Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. p-ISSN : 2745-7141 e-ISSN : 2746-1920 Analisis Kepraktisan terhadap LKPD Keluargaku Unik Bahasa Indonesia Berbasis Guided Writing pada Elemen Menulis di Kelas II Sekolah Dasar Muhammad Nadzril Ishlah Azkiah1. Rivanda Abi Wijaya2. Rifqi Risnadyatul Hudha3 Universitas Negeri Surabaya. Indonesia Email: 24010644367@mhs. id1, 24010644417@mhs. rifqihudha@unesa. ABSTRAK Rendahnya keterampilan menulis siswa kelas rendah sekolah dasar di Indonesia merupakan isu mendesak yang berdampak pada kualitas literasi jangka panjang, sebagaimana tercermin dalam hasil PISA 20222023. Penelitian terdahulu mengenai LKPD berbasis guided writing lebih banyak berfokus pada efektivitas hasil belajar . ,2%), sementara aspek kepraktisan belum dikaji secara komprehensif . anya 13,0% dari total literatu. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepraktisan LKPD "Keluargaku Unik" Bahasa Indonesia berbasis guided writing pada elemen menulis di kelas II sekolah dasar menggunakan kerangka Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis systematic literature review terhadap 23 artikel open access terbitan 2019-2026, dengan tahapan pencarian menggunakan database Google Scholar. DOAJ, dan jurnal nasional, penerapan kriteria inklusi-eksklusi yang ketat, ekstraksi data menggunakan lembar terstruktur dan analisis melalui reduksi, penyajian, dan sintesis konseptual berdasarkan kerangka Nieveen. Hasil penelitian menunjukkan kepraktisan LKPD merupakan konstruk multidimensional mencakup empat dimensi kemudahan penggunaan dengan scaffolding fisik, kejelasan instruksi melalui dekomposisi tugas, kesesuaian dengan karakteristik peserta didik kelas II, dan keterlaksanaan dalam alokasi waktu. Kebaruan penelitian terletak pada perumusan Model Developmentally-Adjusted Guided Writing (DAGW) yang mengintegrasikan guided writing klasik dengan karakteristik perkembangan siswa kelas II. Implikasi penelitian mencakup kontribusi teoritis pada diskursus kepraktisan bahan ajar menulis dan implikasi praktis sebagai rujukan guru dan pengembang kurikulum dalam merancang LKPD yang valid, efektif, dan praktis dalam konteks Kurikulum Merdeka. Kata Kunci: kepraktisan LKPD. guided writing. keterampilan menulis. kelas II sekolah dasar. ABSTRACT The low writing skills of elementary school students in Indonesia is an urgent issue that has an impact on the quality of long-term literacy, as reflected in the 2022-2023 PISA results. Previous research on guided writing-based LKPD has focused more on the effectiveness of learning outcomes . 2%), while the practicality aspect has not been comprehensively studied . 0% of the total literatur. This study aims to analyze the practicality of LKPD "Keluarga ku Unik" Bahasa Indonesia based on guided writing on the elements of writing in grade II elementary school using a practicality framework. The research methodology uses a descriptive quantitative approach based on systematic literature review of 23 open access articles published in 2019-2026, with stages search using Google Scholar. DOAJ, and national journal databases, the application of strict inclusion-exclusion criteria, data extraction using structured sheets and analysis through reduction, presentation, and conceptual synthesis based on the Nieveen The results of the study show that the practicality of LKPD is a multidimensional construct covering four dimensions ease of use with physical scaffolding, clarity of instruction through task decomposition, conformity with the characteristics of class II students, and implementation in time The novelty of the research lies in the formulation of the Developmentally-Adjusted Guided Writing (DAGW) Model which integrates classical guided writing with the developmental characteristics of grade II students. The implications of the research include theoretical contributions to the practical discourse of writing teaching materials and practical implications as references for teachers and curriculum developers in designing valid, effective, and practical LKPD in the context of the Independent Curriculum. Keywords: practicality of LKPD. guided writing. writing skills. grade II elementary school. PENDAHULUAN Kemampuan menulis yang tidak memadai dari siswa kelas rendah sekolah dasar menghadirkan tantangan mendesak yang menuntut perhatian di sektor pendidikan dasar Indonesia dan secara signifikan berdampak pada pengembangan literasi jangka panjang Keterampilan menulis merupakan aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, karena berfungsi sebagai landasan awal bagi siswa untuk unggul dalam berbagai bentuk teks di tingkat lanjut. Menguasai keterampilan menulis awal sangat penting bagi siswa sekolah dasar di kelas rendah menjadi dasar yang kuat untuk literasi lanjutan, baik dari sisi kemampuan menyusun kalimat, paragraf, maupun wacana sederhana (Ningsih et al. , 2. Dalam Kurikulum Merdeka, keterampilan ini mendapat perhatian khusus melalui capaian pembelajaran, rendahnya keterampilan menulis siswa kelas rendah sekolah dasar menjadi isu yang terus mengemuka dalam dunia pendidikan dasar Indonesia dan berimplikasi langsung terhadap kualitas literasi jangka panjang peserta didik. Keterampilan menulis dianggap sebagai bagian penting dalam menguasai Bahasa Indonesia, karena berfungsi sebagai landasan dasar untuk menangani berbagai jenis teks di jenjang yang lebih tingi. Sangat penting bagi siswa sekolah dasar kelas rendah untuk memahami keterampilan menulis awal, karena mereka seharusnya menjadi dasar yang kokoh untuk literasi lanjutan, baik dari sisi kemampuan menyusun kalimat, paragraf, maupun wacana sederhana. Dalam Kurikulum Merdeka, keterampilan ini seharusnya diberikan fokus khusus melalui capaian pembelajaran berbasis elemen. Pada elemen menulis dalam fase A . elas I dan II), siswa diharapkan mampu menulis teks deskriptif dengan kalimat sederhana, menyampaikan pengalaman pribadi, menulis ulang narasi dari teks fiksi baik yang dibaca atau didengar, menulis teks prosedural, dan teks eksposisi tentang kehidupan sehari-hari mereka (Indriyati, 1. Buku teks AuKeluargaku UnikAy, yang terdapat dalam Bab 4 Buku Bahasa Indonesia Kelas II Kurikulum Merdeka, adalah salah satu sumber utama yang diharapkan dapat digunakan guru untuk membantu mencapai kompetensi ini (Eni Priyanti, 2. Namun, kenyataan di ruang kelas menunjukkan gambaran yang agak berbeda, bahwa keterampilan menulis siswa di kelas rendah ini masih jauh dari yang Penelitian menunjukkan bahwa siswa di kelas rendah menghadapi berbagai kesulitan, diantaranya ukuran dan bentuk huruf yang tidak konsisten, tulisan yang menyimpang dari garis buku mereka, terdapat huruf yang tertinggal dalam kata, kesalahan dalam pembentukan huruf, kecepatan menulis yang lambat, tidak adanya ruang di antara antarkataa, dan tulisan yang sulit dibaca (Hulwah & Ahmad, 2. Masalah ini diperburuk oleh krisis literasi nasional yang lebih luas. Studi internasional seperti PISA 2022 dan analisis selanjutnya dari PISA 2023 menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca dan numerasi peserta didik Indonesia tetap berada di kategori rendah, dengan skor rata-rata yang masih berada di bawah rata-rata OECD dan mayoritas siswa di bawah level kompetensi 2. Berbagai analisis, menghubungkan situasi ini dengan akses terbatas ke bahan bacaan berkualitas, penggunaan metode pengajaran yang cenderung konvensional, dan keterbatasan sumber daya pendidikan (Yuda et al. , 2. Tantangan menulis yang dihadapi oleh siswa kelas rendah dipengaruhi oleh faktorfaktor internal seperti kelemahan keterampilan motorik halus, memori visual yang buruk, kurangnya minat dan motivasi untuk belajar, dan kebiasaan belajar yang belum terbentuk, bersama dengan faktor-faktor eksternal seperti dukungan orang tua yang tidak memadai dan lingkungan belajar yang kurang kondusif (Utari. , & Rambe. Salah satu instrumen pembelajaran yang berperan penting dalam mengatasi kesenjangan ini adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). LKPD yang dibuat dengan benar diharapkan menawarkan lebih dari sekadar kumpulan pertanyaan atau tugas, tetapi juga berfungsi sebagai panduan belajar yang secara bertahap membantu peserta didik mengembangkan keterampilan menulis mereka. Dalam skenario ini, pendekatan guided writing dipandang sebagai solusi yang tepat secara pedagogis yang relavan untuk kelas rendah sekolah dasar. Penelitian terbaru, menunjukkan bahwa menggunakan LKPD berbasis guided writing diduga mampu memberikan arahan terstruktur, pembelajaran yang bertahap, dukungan intensif dari guru, serta dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebagaimana dibuktikan dengan skor pretest rata-rata meningkat dari 65 menjadi 79,5 pada posttest . eningkatan 24,4%) dan peningkatan ketuntasan belajar dari 40% menjadi 80% pada siswa kelas II SD (Lestal, et. al, 2. Selain itu, penggunaan metode guided writing di sekolah dasar telah terbukti meningkatkan keterampilan menulis untuk jenis teks ekspositori dan jenis teks lainnya, karena siswa, tidak diizinkan untuk menulis secara bebas tetapi melalui tahapan yang jelas dari perencanaan, pengembangan hingga revisi tulisan (Dirma et al. , 2. Berdasarkan fondasi ini, para peneliti tampaknya yakin bahwa memasukkan guided writing ke dalam LKPD, terutama dengan tema yang relevan seperti AuKeluargaku Unik,Ay dapat menjembatani kesenjangan antara tuntutan kurikulum dan kemampuan aktual siswa di kelas. Namun demikian, penelitian terdahulu tampaknya masih mengabaikan beberapa kesenjangan penelitian yang penting. Sebagian besar penelitian seputar LKPD berdasarkan guided writing terutama berfokus pada efektivitas peningkatan hasil pembelajaran atau proses pengembangan produk, sementara mengabaikan untuk menyelidiki secara menyeluruh aspek praktis penggunaan LKPD oleh guru dan siswa dalam pengaturan kelas nyata. Misalnya, penelitian oleh (Abdan Syakur. Wahidin Syarif. Milia Sugiarti, 2. menunjukkan bahwa LKPD yang didasarkan pada guided writing dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis tegak terus menerus siswa melalui penelitian tindakan kelas, namun fokus analisis lebih banyak pada peningkatan skor hasil belajar dibandingkan pada kemudahan penggunaan, kejelasan instruksi, dan keterlaksanaan LKPD dalam alokasi waktu pembelajaran. Pada kenyataannya, kualitas bahan ajar tidak hanya harus dinilai berdasarkan validitas dan efektivitas tetapi juga pada praktikalitas yang berarti seberapa mudah guru dan peserta didik dapat memanfaatkannya dalam lingkungan belajar yang sebenarnya. Sampai saat ini, tampaknya masih sangat sedikit penelitian yang secara eksplisit meneliti kepraktisan LKPD berbasis guided writing terkait tema keluarga dalam AuKeluargaku UnikAy untuk siswa kelas II dalam konteks Kurikulum Merdeka. Akibatnya, ada kesenjangan penelitian yang agak mencolok mengenai aspek kepraktisan LKPD tematik berdasarkan berbasis guided writing yang sangat perlu ditangani. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini memiliki keunikan . yang signifikan dalam tiga hal. Pertama, penelitian ini adalah yang pertama secara eksplisit menganalisis kepraktisan LKPD "Keluargaku Unik" berbasis guided writing dalam kerangka komprehensif Nieveen . khususnya untuk siswa kelas II SD di konteks Kurikulum Merdeka, mengisi kesenjangan epistemologis yang luas . anya 13% dari 23 literatur terkaji fokus pada kepraktisa. Kedua, penelitian ini menghadirkan Model Developmentally-Adjusted Guided Writing (DAGW) sebagai kontribusi konseptual yang bukan sekadar penyederhanaan, tetapi adaptasi presisi yang mengintegrasikan guided writing klasik dengan karakteristik perkembangan kognitif, motorik, dan sosialemosional siswa kelas II. Ketiga. Model DAGW menghadirkan inovasi dalam desain implementasi LKPD melalui strategi adaptasi temporal, scaffolding eksternal berbasis visual, dan procedural decomposition untuk kejelasan instruksi. Penelitian konseptual ini memiliki tujuan utama menganalisis kepraktisan LKPD "Keluargaku Unik" Bahasa Indonesia berbasis guided writing pada elemen menulis di kelas II sekolah dasar melalui pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis systematic literature review. Manfaat penelitian mencakup dua dimensi utama. Manfaat teoritis adalah berkontribusi pada pengembangan diskursus ilmiah tentang kriteria kepraktisan bahan ajar menulis berbasis pendekatan terbimbing di jenjang pendidikan dasar, sekaligus mengoperasionalisasikan kerangka Nieveen . dalam konteks pembelajaran kelas rendah yang memiliki karakteristik developmental unik. Manfaat praktis adalah hasil penelitian dapat menjadi rujukan konkret bagi guru kelas II SD dalam merancang dan mengevaluasi LKPD yang tidak hanya valid secara konten dan efektif secara hasil belajar, tetapi juga benar-benar praktis digunakan dalam kondisi kelas nyata yang beragam sesuai konteks sumber daya sekolah. Implikasi penelitian ini mencakup panduan operasional dalam mengimplementasikan LKPD praktis dengan fleksibilitas adaptif, matriks spesifikasi desain LKPD sebagai standar kepraktisan Kurikulum Merdeka dan kerangka metodologis untuk penelitian lanjutan berupa designbased research, studi komparatif kontekstual, dan studi longitudinal untuk memverifikasi validitas ekologis Model DAGW. METODE PENELITIAN Jenis-jenis Penelitian Penelitian ini berdiri sebagai artikel konseptual . onceptual articl. yang berakar pada studi pustaka . ibrary researc. , yang secara fundamental memanfaatkan karya ilmiah terdahulu sebagai sumber utama data untuk membangun fondasi teoritis yang kuat, menganalisis temuan signifikan, dan merumuskan kerangka konseptual yang inovatif. Studi pustaka bdipahami sebagai serangkaian kegiatan menghimpun, membaca, dan meninjau secara kritis berbagai sumber tertulis terkait, termasuk artikel jurnal, laporan penelitian, dan buku ilmiah, untuk mencapai pemahaman mendalam tentang topik yang sedang diteliti (Adlini. Dinda, & Merliyana, 2. Dalam konteks ini, penelitian ini tidak melakukan pengumpulan data primer di lapangan, melainkan sepenuhnya mengandalkan data sekunder yang sudah dipublikasikan dalam jurnal open access. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berbasis systematic literature review. Keputusan untuk menggunakan desain deskriptif kuantitatif berasal dari tujuan penelitian untuk secara sistematis dan terukur mengungkap data kepraktisan LKPD yang dilaporkan di berbagai penelitian, disajikan dalam bentuk persentase, skor rata-rata, dan kategori kepraktisan. Desain systematic literature review mengamanatkan bahwa peneliti mematuhi tahapan penting, termasuk identifikasi masalah, penentuan kriteria inklusi eksklusi, penelusuran artikel, seleksi artikel yang layak, ekstraksi data, dan sintesis temuan secara terstruktur (Iin Salsabila et al. , 2. Dengan menggunakan desain ini, penelitian ini diharapkan untuk menghasilkan gambaran konseptual yang komprehensif tentang kepraktisan LKPD "Keluargaku Unik" Bahasa Indonesia berbasis guided writing mengenai elemen menulis di sekolah dasar kelas II. Partisipan dan Teknik Sampling Pencarian artikel dilakukan melalui tiga database utama: . Google Scholar . sebagai agregator paling komprehensif untuk literatur pendidikan dengan coverage internasional, . Directory of Open Access Journals (DOAJ) untuk memastikan akses terbuka dan transparansi peer-review, . portal jurnal nasional termasuk GARUDA (Portal Rujukan Digita. dan jurnal institusional universitas terkemuka di Indonesia. Kata kunci pencarian menggunakan kombinasi operator Boolean: ("kepraktisan LKPD" OR "praktikalitas bahan ajar" OR "implementabilitas LKPD" OR "LKPD berbasis guided writing" OR "lembar kerja guided writing") AND ("kelas II" OR "kelas rendah" OR "kelas 1-2" OR "sekolah dasar") AND ("menulis" OR "keterampilan menulis" OR "pembelajaran menulis"). Pencarian terbatas pada publikasi tahun 2019-2026 untuk menangkap tren penelitian terkini dan relevansi dengan implementasi Kurikulum Merdeka . ahun 2022 ke depa. Kriteria inklusi artikel meliputi: . membahas kepraktisan/praktikalitas/feasibilit y/implementabilitas LKPD atau bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia, . melibatkan pengembangan atau penerapan LKPD dengan pendekatan guided writing di sekolah dasar, . melaporkan data kuantitatif berupa skor, persentase, atau kategori kepraktisan dari evaluasi guru dan/atau siswa, . tersedia dalam bahasa Indonesia atau Inggris dengan akses teks lengkap . ull tex. , . meneliti peserta didik sekolah dasar kelas I-i atau kelas rendah secara spesifik. Kriteria eksklusi meliputi: . artikel yang hanya berfokus pada validitas atau efektivitas tanpa mengukur kepraktisan, . penelitian untuk level pendidikan di atas sekolah dasar atau anak usia dini, . artikel bersifat opinion, editorial, atau literature review tanpa data empiris baru, . publikasi duplikat atau redundan, . artikel di mana data kepraktisan tidak dapat diidentifikasi dengan jelas dari teks. Instrumen dan Pengumpulan Data Instrumen penelitian berbentuk lembar identifikasi dan ekstraksi data literatur yang disusun untuk merekam informasi penting dari setiap artikel. Lembar ini berisi identitas artikel . enulis, tahun, judul, jurna. , tujuan dan metode penelitian, subjek penelitian, fokus kajian (LKPD, guided writing, elemen menulis di kelas rendah sekolah dasa. , serta data kepraktisan dalam bentuk persentase, skor, kategori, dan komentar guru/siswa jika tersedia. Teknik pengumpulan data menggunakan sstudi pustaka sistematis dengan tiga tahapan: . pengumpulan, yang berarti mencari dan mengunduh artikel yang relevan berdasarkan kata kunci dan kriteria inklusiAe eksklusi yang dipikirkan dengan jelas. penyaringan, yang melibatkan membaca abstrak dan isi artikel untuk memastikan kesesuaian dengan fokus penelitian. ekstraksi, yaitu mengisi lembar ekstraksi data dengan informasi yang diperlukan, khususnya nilai nilai kepraktisan LKPD, bentuk LKPD, konteks ruang kelas, serta temuan utama yang terkait dengan kemudahan penggunaan dan implementasi di kelas. Proses yang teliti ini memastikan bahwa seluruh data yang dianalisis dapat ditelusuri kembali ke sumber aslinya, membuat proses pengumpulan data transparan dan dapat direplikasi. Analisis Data Data analisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif berbasis sintesis literatur, bukan berarti sulit dilakukan. Tahapan analisis meliputi: . reduksi data, yaitu menyeleksi dan memfokuskan hanya pada data yang berkaitan langsung dengan kepraktisan LKPD berbasis guided writing dan pembelajaran menulis di kelas rendah. penyajian data, yaitu menyusun data kepraktisan yang telah direduksi ke dalam bentuk tabel, ringkasan, dan narasi deskriptif yang memuat persentase atau kategori kepraktisan serta konteks penggunaannya. sintesis konseptual, yaitu mengaitkan hasil-hasil penelitian tersebut dengan kerangka teori kepraktisan, konsep LKPD dalam pembelajaran, teori keterampilan menulis, dan prinsip guided writing, untuk membangun model konseptual kepraktisan LKPD "Keluargaku Unik" bagi siswa kelas II SD. Analisisnya, dilakukan dengan induktifdeduktif: temuan empiris dari berbagai artikel diinduksikan menjadi pola umum, yang kemudian dikombinasikan dengan teori untuk menarik kesimpulan konseptual tentang kepraktisan LKPD yang menjadi fokus kajian. HASIL DAN PEMBAHASAN Tinjauan pustaka sistematis terhadap 23 artikel yang memenuhi syarat untuk dimasukkan mengungkapkan distribusi fokus penelitian yang tidak merata. 52,2% . literatur berpusat pada efektivitas guided writing pada hasil belajar siswa 34,8% . yang berfokus pada pengembangan produk LKPD, dan hanya 13,0% yang sangat rendah . yang secara eksplisit mengkaji dimensi kepraktisan. Distribusi ini, menyoroti adanya kesenjangan epistemologis yang mencolok dalam kajian LKPD berbasis guided writing, di mana dominasi paradigma efektivitas telah mengabaikan pertanyaan penting tentang seberapa jauh bahan ajar ini benar-benar dapat berfungsi dan efisien dalam skenario pembelajaran nyata. Dari tiga studi yang mengeksplorasi kepraktisan secara langsung, data yang disajikan menunjukkan beberapa angka yang menjanjikan, meskipun tidak sepenuhnya Lestal et al. , . mencatat peningkatan skor keterampilan menulis rata-rata dari 65,00 menjadi 79,50 pada posttest, disertai dengan lonjakan peningkatan ketuntasan belajar dari 40% menjadi 80% pada siswa kelas II sekolah dasar. Sementara itu, meta-analisis pengembangan LKPD sebagai media pembelajaran secara umum mencatat tingkat validitas rata-rata 86,83% dan skor kepraktisan rata-rata oleh guru dan peserta didik sebesar 88,69%, yang keduanya tentu saja termasuk dalam kategori Ausangat baikAy (Dewi & Darussyamsu, 2. Namun, data kepraktisan yang tersedia dalam literatur yang dikaji umumnya masih bersifat agregat tanpa elaborasi indikator yang Misalnya, skor kepraktisan 85% dari satu studi tidak mengklarifikasi apakah kemudahan penggunaan dievaluasi dari sudut pandang guru berpengalaman atau baru, dan apakah keterlaksanaan waktu dievaluasi dalam alokasi standar atau dengan jam Ketidakjelasan operasionalisasi ini menciptakan kesenjangan pengetahuan yang menunjukkan kebutuhan mendesak untuk analisis konseptual yang lebih terperinci berdasarkan kerangka. Kepraktisan . sebagai sejauh mana suatu bahan ajar atau materi pembelajaran dapat dengan mudah digunakan oleh guru dan peserta didik dalam konteks pembelajaran yang sebenarnya. Kepraktisan diukur melalui empat, yakni : . kemudahan penggunaan . ase of us. , . kejelasan instruksi . larity of instructio. , . kesesuaian dengan karakteristik peserta didik . , dan . keterlaksanaan dalam alokasi waktu . Keempat indikator ini dianalisis secara konseptual dalam konteks LKPD bertema "Keluargaku UnikAy khusus untuk kelas II Sekolah Dasar berikut Pertama, mari kita bicara tentang kemudahan penggunaan . ase of us. Indikator ini menyoroti bagaimana desain LKPD yang memungkinkan implementasi tanpa hambatan signifikan bagi guru dan siswa. Namun, dalam konteks kelas II, aspek ini menjadi kompleks karena bersinggungan langsung dengan keterbatasan motorik halus Beberapa masalah kesulitan menulis yang dihadapi siswa kelas II termasuk ukuran dan bentuk huruf tidak seimbang, tulisan yang menyimpang dari garis buku,ada huruf yang tertinggal pada sebuah kata, kesalahan ejaan, kecepatan penulisan yang sangat lambat, tidak ada spasi dalam menulis, dan tulisan tidak jelas atau campur aduk. Situasi ini menuntut LKPD yang dirancang dengan cermat dengan physical scaffolding yang memadai, yang mencakup uukuran kertas minimal A4 dengan spasi 1,52,0, line guide tiga garis untuk konsistensi formasi huruf, serta segmentasi aktivitas menulis dalam durasi 10-15 menit dengan jeda motorik. Sebuah LKPD yang tidak mengabaikan tantangan motorik ini hanya meminta masalah, karena berisiko menciptakan motoric overload, di mana beban fisik menulis yang semata berhasil menghambat proses kognitif yang bertujuan untuk dibimbing oelh guided writing. Kedua, mari kita bahas kejelasan instruksi . larity of instructio. Indikator ini adalah tentang betapa transparansi dan mudah dimengerti instruksinya untuk siswa dengan kapasitas memori kerja yang terbatas. Instruksi guided writing yang bersifat abstrak seperti "rencanakan tulisanmu" atau "perbaiki tulisanmu" tidak sesuai untuk siswa kelas II yang berada pada tahap concrete operational early. Tabel 1 berikut memberikan rekonstruksi konseptual yang mencerahkan dari pemecahan instruksi, berdasarkan sintesis teoritis dari proses penulisan dan ciri-ciri perkembangan kelas II. Tabel 1. Dekomposisi Instruksi Guided Writing untuk Kelas II SD Tahapan Instruksi Instruksi Terdekomposisi (Prakti. Basis Teori Abstrak (Tidak Prakti. Planning Drafting Revising Editing "Rencanakan "Tulis "Lingkari 3 anggota keluarga Cognitive process dalam gambar. Tulis kata: ayah/ibu/adik/kakek/nenek. Pilih 1 yang paling sering "Lengkapi: [Nam. adalah A Dia A . Saya suka A bersama dia. SRSD/sentencelevel Saddler Graham, . Additive Fitzgerald, . "Perbaiki "Tambah 1 kata warna . itam/coklat/piran. Tambah 1 kata sifat . aik/seru/penyayan. Centang jika sudah. "Periksa ejaan dan tanda "Lingkari huruf besar di awal Selective Beri tanda titik yang belum editing Graham. Hitung: ada 2 titik?" McKeown. Kiuhara, & Harris, . Sumber: Data diolah Dekomposisi instruksi seperti pada Tabel 1 sejalan dengan temuan empiris. Penerapan metode guided writing di sekolah dasar terbukti secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis, karena siswa tidak dibiarkan menulis secara bebas, tetapi diarahkan melalui tahapan yang jelas dari perencanaan, pengembangan, hingga revisi tulisan (Dirma et al. , 2. Tanpa dekomposisi semacam ini, instruksi umum guided writing akan melampaui kapasitas memori kerja siswa kelas II, yang berdampak pada task abandonment dan hilangnya makna pembelajaran. Ketiga, kesesuaian dengan karakteristik peserta didik . Indikator ini mencakup keselarasan LKPD dengan karakteristik developmental, kultural, dan kontekstual siswa. Tema "Keluargaku Unik" memiliki developmental appropriateness tinggi karena keluarga merupakan domain pengalaman personal yang konkret dan bermakna bagi siswa kelas II. Hal ini sesuai dengan prinsip pembelajaran bermakna . eaningful learnin. yang menekankan keterkaitan antara pengetahuan baru dan pengalaman sehari-hari peserta didik. Dari sisi kultural, tema keluarga yang beragam dalam buku teks "Keluargaku Unik" juga relevan dengan keberagaman latar belakang siswa Indonesia. Namun demikian, faktor internal penyebab kesulitan menulis siswa kelas rendah mencakup kemampuan motorik halus yang lemah, kemampuan visual memori yang rendah, minat dan motivasi belajar yang rendah, dan kebiasaan belajar yang tidak efektif, sedangkan faktor eksternal meliputi kurangnya perhatian orang tua dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung (Hulwah & Ahmad, 2. Oleh karena itu. LKPD yang sesuai bukan hanya relevan secara konten, tetapi juga harus mengintegrasikan social scaffolding melalui struktur pairshare, peer checklist sederhana, dan ruang untuk gambar keluarga sebagai pijakan berpikir konkret. Keempat, keterlaksanaan dalam alokasi waktu . Indikator ini merujuk pada kemungkinan implementasi LKPD dalam struktur kurikuler yang berlaku: alokasi 2 y 35 menit per pertemuan Bahasa Indonesia. Dalam guided writing utuh, total waktu yang dibutuhkan untuk empat tahapan berkisar antara 80 - 115 menit, sehingga terdapat temporal deficit 10 - 45 menit terhadap alokasi standar. Rekonstruksi konseptual mengusulkan tiga strategi adaptasi temporal: . fragmented stages, yaitu planning dan drafting di pertemuan 1, revising dan editing di pertemuan 2. integrated stages, yaitu menggabungkan revising dan editing dalam satu sesi 20 menit dengan fokus 1 - 2 aspek dan . rotational stages, yaitu setiap pertemuan berfokus pada satu tahapan dengan tema berbeda. Pilihan strategi perlu bersifat adaptif sesuai karakteristik kelas dan rasio guru - siswa. Secara teoretis, analisis keempat dimensi kepraktisan di atas berkait erat dengan konsep LKPD sebagai bahan ajar yang efektif. LKPD yang baik bukan sekadar kumpulan soal latihan, melainkan instrumen yang membimbing peserta didik secara bertahap dalam membangun kompetensi secara mandiri. Dalam konteks guided writing. LKPD berfungsi sebagai mediator antara scaffolding guru dan produksi tulisan siswa, yang sejalan dengan perspektif konstruktivisme sosial Vygotsky, . bahwa fungsi mental tinggi berkembang melalui interaksi sosial sebelum terinternalisasi secara individual. Perbandingan dengan literatur terdahulu mengkonfirmasi bahwa penelitian yang ada masih didominasi oleh fokus efektivitas. Penelitian pengembangan LKPD untuk meningkatkan keterampilan menulis di kelas II SD menunjukkan kepraktisan dinilai sangat tinggi oleh guru maupun siswa, namun analisis difokuskan pada peningkatan hasil belajar tanpa mendalami indikator kepraktisan secara komprehensif (Siregar & Sapri. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa penelitian terdahulu belum secara khusus menganalisis kepraktisan LKPD berbasis guided writing pada tema "Keluargaku Unik" untuk kelas II SD dalam kerangka Kurikulum Merdeka, sehingga artikel ini mengisi celah tersebut melalui rekonstruksi konseptual yang terstruktur. Berdasarkan sintesis keempat dimensi kepraktisan beserta dasar teori dan bukti empiris. Tabel 2 merangkum matriks spesifikasi desain LKPD "Keluargaku Unik" yang Tabel 2. Matriks Spesifikasi Desain LKPD "Keluargaku Unik" Berbasis Guided Writing Dimensi Parameter Justifikasi Teoretis Bukti Empiris Mengakomodasi hambatan motorik halus siswa kelas II Hulwah & Ahmad, . Desain Fisik-Motorik Kertas A4, 1,75, font 14pt, line guide 3 garis, margin 3 cm KognitifLinguistik LinguistikWord bank bergambar 15Ae20 kata, template S-PO, sentence starter 3 opsi Memori kerja terbatas 7A2 chunk. Sweller et al. choice within constraint Metakognitif Checklist visual 3 item. ZPD self-monitoring prompt memerlukan regulasi eksternal dengan ikon . ,contoh before-after revisi Izza & Oktaviani, . SosialPair-share sebelum Kontekstual drafting, peer checklist sederhana, ruang untuk gambar keluarga Vygotsky, . Temporal checklist sederhana, ruang untuk gambar keluargaKonstruktivisme tema keluarga culturally Segmentasi 15-20- Attention span 15 - 20 menit. 15 menit dengan jeda, 2 spaced practice untuk retensi per siklus lengkap Lestal et al. Sumber: Rekonstruksi konseptual berbasis sintesis teori dan literatur empiris Hasil analisis konseptual ini memiliki implikasi langsung bagi praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II SD, khususnya dalam implementasi elemen menulis Kurikulum Merdeka. Pertama, guru perlu memahami bahwa kepraktisan LKPD bersifat kontekstual dan relasional: LKPD yang dirancang dengan asumsi kondisi ideal . asio guru-siswa rendah, infrastruktur lengka. belum tentu praktis di semua sekolah. Oleh karena itu, desain LKPD "Keluargaku Unik" yang praktis harus menyediakan alternative implementation pathways sesuai konteks sumber daya sekolah. Kedua, integrasi guided writing ke dalam LKPD "Keluargaku Unik" perlu mempertimbangkan prinsip developmentally-adjusted scaffolding, bukan sekadar mengadopsi model guided writing umum yang dirancang untuk siswa lebih dewasa. Penerapan strategi guided writing yang dilakukan secara terstruktur menunjukkan bahwa siswa mampu menghasilkan tulisan berkualitas dalam berbagai elemen penilaian, seperti sistematika penulisan, penggunaan huruf kapital, tanda baca, kosakata baku, dan sikap Pencapaian ini hanya dapat terwujud apabila instruksi LKPD cukup konkret dan bertahap sesuai kemampuan siswa kelas II. Ketiga, dari sisi kebermanfaatan terhadap keterampilan menulis. LKPD berbasis guided writing yang memenuhi keempat dimensi kepraktisan Nieveen berpotensi menjadi instrumen yang tidak hanya meningkatkan kualitas tulisan siswa, tetapi juga membangun motivasi intrinsik melalui struktur yang memberikan rasa berhasil . caffolded succes. Hal ini penting mengingat faktor internal yang mempengaruhi keterampilan menulis siswa kelas rendah di antaranya adalah rendahnya minat dan motivasi belajar. LKPD yang memberikan panduan jelas, konteks yang relevan, dan peluang keberhasilan yang terstruktur dapat menjadi solusi pedagogis yang efektif sekaligus praktis untuk mengatasi persoalan keterampilan menulis di kelas II SD. KESIMPULAN Penelitian ini menganalisis kepraktisan LKPD "Keluargaku Unik" berbasis guided writing pada elemen menulis kelas II SD melalui systematic literature review terhadap 23 artikel . Kepraktisan LKPD merupakan konstruk multidimensional yang mencakup empat dimensi sistemik berdasarkan kerangka Nieveen . : . kemudahan penggunaan dengan physical scaffolding sesuai hambatan motorik siswa kelas II, . kejelasan instruksi melalui dekomposisi tugas menjadi micro-tasks konkret, . kesesuaian dengan karakteristik developmental, kultural, dan kontekstual peserta didik, serta . keterlaksanaan dalam alokasi 2y35 menit dengan strategi adaptasi temporal. Kebaruan utama penelitian terletak pada perumusan Model DevelopmentallyAdjusted Guided Writing (DAGW) sebagai adaptasi presisi yang mengintegrasikan guided writing klasik dengan karakteristik perkembangan kognitif, motorik, dan sosialemosional siswa kelas II. Model DAGW mencakup temporal segmentation, visualexternal scaffolding, procedural decomposition, dan adaptive implementation pathways sesuai konteks sumber daya sekolah. Penelitian ini mengisi gap epistemologis yang signifikan: hanya 13% dari literatur fokus pada kepraktisan, sementara 52,2% berfokus efektivitas dan 34,8% pada pengembangan produk. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa analisis kepraktisan LKPD "Keluargaku Unik" dalam konteks Kurikulum Merdeka belum pernah dilakukan sebelumnya, sehingga artikel ini berkontribusi bermakna pada pengembangan bahan ajar yang praktis di tingkat pendidikan dasar. REFERENSI