JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) VOL 5. No. Oktober 2025, pp. 85 - 92 p-ISSN : 2808-8786 . e-ISSN : 2798-1355 . http://journal. id/index. php/dinamika DOI : https://doi. org/10. 51903/dinamika. Pengaruh Mental Dan Modal Terhadap Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Worka Kholiq Panjaitan1. Jaelani2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Studi Ekonomi Modern Jl. Diponegoro No. Dusun I. Wirogunan. Kec. Kartasura. Kabupaten Sukoharjo. Jawa Tengah 57166 Email : 1oliqpanjaitan26@gmail. com, 2jaelani@stiestekom. ARTICLE INFO Article history: Received 09 Juli 2025 Recived in revised form 25 Juli 2025 Accepted 01 Agustus 2025 Available online 30 Oktober 2025 ABSTRACT This study aims to examine the influence of mentality and capital on the entrepreneurial interest of Development Economics students at Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Multiple linear regression analysis and descriptive correlational approaches are employed in this quantitative 39 students using a variety of sampling methodologies made up the sample. The study's findings show that, partially and concurrently, financial and mental resources significantly and Entrepreneurial desire is influenced by both mental and capital factors, according to the determination coefficient value of 36. Keywords: Mental. Modal. Interest entrepreneurship. Students. Entrepreneurship. Abstrak Abstrak memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan, dan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mental dan modal terhadap minat berwirausaha mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Analisis regresi linier berganda dan pendekatan korelasional deskriptif digunakan dalam pendekatan kuantitatif ini. Sebanyak 39 mahasiswa menggunakan berbagai metodologi pengambilan sampel sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara parsial dan bersamaan, sumber daya finansial dan mental secara signifikan dan positif memengaruhi minat berwirausaha. Keinginan berwirausaha dipengaruhi oleh faktor mental dan modal, menurut nilai koefisien determinasi sebesar 36,7%. Kata kunci: Mental. Modal. Minat berwirausaha. Mahasiswa. Kewirausahaan. PENDAHULUAN Tingkat pengangguran yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya masih menjadi permasalahan krusial bagi Indonesia dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang signifikan. Banyak lulusan perguruan tinggi yang, meskipun telah menyelesaikan pendidikan formalnya, tetap mengalami kesulitan dalam memperoleh pekerjaan karena ketidakseimbangan antara jumlah peluang kerja yang tersedia dengan jumlah lulusan yang terus bertambah. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari Namun demikian, masyarakat tidak seharusnya bersikap pasif menunggu solusi dari pemerintah semata, melainkan perlu berperan aktif dalam menciptakan peluang kerja, salah satunya melalui kegiatan kewirausahaan . Received 9 Juli, 2025. Revised 25 Juli, 2025. Accepted 1 Agustus, 2025 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Kewirausahaan merupakan aktivitas ekonomi yang dilandasi oleh motivasi untuk memperoleh Proses ini bersifat panjang dan terstruktur, mencakup berbagai keputusan penting seperti pemilihan jenis usaha, alokasi modal, serta pengelolaan sumber daya. Namun, elemen paling krusial dalam memulai kegiatan usaha adalah keberanian yang muncul dari minat berwirausaha yang tinggi. Sayangnya, tingkat minat berwirausaha di Indonesia masih tergolong rendah secara keseluruhan. Menurut laporan dari Kementrian Koperasi dan UMKM bahwa rasio wirausaha Indonesia hanya sekitar 3,35% dari total angkatan kerja per Oktober 2024. Sementara itu salah satu syarat sebuah negara maju adalah rasio wirausaha meinimal mencapai 4%. Berbeda dengan negara tetangganya. Malaysia dan Singapura, yang memiliki rasio kewirausahaan masing-masing 4,74% dan 8,76%, rasio Indonesia masih agak Dari data tersebut bisa dilihat bahwa minat berwirausaha di Indonesia sangat minim mengingat jumlah penduduk yang begitu besar. (Kemenkop, 2. Selain itu, laporan data yang dipublikasikan oleh BPS tahun 2022 menunjukkan bahwa dari 100 pemuda yang bekerja, hanya 19 pemuda yang berstatus sebagai wirausahawan . Kriteria ini menunjukkan bahwa kewirausahaan pemuda sebagian besar berskala kecil. Sedangkan menurut Rachbini . alam Al, 2. maju atau mundurnya ekonomi sebuah negara salah satunya ditentukan dengan hadirnya peran dan keberadaan para wirausahawan Rendahnya tingkat minat berwirausaha di Indonesia kerap kali dipengaruhi oleh aspek psikologis dan ketersediaan modal yang saling terkait. Faktor mental, seperti keberanian dalam menghadapi risiko, daya kreativitas, serta ketangguhan menghadapi rintangan, menjadi tantangan utama yang menghambat munculnya jiwa wirausaha. Banyak individu enggan memulai usaha karena dihantui oleh ketakutan akan kegagalanAiyang dapat bersumber dari minimnya pengalaman, tekanan sosial, maupun kekhawatiran terhadap potensi kerugian baik secara finansial maupun non-finansial. Ketangguhan mental menjadi elemen penting, ditandai dengan kemampuan untuk bangkit dari kegagalan atau tekanan berat. Selain itu, hambatan berupa mental block juga memunculkan rasa tidak percaya diri dan menghambat inisiatif untuk memulai dan mengembangkan usaha. Di sisi lain, keterbatasan modal merupakan hambatan krusial yang turut memengaruhi keputusan seseorang untuk memulai usaha. Tak sedikit calon wirausahawan mengalami kesulitan dalam memperoleh pendanaan awal. Kondisi ini kerap dipicu oleh minimnya pengetahuan mengenai berbagai alternatif sumber pembiayaan, seperti pinjaman perbankan, investor, maupun bantuan dana hibah. Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti menemukan adanya minat berwirausaha yang rendah terutama pada kalangan anak muda. Oleh karenanya peneliti ingin meneliti Pengaruh Mental dan Modal Terhadap Minat Berwirausaha pada Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. TINJAUAN PUSTAKA 1 Minat Upaya dan motivasi untuk mempelajari dan menemukan sesuatu merupakan definisi minat secara Di sisi lain, minat diartikan sebagai kemauan, kesukaan, dan keinginan terhadap sesuatu. Sebaliknya, minat dapat dilihat sebagai kecenderungan seseorang untuk menikmati dan merasa berkewajiban terhadap suatu kegiatan atau barang dengan bebas dan tanpa paksaan, menurut Djaali . alam Marini & Hamidah, 2. Intinya, minat menunjukkan bahwa seseorang menerima hubungan antara dirinya dengan sesuatu yang lain. Derajat minat meningkat seiring dengan intensitas dan kedekatan hubungan Hal yang senada juga turut serta diungkapkan oleh Winkel . ) Minat adalah kecenderungan seseorang yang bertahan lama untuk menemukan bidang atau kegiatan tertentu yang menarik dan Kinerja seseorang di sekolah, tempat kerja, dan aspek kehidupan lainnya sebagian besar ditentukan oleh tingkat minatnya. Menurut psikologi, minat merupakan refleksi dari struktur otak yang kompleks yang terdiri dari berbagai emosi, harapan, sikap, bias, ketakutan, dan karakteristik lain yang memengaruhi keputusan orang. Menurut Slameto . ) terdapat empat indikator dalam minat, diantaranya: Ketertarikan, perasaan sejauh mana seseorang memiliki rasa antusias dan perhatian terhadap suatu objek, aktivitas, atau tujuan Perhatian, tingkat fokus dan kesadaran seseorang terhadap suatu objek, aktivitas, atau sesuatu yang dianggap penting Motivasi, dorongan internal yang mendorong individu untuk mengambil tindakan atau berusaha untuk menunjukkan minat terhadap sesuatu JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Pengetahuan, sejauh mana seseorang memahami atau memiliki informasi tentang suatu objek atau 2 Mental Menurut KBBI, mental merujuk pada sesuatu yang berkaitan dengan pikiran dan karakter manusia, bukan tubuh atau tenaga. Dengan demikian, kata ini dapat diartikan sebagai kondisi mental seseorang atau sesuatu yang bersifat spiritual. Mental menurut . mental merujuk pada aspek pikiran yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi perilaku seseorang. Hal ini menunjukkan betapa pikiran memegang peranan penting dalam membentuk sikap dan tindakan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Individu dengan pola pikir kewirausahaan tidak diragukan lagi memiliki dorongan dan tekad yang cukup untuk mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhan Sikap berani, bertanggung jawab, berenergi konstan, ulet, dan gigih merupakan tanda-tanda tambahan dari pola pikir kewirausahaan yang positif. Menurut Sudantoko . ) menegaskan bahwa seorang wirausahawan harus memiliki pola pikir yang mau menerima nasihat dan kritik. Ketika seseorang berani menerima kritik dan rekomendasi, hal itu menunjukkan bahwa ia terbuka terhadap ide-ide baru dan tidak terpaku pada cara berpikir tertent. Hal ini juga menandakan bahwa mental dalam berwirausaha juga harus andal dalam mengelola emosi sehingga tidak perlu merasa terancam dengan kritik dan saran tersebut. 3 Modal Modal merupakan salah satu hal terpenting yang dibutuhkan suatu usaha untuk dapat berjalan. Sebab, jika tersedia cukup uang, maka keinginan usaha akan mudah terpenuhi. Menurut . mengatakan bahwa modal adalah segala sesuatu, baik yang nyata maupun yang dibayangkan, yang dibutuhkan untuk membangun suatu usaha sehingga dapat menghasilkan uang. Uang, gedung, peralatan, mobil, bahan baku, dan lain sebagainya merupakan contoh modal yang berwujud benda. Sedangkan modal yang bersifat nonbendawi meliputi keterampilan atau pengetahuan, kemitraan, nama baik atau citra, dan lain sebagainya. Berdasarkan apa yang disampaikan Revathy . ) modal adalah segala bentuk uang yang dapat digunakan dalam proses produksi, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk menghasilkan lebih banyak barang. Modal dalam ilmu ekonomi adalah uang atau barang yang bersama-sama dengan tanah dan tenaga kerja digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa baru. Dari pemaparan beberapa ahli diatas dapat diambil pengertian modal adalah salah satu faktor krusial bagi kelancaran berwirausaha. Modal bisa berupa materi seperti uang, bangunan, kendaraan dan bisa juga berupa non-materi seperti rasa kepercayaan diri, reputasi, citra. Semakin besar modal yang dimiliki maka akan semakin besar juga peluang usaha berjalan lancar dan sukses. METODOLOGI PENELITIAN 1 Jenis Penelitian Jenis Pendekatan kuantitatif dan metode korelasional yang rinci akan digunakan dalam penelitian Metode kuantitatif dipilih karena tujuan penelitian ini adalah menggunakan angka-angka yang dapat dikaji secara statistik untuk mengetahui bagaimana faktor mental dan finansial mempengaruhi keinginan berbisnis di kalangan mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode korelasional deskriptif digunakan untuk menjelaskan bagaimana faktor-faktor yang diteliti saling terkait dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya. 2 Populasi. Sampel, dan Teknik Sampling Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Stambuk 2024 Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berjumlah 39 mahasiswa. Seluruh populasi akan dijadikan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan sampel jenuh. Dengan menerapkan metode sampel jenuh, semua anggota populasi, yaitu 39 mahasiswa, dilibatkan dalam penelitian untuk mendapatkan data yang komprehensif dan representatif terhadap Pengaruh Mental dan Modal Terhadap Minat Berwirausaha pada Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Va1iditas Pengaruh Mental Dan Modal Terhadap Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Worka Kholiq Panjaitan, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Instrumen dianggap Va1id apabila nilai r-hitung lebih besar dari r-tabel . Jika terdapat item yang memiliki nilai r-hitung dibawah batas tersebut, maka item tersebut perlu direvisi atau dikeluarkan dari instrumen penelitian. Tabel 4. 1 Uji Va1iditas X1 Pernyataan r-Hitung r-Tabel Keterangan 0,794 0,316 Va1id 0,813 0,316 Va1id 0,744 0,316 Va1id 0,855 0,316 Va1id 0,793 0,316 Va1id 0,781 0,316 Va1id 0,753 0,316 Va1id Setiap item pernyataan dalam variabel X1 memiliki nilai r yang ditentukan lebih tinggi dari r tabel . , menurut hasil perhitungan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item dalam variabel X1 telah dianggap sah dan karenanya sesuai untuk digunakan dalam penelitian ini. Tabel 4. 2 Uji Va1iditas X2 Pernyataan r-Hitung r-Tabel Keterangan 0,739 0,316 Va1id 0,717 0,316 Va1id 0,800 0,316 Va1id Setiap item pernyataan dalam variabel X2 memiliki nilai r yang ditentukan lebih tinggi dari r tabel . , menurut hasil perhitungan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item dalam variabel X2 telah dianggap sah dan karenanya sesuai untuk digunakan dalam penelitian ini. Tabel 4. 3 Uji Va1iditas Y Pernyataan r-Hitung r-Tabel Keterangan 0,643 0,316 Va1id 0,738 0,316 Va1id 0,639 0,316 Va1id 0,628 0,316 Va1id 0,649 0,316 Va1id 0,617 0,316 Va1id 0,654 0,316 Va1id 0,646 0,316 Va1id Setiap item pernyataan dalam variabel Y memiliki nilai r yang ditentukan lebih tinggi dari r tabel . , menurut hasil perhitungan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item dalam variabel Y telah dianggap sah dan karenanya sesuai untuk digunakan dalam penelitian ini. Uji Reliabilitas Tujuan pengujian reliabilitas adalah untuk mengetahui seberapa baik alat bantu belajar dapat memberikan hasil yang stabil dan teratur. Metode Cronbach's Alpha digunakan untuk menguji reliabilitas penelitian ini. Jika angka Cronbach's Alpha lebih dari 0,60, berarti alat bantu tersebut bermanfaat. (Ghozali. Analisis dilakukan terhadap ketiga variabel, yaitu mental (X. , modal (X. , dan minat berwirausaha (Y), yang masing-masing terdiri dari beberapa indikator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa: Variabel mental (X. memiliki nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,897 Variabel modal (X. memiliki nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,612 Variabel minat berwirausaha (Y) memiliki nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,805 JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Seluruh nilai tersebut berada diatas ambang batas yang telah ditetapkan, sehingga bisa disimpulkan bahwa ketiga instrumen yang dipakai pada penelitian ini reliabel serta layak untuk dilakukan analisis lebih Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk memastikan apakah data dalam variabel penelitian memiliki distribusi normal, asumsi mendasar dalam analisis regresi linier. Uji ini menggunakan teknik KolmogorovSmirnov (K-S) dengan tingkat signifikansi () 0,05. Data dianggap terdistribusi normal jika nilai Asymp. Sig. -taile. melebihi 0,05 (Ghozali, 2. Analisis data yang dilakukan memakai SPSS menghasilkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,200. Nilai tersebut melebihi 0,05, yang menunjukkan bahwa residual pada model regresi terdistribusi secara teratur. Akibatnya, asumsi kenormalan terpenuhi, yang memungkinkan analisis regresi berjalan dengan tingkat ketergantungan yang memadai. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan untuk memastikan adanya hubungan yang kuat di antara variabel independen dalam model regresi. Multikolinearitas yang parah dapat menyebabkan ketidakstabilan dalam estimasi parameter, sehingga mengurangi keakuratan interpretasi hasil. Penilaian dilakukan dengan memeriksa Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance. Menurut Ghozali . , kriteria terhindar dari multikolinearitas adalah jika nilai VIF < 10 dan Tolerance > 0,10. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa: C Nilai Tolerance untuk variabel mental dan modal masing-masing sebesar 0,853 C Nilai VIF untuk keduanya adalah 1,172 KKarena kedua angka tersebut memenuhi kriteria yang ditetapkan, kita dapat mengatakan bahwa model regresi ini tidak memiliki multikolinearitas. Jadi, tidak perlu khawatir tentang masalah multikolinearitas saat melihat faktor-faktor independen secara lebih rinci. Uji Heteroskedastisitas Hal ini diperiksa dengan uji heteroskedastisitas untuk melihat apakah ada ketidakseimbangan dalam varians residual model regresi antara data. Ketidaksamaan ini dapat mengganggu estimasi parameter regresi dan mengarah pada hasil yang tidak efisien. Penelitian ini menggunakan metode scatterplot antara nilai ZPRED dan SRESID untuk mendeteksi ada tidaknya pola tertentu, sebagaimana dianjurkan oleh Ghozali . Kriteria pengujian menyatakan bahwa: C Tidak terjadi heteroskedastisitas jika titik-titik pada scatterplot tidak menyebar secara seragam dan tidak membentuk pola seperti tertekuk, menyempit, atau melebar. C Sebaliknya, jika terdapat pola yang sistematis, maka mengindikasikan adanya heteroskedastisitas. Titik-titik pada scatterplot yang dibuat oleh program SPSS menyebar secara acak di atas dan di bawah sumbu X. Titik-titik tersebut tidak membentuk pola. Jadi, dapat dikatakan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini tidak memiliki tanda-tanda heteroskedastisitas. Artinya, varians residual tetap sama . , yang berarti bahwa kondisi regresi tradisional adalah benar. Uji Regresi Linear Berganda Anda dapat menggunakan uji regresi linier berganda untuk melihat bagaimana dua faktor independen memengaruhi variabel dependen pada saat yang sama dan sebagian. Dalam penelitian ini, variabel independennya adalah mental (XCA) dan modal (XCC), sedangkan variabel dependennya adalah minat berwirausaha (Y). Model persamaan regresi linier berganda yang diperoleh dari hasil analisis SPSS adalah sebagai Y = 13,670 0,484X1 0,357X2 Interpretasi model: C Konstanta . menunjukkan bahwa jika nilai variabel mental dan modal adalah nol, maka skor minat berwirausaha berada pada nilai 13,670. C Dengan asumsi semua faktor lain tetap konstan, koefisien regresi XCA sebesar 0,484 berarti bahwa peningkatan satu unit pada variabel mental akan menghasilkan peningkatan minat berwirausaha sebesar 0,484. Pengaruh Mental Dan Modal Terhadap Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Worka Kholiq Panjaitan, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Jika semua variabel lain tetap konstan, koefisien regresi XCC sebesar 0,357 berarti bahwa peningkatan satu unit pada variabel modal akan menghasilkan peningkatan minat berwirausaha sebesar 0,357. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa baik mental maupun modal memiliki pengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa, yang berarti semakin tinggi skor mental dan modal, maka semakin tinggi pula minat untuk berwirausaha. Uji Koefisien Determinasi Untuk mengetahui seberapa baik model regresi dapat menjelaskan perubahan variabel dependen yang disebabkan oleh faktor independen, digunakan uji koefisien determinasi. Pada penelitian ini. R-square yang disesuaikan yang berasal dari hasil SPSS menunjukkan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai: C R Square sebesar 0,367 C Adjusted R Square sebesar 0,332 Dalam model regresi ini, artinya faktor mental dan modal dapat menjelaskan 36,7% perbedaan minat mahasiswa untuk memulai bisnis sendiri. 63,3% lainnya dijelaskan oleh sifat-sifat yang bukan bagian dari model studi ini, seperti pengalaman kerja, dukungan sosial, atau faktor eksternal lainnya. Dalam kasus ini, nilai R Square cukup baik untuk menunjukkan bahwa model regresi dapat memprediksi masa depan secara moderat dan dapat digunakan untuk menarik kesimpulan tentang bagaimana faktor-faktor studi saling terkait. Uji t (Parsia. Uji-t digunakan untuk mengetahui seberapa besar masing-masing variabel independen . odal mental dan finansia. memengaruhi variabel dependen . inat untuk memulai bisni. Nilai penting dan hitung-t digunakan untuk membuat pilihan, bersama dengan tabel-t pada tingkat kepercayaan 95% (A = 0,. Pada df = 36, nilai tabel-t adalah 2,028. Hasil Pengujian: Variabel Mental (XCA): C Nilai signifikansi = 0,000 < 0,05 C t-hitung = 4,383 > 2,028 Kesimpulannya adalah variabel mental berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha. Variabel Modal (XCC): C Nilai signifikansi = 0,020 < 0,05 C t-hitung = 2,426 > 2,028 Kesimpulannya adalah variabel modal juga berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha. Pembahasan Motivasi berwirausaha mahasiswa ekonomi pembangunan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara secara signifikan dipengaruhi oleh pola pikir, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menyebarkan angket kepada 39 responden. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda dengan uji t, peneliti menghitung nilai signifikansi variabel mental sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 4,383 >. Variabel mental berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha, artinya setiap kenaikan satuan variabel mental akan berpengaruh terhadap minat berwirausaha, berdasarkan t tabel sebesar 2,028 dengan nilai koefisien regresi variabel mental (X. sebesar 0,484. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari hasil penyebaran angket kepada 39 responden, modal berpengaruh signifikan terhadap keinginan berwirausaha mahasiswa ekonomi pembangunan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Nilai signifikan variabel modal sebesar 0,020 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 2,426 >, berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linier berganda yang dilakukan peneliti dengan menggunakan uji t diperoleh t tabel sebesar 2,028 dengan nilai koefisien regresi variabel modal (X. sebesar 0,357, hal ini menunjukkan bahwa variabel modal berpengaruh positif terhadap minat Hasil uji analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa minat berwirausaha dipengaruhi oleh faktor modal dan mental. Hasil perhitungan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan uji F diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan F hitung sebesar 10,430 > F tabel 3,259. Maka dapat disimpulkan bahwa modal (X. dan faktor mental (X. berpengaruh besar terhadap variabel minat berwirausaha (Y) karena Ho3 ditolak dan Ha3 diterima. Dengan demikian, minat berwirausaha yang paling baik akan dipengaruhi oleh siswa yang menggunakan mindset tinggi dan uang. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut. Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara memiliki pengaruh positif dan signifikan pola pikir terhadap minat berwirausaha. Hal ini didukung oleh nilai t hitung sebesar 4,383 > t tabel 2,028 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Dari total responden yang berjumlah 39 orang diperoleh persamaan regresi linier Y = 13,670 0,484X1 0,357X2 e. Hal ini menunjukkan bahwa Y akan tumbuh sebesar 0,484 untuk setiap kenaikan satu unit pada X1. Berdasarkan data penelitian, mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ambisi berwirausaha dalam hal uang. Hal ini didukung oleh nilai t hitung sebesar 2,426 > t tabel 2,028 dan nilai signifikansi sebesar 0,020 < 0,05. Persamaan regresi linier Y = 13,670 0,484X1 0,357X2 e diperoleh dari total 39 responden. Hal ini menunjukkan bahwa Y akan tumbuh sebesar 0,357 untuk setiap kenaikan satu unit pada X2. Berdasarkan data penelitian, mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keinginan berwirausaha ketika mereka menggabungkan mental dan modal. F-hitung 10,430 > F-tabel 3,259, nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dan nilai R Square 0,367 atau 36,7%, semuanya mendukung hal ini. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, beberapa saran dapat diberikan guna memperkuat penelitian serupa di masa mendatang serta memberikan kontribusi bagi pengemangan ilmu pengetahuan: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar variabel yang digunakan dapat diperluas atau dimodifikasi guna memberikan hasil yang lebih komprehensif. Misalnya, penggunaan indikator tambahan yang lebih spesifik dapat meningkatkan Va1iditas hasil penelitian Penelitian ini dapat diaplikasikan pada populasi yang lebih besar atau wilayah yang berbeda untuk melihat apakah hasil yang diperoleh tetap konsisten. Dengan memperluas cakupan penelitian, generalisasi temuan dapat lebih ditingkatkan Bagi mahasiswa diharapkan agar dapat memaksimalkan potensi minat berwirausaha yang ada untuk dapat diterapkan dalam pelaksanaannya. Dengan bertambahnya sektor wirausaha, maka persentase minat berwirausaha di Indonesia akan bertambah sekaligus dapat membantu menurunkan angka pengangguran di Indonesia. Bagi pihak kampus diharapkan agar dapat mendukung para mahasiswa untuk mengembangkan minat berwirausaha seperti mengadakan event yang bekerja sama dengan pihak lain dengan tujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam dunia bisnis. Selain itu juga dapat dilakukan program tambahan dari pihak kampus yang bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang real dari dunia DAFTAR PUSTAKA