Pengaruh Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Prestasi Akademik (Studi Kasus Mahasiswa PBA UIN Matara. 1Izul Fahmi, 2Suparmanto, 3Meta Swala, 4Muhammad Walid, 5Wiryan Hadi Anggara Universitas Islam Negeri Mataram izulfahmi941@gmail. com, suparmanto181@gmail. metaswala936@gmail. com, walidbima4@gmail. wiryanhadianggara22@gmail. Abstract: The curriculum is a crucial element in the implementation of learning in a The curriculum plays a role in determining the direction, purpose, or goals of national education. Without a curriculum, any education system will not be wellexecuted, and educational goals cannot be optimally achieved. So important is the curriculum to education that the government has made amendments to it ten times. Since 2020 until now, the Ministry of Education and Culture has issued a policy in the form of a curriculum change from the 2013 curriculum to the "Merdeka Belajar" The main purpose of these curriculum amendments is to maximize and optimize students' learning outcomes or academic achievements at all levels, from elementary, junior high, senior high/vocational schools, to higher education. This is done by giving students the freedom to choose subjects according to their talents and In light of this, the researcher is interested in conducting a study on the impact of the "Merdeka Belajar" curriculum on students' learning outcomes, to determine whether this curriculum change has a positive or negative effect on students' academic achievements. In this research, the researcher uses a quantitative approach with a correlational analysis method. Data collection instruments include questionnaire completion and data retrieval in the form of the GPA of third-semester students. The researcher's analysis of the questionnaire results and GPA data indicates that the "Merdeka Belajar" curriculum (MBKM) has a significant and positive influence on students' learning outcomes or academic achievements. Keywords: "Merdeka Belajar" Curriculum. Academic Achievement Abstrak: Kurikulum merupakan suatu hal yang sangat vital dalam pelaksanaan pembelajaran di suatu sekolah. Yang mana kurikulum mempunyai peran dalam menentukan arah, maksud atau tujuan dari pendidikan nasional. Tanpa adanya kurikulum maka sistem pendidikan apapun tidak akan terlaksana Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. dengan baik dan tujuan pendidikan tak mungkin tercapai dengan optimal. Bahkan saking pentingnya kurikulum bagi pendidikan, pemerintah pernah melakukan amandemen kurikulum sebanyak sepuluh kali. Dan sejak tahun 2020 sampai sekarang kemendikbudristek mengeluarkan kebijakan berupa perubahan kurikulum dari kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka Tujuan pokok diadakannya amandemen kurikulum ini ialah untuk memaksimalkan dan mengefektivitaskan hasil belajar siswa atau prestasi akademik siswa di semua tingkatan, mulai dari SD. SMP. SMA/SMK dan perguruan tinggi, dengan cara memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam memilih mata pelajaran yang diinginkan sesuai dengan bakat dan Menilik hal tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian terkait pengaruh kurikulum merdeka belajar terhadap hasil belajar peserta didik, untuk mengetahui apakah perubahan kurikulum tersebut berdampak positif atau negatif terhadap hasil belajar peserta didik. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisa korelasional. Instrument pengumpulan datanya menggunakan pengisian kuesioner dan pengambilan data berupa IPK mahasiswa semester 3. Dan dari analisa peneliti terhadap hasil kuesioner dan data IPK tersebut, menunjukkan bahwa kurikulum merdeka belajar (MBKM) mempunyai pengaruh yang cukup signifikan dan berdampak positif terhadap hasil belajar atau prestasi akademik peserta didik. Kata kunci: Kurikulum Merdeka Belajar. Prestasi Akademik Pendahuluan Pendidikan adalah sebuah hal yang bersifat krusial. Karakter yang dimiliki oleh seseorang merupakan sebuah hasil dari pengaruh pendidikan. Pendidikan adalah suatu proses akademik yang bertujuan untuk meningkatkan nilai sosial, budaya, moral, agama, dan untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan dan pengalaman di kehidupan nyata (Primanita Sholihah Rosmana. Sofyan Iskandar, dkk, 2. Dalam UU RI No. 2 Tahun 1989. Bab 1. Pasal 1 disebutkan bahwa AuPendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau latihan bagi perannya di masa yang akan datang (Tussakdiah, 2. Menilik definisi di atas, pendidikan dapat diartikan sebagai alat atau sarana yang berfungsi untuk mengantarkan manusia mencapai tingkat kemanusiannya secara sempurna Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. atau dengan kata lain untuk meningkatkan mutu dan kualitas sebagai manusia, sehingga diharapkan nantinya mampu berperan dalam menghadapi tantangan kehidupan di zaman yang akan datang. Pendidikan telah menjadi kebutuhan sangat penting bagi manusia agar dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang unggul dan berkualitas, sehingga mampu menghadapi persaingan globalisasi saat ini. Proses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan guru, siswa dan materi ajar saja, melainkan dibalik semua itu ada rencana dan pedoman yang telah ditentukan dan dirumuskan oleh pihak yang berwenang, guna mencapai target dan tujuan yang dikehendaki pada peserta didik. Sehingga dalam penyelenggaraanya, pendidikan tidak bisa terlepas dari kebijakan pemerintahan atau pihak yang memiliki kewenangan di tempat lembaga pendidikan tersebut. Dan salah satu hal yang paling penting dalam pelaksanaan proses pendidikan adalah Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, karena sangat berkaitan erat dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan (Anna Maria Oktaviani. Arita Marini. Zulela MS, 2. Kurikulum adalah salah satu komponen pendidikan yang sangat vital dalam kerangka pendidikan baik yang bersifat negeri maupun swasta. Tanpa kurikulum, menurut Hamalik, maka sistem pendidikan apapun tidak akan terlaksana dengan baik dan tujuan pendidikan tak mungkin tercapai dengan optimal (Ikmal. Tobroni. Sutiah, 2. Menurut Alawiyah kurikulum merupakan seperangkat peraturan yang dijadikan panduan pada semua kegiatan yang ada dalam pembelajaran di kelas maupun satuan pendidikan (Adini Adia Fitri. Slamet Rianto. Trina Febriani, 2. Prenada Media memaparkan bahwa kurikulum merupakan suatu yang memberikan pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajar (Anna Maria Oktaviani. Arita Marini. Zulela MS, 2. Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka kurikulum mempunyai peranan yang sangat penting dalam keberlangsungan proses pembelajaran di suatu lembaga pendidikan baik yang negeri maupun Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. Karena kurikulum memuat pedoman atau langkah-langkah yang dapat direalisasikan suatu lembaga pendidikan untuk menjembatani para peserta didik dalam mencapai tingkat kemanusiaanya yang sempurna. Saking pentingnya kurikulum ini. Indonesia pernah melakukan perubahan atau amandemen kurikulum pendidikan sebanyak sepuluh kali, yakni pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006 dan 2013. Berbagai perubahan tersebut bertujuan untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya yang didasari dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan perkembangan zaman. Berawal dari pembelajaran jarah jauh atau daring saat pandemic covid-19, pemerintah membentuk suatu modul pembelajaran yang merupakan penyederhanaan dari kurikulum 2013, yang kemudian dibentuk dan direalisasikan menjadi kurikulum merdeka atau kurikulum darurat oleh menteri pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makariem. Kemudian di perguruan tinggi kebijakan ini dikenal dengan sebutan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdek. yang bertujuan untuk memberikan kebebasan belajar bagi seluruh pihak, mulai dari perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa. Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan program unggulan kemendikbud yang disusun untuk memajukan sistem belajar mengajar di perguruan tinggi, yang mana mahasiswa diberikan hak untuk belajar di luar selama tiga semester untuk mengasah dan mengembangkan bakat dan minat dengan mengikuti salah satu program yang ditawarkan, sehingga diharapkan dapat menciptakan dan mengembangkan intelektual, kepribadian yang bagus dan keterampilan untuk bersaing dengan industri luar dan dunia kerja (Cindy Inkka Ramadia. Annisa Agustia Rahma. Muhammad Yusqi Shoubil Haq , 2. Uraian di atas menunjukkan bahwa tujuan pokok diadakannya amandemen kurikulum dari K-13 menjadi MBKM ialah untuk memaksimalkan dan mengefektivitaskan hasil belajar siswa atau prestasi akademik siswa di semua tingkatan, mulai dari SD. SMP. SMA/SMK dan perguruan tinggi. Menurut Nana Syaodih Sukmadinata prestasi akademik Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang, yang dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan berpikir maupun keterampilan motorik (Suparmanto dan Ruwaida, 2. Menurut Tjalla prestasi akademik yaitu hasil dari kegiatan belajar untuk mengetahui sejauh mana seseorang menguasai bahan pelajaran yang diajarkan serta mengungkapkan keberhasilan yang dicapai oleh seorang tersebut (Anjarwani, 2. Adapun menurut Sumadi Suryabrata prestasi akademik adalah suatu istilah yang menunjukkan tingkat keberhasilan pembelajaran dari program yang teah ditentukan (Rais Dera Pua Rawi, dkk. Sedangkan prestasi non akademik merupakan prestasi yang diperoleh oleh seorang siswa dari suatu kegiatan yang dilakukan di luar bidang akademik (Widodo, 2. Maka dari uraian di atas dapat dipahami bahwa prestasi akademik merupakan prestasi yang diperoleh dari pembelajaran secara ilmiah, seperti keterampilan menulis, berpidato, membaca dan yang lainnya. Sedangkan prestasi non akademik ialah prestasi yang diperoleh dari suatu kegiatan yang dapat mengasah serta mengembangkan soft skill yang dimiliki oleh seorang siswa, baik di sekolah maupun di luar sekolah, seperti kemahiran bermain bola, menari dan lain sebagainya. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UIN Mataram dalam mengahadapi Kurikulum Merdeka Belajar (MBKM). Beberapa diantaranya termasuk penyesuaian terhadap sistem pembelajaran yang lebih mandiri, pemilihan mata kuliah yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka, serta penilaian terhadap efektivitas kurikulum baru. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengeksplorasi dampak positif dan negatif dari tantangan ini terhadap prestasi akademik mahasiswa. Hasil observasi sementara yang didapatkan oleh peneliti melalui pengumpulan data dengan instrument kuesioner menunjukkan adanya Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. pengaruh yang signifikan pada penerapan kurikulum merdeka terhadap prestasi akademik mahasiswa PBA di UIN Mataram. Berdasarkan hipotesis tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian dengan judul AuPengaruh Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa PBA Di UIN MataramAy. Metode Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif dengan metode observasional dan analisis data skunder untuk mengindetifikasi perubahan prestasi akademik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PBA semester 3 yang berjumlah 130 mahasiswa, sedangkan sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yang memungkinkan seluruh jenjang kelas menjadi sampel penelitian. Adapun instrument pengumpulan datanya menggunakan kuesioner berupa goggle form dan pengambilan data transkrip akademik untuk mengukur persepsi mahasiswa dan prestasi akademik. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif berupa hasil pengisian kuesioner tentang tanggapan mengenai perubahan kurikulum yang digunakan pada tahun akademik 2022/2023, dan hasil pengumpulan data nilai IPK dari semester 1 dan 2. Pembahasan dan Diskusi Kurikulum Merdeka Belajar Definisi Kurikulum Merdeka Belajar Kurikulum merdeka terdiri dari dua kata, yaitu kurikulum dan Kurikulum merupakan deskripsi dari visi, misi dan tujuan pendidikan suatu institusi atau lembaga pendidikan. Kurikulum juga merupakan sentral muatan-muatan nilai yang akan ditransformasikan kepada para peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan (Khoirurrijal. Fadriati. Sofia, dkk, 2. Secara etimologis, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang artinya pelari dan curare yang berarti tempat berpacu. Jadi. Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga pada zaman Romawi Kuno di Yunani, yang berarti jarak yang harus ditempuh pelari dari garis start sampai Dapat dipahami jarak yang harus ditempuh di sini bermakna kurikulum dengan muatan isi dan materi pelajaran dijadikan jangka waktu yang harus ditempuh oleh peserta didik untuk memperoleh ijazah. Munculnya istilah kurikulum merdeka berawal dari adanya pandemi covid-19 di Indonesia yang berdampak pada banyak perubahan di berbagai sektor, salah satunya adalah sektor pendidikan. Masa pandemi covid-19 merupakan sebuah kondisi khusus yang menyebabkan ketertinggalan pembelajaran yang berbeda-beda pada ketercapaian kompetensi peserta didik. Melihat kondisi tersebut, menteri kemendikbudristek bapak Nadiem Makariem mencoba untuk melakukan upaya pemulihan pembelajaran, yaitu dengan mencanangkan kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar (MBKM). Kurikulum Merdeka Belajar pembelajaran intrakurikuler yang beragam, konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi, serta guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar, sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik (Khoirurrijal. Fadriati. Sofia, dkk. Menurut BNSP atau Badan Standar Nasional Pendidikan, pengertian kurikulum merdeka belajar yang sebelumnya dikenal dengan Kurikulum Prototipe adalah suatu kurikulum pembelajaran yang berkaitan dengan pendekatan bakat dan minat, dimana para siswa ataupun mahasiswa dapat memilih mata pelajaran apa saja yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minatnya (Zainuri, 2. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa memberikan kebebasan kepada guru dan siswa dalam pelaksanaan proses pembelajaran, yang mana guru diberikan keleluasaan untuk memilih dan menentukan perangkat ajar sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. begitu juga peserta didik bebas memilih mata pelajaran sesuai dengan bakat dan minatnya. Kebijakan merdeka belajar tersebut tentu bukan tanpa alasan, setidaknya ada tiga alasan yang mendukung adanya kebijakan ini, diantaranya: Pertama, peraturan pendidikan selama ini umumnya bersifat kaku dan mengikat seperti aturan terkait UN. RPP, penggunaan dana BOS, dan lain Peraturan tersebut terbukti tidak efektif untuk mencapai tujuan nasional pendidikan. Kedua, ketidakefektifan pencapaian tujuan nasional pendidikan terlihat pada hasil belajar peserta didik di komparasi tes Hal tersebut menunjukkan peserta didik kita masih lemah dalam aspek penalaran tingkat tinggi, khususnya dalam hal literasi dan numerasi. Ketiga, kebijakan merdeka belajar yang tidak bersifat kaku dan mengikat . diharapkan dapat mengatasi keragaman kondisi, tantangan dan permasalahan pendidikan yang berbeda antar sekolah, serta dapat dilakukan dengan strategi penyelesaian yang berbeda. Tujuan Kurikulum Merdeka Belajar Pada masa covid-19, pendidikan Indonesia menjadi terbelakang dan Kebijakan Kurikulum Merdeka bisa dijadikan solusi terhadap ketertinggalan pendidikan di Indonesia. Karena menurut (Khoirurrijal. Fadriati. Sofia, dkk, 2. tujuan dari kurikulum ini adalah untuk menjawab Adanya mengarahkan dalam mengembangkan potensi dan kompetensi peserta didik. Kurikulum ini berfungsi untuk mengembangkan potensi, dan merancang pembelajaran yang relevan dan interaktif. Pembelajaran yang interaktif salah satunya dengan membuat proyek, yang akan membuat peserta didik lebih tertarik dan bisa mengembangkan isu-isu yang berkembang di lingkungan. Intinya tujuan pokok diadakannya amandemen kurikulum dari K-13 menjadi MBKM ialah untuk memaksimalkan dan mengefektivitaskan hasil belajar siswa atau prestasi akademik siswa di semua tingkatan, mulai dari SD. SMP. SMA/SMK dan perguruan tinggi. Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. Kebijakan MBKM bertujuan mendorong mahasiswa untuk mempelajari berbagai mata pelajaran ilmu yang relevan dengan bidang kompetensinya guna Pendekatan memungkinkan mahasiswa untuk memilih mata kuliah berdasarkan preferensi pribadi mereka. Kebijakan ini memberikan kebebasan kepada perguruan tinggi untuk otonominya. Secara teori, mengubah paradigma pendidikan untuk mengembangkan budaya belajar yang lebih mandiri. Kebijakan Kampus Merdeka mendorong lebih banyak otonomi dan fleksibelitas dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Karakteristik Kurikulum Merdeka Belajar Karakteristik merdeka belajar adalah pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan soft skill dan karakter peserta didik sesuai dengan Pada kurikulum ini pengembangan kompetensi dari peserta didik pada fasenya masing-masing. Proses pembelajaran diharapkan dapat lebih mendalam, bermakna dan tidak terburu-buru serta menyenangkan. Kurikulum merdeka ini memiliki dua struktur khusus, yaitu kegiatan yang bersifat intrakurikuler, dan kegiatan yang bersifat proyek baik secara perorangan maupun perkelompok, yang dalam proses penerapannya diserahkan kepada tenaga pendidik pada setiap mata Perbedaan kurikulum ini dengan kurikulum 2013 bahwa tidak ada lagi dikenal istilah kompetensi inti maupun kompetensi dasar, melainkan diganti dengan pencapain pembelajaran yang ditandai dengan hasil yang telah dicapai siswa dalam bentuk sikap siswa maupun keterampilan dalam kesatuan yang saling terkait erat dan berdampak langsung kepada kompetensi masing-masing Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Implementasi Merdeka Belajar Kemendikbudristek untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui kebijakan yang menguatkan peran seluruh insan pendidikan. Kebijakan Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. ini diimplementasikan melalui empat upaya perbaikan, yaitu perbaikan pada infrastruktur dan teknologi, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan kepemimpinan, masyarakat dan budaya, melakukan perbaikan kurikulum, pedagogik dan asesmen. Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Merdeka Belajar Suatu program pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan dalam setiap proses pengimplementasiannya. Adapun kelebihan kurikulum ini sebagai berikut: Menjadikan dunia perkuliahan lebih fleksibel, yang artinya melepas belenggu perguruan tinggi agar lebih mudah bergerak. Memberikan kesempatan mahasiswa untuk mendalami studi yang diambil sesuai dengan Memberikan pengetahuan dengan terjun ke masyarakat. Mahasiswa dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia pekerjaan. Kemudian kekurangan kurikulum ini di antaranya sebagai berikut: Persiapan yang dilakukan dirasa belum dan kurang matang. Perencanaan pendidikan dan pengajaran belum tersusun dengan baik. Sumber daya manusia (SDM) yang ada dirasa kurang kuat dalam menjalankan program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM). Prestasi Akademik Definisi Prestasi Akademik Prestasi pembelajaran secara ilmiah, seperti keterampilan menulis, berpidato, membaca dan yang lainnya. Suryabrata menyatakan prestasi akademik sebagai pengetahuan yang dicapai atau keterampilan yang dikembangkan dalam mata pelajaran tertentu di sekolah, biasanya ditetapkan dengan nilai tes. Sedangkan menurut Sawiji prestasi akademik merupakan hasil perubahan perilaku yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik yang merupakan ukuran keberhasilan siswa (Safitri, 2. Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. Beberapa para peneliti mengungkapkan definisi prestasi akademik sebagai berikut: (Hanum, 2. Fuchs pengetahuan awal adalah sebuah proses akumulatif yang meliputi penguasaan pengetahuan baru dan dapat meningkatkan keterampilan yang dimiliki. Nur Halimah mengutip pendapat Chaplin yang menjelaskan bahwa prestasi akademik dalam bidang pendidikan merupakan satu tingkat khusus pencapaian atau hasil keahlian/karya melalui kombinasi kedua hal tersebut. Kpolvie dan Okoto menjelaskan bahwa prestasi akademik adalah perolehan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh materi pelajaran, biasanya ditunjukkan dengan tes atau nilai tes atau nilai numeri yang ditugaskan guru. Bloom dan Slavin mengungkapkan bahwa prestasi akademik adalah proses belajar yang dialami siswa dan menghasilkan perubahan dalam bidang pengetahuan, pemahaman, penerapan, daya analisis, sintesis dan evaluasi. David Firna Setiawan berpendapat dalam bukunya AuProsedur Evaluasi Dalam PembelajaranAy bahwa prestasi akademik adalah data kuantitatif yang dihasilkan oleh siswa dari proses penilaian hasil pembelajaran yang umumnya berbentuk laporan . Jadi, dapat disimpulkan bahwa prestasi akademik adalah suatu hasil pencapaian dari proses pembelajaran secara ilmiah yang meliputi kemampuan, kecakapan atau penambahan yang biasanya ditentukan melalui penilain atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Akademik Secara garis besar, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik ada dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal ialah faktorfaktor siswa/mahasiswa mempengaruhi prestasi akademik. Di antara faktor internal tersebut ialah sebagai berikut: Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. Faktor fisiologis, dalam hal ini yang dimaksud adalah faktor yang berhubungan dengan kesehatan dan panca indera. Motivasi, tingkat motivasi mahasiswa terhadap studi mereka dapat mempengaruhi prestasi akademik. Mahasiswa yang memiliki motivasi yang tinggi cenderung lebih fokus, gigih, dan rajin dalam belajar, sehingga berdampak positif pada hasil akademik mereka. Kemampuan intelektual, mahasiswa yang memiliki kemampuan intelektual dan kemampuan belajar secara mandiri, mencari sumber informasi, dan memecahkan masalah cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih Kemandirian belajar memungkinkan mereka untuk terus berkembang di luar lingkungan akademik formal. Kualitas pengajaran, termasuk ke dalam faktor sosial yang juga Dukungan dari orang tua, teman sebaya, dan dosen dapat memberikan dorongan semangat kepada mahasiswa, sehingga mereka mampu dalam mengatasi tantangan akademik. Minat dan kepribadian, mahasiswa yang memiliki minat pada bidang studi mereka dan memiliki kepribadian yang baik cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik. Adapun faktor eksternal ialah faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa/mahasiswa yang dapat mempengaruhi prestasi akademiknya. Di antara faktor-faktor tersebut ialah sebagai berikut: Lingkungan keluarga, yang termasuk faktor lingkungan keluarga yaitu ekonomi sosial keluarga, pendidikan orang tua, dan perhatian orang tua terhadap anaknya. Lingkungan sekolah, yang termasuk faktor lingkungan sekolah yaitu sarana prasarana, kompetensi guru, kurikulum, dan metode mengajar. Lingkungan masyarakat, yang termasuk faktor lingkungan masyarakat yaitu sosial budaya, dan partisipasi terhadap pendidikan. Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. Macam-Macam Prestasi Akademik Menurut Crow prestasi akademik terdiri dari tiga jenis, yaitu: (Safitri, 2. Kemampuan Berbahasa, semakin berkembangnya seseorang menuntut ia untuk memilik penalaran yang lebih tinggi, hal tersebut sangat bergantung pada penggunaan bahasa. Karena bahasa adalah alat untuk membangun dan membentuk hubungan yang memperluas pengetahuan. Kemampuan Matematika, kemampuan berhitung mempunyai fungsi yaitu menekankan bepikir dalam menghadapi situasi yang memerlukan pengalaman-pengalaman yang behubungan dengan angka. Kemampuan Ilmu Pengetahuan/Sains, melalui studi ilmu pengetahuan seseorang dapat mengetahui dunia. Karena dunia sekarang ini sudah dipenuhi dengan produk-produk kerja ilmiah, dan literasi sains sudah menjadi keharusan bagi setiap orang. Hubungan Kurikulum Merdeka Dengan Prestasi Akademik Dari observasi yang telah dilakukan, dan dari hasil pengisian kuesioner serta analisis data berupa nilai IPK mahasiswa, peneliti menyimpulkan bahwa antara kurikulum merdeka dan prestasi akademik mempunyai hubungan yang bersifat korelasional. Artinya perubahan kurikulum dari kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka belajar (MBKM) mempunyai pengaruh yang cukup signifikan, dan berdampak positif terhadap hasil belajar atau prestasi akademik mahasiswa PBA di UIN Mataram, sesuai dengan tabel dibawah ini. Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. Tabel 1 Korelasi Product Moment Correlations VAR000 VAR00001 Person AR00002 Correlation Sig. -Taile. VAR00002 Person -705** Correlation Sig. -Taile. **. Correlation is significant at the tabel 0. 01 level . -Taile. Berdasarkan hasil output SPSS di atas, diketahui bahwa nilai sig . -taile. sebesar 0,010 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang berarti antara kurikulum merdeka belajar dengan prestasi akademik mahasiswa PBA di UIN Mataram. Penutup Kurikulum merdeka merupakan suatu rancangan pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada guru dan siswa dalam pelaksanaan proses pembelajaran, yang mana guru diberikan keleluasaan untuk memilih dan menentukan perangkat ajar sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik, begitu juga peserta didik bebas memilih mata pelajaran sesuai dengan bakat dan minatnya. Kebijakan MBKM bertujuan mendorong mahasiswa untuk mempelajari berbagai mata pelajaran ilmu yang relevan dengan bidang kompetensinya guna Pendekatan Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. memungkinkan mahasiswa untuk memilih mata kuliah berdasarkan preferensi pribadi mereka. Kebijakan ini memberikan kebebasan kepada perguruan tinggi untuk otonominya. Secara teori, mengubah paradigma pendidikan untuk mengembangkan budaya belajar yang lebih mandiri. Kebijakan Kampus Merdeka mendorong lebih banyak otonomi dan fleksibelitas dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Prestasi akademik adalah suatu hasil pencapaian dari proses pembelajaran secara ilmiah yang meliputi kemampuan, kecakapan atau penambahan yang biasanya ditentukan melalui penilain atau pengukuran. Secara garis besar, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik ada dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal ialah faktorfaktor siswa/mahasiswa mempengaruhi prestasi akademik. Di antara faktor internal tersebut ialah faktor fisiologis, motivasi, kemampuan intelektual, kualitas pengajaran, minat dan kepribadaian, sedangkan faktor eksternalnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dari observasi yang telah dilakukan, dan dari hasil pengisian kuesioner serta analisis data berupa nilai IPK mahasiswa, peneliti menyimpulkan bahwa antara kurikulum merdeka dan prestasi akademik mempunyai hubungan yang bersifat korelasional. Artinya perubahan kurikulum dari kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka belajar (MBKM) mempunyai pengaruh yang cukup signifikan, dan berdampak positif terhadap hasil belajar atau prestasi akademik mahasiswa PBA di UIN Mataram, sesuai dengan tabel dibawah ini. Berdasarkan hasil output SPSS di atas, diketahui bahwa nilai sig . sebesar 0,010 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang berarti antara kurikulum merdeka belajar dengan prestasi akademik mahasiswa PBA di UIN Mataram. Vol. 2 No. 1 January 2024 Submitted: 14-12-2023. Revised: 20-02-2024. Accepted: 20-02-2024. Published: 03-03-2024 Al-Wazan: Journal of Arabic Education E-ISSN: 2962-0732 Doi: https://doi. org/10. 58223/al-wazan. Daftar Pustaka