Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 DISCHARGE PLANNING BERBASIS KNOWLEDGE MANAGEMENT SECI MODEL SEBAGAI CARA PENCEGAHAN MALNUTRISI BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT Nurbani. Suhariyanto. Mubin Barid Jurusan Keperawatan. Poltekkes Kemenkes Pontianak. Kalimantan Barat e-mail : kharie_86@yahoo. Artikel Diterima : 14 Februari 2025. Direvisi : 14 Maret 2025. Diterbitkan : 24 Maret 2025 ABSTRAK Pendahuluan: Malnutrisi merupakan masalah utama yang sering terjadi selama bayi baru lahir menjalani perawatan di Rumah Sakit. Sebanyak 6,1-51% bayi baru lahir mengalami malnutrisi dengan keadaan penurunan berat badan akibat dari asupan nutrisi yang tidak adekuat. Untuk mengatasi diperlukan upaya untuk pencegahan malnutrisi dengan discharge planning berbasis knowledge management melalui Socialization. Externalization. Combination. Internalization (SECI) model. Tujuan penelitian: efektivitas discharge planning berbasis knowledge management SECI model untuk mencegah manutrisi pada bayi baru lahir di rumah sakit. Metode: menggunakan teknik quasi experiment pre and posttest with control Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling dengan jumlah sampel 25 responden. Perawat akan mendapatkan pelatihan discharge planning berbasis knowledge management SECI model. Kelompok intervensi mendapatkan penguatan discharge planning berbasis knowledge management sedangkan kelompok kontrol mendapatkan intervensi konvensional. Kelompok kontrol akan diberikan intervensi sesuai standar rumah sakit. Analisis data menggunakakan dengan pairet T test. Hasil: Terdapat perbedaan pengetahuan perawat terkait discharge planning sebelum dan sesudah diberikan workshop dengan p-value 0. 001 pada kelompok intervensi dan kontrol , walaupun ada perbedaan dihasil nilai ratarata. Penelitian juga menunjukkan ada perbedaan terkait pelaksanaan discharge planning sebelum dan sesudah diberikan perlakuan denggan p-value < 0. Berat Badan bayi pada ada peningkatan pada kelompok intervensi denggan p-value 0. 003, sedangkan untuk kelompok kontrol peningkatan berat badan bayi tidak signifikan denggan p-value 0. Diskusi: Dishcarge planning berbasis knowlage management SECI model menunjukkan peningkatan berat badan bayi. Penerapan SECI model dapat digunakan untuk mencegah malnutrisi bayi baru lahir di Rumah Sakit. Kata Kunci: bayi baru lahir, discharge planning, knowledge management, malnutrisi, seci model Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2. Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Introduction: Malnutrition is a major issue that often occurs during the hospitalization of newborns. many as 6. 1-51% of newborns experience malnutrition with weight loss due to inadequate nutritional To address this, efforts are needed to prevent malnutrition through discharge planning based on knowledge management using the Socialization. Externalization. Combination and Internalization (SECI) Research objective: The effectiveness of discharge planning based on the SECI model knowledge management in preventing malnutrition in children in hospitals. Method: using the quasi-experimental pre and post-test technique with a control group. The sampling technique used was simple random sampling with a sample size of 25 respondents. Nurses will receive training in discharge planning based on the SECI model of knowledge management. The intervention group receives reinforcement of discharge planning based on knowledge management, while the control group receives conventional intervention. The control group will receive interventions according to hospital standards. Data analysis will use the paired T-test. Results: There is a difference in nurses' knowledge of discharge planning before and after the workshop, with a p-value of 0. 001 in both the intervention and control groups. However, there is a difference in the average value results. The research also shows a difference in the implementation of discharge planning before and after the treatment with a p-value < 0. The weight of the babies showed an increase in the intervention group with a p-value of 0. 003, whereas in the control group, the increase in baby weight was not significant with a p-value of 0. Discussion: Discharge planning based on the knowledge management SECI model shows increased infant weight. The SECI model can be used to prevent malnutrition in hospitals for newborns. Keywords: newborn, discharge planning, knowledge management, malnutrition seci model Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2. Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 PENDAHULUAN Malnutrisi merupakan masalah utama yang sering terjadi pada bayi baru lahir selama menjalani perawatan di Rumah Sakit. Sebanyak 6,1-51% bayi baru lahir mengalami malnutrisi dengan keadaan penurunan berat badan akibat dari asupan nutrisi yang tidak adekuat. Rumah Sakit Jakarta tahun 2019 jumlah bayi baru lahir yang mengalami malnutrisi yaitu sebanyak 40-50% (Mediani et al. , 2. Indonesia sendiri malnutrisi menjadi penyebab kematian nomor dua setelah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Mediani et al. , 2. Insiden malnutrisi pada bayi baru lahir selama perawatan di rumah sakit jarang teridentifikasi oleh tim profesional pemberi asuhan di rumah sakit. Hal ini membuat jumlah nutrisi yang diberikan pada bayi baru lahir tidak sesuai dengan kebutuhannya ditambah lagi dengan waktu perawatan yang lama. Keadaan ini berisiko timbulnya stunting dikarenakan penurunan kualitas hidup selama perawatan berakibat gagal tumbuh setelah pulang rumah sakit (Hafsah. Prawitasari and Djais, 2019. Molin et al. , 2. Mengatasi hal tersebut diperlukan upaya untuk pencegahan malnutrisi selama berada di rumah sakit dengan layanan discharge planning. Pendampingan dilakukan dengan penguatan discharge planning. Discharge Planning merupakan proses sistematis layanan kesehatan yang membantu pasien dan mengkoordinasikan rencana perawatan yang akan dilakukan setelah pasien pulang dari rumah sakit sehingga mempertahankan kesehatan (Ndede and Wanda, 2. Discharge planning bentuk edukasi bukan hanya sekedar memberikan informasi tetapi mempengaruhi individu, karena kesuksesan suatu pendidikan bisa diperlihatkan dengan adanya perubahan perilaku (Huang et al. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari pelaksanaan discharge planning perlu penguatan dengan knowledge management. Knowledge management SECI model digunakan untuk penciptaan pengetahuan baru pada masalah yang ada mulai dari individu. Selama proses terdapat interaksi sosial antara orang tua dan perawat. Pembelajaran yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan, berkembangnya kemampuan orang tua selama perawatan bayi baru lahir (Bandera et al. , 2. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan mendalam mengenai discharge planning oleh setiap perawat (Fatani et al. , 2. Hasil studi pendahuluan di Rumah Sakit X didapatkan data pelaksanaan discharge planning dengan nilai 60 dari target yang ditetapkan yaitu Penyebabnya adalah sosialisasi yang belum maksimal dan belum adanya metode baru penguatan di tatanan klinis. Selanjutnya gambaran nutrisi bayi baru lahir selama di rawat mengalami penurunan sebanyak 7 % dari berat badan saat masuk rumah sakit. Riset ini penting untuk dilaksanakan sebagai upaya mencegah malnutrisi pada bayi baru lahir selama perawatan dirumah sakit dan mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting. Selain itu belum ada evidance base nursing terkait pencegahan malnutrisi bayi baru lahir di Rumah Sakit. BAHAN DAN METODE Penelitian ini quasi exsperiment dengan desain pre dan posttest control group. Terdapatdua kelompok yaitu kelompok kontrol menggunakan intervensi sesuai stadar dan kelompok intervensi dengan discharge planning berbasis knowledge management SECI model. Populasi terjangkau adalah pasien ruang perawatan bayi baru lahir dan ICU/PICU dengan penyakit kronis. Jumlah rerata pasien yang dirawat selama periode JuliAe Desember 2020 sebagai berikut: Rerata pasien yang di rawat di Rumah Sakit X ruang bayi baru lahir berjumlah 1222 orang dan ruang ICU/PICU sejumlah 102 orang. Sedangkan untuk pasien bayi baru lahir yang dirawat di Rumah Sakit Y 965 orang dan ruang ICU/PICU sejumlah 78 orang. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2. Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 25 responden. Perawat akan mendapatkan pelatihan discharge planning berbasis knowledge management SECI model. Kelompok intervensi mendapatkan penguatan discharge planning berbasis knowledge management sedangkan kelompok kontrol mendapatkan intervensi Kelompok kontrol akan diberikan intervensi setelah penelitian selesai. Analisis data dilakukan dengan Pairet T test. Penelitian ini telah melalui uji etik oleh komite etik Poltekkes Kemenkes Pontianak 112/KEPKPK. PKP/V/2023 dan RSUD dr Abdul Aziz no 18/KEPK/2023 HASIL Karakteristik responden Karakateristik responden perawat dalam penelitian pada kelompok kontrol dan perlakukan antara lain: Berdasarkan tabel 1 karakteristik responden perawat terbanyak adalah perempuan. Pada kelompok kontrol 100 % dan intervensi 94,4 %. Jenjang karir kelompok kontrol level 2 sebesar 46,7% dan pada intervensi 83,3 % perawat klinis Pendidikan responden diploma tiga keperawatan kelompok kontrol sebesar 53,3 % dan kelompok intervensi 72,2%. Lama kerja responden kelompok kontrol 30% dengan rentang 11-15 tahun, sedangkan lama kerja pada kelompok intervensi 38,9 % dengan rentang 2 Ae 5 tahun. Tabel 1. Distribusi Responden Perawat pada Kelompok Kontrol dan Intervensi . Karakteristik Perawat Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Jenjang Karir Perawat klinis 1 Perawat klinis 2 PK 3 Total Jenjang Pendidikan D3 Keperawatan Ners S2 Keperawatan Total Lama Bekerja 0-1 Tahun 2-5 Tahun 6-10 Tahun 11-15 Tahun 16-20 Tahun Total Karakteristik Perawat Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Jenjang Karir Perawat klinis 1 Perawat klinis 2 PK 3 Total Jenjang Pendidikan D3 Keperawatan Ners S2 Keperawatan Total Lama Bekerja 0-1 Tahun 2-5 Tahun 6-10 Tahun 11-15 Tahun 16-20 Tahun Total Kelompok Kontrol Kelompok Intervensi Kelompok Kontrol Kelompok Intervensi Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2. Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Karakteristik responden orang tua engetahuan, keterampilan dan pelaksanaa. discharge planning nutrisi bayi batu Tabel 2 Distribusi Responden Orang Tua pada Kelompok Kontrol dan intervensi . = . Karakteristik Orang tua Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Usia 17-26 Tahun 27-35 Tahun 36-50 Tahun Total Jenjang Pendidikan Tidak Sekolan SMP SMA/SMK Perguruan Tinggi Total Pekerjaan IRT Petani PNS Swasta Lainnya Total Kelompok Kontrol Kelompok Intervensi Berdasarkan tabel 2 diatas menunjukkan karakteristik responden orang tua terbanyak Pada kelompok kontrol 58,3 % dan intervensi 60,9 %. Usia orang tua berkisar antara 27 Ae 35 tahun, pada kelompok kontrol 66,7 % dan intervensi 82,6 %. Jenjang pendidikan kelompok kontrol SMP sebesar 37,5 % dan intervensi 39,1% SMA/SMK. Pekerjaan ibu rumah tangga 54,2 % kelompok kontrol dan intervesi 43. 5 %. Lama kerja kelompok kontrol 30% dengan rentang 1115 tahun. sedangkan intervensi 38,9 % dengan rentang 2 Ae 5 tahun. Pengetahuan perawat terkait management SECI model . Tabel 3 Hasil Uji Pengetahuan Responden Perawat Pre-post Discharge Planning berbasis Knowledge Management SECI Model . Kelompok Pre Post Intervensi Kontrol Mean SD 48,8 6,3 48,4 11,5 Mean SD 83,7 10,2 60,1 8,3 Pvalue 0,001 0,001 Berdasarkan tabel 3 diatas menunjukkan kelompok intervensi rata-rata pengetahuan responden perawat sebelum pre test 48,8. Selanjutnya dilakukan post test intervensi terjadi peningkatan rata-rata menjadi 83,7. Hasil uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov dengan p-value < 0,05 sehingga data yang ada berditribusi tidak normal dan dilakukan uji Wilcoxon. Dari tabel 3 dapat kita ketahui bahwa ada perbedaan pengetahuan perawat terkait discharge planning sebelum dan sesudah diberikan workshop dengan p-value 0,001. Pada kelompok kontrol rata-rata pengetahuan pre test adalah 48. Selanjutnya diukur nilai post test peningkatan rata-rata menjadi 60,1. Hasil uji normalitas menggunakan kolmogorov Smirnov dengan p value < 0,05 sehingga data yang ada berditribusi tidak normal dan dilakukan uji Wilcoxon. Dari tabel 3 dapat kita ketahui bahwa ada perbedaan pengetahuan perawat terkait discharge planning sebelum dan sesudah diberikan workshop dengan p-value 0. Distribusi frekuensi Intervensi Discharge Planning Berbasis Knowlage Management SECI Model di Rumah Sakit Penelitian ini dilaksanakan kepada perawat dengan metode active learning terkait Pelaksanaan dishcarge planning berbasis knowlage management SECI model sebagai cara pencegahan malnutirisi bayi baru lahir di Rumah Sakit Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2. Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Tabel 4 Distribusi Kelompok Intervensi Pelaksanaan Dishcarge Planning berbasis Knowlage Management SECI Model sebagai Cara Pencegahan Malnutirisi Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Kelompok Intervensi Pre Test Kurang Cukup Baik Kurang % f % Discharge Planning saat Pasien Masuk Rumah Sakit (MRS) Pengenalan 9 39,1 8 34,8 6 26,1 0 0 Peraturan 6 26,1 12 52,2 5 21,7 2 8,3 Penatalaksanaan 10 43,5 10 43,5 3 13 Discharge Planning selama Pasien Rawat Rumah Sakit (RRS) Medication 8 34,8 11 47,8 4 17,1 1 4,3 Environment 6 26,1 13 56,5 4 17,4 1 4,3 Treatment 8 34,8 9 39,1 6 26,1 1 4,3 Outpatient referral 7 30,4 10 43,5 6 26,1 0 0 Diet 7 30,4 11 47,8 5 21,7 1 4,3 Discharge Planning saat Pasien Keluar Rumah Sakit (KRS) Kontrol 7 30,4 10 43,5 6 26,1 0 0 Obat 7 30,4 9 39,1 7 30,4 1 4,3 Aktivitas 8 34,8 11 47,8 4 17,4 1 4,3 Nutrisi 8 34,8 11 47,8 4 17,4 0 0 Variabel Post Test Cukup Baik 34,8 15 65,2 16 66,7 13,3 20 86,7 Tabel 5 Distribusi Kelompok Kontrol Pelaksanaan Dishcarge Planning berbasis Knowlage Management SECI Model sebagai Cara Pencegahan Malnutirisi Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Kelompok Kontrol Variabel Pre Test Kurang Cukup Baik Kurang % f % Discharge planning saat pasien masuk Rumah Sakit (MRS) Pengenalan 14 58,3 5 20,8 5 20,8 9 37,5 Peraturan 7 29,2 6 25,0 11 45,8 2 Penatalaksanaan 14 58,3 2 8,3 8 33,3 3 12,5 Discharge Planning selama pasien rawat Rumah Sakit (RRS) Medication 10 41,7 5 20,8 9 37,5 4 16,7 Environment 16 66,7 5 20,8 3 12,5 7 29,2 Treatment 10 41,7 11 45,8 3 12,5 1 Outpatient referral 14 58,3 6 25,0 4 16,7 3 12,5 Diet 9 37,5 3 12,5 4 16,7 Post Test Cukup Baik 9 37,5 16 66,7 8 16 66,7 Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2. Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Kelompok Intervensi Pre Test Kurang Cukup Baik Kurang % f % Discharge Planning saat pasien keluar Rumah Sakit (KRS) Kontrol 8 33,3 12 50 4 16,7 3 12,5 Obat 8 33,3 13 54,2 2 8,3 4 16,7 Aktivitas 10 41,7 11 45,8 3 12,5 2 Nutrisi 10 41,7 14 58,3 0 0 5 20,8 Variabel Berdasarkan tabel 4 diatas pasien MRS pre test menunjukan hasil 43. 5% responden orang tua berpendapat penatalaksaan discharge planning Namun setelah dilakukan intervensi membaik menjadi 86,7 %. Discharge planning pasien RRS menunjukan hasil 34. 8% responden orang tua berpendapat bahwa kurang penjelasan medication dan treatment, namun menjadi baik sebesar 73,9 setelah intervensi. Discharge planning pasien KRS hasil 34. 8% responden orang tua berpendapat bahwa kurang dalam aktivitas dan nutrisi, namun meningkat baik menjadi 86,7 % setelah dilakukan intervensi. Tabel 5 menyajikan data pada kelompok kontrol. Discharge planning saat pasien MRS menunjukan hasil 58,3 % responden orang tua pasien penatalaksanaan kurang, namun meningkat menjadi baik 66,7 % pada post test. Discharge planning pasien RRS menunjukan hasil 66,7 responden orang tua pasien berpendapat bahwa kurang penjelasan terkait environment, baik setelah sebesar 50 % pada posttest. Discharge planning pasien KRS menunjukan hasil 41,7 responden orang tua berpendapat bahwa penjelasan kurang pada aktivitas dan nutrisi, namun nutrisi menjadi baik sebesar 45,8 % pada Post Test Cukup Baik 33,3 13 54,2 29,2 13 54,2 58,3 8 33,3 33,3 11 45,8 Hasil uji pelaksanaan dishcarge planning berbasis knowlage management SECI model sebagai cara pencegahan malnutirisi bayi baru lahir di Rumah Sakit Tabel 6 Pelaksanaan Dishcarge Planning berbasis Knowlage Management SECI Model sebagai Cara Pencegahan Malnutirisi Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Variabe kelomp Dischar Planning (DP) Interven MRS Kontrol DP RRS DP KRS Interven Kontrol Interven Kontrol Pre-Test Mea Min Post-Test Mea Min p-value Hasil uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov p value < 0. 05 sehingga data yang ada berdistribusi tidak normal dan dilakukan uji Wilcoxon. Dari tabel 5 dapat kita ketahui bahwa ada perbedaan terkait pelaksanaan discharge planning sebelum dan sesudah diberikan perlakuan denggan p-value < 0. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2. Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Hasil uji t pelaksanaan dishcarge planning berbasis knowlage management SECI model terhadap peningkatan berat badan bayi. Tabel 7 Hasil Uji t Pelaksanaan Dishcarge Planning berbasis Knowlage Management SECI Model sebagai Cara Pencegahan Malnutirisi Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Pre Kelompok Mean Intervensi 2312 Kontrol Post MinMax Mean P-value MinMax Berdasarkan tabel 7 pada kelompok intervensi rata-rata berat badan bayi sebelum diberikan intervensi adalah 2312 gram. Sesudah diberikan intervensi terjadi peningkatan rata-rata menjadi 2443 gram. Hasil uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov p value < 0. 05 sehingga data yang ada berditribusi tidak normal dan dilakukan uji Wilcoxon. Dari tabel 3 dapat kita ketahui bahwa ada peningkatan berat badan bayi pada kelompok intervensi denggan p-value Pada kelompok kontrol rata-rata berat badan bayi sebelum diberikan intervensi adalah 2322 gram. Sesudah diberikan intervensi terjadi peningkatan rata-rata menjadi 2325 gr. Hasil uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov p value < 05 sehingga data yang ada berditribusi normal. Dari tabel 6 dapat kita ketahui peningkatan berat badan bayi pada kelompok kontrol tidak signifikan denggan p-value 0. DISKUSI Karakteristik responden Karakteristik responden perawat terbanyak adalah perempuan. Pada kelompok kontrol 100 % dan intervensi 94,4 %. Perawat wanita memainkan peran dominan dalam perawatan bayi, terutama dalam pengaturan dukungan neonatal, dan menyusui (Mwikali et al. , 2. 84,6% perawat yang memberikan asuhan bayi prematur adalah perempuan. Perawat ini menunjukkan pengetahuan tinggi dalam perawatan bayi baru lahir (Subramaniyan, 2. Jenjang karir perawat level dua dan perawat klinis satu. Jenjang karir merupakan jalur terstruktur yang memungkinkan perawat mengembangkan keterampilan dan penilaian Kerangka kerja ini sangat penting dalam mempertahankan staf memastikan standar perawatan yang tinggi, terutama di area sensitif seperti perawatan bayi (Nyambo et al. , 2. Perawat wanita, terutama mereka yang berusia lebih dari 41 tahun dengan pengalaman 1-3 tahun, lebih cenderung memiliki pengetahuan yang memadai dalam pencegahan dan manajemen perawatan bayi (Mwikali et al. Pendidikan responden sebagian besar diploma tiga keperawatan. Program diploma dalam perawatan anak dan pendidikan memberikan pengetahuan dasar dalam berbagai aspek perkembangan anak, kesehatan, dan nutrisi, yang sangat penting untuk perawatan bayi (Baker et al. , 2. Pentingnya praktik profesional dalam mendukung lingkungan perawatan dan pendidikan yang positif untuk anak kecil, termasuk mereka yang berada di rumah sakit. Ini menekankan perlunya profesional lebih tinggi dan terlatih untuk memberikan perawatan yang tepat (Ferro et al. Karakteristik responden orang tua terbanyak adalah perempuan kontrol 58,3 % dan intervensi 60,9 %. Usia berkisar antara 27 Ae 35 tahun kontrol 66,7 % dan intervensi 82,6 %. Jenjang pendidikan kontrol adalah SMP sebesar 37,5 %, intervensi 39,1% SMA/SMK. Pekerjaan orang tua ibu rumah tangga (IRT) 54,2 % pada kontrol 30% dengan rentang 11-15 tahun. kerja pada kelompok intervensi 38,9 % dengan rentang 2 Ae 5 tahun. Karakteristik responden orang tua terbanyak adalah perempuan kontrol 58,3 % dan intervensi 60,9 %. Orang tua terutama ibu mempunyai peran penting dalam pengambilan keputusan dalam proses perawatan bayi baru Ibu mempunyai kedekatan lebih dari pada ayah dan sering mengambil keputusan sendiri selama bayi dirawat. Perawat dapat mengambil menyesuaikan pendekatan mereka untuk Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2. Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 berpotensi mengarah pada hasil yang lebih baik untuk bayi (Weiss et al. , 2. Kemampuan ibu dalam proses pengambilan keputusan pemberian nutrisi terkait dengan niat dan perilaku menyusui, mengetahui kebutuhan nutrisi bayi dan faktor kenyamanan selama proses pemberian makan (Mchale and Huston, 2. Jenjang pendidikan kelompok kontrol adalah SMP sebesar 37,5 %, intervensi 39,1% SMA/SMK. Ibu dengan tingkat pendidikan tinggi lebih cenderung terlibat dalam praktik dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah. Ibu dengan tingkat pendidikan tinggi sering memiliki akses yang lebih baik ke sumber daya ini, yang memengaruhi kemampuan mereka kesehatan (Moon et al. , 2. Tingkat pendidikan pada perawatan bayi dapat berkorelasi dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik mengenai praktik perawatan bayi yang efektif, terutama untuk bayi dengan berat lahir rendah (Prasad et al. , 2. Pekerjaan orang tua ibu rumah tangga (IRT) 54,2 % pada kontrol 30% dengan rentang 11-15 tahun. Lama kerja pada kelompok intervensi 38,9 % dengan rentang 2 Ae 5 tahun. Pekerjaan ibu mempengaruhi perawatan bayi, kualitas dan kuantitas perawatan yang diberikan. Sifat pekerjaan seorang ibu, termasuk pendapatan, tingkat stress dan komitmen waktu, memainkan peran penting dalam membentuk lingkungan pengasuhan (Xu and Xu, 2. Sifat pekerjaan ibu dan pendapatan berdampak positif bagi kesehatan anak, ketika ibu memegang posisi yang dianggarkan seringkali memberikan lebih banyak stabilitas dan sumber daya untuk pengasuhan anak (Nair. Ariana and Webster. Peningkatan pengetahuan dengan metode active learning berbasis SECI model Rata-rata pengetahuan responden perawat sebelum pre test adalah 48,8 dengan nilai paling kecil 38 dan nilai tertinggi 57. Selanjutnya dilakukan post test intervensi terjadi peningkatan rata-rata menjadi 83,7 dengan nilai paling kecil 67 dan nilai tertinggi. Peningkatan pengetahuan dipengaruhi oleh metode pembelajaran active Metode active learning melibatkan perawat memainkan peran dalam skenario simulasi yang dirancang untuk meniru situasi kehidupan nyata dalam pelayanan. Manfaat utama metode active learning meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri perawat (Yilmaz. Sert Ba and Aygin, 2. Pembelajaran aktif melibatkan perawat berbasis permainan, pertanyaan latihan dan studi kasus. Perawat merasakan metode interaktif sebagai proses pembelajaran yang menyenangkan untuk meningkatkan pengetahuan (Mclain and Collins. Kegiatan memfasilitasi interaksi perawat dan peneliti dengan mengevaluasi secara kritis dari pengalaman praktik discharge planning (Mclain and Collins, 2. Model SECI terdiri dari empat tahapan yaitu sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi, yang penting untuk penciptaan Studi ini menggambarkan pengetahuan diciptakan dan diubah dengan Proses pembelajaran meningkatkan tentang pengetahuan terkait praktik discharge planning (Bandera et al. , 2. Model ini berfungsi sebagai kerangka kerja untuk memahami berbagi pengetahuan dalam berbagai konteks, tidak hanya membantu dalam akuisisi pengetahuan tetapi menumbuhkan kreativitas (Hu. Lee and Yi, 2. Kegiatan sosialisasi melibatkan pengetahuan melalui interaksi dan pengalaman langsung. Eksternalisasi meminta individu untuk pengalaman yang menciptkan pengetahuan dan dapat diakses oleh khalayak Kombinasi berfokus pada integrasi berbagai pengetahuan dengan telaah dokumen dan diskusi. Internalisasi melalui Latihan dan pengelaman yang bersifat operasional (Attard et , 2. Pelaksanaan dishcarge planning berbasis knowlage management SECI model Pelaksanaan discharge planning berbasis knowledge management SECI model pada pasien MRS pre test menunjukan hasil 43. responden orang tua berpendapat penatalaksaan discharge planning kurang. Namun setelah dilakukan intervensi membaik menjadi 86,7 %. Discharge planning pasien RRS menunjukan 8% responden orang tua berpendapat Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2. Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 bahwa kurang penjelasan medication dan treatment, namun menjadi baik sebesar 73,9 setelah intervensi. Discharge planning pasien KRS menunjukan hasil 34. 8% responden orang tua berpendapat bahwa kurang dalam aktivitas dan nurusi, namun meningkat baik menjadi 86,7 % setelah dilakukan intervensi. Discharge planning komponen penting dari tanggung jawab keperawatan, yang melibatkan proses yang kompleks dan jangka panjang yang dimulai ketika pasien dirawat di rumah sakit dan berlanjut sampai mereka dipulangkan (Soebagiyo. Beni and Fibriola. Tujuan implementasi discharge planning interkolaborasi tim untuk peningkatan status kesehatan, mencegah hari rawat panjang dan readmisi (Fatani et al. , 2. Faktor-faktor untuk pelaksanaan discharge planning untuk bayi baru lahir merupakan kompetensi perawat perinatologi, ketersediaan program, sumber daya lokal dan penilaian kebutuhan keluarga, termasuk gaya koping dan kesehatan mental. Selain itu, memahami situasi kehidupan keluarga, memastikan komunikasi yang efektif sangat penting. prinsip-prinsip perawatan yang berpusat pada keluarga, seperti martabat, rasa hormat, dan berbagi informasi, juga memainkan peran penting dalam perencanaan pemulangan yang sukses (Hannan. Hwang and Bourque, 2020. Smith. Love and Goyer, 2. Discharge planning melibatkan koordinasi antara berbagai tempat perawatan. Koordinasi yang gagal dapat menyebabkan penundaan perawatan di fasilitas yang menerima pasien Perawat mengimplementasikan perencanaan pemulangan harus mempertimbangkan keadaan staf yang menerima pasien yang dipulangkan (Tanaka. Saiki and Takemura, 2. Mengadopsi pendekatan perawatan yang berpusat pada orang berpusat pada pasien dalam komunikasi pengobatan oleh tenaga kesehatan profesional sangat penting untuk memastikan hasil kesehatan yang positif. Hasil kesehatan yang positif (Cam et al. , 2. Implementasi Discharge Planning sebagai upaya pencegahan malnutrisi bayi baru lahir Pada kelompok perlakukan rata-rata berat badan bayi sebelum diberikan intervensi adalah 2312 gram. Sesudah diberikan intervensi terjadi peningkatan rata-rata menjadi 2443 gram. Peningkatan berat badan bayi pada kelompok intervensi denggan p-value 0. Manajemen discharge planning sebagai upaya pencegahan malnutrisi bayi baru lahir sangat penting untuk dilaksanakan. Discharge Planning dilaksanakan kepada orang tua bayi sejak masuk di ruang perinatologi. Program yang diberikan antara lain kebersihan, kenyamanan, rekomendasi meyusui dan nutrisi ibu (Imdad. Sadiq and Bhutta, 2. Selain itu pentingnya keterampinan makan oral pada bayi, edukasi rencana menyesui, perencanaan nutrisi paska melahirkan bagi ibu dan evaluasi praktik menyesui (Bala et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Karakteriktik perawat untuk jenis kelamin perempuan, jenjang karir perawat klinis level 2, pendidikan Diploma Tiga Keperawatan. Karakteristik untuk orang tua berjenis kelamin perempuan, berrusia 27-35 tahun, pendidkan SMP dan SMA, pekerjan ibu rumah tangga. Pengetahuan responden perawat sebelum pre test adalah 48,8 selanjutnya dilakukan post test peningkatan rata-rata menjadi 83,7. Perbedaan pengetahuan perawat terkait discharge planning sebelum dan sesudah diberikan workshop dengan pvalue 0,001. Penatalaksaan discharge planning pasien MRS pre test menunjukan hasil 43. berpendapat kurang setelah dilakukan intervensi membaik menjadi 86,7 %. Discharge RRS penjelasan medication dan treatment, namun menjadi baik sebesar 73,9. Pasien KRS menunjukan hasil 34. 8% kurang dalam aktivitas dan nutrisi, meningkat baik menjadi 86,7 % setelah dilakukan Berat badan bayi lahir sebelum 2312 gr Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2. Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 dengan berat paling rendah adalah 900 gr dan yang paling berat 3700 gr. Sesudah diberikan intervensi terjadi peningkatan rata-rata menjadi 2443 gr dengan berat paling rendah adalah 1400 gr dan yang paling berat 3500 gr. Terdapat peningkatan berat badan bayi pada kelompok intervensi denggan p-value Saran Rumah Sakit Hasil penelitian dapat sebagai dasar kebijakan untuk peningkatan perawatan bayi baru lahir. Peningkatkan melalui kegiatan sosialisasi dan kolaborasi Selanjutnya dilakukan monitoring dan audit berkala terkait Peningkatan kemampuan orang tua bayi melalui program bimbingan langsung dengan penggunaan checlist kesiapan discharge. Kolaborasi dengan pusat kesehatan masyarakat pada program rujuk balik. Orang tua bayi baru lahir Orang tua dapat mengikuti setiap sesi edukasi di rumah sakit sebelum bayi dipulangkan. Berpartisipasi dalam diskusi dengan profesional pemberi asuhan yang memiliki pengalaman serupa untuk bertukar informasi dan dukungan. Memanfaatkan penggunaan buku kecil untuk media belajar di rumah. Pendidikan keperawatan Integrasi program discharge planning pada pendekatan evidence based practice. Penerapan SECI model dalam proses pembelajaran kolaboratif pada sesi pendidikan kesehatan baik tahap akademik maupun profesi KEPUSTAKAAN