Vol 1 No. 4 Oktober 2024 P-ISSN : 3047-2806 E-ISSN : 3047-2075. Hal 33 - 37 JURNAL PADAMU NEGERI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jpn Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/kvwz7s28 SOSIALISASI PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA 2. SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI TINGKAT DESA BLOROK Dendy Kurniawan a*. Nur Faizinb. Ainul Maftuchahc. Sunartod. Anware. Bagus Sembodof a Fakultas Studi Akademik, dendy@stekom. Universitas Sains dan Teknologi Komputer. Semarang Jawa Tengah b SMP NU 07 Brangsong. Kendal Jawa Tengah c KB Al-Mardliyah Kaliwungu Selatan. Kendal Jawa Tengah d SMP Negeri 02 Brangsong. Kendal Jawa Tengah ef Pemerintah Desa Blorok Brangsong. Kendal Jawa Tengah Korespondensi ABSTRACT The Regional Head Election (Pilkad. is a democratic mechanism that allows citizens to directly elect their regional leaders. However, voter participation in Pilkada remains a challenge, especially in rural areas, due to limited access to information, political apathy, and a lack of political education. This study aims to enhance community participation through the 2024 Pilkada socialization program in Blorok Village. Brangsong District. Kendal Regency. Central Java. The method used in this community engagement activity is political education-based socialization, involving community leaders, neighborhood heads (RT/RW), and local residents. The stages of the activity include planning, preparation of socialization materials, implementation at the village hall, and evaluation of its effectiveness. The evaluation results indicate an increase in public understanding regarding the importance of electoral participation. Participants who previously had little knowledge about the voting process showed greater enthusiasm after attending this program. Despite challenges such as time constraints for participants and skepticism towards the election process, this socialization effort positively impacted political awareness in the It is expected that similar initiatives will continue to improve the quality of democracy and encourage active community participation in future elections. Keywords: 2024 Pilkada, voter participation, political socialization, voter education, rural democracy Abstrak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkad. merupakan mekanisme demokrasi yang memungkinkan masyarakat untuk secara langsung memilih pemimpin daerah. Namun, partisipasi pemilih dalam Pilkada masih menjadi tantangan, terutama di wilayah pedesaan, akibat keterbatasan informasi, sikap apatis, dan kurangnya edukasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui kegiatan sosialisasi Pilkada 2024 di Desa Blorok. Kecamatan Brangsong. Kabupaten Kendal. Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi berbasis edukasi politik, yang melibatkan tokoh masyarakat, perangkat RT/RW, serta warga setempat. Tahapan kegiatan meliputi perencanaan, penyusunan materi sosialisasi, pelaksanaan sosialisasi di Aula Balai Desa, serta evaluasi terhadap efektivitas kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait pentingnya partisipasi dalam Pilkada. Peserta yang sebelumnya kurang memahami proses pemilihan menunjukkan antusiasme lebih besar setelah mengikuti kegiatan ini. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu peserta dan sikap skeptis terhadap Pilkada, sosialisasi ini memberikan dampak positif terhadap kesadaran politik masyarakat. Diharapkan, upaya serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pemilihan umum di masa mendatang. Kata kunci: Pilkada 2024, partisipasi masyarakat, sosialisasi politik, edukasi pemilih, demokrasi desa Received Oktober 25, 2024. Revised Oktober 30, 2024. Accepted Januari 20, 2025. Published Januari 29. Dendy Kurniawan dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 1 No. 33 Ae 37 PENDAHULUAN Pemilihan Kepala Daerah (Pilkad. merupakan mekanisme demokratis yang memungkinkan masyarakat memilih pemimpin daerah secara langsung. Pemilihan Kepala Daerah merupakan salah satu wujud demokrasi langsung yang memungkinkan masyarakat memilih pemimpin daerah secara langsung. Namun, meskipun memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah, partisipasi masyarakat dalam Pilkada seringkali masih kurang optimal. Data dari KPU menunjukkan bahwa pada beberapa Pilkada sebelumnya, tingkat partisipasi pemilih masih berada di bawah target yang diharapkan, dengan variasi angka partisipasi antar daerah (KPU, 2. Berbagai faktor mempengaruhi rendahnya partisipasi masyarakat dalam Pilkada, antara lain minimnya pemahaman tentang pentingnya suara individu dalam menentukan kebijakan daerah, kurangnya informasi mengenai proses Pilkada, serta sikap apatis akibat ketidakpercayaan terhadap calon pemimpin atau sistem Studi dari Hamid et al. menemukan bahwa di daerah pedesaan, rendahnya partisipasi pemilih sering kali disebabkan oleh keterbatasan akses informasi dan kurangnya kegiatan edukasi politik yang melibatkan masyarakat lokal. Sosialisasi yang efektif di tingkat desa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi rendahnya partisipasi Kegiatan yang melibatkan tokoh masyarakat dan perangkat RT/RW dapat membantu menyebarkan informasi mengenai Pilkada dan pentingnya partisipasi pemilih. Sebagai contoh, program sosialisasi di Desa Gununggiana berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hak suara, sehingga tingkat partisipasi meningkat secara signifikan dibandingkan Pilkada sebelumnya (Gununggiana Desa, 2. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, partisipasi masyarakat dalam Pilkada masih menjadi tantangan besar, terutama di wilayah pedesaan. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat melalui sosialisasi Pilkada menjadi langkah penting untuk memperkuat kesadaran politik masyarakat dan mendorong keterlibatan aktif dalam proses demokrasi. Kegiatan ini bertujuan untuk sosialisasi Pilkada 2024 di desa Blorok kecamatan brangsong kabupaten kendal jawa tengah. Melalui sosialisasi ini diharapkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024 dapat meningkat, sehingga proses demokrasi di Desa Blorok semakin berkualitas dan representatif. METODOLOGI PENELITIAN Tahapan Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini adalah metode sosialisasi, yang dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: 1 Perencanaan Langkah awal melibatkan koordinasi dengan kepala desa dan aparatur pemerintah Desa Blorok, serta tokoh masyarakat setempat. Tujuan utama dari tahap ini adalah memperoleh dukungan dan kerjasama untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 di Desa Blorok. Kecamatan Brangsong. Kabupaten Kendal. Provinsi Jawa Tengah. 2 Penyusunan Materi Sosialisasi Materi sosialisasi dirancang agar informatif dan menarik, dengan penekanan pada pentingnya penggunaan hak pilih, perlindungan data hak pilih, dampak Pilkada terhadap kehidupan masyarakat, dan langkahlangkah praktis dalam menggunakan hak pilih. 3 Pelaksanaan Sosialisasi Tahapan utama adalah pelaksanaan kegiatan sosialisasi melalui pertemuan langsung di Aula Balai desa. Pertemuan ini melibatkan masyarakat umum, perangkat RT dan RW serta tokoh masyarakat Desa Blorok untuk memastikan penyampaian informasi yang efektif dan inklusif. 4 Evaluasi dan Pelaporan Tahap akhir melibatkan evaluasi untuk mengukur tingkat efektivitas dan penerimaan masyarakat terhadap kegiatan sosialisasi. Selanjutnya, laporan kegiatan disusun sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan program pengabdian masyarakat di masa mendatang. JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2024, pp. 33 - 37 Dendy Kurniawan dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 1 No. 33 Ae 37 HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pelaksanaan Sosialisasi Pilkada 2024 Kegiatan sosialisasi Pilkada 2024 di Desa Blorok berlangsung sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Sosialisasi ini diadakan di Aula Balai Desa Blorok dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan RT/RW. Antusiasme peserta cukup tinggi, terlihat dari jumlah kehadiran yang melebihi target awal, yakni sebanyak 15 orang dari total 20 orang yang diberikan undangan secara tertulis. Materi sosialisasi mencakup pentingnya partisipasi dalam Pilkada, prosedur pencoblosan, serta dampak pemilihan terhadap pembangunan daerah. Pemaparan dilakukan secara interaktif dengan menggunakan media presentasi, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Partisipasi aktif dari peserta menunjukkan adanya ketertarikan terhadap topik yang dibahas, terutama dalam hal teknis pemilihan dan kriteria pemimpin yang ideal. Gambar 1 Pelaksanaan Sosialisasi 2 Tingkat Pemahaman dan Respons Masyarakat Setelah sosialisasi, dilakukan sesi evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta mengenai materi yang telah disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman masyarakat terkait pentingnya Pilkada dan hak pilih mereka. Berdasarkan wawancara kepada peserta sosialisasi pilkada, sebanyak 90% peserta menyatakan lebih memahami proses Pilkada dibandingkan sebelum mengikuti Selain itu, beberapa peserta mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka merasa kurang tertarik atau ragu untuk menggunakan hak pilih, tetapi setelah mengikuti sosialisasi, mereka lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam Pilkada 2024. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi politik di tingkat desa memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi pemilih. 3 Tantangan dan Kendala dalam Pelaksanaan Sosialisasi Meskipun kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik, terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan waktu bagi beberapa peserta, terutama perangkat desa dan warga yang memiliki kesibukan kerja. Selain itu, masih ada sebagian masyarakat yang menunjukkan sikap skeptis terhadap Pilkada akibat pengalaman politik sebelumnya. Untuk mengatasi hal ini, di masa mendatang dapat dilakukan sosialisasi tambahan yang lebih personal, seperti diskusi dalam kelompok kecil atau door-to-door campaign agar pesan yang disampaikan lebih efektif. 4 Dampak Sosialisasi terhadap Partisipasi Masyarakat Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran politik masyarakat Desa Blorok. Diharapkan, informasi yang telah disampaikan dapat menyebar lebih luas melalui peserta yang hadir, terutama tokoh masyarakat dan perangkat RT/RW. Dengan adanya sosialisasi ini, partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024 diharapkan meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada 2. Sebagai Upaya Penguatan Partisipasi Masyarakat Di Tingkat Desa Blorok (Dendy Kurniawa. Dendy Kurniawan dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 1 No. 33 Ae 37 Gambar 2 Peserta Sosialisasi Gambar 3 Daftar Hadir Peserta Sosialisasi KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pelaksanaan sosialisasi Pilkada 2024 di Desa Blorok, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya partisipasi dalam pemilihan kepala daerah. Sosialisasi yang dilakukan melalui pertemuan langsung di Aula Balai Desa Blorok berhasil menarik perhatian berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan RT/RW. Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa kurangnya informasi dan edukasi politik menjadi salah satu faktor utama rendahnya partisipasi pemilih. Setelah sosialisasi, terdapat peningkatan pemahaman masyarakat terhadap proses Pilkada, hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta dampak kebijakan yang dihasilkan dari hasil pemilihan. Meskipun demikian, beberapa tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan waktu peserta dan sikap skeptis terhadap proses politik. Oleh karena itu, diperlukan strategi tambahan dalam bentuk pendekatan yang lebih personal, seperti diskusi kelompok kecil atau kampanye dari rumah ke rumah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024 dapat meningkat secara signifikan. Keberlanjutan program sosialisasi politik di tingkat desa menjadi langkah strategis untuk memperkuat demokrasi partisipatif dan memastikan bahwa setiap warga negara dapat berkontribusi dalam menentukan arah pembangunan daerah melalui pemilihan yang cerdas dan bertanggung jawab. DAFTAR PUSTAKA