BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 ANALISIS FRAMING BERITA PARIWISATA PADA TELEVISI LOKAL: STUDI KASUS JOGJA TV DI YOGYAKARTA DAN AGROPOLITAN TV DI JAWA TIMUR Eka Yonavilbia Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Ekagagak2013@gmail. Abstrak. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan ideologi pembingkaian berita pariwisata-idealisme atau komersialisme, yang disiarkan di dua TV lokal. Jogja TV di Yogyakarta dan Agropolitan TV di Jawa Timur. Studi media ini dilakukan dengan menggunakan metode Analisis Framing R Etman terhadap 16 berita lokal dan satu berita non lokal yang disiarkan pada bulan Agustus 2009. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan ideologi pembingkaian berita lokal pariwisata yang disiarkan kedua TV lokal tersebut. Jogja TV lebih cenderung kepada ideologi komersialisme untuk mendukung promosi pihak swasta sedangkan Agropolitan TV lebih cenderung kepada ideologi idealisme. Walaupun demikian pada program berita non lokal Jogja TV, redaktur membingkai berita pariwisata mengarah pada ideologi idealisme sebagai perwujudan tanggung jawab sosial stasiun TV lokal tersebut. Kata Kunci: berita pariwisata. TV lokal, idealisme dan komersialisme . Abstract. The main research objective is to understand the tendency of of news framing ideology idealism or commercialism of two local TV. Jogja TV and Agropolitan TV. This media study was carried out using EtmanAos framing analysis. method concerning 16 local news and one non-local news broadcasted on August 2009. The research results showed that there were the ideological differences of tourism local news framing broadcasted in the both local TV. Jogja TV more inclined to commercialism as promotion on local tourism managed by private company. Meanwhile Agropolitan TV tended to idealism. Regarding the nonAelocal program of tourism, the Jogja TVAo editors inclined to idealism as part of social responsibility of local TV stations. Keywords: tourism news, lokal TV, idealism, commercialism Sepuluh stasiun televisi swasta nasional berada di Jakarta memberi warna ketidak seimbangan siaran program pembangunan. Ketidakseimbangan siaran sepuluh televisi swasta tersebut melalui penyeragaman acaraacara yang disetting dan ditayangkan di Jakarta serta juga disiarkan di daerah-daerah. Hal ini dilatarbelakangi adanya kepentingankepentingan pragmatisme bisnis (Anonim,2. Era perkembangan dan kemunculan di antaranya kedua televisi lokal Jogja TV diYogyakarta dan Agropolitan TV Batu. Malang di Jawa Timur. Kehadiran kedua televisi lokal tersebut dapat mengurangi sentralisme informasi dan bisnis yang merujuk pada siaran televisi swasta nasional di Jakarta. Kedua televisi tersebut bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan informasi pada masyarakat di dua daerah tersebut. (Cakram,2. Begitu pula dalam menganalisis teks berita di televisi lokal menekankan pada berita idealisme yaitu berita yang dimuat televisi lokal yang ditujukan untuk kepentingan publik dalam rangka peningkatan kondisi sosial dan budaya, sedangkan berita komersialisme yaitu berita yang dimuat televisi lokal yang ditujukan untuk kepentingan peningkatan keuntungan usaha industri media, perusahan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Eka Yonavilbia. Analisis Framing Berita Pariwisata Pada Televisi Lokal: Studi Kasus Jogja TVA Studi media ini lebih menekankan berita pariwisata daripada berita pertanian, pendidikan, dan budaya di kedua televisi Hal ini dilatarbelakngi karena berita pariwisata diperlukan untuk mengangkat dan menggali potensi lokal dalam sektor pariwisata di dua daerah. Dengan demikian potensi lokal pariwisata di dua daerah tersebut bisa diketahui oleh masyarakat lokal, daerah lain dan pemerintah pusat. Penelitian ini menggunakan analisis framing R Etman menekankan pada proses Berdasarkan permasalah penelitian sebagai Bagaimana kecenderungan frame berita lokal yang berkembang di dua televisi Jogja TV di Yogyakarta, dan Agropolitan TV. Jawa Timur? Bagaimana kecenderungan frame berita non lokal yang berkembang di televisi Jogja TV di Yogyakarta ? seleksi dan penonjolan berita untuk menarik perhatian pemirsa dan mengetahui ideologi/ latar belakang pengelola maupun redaktur terhadap realitas frame berita lokal pariwisata di dua televisi lokal. (Eriyanto. Penelitian memspesifikasikan frame berita lokal dan non lokal pariwisata di dua televisi lokal Jogja TV dan Agropolitan TV. Batu. Jawa Timur. Hal ini dilatarbelakangi visi misi dua daerah tersebut menekankan basis pariwisata. lokal yaitu . idealisme dalam frame . komersialisme dalam frame berita siaran televisi lokal dan . idealisme dan komersialisme dalam frame berita siaran televisi lokal. Ketiga konsep komersialisme dan idealisme pada televisi lokal diharapkan dapat merespon tuntutan masyarakat lokal tersebut sebagai . Konsep Idealisme dalam Frame Berita Siaran Televisi Lokal Konsep idealisme jika televisi lokal mampu mengangkat aspek lokalitas yang ditujukan untuk kepentingan publik dalam rangka peningkatan kondisi sosial (Setiawan,2. Bila televisi lokal menekankan pada frame berita idealisme, maka frame berita tersebut akan membawa dampak positif komunikan lokal. Konsep Komersialisme dalam Frame Berita Siaran Televisi Lokal Konsep komersialisme menekankan jika orientasi pengelola dan redaksi televisi lokal hanya mempertimbangkan pada keuntungan usaha industri media, perusahan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) (Rahayu, 2. Bila televisi lokal menekankan pada frame berita komersialisme, maka frame berita tersebut akan membawa dampak negatif pada komunikan lokal. Konsep Keseimbangan Idealisme dan Komersialisme dalam Frame Berita Siaran Televisi Lokal Kerangka Pemikiran Penelitian ini secara garis besar bertujuan untuk mengkaji pengaruh ideologi pada redaktur dan pengelola media di dua televisi lokal Jogja TV di Yogyakarta, dan Agropolitan TV. Batu. Malang. Jawa Timur keseimbangan frame berita lokal, idealisme dan non lokal, komersialisme dapat membawa dampak positif dan negatif pada masyarakat lokal. Tujuan penelitian secara . Untuk mengidentifikasi kecenderungan frame berita yang berkembang di dua televisi lokal Jogja TV di Yogyakarta, dan Agropolitan TV. Batu. Malang . Jawa Timur. Untuk mengetahui latar belakang frame berita yang berkembang di dua televisi lokal tersebut. Konsep Komersialisme dan Idealisme dalam Frame Berita Siaran Televisi Lokal Dalam pembangunan, televisi lokal perlu menggembangkan teks berita yang memiliki konsep keseimbangan aspek komersialisme dan idealisme. Tujuan konsep keseimbangan televisi lokal tersebut agar dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat lokal. Untuk komersialisme dan idealisme pada televisi BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 Konsep keseimbangan aspek idealisme dan komersialisme menekankan jika televisi lokal pengelola dan redaktur keseimbangan yang ditujukan untuk kepentingan publik dalam rangka peningkatan kondisi sosial dan budaya masyarakat lokal dan kepentingan peningkatan keuntungan usaha industri media, perusahan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (Hasan,2. Konsep Analisis Teks Berita Siaran Televisi Lokal Ada enam konsep analisis teks berita siaran televisi lokal dan satu hubungan konsep analisis framing Etman dengan penelitian ini, di antaranya adalah analisis Semiotik, analisis Wacana, konsep analisis framing Gamson dan Modigliani, konsep framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, konsep analisis framing Murray Edelman, konsep analisis framing Robert N. Etman, dan hubungan konsep analisis framing Etman dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: Konsep Analisis Semiotik (Semiotic Analysi. Dalam menganalisis teks berita digunakan analisis semiotik . emiotic Analisis. Semiotik adalah ilmu yang mempelajari tanda . terutama pada sistem-sistem, aturanaturan, konvensi-konvensi kebudayaan dan masyarakat yang memungkinkan tanda-tanda tersebut mengungkapkan pemikiran penulis (Preminger,2. Analisis semiotik dapat meneliti teks berita, di mana tanda-tanda terkodifikasi dalam sebuah sistem televisi lokal. Sedangkan kelemahan analisis semiotik adalah informasi teks berita yang tidak dapat mengandalkan analisis semiotik ini. Konsep analisis semiotik tidak sesuai digunakan dalam rangka menganalisis teks berita di kedua televisi lokal. Konsep Analisis Wacana (Discourse Analysi. Analisis wacana adalah lebih bisa melihat makna yang tersembunyi dari suatu teks berita di televisi lokal (Eriyanto, 2. Melalui analisis wacana bukan hanya mengetahui isi teks berita, tetapi juga bagaimana pesan itu disampaikan. Lewat kata, frase, kalimat, dan sebagainya. Analisis wacana menekankan pada teks berita yang dianalisis pada pesan latent . , karena makna suatu pesan tidak bisa hanya ditafsirkan sebagai apa yang tampak nyata dalam teks berita di televisi lokal harus dianalisis dari makna yang Namun analisis wacana ini belum bisa menganalisis teks berita di dua televisi lokal ini. Konsep analisis wacana tidak sesuai digunakan dalam rangka menganalisis teks berita di kedua televisi lokal Jogja TV dan Agropolitan TV. Konsep Analisis Framing Gamson dan Modigliani Konsep Analisis Framing Gamson dan Modigliani adalah cara pandang sebagai cara bercerita atau gugusan ide-ide yang terorganisir sedemikian rupa dan menghadirkan konstruksi peristiwa-peristiwa berkaitan dengan objek suatu wacana. Analisis framing Gamson dan Modigliani menitikberatkan struktur analisis menjadi tiga bagian : Media package . emasan medi. merupakan asumsi bahwa berita memiliki konstruksi makna. Core . ingkai merupakan gagasan sentral. Condensing symbol . imbol hasil pencermata. merupakan hasil pencermatan terhadap perangkat simbolik . raming device / reasoningdevice/perangkat Eka Yonavilbia. Analisis Framing Berita Pariwisata Pada Televisi Lokal: Studi Kasus Jogja TVA Perangkat framing menekankan (Framing Device. Metthaphors perumpamaan dan pengandaian. Catcpharase adalah perangkat berupa jargon-jargon atau slogan. Exemplaar adalah uraian untuk Depiction adalah leksikon untuk melebeli sesuatu Visual Image adalah perangkat dalam bentuk gambar, grafis dan sebagainya dan perangkat penalaran (Reasoning Device. Root merupakan analisis kausal atau sebab akibat. Appeals to principle merupakan premis dasar, klaim moral. Consequence merupakan efek dan konsep. Namun analisis framing Gamson dan Modigliani belum dapat menganalisis teks berita di dua televisi lokal dan hanya menekankan pada konstruksi Konsep analisis framing Gamson dan Modigliani tidak sesuai digunakan dalam penelitian ini. Konsep Analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki Konsep analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Koski menekankan pada penonjolan struktur makna atas peristiwa atau mengkonstruksi realitas untuk digunakan oleh wartawan. Model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki membagi struktur analisis menjadi empat bagian : Sintaksis adalah cara wartawan Headline merupakan berita yang dijadikan topik utama oleh media, . lead, latar pernyataan dan penutup. Skrip mengisahkan fakta. Struktur skrip memfokuskan pada kelengkapan berita 5 W 1H. Tematik adalah cara wartawan menulis fakta. Struktur tematik mempunyai perangkat framing : detail, maksud dan hubungan kalimat, nominalisasi antar kalimat, koherensi, bentuk kalimat, kata ganti, unit yang diamati adalah paragraph dan proposisi. Retoris adalah cara wartawan menekankan fakta. Struktur retoris mempunyai perangkat framing: leksikon/pilihan kata . erangkat ini merupakan penekanan terhadap sesuatu yang pentin. , grafis, metaphor, pengandaian : unit yang gambar/foto, dan grafis. Sedangkan konsep analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Koski menitikberatkan penonjolan mengkonstruksi realitas untuk digunakan mengungkapkan di dua televisi lokal jika hanya menggunakan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Koski. Konsep analisis framing tersebut tidak juga sesuai digunakan dalam penelitian Konsep Analisis Framing Murray Edelman Konsep framing Murray Edelman menitikberatkan bagaimana kita mengkonstruksi/menafsirkan Realitas yang sama bisa jadi akan menghasilkan realitas berbeda ketika dikonstruksi dengan cara berbeda. Sebuah perang bisa disebut sebagai perjuangan suci dapat juga disebut sebagai agresi. Pilihan mana yang diambil tidak hanya berkaitan dengan kata-kata menghadirkan realitas sendiri, ketika hadir ditengah khalayak. Namun konsep analisis framing analisis framing Murray Edelman belum dapat menganalisis di dua televisi lokal ini apabila hanya menggunakan analisis framing Murray Edelman Konsep Analisis Framing Robert N. Etman BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 Konsep analisis framing R. Etman yang paling cocok untuk menganalisis teks Hasil Penelitian dan Pembahasan (Results and berita di dua televisi lokal Jogja TV dan Discussio. Agropolitan TV. Analisis framing ini menekankan pada : Analisis Framing R Etman Penyeleksian keseimbangan aspek Analisis Framing R Etman menyajikan realitas teks berita di dua televisi frame berita lokal dan non lokal disiarkan melalui program Seputar Jogja dan Penempatan yang mencolok di Agropolitan News. Sedangkan Frame non headline berita . agian depa. yang lokal yang disiarkan melalui program Suluh segera perlu diketahui oleh pemirsa Indonesia. Analisis Framing untuk menarik perhatian. dua bagian yaitu Penonjolan frame berita yang sering pertama Analisis Framing berita lokal ditayangkan di dua televisi lokal pariwisata Seputar Jogja dan Agropolitan Jogja TV dan Agropolitan TV. News, sedangkan bagian kedua Analisis Mengetahui ideologi/ latarbelakang Framing berita non lokal pariwisata Suluh pengelola maupun redaktur terhadap Indonesia sebagaimana berikut : realitas frame berita lokal idealisme Analisis Framing Berita Lokal maupun non lokal komersialisme di Pariwisata Seputar Jogja dan televisi lokal. Agropolitan News. Skema dari konsep framing Robert Analisis Framing Berita Lokal Entman lebih memfokuskan pada Pariwisata Seputar Jogja Problem Indentification Teks berita Analisis Framing Stand batik (Pendefinisian masala. Causal Lawasan dalam rangka pameran Tecraft Interpretation (Sumber 2009 di Jogja Expo Center sebagai Moral Evaluation (Membuat keputusan Jogja TV Batik Lawasan sering Treatment dianggap sebagai batik yang tidak Recommendation (Penekanan menarik dan lusuh. Padahal batik Lawasan memiliki motif yang khas dan serta memiliki makna tertentu. Batik Lawasan ditinggalkan masyarakat pada Metode (Method. Metode penelitian yang digunakan dalam waktu dahulu. Kini batik tersebut mulai penelitian ini adalah mixed method, karena menggeliat kembali. Saat ini masyarakat pemerosesan informasi dan pengolahan data mulai tertarik dengan motif-motif batik dilakukan dalam suatu analisis kuantitatif diikuti Lawasan. Hal ini menjadi peluang bagi dengan kualitatif. pelaku usaha untuk menyediakan batik Teknik pelaksanaan penelitian kuantittatif Lawasan. Salah satu stand batik Lawasan dalam pameran Tecraft 2009 di Jogja (Nazir,2. yaitu penelitian yang mengambil Expo Center yang berlangsung mulai 12 data sampel dari suatu populasi frame berita hingga 16 Agustus 2009. Stand Lawasan lokal dan non lokal pariwisata di dua televisi Batico yang juga milik putri Sultan Hamengkubowono X yakni Gusti Raden Sedangkan teknik penelitian kualitatif Ajeng Nurastuti Wijareni menghadirkan dilakukan dengan cara mengumpulkan data beragam batik Lawasan dengan motif berdasarkan pendapat redaktur di dua televisi seperti Kawung dan Parang. Dalam lokal untuk mengungkapkan proses dan makna pameran tersebut, batik Lawasan dijual yang tersembunyi dibalik fenomena rill. seharga 50 ribu rupiah. (Jogja TV, (Burhan,2. Seputar Jogja. Sabtu,15/8/2. Eka Yonavilbia. Analisis Framing Berita Pariwisata Pada Televisi Lokal: Studi Kasus Jogja TVA Mengacu pada teks di atas, analisis Framing R. Etman meliputi: frame dalam hal ini adalah tentang stand batik Lawasan dalam rangka pameran Tecraft 2009 di Jogja Expo Center. Define problem dalam teks berita tersebut adalah masyarakat mulai tertarik dengan motif Batik Lawas. Diagnose cause yaitu tentang batik Lawas merupakan peluang Make moral judgment dari teks berita adalah redaktur lebih menekankan kepentingan swasta dan ideologi pemberitaan komersialisme. Sedangkan treatment recommendation dalam teks berita tersebut tidak ada. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Analisis Framing frame pariwisata Seputar Jogja lebih menekankan komersialisme daripada Dalam hal ini berarti bahwa redaktur televisi lokal tersebut lebih memperhatikan pihak swasta dan BUMN. Analisis Framing Berita Lokal Pariwisata Agropolitan News Teks berita Analisis Framing: Batu Flora Festival 2009 dalam rangka HUT RI ke 64 di kota wisata Batu berikut: Batu ATV Kemeriahan puncak HUT RI ke 64 di Kota Wisata Batu sungguh sangat terasa dengan hadirnya tradisi baru Festival Bunga atau Batu Flora Festival. Hampir seluruh elemen Kota Wisata Batu menyampaikan diri untuk menyaksikan kemeriahan Batu Flora Festival 2009. Batu Flora Festival sebagai puncak kegiatan peringatan tujuh belasan di Kota Batu kemarin cukup mendapat respon dari ribuan masyarakat Kota Batu yang ingin menyaksikan keunikan serta keindahan kreasi yang ditampilkan dalam Festival Bunga tampak hampir seluruh masyarakat Batu memadati seluruh rute jalan yang dilewati oleh peserta festival dengan rela berdesakdesakan hanya untuk dapat melihat penampilan beraneka kreasi yang disajikan dalam puncak kegiatan HUT tahun ini. Batu Flora festival diikuti 43 peserta yang berasal dari masyarakat umum, instansi pemerintah, pengelola hotel,pengelola wisata serta lembaga sekolah dengan menampilkan berbagai Penyelenggaraan Batu Flora Festival tahun ini terlihat lebih menarik baik dari segi penyajian maupun beraneka kreasi yang ditampilkan. (ATV, Agropilitan News. Rabu,19/8/2. Berkaitan dengan teks di atas. Analisis Framing R. Etman dari teks berita ini meliputi: frame yaitu tentang Batu Flora Festival 2009 dalam rangka HUT RI ke 64 di kota wisata Batu. Untuk define problem dalam hal ini adalah masyarakat Kota Batu menyaksikan kemeriahan acara tersebut. Kemudin diagnose cause dalam teks berita yaitu tentang keunikan dan keindahan kreasi yang ditampilkan dalam festival flora. Make moral judgment pada teks berita menekankan kepentingan masyarakat. Untuk ideologi pemberitaannya lebih Treatment recommendation dalam teks berita tersebut tidak ada. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Analisis Framing frame pariwisata Agropolitan News lebih Dalam hal ini berarti bahwa redaktur televisi lokal tersebut Dengan demikian dari penjelasan dua televisi lokal dapat disimpulkan bahwa ideologi pemberitaan sering muncul pada tayangan Seputar Jogja dan Agropolitan News pada frame berita pariwisata. Analisis Framing lebih menekankan komersialisme daripada idealisme dilihat persentase Tabel 1 sebagaimana berikut: BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 Tabel 1 Rekapitulasi Persentase Ideologi Pemberitaan Frame Berita Pariwisata Jogja TV dan Agropolitan TV, 2009 KRITERIA BERITA Idealisme Komersialisme Total Persentase Idealisme dan Komersialisme Sumber : Analisis Data Primer . Analisis Framing Berita Non Lokal Pariwisata Suluh Indonesia Program Berita Non Lokal Suluh Indonesia yang disiarkan oleh Jogja TV menyajikan berita mengenai pariwisata. Teks berita pariwisata tentang AuKorban Padusan Pantai Trisik dan Glagah KulonprogoAy berikut: Jogja TV Hingga Sabtu Siang, dua korban yang terseret ombak Trisik dan Glagah Kulonprogo belum ditemukan hingga kini. Tim Sar kedua pantai masih aktif melakukan penyisiran di sepanjang pantai, namun untuk pencarian ke tengah laut tidak peralatan serta tingginya gelombang untuk melakukan padusan Jumat Sore Tim Sar Glagah dan Trisik Kulonprogo hingga Sabtu Siang masih melakukan penyisiran di sepanjang pantai untuk mencari dua korban hilang terseret ombak pada Jumat Sore. Pencarian akan dilakukan selama empat hari kedepan dengan menggerahkan seluruh personel yang ada serta bantuan dari Tim Sar Waduk Sermo. Menurut Koordinator Sar Wilayah 5. Sugeng, untuk pencarian ke tengah laut tidak tinggi dan peralatan kurang dimiliki. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Sar Kabupaten Bantul dalam PERSENTASE rangka melihat pergerakan arus menuju kearah timur. Bila kondisi gelombang mulai normal. Sar juga akan meminta bantuan nelayan yang melaut, meskipun harapannya cukup kecil. Dia menuturkan pula dua korban hilang adalah Zaenab, warga Ngabean Secang Magelang, berumur 18 tahun yang terseret ombak di pantai Glagah pada pukul 14. sedangkan di pantai Trisik. Topo Rifai, warga Bendo Ngetakrejo Lendah Kulonprogo berumur 17 tahun yang terseret ombak sekitar pukul 16. Pada hari yang sama. Keduanya terseret menjelang datangnya bulan ramadhan Jumat kemarin. (Jogja TV. Suluh Indonesia. Sabtu, 22/8/2. Berkenaan dengan teks tersebut, analisis Framing R. Etman meliputi: Frame korban padusan pantai Trisik dan Glagah Kulonprogo. Define problem dalam teks berita tersebut adalah tingginya ombak dan peralatan terbatas. Diagnose cause yaitu tentang dua korban padusan terseret ombak pantai Trisik dan Glagah Kulonprogo belum ditemukan. Make moral judgment yaitu redaktur menekankan kepentingan masyarakat. Ideologi Sedangkan untuk treatment recommendation dalam teks berita tersebut tidak ada. Berdasarkan uraian analisis Framing R Etman diatas, frame berita non lokal pariwisata dalam program Suluh Indonesia di Jogja TV disimpulkan bahwa ideologi pemberitaan yang muncul pada tayangan Suluh Indonesia lebih menekankan idealisme disajikan dalam persentase Tabel 2 sebagaimana berikut: Eka Yonavilbia. Analisis Framing Berita Pariwisata Pada Televisi Lokal: Studi Kasus Jogja TVA Tabel 2 Rekapitulasi Persentase Ideologi Pemberitaan Frame Berita Non Lokal Pariwisata Jogja TV, 2009 KRITERIA BERITA Idealisme Komersialisme Total Persentase Idealisme dan Komersialisme Sumber : Analisis Data Primer . = . Tabel 2 dapat diketahui bahwa frame berita pariwisata untuk ideologi pemberitaan idealisme sebesar 100%, sedangkan komersialisme masingmasing 0 %. Penilaian tersebut didukung oleh pernyataan berikut: AuProgram Suluh Indonesia tetap memprioritaskan yang berkenaan dengan visi misi organisasi lokalAy,(Wawancara dengan Bapak Andhi Wisnu Wicaksana. Penanggung Jawab Program dan Pemberitaan Jogya TV, tanggal 28 Oktober 2. JENIS BERITA PARIWISATA hipotesis yang benar sebanyak 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian. Uji T Test Frame Berita Lokal Seputar Jogja dan Agropolitan News dan Berita Non Lokal Suluh Indonesia Bagian Uji T Test ini menyajikan dua pertama menjelaskan Uji T Test frame berita lokal Seputar Jogja di Jogja TV dan Agropolitan News di Agropolitan TV, dan bagian kedua Uji T Test Frame berita non lokal dalam program berita Suluh Indonesia di Jogja TV. Uji T Test Uji T Test ini menggunakan program SPSS 00 for Windows dan menggunakan data yang berskala interval dan rasio. Model Pengujian yang digunakan dari T Test adalah pengujian dua sampel idealisme dan (Independent Sampel T Tes. Selain itu, pengujian menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikan = 5%. Tingkat signifikan berarti mengambil resiko salah dalam mengambil keputusan untuk menolak Frame Berita Lokal Seputar Jogja dan Agropolitan News Hasil penelitian menyajikan frame berita lokal pariwisata untuk program Seputar Jogja dan Agropolitan News digunakan T Test pada Tabel 3. Hasil analisis Uji TAe test dua sampel indepeden terhadap frame berita lokal pariwisata pada program Seputar Jogja dan Agropolitan News dapat disajikan pada Tabel 3 sebagaimana Tabel 3 Hasil Analisis Uji TAetest Dua Sampel Indepeden Terhadap Frame Berita Lokal Pariwisata Pada Program Seputar Jogja dan Agropolitan News, 2009 Ideologi Idealisme Komersialisme Nilai Rata-Rata Terhadap Frame Berita Lokal 0,4375 0,5625 =5 %. N=16, df = 14, t tabel =2,145 Sumber : Analisis Data Primer t-hitung 0,690 BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 Dari tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 0,690 < t tabel sebesar 2,145. Hal ini berarti hipoetsis 1 H 0 diterima, sehingga H a yang berbunyi jumlah berita aspek idealisme lebih banyak daripada komersialisme tidak terbukti. Frame Berita Lokal Pariwisata Agropolitan News Sebaliknya televisi lokal Agropolitan TV menunjukkan bahwa untuk frame berita lokal pariwisata menunjukan bahwa frame berita pariwisata lebih menekankan idealisme daripada komersialisme. Hal ini latarbelakangi visi misi Agropolitan TV dan kota Batu menekankan pariwisata. Berikut dikemukakan oleh Redaktur Agropolitan TV M. Syamsul Arif: AuFrame berita pariwisata di Agropolitan TV menekankan idealisme karena visi misi kota Batu menekankani objek-objek pariwisata yang berdaya pesona bagi wisatawan lokal, nasional, dan asing Au. (Wawancara dengan Bapak. Syamsul Arif Koordinator Redaktur Agrdopolitan TV, tanggal 18 Oktober 2. Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh Jurgen Hubermas . , industri media menekankan filsafat moral dan etika pada frame berita lokal idealisme. Media massa dibentuk sebagai bagian integral dan public sphere . uangan publi. Frame Berita Lokal Pariwisata Seputar Jogja Menurut Joseph Pulitzer . mengkhawatirkan ketika komersialisme telah menjadi tujuan utama dalam industri media, maka saat itu media hilang kekuatan idealisme berupa moral dan etika. Komersialisme BUMN. Selanjutnya menurut Kovach dan Tom . , hasil penelitiannya di Ameruka Serikat mengarahkan sasaran liputan terutama memperdulikan sebagian besar masyarakat. Untuk itu, liputan televisi di negara tersebut lebih menekankan komersialisme daripada idealisme. Hasil penelitian bahwa frame berita pariwisata di Jogja TV lebih menekankan deologi pemberitaan komersialisme daripada idealisme. Hal ini dilatarbelakangi Jogja TV sering mendapat undangan liputan frame berita pariwisata untuk kepentingan pihak swasta pada bulan Agustus. Dalam komersialisme, seperti dikemukakan oleh Andhi Wisnu Wicaksana . AuFrame berita pariwisata di Seputar Jogja menekankan komersialisme, karena liburan sekolah dan universitas pada bulan Agustus 2009, maka para pariwisata memiliki kesempatan untuk mempromosikan tempat-tempat pariwisata di Yogyakarta pada siswa dan mahasiswa di YogyakartaAy. (Wawancara dengan Bapak Andhi Wisnu Wicaksana. Penanggung Jawab Program Pemberitaan Jogya TV, tanggal 28 Oktober Frame Berita Non Lokal Suluh Indonesia Untuk membuktikan hipotesis kedua yang berbunyi bahwa diduga frame berita non lokal dalam program berita Suluh Indonesia di Jogja TV jumlah berita aspek komersialisme lebih banyak daripada idealisme digunakan T Test dua sampel independent. Analisis Uji TAe test dua sampel indepeden terhadap frame berita non lokal pada program Suluh Indonesia tidak dapat dilakukan karena jumlah berita non lokal hanya dua berita yaitu 1 berita pertanian terdiri atas 1 idealisme dan 0 komersialisme, begitu pula 1 berita pariwisata. idealisme dan 0 komersialisme. Menurut Setiawan . , konsep idealisme adalah jika televisi lokal mampu mengangkat aspek lokalitas yang ditujukan untuk kepentingan Eka Yonavilbia. Analisis Framing Berita Pariwisata Pada Televisi Lokal: Studi Kasus Jogja TVA publik dalam peningkatan kondisi sosial dan budaya masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hal frame berita non lokal pariwisata Jogja TV yang disiarkan Jogja idealisme daripada komersialisme. Hal ini dilatarbelakangi Jogja TV tetap mengacu pada visi misi televisi lokal Hal di atas diperkuat oleh Andhi Wisnu Wicaksana . sebagaimana berikut: AuFrame berita pariwisata program Suluh Indonesia menekankan idealisme, karena berita tersebut memfokuskan muatan lokal yang memiliki isu-isu yang aktual pada suatu daerah dan ditonton oleh seluruh IndonesiaAy. (Wawancara dengan Bapak Andhi Wisnu Wicaksana. Penanggung Jawab Program dan Pemberitaan Jogya TV, tanggal 28 Oktober 2. Uraian di atas menunjukkan bahwa Jogja menekankan frame berita non lokal yang berorientasi pada ideologi pemberitaan idealisme daripada komersialisme yang ditujukan untuk kepentingan publik. Dengan demikian televisi lokal Jogja TV dapat memberikan kontribusi pada frame berita non lokal pariwisata untuk pariwisata lokal pada masyarakat lokal dan nasional. Simpulan dan Saran (Conclusion and Suggestio. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai Frame pendidikan, dan budaya yang disiarkan di dua televisi lokal Jogja TV dan Agropolitan TV menekankan ideologi Berkaitan dengan frame berita lokal pariwisata Jogja TV dan Agropolitan TV ada perbedaan. Frame berita pariwisata Jogja TV lebih frame berita pariwisata Agropolitan TV cenderung idealisme. Untuk frame berita non lokal pertanian dan pariwisata Jogja TV mengarah Frame berita lokal pertanian Jogja TV dan Agropolitan TV lebih menekankan ideologi pemberitaan idealisme. Dalam Jogja dilatarbelakangi oleh keadaan wilayah serta masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya yang lebih menekankan pada aspek kehidupan ekonomi yang berbasis pertanian. Untuk televisi lokal Agropolitan TV dilatarbelakangi visi misi Agropolitan TV dan kota Batu pariwisata yang berbasis Frame berita pendidikan Jogja TV dan Agropolitan TV lebih menekankan Pemberitaan yang disiarkan Jogja TV berkaitan dengan salah satu pilar dari visi misi Jogja TV dan propinsi Yogyakarta pendidikan yang mendapat julukan Aukota pelajarAy. Sedangkan Agropolitan TV lebih menekankan idealisme yang dilatarbelakangi karena pada bulan Agustus merupakan tahun ajaran baru dan Agropolitan TV sering mendapat undangan liputan dari Pemerintah Daerah Kota Batu. Frame berita budaya Jogja TV lebih menekankan ideologi pemberitaan Dalam pemberitaan ini dilatarbelakangi visi misi Jogja TV untuk terus mengembangkan budaya khas dan unik Yogyakarta dalam siaran di televisi lokal Jogja TV. Selain itu. Yogyakarta merupakan kota dan yang berpegang teguh pada budaya lokal. Frame berita pariwisata yang disiarkan oleh televisi lokal Jogja TV dan Agropolitan TV ada perbedaan. Dalam pemberitaan ini Jogja TV lebih menekankan ideologi pemberitaan Hal ini dilatarbelakangi karena pada bulan Agustus Jogja TV sering mendapat undangan untuk BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 kepentingan pihak swasta. Sedangkan pemberitaan yang disiarkan oleh Agropolitan TV lebih menekankan ideologi pemberitaan idealisme. Dalam pemberitaan ini dilatarbelakangi oleh visi misi Agropolitan TV dan Kota Batu Frame berita non lokal pertanian Jogja TV lebih menekankan ideologi pemberitaan idealisme. Hal dilatarbelakangi Jogja TV tetap memegang teguh visi misi televisi lokal untuk memenuhi kebutuhan informasi pertanian lokal pada masyarakat lokal dan nasional. Begitu pula untuk frame berita non lokal pariwisata Jogja TV pemberitaan idealisme. Hal pariwisata dari televisi lokal ini mengacu pada visi misi yang memiliki isu-isu muatan lokal pariwisata yang bersifat nasional Frame berita pertanian, pariwisata, pendidikan dan budaya yang dibingkai oleh redaktur dan disiarkan di dua televisi lokal Jogja TV dan Agropolitan TV lebih memprioritaskan aspek atasan maupun pendapat /keinginan Hal ini dilatarbelakangi karena dua televisi lokal merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki rasa mengakomodasi kebutuhan informasi pada masyarakat. komersialisme yang mengacu pada visi misi dan profit lembaga penyiaran tersebut dalam rangka meningkatkan pembangunan di daerah tersebut. Agropolitan TV kedepan perlu dilakukan peningkatkan konsistensinya pada ideologi pemberitaan idealisme Agropolitan masyarakat kota Batu. Jawa Timur. DAFTAR PUSTAKA