600 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Penguatan Karakter Siswa Sekolah Dasar melalui Program KKN Mengajar di SDN 04 Jaho Citra Eska Nugraha1. Ahnaf Nabila Putri2. Laras Aprina Martin3. Darma Nuraini4. Aidil Fitroh Nasution5. Syeilendra6* Universitas Negeri Padang E-mail: citraeskanugraha@gmail. com1, darmanuraini06@gmail. com2, larasaprina0871@gmail. ahnafnabila906@gmail. com4, fitrohaidil71@gmail. Article History: Received: 12 Maret 2025 Revised: 05 April 2025 Accepted: 10 April 2025 Keywords: Pendidikan karakter. KKN mengajar, sekolah dasar. SDN 04 Jaho Abstract: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter siswa Sekolah Dasar melalui program KKN Mengajar yang dilaksanakan di SDN 04 Jaho. Permasalahan karakter siswa yang kian memudar di era digital menuntut intervensi edukatif yang relevan dan kontekstual. Mahasiswa KKN hadir dengan rancangan pembelajaran berbasis nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukatif partisipatif melalui pengajaran tematik yang dikemas secara kreatif dan Kegiatan berlangsung selama 40 KKN mengintegrasikan pendidikan karakter dalam proses belajar mengajar setiap hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan sikap disiplin dan kerja sama siswa dalam kelas, serta antusiasme tinggi terhadap kegiatan belajar. Program ini pembentukan karakter siswa sejak dini dan dapat direplikasi dalam kegiatan KKN di wilayah lain. PENDAHULUAN Pembentukan karakter peserta didik merupakan fondasi penting dalam dunia pendidikan, terutama di jenjang Sekolah Dasar. Karakter yang kuat menjadi modal utama bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang Dalam konteks ini, pendidikan karakter memiliki peran strategis dalam membentuk siswa yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan berempati sosial (Kemdikbud, 2. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan sejak dini terbukti efektif dalam membangun kebiasaan positif dan meningkatkan interaksi sosial Pendidikan karakter yang terintegrasi dalam kegiatan belajar-mengajar juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran (Syamsu & Putra, 2. Namun, pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah dasar di daerah pedesaan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan jumlah guru, beban administratif, dan kurangnya media pembelajaran yang relevan dengan nilai-nilai karakter. Sekolah Dasar Negeri 04 Jaho merupakan salah satu sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Tanah Datar yang memiliki potensi besar dalam pengembangan karakter siswa. Namun, dalam praktiknya, sekolah ini masih memerlukan intervensi program yang mendukung penguatan karakter siswa secara lebih intensif. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam hal ini melalui program KKN Mengajar yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga edukatif dan sosial. Program KKN Mengajar yang dilakukan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil belajar kognitif, tetapi juga diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan sosial melalui interaksi langsung dan pembelajaran kontekstual. Penelitian oleh Lestari et al. menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran di sekolah dasar memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku siswa, khususnya dalam hal disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Dalam pelaksanaan KKN Mengajar, mahasiswa menggunakan pendekatan edukatif yang menyenangkan melalui berbagai metode seperti bermain peran, mendongeng, diskusi kelompok, dan kegiatan kreatif. Metode ini terbukti lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter dibandingkan metode ceramah semata (Yuliana & Fadilah, 2. Selain itu, kehadiran mahasiswa sebagai figur yang dekat secara usia dengan siswa mampu menciptakan relasi sosial yang positif dan memberikan keteladanan nyata dalam berperilaku. Pendidikan karakter juga menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan era digital. Anak-anak saat ini sangat rentan terhadap pengaruh media sosial dan konten yang tidak sesuai Pendidikan karakter melalui pendekatan langsung seperti yang dilakukan dalam program KKN menjadi solusi alternatif untuk menyeimbangkan pengaruh negatif media digital (Rahmawati & Arifin, 2. Dengan menanamkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, empati, dan integritas, siswa diharapkan mampu membentengi diri dari pengaruh buruk tersebut. Mahasiswa KKN sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dalam membangun budaya sekolah yang kondusif terhadap penguatan karakter. Kegiatan mereka tidak hanya bersifat temporer, tetapi memiliki efek jangka panjang apabila dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif bersama guru serta komunitas sekolah (Indrawati et al. , 2. Oleh karena itu, kegiatan KKN Mengajar di SDN 04 Jaho menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan dampak program KKN Mengajar terhadap penguatan karakter siswa di SDN 04 Jaho. Fokus utamanya adalah bagaimana mahasiswa KKN mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran tematik dan bagaimana hal tersebut berpengaruh terhadap perubahan perilaku siswa selama kegiatan METODE Kegiatan KKN Mengajar dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas . selama 40 hari di SDN 04 Jaho. Metode pelaksanaan terdiri dari: Observasi awal terhadap kondisi karakter siswa. Perencanaan program penguatan karakter berbasis pembelajaran tematik. Pelaksanaan pembelajaran harian yang disisipkan nilai-nilai karakter. Refleksi dan evaluasi harian bersama guru kelas. Kegiatan belajar dilakukan secara klasikal dan kelompok kecil, dengan media edukatif seperti poster nilai, permainan edukatif, dan cerita bergambar. Nilai-nilai karakter yang ditekankan antara lain: disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program KKN Mengajar di SDN 04 Jaho berlangsung selama 40 hari kerja dan difokuskan pada penguatan karakter siswa melalui pembelajaran tematik yang integratif. Mahasiswa KKN menjalankan peran sebagai pendidik tambahan yang membantu guru kelas dalam menyampaikan materi sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui aktivitas harian. Kegiatan dilakukan secara kolaboratif dengan guru kelas agar pendekatan yang digunakan relevan dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Salah satu keberhasilan program ini terlihat dari perubahan perilaku siswa dalam aspek Siswa mulai terbiasa datang tepat waktu, mengikuti aturan kelas, dan menyelesaikan tugas yang diberikan secara mandiri. Mahasiswa menggunakan pendekatan positif reinforcement seperti memberi penghargaan simbolik, pujian, serta permainan edukatif yang membuat siswa merasa senang dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan nilai karakter secara konsisten dapat membentuk perilaku positif siswa. Selain itu, sikap tanggung jawab juga mulai terlihat dari bagaimana siswa merawat alat belajar, menjaga kebersihan kelas, serta menjalankan tugas piket kelas dengan sukarela. Dalam beberapa kegiatan seperti proyek kelompok, siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan tugas secara bersama-sama. Mereka diajak untuk berdiskusi, berbagi peran, dan menyelesaikan tantangan secara kolaboratif. Hasilnya, terjadi peningkatan semangat kerja sama dan rasa kepemilikan terhadap hasil kerja kelompok. Nilai kejujuran ditanamkan melalui kegiatan bercerita dan refleksi bersama. Mahasiswa sering mengangkat cerita rakyat atau kisah moral yang berkaitan dengan kejujuran, lalu mengajak siswa untuk mengungkapkan pendapat mereka. Siswa dilatih untuk mengungkapkan pengalaman pribadi secara jujur dan mengakui kesalahan tanpa rasa takut. Dalam beberapa kasus, siswa secara sukarela mengakui kesalahan kecil seperti lupa membawa buku atau meninggalkan tugas, yang kemudian menjadi momen pembelajaran bersama. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Penguatan nilai empati dan kepedulian dilakukan melalui kegiatan sosial kecil seperti membuat kartu ucapan untuk teman yang sakit, membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran, atau merayakan ulang tahun teman bersama-sama. Hal-hal sederhana ini memberikan dampak emosional yang kuat dan menumbuhkan rasa peduli satu sama lain. Guru menyatakan bahwa siswa menjadi lebih ramah dan peduli terhadap kondisi temannya, bahkan mulai muncul budaya saling mengingatkan dalam kebaikan. Dari segi pendekatan, mahasiswa KKN menggunakan metode yang variatif dan menyenangkan, seperti bermain peran, permainan edukatif, lagu anak-anak bernilai karakter, hingga membuat karya seni bertema nilai-nilai moral. Pendekatan ini terbukti efektif membuat siswa lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai-nilai yang disampaikan. Proses belajar menjadi lebih interaktif, kreatif, dan tidak membosankan bagi siswa. Kegiatan evaluasi dilakukan secara informal setiap akhir minggu, dengan melakukan refleksi bersama guru dan siswa mengenai nilai apa yang sudah dipelajari dan diterapkan. Siswa diajak untuk menuliskan atau menggambarkan pengalaman mereka dalam menjalankan nilai karakter yang telah diajarkan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengukur dampak program terhadap perubahan perilaku siswa secara nyata. Gambar 1. Program KKN Mengajar di SDN 04 Jaho Secara umum, respon pihak sekolah sangat positif terhadap keberadaan mahasiswa KKN. Kepala sekolah dan guru menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa membawa angin segar dalam proses pembelajaran dan mampu membangun hubungan yang baik dengan siswa. Pihak sekolah juga berharap agar program seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan dikembangkan dengan pelibatan komunitas sekolah secara lebih luas. Program ini menunjukkan bahwa penguatan karakter siswa tidak harus selalu dilakukan secara formal melalui ceramah atau tata tertib, melainkan dapat dilakukan secara natural melalui pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Mahasiswa KKN sebagai fasilitator pembelajaran sekaligus role model memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inspiratif bagi siswa sekolah dasar. KESIMPULAN Program KKN Mengajar di SDN 04 Jaho telah memberikan kontribusi nyata dalam penguatan karakter siswa sekolah dasar melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan partisipatif. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa, seperti pengajaran tematik, permainan edukatif, serta refleksi nilai karakter, mampu menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan empati dalam diri siswa. Pendekatan yang digunakan terbukti efektif karena disesuaikan dengan gaya belajar anak serta melibatkan keterlibatan emosional dan sosial a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 secara langsung. Kehadiran mahasiswa KKN sebagai fasilitator sekaligus teladan dalam proses pembelajaran turut menciptakan suasana sekolah yang lebih kondusif dan inklusif. Program ini tidak hanya memperkuat aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa secara Berdasarkan hasil pengamatan dan interaksi selama kegiatan berlangsung, dapat disimpulkan bahwa penguatan karakter siswa akan lebih optimal apabila dilakukan secara konsisten, kolaboratif, dan berbasis pengalaman nyata. Dengan hasil yang diperoleh, program KKN Mengajar ini diharapkan dapat dijadikan model pengabdian yang berkelanjutan dan direplikasi di sekolah dasar lainnya, khususnya di daerah yang menghadapi tantangan dalam pengembangan karakter siswa. Sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan karakter di tingkat dasar. DAFTAR PUSTAKA