Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : Oktober Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index METODE PENDIDIKAN PERSPEKTIS AL-QUR`AN DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Muh. Syuhada Subir 1 1 STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan Email: rosyamadza @gmail. Received: 22-10-2023 DOI: Accepted: 25-10-2023 Published: 31-10-2023 Abstrak: Metode merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Dalam sebuah peribahasa mengatakan bahwa Auat-Thoriqoh Ahammu Min al-MaddahAy bahwa toriqo atau metode atau cara itu lebih baik daripada materi atau isi. karena itu seorang pendidik berkewajiban untuk memahami konteks mata pelajaran ataupun materi yang diampu atau diajarkan sehingga dapat memilih metode yang benar dan tepat. Khususnya dalam pembelajaran yang tujuannya untuk menanamkan nilai-nilai agama dan moral yang mengarah pada menjadi dasar dalam pembentukan karakter peserta didik. Mengenai metode pendidikan dalam membentuk karakter peserta ini, dalam pembahasan ini merujuk pada Q. Al-MaAidah : 67. AlwaqiAah : 68 Ae 69 dan Q. Ibrahim : 24 Ae 26. Pemilihan akan surat-surat tersebut, karena mengandung metode pembelajaran khususnya dalam smenanamkan nilainilai agama yang menjadi dasar dalam pembentukan karakter. Kata Kunci: Metode. Thoriqoh. Karakter PENDAHULUAN Pendidikan merupakan media dalam mendidik dan mengembangkan potensi-potensi kemanusiaan yang menyeluruh, dan gerbang untuk mengantar umat manusia menuju peradaban yang lebih tinggi dan humanis, dengan berlandaskan pada keselarasan hubungan manusia, lingkungan, dan sang Ranah pendidikan itu melibatkan dialektika interpersonal dalam perjalanan umat manusia, masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Yang pada akhirnya pendidikan akan berlangsung seumur hidup, serta akan membawa pada perubahan kehidupan yang terarah baik pada kehidupan duniawi maupun ukhrawi. Konsep pendidikan yang mampu mengembangkan potensi yang dimiliki manusia tidak terlepas dari peran utama metode pembelajaran. Dalam pendidikan Islam, metode mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya mencapai tujuan, karena menjadi sarana yang bermaknakan materi pelajaran yang tersusun dalam kurikulum pendidikan, sehingga dapat dipahami atau diserap oleh peserta didik menjadi pengertian yang fungsional terhadap tingkah lakunya. Dengan demikian pendidikan tidak hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan . ransfer of knowledg. , tetapi lebih dari itu, yakni mentransfer nilai . ransfer of valu. sehingga dasar tujuan pelaksanaan pendidikan yang mencakup . membantu pembentukan kepribadian, . Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : Oktober Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter melakukan pembinaan moral, . menumbuhkan dan mengembangkan keimanan dan ketakwaan para siswa sesuai tujuan beragama dan bernegara, dapat tercapai dengan baik. Dalam pendidikan islam, ummat islam menjadikan Al-QurAan sebagai dasar utama, dimana isi Al-Qur`an lengkap dengan petunjuk yang meliputi seluruh aspek kehidupan dan bersifat universal. Hal ini sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. sebagai pendidik pertama pada masa awal pertumbuhan islam telah menjadikan Al-Qur`an sebagai dasar pendidikan islam di samping sunnah beliau sendiri. Karena banyaknya ayat-ayat al-quran yang membahas tentang metode mengajar, maka dalam artikel ini fokus pembahasannya pada surat Al-maidah ayat 67. Surat Al-waqiah ayat 68-69. Surat ibrahim ayat 24-26. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pustaka . ibrary researc. , yaitu serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang objek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan . uku, ensiklopedia, jurnal ilmiah, koran, majalah, dan Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan interpretasi . nterpretative approac. , yakni menyelami pemikiran seorang tokoh yang tertuang dalam karya-karyanya guna menangkap nuansa makna dan pengertian yang dimaksud secara khas hingga tercapai satu pemahaman yang benar, dengan menggunakan metode kualitatif sebagai metode analisis data. Metode kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Atau dengan ungkapan lain menguraikan dengan katakata dan menganalisis satu persatu hal-hal yang menyangkut pokok permasalahan seputar metode pendidikan yang terkandung dalam surat AlMaidah ayat 67, surat Al-waqiAah ayat 68 Ae 69 dan Surat Ibrahim ayat 24 Ae 26. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Pendidikan dan Pendidikan Karakter Metode Pendidikan Secara terminologi atau istilah metode adalah seperangkat cara, jalan, dan teknik yang digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran atau menguasai kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam silabi mata pelajaran. Abd. al-Rahman Ghunaimah mendefinisikan bahwa. Aumetode adalah cara-cara yang praktis dalam mencapai tujuan pengajaranAy. Sedangkan Ahmad Tafsir mendefinisikan bahwa. Aumetode mengajar adalah cara yang paling cepat dan tepat dalam mengajarkan mata pelajaranAy. Adapun menurut M. Arifin sebagai salah satu komponen oprasional Ilmu Pendidikan Islam, metode harus mengandung potensi yang bersifat mengarahkan materi pelajaran kepada tujuan pendidikan yang hendak dicapai melalui proses tahap demi tahap, baik dalam kelembagaan formal maupun yang non formal ataupun yang informal. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : Oktober ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter Metode jika dilihat dari sisi filsafat pendidikan, merupakan alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat itu mempunyai fungsi ganda, yaitu bersifat polipragmatis dan monopragmatis. Polipragmatis jika metode mengandung kegunaan yang serba ganda, misalnya suatu metode tertentu pada situasi tertentu kondisi tertentu dapat digunakan untuk membangun atau memperbaiki sesuatu. Kegunaannya tergantung kepada pada pemakai atau pada corak, bentuk, dan kemampuan meode sebagai alat, sebaliknya, monopragmatis yaitu jika metode mempunyai satu macam kegunaan untuk satu macam tujuan. Pada proses pembelajaran metode sebagai alat dapat diterapkan keduanya karena Penggunaan metode dalam pengajaran bukan hanya ditekankan pada aspek pengetahuan tapi juga penerapan akan nilai yang berupa pengetahuan yang diwujudkan dalam perbuatan. Pentingnya pengaruh metode mengajar dalam pendidikan menjadikan metode mengajar sama pentingnya dengan tujuan pendidikan, metode bermakna sebagai cara seorang guru dalam menyampaikan pelajaran dengan secara langsung, tersusun dengan langkah-langkah yang sistematis, mendalam dan dapat dimengerti oleh peserta didik sehingga pesan moral dalam pelajran akan tertuju pada tujuan pembelajaran. Dalam kaidah bahasa arab cara itu lebih penting dari pada tujuan. Artinya ketika cara atau metode tidak tepat dalam menyampaikan sesuatu, maka bisa dipastikan tujuan yang ingin disampaikan menjadi tidak berguna atau sia-sia. Di sinilah pentingnya metode. Karena itu, dalam pendidikan islam, rumusan tentang metode menempati posisi yang yang sangat vital atau penting dalam proses pendidikan islam. Metode Dalam Pendidikan Islam Pendidikan atau yang disebut dengan tarbiyah adalah sebagai proses yang berkelanjutan dalam membentuk individu baik dari segi fisik, intelektual, emosional, dan spiritual untuk mencapai kesempurnaan hidup. proses ini akan membawa mereka untuk menghayati nilai-nilai yang sesuai untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sebagaiman yang tertulis dalam surah Ar-Rum ayat 39, tarbiyah berasal dari kata rabba, yarbu, tarbiyatan, yang memiliki makna tambah . dan berkembang . Berdasarkan pada ayat tersebut, kata al tarbiyah dapat berarti proses menumbuhkan dan mengembangkan apa yang ada pada diri peserta didik, baik secara fisik, psikis, sosial, maupun spiritual. Tujuan pendidikan Islam Tujuan pendidikan islam adalah membantu anak didik agar tetap mendekatkan diri kepada Allah dalam segala hal. Dalam hal ini Zakiah Darajat menggabungkan tujuan pendidikan islam kepada tujuan umum, tujuan akhir dan tujuan sementara, dan tujuan operasional yang dikaitkan dengan pendidikan formal. Tujuan umum berupa pembentukan pribadi seseorang menjadi insan kamil dengan pola takwaAy. Sedangkan Abdurrahman Saleh Abdullah menyatakan ada Autiga nilai yang terkandung dalam tujuan pendidikan Islam yang akan direalisasikan melalui metode yang mengandung watak dan relevansi tersebut, yaitu : Pertama. Membentuk peserta didik menjadi hamba Allah yang mengabdi kepada-Nya semata. Kedua, bernilai educatif yang mengacu kepada petunjuk Al-Quran dan Hadits. Ketiga, berkaitan dengan motivasi dan kedisiplinan Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : Oktober ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter sesuai dengan ajaran al-Quran yang disebut pahala dan siksaan. Kemudian untuk mengajarkan materi pendidikan yang dapat mencapai sasaran yang tepat maka tujuan pendidikan Islam harus jelas. Kejelasan tujuan pendidikan Islam ini sangat dibutuhkan untuk menentukan metode yang tepatAy. Pendidikan Karakter Pendidikan karakter . haracter educatio. berhubungan erat dengan pendidikan akhlak atau moral yang bertujuan untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara berkesinambungan dan continue guna penyempurnaan diri menjadi pribadi-pribadi yang bermoral, barakhlak mulia, berperilaku baik, memiliki rasa toleransi yang tinggi, dan tangguh. Raharjo sebagaimana dikutip oleh Nurchaili, bahwa pendidikan karakter adalah suatu proses pendidikan secara holistik yang menghubungkan dimensi moral dengan ranah sosial dalam kehidupan peserta didik sebagai pondasi bagi terbentuknya generasi yang berkualitas yang mampu hidup mandiri dan memiliki prinsip kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Pendidikan karakter merupakan suatu proses pembentukan perilaku atau watak seseorang, sehingga dapat membedakan hal-hal yang baik dengan yang buruk dan mampu menerapkannya dalam kehidupan. Pendidikan karakter pada hakikatnya merupaan konsekuensi tanggung jawab seseorang untuk memenuhi suatu kewajiban. Pada dasarnya pendidikan karakter merupakan integrasi antara kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Seddangkan tujuan dari pendidikan karakter adalah membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Dengan kata lain pendidikan karakter memiliki tiga tujuan dan fungsi yaitu : . mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik. memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur. meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. Metode Pendidikan Dalam Al-Qur`an Al-Maidah : 67 Artinya : Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan . pa yang diperintahkan itu, berart. kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari . Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (Q. Al-Maidah . Ayat di atas menyampaikan bahwa Allah memerintahkan kepada Rasul untuk menyampaikan Risalah yang telah Allah amanatkan kepada nabi Muhammad Saw. Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad supaya menyampaikan apa yang telah diturunkan kepadanya tanpa menghiraukan besarnya tantangan di kalangan Ahli Kitab, orang musyrik dan orang-orang Perintah menyampaikan dalam ayat ini ditunjukkan oleh kata A( aEacABallig. yang berasal dari kata Al Balagh atau Al-Bulugh yaitu sampai ke tujuan yang Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : Oktober ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter dimaksud baik berupa tempat, masa atau lainnya. Dan Secara bahasa. Tabligh berasal dari kata ballagha, yuballighu, tablighan, yang berarti menyampaikan. Jika dilihat dari sighat atau maknanya kata balligh termasuk dalam FiAil Amar atau yang menunjukkan arti perintah yang harus dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa menyampaikan kebenaran ataupun kebaikan adalah sebuah keharusan dan tidak boleh ditunda-tunda. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Maraghi bahwa tabligh itu menjadi kewajiban yang tak bisa ditawar-tawar, dan tidak boleh menyembunyikan apa yang wajib disampaikan dalam keadaan apapun. Perintah dalam konteks ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dan wajib disampaikan secara keseluruhan tidak ada yang perlu disembunyikan, karena jika tidak disampaikan secara keseluruhan berarti tidak menjalankan dan menyampaikan amanah Allah. Selain perintah tabligh, dalam potongan ayat selanjutnya juga menunjukkan adanya peringatan yaitu AuDan jika tidak kamu kerjakan . pa yang diperintahkan itu, berart. kamu tidak menyampaikan amanat-NyaAy. Hal ini menjadi petunjuk bagi orang-orang yang berilmu agar menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan tanpa menyembunyikan sedikitpun ilmu yang dimiliki. Jika dilihat dari kontek ayat tersebu, jika dihungbungkan dengan proses pembelajaran dapat ditarik sebuah benang merah bahwa dalam ayat tersebut terdapat dua metode pendidikan yang memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar yaitu metode tabligh yaitu menyampaikan ajaran atau pelajaran secara langsung baik berupa contoh maupun ajakan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah sendiri dalam mengajak dan mengajarkan ummatnya sebagaimana yang diamanatkan oleh Allah Dan metode targhib dan tarhib atau metode perintah dan larangan. Al-waqiAah : 68 Ae 69 Artinya: Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum?. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya?. (Q. Al-Waqiah 68 - . Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya. AuMaka terangkanlah kepadaKu tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari almuzni?Ay yakni awan. Demikian yang dikemukakan ibnu Aabbas. Demikianlah pertanyaan yang Allah berikan kepada manusia yang pertama Allah memberikan petanyaan AuMaka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu (Q. Al-Waqiah . Pada ayat ini manusia diberikan gambaran tentang siapa yang menciptakan air, siapa yang menurunkannya dari langit. Pada hal ini allah memberikan pertanyaan yang tidak dilakukan secara langsung pada topik permasalahan tetapi Allah memberikan cara berfikir kepada manusia menggunakan akal pikiran yang bisa ditinjau dari segi ilmiah maupun sisi agama. Lalu ayat selanjutnya AuKamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?. (Q. Al-Waqiah . Dalam kedua ayat tersebut manusia diajak untuk menggunakan akal pikirannya untuk memikirkan hakikat air yang dikonsumsi manusia setiap hari dan siapa yang menurunkannya . ir huja. dan bagaimana proses turunnya, dengan cara dialog. Setelah manusia menggunakan akalnya dan berfikir secara Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : Oktober ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter ilmiah yang didasarkan pada pengetahuan agama, manusiapun menemukan jawabannya bahwa Allah lah yang menciptakan dan menurunkan air hujan melalui proses yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Adapun materi yang dijadikan bahan dialog dalam kedua ayat tersebut adalah gambaran yang sangat akrab dengan kehidupan nyata mereka. Hal ini bertujuan agar apa yang didiskusikan tersebut dapat menyentuh kalbu mereka, sehingga dapat merubah pola pikir, sikap dan karakter manusia serta apa yang didiskusikan mengarah pada siapa yang menciptakan alam semesta beserta Surat Al-Waqiah ayat 68-69 menjadi bahan rujukan metode pengajaran yakni dilihat dari pertanyaan-pertanyaan yang Allah berikan agar manusia berfikir dan merenungkan kembali tentang keagungan Tuhan. Yaitu hendaknya seorang pengajar menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan bukan kepada pemikiran otak peserta didik saja, namun sampai kepada perasaan hati yang dapat direnungkan kembali, yang kemudian akan mendorong mereka untuk memahami setiap pelajaran yang diajarkan. Dengan harapan mereka dapat merubah sikap kepada arah yang lebih baik dan dapat membentuk karakter peserta didik. Metode pengajaran ini disebut dengan Metode Hiwar atau metode dialog. Ibrahim : 24 Ae 26 Artinya : Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya . ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan izin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi. tidak dapat tetap . sedikit pun. (Q. Ibrahim 24 . Surat Ibrahim ayat 24-26 menjelaskan mengenai perumpamaan bahwasanya Allah mengumpamakan kalimat yang baik, yaitu iman yang tetap di dalam kalbu muAminin, yang karena itu amalnya diangkat ke langit. Dan karena iman itu pula berkah serta pahala amalnya senantiasa diterima. Pada setiap saat. Sebab, setiap kali orang muAmin mengucapkan AuLy Ilyha illallyhAy, dibawalah ucapan itu naik ke langit, lalu datanglah berkah dan kebaikannya. Allah Tala mengumpamakan kalimat iman dengan sebuah pohon yang akarnya tetap kokoh di dalam tanah dan cabangnya menjulang tinggi ke udara, sedang pohon itu pohon itu berbuah pada setiap musim yaitu seperti pohon Dan perumpamaan kalimat kufur diibaratkan sebagaimana seperti pohon yang buruk, seperti pohon paria yang akarnya dekat dengan tanah dan serta tidak kekal dan buahnya pait. Metode yang dapat kita terapkan dalam proses pembelajaran pada surat ibrahim melalui ayat 24-26 adalah metode amtsal atau perumpamaan yaitu suatu cara mengajar dimana guru menyampaikan materi pembelajaran dengan membuat atau melalui contoh atau perumpamaan. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : Oktober ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter Mengenai metode amtsal atau perumpamaan yang perlu diperhatikan dalam penerapannya adalah objek-objek perumpamaan yang digunakan haruslah nyata, hal ini betujuan untuk memudahkan memahami konsep berdasarkan materi yang diberikan. Dan al-Qur`an sendiritelah banyak mencontohkan perumpamaan-perumpamaan sebuah objek kajian. Seperti dalam surat Al-Ankabut ayat 41, orang yang menyekutukan Allah . itu di umpamakan seperti sarang laba-laba, yang demikian lemah dan tidak berdaya dan dalam surat An-Nur ayat 35, perumpamaan cahaya Allah di ilustrasikan dengan perbandingan seperti misykat atau lampu yang menempel di lubang dinding yang didalamnya ada pelita. Pelita itu berada didalam gelas kaca. Perumpamaan tersebut dipergunakan untuk memperlihatkan ayat-ayat Allah dan meniadakan sesembahan kepada makhluk lain selain Allah yang pantas Fungsi kedua digunakannya perumpamaan ini adalah agar orangorang mukmin melakukan perbuatan-perbuatan baik, sementara orang-orang kafir senantiasa melakukan perbuatan-perbuatan keji dan menjijikkan. Metode perumpamaan ini dapat melatih siswa untuk belajar mengenai sebuah konsep atau gambaran, pemikiran dan kajian. Relevansi Metode Tabligh. Targhib dan Tarhib. Hiwar dan Amtsal dalam Pendidan Karakter Merujuk pada konteks kajian surat Al-MaAidah ayat 67. Al-WaqiAah ayat 68 Ae 69 dan Ibrahim ayat 24 Ae 26 bila dihubungkan dengan metode pembelajaran, maka kesemua metode yang tersirat dalam ketiga surat tersebut memiliki kontribusi ataupun relevansi dalam penanaman pendidikan Pertama, dalam surat Al-Maidah ayat 67 tersirat metode tabligh serta targhib dan tarhib. Metode tabligh itu sendiri merupakan metode yang digunakan oleh Rasulullah dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh Allah kepadanya berupa menyeru ummatnya kepada jalan kebenaran dan ajaran yang diridloi oleh Allah. Dalam menyampaikan amanah atau ajaran tersebut. Rasulullah tidak hanya menyeru melalui retorika kata, akan tetapi Rasulullah juga memberikan keteladanan terhadap apa disampaikannya kepada ummatnya, dan juaga melakukan diskusi. Dengan kata lain bahwa dalam metode ini terdapat tiga teori yaitu teori himah, teori MauiAdzah Hasanah dan teori mujadalah . iskusi dan dialog atau deba. Sedangkan metode tarhib dan targhib merupakan cara dalam menyampaikan pelajaran atau ajaran melalui pemberian ganjaran terhadap kebaikan yang dilakukan oleh peserta didik dan hukuman terhadap perbuatan buruk yang dilakukan oleh peserta didik. Dengan kata lain bahwa metode targhib adalah janji terhadap kesenangan dan kenikmatan akhirat yang disertai Sedangkan tarhib adalah ancaman karena dosa yang dilakukan. Pemberian targhib dan tarhib harus mengandung aspek iman dan mudah untuk dilaksanakan oleh siswa. Metode perintah dan larangan dalam pendidikan adalah sebagai upaya preventif dalam menanggulangi adanya tindakan-tindakan yang dapat merugikan anak didik dalam proses belajar mengajar maupun dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat di luar Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : Oktober ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter Kedua, surat al-waqiah ayat 68-69 terdapat metode hiwar atau dialog. Dalam ayat ini yang menjadi objek dialog atau diskusi adalah air yang merupakan hal yang sangat akrab dan menjadi kebutuhan bagi semua Dialog dalam konteks ini mengajak manusia untuk berfikir atau menggunakan akal yang merupakan karunia terbesar bagi manusia untuk memperhatikan dan memikirkan akan ciptaan Allah yang mereka temukan di muka bumi ini guna mengetahui keagungan Allah swt. Menurut An-Nahlawi. Hiwar . ialah percakapan silih berganti antara dua pihak atau lebih melalui tanya jawab mengenai suatu topik mengarah kepada suatu tujuan. Sehingga metode ini dapat mendorong kreativitas peserta didik dengan memfokuskan topik yang jelas dan mempunyai fungsi yang tinggi dalam Model dialog akan merangsang ide-ide kreatif yang dapat tumbuh seiring dengan motivasi yang berkembang dalam diri peserta didik. Metode dialog biasanya digunakan dalam kondisi-kondisi untuk memecahkan masalah dimana dikhawatirkan ada pihak yang terjadi kesalah pahaman. Dalam kontek ini maka metode hiwar sangat potensial untuk menstimulasi kemajuan dan perkembangan peserta didik, terutama dalam hal Sehingga metode ini relevan dengan pendidikan kita sekarang ini yang menekankan pada pendidikan karakter. Ketiga, surat Ibrahim ayat 24-26 menjelaskan tentang metode amsal atau Dimana maksud pada surat ibrahim ayat 24-26 menjelaskan bahwa orang-orang yang berjiwa luhur dan para pemikir besar adalah orangorang yang memiliki kalimat yang baik , ilmu mereka memberikan nikmat dan rezeki kepda umat mereka di dunia. Ilmu mereka tetap kokoh di dalam hati mereka, sedangkan cabang-cabangnya menjalar ke alam-alam tertinggi atau alam terendah, dan pada setiap masa memberikan buahnya kepada putra-putra bangsa mereka atau putra bangsa lain. Orang-orang mukmin menggunakannya sebagai petunjuk jalan. Sungguh, perumpamaan mereka seperti pohon kurma yang pokoknya tetap tertanam, sedang cabang-cabangnya menjulang tinggi,di samping ia selalu berbuah dan manusia memakannya di musim panas atau musim dingin. Bila memperhatikan topik-topik yang dijadikan perumpamaan dalam alQur`an, seluruhnya mengarahkan manusia untuk mengetahui akan kekuasaan Allah SWT. Dan jika hal tersebut diterapkan dalam pembelajaran, maka hal tersebut akan memotivasi siswa untuk selalu dan terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah, dimana keimanan dan ketakwaan ini akan menjadi pondasi utama dalam membangun dan membentuk karakter manusia dan siswa khusunya dalam kontek pendidikan. KESIMPULAN Metode pendidikan yang tertuang dalam ketiga surat diatas adalah metode Tabligh. Targhib dan Tarhib. Hiwar dan Amtsal. Dan jika dihubungkan dengan topik pembahasan pada setiap ayat-ayat diatas, semuanya mengarah pada penjelasan akan kekuasaan Allah SWT. yang merupakan materi-materi untuk memperkuat rasa keyakinan dan keimanan manusia kepada Allah SWT. Apabila metode-metode tersebut diterapkan dalam proses belajar-mengajar Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : Oktober ISSN 3031-0687 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Muh. SyuhadaSubir. Metode Pendidikan Perspektis Al-Qur`An Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Karakter dengan menghubungkan materi-materi yang dikaji dengan keesaan, kebesaran, dan kemaha kuasaan Allah SWT. , maka akan menjadi motivasi bagi siswa dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah SWT. dan pada akhirnya keimanan dan ketaqwaan yang tumbuh dan berkembang dalam diri siswa tersebut akan memiliki peran penting dalam membangun dan membentuk karakter siswa. DAFTAR PUSTAKA