Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. Strategi Meningkatkan Kesiapan Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Pelambuan 2 Muhammad Hafi Badali1. Ahya Nabila2. Diani Ayu Pratiwi3. Aslamiah4. Chintya Adelya5. Syaidati Elida6 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Lambung Mangkurat syaidatielida@gmail. Abstract The implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools still faces various challenges, particularly concerning teachersAo readiness to master subject content and utilize supporting learning technologies. This study aims to describe strategies to enhance teacher readiness in implementing the Merdeka Curriculum at SDN Pelambuan 2. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through direct observation and in-depth interviews with two teachers directly involved in the curriculum implementation. The data analysis process included data reduction, data presentation, and drawing conclusions step by step to ensure valid and in-depth results. The findings indicate that teacher readiness at SDN Pelambuan 2 is relatively good, as shown by active discussion forums through the Teacher Working Group and the Subject Teacher Consultative Group, optimal use of the PMM/GTK platforms, and strong support from the principal. The strategies implemented include continuous training, strengthening digital literacy, and collaboration with external stakeholders to fully support the implementation of the Merdeka Curriculum. Keywords: Strategy. Teacher Readiness. Merdeka Curriculum Abstrak Penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kesiapan guru dalam menguasai materi dan teknologi pendukung pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi peningkatan kesiapan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Pelambuan 2. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan dua orang guru yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kurikulum. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara bertahap agar hasil yang diperoleh valid dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru di SDN Pelambuan 2 tergolong baik, ditunjukkan dengan aktifnya forum diskusi melalui KKG dan Kombel, optimalnya penggunaan platform PMM/Ruang GTK, serta dukungan penuh kepala sekolah. Strategi yang diterapkan meliputi pelatihan berkelanjutan, penguatan literasi digital, dan kolaborasi dengan pihak eksternal untuk mendukung penerapan Kurikulum Merdeka secara menyeluruh. Kata Kunci: Strategi. Kesiapan Guru. Kurikulum Merdeka This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4. 0 CC-BY International license PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengembangkan potensi dirinya secara aktif. Setiap warga Indonesia memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang dapat mengubah taraf hidupnya bahkan dapat berkontribusi bagi negaranya. Menurut Saputri et al. , . Ni Kadek Candra Purani & I Ketut Dedi Agung Susanto Putra, . , & Rahman et al. , . Pendidikan adalah usaha terencana untuk mewariskan nilai-nilai budaya dari setiap generasi secara berjenjang, dimana peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jenjang sekolah dasar menjadi elemen strategis dalam pembangunan negara, oleh karena itu peran pendidikan di semua tingkatan memegang peranan yang krusial. Menurut Benawa, . menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh mutu pendidikan dan tenaga pendidik entah guru ataupun dosen. Pemerintah telah memberikan perhatian serius terhadap bidang pendidikan. Menurut Rustiningrum dan Digdowiseiso, . , anggaran pendidikan dalam Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. APBN dialokasikan minimal 20% setiap tahunnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun sebagian besar anggaran tersebut masih digunakan untuk pembayaran gaji guru, sehingga peningkatan kualitas pendidikan belum menjadi prioritas utama. Kebijakan peningkatan anggaran tersebut diharapkan bisa menaikkan mutu pendidikan agar dapat bersaing dengan negara lain. Seiring dengan upaya peningkatan kualitas, pemerintah telah mengubah kurikulum beberapa kali sejak kemerdekaan. Perubahan besar kurikulum telah terjadi khususnya pada tahun 1947, 1964, 1968, 1973, 1975, 1984, 1994, 1997 (Revisi Kurikulum 1. , 2004, 2006, kurikulum 2013 dan direvisi pada tahun 2018. Terbaru, pemerintah meluncurkan kurikulum merdeka belajar sebagai upaya untuk memberikan keleluasaan dan inovasi dalam proses belajar mengajar. Menurut Yulinda et al. , . Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah sebaiknya berorientasi pada efektivitas pengelolaan pendidikan dan pembelajaran agar tercapai visi, misi, dan tujuan Madrasah. Menurut Kurniawati et al. , . Kurikulum pendidikan telah mengalami perubahan, perubahan ini bertujuan untuk memperbaiki sistem yang ada. Kurikulum merdeka ini pasti menghadapi banyak masalah. Salah satunya adalah persiapan guru. Oleh karena itu, seorang pengajar harus membuat persiapan sebaik mungkin untuk tugas tersebut. Kesiapan sekolah juga mengacu pada tingkat kesiapan elemen sekolah, yaitu kepala sekolah danguru. Kesiapan sekolah tercermin dalam . kesiapan untuk merencanakan kegiatan belajar . kesiapan untuk menjalankan kurikulum. kesiapan dalam kegiatan penilaian (Hindun. Menurut Winda et al. , . Rahmadani et al. , . & Majidah et al. , . Implementasi Merdeka belajar dilapangan belum sepenuhnya berhasil karena berbagai kendala. Guru yang siap dalam pembelajaran pada kondisi apapun akan meningkatkan kualitas penerapan kurikulum merdeka. Oleh karenanya, penting sekali rancangan yang matang dari guru agar dapat mewujudkan cita cita bangsa indonesia. Pelaksanaan merdeka belajar selalu diawali dengan persiapan guru. Karena itu, guru perlu mempersiapkan diri secara optimal agar mampu menjawab berbagai tuntutan yang muncul dalam proses Kesiapan yang matang akan berdampak besar pada pencapaian tujuan pembelajaran. Selain itu, untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar, guru juga dituntut mampu merancang perencanaan pembelajaran yang sistematis dan sesuai dengan arah kurikulum yang berlaku di sekolah. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi untuk meningkatkan kesiapan guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka di tingkat Sekolah Dasar. Fokusnya meliputi bentuk implementasi, hambatan yang dihadapi, serta sejauh mana kesiapan guru dan siswa dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, khususnya di SD Negeri Pelambuan 2 pada tahun ajaran yang sedang berjalan maupun yang akan datang. METODE PENELITIAN Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode kualitatif memungkinkan peneliti untuk menggambarkan fenomena secara menyeluruh dalam situasi yang alami, tanpa manipulasi terhadap variabel yang teliti (Yusanto, 2. Subjek dari penelitian ini adalah guru SDN Pelambuan 2 yang melibatkan 2 responden guru yaitu Bapak Hafidz Ahyanoor. Pd dan Bapak Basuki Rahmat. Pd yang dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam proses implementasi kurikulum. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Observasi yaitu melakukan pengamatan langsung terhadap fenomena dalam lingkungan alaminya. Wawancara yaitu mencari akses pada informasi mendalam mengenai pandangan atau pengalaman responden melalui interaksi langsung (Romdona. Junista & Gunawan, 2. Menurut Rosaliza, . Wawancara . adalah langsung dan aktif agar dapat mencapai salah satu kaedah pengumpulan data tujuan dan data yang baik didapat dan yang paling bisa digunakan dalam akurat. Seluruh kegiatan penelitian ini berlangsung di SDN Pelambuan 2 pada bulan Maret HASIL Berdasarkan hasil wawancara dengan para narasumber. SDN Pelambuan 2 telah menunjukkan kesiapan yang baik dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka secara menyeluruh. Menurut Yulinda et al. , . keterlibatan peserta KKG dalam pengembangan bahan ajar memperkuat keterampilan guru secara mandiri. Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. Hal ini tercermin dari rutinnya guru-guru SDN Pelambuan 2 mengikuti pertemuan KKG untuk membahas modul ajar, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, serta saling memberikan masukan terkait metode pembelajaran yang efektif. Guru juga memahami Kurikulum Merdeka sebagai kebebasan belajar yang terarah. Kebebasan ini bukan berarti siswa bebas belajar tanpa batas, tetapi diarahkan untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya di bawah bimbingan guru. Bapak basuki menjelaskan bahwa konsep ini bisa di terapkan melalui di mata pelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Misalnya, pada tema kewirausahaan, sekolah ini biasanya mengundang orang tua siswa yang memiliki keterampilan membuat kue untuk memberikan pelatihan langsung. Siswa di minta untuk mengamati dan menyimak lalu kemudian siswa akan mempraktikan cara pembuatan kue tersebut dengan bekerja sama dengan teman, kemudian mempresentasikan hasilnya di depan kelas, dan memasarkan produk tersebut sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek. Proses ini melatih keterampilan kognitif, sosial, dan kewirausahaan Perbedaan signifikan yang dirasakan guru di SDN Pelambuan 2 pada Kurikulum 2013 adalah adanya kesepakatan kelas yang disusun bersama siswa. Guru berkata Pada kurikulum sebelumnya peraturan kelas ditentukan sepihak oleh guru, sedangkan dalam Kurikulum Merdeka, siswa berpartisipasi aktif dalam merumuskan aturan dengan bahasa positif, seperti Autidak boleh terlambatAy menjadi Audatang tepat waktuAy. Perubahan sederhana ini menciptakan budaya positif yang membuat siswa merasa memiliki tanggung jawab Kebebasan berpikir adalah inti dari Kurikulum Merdeka. Peran guru menjadi penggerak utama dalam keberhasilan belajar. Di era digital saat ini, kemajuan teknologi menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Aktivitas yang dilakukan guru maupun peserta didik kian lekat dengan perangkat digital (Aisyah et al. , 2. Dari hasil wawancara kami, guru-guru di SDN Pelambuan 2 di haruskan minimal satu kali mengikuti pelatihan atau workshop Kurikulum Merdeka, mulai dari pelatihan guru penggerak. KKG, hingga sesi Zoom oleh BPMP. Kepala sekolah menjelaskan mengikuti pelatihan ini sangat penting karena di sana kita sebagai guru tidak hanya di bekali dengan pemahaman konsep, tetapi juga diberikan contoh pembelajaran berdiferensiasi dan strategi bagaimana cara membangun keterlibatan siswa. Menurut Romadhon et al. , . kurikulum baru ini menuntut kesiapan guru dan peserta didik terutama dalam adaptasi terhadap teknologi. Guru di SDN Pelambuan 2 memanfaatkan perangkat digital untuk menunjang pembelajaran, terutama di kelas VI, di mana siswa di tugas kan untuk membuat membuat video tentang eksperimen sains sederhana sekreatif mungkin, mengeditnya, lalu mengumpulnya melalui grup WhatsApp yang dibuat oleh wali kelas. Kegiatan ini membantu siswa mengasah keterampilan teknologi sekaligus memperkuat pemahaman materi. Sarana dan prasarana di sekolah SDN Pelambuan 2 sudah cukup memadai untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Modul ajar, buku teks. LCD, dan jaringan internet tersedia dengan baik. Menurut Hermawan Fauzi, . sarana dan prasarana pendidikan merupakan komponen vital untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah. Meskipun demikian, pada tahap awal implementasi, bapak basuki menyebutkan guru-guru sempat mengalami kesulitan karena perlu menyesuaikan lagi dengan metode metode pembelajaran yang baru dan hanya mengandalkan belajar mandiri dari modul. Namun kendala ini dapat diatasi setelah adanya pendampingan intensif dari guru penggerak, bimbingan kepala sekolah, serta pelatihan tatap muka yang memperjelas penerapan pembelajaran sosial emosional dan diferensiasi berdasarkan gaya belajar Keberhasilan implementasi pembelajaran tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari perkembangan karakter siswa. Guru menilai bahwa pendekatan yang menyesuaikan metode mengajar dengan gaya belajar siswa mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Siswa yang awalnya kurang aktif menjadi lebih terlibat, dan proses belajar berlangsung lebih menyenangkan. PEMBAHASAN Menurut Arifiani & Umami, . & Romadhon et al. , . kesiapan guru dalam menghadapi perubahan kurikulum dapat ditingkatkan melalui pelatihan lanjutan baik secara daring maupun tatap muka. Temuan penelitian ini memperkuat pandangan tersebut, karena guru SDN Pelambuan 2 aktif mengikuti berbagai pelatihan yang relevan dengan Kurikulum Merdeka, seperti pembelajaran berdiferensiasi, budaya Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. positif, dan pembelajaran berbasis proyek. Pelatihan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mencoba strategi baru di kelas. Strategi yang diterapkan di SDN Pelambuan 2 antara lain adalah workshop dan sosialisasi berkelanjutan, baik di dalam lingkungan sekolah . elalui KKG dan Kombe. maupun melalui lembaga eksternal seperti BPMP dan program guru penggerak. Selain itu. Para guru rutin berbagi pengalaman dan modul ajar dengan rekan sejawat. Praktik ini menciptakan budaya kolaboratif yang mempercepat adaptasi terhadap kurikulum baru. Penggunaan teknologi pendidikan menjadi aspek penting lainnya. Di SDN ini para guru juga memanfaatkan teknologi untuk mengakses materi pelatihan, menyiapkan bahan ajar digital, dan memfasilitasi siswa dalam membuat proyek berbasis teknologi. Integrasi ini sejalan dengan prinsip literasi digital yang mencakup keamanan, keterampilan, budaya, dan etika digital (Aisyah et al. , 2. Sarana prasarana yang memadai juga menjadi faktor pendukung keberhasilan Tersedianya modul ajar, buku teks. LCD, dan akses internet membantu guru mengaplikasikan pembelajaran inovatif. (Sopian, 2. menegaskan bahwa sarana dan prasarana merupakan komponen vital bagi keberhasilan proses pembelajaran di sekolah, dan hal ini telah dimanfaatkan dengan optimal oleh guru di SDN Pelambuan 2. Secara keseluruhan. SDN Pelambuan 2 menunjukkan kesiapan yang progresif dalam implementasi Kurikulum Merdeka, dengan dukungan penuh dari kepala sekolah, guru penggerak, dan komunitas belajar. Rekomendasi ke depan mencakup peningkatan pelatihan penilaian autentik, pendampingan implementasi RPP berdiferensiasi, serta kolaborasi lebih intens dengan orang tua dan lembaga eksternal. Menurut Kurniati et al. Peningkatan mutu pendidikan ditentukan oleh semua orang bukan hanya sekolah. KESIMPULAN Kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan instruksi yang luas dimana fokusnya akan lebih menguntungkan sehingga peserta didik akan memiliki cukup waktu untuk mengembangkan kompetensi Kesiapan SDN Pelambuan 2 dalam implementasi kurikulum merdeka tersebut terlihat dari antusiasme guru dalam mengikuti berbagai kegiatan seperti sosialisasi dan pelatihan terkait Kurikulum Merdeka, serta adanya upaya untuk mulai mengadaptasi pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan beberapa saran agar pelaksanaan Kurikulum Merdeka berjalan lebih baik lagi: Untuk guru, penting untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan, misalnya dengan mengikuti pelatihan atau diskusi sesama guru. Guru juga perlu membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan memahami tujuan yang ingin dicapai bersama. Untuk kepala sekolah, sebaiknya mendukung guru dengan memberikan fasilitas belajar, mengadakan pelatihan di sekolah, serta menciptakan suasana kerja yang saling mendukung antar guru. Untuk pemerintah dan dinas pendidikan, diharapkan terus mendampingi sekolah dalam menjalankan Kurikulum Merdeka dan menyediakan bahan ajar yang mudah diakses dan sesuai kebutuhan guru. Untuk peneliti berikutnya, diharapkan untuk meneliti lebih lanjut mengenai cara praktis yang bisa dilakukan guru agar lebih siap dalam menjalankan Kurikulum Merdeka, serta melihat bagaimana siswa ikut terlibat dalam proses belajar. DAFTAR PUSTAKA