% responden berkomunikasi dalam keluarga tanpa gangguan dari luar. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden . 8%) memiliki intensitas komunikasi keluarga yang cukup tinggi. Media sosial memiliki dampak positif dan negatif terhadap komunikasi dalam keluarga. Dampak positif media sosial terhadap komunikasi dalam keluarga adalah mempererat interaksi antar anggota keluarga, sebagai media pembelajaran, dan meningkatkan efektivitas komunikasi. Dampak negatif media sosial terhadap komunikasi dalam keluarga adalah mengurangi waktu berkumpul, mengubah bentuk interaksi, dan potensi informasi yang tidak akurat. Penggunaan media massa oleh anggota keluarga dapat mempengaruhi kualitas relasi keluarga karena dapat mengganggu interaksi langsung antara anggota keluarga. Dari hasil survei, mayoritas responden . 5%) menggunakan media massa dalam interaksi sehari-hari. Mayoritas keluarga . 7%) tidak merasa terganggu dengan penggunaan media massa oleh anggota keluarga lainnya. Dari angka-angka tersebut, dapat disimpulkan bahwa intensitas komunikasi keluarga tanpa gangguan dari luar seperti teknologi memiliki pengaruh positif terhadap kualitas relasi keluarga. Media sosial memiliki dampak positif dan negatif terhadap komunikasi dalam keluarga, penggunaan media massa dapat mempengaruhi kualitas relasi keluarga, dan mayoritas keluarga tidak merasa terganggu dengan penggunaan media massa oleh anggota keluarga lainnya. Berdasarkan hasil survei tersebut, dapat disimpulkan beberapa hal terkait dengan situasi saat ini: Intensitas komunikasi keluarga tanpa gangguan dari luar seperti teknologi memiliki pengaruh positif terhadap kualitas relasi keluarga. Mayoritas responden . 8%) memiliki intensitas komunikasi keluarga yang cukup tinggi, yang menunjukkan bahwa mereka sering atau sangat sering berkomunikasi tanpa gangguan dari luar seperti teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi keluarga masih dijaga dengan baik dan dapat berkontribusi pada kualitas relasi keluarga yang baik. Penggunaan media massa oleh anggota keluarga dapat mempengaruhi kualitas relasi keluarga. Meskipun mayoritas keluarga . 7%) tidak merasa terganggu dengan penggunaan media massa oleh anggota keluarga lainnya, penggunaan media massa yang berlebihan dapat mengurangi waktu yang dihabiskan bersama-sama dan mengurangi kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung. Oleh karena itu, penting bagi keluarga untuk menciptakan aturan penggunaan media massa dan mengadakan waktu berkumpul tanpa gangguan dari media massa. Situasi saat ini menunjukkan bahwa perubahan media komunikasi digital telah menciptakan keluarga digital, di mana anak-anak menjadi penduduk asli digital dan orang dewasa menjadi imigran Hal ini dapat menghasilkan model kehidupan yang kesepian di tengah keramaian dan mengubah pola komunikasi dalam keluarga. Oleh karena itu, penting bagi keluarga untuk beradaptasi dengan perubahan ini dengan mengadakan waktu berkumpul secara langsung, membuka dialog dan komunikasi yang terbuka, serta menggunakan media sosial secara bijak. Dengan memahami hasil survei ini, keluarga dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga kualitas komunikasi dan relasi keluarga yang baik di tengah perkembangan teknologi dan media yang terus berubah. Keluarga dalam nilai-nilai Familiaris Cosortio Berdasarkan hasil temuan di atas, penulis akan merangkum hasil survei tersebut. adapun temuannya sebagai berikut: Keluarga adalah sebuah komunitas 66,6% keluarga sangat merasakan bahwa keluarga adalah "komunitas pribadi" yang didasarkan pada cinta, rasa hormat, dan dukungan di antara para anggotanya. 33,3% keluarga merasa bahwa mereka sering mewujudkan nilai-nilai keluarga dalam Familiaris Consortio Data menunjukkan bahwa mayoritas keluarga mengakui dan mengutamakan nilai-nilai cinta, hormat, dan dukungan dalam unit keluarga. Namun, sebagian besar keluarga tidak secara konsisten mewujudkan nilai-nilai tersebut. Sebanyak 55,6% keluarga menyatakan sangat sering dilibatkan dalam mendidik anggota keluarganya tentang akhlak, keimanan, akhlak, dan nilai-nilai agama. 44,4% keluarga menyatakan bahwa mereka sering dilibatkan dalam mendidik anggota keluarganya tentang nilai-nilai Kristiani. Kesimpulannya, sebagian besar keluarga mengutamakan dan berpartisipasi aktif dalam mendidik anggota keluarganya tentang kebaikan, keimanan, akhlak, dan nilai-nilai agama. Namun, sebagian besar keluarga mungkin tidak terlalu sering terlibat dalam pendidikan. Penghormatan terhadap Nilai-Nilai Otentik dalam Keluarga 44,4% keluarga sangat sering menjaga dan menghormati kehidupan manusia dengan nilai- nilai sejati dalam keluarga sejati. 44,4% keluarga seringkali melindungi dan menghormati kehidupan manusia dengan nilai- nilai sejati dalam keluarga. 11,1% keluarga seringkali tidak menjaga dan menghormati kehidupan manusia dengan nilai- nilai sejati dalam keluarga yang sebenarnya. Data menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga mengutamakan dan berpartisipasi aktif dalam melindungi dan menjunjung tinggi kehidupan manusia dengan nilai-nilai sejati dalam keluarga sejati. Namun, sebagian kecil keluarga mungkin tidak terlalu sering dilibatkan dalam perlindungan dan Hasil survei yang menunjukkan nilai-nilai dan keyakinan keluarga mengenai keluarga, keyakinan, dan nilai-nilai otentik. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memprioritaskan dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan nilai-nilai ini, namun mungkin tidak selalu konsisten dalam Familiaris Consortio adalah dokumen yang menekankan pentingnya keluarga sebagai komunitas pribadi yang didasarkan pada cinta, rasa hormat, dan dukungan di antara para anggotanya. Ditegaskan juga pentingnya mendidik anggota keluarga tentang kebajikan, keimanan, akhlak, dan nilainilai agama, serta menjaga dan menjunjung tinggi kehidupan manusia dengan nilai-nilai sejati dalam Berdasarkan hasil survei tersebut, dapat dijabarkan soal-soal kuesioner tentang beberapa hal tentang situasi saat ini. Kebanyakan keluarga mengakui dan mengutamakan nilai-nilai kasih sayang, saling menghargai, dan saling mendukung dalam unit keluarga. Namun, sebagian besar keluarga tidak secara konsisten mewujudkan nilai-nilai ini. Sebagian besar keluarga mengutamakan dan berpartisipasi aktif dalam pendidikan anggota keluarganya tentang budi pekerti, keimanan, akhlak, dan nilai-nilai agama. Namun, sebagian besar keluarga tidak sering terlibat dalam pendidikan seperti itu. Sebagian besar keluarga memprioritaskan dan berpartisipasi aktif dalam melindungi dan menghormati kehidupan manusia dengan nilai-nilai sejati dalam keluarga. Namun, sebagian kecil keluarga mungkin tidak terlalu sering terlibat dalam perlindungan dan penghormatan tersebut. Sebagian kecil keluarga secara aktif dan sering terlibat dalam kegiatan pastoral yang berkaitan dengan keluarga di gereja. Namun, sebagian besar keluarga tidak berpartisipasi dalam kegiatan seperti itu sesering atau sama sekali. Dari hasil survei ini, dapat disimpulkan bahwa banyak keluarga mengakui pentingnya nilai- nilai keluarga, pendidikan agama, dan perlindungan kehidupan manusia, masih ada ruang untuk meningkatkan konsistensi dan keterlibatan dalam mewujudkan nilai-nilai tersebut. Upaya lebih lanjut dapat dilakukan untuk memperkuat nilai-nilai keluarga dan memperkuat keterlibatan keluarga dalam kegiatan pastoral di Model Pastoral yang bisa dilakukan Berdasarkan hasil penelitian, reksa pastoral keluarga yang baik bagi keluarga Katolik adalah yang bersifat fungsional. Reksa pastoral keluarga yang fungsional adalah reksa pastoral yang dapat membantu keluarga dalam menghadapi krisis iman yang disebabkan oleh dampak negatif perkembangan media Reksa pastoral keluarga yang fungsional juga dapat membantu keluarga dalam memperkuat hubungan antar anggota keluarga dan meningkatkan keharmonisan keluarga. Dalam reksa pastoral keluarga yang fungsional, para ahli awam memiliki kontribusi yang berharga dalam memperkaya dan melengkapi tugas pastoral para uskup dan para imam dalam mendampingi keluarga. Para ahli awam, yang memiliki pengetahuan dan keahlian khusus dalam bidang psikologi, sosiologi, pendidikan, dan bidang terkait lainnya, dapat memberikan wawasan dan bimbingan yang berharga kepada keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan dalam kehidupan keluarga. Oleh karena itu, reksa pastoral keluarga yang fungsional dapat membantu keluarga Katolik dalam memperkuat iman dan keharmonisan Terdapat beberapa rekomendasi pastoral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan keharmonisan keluarga. Beberapa di antaranya adalah: Meningkatkan intensitas komunikasi keluarga dengan meningkatkan frekuensi dan durasi pertemuan, telepon, dan pesan dengan anggota keluarga. Orang tua juga dapat memanfaatkan teknologi untuk tetap terhubung dengan anak-anak mereka, seperti melalui panggilan video atau media sosial. Menciptakan lingkungan yang aman dan terbuka untuk komunikasi, di mana anggota keluarga merasa nyaman untuk saling berbagi pikiran dan perasaan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menghindari kritik yang berlebihan, menghargai perbedaan pendapat, dan memberikan dukungan emosional. Meningkatkan partisipasi keluarga dalam kegiatan gereja, seperti mengikuti misa bersama, mengikuti katekese, dan terlibat dalam kegiatan sosial. Hal ini dapat membantu keluarga untuk memperkuat iman dan nilai-nilai agama yang dianut. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya waktu bersama keluarga dengan cara mengatur jadwal yang tepat dan memprioritaskan waktu bersama keluarga. Hal ini dapat membantu keluarga untuk memperkuat ikatan emosional dan memperkuat hubungan antar anggota keluarga. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan keluarga dengan cara membaca literatur tentang keluarga dan mengikuti seminar atau lokakarya tentang keluarga. Hal ini dapat membantu keluarga untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk membangun keluarga yang KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keluarga merupakan bagian penting dari Gereja Katolik dan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk masyarakat yang sehat dan Namun, keluarga saat ini menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam era digital modern, yang dapat mempengaruhi hubungan antar anggota keluarga dan nilai-nilai yang dianut oleh Dalam dokumen ini. Gereja Katolik menekankan pentingnya keluarga sebagai Ecclesia domestica, yaitu komunitas kecil yang menjadi tempat pertumbuhan iman dan kasih di antara anggota keluarga. Gereja juga menyoroti beberapa masalah yang dihadapi keluarga saat ini, seperti perubahan sosial dan budaya, perubahan teknologi, dan tantangan dalam mendidik anak-anak. Untuk membantu keluarga menghadapi tantangan ini. Gereja Katolik menawarkan berbagai solusi dan dukungan, seperti program pendidikan dan pelatihan, dukungan pastoral, dan akses ke sumber daya dan informasi yang relevan. Gereja juga menekankan pentingnya doa dan kehidupan rohani dalam keluarga, serta pentingnya membangun hubungan yang sehat dan saling mendukung antar anggota Dalam artikel ini, juga dibahas dampak teknologi terhadap keluarga Katolik. Teknologi dapat memberikan manfaat yang besar bagi keluarga, seperti memudahkan komunikasi dan memperluas akses ke sumber daya dan informasi. Namun, teknologi juga dapat mempengaruhi hubungan antar anggota keluarga dan nilai-nilai yang dianut oleh keluarga. Oleh karena itu. Gereja Katolik menekankan pentingnya penggunaan teknologi yang bijak dan bertanggung jawab dalam keluarga. Dalam kesimpulannya, dokumen ini menekankan pentingnya keluarga sebagai bagian penting dari Gereja Katolik dan masyarakat yang sehat dan berkelanjutan. Keluarga saat ini menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam era komunikasi digital yang semakin berkembang. Berikut adalah beberapa rekomendasi pastoral yang diberikan untuk meningkatkan keharmonisan keluarga: Prioritaskan keluarga sebagai institusi yang suci dan peran keluarga sebagai sel inti Gereja. Berpartisipasi dalam program pastoral yang ditawarkan oleh Gereja. Mencari bimbingan pastoral untuk perkembangan keluarga. Menjaga komunikasi terbuka dan mencari dukungan satu sama lain pada saat Terlibat dalam persiapan rohani dan pelayanan sosial. Memperkuat nilai-nilai keluarga yang dianut dalam Familiaris Consortio, seperti kesetiaan, pengorbanan, dan kasih sayang. Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian mengenai hasil dan pembahasan, mengacu pada tujuan penelitian. Berdasarkan kedua hal tersebut dikembangkan pokok-pokok pikiran baru yang merupakan esensi dari temuan penelitian DAFTAR PUSTAKA