JurnalAssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. : Januari - Juni 2025 ISSN 2528-3391 (Prin. ISSN 2776-3153 (Onlin. DOI: http://doi. org/10. Tersedia online di https://jurnalassyifa. Hubungan Peran Kader Desa dengan Penerapan Desa Open Defication Free (ODF) The Relationship between the Role of Village Cadres and the Implementation of Open Defecation Free (ODF) Villages 1* Muhammad Shalahuddin. Maifrizal D-i Sanitasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jabal Ghafur Correspondence: odingskm@gmail. ABSTRAK Penerapan Program Desa Open Defication Free (ODF) ODF menjadi sebuah pendekatan dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mencapai sanitasi yang lebih baik Program desa ODF untuk mewujudkan lingkungan sehat dalam mencegah penyakit menular. Dukungan peran kader desa sangat penting untuk percepatan peningkatan jumlah masyarakat yang mempunyai jamban sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran kader desa berhubungan dengan penerapan desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan crosectional. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Uji Reliabilitas Menggunakan Cronbach's Alpha untuk menguji konsistensi internal masingmasing subskala . engetahuan, sikap, dan kepatuha. Melibatkan 64 desa sebagai Analisis yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara peran kader (PValue=0,. dengan penerapan desa ODF. Diharapkan kepada kader desa untuk bisa lebih fokus dalam meningkatkan peran dan kompetensi melalui program pelatihan dan workshop yang berfokus pada teknik edukasi masyarakat dan pengelolaan sanitasi yang efektif. Kata Kunci: Desa ODF. Peran Kader. Sanitasi ABSTRACT Implementation of the Open Defecation Free (ODF) Village Program ODF is an approach in the health sector that aims to improve the quality of life of the community and achieve better sanitation. The ODF village program is to create a healthy environment in preventing infectious diseases. The support of the role of village cadres is very important to accelerate the increase in the number of people who have healthy toilets. This study aims to analyze the relationship between the role of village cadres in relation to the implementation of ODF villages. The research method used is quantitative with a cross-sectional approach, involving 64 villages as samples. The analysis used is univariate and bivariate analysis. The JurnalAssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 results of the study showed that there was no relationship between the role of cadres (P-Value = 0. and the implementation of ODF villages. It is hoped that village cadres can focus more on improving their roles and competencies through training programs and workshops that focus on community education techniques and effective sanitation management. Keyword: Role of Cadres. ODF Village. Sanitation. PENDAHULUAN Desa Open Defecation Free (ODF) merupakan desa yang telah bebas dari praktik buang air besar sembarangan. ODF merupakan salah satu inisiatif penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan sanitasi di Indonesia (Kemenkes RI, 2. ODF yaitu suatu keadaan ketika setiap individu dalam kelompok tidak melakukan kebiasaan buang air besar sembarangan. Hal ini tentu saja dapat berpengaruh terhadap penyebaran penyakit berbasis lingkungan sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan dorongan untuk merubah kebiasaan masyarakat. Masyarakat harus 100% memiliki akses jamban sehat agar terciptanya Desa/Kelurahan Open Defecation Free (ODF). Yang dimaksud dengan Desa/Kelurahan Open Defecation Free (ODF) adalah Desa/kelurahan yang 100% masyarakatnya sudah melakukan kebiasaan buang air besar di jamban sehat, yaitu mencapai perubahan perilaku pilar satu dari lima pilar STBM yaitu stop buang air besar sembarangan (Febriani dkk, 2. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah Indonesia menginisiasi Program Open Defecation Free (ODF) sebagai bagian dari Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). ODF merupakan kondisi di mana setiap individu dalam komunitas tidak melakukan praktik buang air besar sembarangan dan memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak. Tujuan utama dari program ini adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat (Kementerian Kesehatan RI. Kader kesehatan, terutama kader Posyandu, merupakan elemen kunci dalam mengedukasi, memfasilitasi, dan memantau perilaku masyarakat terhadap sanitasi. Kader memiliki hubungan yang erat dengan warga dan dipercaya oleh masyarakat setempat, sehingga menjadi agen efektif dalam mendorong perubahan perilaku. Mereka berperan dalam penyuluhan, pendampingan rumah tangga, serta menjadi penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan atau pemerintah desa (Sari, 2. Beberapa studi menunjukkan keberhasilan program ODF sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif kader. Penelitian oleh Yuniarti et al. di Kabupaten Grobogan menunjukkan bahwa keberadaan dan kapasitas kader sangat berpengaruh terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dan percepatan desa menuju status ODF. Hasil serupa juga ditemukan dalam studi Wulandari . di Kabupaten Dompu. NTB, yang menyatakan bahwa pelatihan dan motivasi kader berkorelasi positif terhadap keberhasilan verifikasi ODF di tingkat desa. Penerapan program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sanitasi di kalangan masyarakat dan tenaga kerja sanitasi. Namun, penerapan desa ODF sebagai salah satu pilar STBM masih menghadapi berbagai tantangan di wilayah tertentu. JurnalAssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 METODE Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif untuk menganalisis data, meliputi nilai rata-rata, maksimum, minimum, dan standar deviasi (Oza, 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan crosectional untuk mengetahui hubungan peran kader dengan penerapan desa Open Defecation Free (ODF). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Uji Reliabilitas Menggunakan Cronbach's Alpha untuk menguji konsistensi internal masing-masing subskala . engetahuan, sikap, dan kepatuha. Melibatkan 64 desa sebagai sampel. Analisis yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. HASIL Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi frekuensi peran kader desa tahun 2023 Peran Kader Desa Baik Tidak Baik Jumlah Jumlah Berdasarkan data dari tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 64 responden menilai Peran Kader Desa sebagai "Kurang Baik" . ,1%) dan "Baik" . ,9%). Analisis Bivariat Tabel 2. Hubungan antara Peran kader dengan penerapan desa ODF tahun Peran Kader Kurang Baik Baik Penerapan Desa ODF Tidak 12,5 9 85,9 55 P Value 0,141 0,05 Berdasarkan data dari tabel diatas menunjukkan bahwa hampir semua desa . ,9%) dengan kader desa yang dinilai baik telah berhasil menerapkan ODF, sedangkan sebagian besar desa . ,1%) dengan kader yang dinilai kurang baik belum menerapkannya. Menunjukkan Hubungan antara Peran Kader Desa dengan Penerapan Desa ODF, tidak ada hubungan dengan nilai (P=0,. karena dengan meneliti 64 orang dalam 64 desa itu tidak bisa dijadikan landasan penelitian, hal ini disebabkan tidak menjamin validitas suatu penelitian. PEMBAHASAN JurnalAssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 Kader desa memiliki peran penting dalam penerapan ODF, dengan 85,9% dari desa yang memiliki kader baik berhasil menerapkan ODF. Kader desa yang aktif dalam mensosialisasikan program ini berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, meskipun ada indikasi peran positif kader desa, penelitian ini belum dapat membuktikan adanya hubungan signifikan karena masih ada masyarakat yang buang air di sungai. Kurangnya pengetahuan dan sikap masyarakat yang masih BAB di sungai, hal itu terkait tentang program kerja PHBS pada desa berstatus ODF menandakan bahwa peran kader tidak berfungsi secara maksimal. Program Desa ODF merupakan salah satu pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan program nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dicanangkan sejak tahun 2008 sebagai sebuah upaya untuk mempercepat peningkatan akses sanitasi (Kemenkes RI, 2. Dalam rangka mewujudkan tercapainya status desa ODF di Kecamatan Pidie. Kabupaten Pidie maka kader desa memiliki peran strategis. Peran kader sangatlah besar dalam membantu pihak Puskesmas dalam mensukseskan program-program yang telah direncanakan, termasuk mewujudkan semua desa dalam Kecamatan Pidie yang berstatus ODF (Aulia A, dkk 2. Tidak optimalnya peran kader kesehatan disuatu desa, dapat berpengaruh pada tingkat kesehatan warga desa tersebut. Kader kesehatan sejatinya merupakan perwujudan dari usaha-usaha secara sadar dan terencana untuk menumbuhkan prakarsa dan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan sehingga sebuah desa berstatus ODF (Rahayu P, 2. Akan tetapi, mengingat bahwa pada umumnya kader bukanlah tenaga profesional melainkan hanya membantu dalam pelayanan kesehatan. Namun, mereka diharapkan mampu dalam menyelesaikan masalah umum yang terjadi di masyarakat dan mendesak untuk diselesaikan. Perlu ditekankan bahwa para kader kesehatan masyarakat itu tidak bekerja dalam sistem yang tertutup, tetapi mereka bekerja dan berperan sebagai seorang pelaku sistem kesehatan. Oleh karena itu, mereka harus dibina, dituntun, serta didukung oleh pembimbing yang terampil dan berpengalaman (Harahap, 2. DAFTAR PUSTAKA