Nurhafizah, dkk / Tropical Animal Science 7. :203-210 Tropical Animal Science. November 2025, 7. :203-210 pISSN 2541-7215 eISSN 2541-7223 DOI:10. 36596/tas. Tersedia online pada https://ejournal. id/index. php/tas PERSEPSI PETERNAK SETELAH MENGADOPSI VAKSINASI PMK (PENYAKIT MULUT & KUKU) PADA SAPI BALI DI DESA BULO WATTANG KECAMATAN PANCARIJANG, KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG FARMERAoS PERCEPTION AFTER ADOPTING FMD (FOOT AND MOUTH DISEASE) VACCINATION ON BALI CATTLE IN BULO WATTANG VILLAGE, PANCARIJANG DISTRICT. SIDENRENG RAPPANG REGENCY Alya Nurhafizah1. Angga Nugraha2*. Musdalifa Mansur1 Program Studi Peternakan. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Muhammdiyah Sidenreng Rappang. Sidenreng Rappang. Indonesia 2Fakultas Sains Dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Sulawesi Selatan Rappang Jl. Angk. 45 No. 1 A. Lt. salo Rappang. Sidrap. Sulawesi Selatan 91651. Indonesia *E-mail korespondensi: anggasosek@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak setelah mengadopsi vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi Bali di Desa Bulo Wattang. Kecamatan Pancarijang. Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Sampel penelitian berjumlah 35 peternak yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap vaksinasi PMK tergolong tinggi, khususnya pada aspek manfaat dan motivasi. Meskipun demikian, keterbatasan masih ditemukan pada keterampilan pelaksanaan vaksinasi secara mandiri dan ketersediaan sarana pendukung. Kesadaran peternak terhadap pentingnya vaksinasi cukup baik, namun pelaksanaan teknisnya masih sangat bergantung pada pemerintah dan penyuluh. Kata Kunci: Persepsi, vaksinasi PMK, sapi bali, peternak, adopsi teknologi ABSTRACT This study aims to determine the perception of farmers after adopting Foot and Mouth Disease (FMD) vaccination in Bali cattle in Bulo Wattang Village. Pancarijang District. Sidenreng Rappang Regency. This study uses a descriptive quantitative approach. Data were obtained through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The research sample consisted of 35 farmers selected The results showed that farmers' perceptions of FMD vaccination were relatively high, especially in terms of benefits and motivation. However, limitations were still found in the skills of implementing vaccination independently and the availability of supporting facilities. Farmers' awareness of Nurhafizah, dkk / Tropical Animal Science 7. :203-210 the importance of vaccination is quite good, but its technical implementation is still very dependent on the government and extension workers. Keywords: Perception. FMD vaccination. Bali cattle, farmers, technology adoptione PENDAHULUAN Vaksinasi telah diakui secara luas sebagai strategi utama pengendalian PMK. Sapi Bali (Bos sondaicu. merupakan Pemberian vaksin dengan cakupan minimal plasma nutfah asli Indonesia yang memiliki 80% dari populasi ternak merupakan langkah lingkungan tropis dan efisiensi reproduksi (Shelemo, 2. Meski demikian, tingkat yang baik, sehingga menjadi salah satu adopsi teknologi vaksinasi oleh peternak sangat dipengaruhi oleh persepsi mereka peternakan rakyat (Fachroerrozi, 2. Hal ini terhadap manfaat, risiko, kemudahan akses, didukung oleh Nugraha et al. , . yang dan efektivitas vaksin. Persepsi ini pada menyatakan bahwa motivasi peternak sapi akhirnya menentukan keberhasilan program juga dipengaruhi oleh jumlah ternak yang vaksinasi secara keseluruhan (Baba et al. Penelitian sebelumnya oleh Nyoman penguasaan lahan pertanian, jumlah pedet & Made . menunjukkan bahwa program yang dihasilkan, memperoleh penghargaan vaksinasi PMK di Desa Sanggalangit. Bali, dari sistem bagi hasil, dan memperoleh menunjukkan hasil positif dari sisi capaian pengetahuan dan pengalaman beternak. vaksinasi, namun masih terbatas pada peran Beberapa vaksinator tanpa peningkatan kapasitas teknis peternakan menghadapi tantangan serius Penelitian lain oleh Suarmi . di akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku Kabupaten (PMK), yang disebabkan oleh virus Aphtae meskipun persepsi terhadap vaksinasi positif, epizooticae dari famili Picornaviridae (Firman et , 2. keterampilan teknis masih menjadi kendala Purwadi & Prasetyo, . Barru menambahkan morbiditas penyakit ini sangat tinggi, tetapi mortalitasnya rendah dan sangat evaluasi lokal terhadap tingkat penerimaan cepat menular . ighly contagiou. Tanda klinis teknologi vaksinasi di berbagai daerah. PMK adalah demam, muncul lesi . pada Hal Penelitian kaki, antar kuku bahkan kuku bisa sampai lepas, pincang, malas bergerak, gemetar dan mengadopsi vaksinasi PMK di Desa Bulo Wattang. Kecamatan Pancarijang. Kabupaten menurunkan produktivitas ternak, tetapi juga Sidenreng Rappang. Wilayah ini termasuk berdampak ekonomi luas seperti kerugian salah satu daerah dengan populasi sapi Bali pendapatan, pembatasan lalu lintas ternak, cukup tinggi dan tercatat sebagai lokasi terdampak PMK. Penelitian ini menggunakan Dampaknya (Halizah, 2. Nurhafizah, dkk / Tropical Animal Science 7. :203-210 mengkaji persepsi peternak dari empat aspek program vaksinasi PMK minimal dua kali. utama, yaitu: manfaat vaksinasi, ketersediaan Jumlah sampel ditentukan menggunakan sarana, keterampilan teknis, dan motivasi. rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dari total populasi 55 peternak, sehingga diperoleh 35 responden (Anwar et al. , 2. PMK penyuluhan yang lebih tepat sasaran. Desa Bulo Wattang. Kecamatan Pancarijang. Rappang. Sulawesi Selatan. Lokasi ini dipilih secara purposive endemis PMK yang memiliki populasi sapi Bali cukup tinggi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggambarkan persepsi peternak setelah mengadopsi vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Desain penelitian ini mengacu pada model survei lapangan menggunakan pendekatan statistik deskriptif, sebagaimana disarankan oleh Nempung et al. , . untuk analisis persepsi berbasis skala Likert. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dari 35 peternak sapi Bali melalui observasi, wawancara menggunakan Likert tingkat dari sangat tidak setuju . hingga sangat setuju . Skala ini dinilai efektif untuk mengukur sikap dan persepsi responden terhadap program adopsi teknologi (Baba et , 2. Analisis kuantitatif dengan teknik statistik deskriptif. Data hasil kuesioner diolah dalam bentuk skor dan diklasifikasikan ke dalam kategori berdasarkan interval kelas. Interpretasi nilai persepsi mengacu pada pendekatan klasifikasi kesehatan ternak yang digunakan oleh Saleh et al. Model penelitian ini didukung oleh tabel distribusi frekuensi dan penghitungan rerata dari setiap Validitas data dijaga melalui uji coba instrumen serta triangulasi data dari observasi dan dokumentasi lapangan. kuesioner tertutup, serta dokumentasi visual. Data Februari hingga Maret 2025, bertempat di keterampilan, dan motivasi. Setiap variabel Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Sidenreng kuesioner yang mencakup empat variabel MATERI DAN METODE Kabupaten Instrumen HASIL DAN PEMBAHASAN Dinas Peternakan dan instansi terkait yang berisi Penelitian data populasi ternak dan riwayat vaksinasi peternak di Desa Bulo Wattang. Kecamatan PMK di wilayah tersebut (BPS Sidrap, 2. Pancarijang. Kabupaten Sidenreng Rappang. Teknik Mayoritas peternak berjenis kelamin laki-laki menggunakan metode purposive sampling, . ,57%) dan berusia 57Ae80 tahun . %), kriteria khusus. Dalam hal ini, responden dengan pengalaman tinggi. Sebagian besar . ,29%) Nurhafizah, dkk / Tropical Animal Science 7. :203-210 berpendidikan dasar (SD: 42,86%). Sebanyak himbauan pemerintah untuk pelaksanaan 100% responden telah menerima dua kali vaksinasi yang vaksinasi PMK pada ternaknya. vaksinasi memberikan dampak langsung oleh Persepsi peternak terhadap vaksinasi di Desa dan PMK yaitu terdiri dari persepsi manfaat, penyebaran penyakit PMK pada ternak sapi persepsi sarana, persepsi keterampilan, dan bali yang dimiliki oleh para peternak. Hal ini persepsi motivasi. sesuai dengan pernyataan Hidayat, . Hasil penilaian pada persepsi manfaat yang menyatakan bahwa pemberian vaksin yaitu sebagian besar peternak percaya bahwa pada tubuh bukan hanya untuk membangun sistem kekebalan atau melindungi tubuh dari terhadap kesehatan ternak. penyakit, tetapi jika suatu saat terinfeksi penyakit tersebut tubuh tidak mengalami Tabel 1. Penilaian Variabel Manfaat Indikator Kategori jawaban sakit yang parah atau hanya akan mengalami Skor total Vaksinasi setuju . ,14%) baik bagi Ternak tidak Setuju . ,57%) efek samping setelah vaksin Total skor sakit ringan. Selain memutus mata rantai vaksinasi juga memusnahkan penyakit itu Terkait kepemilikan sarana, mayoritas sendiri, namun memiliki lahan pribadi untuk kegiatan vaksinasi. Sumber: Data Primer yang telah diolah, 2025 Keterangan: kategori jawaban berdasarkan skornya, yaitu Skor 5 = sangat setuju Skor 4 = setuju Skor 3 = cukup setuju Skor 2 = tidak setuju Skor 1 = sangat tidak setuju Berdasarkan Tabel vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Tabel 2. Penilaian Variabel Sarana Indikator Kategori jawaban Skor total Teknologi yang dimiliki milik peternak Lahan milik Tidak setuju . ,86%) Sangat Setuju . ,86%) Total skor Sumber: Data Primer yang telah diolah, 2025 Berdasarkan Tabel dengan variabel manfaat dengan indikator vaksinasi memberikan dampak baik bagi mengadopsi vaksinasi penyakit mulut dan ternak memperoleh skor 142 dan ternak tidak kuku (PMK) pada sapi bali di Desa Bulo mengalami efek samping setelah vaksin. Wattang. Kecamatan Panca Rijang. Kabupaten memperoleh total skor 158 dengan total skor Sidenreng Rappang dengan variabel sarana secara keseluruhan yaitu 300 termasuk dalam dengan indikator teknologi yang digunakan kategori Sangat Setuju . Kelompok tani merupakan milik peternak, memperoleh total ternak yang berada di Desa Bulo Wattang, skor 85 dan kawasan lahan yang digunakan Kecamatan Pancarijang. Kabupaten Sidenreng merupakan milik peternak, memperoleh skor Rappang, sangat antusias dalam mendengar 152 dengan total skor secara keseluruhan Persepsi Nurhafizah, dkk / Tropical Animal Science 7. :203-210 yaitu 237 termasuk dalam kategori Cukup yaitu 218 termasuk dalam kategori sangat Setuju/Cukup tinggi. tidak setuju/ sangat rendah. Peternak yang Peternak yang berada di Desa Bulo berada di Desa Bulo Wattang memiliki lahan Wattang. Kecamatan Panca Rijang. Kabupaten dan kandang jepit untuk tempat pengoprasian Sidenreng vaksinator dari pemerintah, tetapi mayoritas memiliki teknologi vaksinasi berupa alat peternak belum dapat melakukan vaksinasi. vaksin, peternak kebanyakan memiliki lahan Hal ini, menunjukan perlunya keterampilan dan kandang jepit untuk tempat pengoprasian vaksinator dari pemerintah. Hal ini sesuai Menurut Lestari et al. , . menyatakan bahwa kawasan ternak aset yang menyatakan bahwa upaya pengembangan sangat besar yang perlu dikembangkan dan diberi pendampingan agar tetap terjaga dan menerapkan sistem pemeliharaan tradisional, sering kali dijumpai skala usaha yang relatif Rappang. Mirza, . kecil serta keterbatasan akses terhadap ilmu Kemampuan Oleh karena itu, untuk mendorong melakukan vaksinasi secara mandiri masih kemajuan sektor peternakan di diperlukan rendah, mereka sangat bergantung pada penerapan teknologi peternakan. petugas vaksinator. Motivasi peternak dipengaruhi oleh Tabel 3. Penilaian Variabel Keterampilan Indikator Kategori jawaban Skor total Peternak dapat Tidak Setuju . %) Penyuluh Setuju . ,29%) Total skor Sumber : Data Primer yang telah diolah, 2025 Berdasarkan Persepsi Tabel manfaat vaksinasi. Tabel 4. Penilaian Variabel Motivasi Indikator Kategori jawaban Skor total Mengikuti Mengetahui Setuju . ,43%) Sangat Setuju . %) Total skor Sumber : Data Primer yang telah diolah, 2025 Berdasarkan Tabel mengadopsi vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi bali di Desa Bulo mengadopsi vaksinasi PMK pada sapi bali di Wattang. Kecamatan Panca Rijang. Kabupaten Desa Bulo Wattang Kecamatan Panca Rijang. Sidenreng Rappang Kabupaten variabel motivasi dengan indikator peternak Persepsi Sidenreng Rappang memperoleh total skor 47 dan penyuluh memperoleh total skor 132 dan memahami kompeten dalam vaksinasi, memperoleh skor manfaat vaksinasi, memperoleh skor 123 171 dengan total skor secara keseluruhan dengan total skor secara keseluruhan yaitu Nurhafizah, dkk / Tropical Animal Science 7. :203-210 255 termasuk dalam kategori setuju / tinggi. KESIMPULAN Hal ini menunjukan bahwa peternak yang berada di Desa Bulo Wattang Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang sosialisasi dan dalam hal ini peternak hanya sampai pada taraf memahami manfaat dari vaksinasi itu sendiri walaupun belum sampai pada taraf pengoprasian langsung. Hal ini sesuai dengan pendapat Aceh, . , pendekatan partisipatif yang berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. Ketercapaian pembangunan masyarakat tidak memastikan pengetahuan tersebut diterapkan secara efektif dan berkelanjutan sehingga dapat memperbaiki taraf hidup masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peternak memiliki persepsi positif terhadap PMK, manfaat dan motivasi. Namun, pada aspek sarana dan keterampilan, masih terdapat vaksinasi dan pelatihan teknis (Tabel . Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Suarmi . , bahwa keberhasilan adopsi vaksinasi Sebagaimana dijelaskan oleh Hidayat . , vaksinasi berperan penting dalam membentuk kekebalan kelompok dan menjaga kesehatan ternak secara luas. Hasil penelitian mengenai persepsi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi Bali di Desa Bulo Wattang. Kecamatan Pancarijang. Kabupaten Sidenreng Rappang, dapat disimpulkan bahwa tingkat persepsi peternak tergolong tinggi, khususnya pada Peternak menyadari bahwa vaksinasi memiliki dampak positif dalam mencegah penyebaran PMK dan menjaga kesehatan ternak. Namun demikian, aspek keterampilan teknis dan ketersediaan sarana masih menjadi kendala, sehingga pelaksanaan vaksinasi sebagian besar masih instansi terkait. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang atas dukungan dan fasilitas yang diberikan selama penyusunan jurnal ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dinas Peternakan Kabupaten Sidenreng Rappang, aparatur desa, serta peternak sapi bali di Desa Bulo Wattang yang telah berpartisipasi dan memberikan informasi berharga. Penghargaan yang tulus ditujukan kepada dosen pembimbing atas bimbingan dan masukan selama proses penyusunan, serta kepada kedua orang tua dan keluarga tercinta atas doa, dukungan, dan semangat yang tiada Tabel 5. Skor Total Persepsi per Variabel DAFTAR PUSTAKA