Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. BERMAIN YANG BERMAKNA: APAKAH KONSEP MERDEKA BERMAIN PADA FASE PONDASI SUDAH MERDEKA? Zihan Fauziah Noor Paula S2 Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan. UPI zihanfauziah@upi. Mubiar Agustin S2 Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan. UPI mubiaragustin@upi. Abstrak Bermain yang bermakna merupakan suatu kegiatan yang dapat menstimulasi setiap perkembangan anak serta dapat mewujudkan perkembangan anak yang lebih optimal. Merdeka bermain pada kurikulum merdeka hadir sebagai sarana untuk mewujudkan bermain yang bermakna baik anak usia dini di satuan PAUD. Konsep merdeka bermain memiliki arti bahwa arti bentuk kegiatan yang dipilih hendaknya dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi anak. Dalam implementasinya tercatat 58% satuan PAUD di Indonesia telah menerapkan merdeka Akan tetapi apakah konsep merdeka bermain sudah terimplementasi dengan baik dan mewujudkan bermain yang bermakna bagi anak? Maka atas hal tersebutlah penelitian ini dilakukan, yang bertujuan untuk mengkaji lebih dalam terkait implementasi makna AomerdekaAo pada konsep merdeka bermain dalam pembelajaran di satuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan teknik pengambilan data observasi partisipatif yang dilakukan peneliti pada kegiatan workshop implementasi kurikulum merdeka Kab. Bandung, selanjutnya peneliti juga menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur pada 8 guru PAUD, dan teknik liblary research. Dari penelitian yang telah dilaksanakan peneliti menemukan bahwa makna AomerdekaAo dalam merdeka bermain belum sepenuhnya terwujud dikarenakan berbagai masalah dilapangan diantaranya yaitu kurangnya pemahaman guru terkait konsep dan prinsip merdeka bermain, kurang memadainya media pembelajaran serta akses teknologi serta pembuatan perencanaan dan assessmen yang tidak konsisten. Permasalahan inilah yang berimbas pada kurang optimalnya implementasi merdeka bermain, sehingga bermain yang bermakna belum sepenuhnya terwujud di satuan PAUD. Padahal seharusnya merdeka bermain bisa memberikan pengalaman bermain bermakna bagi anak yang bertujuan untuk memberikan suasana belajar yang menyenangkan serta meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan PAUD menjadi lebih baik. Kata Kunci: Merdeka Bermain. Bermain Bermakna. Kurikulum Merdeka Abstract Meaningful play is an activity that can stimulate every child's development and can realize more optimal child development. Free play in the independent curriculum is present as a means to realize meaningful play for early childhood in PAUD units. The concept of independent play means that the chosen form of activity should provide a fun and meaningful experience for children. In its implementation, 58% of PAUD units in Indonesia have implemented independent play. However, has the concept of free play been well implemented and realized meaningful play for children? Therefore, this research was conducted, which aims to examine more deeply the implementation of the meaning of 'independence' in the concept of independent play in learning in educational units. This study uses an exploratory qualitative method with participatory observation data collection techniques carried out by researchers at the workshop on the implementation of the independent curriculum in Bandung Regency, then researchers also use unstructured interview techniques with 8 PAUD teachers, and liblary research techniques. From the research that has been carried out, the P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. researcher found that the meaning of 'independence' in independent play has not been fully realized due to various problems in the field, including the lack of teacher understanding of the concepts and principles of independent play, insufficient learning media and access to technology, and inconsistent planning and assessment. These problems have an impact on the less than optimal implementation of independent play, so that meaningful play has not been fully realized in PAUD units. Whereas independent play should be able to provide meaningful play experiences for children that aim to provide a pleasant learning atmosphere and improve the quality of learning in PAUD units for the better. Keywords: Independent Play. Meaningful Play. Independent Curriculum PENDAHULUAN Bermain merupakan suatu kegiatan Perlu diketahui bahwa bermain yang bisa menstimulasi perkembangan bermain merupakan sifat alami anak. Jika anak haruslah bermain yang bermakna. Bermain dipastikan ia sedang mengalami sakit, jasmani atau rohaninya (Dewantara, 1. kesempatan atau ruang bagi anak untuk Pada saat bermain, anak-anak belajar Bermain yang bermakna tentang dunianya. Melalui bermain juga, harus mampu membangun pengetahuan anak-anak mengasah seluruh kemampuan Bermain menjadi sarana keterampilan pada anak. yang selalu lekat dengan anak. Ki Hadjar Dewantara Menurut (Trimulya, tingkah laku yang menyenangkan dan tanpa paksaan (Rohmah, 2. Pada bermain ini dapat mendorong terjadinya mulanya, kegiatan bermain dipandang kontruksi pengetahuan pada anak yang akan memberikan makna dan informasi baru bagi anak (Agustin, 2. Dari teknologi munculah berbagai penelitian penjelasan diatas, kita dapat mengetahui mengenai peranan penting bermain dalam bahwa bermain sudah bukan lagi suatu perkembangan anak (Munawaroh, 2. kegiatan hiburan bagi anak tapi bermain Seperti sudah merupakan kebutuhan bagi setiap (Norhikmah et al. , 2. dalam studi mutakhirnya ia mengungkapkan bahwa kegiatan bermain pada anak mampu Wahyuningsih, 2. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 (Hasbi Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. Menyadari memang cukup menarik. Pada jenjang bermain yang bermakna bagi anak, maka PAUD sendiri, saat ini telah tercatat pemerintah Indonesia mengembangkan suatu kurikulum yang di kenal dengan 866 lembaga PAUD atau sekitar 58% PAUD di Indonesia telah dirancang guna menjawab permasalahan menerapkan kurikulum merdeka pada yang terjadi akibat adanya pandemi covid- Wahyuningsih. Kurikulum PAUD (Hasbi Tapi mewujudkan kembali lingkungan dan pelaksanaannya apakah konsep merdeka sistem belajar yang lebih baik untuk bermain benar-benar sudah memberikan pendidikan Indonesia yang lebih baik pula (Hastuti et al. , 2. mengetahui mengenai hal tersebut maka Dalam Untuk perlu di telaah kembali secara lebih terdapat konsep Aomerdeka belajarAo dan mendalam mengenai konsep merdeka Aomerdeka bermainAo. Konsep ini berfokus bermain dalam kurikulum merdeka untuk pada kebebasan dan pemikiran kreatif melihat sejauh mana makna AomerdekaAo (Saputri et al. , 2. Dalam kurikulum merdeka konsep kata AomerdekaAo dirancang Hal ini bertujuan agar berdasarkan konsep belajar menurut Ki konsep AomerdekaAo yang diusung benar- Hajar Dewantara dimana kemerdekaan bener memberikan kemerdekaan pada anak merupakan tujuan pembelajaran yang pekerti (Kemendikbud, 2. Penelitian Konsep Aomerdeka bermainAo pada bermain yang bermakna serta penelitian jenjang Pendidikan anak usia dini memiliki banyak di lakukan. Diantaranya yaitu hendaknya dapat memberikan pengalaman penelitian yang dilakukan yang (Hasbi & yang menyenangkan dan bermakna bagi Wahyuningsih. Konsep ini diharapkan dapat menciptakan kenyamanan belajar dan Selanjutnya penelitian (Agustin, 2. suasana belajar yang menyenangkan bagi yang menjelaskan mengenai aktivitas semua pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran (Shalehah, 2. Konsep berdasarkan teori bermain kontemporer. merdeka bermain jika dilihat secara sekilas Serta terdapat penelitian yang menjelaskan P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. praktik bermain seraya belajar yang konteks pedagogi bermain seraya belajar. dikemas dalam suatu kegiatan belajar di Penelitian ini diharapkan dapat menjadi lembaga PAUD (Agustin, 2. Penelitian yang berkaitan dengan bermain dalam bermain yang bermakna yang seharusnya kurikulum merdeka secara umum dan ada dalam penyelenggaraan pendidikan implementasinya di PAUD juga sudah anak usia dini. Diantaranya (Shalehah. METODE PENELITIAN 2. yang menjabarkan konsep kurikulum Berdasarkan merdeka di PAUD. Selanjutnya penelitian penelitian ini yaitu untuk menelaah konsep (Anwar, 2. yang Serta bermain seraya belajar maka rancangan 2. mengenai (Huda Takbir, kurikulum merdeka pada PAUD. mengenai kurikulum merdeka di PAUD. penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif Akan tetapi dari penelitian yang adalah penelitian yang digunakan untuk ada masih sedikit yang meneliti lebih meneliti pada kondisi objek ilmiah dimana dalam mengenai makna AomerdekaAo dalam (Nasution, 2. Selanjutnya metode penelitian kualitatif yang digunakan yaitu bermain di lembaga PAUD. Padahal hal ini perlu dikaji lebih dalam untuk bisa melihat seberapa jauh makna AomerdekaAo dalam mengeksplorasi dan memahami dalam Metode Maka dari pemaparan (Cresswell & Cresswell, 2. Adapun diatas, penelitian ini bertujuan untuk teknik pengumpulan data yang digunakan melihat apakah makna AomerdekaAo dalam yaitu pertama observasi partisipatif yang konsep merdeka bermain di kurikulum dilakukan peneliti pada kegiatan workshop implementasi kurikulum merdeka Kab. PAUD Konsep . ermain Bandung Himapudi Kab. Bandung, teknik kedua penelitian ini akan ditelaah berdasarkan yaitu wawancara tidak terstruktur yang teori bermain kontemporer yang membahas dilakukan peneliti pada 8 guru PAUD, serta P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. teknik pengumpulan data ketiga adalah kajian kepustakaan atau liblary research Adapun teori-teori kontemporer yaitu merupakan metode penelitian dengan meliputi teori psikoanalitik, teori modulasi, cara mencari dan menganalisis data yang teori metakomunikatif dan teori kognitif (Agustin, 2. ataupun rujukan-rujukan kepustakaan yang Pertama relavan kemudian membaca, mencatat, psikoanalitik, teori ini berpendapat bahwa serta mengolah bahan penelitian (Cahyono bermain merupakan cara untuk menghibur anak agar anak mampu menghilangkan rasa setidaknya 8 rujukan kepustakaan yang traumatik akibat kejadian yang kurang meliputi buku, serta jurnal-jurnal yang permainan anak dapat meregulasi energi Peneliti Melalui negatif yang tidak bisa dikontrol dengan HASIL PENELITIAN baik dalam kehidupan mereka. Untuk bisa Bermain Bermakna Menurut Teori meregulasi emosi dan menghilangkan Bermain Kontemporer trauma, anak perlu melakukan kegian Bermain merupakan kegiatan yang bermain berulang-ulang meski permainan tersebut merupakan permainan yang sama. memahami dunia dan menjadi sarana untuk Dalam teori ini guru atau orang dewasa mengenal dirinya sendiri serta menjadi ditekankan untuk mengusai aspek-aspek sarana untuk mengeksplorasi kemampuan seseorang (Ik et al. , 2. Dalam perkembangan nilai agama dan moral, kognitif, bahasa, fisik motorik, dan sosial berkembang yaitu teori klasik dan teori Hal ini bertujuan agar guru atau kontemporer atau modern. Teori bermain orang dewasa dapat menentukan kegiatan bermain sebagai katartis yang tepat. permainan dalam perkembangan anak Kedua teori bermain modulasi, secara lebih dalam, bukan hanya sebatas teori ini difokuskan pada asosiasi dan menjawab mengenai munculnya bermain Menurut teori modulasi bermain seperti teori klasik. Teori kontemporer atau dilakukan untuk memberikan stimulasi teori bermain modern umumnya berusaha . meningkatkan pemahaman kita terhadap . Teori ini juga beranggapan bahwa fenomena bermain, baik melalui penjelasan seorang individu memerlukan informasi kekuatan pandangan teoretis dan juga tambahan agar stimulasinya bertambah. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. Teori ini merekomendasikan penggunaan bermain diluar yang dilengkapi berbagai macam permainan seperti papan titian, kesenangan dan interversi dari orang papan seluncur, papan gantung, dsb. Peran orang tua atau guru menjadi Ketiga, penting karena ini yang akan menentukan metakomunikatif, teori ini memandang apakah bermain yang dilakukan anak . menjadi bermakna atau tidak. Orang tua . atau guru memang penentu arah bermain Artinya bermain terjadi dalam suatu kerangka, dimana semua terlibat secara diperkenankan membatasi dan memberikan pasti dalam kerangka bermain. Kerangka aturan yang bersifat memaksa dan menekan bermain digambarkan sebagai kerangka kebebasan anak saat bermain. Keberhasil psikologi yang menandakan terjadi aksi intervensi orang tua atau guru adalah ketika saat bermain. Anak-anak menggunakan anak dapat terlibat dalam diskusi dengan orang tua atau guru, terlibat secara bahwa mereka sedang bermain. merasa bosan (Agustin, 2. Konsep Merdeka Bermain (Bermain Perkembangan kognitif diperlukan untuk Keempat teori bermain kognitif. Merdeka belajar dan merdeka menggunakan apa yang mereka pelajari. bermain yang menjadi konsep utama pada Selanjutnya kemampuan kognitif juga mempengaruhi kemampuan anak dalam konsep yang bertujuan untuk memberikan berimajinasi dan kreatif dalam berpikir. suasana belajar yang menyenangkan bagi Salah satu permainan yang menggunakan semua pihak baik peserta didik maupun imajunasi adalah bermain peran. Melalui guru pada semua jenjang pendidikan. Istilah AoMerdekaAo pada nama dan essensi pengetahuan baru yang akan menjadi bekal kurikulum ini mengacu pada filosofi dimasa yang akan datang. Bermakn. Pada Kurikulum Merdeka Jika dilihat seksama dari teori-teori Dewantara. Menurutnya bermain diatas, bermain bermakna menjadi merupakan tujuan pendidikan sekaligus payung antara bermain bebas dengan prinsip yang melandasi strategi untuk P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. mencapai tujuan tersebut. Kemerdekaan merdeka bermain merupakan pembelajaran sebagai tujuan belajar dicapai melalui bagi anak yang dikemas dalam kegiatan pengembangan budi pekerti. Menurut K. Dewantara Fauzidin, (Daulay Dalam karakter itulah yang menjadi bersatunya merdeka, struktur kegiatan belajar sambil gerak pikiran dan perasaan, dengan adanya bermain terdiri atas kegiatan intrakulikuler budi pekerti manusia berdiri sebagai dan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. Kegiatan memerintah atau menguasi diri sendiri. dirancang dengan tujuan agar anak mampu Inilah manusia yang beradab dan itulah mencapai berbagai standar kemampuan yang dimaksud dengan tujuan pendidikan yang sudah ditetapkan dalam capaian (Kemendikbud, 2. pembelajaran (CP) yang meliputi berbagai Esensi elemen diantaranya jati diri, nilai agama merdeka bermain adalah kemerdekaan dan budi pekerti, dasar-dasar literasi, berfikir dan bertindak dalam kegiatan matematika, sains, teknologi, rekayasa dan Anak diberi kebebasan Tujuan utama kegiatan intrakulikuler adalah untuk memungkinkan anak belajar dan bermain dengan merdeka. Maka imajinasinya dalam diskusi maupun karya kegiatan yang dipilih haruslah dapat (Daulay & Fauzidin, 2. Konsep menyenangkan serta bermakna bagi anak menggali potensi guru dan peserta didik (Handayani, 2. Dalam pemilihan kegiatan bermain kualitas pembelajaran secara mandiri. yang bermakna pada kurikulum merdeka Mandiri yang dimaksud adalah benar-benar guru dapat bebas memilih topik yang sesuai dengan kebutuhan anak, akan tetapi pendidikan secara mandiri. Kemandirian pemilihan topik ini harus tetap mengacu guru dan peserta didik ini mengartikan pada tema yang telah di tetapkan adapun bahwa guru dan peserta didik merdeka tema tersebut diantaranya yaitu aku cinta dalam belajar. Kemandirian ini yang bumi, aku cinta Indonesia, kita semua diharapkan dalam konsep merdeka belajar bersaudara, dan imajinasiku (Shalehah, (Juita et al. , 2. Penentuan tema dan topik ini Dalam implementasinya di jenjang PAUD, konsep merdeka belajar dan P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 rancangan rencana pembelajaran, akan Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. yang dirancang sekurang-kurangnya harus kurikulum merdeka disusun hanya sebagai terdiri dari 4 . kegiatan, hal ini acuan bukan ketetapan. Rencana tersebut bertujuan agar anak bebas memilih apa mungkin bisa berubah sewaktu-waktu yang akan dimainkan sesuai minat dan dengan mempertimbangkan kondisi serta bakatnya hal ini merupakan wujud dari minat bakat siswa (Fadillah & Hibana, merdeka bermain. Selanjutnya setelah Adapun prinsip pembelajaran yang merancang kegiatan guru harus melakukan penataan lingkungan main yaitu guru pembelajaran . egiatan bermain bermakn. menyiapkan alat dan bahan yang akan anak Penataan lingkungan main ini membantu anak pencapaian peserta didik saat ini, sesuai mengetahui tentang apa hal yang penting, kebutuhan belajar serta mencerminkan apa yang harus mereka lakukan dan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran Dukungan dari lingkungan sekitar yang Kedua, pembelajaran dirancang dan dilaksanakan berkonribusi positif pada perkembangan untuk membangan kapasitas untuk menjadi dan pembelajaran anak yang optimal pembelajar sepanjang hayat. Ketiga, proses (Yuliantina, 2. Kegiatan-kegiatan yang pembelajaran mendukung perkembangan dirancang haruslah memberikan cukup kompetensi dan karakter peserta didik waktu bagi peserta didik untuk memahami secara holistik. Keempat pembelajaran konsep dan meningkatkan kompetensinya, harus relavan yang berarti pembelajaran inilah yang menjadi salah satu ciri dari harus sesuai dengan konteks lingkugan, konsep merdeka bermain (Handayani, budaya peserta didik serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra. Kelima, pembelajaran harus berorientasi PEMBAHASAN PENELITIAN pada masa depan yang bekelanjutan Telaah Implementasi Makna AoMerdekaAo (Handayani, 2. pada Merdeka Bermain di PAUD Selanjutnya Berdasarkan pembelajaran . ermain bermakn. ini, guru Kontemporer Teori Bermain harus merancang kegiatan dan menata Terdapat tiga konsep yang perlu lingkungan main dengan baik agar kegiatan diketahui oleh pendidik maupun orang tua bermain dapat lebih bermakna. Kegiatan terkait merdeka bermain diantaranya yaitu P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. pertama guru atau orang tua harus relavan dan interaktif. Jika dilihat dari memberikan keleluasaan pada anak untuk konsep merdeka belajar dan merdeka bermain pada kurikulum merdeka, hal ini bermainnya dengan caranya sendiri, kedua guru atau orang tua juga perlu memahami Salah satu contohnya konsep bahwa mereka bukan satu-satunya sumber merdeka bermain yaitu anak bisa memilih bagi anak untuk belajar, ketiga lingkungan apa yang ia mainkan yang bertujuan untuk sekitar anak merupakan sarana untuk anak dapat memberikan stimulasi setiap minat belajar banyak hal. Setelah tiga konsep dan bakat anak. Hal ini sejalan dengan tersebut dipahami maka selanjutnya tugas konsep bermain menurut teori modulasi orang tua dan guru yaitu pertama guru atau dimana teori ini bisa berpendapat bahwa orang tua harus membuat anak memahami bermain dapat memberikan stimulasi untuk tujuan dari kegiatan yang dilakukannya, setiap perkembangan anak serta mencegah kedua orang tua bertugas untuk memantau, anak mengalami rasa bosan. Dengan menacing kegiatan tapi tidak sampai konsep merdeka bermain pula, anak mengontrol anak saat bermain sedang berlangsung, ketiga guru atau orang tua diskusi dengan guru mengenai apa yang ia diharuskan membuat anak melakukan mainkan, hal ini sejalan dengan teori bermain komunikatif dimana komunikasi menanyakan kembali mengenai hal apa bermain menjadi lebih bermakna. Akan dilakukannya hal ini bisa dilakukan dengan saja yang sudah anak lakukan dana pa saja teori-teori hal yang anak termukan saat sedang implementasinya kurikulum merdeka ini bermain (Susanti et al. , 2. tidak terlepas dari berbagai masalah yang Secara dihadapi di lapangan (Dewi et al. , 2. merdeka memiliki konsep yang cukup ideal diantaranya yaitu pertama keterbatasan sumber daya yang mencakup kurang memadainya media pembelajaran serta akses teknologi yang menyebabkan belum optimalnya implementasi merdeka bermain pembelajaran yang berpusat pada anak, (Kusuma, 2. Kekurangan dalam hal media ini membuat pembelajaran menjadi merdeka, serta pembelajaran yang lebih P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Hal ini diperkuat dengan Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. temuan peneliti yang didapatkan dari hasil Ketiga, pembuatan perencanaan wawancara tidak terstruktur pada salah satu dan assessment terkadang masih tidak guru dari Kec. Soreang yang dilakukan konsisten sehingga tujuan pembelajaran pada saat kegiatan workshop mengenai tidak terukur dengan baik (Marfuah et al. implementasi kurikulum merdeka. Guru Permasalahan ini diperkuat dengan tersebut menyebutkan bahwa, hasil temuan yang didapatkan peneliti AuSetiap kurikulum merdeka dan konsep penataan lingkungan main, guru dituntut untuk bisa membuat sekurang-kurangnya 4 . ragam main sedangkan disekolah alat dan bahan yang kami punya masih terbatas jadi seringnya disekolah kita masih memberikan kegiatan yang berbasis kertas pada anak dan alat dan bahan yang digunakan masih disamakan untuk setiap anaknya. Ay (Wawancara, 8 Maret 2. Kedua, kurangnya pemahaman pembelajaran tidak tercapai (Soleha & Mujahid, 2. Hal ini juga diperkuat dengan hasil wawancara peneliti terhadap guru berbeda dari kec. Soreang. Guru tersebut mengatakan. AuSosialisasi kurikulum merdeka dianggap terlalu mendadak, di tambah lagi pelatihan yang masih terbatas serta banyak pelatihan hanya berfokus pada sistem administrasi semata bukan pelatihan yang berfokus pada pemahaman konsep yang membuat guru justru malah membuat bingung, bagaimana implementasi kurikulum merdeka yang seharusnya. Ay (Wawancara, 8 Maret 2. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 PAUD Cicalengka. Guru AuSaya masih bingung terkait penyusunan laporan pembelajaran yang ideal itu harus seperti apa, karena pelatihan terkait cara pelaporan perkembangan anak hanya dilakukan sekali dan tidak semua guru bisa langsung faham (Wawancara, 8 Maret 2. Masalah-masalah ini tentunya Hal ini menjadi masalah yang akan berdampak pada makna kurikulum guru terkait konsep dan prinsip kurikulum cukup besar karena jika terus dibiarkan sangat tidak sejalan dengan teori bermain Dalam teori ini dijelaskan untuk dapat menstimulasi perkembangan memahami lebih dalam mengenai aspek perkembangan anak, jika guru tidak memiliki pemahaman yang baik maka dapat dipastikan bermain menjadi tidak terarah dan menjadi tidak bermakna. Sedangkan merdeka bermain masih kurang yang berarti secara tidak langsung guru juga perkembangan anak dan pembelajaran Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. yang berpusat pada anak. Selanjutnya jika tidak tercapai karena kurang optimalnya dilihat dari segi teori bermain kognitif implementasi kurikulum merdeka. Padahal dimana menurut teori ini bermain sangat seharusnya merdeka menjadi tujuan dan berkaitan dengan kemampuan kogtinif dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dan bahan yang ia minati, ia akan berfikir tentang bagaimana penggunaan alat itu, apa melandasi strategi untuk mencapai tujuan yang penting yang harus ia pakai, dsb. Jika tersebut pendidikan (Dewantara, 1. Maka, kognitif seperti dengan anak memilih alat AomerdekaAo memadai maka teori bermain kognitif tidak akan bisa terlaksana. dipastikan hal ini akan berakibat pada tidak Selain tidak sesuai dengan konsep tercapainya tujuan belajar yang diharapkan. teori bermain kontemporer, permasalahan- Perlu diketahui bahwa kurikulum permasalahan diatas juga tidak sesuai merdeka merupakan kurikulum yang butuh dengan konsep merdeka bermain yang Penyesuaian ini meliputi dirumuskan dalam kurikulum dimana anak belum diberikan kebabasan untuk memilih keinginan untuk terus berkembang dan hal permainan atau alat main yang akan ini tentunya memerlukan waktu serta kerjasama semua elemen termasuk seluruh cenderung dominan konvensional. Peneliti anggota yang ada di satuan PAUD juga menemukan sebuah hasil penelitian (Syifauzakia, 2. Selain itu, untuk bisa yang mengkritik bahwa kurikulum ini mewujudkan konsep merdeka bermain belum sepenuhnya memerdekakan siswa, yang benar-benar AumerdekaAy, guru dan seluruh elemen pendidikan harus mampu memaknai arti dari AumerdekaAy itu sendiri. tema yang sudah ditetapkan (Huda & Dengan pengetahuan mengenai makna Takbir, 2. AumerdekaAy yang sesungguhnya, guru akan Jika dilihat dari pemaparan diatas kita dapat mengambil garis besar bahwa Jika guru memahami ternyata konsep AomerdekaAo pada merdeka konsep merdeka dengan baik maka guru belajar dan merdeka bermain belum sepenuhnya dapat dikatakan AomerdekaAo. mengimplementasikan merdeka bermain Kemerdekaan anak dalam belajar menjadi dengan lebih optimal, sehingga bermain di P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. sekolah akan lebih bermakna bagi anak (Koesyono Efendi & Suastra, 2. Oleh pembuatan perencanaan dan assessment karena itu, banyak aspek yang perlu terkadang masih tidak konsisten sehingga dibenahi kembali untuk bisa mewujudkan tujuan pembelajaran tidak terukur dengan merdeka belajar dan merdeka bermain yang Maka jika makna AomerdekaAo tidak sesungguhnya diantaranya yaitu perbaikan SDM dipastikan hal ini akan berakibat pada tidak tercapainya tujuan belajar yang diharapkan pembelajaran yang menunjang, dan masih yaitu terwujudya lingkungan bermain yang banyak lagi. bermakna bagi anak. PENUTUP Saran Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah Merdeka bermain merupakan suatu konsep dilakukan peneliti memberikan saran agar dalam kurikulum merdeka yang bertujuan penelitian terkait implementasi merdeka untuk mewujudkan lingkungan bermain yang bermakna bagi anak. AoMerdekaAo merupakan tujuan pendidikan sekaligus prinsip yang melandasi strategi untuk mewujudkan bermain yang bermakna bagi Konsep PAUD merdeka bermain pada kurikulum merdeka kontemporer diantaranya teori belajar modulasi, metakomunikatif, serta teori Secara konsep merdeka bermain merupakan konsep yang ideal untuk meujudkan lingkungan bermain yang bermakna bagi anak. Akan tetapi dalam AomerdekaAo dalam merdeka bermain ini belum sepenuhnya terwujudkan. Hal ini masalah diantaranya kurang memadainya DAFTAR PUSTAKA