GAMBARAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP BAURAN PEMASARAN DI APOTEK MUSTANG FARMA Naufal Aqil Afira1,Siti Jubaidah1 dan Husnul Warnida1 Sekolah Tinggi IlmuKesehatanSamarinda Email : Naufalaqil6@gmail. ABSTRACT The marketing mix is the set of marketing activities used to serve the target market. The concept of the marketing mix consists of 4Ps, namely product, price, place and promotion. Over time the marketing mix was expanded by adding elements, namely people . , physical facilities . hysical evidenc. and processes . so that it became seven elements . P). Consumer satisfaction can be analyzed using a community satisfaction survey. The community satisfaction survey is a comprehensive measurement of activities regarding the level of community satisfaction obtained from the measurement results of service opinions from public service providers. The purpose of this study was to determine the description of consumer satisfaction with the marketing mix at Mustang Farma Pharmacy and the value of the community satisfaction survey at the pharmacy. This research design is a non-experimental research using descriptive research methods. The sampling technique used is probability sampling using simple random sampling method. The research stages include the preparation stage, data collection, research instrument testing, data processing, discussion and conclusion. The data analysis used is descriptive analysis which provides an overview of the object under study and test instruments to test and measure the questionnaire instrument which includes validity testing, reliability testing and classical assumptions. 04 <0. 05 which means that the marketing mix variable (X) together affects the satisfaction variable (Y) and the results of the consumer satisfaction survey, namely the product with a value . including not good, the price with a value . 67 ) including not good, place with a value . including good, promotion with a value . including not good, human resources with a value . including not good, process with a value . including not good, physical appearance with a value of . including good and the overall value of consumer satisfaction with the pharmacy . is not good. Keywords : marketing mix, pharmacy, consumer satisfaction, questionnaire PENDAHULUAN Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker. Strategi mengembangkan Apotek adalah dengan Pemasaran merupakan aktifitas yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menemukan kebutuhan manusia. Secara ringkas pemasaran bisa di artikan sebagai Aumeeting needs profitablyAy yaitu bagaimana perusahaan bisa melayani kebutuhan konsumen dengan cara yang menguntungkan bagi konsumen dan perusahaan. Bauran pemasaran merupakan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan keuntungan terorganisasi kepada konsumen untuk menghasilkan respon yang diinginkan pasar sasaran. Fungsi bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan terus menerus untuk mencapai tujuan perusahaan di pasar sasaran. Konsep bauran pemasaran terdiri dari 4P, yaitu produk . , harga . , tempat . , dan promosi . Seiring berjalannya waktu bauran . xpanded marketing mix for service. dengan penambahan unsur yaitu orang . , fasilitas fisik . hysical evidenc. dan proses . sehingga menjadi tujuh unsur . P). Survei kepuasan dikumpulkan dari responden dengan menggunakan Pada penelitian survei, penggunaan kuesioner merupakan hal yang pokok untuk pengumpulan data. Hasil kuesioner tersebut akan dibuat dalam angka-angka, table-tabel, dan analisa statistik. Umumnya pengertian survei dibatasi pada penelitian yang datanya dikumpulkan dari sampel atas populasi untuk mewakili seluruh Peneliti melakukan penelitian di Apotek Mustang yang berlokasi di Provinsi Kalimantan Timur, kota Samarinda. Kecamatan Samarinda Kota di Jl. Kalimantan. Citra niaga yang berdiri pada tahun 1972 di bulan Maret memiliki 12 Karyawan, 1 tenaga teknis Apoteker penanggung jawab. Apotek Mustang Farma memiliki jumlah konsumen ratarata 1767 dalam sebulan, sedangkan jumlah penduduk di kota Samarinda 806 penduduk. METODE PENELITIAN Penelitian penelitian non-experimental dengan Pengambilan data langsung yang berupa kuesioner diberikan kepada konsumen yaitu ditinjau dari segi produk, harga, tempat, promosi, tampilan fisik, sumber daya manusia dan proses pada respon konsumen terhadap strategi bauran pemasaran dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga bulan Mei 2021. PopulasiPenelitian Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1767 pengunjung, data didapatkan dari laporan pendapatan tiap bulan pada Apotek Mustang Farma. SampelPenelitian Sampel konsumen apotek tersebut yang telah Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling. Random sampling adalah metode pengambilan sampel yang dipilih secara acak tanpa memerhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Perhitungan Sampel Penelitian Rumus sampel digunakan untuk menentukan jumlah responden yang penelitian dengan menggunakan rumus slovin . Rumus perhitungan sampel Keterangan Perhitungan : : Jumlah Populasi : Jumlah Sampel :0,05 ( , n = 327 dibulatkan menjadi 330 sampel Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket kepada 330 konsumen dan wawancara kepada pihak Analisis Data Uji Instrumen Penelitian Data dianggap baik dan dapat digunakan maka perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap butirbutir pernyataan dalam angket dan daftar pertanyaan yang akan diajukan saat wawancara oleh 33 responden. Jumlah penelitian didapatkan dari 10% dari jumlah sampel. Uji Validitas Pengertian uji validitas adalah Derajat yangsesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti dengan criteria jika rhitung> rtabel, maka item kuesioner tersebut valid dan jikarhitung> rtabel, maka item kuesioner tersebut dikatakan tidak valid Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah sejauh menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Suatu variabel dikatakan reliabel, apabilaHasil > 0,60 = reliabel atau konsisten dan apabila hasil < 0,60 = tidak reliabel atau tidak konsisten. Uji Kepuasan Pengolahan data dilakukan dengan menetepkan nilai penimbang pada setiap unsure rumus sebagai berikut : Bobot nilai rata-rata tertimbang Jumlah bobot = =N Jumlah unsur Selanjutnya untuk memperoleh nilai survey kepuasan unit pelayanan dengan rumus sebagai berikut : Untuk memudahkan interpretasi terhadap pelayanan survey kepuasan antara 25-100, maka hasil penilaian tersebut diatas dikonversikan dengan nilai dasar 25, dengan rumus sebagai Survey Kepuasan x 25 Karena mempunyai karakteristik yang berbedabeda, maka setiap unit pelayanan dimungkinkan untuk menambah unsur yang dianggap relevan dan memberikan bobot yang berbeda terhadap 8 unsur yang dominan dalam unit pelayanan, dengan catatan jumlah Bobot seluruh unsur harus tetap 1. Berikut tabel rentang interval : Tabel 1. Rentang Interval Nilai Interval Konversi (NIK ) Nilai Interval ( NI) Mutu Pelayanan . Kinerja Unit Pelayanan (Y) 25,00 Ae 64,99 1,00 Ae 2,5996 Tidak Baik 65,00 Ae 76,60 2,60 Ae 3,064 Kurang Baik 76,61 Ae 88,30 3,0644 Ae 3,532 Baik 88,31 Ae 100,00 3,5324 Ae 4,00 Sangat Baik Uji AsumsiKlasik Data yang memiliki 1 variabel terikat dan beberapa variabel bebas dilakukan uji asumsi klasik untuk memastikanpersamaan regresi yang didapatkan berdistribusi normal, tidak terdeteksi heteroskedastisitas melalui uji Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen dan variabel Dikatakan berdistribusi normal jika nilai signifikan > 0,05. Uji Multikolinieritas Uji Multikolinearitas bertujuan untuk mendeteksi apakah variabel independent pada model regresi saling berkorelasi dan untuk memenuhi tidak boleh terdapat korelasi antara setiap variabel independent pada model Multikolinearitas dapat juga dilihat dari nilai VIF . ariance-inflating Jika VIF <10, tingkat kolinieritas dapat ditoleransi. Uji Heteroskedastisitas Uji heterokedatisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Mendeteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas dapat dilihat pada metode glejser dengan nilai signifikasi 0,05 Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi Uji Hipotesis Uji Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi merupakan ukuran untuk mengetahui kesesuaian atau ketepatan hubungan antara variabel independen dengan variable dependen Bagaimana kemampuan variabel X . ariabel independe. mempengaruhi variabel Y . ariabel depende. Kriteria untuk analisis koefisien, jika Koefisien determinasi R-square mendeteksi nol . , maka pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent lemah. Uji Koefisien Regresi Simultan (Uji F) Uji menunjukkan apakah semua variable independen yang dimasukkan ke dalam model secara simultan atau bersamasama mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Penelitian kriteria penilaian yang dapat ditetapkan, jika F hitung > F tabel dan nilai sig < 0,05 maka variable-variabel bebas digunakan dalam penelitian ini secara bersama107 sama . mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap variabel terikat. Uji Parsial (Uji T) Korelasi parsial dalam regresi berganda digunakan untuk melihat besarnya hubungan antara dua variabel yang bebas dari variabel lainnya. Yaitu untuk menguji apakah suatu variabel bebas berpengaruh atau tidak terhadap variabel terikat, jika signifikan < 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima berarti ada pengaruh signifikan variabel independen secara individual terhadap variabel Sehingga kuesioner tersebut dapat dinyatakan konsumen terhadap strategi bauran pemasaran . arketing mi. pada Apotek Mustang Farma. Uji Reliabilitas Realibilitas merupakan syarat untuk setelah pengujian validitas, sehingga walaupun instrumen valid umumnya pasti reliabel, tetapi pengujian realibilitas perlu dilakukan. Hasil uji reliabilitasmemiliki nilai pada tiap bauran pemasaran dengan rentang 0,75 Ae 0,88 menunjukkan bahwa, kedelapan komponen memiliki nilai cronbachAos alpha> 0,6 sehingga dapat disimpulkan hasil uji instrumen terhadap semua pertanyaan yaitu reliabel dan dapat digunakan berulang dalam penilaian pengukuran respon konsumen terhadap strategi bauran pemasaran . arketing mi. di Apotek Mustang Farma. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Instrumen Uji Validitas Uji dilakukan pada 33 responden. Sehingga untuk mengetahui letak nilai r tabel tersebut perlu dihitung dengan cara mengurangi responden sebanyak 2 orang, lalu dihitung dengan cara (N=33KarakteristikResponden 2= . Nilai r tabel sebesar 0,35 dengan Karakteristik tingkat keyakinan 95%. Hasil analisis strategi pemasaran agar dilakukan didapatkan untuk komponen Produk (Produc. Harga (Pric. Tempat . Deskripsi (Plac. Promosi (Promotio. , responden dari penelitian ini meliputi Orang/SDM (Peopl. Proses (Proce. jenis kelamin, usia, alamat, pendidikan, dan Tampilan fisik (Physical evidenc. pekerjaan, jumlah kunjungan dan diperoleh nilai valid dengan rentang r hitung 0,37 Ae 0,81. Sehingga dapat Jenis Kelamin Responden disimpulkan bahwa seluruh pernyataan Hasil survey jenis kelamin dinyatakan valid karena masing-masing konsumen yang didapatkan pada item pernyataan memiliki nilai pearson penelitian dapat dilihat pada tabel correlation positif dan lebih besar dari nilai r tabel yaitu 0,355. Tabel2. JenisKelaminKonsumen Jenis kelamin Jumlah Responden Persentase(%) Laki-laki Perempuan Total Data tabel di atas menunjukkan berpeluang besar untuk melakukan jenis kelamin responden laki-laki Jika dibandingkan dengan dengan persentase tertinggi sebesar 58% pria, wanita cenderung lebih banyak . dan responden perempuan dipengaruhi oleh sisi emosional persentase terendah sebesar 42% ( 137 dibandingkan rasional. Responden laki-laki lebih UsiaKonsumen banyakdilihat dari letak apotek yang Hasil dekat dengan pusat pelabuhan Kota konsumen yang didapatkan pada Samarinda yang mayoritas masyarakat penelitian dapat dilihat pada tabel bekerja sebagai buruh kapal. Konsumen wanita menjadi figur pelaku yang Tabel3. UsiaKonsumen Usia Total Jumlah Responden Persentase(%) Data tabel diatas menunjukkan tahun. Data usia responden dengan usia responden dengan persentase persentasi terendah yaitu berusia 41-50 tertinggi yaitu berusia 31-40 tahun 41% tahun 8% . dan 51-60 tahun berjumlah 136 orang dan usia 16-30 18% . dikarenakan termasuk tahun . %) berjumlah 110 dikarenakan umur kesehatan jasmani yang menurun termasuk dalam umur yang masih dan kurang aktif bekerja. memiliki kesehatan jasmani yang baik PekerjaanKonsumen dan aktif dalam bekerja. Pembelian Hasil dipengaruhi oleh karakteristik personal, konsumen yang didapatkan pada yaitu usia, pembelian menurun setelah penelitian dapat dilihat pada tabel Tabel4. PekerjaanKonsumen Pekerjaan Karyawan Wiraswasta IRT PNS Mahasiswa Pelajar Total Jumlah Responden Data tabel diatas menunjukkan pekerjaan karyawan dengan persentase terbesar yaitu 61% . pada karyawan disebabkan letak apotek tersebut terdapat di pusat perniagaan Kota Samarinda yang banyak berkerja sebagai karyawan. Data pekerjaan Persentase(%) Pegawai negeri sipil, mahasiswa, pelajar dan ibu rumah tangga dikarenakan letak apotek berada di Kelurahan Samarinda Kota yang dekat dengan kantor dinas kota dan provinsi, sekolah dan Universitas sehingga perlu menyesuaikan perkiraan pendapatan terhadap produk obat dan pendidikan sarjana dan diploma. Data alat kesehatan sesuai dengan upah Magister 3% . disebabkan minimum provinsi (UMP) di Provinsi letak apotek yang dekat dengan kantor Kalimantan Timur dinas Kota dan Provinsi yang beberapa Rp. Terkecuali pekerjaan wiraswasta yang tidak ada indikator Magister. Data pendidikan SMP 8% . untuk menentukan pendapatan tiap oran. disebabkan masyarakat yang berpendidikan SMP bekerja sebagai Kondisi ekonomi seseorang buruh di Pelabuhan Kota Samarinda dan yang meliputi penghasilan dan pekerjaan Karyawan di pusat perniagaan Kota akan mempengaruhi pilihan produk. Jika Samarinda yang selaras dengan hasil ekonomi masyarakat pada suatu negara SD 1% . yang mayoritas mengarah pada resesi, pemasar dapat responden berpendidikan tersebut. Faktor mengambil langkah-langkah untuk pendidikan memiliki arah yang positif mendesain ulang, memposisikan dan menetapkan kembali harga produk konsumen yang memiliki pendidikan . mereka dengan cepat . tinggi lebih berpikir luas untuk Pendidikan Konsumen memutuskan membeli suatu produk Data inimenunjukkan pendidikan responden Pendidikan sebagai faktor psikologis dengan persentase tertinggi yaitu yang berpengaruh terhadap jenis dan pendidikan SMA 47% . mutu akan dikonsumsi. Hal ini dikarenakan letak apotek yang dekat dengan perniagaan dan pusat jual beli di pemahaman dan pengetahuan seseorang kecamatan tersebut yang mayoritas tentang pentingnya produk yang dibeli pekerja karyawan berpendidikan SMA. dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Data tabel pendidikan Sarjana 24% . Berikut jumlah konsumen pada tiap oran. dan Diploma 17% . jenjang pendidikan pada tabel berikut : kemungkinan karena letak apotek yang berada di perkotaan yang banyak terdapat klinik, rumah sakit dan kantor dinas di lokasi tersebut mayoritas tingkat Tabel5. Pendidikan Konsumen Pendidikan SMA Sarjana Diploma SMP Magister Total Alamat Konsumen Data Jumlah(Oran. Persentase(%) persentase tertinggi yaitu pada alamat Samarinda ulu 24% . Samarinda kota 17% . dan Sungai kunjang 17% . , lalu pemasaran yang dapat menjangkau Samarinda ilir 13% . , alamat konsumen tersebut sehingga Samarinda seberang 10% . dan meningkatkan volume penjualan. Faktor Samarinda utara 5% . dan yang berpengaruh terhadap keputusan yang paling terendah pada alamat pembelian konsumen yaitu tingkat Palaran 7% ( 22 oran. Sungai pinang kemenarikan promosi tersebut dan cara 6% . dan loa janan ilir 1% . mengkomunikasikan informasi pada Hasil data tersebut berkaitan promosi tersebut. Pada variabel dengan tingkat promosi apotekterhadap promosi yang diteliti yaitu media daerah tersebut. Promosi apotek promosi yang digunakan, jangkauan mempunyai peranan penting dalam promosi dan tingkat menariknya promosi tersebut. Berikut pada tabel 6 melakukan pembelian terhadap suatu jumlah konsumen pada tiap alamat : produk sehingga perlu melakukan Tabel 6. Alamat Konsumen Alamat Samarinda ulu Sungai Kunjang Samarinda kota Samarinda ilir Samarinda seberang Palaran Sungai pinang Samarinda utara Loa janan ilir Total Jumlah(Oran. Persentase(%) Kunjungan Konsumen Pengaruh jumlah kunjungan Hasil pengembangan usaha dan pendapatan. persentase kunjungan tertinggi yaitu Adanya dukungan lokasi tempat usaha lebih dari 5 kali kunjungan sebesar 73% . merupakan hasil data yang mengembangkan tempat usaha agar baik terhadap loyalitas konsumen banyak dikunjungi oleh konsumen. Data Semakin banyak jumlah kunjungan konsumen terendah dengan rentang konsumen akan memberikan kontribusi kunjungan 1 hingga 5 kali kunjungan positif dalam pendapatan tempat sebesar 27% . merupakan hasil usaha. Berikut hasil data jumlah data yang kurang baik sehingga perlu kunjungan konsumen : ditingkatkan promosi pada apotek Tabel 7. Kunjungan Konsumen Kunjungan 1 sampai 5 Total Jumlah(Oran. Persentase(%) Penghasilan Konsumen dari Rp. 000 sebesar 4% Data disebabkan beberapa konsumen yang menunjukkan penghasilan responden bekerja sebagai buruh kapal yang berada Rp. 000Ae di pelabuhan Kota Samarinda maupun Rp. 000 sebesar 31% . pedagang kaki lima yang berada di dan Rp. 000 Ae Rp. perniagaan Kota Samarinda. Data sebesar 29% . disebabkan penghasilan lebih dari Rp. banyaknya pekerjaan konsumen yang sebesar 10% . disebabkan bekerja sebagai karyawan dan pegawai beberapa penghasilan konsumen bekerja negeri sipil yang memiliki penghasilan sebagai wiraswasta. Data keseluruhan diatas upah minimum provinsi (UMP) di penghasilan tersebut digunakan untuk Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp. menyesuaikan penghasilan responden Data Rp. 000 Ae Rp. terhadap harga penjualan produk di 000 sebesar 27% . apotek tersebut. Berikut tabel 8 data selaras dengan data penghasilan penghasilan rata-rata pada konsumen : terendah yaitu pada penghasilan kurang Tabel 8. Penghasilan Konsumen Penghasilan Rp. 000 Rp. Rp. 000 - Rp. Rp. 000 - Rp. > Rp. Jumlah(Oran. Persentase(%) < Rp. Total Penilaian Respon Konsumen Terhadap Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mi. Penilaian respon konsumen bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanggapan konsumen terhadap strategi bauran pemasaran. Strategi bauran pemasaran (Marketing mi. terdiri dari 7 komponen yang digunakan sebagai parameter dalam penelitian ini yaitu Produk. Harga. Tempat. Promosi. Orang/SDM. Prosesdan Tampilan Fisik di Apotek Mustang Farma. Hasil nilai pada variabel produk di apotek memiliki nilai 76,43 yaitu kurang baik. Hal ini mungkin terjadi karena kemasan obat kurang baik, produk di sosial media yang kurang lengkap dan kurangnya berbagai macam merek obat, lalu hasil nilai rata-rata pada variabel harga di apotek memiliki nilai 73,67 yaitu kurang baik. Hal ini alternative, kurangnya potongan harga, harga dan kualitas produk yang kurang dan beberapa harga yang masih mahal dijual terhadap konsumen. Data selanjutnya nilai rata-rata pada variabel tempat dan lokasi di apotek memiliki nilai 77,4 yaitu baik. Tempat dan lokasi apotek yang baik masyarakat, transportasi dan tenaga kerja sehingga dapat mendukung keberhasilan penjualan lalu Hasil nilai pada variabel promosi apotek memiliki nilai rata-rata 47,9 yaitu tidak baik. Hal ini mungkin terjadi karenapromosi pada apotek tersebut kurang terdengar meluas pada masyarakat, media promosi yang tidak bervariasi dan kurang menarik. Data selanjutnya nilai pada variabel sumber daya manusia apotek memiliki nilai rata-rata 69,39 yaitu masuk dalam kategori kurang baik. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya pemeliharaan tampilan yang menarik pada konsumen, keramahan, dan terhadap produk lalu nilai pada variabel proses yaitu pada nilai rata-rata 64,96 yaitu masuk pada kategori tidak baik. Hal ini terjadi mungkin dikarenakan pelayanan yang kurang baik di sosial Data terakhir yaitu nilai pada variabel tampilan fisik yaitu pada nilai rata-rata baik dengan nilai 77,27 yaitu Tampilan fisik yang baik pada apotek tersebut meliputi desain ekterior, interior dan tata letak produk yang baik sehingga konsumen menikmati dan pemasaran, didapatkan hasil pada rentang nilai rata-rata kurang baik dengan nilai 69,5. Hal ini terjadi dikarenakan masih banyak beberapa variabel pada bauran pemasaran yang memiliki nilai tidak baik. Berikut adalah nilai rata-rata komponen bauran Tabel 9. Nilai Interval Koreksi dan hasil Respon Konsumen Nilai rata-rata Komponen Bauran Pemasaran Produk Harga Tempat Promosi Orang/SDM Proses Tampilan Fisik Keseluruhan Variabel Baik Kurang baik Nilai interval Konversi 76,6188,30 77,27 Nilai interval Konversi 65,0076,60 76,43 73,67 69,39 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tidak baik Nilai interval Konversi ,00-64,. 64,96 Hasil uji asumsi klasik yang telah didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa hasil uji normalitas memiliki nilai signifikansi 0,2 yang lebih besar dari 0,05 menggunakan uji kolmogrovsmirnov sehingga dikatakan bahwa data berdistribusi normal yang menjadi salah satu syarat dalam uji asumsi klasik. Uji normalitas bertujuan untuk terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi normal, data berdistribusi normal apabilai nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Data hasil uji asumsi klasik dapat dilihat pada tabel dibawah Tabel10. Hasil Uji Normalitas Variabel Produk ( ) Harga ( ) Tempat ( ) Promosi ( ) Orang/SDM ( ) Proses ( ) Tampilan fisik ( ) Uji Heteroskedastisitas Tabel berikut ini menunjukkan nilai signifikansi variabel lebih dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas yaitu ketidaksamaan varian dari residual satu Nilai hasil uji signifikansi (Normalita. pengamatan ke pengamatan yang lain. Seluruh angket yang telah diuji asumsi klasiknya dilanjutkan dengan uji hipotesis untuk menjawab rumusan Berikut Tabel 11. Nilai Heteroskedastisitas Nilai hasil uji signifikansi Variabel (Heteroskedastisita. 0,79 Produk ( ) 0,98 Harga ( ) 0,75 Tempat ( ) Promosi ( ) 0,84 0,79 Orang/SDM ( ) 0,86 Proses ( ) 0,25 Tampilan fisik ( ) nilai tolerance dan VIF yang didapatkan Uji Multikolinieritas tidak ada yang lebih dari 0,10 dan Berdasarkan tabel tersebut, didapatkan hasil yang menunjukkan dari 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada uji multikolinieritas tersebut bahwa dalam kuesioner tidak terdapat masalah multikolinieritas yaitu tidak ada hubungan yang kuat antar variabel bebas. Berikut Variabel Produk ( ) Harga ( ) Tempat ( ) Promosi ( ) Orang/SDM ( Proses ( ) Tampilan fisik ( Tabel 12. Hasil Uji Multikolinieritas Nilai hasil uji Nilai hasil uji VIF Syarat nilai Syarat nilai VIF 0,73 0,86 0,64 0,72 bahwa variabel bauran pemasaran (X) Uji Hipotesis Uji KoefisienDeterminasi secara bersama-sama mempengaruhi Hasil variabel kepuasan (Y). determinasi yaitu memiliki nilai R Uji Parsial( Uji T ) Square 0,24 atau 24% yaitu pengaruh Hasil variabel bauran pemasaran terhadap didapatkan dapat disimpulkan bahwa kepuasan dapat memberikan pengaruh sebesar 0,24 atau 24% . Pengaruh signifikansi lebih dari 0,05 yang artinya variabel bebas terhadap variabel terikat, tidak berpengaruh pada tiap variabel adapun 0,76 tidak dibahas dalam kepuasan secara parsial. Korelasi parsial penelitian ini. dalam regresi berganda digunakan untuk Uji KoefisienRegresiSimultan( melihat besarnya hubungan antara dua Uji F ) variabel yang bebas dari variabel lainnya Hasil Pada penelitian ini agar mengetahui apakah suatu variabel memiliki nilai signifikansi pada uji bebas berpengaruh atau tidak terhadap regresi yaitu 0,00 < 0,05 yang berarti variabel terikat. Berikut hasil uji parsial : Tabel13. Hasil Uji Parsial Variabel Produk ( ) Harga ( ) Tempat ( ) Promosi ( ) Orang/SDM ( ) Proses ( ) Tampilan fisik ( ) KESIMPULAN Bauran meliputi produk, harga, tempat, promosi, sumber daya manusia, proses dan Nilai hasil uji signifikansi 0,79 0,98 0,75 0,84 0,79 0,86 0,25 tampilan fisik secara bersama-sama konsumen dengan nilai pada uji koefisien regresi simultas yaitu 0,00 dan nilai survei kepuasan konsumen terhadap seluruh bauran pemasaran pada apotek yaitu 69,5 yaitu kurang baik. DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman danHerdiana N. 2015,Manajemen Strategi Pemasaran. Pustaka