Jurnal Riset Akuntansi Aksioma e-ISSN: 2654-8488 https://aksioma. Vol. 23 No. Juni 2024 Efek Determinasi Terhadap Dividen Kas Ummi Wahyuni1. Subhan2*. Rika Syahadatina3 Fakultas Ekonomi. Universitas Madura. Indonesia, why_uni68@yahoo. Fakultas Ekonomi. Universitas Madura. Indonesia, subhan@unira. Fakultas Ekonomi. Universitas Madura. Indonesia, rika@unira. Riwayat Artikel: Received: 19 Februari 2024 Revised: 23 Mei 2024 Accepted: 25 Mei 2024 Publlished: 11 Juni 2024 Corresponding Author: Nama: Subhan Email: subhan@unira. DOI: 10. 29303/aksioma. A 2023 The Authors. This open access article is distributed under a (CC-BY Licens. Abstract: Study This aim to know influence profit accounting, profit cash and current cash to dividend cash on company manufacture sector goods consumption listed on the Indonesia Stock Ehange for the 2019-2021 period. Method used in study This is study quantitative. Technique taking sample used is technique purposive sampling. So that sample obtained as many as 30 companies manufacture sector goods consumption listed on the IDX on 2019-2021 Technique data collection used in study This use documentation as well as studies library. Technique data analysis used in study This is test descriptive statistics, test assumption classic, test multiple linear regression, and test hypothesis with use help IBM SPSS software version 26. Results from study This show that profit accountancy influential positive And significant to dividend cash. Profit cash No influential positive And significant to dividend cash. And results study current cash operation influential positive And significant to dividend cash . Results study profit accounting, profit cash and current cash operation in a manner simultaneous influential to dividend cash. The implications of this research are expected to provide an overview, input, and become material for consideration or evaluation for companies in the consumer goods sector in an effort to maximize the distribution of cash dividends to Keywords: Flow Cash. Cash Dividends. Profit Accounting. Profit Cash. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laba akuntansi, laba tunai, dan arus kas terhadap dividen kas pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Sehingga sampel yang diperoleh sebanyak 30 perusahaan Vol. No. Juni 2024 manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di BEI pada tahun 2019-2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi serta studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji deskriptif statistic, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, dan uji hipotesis dengan menggunakan bantuan software IBM SPSS versi 26. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa laba akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap dividen kas. Laba tunai tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap dividen kas. Dan hasil penelitian arus kas operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap dividen kas. Hasil penelitian laba akuntansi, laba tunai, dan arus kas operasi secara simultan berpengaruh terhadap dividen kas. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran, masukan, dan menjadi bahan pertimbangan ataupun evaluasi untuk perusahaan di sektor barang konsumsi dalam upaya memaksimalkan pembagian dividen kas kepada para investor. Kata kunci : Arus Kas. Dividen Kas. Laba Akuntansi. Laba Tunai. PENDAHULUAN Seiring usahaan di Indonesia dituntut untuk selalu kompetitif dalam mengembangkan dunia usahanya. Apalagi saat ini teknologi sudah berkembang dengan pesat dan banyak sekali platform-platform digital dalam menunjang dunia usaha saat Hal inilah yang menyebabkan perusahaan harus bisa bertahan agar tidak terjadi likuidasi dan harus lebih meningkatkan kinerjanya. Untuk dapat bertahan dalam meningkatkan kinerjanya, perusahaan memerlukan dana yang cukup besar. Dana ini bisa didapatkan dari penjualan saham perusahaan melalui para investor. Seorang investor menginvestasikan dananya agar dapat memperoleh keuntungan atau bisa disebut dividen dari hasil penanaman modal tersebut disuatu perusahaan. Menurut pendapat (Sabeth et al. Dividen merupakan pembagian keuntungan kepada para pemegang saham sesuai dengan lembar yang dimilikinya. Investor menanamkan modalnya pada perusahaan dengan maksud mengharapkan pengembalian yang baik berupa capital gain yaitu selisih lebih di atas harga beli atau pembagian langsung dividen tunai. Pembayaran dividen tunai yang stabil, lebih disukai oleh investor karena mengurangi ketidakpastian tentang aktivitas investasi. Tingkat dividen dibagikan tergantung kebijakan masing-masing perusahaan, hal tersebut berdasarkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang merupakan pengambil keputusan tertinggi (Jehuru & Amanah, 2. Investor harus berhati-hati dalam menginvetasikan dananya terhadap perusahaan, terutama pada perusahaan yang tidak royal dalam membagikan dividennya kepada para investor karena pada umumnya investor menginginkan pembagian dividen kas yang stabil. Maka dari itu, perusahaan harus mampu meningkatkan value nya agar para investor tertarik untuk berinvestasi. Untuk melakukan investasi, perusahaan sektor barang konsumsi merupakan pilihan yang tepat dalam berinvestasi (Anindya & Muzakir. Dividen kas yang besar merupakan salah satu daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya pada suatu perusahaan. Menurut pendapat (Nurhakim, 2. dividen adalah bagian laba yang diterima oleh pemilik saham, yang berasal dari keuntungan perusahaan selama usahanya dalam suatu periode. Ada dua jenis dividen yang dapat diterima investor dividen tunai dan dividen non-tunai. Dividen tunai adalah Wahyuni. Subhan. Syahadatina: Efek Determinasi Terhadap. dividen yang dibayarkan oleh suatu perusahaan kepada investor dalam bentuk uang tunai, sedangkan dividen non-tunai adalah dividen yang dibayarkan kepada investor dalam bentuk persentase tertentu. Dividen dapat dibayarkan dalam bentuk aset lain, dividen tunai adalah jenis yang paling umum digunakan. Hal ini karena investor lebih menyukai pembayaran dividen dalam bentuk tunai karena memungkinkan mereka untuk meminimalkan ketidakpastian berinvestasi di perusahaan. Jenis dividen yang paling umum dibagikan oleh perusahaan kepada para investor adalah dividen kas atau tunai. Hal ini dikarenakan dividen kas dinilai membantu mengurangi ketidakpastian dalam aktivitas investasi pemegang saham (Nainggolan, 2. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi dividen kas ini adalah sebagai berikut. Salah satu penilaian perusahaan untuk membagikan dividen kas nya terhadap para pemegang saham dapat dilihat dari laba akuntansinya. Kemampuan perusahaan untuk membagikan dividen yang besar sangat erat hubungannya dengan kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Semakin besar laba akuntansi yang diperoleh perusahaan maka semakin besar pula dividen kas yang diterima oleh para pemegang saham. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Siregar, 2. adalah laba akuntansi berpengaruh secara signifikan terhadap dividen kas. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Jehuru & Amanah, 2. menyatakan bahwa laba akuntansi tidak berpengaruh terhadap dividen kas. Pembagian dividen kas tidak hanya sekedar berdasarkan laba akuntansi . aba bersi. tetapi juga mempertimbangkan laba tunai . ilai kas bersi. yang dimiliki perusahaan. Perusahaan yang memiliki laba tetapi tidak mempunyai dana kas yang cukup maka tidak dapat membagikan dividen kasnya karena akan mengganggu aktivitas normal perusahaan (Ardiani S. R, 2. Perbedaan antara laba akuntansi dengan laba tunai adalah pada penggunaan dasar akuntansi yang diterapkan yaitu accrual basis dan cash Pada penelitian yang dilakukan oleh (Rukmana 2. bahwa laba tunai tidak berpengaruh secara signifikan terhadap dividen kas. Hal tersebut berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nurhakim, 2. yang menyatakan bahwa laba tunai berpengaruh secara signifikan terhadap dividen kas. Arus kas di suatu perusahaan terdiri dari arus kas masuk dan arus kas keluar. Klasifikasi antara kas masuk dan kas keluar memungkinkan untuk para pemegang shaam memahami aliran kas yang terjadi dalam suatu perusahaan sudah baik atau tidak. Sehingga para pemegang saham mengerti bahwa arus kas dapat berpengaruh terhadap dividen kas yang diterimanya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Natarmi & Megawati, 2. arus kas tidak berpengaruh terhadap dividen kas sedangkan (Jehuru & Amanah, 2. menyatakan bahwa arus kas berpengaruh terhadap dividen kas. Penjelasan mengenai latar belakang di atas yang berdasar pada research gap dan fenomena gap yang terjadi menjadi hal yang menarik untuk diteliti kembali dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh laba akuntansi, laba tunai, dan arus kas operasi terhadap dividen kas. Selain itu, penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu mempersempit area penelitian yaitu perusahaan manufaktur di sektor barang konsumsi serta arus kas yang digunakan adalah arus kas operasi. Penelitian ini diharapkan bisa membantu para investor untuk menginvestasikan dananya dengan baik ke perusahaan serta melihat faktor-faktor yang bisa menunjang untuk pembagian dividen kas. Menurut (Jensen & Meckling, 1. Agency Theory merupakan hubungan secara kontekstual antara dua pihak atau lebih dalam suatu organisasi yaitu antara principal dan agent. Dalam agency theory ini terdapat adanya perbedaan kepentingan antara principal . dan agent . anajemen/pihak lai. Hal ini berarti agency theory berhubungan erat dengan pembayaran dividen kas oleh principal . kepada agent . anajemen/pihak lai. ,dengan sisa laba/kas yang ada di suatu perusahaan. Pada teori agensi ini yang dimaksud dengan principal adalah pemegang saham dan yang dimaksud Vol. No. Juni 2024 dengan agen adalah manajemen yang mengelola perusahaan. Terdapat hubungan antara agency theory ini dengan dividen kas yaitu perbedaan kepentingan antara principal dengan agent. Dimana seorang manager memiliki tanggung jawab yang lebih dalam hal pembagian dividen kas kepada para pemegang saham agar mendapatkan return yang optimal. Keduanya sama-sama memiliki kepentingan. Namun manajemen perusahaan cenderung memiliki keuntungan yang besar karena pihak manajemen mengetahui segala informasi yang ada pada perusahaan, sedangkan informasi yang diperoleh oleh prinsipal sangat sedikit. Hal ini menyebabkan kontrak efisien tidak pernah terlaksana sehingga hubungan agen dan prinsipal selalu dilandasi oleh asimetri Menurut (Jehuru & Amanah, 2022. Anggraeni & Sidik, 2. mengatakan bahwa besar tidaknya pembayaran dividen sangat dipengaruhi oleh laba akuntansi yang diperoleh dari perusahaan. Perusahaan dapat menghasilkan laba yang besar namun pembagian dividennya masih rendah, dan begitu juga sebaliknya perusahaan yang membagikan dividennya tinggi belum tentu menghasilkan laba yang besar. Jika dividen yang dibagikan dalam satu periode ke periode yang lain itu tinggi, maka para investor akan tertarik untuk menginvestasikan modalnya lagi apalagi melihat laba yang dihasilkan perusahaan tinggi. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh (Rukmana 2. bahwa laba akuntansi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap dividen kas. H1: Laba Akuntansi berpengaruh secara signifikan terhadap Dividen Kas. Menurut pendapat (Rukmana, 2. laba tunai menggunakan dasar cash basis, dimana laba tunai diakui saat kas diterima dan beban diakui saat kas keluar. Menurut (Sjahrial Dermawan, 2. laba tunai adalah laba bersih setelah pajak ditambah dengan beban penyusutan. Laba tunai termasuk ke dalam laporan arus kas operasi dimana pada laporan arus kas operasi tersebut menunjukkan arus kas atau uang tunai yang keluar Terdapat pengaruh positif laba tunai terahadap dividen kas sehingga saat laba tunai naik maka dividen kas yang akan diberikan kepada para pemegang saham juga akan naik, begitu juga sebaliknya jika laba tunai turun makan dividen kas yang diberikan kepada para pemegang saham juga akan turun (Nurhakim, 2022. Anggraeni & Sidik. Sedangkan menurut pendapat (Rukmana, 2. bahwa laba tunai tidak berpengaruh secara signifikan terhadap dividen kas. H2: Laba Tunai bepengaruh secara signifikan terhadap Dividen Kas. Arus kas operasi dikatakan sebagai indikator yang menentukan apakah kegiatan operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasional perusahaan, membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Sesuai pernyataan (Siregar, 2. Arus kas operasi memiliki pengaruh terhadap dividen tunai, semakin tinggi arus kas operasi maka semakin tinggi pula dividen tunai. Namun menurut penelitian yang dilakukan oleh(Natarmi & Megawati, 2. arus kas tidak berpengaruh terhadap dividen kas sedangkan(Jehuru & Amanah, 2. menyatakan bahwa arus kas berpengaruh terhadap dividen kas. H3: Arus Kas Operasi berpengaruh secara signifikan terhadap Dividen Kas METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Menurut (Sugiyono, 2. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menekankan pada data-data angka yang diolah dengan menggunakan metode statistika. Dengan metode kuantitatif akan diperoleh signifikansi perbedaan kelompok atau signifikansi hubungan antar variabel yang diteliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh melalui laporan keuangan perusahaan Wahyuni. Subhan. Syahadatina: Efek Determinasi Terhadap. manufaktur sektor barang konsumsi pada periode 2019-2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2021. Tabel. Kriteria Pengambilan Sampel Kriteria Jumlah Perusahaan Perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang tidak . secara konsisten melakukan laporan keuangan selama periode Laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan tidak . menggunakan mata uang rupiah Perusahaan yang mengalami kerugian selama periode 2019. Perusahaan yang tidak menyalurkan dividen kas selama 2019. Total Pengamatan selama 3 tahun 2019-2021 Definisi Operasional Variabel Menurut (Kala et al. , 2. Dividen adalah suatu laba atau keuntungan yang didapatkan oleh pemilik saham atau investor dan dibagikan setiap akhir periode yang dihasilkan dari keuntungan perusahaan. Menurut pendapat (Natarmi dan Megawati, 2. pengukuran dividen kas dapat diukur menggunakan Divident Per Share (DPS) dimana DPS ini merupakan total dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham untuk tiap lembar saham. Dividen kas merupakan bagian atas laba yang didistribusikan kepada investor dalam bentu tunai dengan jumlah yang sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki oleh investor tersebut. Indikator yang digunakan untuk mengukur dividen kas ini menurut (Kala et al. , 2. ycNycuycycayco yaycnycycnyccyceycu yaycayc yaycycoycoycaEa yayceycoycaycayc ycIycaEaycayco Dividen Kas = Laba akuntansi adalah perbedaan antara revenue yang direalisasi yang timbul dari transaksi pada periode tertentu dihadapkan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan pada periode tersebut. Dapat disimpulkan laba akuntansi adalah laba yang diperoleh dari penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan dan biaya perusahaan. Laba akuntansi merupakan laba bersih yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Laba akuntansi dapat dihitung menggunakan rumus yang dikembangkan (Lestari & Oktavianna, 2. yaycaycayca yaycoycycuycycaycuycycn = ycEyceycuycycycaycoycaycu Oe . aycEycE yaAycnycaycyca ycCycyyceycycaycycn ycEyceycycycycaEaycaycayc. Menurut (Lestari dan Oktaviana, 2. Laba Tunai adalah laba akuntansi yang telah disesuaikan dengan transaksi non akuntansi, seperti beban penyusutan, beban amortisasi, penjualan kredit, beban gaji, beban pajak, dan beban bunga yang belum dibayar, serta pembelian kredit. Laba akuntansi dapat dihitung dengan rumus menurut (Lestari & Oktavianna, 2. yaycaycayca ycNycycuycaycn = yaycaycayca yaycoycycuycycaycuycycn yaAyceycaycaycu ycAycuycuycoycayc Oe ycEyceycuyccycaycyycaycycaycu ycAycuycuycoycayc Arus kas operasi secara operasional merupakan informasi mengenai penerimaan serta pengeluaran kas pada aktivitas operasional selama periode tertentu. Vol. No. Juni 2024 Cash Flow Margin adalah persentase aliran kas dari hasil operasi terhadap Menurut (Jehuru & Amanah, 2. Cash Flow Margin merupakan alat ukur kemampuan perusahaan untuk mengubah penjualan menjadi aliran kas. Dalam penelitian ini menggunakan rumusan untuk mencari Cash Flow Margin (CFM) sebagai berikut (Jehuru & Amanah, 2. yaycycyc yaycayc ycCycyyceycycaycycn CFM = ycEyceycuycycycaycoycaycu yaAyceycycycnEa ycu 100% Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan sooftware SPSS versi 26. Analisis regresi linear berganda merupakan analisis regresi dimana variabel dependen (Y) dijelaskan dan/atau dihubungkan oleh lebih dari satu variabel independen (X) dengan syarat variabel independen tersebut harus linear. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda karena variabel independen dalam penelitian ini terdiri lebih dari dua Rumus yang digunakan untuk analisis ini adalah sebagai berikut: Y = 1. X1 2. X2 3. X3 y Keterangan: 1 Oe 3 : Dividen Kas : Konstanta : Koefisien regresi untuk setiap variabel independen : Laba Akuntansi : Laba Tunai : Laba Tunai : Eror/residual. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis statistik deskriptif merupakan analisis yang digunakan untuk menggambarkan suatu data. Analisis statistik deskriptif mempermudah dalam memahami berapa banyak data yang digunakan, nilai maksimum, nilai minimum, mean, median, dan standar deviasi dari data tersebut. Tabel 2. Statistk Diskriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation LN_Y LN_LA LN_LTU LN_AKO Sumber: Data Olahan Hasil analisis statistik deskriptif tersebut menggunakan hasil transformasi Logaritma Natural (LN) dengan data yang sudah di outlier sebanyak 17 data. Dapat diketahui bahwa jumlah keseluruhan data sebesar 90 sebelum di outlier. Berdasarkan hasil analisis, nilai minimum dari Laba Akuntansi adalah 23,15. Sedangkan nilai maksimumnya adalah 28,98. Nilai mean . ata-rat. sebesar 26,6719 dan standar deviasi nya sebesar 1,36383. Laba Akuntansi memiliki nilai rata-rata yang lebih besar daripada standar deviasinya. Hal ini berarti Laba Akuntansi memiliki penyimpangan data yang Variabel Laba tunai menunjukkan nilai minimum sebesar 24,13 dan nilai maksimum sebesar 29,31. Adapun nilai mean . ata-rat. sebesar 26,9737 yang berarti rata-rata Wahyuni. Subhan. Syahadatina: Efek Determinasi Terhadap. nilai laba tunai pada perusahaan barang konsumsi tersebut sebesar 26,9737 sedangkan nilai standar deviasi sebesar 1,31845. Hal ini menunjukkan nilai rata-rata Laba Tunai lebih besar dibandingkan standar deviasinya yang berarti bahwa Laba Tunai memiliki penyimpangan data yang rendah. Nilai minimum variable Arus Kas Operasi adalah sebesar 0,00 dan memiliki nilai maksimum nya sebesar 3,95. Sementara nilai mean . ata-rat. sebesar 3,6007 dan standar deviasi sebesar 0,48685. Hal ini menunjukkan nilai rata-rata Arus Kas Operasi lebih besar dibandingkan standar deviasinya yang berarti bahwa Arus Kas Operasi memiliki penyimpangan data yang rendah. Variabel Dividen Kas memiliki nilai minimum sebesar 0,00 dan nilai maksimum sebesar 6,17. Adapun nilai mean . ata-rat. sebesar 3,5552 yang berarti rata-rata nilai dividen kas pada perusahaan barang konsumsi tersebut sebesar 3,5552. Sedangkan nilai standar deviasi sebesar 1,27458. Hal ini menunjukkan nilai rata-rata Dividen Kas lebih besar dibandingkan standar deviasinya yang berarti bahwa Dividen Kas memiliki penyimpangan data yang rendah. Uji regresi linear berganda merupakan analisis dimana sebuah variabel dependen dihubungkan dengan dua atau lebih variabel independen. Pada penelitian ini dikembangkan dengan metode analisis regresi linear berganda. Berikut regresi linear berganda dapat dirumuskan sebagai berikut: Y = -0,448 1,345X1 Ae 1,125X2 Ae 0,438X3 y Hasil uji analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa nilai konstanta diperoleh sebesar -0,448 menyatakan bahwa jika laba akuntansi, laba tunai, dan arus kas operasi nilainya adalah 0, maka nilai dividen kas sebesar -0,448. Peningkatan satu satuan variabel laba akuntansi mampu meningkatkan variabel dividen kas senilai 1,345. Jika variabel laba tunai meningkat satu satuan maka variabel dividen kas akan menurun sebesar 1,125. Dan jika variabel arus kas operasi meningkat satu satuan maka variabel dividen kas akan menurun sebesar 0,438. Uji t (Parsia. Uji T adalah suatu uji yang digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam uji t, jika tingkat signifikansinya kurang dari 0,05, maka variabel independen tersebut memiliki pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Tabel 3. Hasil Uji t Model Sig. (Constan. LN_LA LN_LTU LN_AKO Dependent Variable: LN_DK Sumber: Data Olahan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, nilai signifikansi pada uji t . dari Laba Akuntansi sebesar 0,004 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Laba Akuntansi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Dividen Kas. Dengan demikian artinya H0 ditolak dan H1 diterima, artinya semakin meningkatnya Laba Akuntansi maka akan semakin meningkat pula Dividen Kas yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham karena sebagian laba perusahaan digunakan untuk membayar dividen kepada para pemegang saham. Menurut pendapat (Nurhakim, 2. jika perusahaan mendapatkan Laba Akuntansi yang besar maka pembagian dividen kas kepada para pemegang saham juga akan besar, karena tujuan dari pemegang saham atau investor Vol. No. Juni 2024 menanamkan modalnya di perusahaan ingin mendapatkan dividen. Namun, hal tersebut tergantung kepada keputusan perusahaan yaitu akan membagikan dividen dalam jumlah besar atau menahan sebagian laba untuk biaya perusahaan. Hasil dari pengujian penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Siregar, 2. yang menyatakan bahwa Laba Akuntansi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Dividen Kas dimana menurutnya peningkatan Laba Akuntansi juga diiringi dengan semakin besarnya jumlah dividen kas yang dibagikan oleh perusahaan karena sebagian Laba Akuntansi yang diperoleh perusahan digunakan untuk membayarkan dividen kepada para pemegang saham. Variabel laba tunai memiliki pengaruh yang siginifikan terhadap Dividen Kas. Hal ini dapat dilihat dari nilai sig. laba tunai pada uji t . ji parsia. yaitu sebesar 0,018 < 0,05 artinya H0 ditolak dan H2 diterima. Jika perusahaan memiliki laba tunai yang cukup, maka kemungkinan besar perusahaan akan membayar dividen kas kepada pemegang saham. Namun, jika perusahaan menghadapi keterbatasan likuiditas atau membutuhkan kas untuk investasi atau kebutuhan operasional, maka dividen kas mungkin dikurangi atau bahkan dihilangkan. Dengan demikian dapat dikatakan perusahaan mampu menghasilkan kinerja keuangan dengan baik karena bisa memperolah laba tunai sehingga kas yang tersedia bisa dibagikan dalam bentuk dividen tunai kepada para pemegang saham. Hasil penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Nurhakim, 2. bahwa laba tunai berpengaruh positif signifikan terhadap dividen kas, menurutnya semakin baik perusahaan menghasilkan laba tunai maka semakin besar pula dividen kas yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. Berdasarkan hasil uji hipotesis variabel arus kas operasi memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,124 > 0,05. Artinya, bahwa variabel arus kas operasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel independen yaitu dividen kas. Sehingga hasil penelitian ini H0 diterima dan H3 ditolak, artinya tidak sesuai dengan hipotesis ketiga bahwa arus kas berpengaruh terhadap dividen kas. Ketersediaan kas yang cukup dalam perusahaan dapat menjadi pertimbangan pihak manajemen untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham. Namun dalam penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya arus kas tidak dapat mempengaruhi pembagian dividen secara tunai terhadap para pemegang saham. Sehingga penelitian ini tidak sejalan dengan teori bahwa arus kas yang bersumber dari aktivitas operasiyang digunakan dalam membiayai biaya operasional perusahaan, melunasi hutang, membayar dividen, dan lain sebagainya merupakan salah satu indikator yang sangat penting dalam penentuan pembagian dividen kas terhadap para pemegang saham (Jehuru & Amanah, 2. Hasil dari penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Sampe Buntu & Riyanto, 2. yang menyatakan bahwa Arus Kas Operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Dividen Kas. Uji F adalah suatu uji yang bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh simultan variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam uji F, jika tingkat signifikansi kurang dari 0,05, maka dikatakan bahwa variabel bebas tersebut memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel terikat. Tabel 4. Hasil Uji Anova Model Sum of Squares Mean Square Sig. 1 Regression Residual Total Dependent Variable: LN_Y Predictors: (Constan. LN_AKO. LN_LA. LN_LTU Sumber: Data Olahan Wahyuni. Subhan. Syahadatina: Efek Determinasi Terhadap. Berdasarkan hasil penelitian dari Uji F (Simulta. dapat dilihat dari nilai signifikansi nya sebesar 0,001 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Laba Akuntansi. Laba Tunai, dan Arus Kas Operasi secara simultan berpengaruh positif terhadap Dividen Kas, dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini mengindikasikan bahwa Laba Akuntansi. Laba Tunai, dan Arus Kas Operasi secara bersama-sama memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pembagian Dividen Kas kepada para pemegang saham. Sehingga para pemegang saham dapat menjadikan Laba Akuntansi. Laba Tunai, dan Arus Kas Operasi sebagai acuan dalam berinvestasi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nurhakim, 2. bahwa secara simultan laba akuntansi dan laba tunai berpengaruh terhadap dividen kas. Hasil penelitian (Jehuru & Amanah, 2. menyatakan bahwa secara bersama-sama variabel arus kas operasi, laba bersih dan investment opportunity set berpengaruh secara simultan terhadap dividen kas. Semakin meningkat laba akuntansi, laba tunai dan arus kas operasi perusahaan maka juga akan semakin meningkat pembagian dividen terhadap para pemegang saham. Uji koefesien determinasi ini digunakan untuk mengetahui berapa besar pengaruh varibel-variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai koefisien determinasi dapat dilihat dari nilai adjusted R-Square. Berikut hasil uji koefisien determinasi adalah sebagai berikut: Tabel 5. Hasil uji Determinasi R Square Adjusted R Square Model Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. LN_X3. LN_X1. LN_X2 Sumber: Data Olahan Dapat dilihat nilai dari R square sebesar 0,213. Artinya bahwa hubungan antara variabel independen yaitu laba akuntansi, laba tunai, dan arus kas operasi dengan dividen kas sebesar 21,3%. Pada hasil uji koefisien determinasi R2 diperoleh besarnya koefisien determinasi yang ditunjukkan dengan nilai adjusted R square pada penelitian ini sebesar 0,178 atau 17,8%. Hal ini berarti Laba Akuntansi. Laba Tunai, dan Arus Kas Operasi berpengaruh sebesar 17,8% sedangkan sisanya yaitu 82,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini SIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bukti empiris bahwa variabel laba akuntansi memiliki pengaruh terhadap dividen kas yang artinya bahwa semakin besar laba akuntansi yang diperoleh oleh perusahaan maka semakin tingi pula pembagian dividen kas kepada para pemegang saham. Varibel laba tunai juga memiliki pengaruh yang siginifikan terhadap dividen kas. Jika perusahaan memiliki laba tunai yang cukup, maka kemungkinan besar perusahaan akan membayar dividen kas kepada pemegang saham. Namun, jika perusahaan menghadapi keterbatasan likuiditas atau membutuhkan kas untuk investasi atau kebutuhan operasional, maka dividen kas mungkin dikurangi atau bahkan dihilangkan. Dan variabel arus kas tidak memiliki pengaruh terhadap dividen kas. Ketersediaan kas yang cukup tidak menjamin sebagai pertimbangan pihak manajemen untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham karena arus kas yang dimiliki perusahaan tidak memadai dan perusahaan tidak memperoleh pembiayaan lain dalam waktu yang singkat sehingga perusahaan tidak dengan bebas membagikan dividen kepada para pemegang saham. hasil uji koefisien determinasi R2 diperoleh besarnya koefisien determinasi yang ditunjukkan dengan nilai adjusted R square pada penelitian ini sebesar 0,178 atau 17,8%. Hal ini berarti Laba Akuntansi. Laba Tunai, dan Arus Kas Vol. No. Juni 2024 Operasi berpengaruh sebesar 17,8% sedangkan sisanya yaitu 82,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Keterbatasan penelitian ini yaitu hanya memakai objek perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas area penelitian agar tidak hanya dalam satu sektor saja. Selain itu, peneliti selanjutnya disarankan dapat menambah variabel penelitian seperti ukuran perusahaan, hutang perusahaan investment opportunity set, dan lain-lain, karena dari uji determinasi hanya 21,3% variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari penelitian. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Rektor. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan ketua LPPM Universitas Madura yang telah memberikan hibah internal kepada KONTRIBUSI AUTHOR Ummi Wahyuni sebagai penulis pertama berkontribusi melakukan observasi melalui website beberapa perusahaan sampel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Subhan sebagai penulis kedua berkontribusi menganalisa laporan keuangan perusahaan dengan tujuan untuk menguji pengaruh deteminasi terhadap dividen kas dan melakukan olah data menggunakan software SPSS, dan Rika Syahadatina sebagai penulis ketiga berkontribusi membantu dan membimbing penulis pertama dalam proses penyelesaian artikel penelitian. PENDANAAN Penelitian ini merupakan penelitian yang di danai oleh hibah internal kampus Universitas Madura tahun 2023. KONFLIK KEPENTINGAN Deklarasikan konflik kepentingan atau nyatakan AuPenulis menyatakan tidak ada konflik Ay Penulis harus mengidentifikasi dan menyatakan keadaan atau kepentingan pribadi apa pun yang dapat dianggap memengaruhi representasi atau interpretasi hasil penelitian yang dilaporkan secara tidak tepat. Setiap peran penyandang dana dalam desain penelitian. dalam pengumpulan, analisis atau interpretasi data. dalam penulisan naskah. atau dalam keputusan untuk mempublikasikan hasil harus dinyatakan dalam bagian ini. Jika tidak ada peran, harap nyatakan AuPemberi dana tidak memiliki peran dalam desain penelitian. dalam pengumpulan, analisis, atau interpretasi dalam penulisan naskah. atau dalam keputusan untuk mempublikasikan hasil DAFTAR PUSTAKA