Vol. No. July-December, pp. DOI : 10. 22515/ajdc. Transformasi Pariwisata Gunung Kemukus: Studi Upaya Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Citra Positif Ramadhan Ekagandhi Destariyadi1*. Agus Sriyanto2 Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Indonesia Keywords: Image. Kemukus Abstract Mount Kemukus was once famous as a place for ritual tourism and wealth Aungalap berkahAy, but now it has become a religious and family tourism with interesting photo spots and is increasingly crowded. This is inseparable from the role of the Sragen Youth. Sports and Tourism Office. The purpose of this study is to describe the Image of Mount Kemukus by the Sragen Youth. Sports and Tourism Office as a Religious and Family Tourism. The research method used is qualitative Data was collected through documentation, observation, and interviews with selected sources. The results of the study refer to Rosady Ruslan's PR Programming and Communication theory showing that the image of Mount Kemukus by the Sragen Diaspora is carried out by continuing to produce positive events and programs that receive support, urgency, and ideas, disseminated through conventional media, the web, and IG @disporasrg. The Sragen Dispora also carried out an overall evaluation of various programs to monitor Mount Kemukus's image. MSMEs, and homestays. This image has a positive impact on public trust and the image of Mount Kemukus. *E-mail Korespondensi ramadhanekagandhi012@gmail. ISSN 2722-1431 (P) ISSN 2722-144X (E) Ramadhan Ekagandhi Destariyadi. Agus Sriyanto Kata kunci: Citra. wisata religi. Gunung Kemukus Abstrak Gunung Kemukus dahulu terkenal sebagai wisata ritual pesugihan Aungalap berkahAy, namun sekarang sudah bertransformasi menjadi wisata religi dan keluarga yang memiliki spot foto menarik dan semakin ramai. Hal tersebut tak lepas dari peran Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Pencitraan Gunung Kemukus Oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen sebagai Wisata Religi dan Keluarga. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan narasumber yang dipilih. Hasil penelitian mengacu teori PR Programming and Communication milik Rosady Ruslan menunjukan pencitraan Gunung Kemukus oleh Dispora Sragen dilakukan dengan terus memproduksi event dan program positif yang mendapat dukungan, urgensi, dan ide, disebarluaskan lewat media konvensional, web, dan IG @disporasrg. Evaluasi keseluruhan dari berbagai program juga dilakukan Dispora Sragen untuk memonitoring citra. UMKM, homestay Gunung Kemukus. Pencitraan tersebut berdampak positif pada kepercayaan publik dan citra Gunung Kemukus. PENDAHULUAN Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki berbagai tempat pariwisata yang menarik. Hal tersebut tentu dapat menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan wisata turis asing ataupun domestik. Indonesia terkenal dengan budayanya yang unik, sopan, ramah, santun, sandang pangan murah, serta memiliki beragam jenis kuliner yang beragam. Berbagai aspek tersebut nyatanya bisa dijadikan sebagai daya tarik tersendiri untuk terus mempromosikan Indonesia sebagai pusat wisata. Tentunya harus ada kolaborasi dan koalisi dari berbagai pihak untuk mewujudkan hal tersebut. Perlu juga diketahui manfaat adanya tempat wisata di suatu daerah juga akan membawa sisi positif tersendiri bagi beberapa elemen di wilayah tersebut. Salah satu manfaatnya adalah bertambahnya popularitas wilayah sekitar, tentunya lewat berbagai upaya branding positif dan masif. Apabila branding yang dilakukan berhasil, maka akan memberikan manfaat diberbagai aspek seperti pendapatan wilayah, ekonomi, terbukanya lapangan pekerjaan, bertambahnya kunjungan, dan aspek-aspek sejenisnya. Oleh karena itu perlu dimaksimalkan juga kaitanya dengan membranding citra wisata agar beberapa manfaat yang sudah dijelaskan tadi bisa terimplementasi sesuai dengan Pencitraan Gunung Kemukus Oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen Sebagai Wisata Religi dan Keluarga Citra adalah suatu gambaran atau perspektif orang lain yang termasuk ke dalam publik terhadap suatu instansi, lembaga atau individu (Soemirat & Ardianto. Membangun sebuah citra juga sering digambarkan sebagai pencitraan. Menurut Andipate, pencitraan menggambarkan sebagai upaya yang kaya akan manajemen ditujukan untuk membangun sebuah image instansi kearah yang lebih baik lewat saluran media yang ada (Andipate, 2. Pencitraan juga bisa disebut sebagai imaging, yang artinya proses pembangunan citra. Jika pariwisata, pencitraan wajib dilakukan untuk membangun citra positif tempat wisata di mata wisatawan atau calon wisatawan. Ketika image destinasi wisata mulai terbangun, dimaksimalkan, dan menghasilkan banyak feedback positif maka secara langsung juga berdampak pada jumlah kunjungan wisata maupun pendapatan wisata. Semakin rutin dan masif kegiatan pencitraan positif maka impact yang dihasilkan juga akan semakin besar. Berbagai kegiatan pencitraan tersebut harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan terstruktur. Wisata religi adalah sebuah perjalanan ke lokasi wisata yang memiliki nilai religiusitas tinggi dan ditujukan untuk memenuhi hasrat rohaniah wisatawan. Spesifik penelitian ini ialah wisata religi, yang mana menurut Triyanto wisata religi adalah sebuah kegiatan perjalanan yang ditujukan untuk mengejar aspek-aspek spiritual seperti siraman rohani agar hasrat-hasrat rohanian bisa terpenuhi (Triyanto, 2. Penelitian ini berfokus pada wisata religi yang ada di Sragen. Jawa Tengah. Kabupaten yang mendapat julukan Bumi Sukowati tersebut memiliki beragam wisata. Berbagai tempat wisata religi tersebut ada salah satu obyek yang lagi ramai diperbincangkan karena memiliki isu negatif. Wisata tersebut adalah Makam Pangeran Samudro atau masyarakat awam sering menyebutnya dengan Gunung Kemukus. Gunung Kemukus merupakan perbukitan yang terletak di Sragen barat tepatnya di Desa Pendem Kecamatan Sumberlawang. Puncak bukit tersebut terdapat bangunan yang mana di dalamnya terdapat makam Pangeran Samudro. Pangeran Samudro masih memiliki keturunan dengan kerajaan Majapahit sekaligus murid Sunan Demak yang sedang melakukan kegiatan dakwah serta Islamisasi di pulau Jawa (Hidayat, 2. Pangeran Samudro memiliki sumbangsih ataupun peran dalam upaya dakwah Islam di Jawa maka banyak para pengunjung dari dalam maupun luar daerah berkunjung untuk Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. July-December 2024 Ramadhan Ekagandhi Destariyadi. Agus Sriyanto melaksanakan wisata religi atau ziarah kubur dan ngalap berkah ke makam Pangeran Samudro. Namun berdasarkan penjelasan awal peneliti bahwa telah terjadi beberapa isu negatif seperti penyimpangan ziarah kubur di Gunung Kemukus yang menyebabkan mendapat image negatif di masyarakat. Penyimpangan atau ritual ziarah kubur yang terkenal di Gunung Kemukus adalah pesugihan ngalap berkah. Penyimpangan tersebut tentunya bagi orang yang percaya kerap kali ditujukan untuk memperoleh kekayaan dengan cara yang instan yaitu melakukan berbagai ritual yang dilarang oleh agama. Ritual yang dimaksud adalah kegiatan melakukan sebuah persembahan dengan berhubungan intim nonmahram berjangka selama selapan atau 35 hari (Sari et al. , 2. Mirip dengan pernyataan berikut menurut Yulianto ngalap berkah yang ada di Gunung Kemukus merupakan sebuah ritual untuk mencapai sebuah kekayaan dengan syarat khusus yaitu berhubungan intim suami istri di luar ikatan pernikahan, tentunya dengan tujuan yang sama yaitu memperoleh sugih atau kaya dengan cara cepat (Yulianto, 2. Alkorni juga mengungkapkan bahwa objek wisata Gunung Kemukus itu seharusnya memiliki tingkat kesakralan serta nilai-nilai religi yang tinggi karena ada sosok penyebar serta pendakwah agama Islam yaitu Pangeran Samudro. Adanya kegiatan ritual PSK yang dilakukan di warung remang-remang dekat area Green belt Gunung Kemukus menyebabkan makam tersebut mendapat image negatif (Alkorni, 2. Gunung Kemukus merupakan obyek wisata ziarah yang menggunakan beberapa ritual (Bambang, 2. Penyelewengan ritual di Gunung Kemukus dengan mengharuskan berhubungan seksual non mahram tersebut juga muncul karena distorsi makna terkait dengan statement Kejawen yang berbunyi: AuSing sopo duwe panjongko marang samubarang kang dikarepakebisane kelakon iku kudu sarono pawitan temen, mantep, ati kang suci, ojo slewangsleweng, kudu mindeng marang kang katuju, cedhakno dhemene kaya dene yen arep nekani marang panggonane dhemenaneAy (Bambang, 2. Pernyataan Kejawen di atas dalam Bahasa Indonesia berarti Ausiapapun yang memiliki keinginan dan hasrat untuk sesuatu hal yang diinginkan maka harus diimplementasikan dengan serius, mantap, hati yang bersih, konsentrasi terhadap keinginan, mendekatkan dengan keinginan seperti pergi ke tempat favoritAy. Menurut Pencitraan Gunung Kemukus Oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen Sebagai Wisata Religi dan Keluarga Bambang, distorsi makna atau salah tafsir masyarakat terletak pada AudhemenaneAy yang kemudian dianalogikan dengan pacar simpanan atau tidak resmi (Bambang, 2. Berasal dari distorsi makna negatif tersebut muncul akibat atau efek. Efeknya adalah bisnis prostitusi mulai dikembangkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Bagi oknum pasti akan terus menyebar luaskan cerita tersebut agar usaha seperti karaoke, miras, dan PSK laku. Masalah tersebut akan membawa citra Gunung Kemukus dan opini masyarakat menjadi jelek dan terkesan sebagai wisata Hal tersebut tentu akan menjadikan krisis bagi Pengelola Gunung Kemukus dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen. Ritual prostitusi Gunung Kemukus semakin terkenal ketika tayang di media/program SBS (Special Broadcasting Servic. Australia pada 2014 dengan judul AuSex MountainAy, dan kala itu diliput langsung oleh Patrick Abboud, wartawan Australia (Abboud, 2. Patrick mengungkap dengan rinci kaitanya dengan ritual pesugihan yang dilakukan para peziarah, mulai dari mencari pasangan hingga telusur langsung ke kamar-kamar yang digunakan untuk kegiatan maksiat (Andryanto, 2. Setelah diliput oleh media asing. Gunung Kemukus juga turut diberitakan negatif oleh media-media lokal. Seperti salah satu berita yang dilansir dari solopos. berisi merebaknya seks bebas yang ada di Gunung Kemukus Satpol PP Sragen menggelar operasi Pekat . enyakit masyaraka. dan melakukan test HIV di kawasan Gunung Kemukus, alhasil ditemukan sejumlah PSK yang terinfeksi HIV (Duhri, 2. Setelah itu juga muncul berita yang menjelaskan bahwa para oknum kurang mengindahkan himbauan petugas sehingga dari beberapa penggerebekan yang dilakukan tim gabungan pemkab Sragen masih ditemui praktik prostitusi serta menindak beberapa PSK (Rahayu, 2. Melihat berbagai masalah yang muncul tersebut. Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengungkapkan ingin mengubah citra Gunung Kemukus menjadi wisata religi dan wisata keluarga (Miyos, 2. Harapan untuk mengubah citra Gunung Kemukus lebih baik maka dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen dan pengelola Gunung Kemukus memiliki strategi yang digunakan untuk mengubah stigma negatif Gunung Kemukus. Salah satu strategi yang dimiliki oleh pengelola Gunung Kemukus dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen dalam mengubah citra Gunung Kemukus Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. July-December 2024 Ramadhan Ekagandhi Destariyadi. Agus Sriyanto menjadi lebih baik ialah melakukan pencitraan. Pencitraan yang dilakukan salah satunya ialah melakukan pembangunan dan penataan Gunung Kemukus menuju wisata religi dan keluarga. Kegiatan pembangunan dan penataan Gunung Kemukus bisa dikatakan pencitraan mayor, yang mana hampir seluruh warung remang-remang digusur dan beberapa bangunan fasilitas umum mulai didirikan. Hal tersebut dilakukan untuk mengubah citra Gunung Kemukus yang sebelumnya terkenal sebagai tempat prostitusi menjadi wisata religi dan keluarga. Dampak dari pembangunan dan penataan Gunung Kemukus begitu besar. Terasa mulai dari jumlah pengunjung yang naik hingga merambat ke berbagai aspek seperti sosial dan ekonomi. Kunjungan Gunung Kemukus pasca pembangunan dan penataan setelah Januari 2022 bisa dikatakan meningkat. Meningkatnya kunjungan tersebut karena ada berbagai wahana baru di Gunung Kemukus. Adapun wahana tersebut meliputi promenade. RTHP, mainan anak, hingga beberapa spot foto yang Data untuk memperkuat argumen di atas ialah seperti salah satu berita yang dilansir oleh kompas. com, bahwa Gunung Kemukus yang sekarang sudah ditata dan dirapikan menjadi wisata religi dan keluarga yang cantik menarik dan instagramable. Hal tersebut karena berbagai fasilitas serta hiburan keluarga sudah bisa dinikmati oleh wisatawan (Prasetya, 2. Hingga pada awal tahun 2022. Gunung Kemukus mendapatkan kunjungan 550 santri dari Magelang. Kunjungan tersebut merupakan rekor baru bagi Gunung Kemukus dikarenakan sebelumnya belum pernah terjadi kunjungan sebanyak itu (Prakoso, 2022. Gambar 1. Screenshot IG Post @Sandiuno tentang Gunung Kemukus Sumber. com/sandiuno Kunjungan santri dari Magelang tersebut tentu membawa pusat perhatian dari berbagai media. Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif Sandiaga Salahudin Uno di Pencitraan Gunung Kemukus Oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen Sebagai Wisata Religi dan Keluarga akun Instagramnya hingga sempat mengomentari kunjungan tersebut dengan nada yang positif. Postingan feed Instagram tersebut. Sandiaga Uno menuturkan di kolom caption bahwa Gunung Kemukus pada dasarnya sudah dirubah menjadi lokasi wisata religi yang estetik serta menarik. Sandiaga Uno juga memberikan komentar bahwa persepsi negatif tentang semua hal yang berhubungan dengan Gunung Kemukus bisa berubah menjadi positif dikarenakan kunjungan 550 santri dari Magelang tersebut. Jadi tidak ada lagi yang mencari kekayaan atau sugih dengan tindakan ritual yang bertentangan dengan ajaran agama, melainkan kaya memang karena usaha kerja keras yang dijalankan sendiri oleh masyarakat. Efek dari penataan dan pembangunan tersebut nyatanya memiliki dampak besar bagi citra Gunung Kemukus. Hal tersebut bisa peneliti ungkapkan karena dari yang sebelumnya Gunung Kemukus terkenal sebagai tempat maksiat yang digambarkan dengan berbagai ritual sesat kini sudah berubah menjadi lebih baik menuju wisata religi dan keluarga. Kemudian proses penataan serta pembangunan Gunung Kemukus tersebut merupakan salah satu proyek nasional, yang mana proyek tersebut membutuhkan waktu 390 hari dengan anggaran 48,4 miliar (Tri, 2. Penelitian yang relevan kaitanya dengan wisata ritual Gunung Kemukus juga pernah dilakukan oleh Bambang. Bambang . mengungkap bahwa lokasi Gunung Kemukus memiliki urgensi ataupun peran penting bagi para wisatawan ataupun pengunjung yang memiliki kepercayaan terhadap roh leluhur untuk mencari kemakmuran, jodoh, keselamatan hingga kekayaan yang kemudian kepercayaan tersebut dianalogikan atau dimanifestasikan dengan beberapa kegiatan ritual ziarah dan melaksanakan hubungan seksual non mahram (Bambang, 2. Riset ini peneliti melihat dan menganalisis kondisi lapangan berdasarkan teori PR Programming and Communication dan tentunya target atau citra dan kepercayaan yang sampai di publik. Dari berbagai fenomena tersebut maka peneliti memilih judul pencitraan Gunung Kemukus oleh Dinas Pemuda Olahraga dan pariwisata Sragen sebagai wisata religi keluarga. METODE PENELITIAN Adapun dalam riset ini memakai jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode kualitatif bisa dianalogikan sebagai salah satu metode penelitian yang bisa memberikan Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. July-December 2024 Ramadhan Ekagandhi Destariyadi. Agus Sriyanto gambaran serta uraian yang mendalam tentang tulisan, tindakan, ucapan yang diperhatikan oleh peneliti dalam konteks tertentu secara komprehensif serta utuh (Ruslan, 2. Sedangkan deskriptif disini juga peneliti analogikan sebagai proses pemaknaan dan penuangan penelitian ke dalam bentuk kata dan kalimat yang merepresentasikan variabel penelitian. Penelitian ini juga termasuk ke dalam field research karena dilakukan langsung terjun ke lapangan dan tempat yang menurut peneliti memiliki banyak data yang bisa dikumpulkan dan relevan dengan variabel Penelitian ini dilakukan di dua tempat berbeda yaitu di Kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen dan di wisata Gunung Kemukus. Penelitian ini dilakukan dari 6 Juni hingga 26 Juli 2022. Data dari penelitian ini diambil dengan menggunakan beberapa teknik seperti wawancara, observasi, dan juga menelaah berbagai sumber-sumber yang relevan seperti buku dan arsip. Jumlah informan yang diwawancarai meliputi tujuh orang yang masing-masing memiliki pengalaman dan memiliki relevansi terhadap penelitian ini, serta beberapa diperoleh berdasarkan purposive sampling . Adapun kriteria pengunjung yang menjadi narasumber ialah pengunjung yang sudah sering berkunjung ke Gunung Kemukus dari sebelum dan sesudah dibangun dan ditata serta yang mampu merepresentasikan perubahan yang terjadi. Informan dari Dispora Sragen lebih peneliti khususkan pada pengulikan data yang lebih condong ke upaya pencitraan yang dilakukan ke Gunung Kemukus. Kemudian untuk juru kunci dan pengelola Gunung Kemukus lebih peneliti khususkan kepada data yang berhubungan dengan efek dan dampak pencitraan yang dilakukan oleh Dispora Sragen karena secara langsung mereka-lah yang ada di lokasi wisata Gunung Kemukus. Observasi dilakukan dengan mengamati bagaimana pencitraan yang dilakukan oleh Dispora Sragen dan kaitannya dengan feedback dari pengunjung. Jenis data juga dibagi menjadi data primer yang berasal dari observasi dan wawancara serta data sekunder yang berasal dari penelusuran dokumen-dokumen yang relevan dengan variable penelitian. Peneliti menggunakan teknik keabsahan data triangulasi. Triangulasi yang peneliti pakai meliputi dua jenis yaitu triangulasi sumber dan teknik. Triangulasi sumber yaitu mencocokan beberapa data dengan wawancara atau bertemu langsung dengan para informan kunci yang memiliki tupoksi dan kapasitas dalam menjawab Pencitraan Gunung Kemukus Oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen Sebagai Wisata Religi dan Keluarga berbagai data. Kemudian triangulasi teknik lebih condong kepada pengujian data berdasarkan teknik yang berbeda supaya ketemu data yang valid. Adapun untuk teknik analisis data juga dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan, diperoleh, kemudian diklasterkan sesuai dengan tingkat urgensinya. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen beralamatkan di Jl. Diponegoro No. Magero. Sragen Tengah. Kec. Sragen. Kabupaten Sragen. Jawa Tengah. Secara umum hampir seluruh pariwisata yang ada di Sragen dibawahi langsung oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen. Wisata itu termasuk Sangiran. Kolam Renang Kartika. Pemandian Air Panas Bayanan. Makam Pangeran Samudro dan lain-lain (Dispora Sragen, 2. Salah satu wisata yang mendapat perhatian khusus karena citra baiknya tercoreng adalah wisata religi ziarah makam Pangeran Samudro atau yang terkenal dengan Gunung Kemukus. Isu yang cukup terkenal adalah pesugihan ngalap berkah yang mengharuskan orang yang datang dengan tujuan mendapatkan kekayaan harus berhubungan intim non mahram selama 35 hari di Gunung Kemukus. Ada banyak versi yang mengatakan awal mula isu tersebut muncul di Gunung Kemukus. Versi yang pertama karena ajaran Tantrayana Pangiwo yang menjelaskan ketika ingin mukso . erpisahnya ruh dengan jasa. maka harus melampiaskan semua nafsu jahat/buruk, yang salah satunya berhubungan seks. Kedua adalah proxy war, yang mana versi ini lebih kepada penjajah yang ingin menghancurkan masyarakat Jawa dengan berbagai fitnah, termasuk penyelewengan cerita Pangeran Samudro dengan prostitusi itu tadi. Ketiga adalah krisis kepemimpinan, yang mana para walondo ingin mematikan karakter sosok Pangeran Samudro yang memiliki peran penting di masyarakat Jawa agar rakyat pribumi tidak semangat lagi dan gampang dipecah belah (Keluarga Arif Com ID, 2. Berbagai versi di atas, yang paling sering didengar masyarakat ialah terkait penyelewengan diksi AudhemenaneAy dalam statement Kejawen . atar belakan. , yang seharusnya berkonotasi positif tapi malah banyak dikonotasikan negatif. Padahal sosok Pangeran Samudro ialah sosok keturunan Majapahit yang belajar agama pada Sunan Demak dan mendapatkan misi untuk menyatukan kembali saudaranya yang kocar- Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. July-December 2024 Ramadhan Ekagandhi Destariyadi. Agus Sriyanto kacir akibat Kerajaan Majapahit diserang sekaligus mendapat misi untuk menyiarkan agama Islam di Tanah Jawa (Dispora Sragen, 2. Berbagai isu dan ritual negatif yang muncul tersebut secara langsung juga memunculkan beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab mendirikan warung remang, miras, dan menjajakan wanita PSK. Hal tersebut yang membuat nama Gunung Kemukus dicap sebagai lokasi bermaksiat. Melihat krisis tersebut. Pemkab Sragen bersama Dispora Sragen tentunya melakukan berbagai upaya pencitraan yang salah satunya yaitu penataan dan pembangunan Gunung Kemukus sebagai wisata religi dan Upaya Membangun Citra Adapun mengacu pada teori PR Programming and Communication milik Rosady Ruslan, aspek pertama yang peneliti ungkap ialah kaitannya dengan analisa situasi yang dilakukan Dispora Sragen utamanya dalam ranah pencitraan Gunung Kemukus menjadi wisata religi dan keluarga. Alasan memilih teori PR Programming and Communication karena teori tersebut cocok untuk mengungkap berbagai manajemen praktisi humas guna bangkit dari krisis yang sedang melanda instansi (Ruslan, 1. Berdasarkan wawancara dengan Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata, tidak ada ancaman yang serius karena proses pencitraan dibantu oleh warga masyarakat sekitar. AuKalau hambatannya dari awal kita mencoba branding itu sebenarnya nggak ada. Jenengan tahu kan dulu Gunung Kemukus terkenal sebagai wisata ritual seks. Hambatan pasti ada dari mereka yang pro terhadap cerita negatif Gunung Kemukus. Tapi hal tersebut bukan merupakan suatu hambatan bagi kita, karena kita disengkuyung oleh banyak pihak, mulai dari pemerintahan, warga setempat, terus dari muspika, camat, danramil, dan pemerintah desa. (Wawancara dengan Pak Aji. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Sragen, 14 Juni 2. Kemudian menurut bidang pemasaran wisata, ada beberapa ancaman yang akan mengganggu pencitraan Gunung Kemukus menjadi wisata religi keluarga yaitu orang yang masih percaya terhadap ritual pesugihan ngalap berkah dan rebutan lahan untuk berjualan para pedagang kaki lima di trotoar Gunung Kemukus. AuJadi kalau ancamannya yaitu paradigma warga sekitar yang sedikit masih memiliki pemikiran zaman dulu tapi nggak semua. Kedua adalah balik lagi karena ini menguntungkan dan ada aliran uangnya. Sekarang jual-beli, parkir, hiburan mulai menggeliat di Gunung Kemukus, mau nggak mau kan perekonomian berputar. Hal tersebut kalau nggak diatur mungkin bisa rebutan lahan parkir, rebutan penanganan Pencitraan Gunung Kemukus Oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen Sebagai Wisata Religi dan Keluarga Gunung Kemukus. Ay (Wawancara dengan Pak Agung. Bidang Pemasaran Pariwisata Sragen, 14 Juni 2. Rangka mengubah citra Gunung Kemukus menjadi wisata religi dan keluarga. Dispora Sragen juga memproduksi berbagai event dan program. Adapun untuk event dan program yang berhasil peneliti kumpulkan selama Januari hingga Juni 2020 seperti pelurusan legenda Gunung Kemukus. Pengajian Habib Syech. Tour De Sragen. Pasar Ekonomi Kreatif. Pentas Music. Workshop Digital Marketing, produksi gending Kemukus. Lomba video Kreatif . hoot angel Kemuku. , serta rencana Larap Slambu. Kemudian untuk dokumentasi yang berkaitan dengan event dan beberapa program sebagai berikut. Gambar 2. Sosialisasi Pelurusan Legenda Gunung Kemukus Sumber. Data Primer (Observas. Gambar 3. Pengjian Habib Syech di Gunung Kemukus pada . 2022 Sumber. Facebook. Gambar 4. Event Tour De Sragen pada . 2022 Sumber. Data Primer (Observas. Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. July-December 2024 Ramadhan Ekagandhi Destariyadi. Agus Sriyanto Gambar 5. Pasar Ekonomi Kreatif di Gunung Kemukus pada . 2022 Sumber. Data Primer (Observas. AuKalau kegiatan sampai sekarang kita masih terus untuk memproduksi berbagai Kita tidak leren sik karena nanti takutnya timbul apa-apa, jadi kita terus untuk mencetuskan berbagai program-program dan tentunya kegiatan yang bertujuan untuk membangun citra tersebut. Salah satunya adalah event HUT Sragen yang sebagian kita bawa ke sana. Antusiasme warga begitu luar biasa semua, mulai dari Pasar Ekraf dan Pengajian Habib SyechAy (Wawancara dengan Pak Aji. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Sragen, 14 Juni 2. Event dan program itu ditujukan untuk mempromosikan citra Gunung Kemukus menjadi wisata religi dan keluarga. Dari event tersebut tentunya juga terdapat pembagian personil yang mana masing-masing bidang memiliki tugas dan tupoksi. Namun secara garis besar. Bidang pengembangan destinasi Pariwisata memiliki tugas untuk memproduksi berbagai atraksi wisata dan upgrading SDM. Untuk Bidang Pemasaran Wisata lebih condong ke Promosi Pariwisata. Berdasarkan wawancara dengan Dispora, warga masyarakat sekitar juga dilibatkan untuk turut andil dalam berbagai kegiatan yang ada di Gunung Kemukus supaya terjadi kesnimabungan saatu sama lain. AuDari masing-masing dinas punya tugas sendiri terkait dengan pembagian wewenang sesuai dengan tupoksinya. Dispora ke bagian pariwisatanya. Dinas Sosial terkait dengan sosial kemasyarakatannya kalau di bidang pengembangan kita lebih peningkatan SDM. Kita juga libatkan warga sana mas, tujuannya agar teman-teman yang di sana tidak hanya sebagai penonton tetapi juga ikut terlibat sebagai pelaku pengembangan objek wisata religi keluargaAy (Wawancara dengan Bu Rani. Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Sragen, 14 Juni 2. Media yang digunakan Dispora Sragen untuk pencitraan Gunung kemukus sebagai wisata religi dan keluarga adalah website, akun IG @disporasrg, beberapa brosur . , dan mengikuti beberapa forum pariwisata Soloraya. Website sendiri secara garis besar juga beberapa kali di update terkait beberapa rilis pariwisata. Kemudian untuk seluruh pariwisata Sragen tidak dibuatkan akun IG sendiri karena Pencitraan Gunung Kemukus Oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen Sebagai Wisata Religi dan Keluarga mengingat untuk branding yang lebih simple jadi satu di akun @disporasrg. Tujuan satu akun tersebut untuk memperkenalkan pariwisata sragen lainnya. Kemudian Dispora Sragen juga menjalin jaringan dengan forum Pariwisata Soloraya. Forum tersebut terintegrasi dengan seluruh tempat wisata yang ada di Karesidenan Surakarta. karena itu ketika ada paket wisata Trip Solo maka beberapa paket include wisata Gunung Kemukus. AuKalau media kita pakai @disporasrg di Instagram. Kalau Kemukus kita belum ada karena kita ngga mau mengkhususkan satu atau dua objek wisata. Kan kalau seperti itu kan kita seolah-olah istimewakan. Karena Bayanan masih dibangun kita fullkan post Kemukus dan Sangiran. Ya itu tadi kita barengkan dengan Dispora dengan harapan ketika klik itu, pariwisata lainnya akan terbranding. Kita ada Forum Promosi Pariwisata Soloraya, itu semua kayak ada paket wisatanya dan terintegrasi seSoloraya. Sebenarnya kita juga promosi di luar Karesidenan Surakarta. Kita promosi ke Padang. Manado. NTB. Batam. Jadi yang ada flight penerbangan ke Solo kita promosikan (Wawancara dengan Pak Agung. Bidang Pemasaran Pariwisata Sragen, 14 Juni 2. Selanjutnya terkait budgeting atau pendanaan pencitraan Gunung Kemukus. Berdasarkan wawancara dan dokumentasi peneliti, seluruh retribusi tiket masuk Gunung Kemukus secara utuh berdasarkan tiket tersobek masuk ke PAD . endapatan Asli Daera. Adapun tiket masuk hari biasa 5 ribu, hari libur 6 ribu, malam Jumat Pon dan Kliwon 10 ribu. Semua dana dalam rangka kegiatan pencitraan Gunung Kemukus harus dipertimbangkan dahulu ke tim PAPD dan dana pencitraan tersebut secara langsung diambilkan dari DAK (Dana Alokasi Khusu. Pusat. AuSetiap tahunnya kita usulkan beberapa kegiatan kemudian diusulkan ke tim PAPD. Tapi tidak semua kegiatan bisa di acc. Hal tersebut tentunya menimbang dari kegiatan yang memiliki urgensi terlebih dahulu. Retribusi Gunung Kemukus kita setor ke PAD. Jadi hari ini dapet, besok harus masuk setor. Kita ndak nando dulu, jadi langsung dapet karcisnya berapa langsung kita setor. Omzet yang jalan sebenarnya tidak maksimal sih sekitar 42 juta tapi kalau dari PAD yang dihasilkan sekitar 18 kalau nggak 20 juta untuk 2 hariAy (Wawancara dengan Pak Agung. Bidang Pemasaran Pariwisata Sragen, 14 Juni 2. Setelah dipaparkan berbagai event, pendanaan, dan pembagian tugas maka aspek selanjutnya adalah aspek programming atau agenda perumusan berbagai program. Peneliti menganalogikan programming ini sebagai langkah Dispora Sragen dalam merencanakan berbagai program lewat beberapa pertemuan rapat atau sejenisnya. Dispora Sragen dalam memproduksi berbagai program dan event Gunung Kemukus Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. July-December 2024 Ramadhan Ekagandhi Destariyadi. Agus Sriyanto juga dilakukan secara terus menerus agar citra buruk bisa berubah, walaupun tanpa programming yang masif. AuKita kalau rapat mengalir mas, jadi kalau kita punya ide yang bisa dilaksanakan kita laksanakan, kalau bulanan ya kita lakukan bulanan. Kalau ndak bisa tahun ini ya kita lakukan tahun depan dan seterusnya. Tapi tetep kita harus ada kelengkapan dukungan semua. Ide yang akan dieksekusi kan kita perlu dukungan tenaga, waktu, dana, dan sejenisnya, misalkan akan membuat ticketing elektronik, kita perlu Kita ngga numpuk ide, numpuk ide aja malah kita menargetkan diri sendiri yang susah karena mengingat harus ada beberapa dukunganAy (Wawancara dengan Pak Agung. Bidang Pemasaran Pariwisata Sragen, 14 Juni 2. Aspek manajemen, evaluasi perlu dilakukan untuk monitoring, dan controlling terhadap program-program yang dilaksanakan. Evaluasi yang dilakukan Dispora Sragen dalam pencitraan Gunung Kemukus sebagai wisata religi keluarga ialah terus dan rutin melakukan berbagai kegiatan monitoring dan evaluasi mayor jika ada masalah atau krisis. Kemudian secara langsung Dispora Sragen juga melakukan monitoring UMKM. Homestay yang ada di Gunung Kemukus untuk memantau perkembangannya. Pemantauan tersebut bisa meliputi jumlah pendapatan, kesesuaian dengan standar yang berlaku, dan perizinan tempat usaha. AuKita me-review atau evaluasi terkaitan dengan pengembangan-pengembangan apa yang dibutuhkan masyarakat dan disesuaikan dengan rambu-rambu yang ada di Kementerian dan kita juga mereview pesertanya. Misalkan kalau yang di homestay apakah sudah melaksanakan standar homestaynya, di masing-masing lokasi usahanya apa belum untuk yang kuliner biasanya kita lebih kesecara pribadiAy (Wawancara dengan Bu Rani. Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Sragen,14 Juni 2. Feedback Publik Ada beberapa aspek yang peneliti temukan di lapangan berkaitan dengan respon publik terhadap berbagai pencitraan yang telah dilakukan Dispora Sragen terhadap wisata Gunung Kemukus. Feedback publik ini, peneliti mengklasterkan menjadi lima aspek penting seperti citra, kepercayaan, realitas, manfaat, dan keterikatan. Aspek pertama adalah citra. Citra menurut peneliti jika dirunut dalam konteks ini merupakan gambaran kolektif dari banyak publik terhadap suatu tempat wisata, badan atau instansi. Citra yang terbentuk di lapangan dari dampak pencitraan Gunung Kemukus oleh Dispora Sragen ialah citra wisata religi dan keluarga. Intinya ada perubahan citra Gunung Kemukus yang dahulu terkenal sebagai wisata ritual Pencitraan Gunung Kemukus Oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen Sebagai Wisata Religi dan Keluarga pesugihan menjadi lebih baik. Hal tersebut bisa peneliti utarakan karena berdasarkan wawancara dengan pengunjung Gunung Kemukus. AuKemukus yang dulu itu banyak tanda kutip begituan esek-esek. Kalau sekarangkan penataannya lebih rapi walaupun masih ada esek-esek di sekitar. Jadi masih ada yang Tapi secara garis besar banyak berubah mas. Kasarannya dulu banyak warung kopi plus plus sekarang lebih tertata dan tidak kumuh. Citranya negatif sedikit berkurangAy (Wawancara dengan Endro. Pengunjung Gunung Kemukus, 28 Juni 2. Citra yang membaik tersebut secara langsung mempengaruhi kepercayaan Kepercayaan tersebut memiliki gambaran pengunjung secara individu terhadap wisata Gunung Kemukus yang sekarang. Adapun setelah dilakukan pembangunan, penataan, serta produksi berbagai event oleh Dispora Sragen, kepercayaan pengunjung mulai meningkat. Hal tersebut karena bangunan warung remang di sekitar Gunung Kemukus (Greenbelt WKO) sudah digusur dan dibuat Penggusuran itu secara langsung akan mengurangi populasi Pekat . enyakit masyaraka. di Gunung Kemukus. Ditambah lagi dengan penambahan konsep wisata keluarga menjadikan Gunung Kemukus lebih ramah keluarga banyak wahana permainan anak. AuKalau dulu ya banyak orang nakal mas, dalam arti banyak wanita penjaja nafsu. Dulu juga disini banyak bangunan warung apa itu karaoke mas, kalau sekarang ya lumayan tertata mas dan lama juga ga naik ke atas mas. Sekarang banyak perubahan lha ini dibangun truss sana (RTHP) dibangun dan itu gerbang depan juga masAy (Wawancara dengan Susilo. Pengunjung Gunung Kemukus, 31 Juni 2. Berbagai kepercayaan muncul pasti ada beberapa aspek sebab akibat, yang mana sebab munculnya kepercayaan tersebut salah satunya karena timbul manfaat di benak khalayak Gunung Kemukus. Kebermanfaatan Gunung Kemukus bagi pengunjung tentu Manfaat tersebut bisa muncul karena berbagai daya tarik baru yang ada di Gunung Kemukus. Daya tarik tersebut seperti mainan anak, promenade, hingga lampulampu budaya yang estetik mirip Malioboro. AuDaya Tarik ya promenade sama lihat orang mas. Trus biasanya anakku minta naik mobil-mobilan aki dan foto-foto mas. Jadi tiap sore ada lampu masAy (Wawancara dengan Endro. Pengunjung Gunung Kemukus, 28 Juni 2. AuKalau sekarang yang menjadi daya tarik baru bagi saya ya ini mas promenade jalanjalan lihat orang dan lampu yang gemerlap ini. Pingin lihat si yang dulunya Kemukus terkenal sebagai tempat yang banyak PSK nya Sekarang jadi berubah lebih cantikAy (Wawancara dengan Susilo. Pengunjung Gunung Kemukus, 31 Juni 2. Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. July-December 2024 Ramadhan Ekagandhi Destariyadi. Agus Sriyanto Dari manfaat dan kepercayaan tersebut tentu perlu dikomparasikan dengan beragam realitas yang ada di lapangan. Adapun untuk data realitas yang peneliti dapatkan berdasarkan wawancara dan observasi peneliti kunjungan hanya ramai di wisata keluarga, dan untuk wisata religi biasa saja. Kemudian kurang lahan parkir dan penataan PKL kurang rapi. AuSesudah dibangun dan sebelum dibangun itu sebenarnya sama saja yang ziarahnya. Tapi kalau masalah keramaian, masalah perubahan itu karena penasaran New Kemukus (Wawancara dengan Pak Dwi Margono. Juru Kunci Makam Pangeran Samudro Gunung Kemukus, 30 Juni 2. AuYang kurang ya tempat parkir, penataan PKL yang mengganggu bahu jalan, ama tempat bermain anak. Disitukan yang banyak anak-anak mas kasarane ibu-ibu atau orang tua kan cuma mengawal anak anaknyaAy (Wawancara dengan Endro. Pengunjung Gunung Kemukus, 28 Juni 2. Setelah timbul realitas dan kebermanfaatan otomatis juga akan mengakibatkan minat paguyuban atau ormas untuk berkerjasama atau menjalin keterikatan. Adapun Gunung Kemukus juga menjalin keterikatan seperti kerjasama dengan Paguyuban Ojek Barong, penyedia kereta wisata, pemilik grup music, hingga beberapa dinas pemerintahan lainnya. AuSementara kita kerja sama dengan Paguyuban Ojek Barong secara intern dan dengan berbagai hiburan. Tentunya dengan kedepannya kita kerjasama dengan rekan-rekan yang memegangi kunjungan seperti kereta wisata dan sejenisnya (Wawancara dengan Pak Suparno. Pengelola Gunung Kemukus, 20 Juni 2. PR Programming & Communication Berdasarkan data observasi dan wawancara yang peneliti lakukan serta paparkan di atas maka peneliti berpendapat bahwa analisa situasi yang dilakukan oleh Dispora Sragen kurang menyeluruh dikarenakan masih kurang menganggap serius hambatan dan ancaman yang ada. Ancaman dan hambatan tersebut peneliti analogikan sebagai mereka yang masih berkecimpung di dunia maksiat utamanya yang berlokasi di Gunung Kemukus. Menurut peneliti bahwa ketika penyakit masyarakat sudah dibasmi dan berbagai persiapan serta perencanaan yang dilakukan maka ancaman tersebut bisa sirna 100 %. Perlu dicanangkan sebuah program yang bertujuan agar seluruh Pekat dan oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut bisa hilang semua. Juga diperlukan keseriusan dalam menghadapi ancaman dan hambatan serta tidak Pencitraan Gunung Kemukus Oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen Sebagai Wisata Religi dan Keluarga hanya mengandalkan dukungan dari masyarakat sekitar, namun perlu tindakan yang lebih komprehensif. Event yang dilaksanakan menurut peneliti juga kurang masif dalam arti perlu event-event yang cukup besar dilaksanakan dalam tempo yang berjangka ataupun waktu yang berdekatan dan tidak berselang lama. Namun selama ini juga event-event dari segi kualitas yang telah diselenggarakan di Gunung Kemukus cukup memadai dan matang konsepnya, sehingga membuat naiknya kunjungan. Beberapa kali melakukan upgrading SDM yang mana upgrading SDM tersebut juga ditujukan untuk memaksimalkan berbagai potensi yang ada di Gunung Kemukus supaya bisa tereksplor secara luas. Melakukan upgrading SDM entah itu dari internal pengelola ataupun dari Dispora Sragen nyatanya perlu dilakukan agar secara langsung juga turut membantu terciptanya citra Gunung Kemukus ke arah yang lebih baik secara tepat dan kekinian. Media yang digunakan oleh Dispora Sragen dalam ranah mencitrakan Gunung Kemukus sebagai wisata religi dan keluarga menurut analogika peneliti perlu diupgrade, yang mana perlu menggunakan mix branding. Mix branding di sini peneliti ungkapkan sebagai cara untuk menyebarluaskan Gunung Kemukus sebagai wisata religi keluarga dan juga berbagai event-event di dalamnya melalui media-media konvensional dan juga digital. Adapun juga berdasarkan paparan data dan wawancara, menurut peneliti diperlukan SDM baru yang bisa mengelola sosial media Gunung Kemukus secara independen. Jadi Gunung Kemukus perlu akun-akun sosial media sendiri agar branding dan pencitraannya lebih terfokus. Setelah pembahasan seputar media, selanjutnya yaitu budgeting atau proses Menurut peneliti berdasarkan sajian data yang telah dipaparkan di atas maka dengan dana yang sedemikian besar untuk mengelola Gunung Kemukus juga diperlukan pemikiran-pemikiran serta implementasi yang ekstra kepada tempat wisata yang memiliki urgensi untuk diperbaiki image-nya. Begitu juga Gunung Kemukus yang masih dalam tahap mengubah citra menjadi ke arah yang lebih baik. Dana tersebut juga perlu dikomparasikan dengan berbagai event-event ataupun kegiatan-kegiatan positif yang bisa mengubah citra Gunung Kemukus menjadi wisata religi dan keluarga serta menjadi ikon nasional. Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. July-December 2024 Ramadhan Ekagandhi Destariyadi. Agus Sriyanto Selanjutnya yaitu terkait dengan programming atau perumusan berbagai program-program dalam rangka untuk mencitrakan Gunung Kemukus sebagai wisata religi keluarga. Peneliti berasumsi bahwa perlunya beberapa rapat-rapat yang rutin untuk melaporkan serta mencetuskan berbagi ide-ide yang epic dan rutin untuk memperbaiki citra Gunung Kemukus ke arah yang lebih baik. Selanjutnya kaitanya dengan evaluasi yang dilakukan oleh Dispora Sragen yang memiliki korelasi dengan pencitraan Gunung Kemukus sebagai wisata religi keluarga juga menurut peneliti sudah cukup baik, karena Dispora Sragen sudah melakukan berbagai monitoring ke UMKM serta warga masyarakat sekitar yang mendirikan Homestay. Kemudian untuk evaluasi internal Dispora juga sudah dilakukan secara mayor atau cara keseluruhan satu badan. Evaluasi Mayor tersebut juga secara langsung menurut asumsi peneliti akan membawa berbagai masalah-masalah yang ada di Gunung Kemukus dan seluruh pariwisata yang ada di Sragen kemudian dicetuskan atau dilakukan sebuah manajemen untuk problem solving. Harapan Pencitraan Berdasarkan paparan data yang telah peneliti sampaikan di atas maka peneliti menganalogikan bahwa selama ini utamanya pasca pembangunan dan penataan. Citra Gunung Kemukus hanya sekadar membaik dari yang dahulu terkenal sebagai wisata ritual pesugihan kini bisa secara bertahap, berubah, serta bertransformasi menjadi wisata religi dan keluarga. Hal tersebut dikarenakan berdasarkan wawancara juga masih ada beberapa penyakit masyarakat yang masih ada di area Gunung Kemukus. Dari citra tersebut diperolehlah sebuah kepercayaan dari masyarakat atau khalayak Gunung Kemukus bahwa memang Gunung Kemukus sudah bertransformasi menjadi wisata religi keluarga. Hal tersebut kemudian dibuktikan dengan adanya berbagai pembangunan dan penataan. Setelah itu juga banyaknya daya tarik baru Gunung Kemukus yang juga diperlihatkan oleh beberapa mainan-mainan anak dan pedagang kaki lima yang ada di Gunung Kemukus, apalagi ketika ada berbagai eventevent positif di Gunung Kemukus seperti pengajian kemudian ada pasar ekonomi kreatif, dan sejenisnya. Berbagai kepercayaan yang timbul dari khalayak Gunung Kemukus bisa diperlihatkan dengan berbagai realitas-realitas yang ada di Gunung Kemukus. Kondisi Pencitraan Gunung Kemukus Oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen Sebagai Wisata Religi dan Keluarga di lapangan juga menurut peneliti cukup merepresentasikan Gunung Kemukus sebagai wisata religi dan keluarga, yang mana untuk wisata religi berada di puncak bukit, dan untuk wisata keluarga berada di kaki bukit, dan sekitar Kompleks Gunung Kemukus. Hal tersebut tentunya juga akan berpengaruh terhadap fasilitas-fasilitas yang lain. Oleh karena itu perlu disesuaikan juga kaitannya dengan lahan parkir kemudian ada penataan PKL, hingga penataan berbagai warung makan yang ada di kaki bukit Gunung Kemukus supaya tercipta Gunung Kemukus yang lebih tertata rapi, serta memiliki kemudahan akses dan nyaman. Realitas serta kepercayaan dari wisatawan tersebut karena adanya manfaat baru di Gunung Kemukus. Peneliti menggambarkan bahwa hasil dari kepercayaan tersebut tentunya dikarenakan muncul motif-motif berwisata yang kemudian berkorelasi dengan manfaatnya bagi para khalayak. Oleh karena itu Gunung Kemukus yang sekarang lebih memiliki tingkat kebermanfaatannya daripada Gunung Kemukus yang Menurut analisa peneliti bahwa kebermanfaatan tersebut juga muncul akibat daya tarik baru Gunung Kemukus yang ditawarkan seperti wahana bermain anak kemudian ruang terbuka promenade dan berbagai kuliner-kuliner kaki lima lainnya. Dari kebermanfaatan tersebut akan muncul berbagai keterikatan atau kerjasama dengan organisasi masyarakat ataupun dinas-dinas lainnya. Menurut peneliti, kerjasama yang dilakukan ini cukup plural dan menyeluruh ke berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, budaya, serta kesehatan. Hal tersebut bisa peneliti gambarkan karena kerjasama yang dilakukan oleh pengelola ataupun Dispora Sragen itu juga meliputi dengan pos ojek, kemudian kereta wisata, pemilik musik, dan dinasdinas lainnya, seperti Dinas Kesehatan, dinas sosial, dan jenisnya. Hal tersebut juga tentunya akan membuat semakin masifnya citra Gunung Kemukus sebagai wisata religi dan keluarga di khalayak luas. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan temuan data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa bahwa Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen kurang menganggap serius ancaman dan hambatan yang ada, namun tetap waspada kepada orang yang masih percaya ritual pesugihan di Gunung Kemukus dan perselisihan lapak PKL. Untuk mencitrakan Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. July-December 2024 Ramadhan Ekagandhi Destariyadi. Agus Sriyanto Gunung Kemukus sebagai wisata religi dan keluarga. Dispora mengadakan berbagai event dan program seperti Pasar Ekonomi Kreatif. Pengajian Habib Syech. Tour De Sragen, rencana Pembuatan Pokdarwis, live music. Pelurusan Legenda Gunung Kemukus. Lomba Video Kreatif, rencana Produksi Gending Kemukus. Larap Slambu, serta event positif lainnya. Gunung Kemukus dibangun dan ditata kembali selain untuk mengubah citra menjadi lebih baik juga untuk meningkatkan perekonomian sekitar. Seluruh dana untuk pencitraan Gunung Kemukus diambil dari DAK (Dana Alokasi Khusu. Pusat. Kemudian dana retribusi atau tiket masuk seluruhnya masuk ke Pendapatan Asli Daerah. Berbagai kegiatan pencitraan yang dilakukan oleh Dispora Sragen disebarluaskan lewat media konvensional brosur, dan digital (IG. Websit. , serta melakukan promosi di Forum Pariwisata Soloraya. Adapun untuk programming Dispora Sragen dilakukan secara mengalir sesuai dengan ide, dukungan, dana, dan urgensinya. Evaluasi juga dilakukan secara mayor keseluruhan dengan dilengkapi monitoring lapak UMKM dan home stay sekitar Gunung Kemukus. Berbagai upaya pencitraan yang dilakukan oleh Dispora Sragen dalam rangka membangun citra Gunung Kemukus sebagai wisata religi dan keluarga juga mendapatkan beberapa feedback positif dari pengunjung. Feedback tersebut berupa kepercayaan pengunjung terhadap Gunung Kemukus sebagai wisata religi dan keluarga meningkat. Hal tersebut karena realitasnya banyak daya tarik wisata baru seperti spot foto, promenade, lampu budaya, ruang terbuka hijau, mainan anak, hingga berbagai jajan kuliner. Hal tersebut secara langsung juga memberikan aspek menimbulkan kerjasama yang plural seperti kerja sama Gunung Kemukus dengan pos Ojek Barong, hiburan musik, warga sekitar, dan dinas lainnya. Saran Berdasarkan berbagai pemaparan di atas maka ada saran yang peneliti harapkan ialah bagi Dispora Sragen dan pengelola Gunung Kemukus supaya juga turut membranding secara masif wisata religi, menata kembali PKL, membuat program religi di kompleks wisata, dan membuat akses jalan alternatif bagi warga sekitar. Kemudian juga diperlukan upgrade SDM kaitannya dengan pengelola atau staf-staf yang mengurusi Gunung Kemukus, terutama untuk membuat akun official Gunung Kemukus Pencitraan Gunung Kemukus Oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen Sebagai Wisata Religi dan Keluarga sendiri agar pencitraan bisa terfokus. Diharapkan untuk penelitian selajutnya, dapat meneliti secara kongkrit dan terdata tentang revitalisasi yang ada di Gunung Kemukus. DAFTAR PUSTAKA