Jurnal Pendidikan Bahasa Volume 15. Nomor 4. Desember 2025 | ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Analisis Wacana Multimodal dalam Website Universitas PGRI Wiranegara Erni Suswati1,*. Bayu Firmansyah1. Ilmiyatur Rosidah1 Universitas PGRI Wiranegara *Corespondence: ernisuwati07@gmail. Abstrak Penelitian ini menganalisis wacana multimodal pada situs web Universitas PGRI Wiranegara dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan teori multimodal Kress dan van Leeuwen. Data diperoleh melalui dokumentasi, tangkapan layar, dan observasi visual dari halaman utama situs uniwara. Hasil menunjukkan bahwa teks, gambar, warna, ikon, dan tata letak bekerja secara terpadu membentuk pesan representatif dan ideologis. teks menyampaikan informasi akademik, warna biru dan ikon mencitrakan profesionalisme dan keterbukaan, sedangkan tata letak mendukung navigasi yang efisien. temuan ini menegaskan bahwa multimodalitas dalam website berperan strategis dalam membingkai identitas, nilai kelembagaan, serta citra institusi pendidikan di era digital. Kata Kunci: Situs Web Universitas. Wacana Multimodal. Bentuk Moda Received: 27 Nov 2025. Revised: 21 Des 2025. Accepted: 22 Des 2025. Available Online: 28 Des 2025 This is an open access article under the CC - BY license. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah mendorong institusi pendidikan tinggi untuk membangun komunikasi institusional melalui media daring, khususnya situs web resmi. Website universitas tidak lagi berfungsi semata-mata sebagai pusat informasi administratif, melainkan juga sebagai ruang representasi nilai, identitas, dan citra kelembagaan. Melalui media digital, universitas menyampaikan visi, misi, serta positioning institusional kepada publik secara lebih luas dan dinamis. Komunikasi dalam media digital tersebut tidak lagi bersifat linear dan verbal saja, tetapi bersifat multimodal. Multimodalitas mengacu pada penggunaan berbagai moda semiotik, seperti bahasa, gambar, warna, suara, musik, dan gerakan, yang bekerja secara simultan dalam membentuk makna yang utuh dan ideologis (Kress & Leeuwen, 2. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan analisis yang mampu menangkap kompleksitas makna yang dibangun melalui interaksi antar moda dalam media digital. Teori multimodalitas yang dikembangkan oleh (Kress & Leeuwen, 2. menekankan bahwa setiap mode komunikasi memiliki fungsi representatif yang khas. Makna tidak hanya dihasilkan oleh teks verbal, tetapi juga oleh kombinasi moda visual dan auditori yang beroperasi dalam konteks sosial dan budaya tertentu. Dalam konteks komunikasi institusional, website universitas menjadi medium strategis karena memungkinkan penggabungan berbagai moda untuk membangun representasi identitas kelembagaan secara persuasif. Sejumlah penelitian terdahulu telah mengkaji analisis wacana multimodal pada media digital kampus. Penelitian pada laman e-learning universitas terbuka, misalnya, menunjukkan bahwa ikon, warna, dan tata letak berperan penting dalam membentuk makna fungsional (Jamilah et al. , n. Sementara itu, kajian terhadap situs universitas negeri Surabaya mengungkap bahwa perpaduan visual simbolik dan elemen tekstual digunakan untuk membangun representasi institusional. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa identitas keagamaan mahasiswa dibangun melalui interaksi berbagai moda digital, yang menegaskan pentingnya multimodalitas dalam konteks budaya kampus. Namun demikian, kajian yang secara khusus menelaah multimodalitas pada website resmi institusi pendidikan tinggi lokal masih relatif terbatas. Website universitas PGRI Wiranegara (Uniwar. , sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di tingkat lokal, memiliki karakteristik multimodal yang menarik untuk dikaji https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. karena memadukan teks naratif, foto institusi, ikon simbolik, animasi visual, serta video promosi yang dilengkapi narasi suara dan musik latar dalam menyampaikan pesan kelembagaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk multimodalitas yang terdapat pada website universitas PGRI Wiranegara serta menganalisis bagaimana interaksi antar moda komunikasi tersebut membentuk makna sosial, representasi identitas, dan strategi komunikasi institusional dalam konteks media digital pendidikan tinggi. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara rinci bentuk-bentuk multimodalitas dalam media digital universitas. Metode yang digunakan adalah analisis wacana multimodal, yaitu menganalisis bagaimana berbagai moda komunikasi seperti bahasa, gambar, suara, musik, dan gerakan bekerja secara bersamaan dalam menyampaikan makna. Penelitian ini dilakukan secara sistematis terhadap objek digital, tanpa melibatkan responden atau data lapangan berbasis Objek dalam penelitian ini adalah website resmi Universitas PGRI Wiranegara . ttps://uniwara. Pemilihan objek didasarkan pada keberadaan unsur multimodal yang lengkap dalam tampilan web tersebut, seperti penggunaan bahasa visual, elemen animasi, musik latar, dan narasi audio dalam video institusional. yang dikaji mencakup seluruh konten utama pada beranda situs, termasuk video profil universitas, sambutan pimpinan, ikon dan gambar statis, serta struktur navigasi yang memadukan teks dan visual (Kress & Leeuwen. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, yaitu dengan mengakses dan merekam semua elemen visual dan auditori yang muncul pada halaman website. Setiap elemen diklasifikasikan berdasarkan moda bahasa, gambar, musik, suara, dan gerakan. Data tersebut kemudian diidentifikasi, dideskripsikan, dan dikategorikan sesuai dengan jenis modalitas dan fungsi representasionalnya. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, menggunakan teknik interpretasi terhadap interaksi antarmoda untuk menemukan pola representasi makna. Peneliti menganalisis keterkaitan antar elemen multimodal dalam membentuk citra institusi, serta menjelaskan bagaimana struktur penyajian media digital tersebut membangun narasi sosial dan identitas kelembagaan universitas. Fokus utama analisis adalah bagaimana setiap moda bekerja secara simultan dan saling melengkapi dalam konteks komunikasi institusional. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian yang berjudul AuMultimodalitas pada Web Universitas PGRI Wiranegara (Analisis Wacana Multimoda. Ay. sesuai dengan teori (Kress & Leeuwen, 2. terkait bentuk wacana multimodal yang menghasilkan beberapa temuan data berupa bentuk moda yakni bahasa, gambar, musik, suara dan gerakan, sebagai berikut untuk memastikan bahwa makna tidak hanya disampaikan tetapi juga dibuat lebih kompleks dan Bentuk moda seperti bahasa, gambar, musik, suara, dan gerakan digunakan dalam wacana multimodal karena moda yang berbeda ini membantu mencapai tujuan komunikatif yang berbeda. Bentuk Bahasa Bahasa yang dimaksud dalam teori multimodalitas oleh (Kress & Leeuwen, 2. merujuk pada teks tertulis yang muncul dalam konten digital, seperti yang ditemukan di website Universitas PGRI Wiranegara. Analisis terhadap bahasa ini bertujuan untuk memahami bagaimana makna dibangun melalui susunan kata dan struktur kalimat yang digunakan. dalam konteks analisis, mendeskripsikan teks sering kali dianggap lebih mudah dibandingkan menganalisisnya secara mendalam. Namun, menganalisis memiliki nilai yang lebih tinggi karena melibatkan pemikiran kritis dan kemampuan untuk melihat keterkaitan antara unsur-unsur yang ada. hal ini mirip dengan saat kita mengamati gambar: kita tidak hanya memperhatikan apa yang tampak, tetapi juga mempertimbangkan apa yang tidak hadir secara eksplisit, namun penting secara makna. Dalam website Uniwara, penggunaan bahasa tidak sekadar menyampaikan informasi institusional seperti visi, misi, atau deskripsi program studi, tetapi juga membentuk citra dan identitas kampus. Misalnya, kalimat AuPatriot Gagah. Berani, dan TangguhAy pada halaman utama tidak hanya menggambarkan karakter ideal mahasiswa, tetapi juga menciptakan narasi tentang semangat perjuangan dan ketangguhan sebagai bagian dari nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh institusi. Struktur kalimat ini mengandung unsur evaluatif dan inspiratif, membentuk koneksi emosional antara institusi dan audiens. https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Data 1 (BM/BHS/B. 1/Ka. Kalimat yang terdapat pada lapisan . beranda gambar pertama, yaitu AuJoin UsAy dan AuUniversitas PGRI WiranegaraAy. Secara sintaksis, frasa AuJoin UsAy merupakan kalimat imperatif yang berfungsi sebagai ajakan langsung. Frasa ini tersusun atas verba join dan pronomina objek us, dengan subjek implisit you, sebagaimana lazim dalam konstruksi imperatif bahasa Inggris. Bentuk ini digunakan untuk membangun kedekatan komunikatif dan mendorong keterlibatan audiens. Dalam perspektif multimodal (Kress & van Leeuwen, 2. , gambar pada laman utama website Universitas PGRI Wiranegara berfungsi sebagai moda visual utama yang memperkuat pesan ajakan. Dokumentasi kegiatan kampus digunakan tidak sekadar sebagai elemen estetis, tetapi sebagai sarana representasi institusi yang bersifat persuasif dan promotif. Kehadiran teks AuJoin UsAy yang diikuti nama institusi membentuk struktur naratif ajakan yang jelas dan terarah. Secara semantik, frasa AuJoin UsAy mengandung makna ajakan untuk menjadi bagian dari komunitas akademik yang inklusif. Pronomina us merepresentasikan nilai kebersamaan dan identitas kolektif UNIWARA, sedangkan penyebutan AuUNIVERSITAS PGRI WIRANEGARAAy menegaskan institusi sebagai ruang pengembangan diri yang bermakna secara sosial dan akademik. Secara leksikal, kata join menunjukkan tindakan aktif, sementara us merujuk pada komunitas yang Penulisan nama institusi dengan huruf kapital berfungsi memperkuat kesan formal, otoritatif, dan Kombinasi elemen verbal ini menunjukkan keseimbangan antara dorongan personal dan legitimasi institusional dalam membangun pesan persuasif. Data 2 BM/BHS/B. 3/Kal Kalimat ini ada di layer home slet gambar Kedua AuPatriot Gagah. Berani dan TangguhAy Secara sintaksis, kalimat ini berbentuk frasa nominal yang tidak mengandung predikat, melainkan susunan deskriptif yang merepresentasikan satu subjek implisit, yakni patriot. Struktur frasa ini terdiri atas satu nomina utama . yang diikuti oleh tiga adjektiva, yaitu gagah, berani, dan tangguh. Ketiga adjektiva tersebut disusun secara koordinatif dengan penggunaan konjungsi dan di antara dua kata terakhir, sehingga membentuk pola enumeratif yang ritmis, padat, dan langsung pada inti makna. Bentuk frasa ini lazim digunakan sebagai slogan karena tidak menuntut kelengkapan struktur kalimat, tetapi mengutamakan daya tekan makna dan kemudahan diingat. Secara sintaksis, frasa ini berfungsi sebagai slogan deskriptif yang efektif karena struktur nominalnya memungkinkan penyampaian pesan ideologis secara singkat, padat, dan mudah diinternalisasi oleh Secara semantik, frasa AuPatriot Gagah. Berani dan TangguhAy menekankan kualitas karakter ideal yang diharapkan dimiliki oleh civitas akademika UNIWARA, khususnya mahasiswa. Kata patriot merujuk pada individu yang memiliki jiwa cinta tanah air, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap kepentingan Kata gagah merepresentasikan citra kepercayaan diri, kekuatan fisik, dan ketegasan penampilan. Kata berani menyimbolkan keberanian mengambil sikap serta menghadapi tantangan dan risiko. Sementara itu, kata tangguh menunjukkan ketahanan yang bersifat multidimensional, mencakup aspek fisik, mental, dan Secara keseluruhan, makna frasa ini membangun representasi mahasiswa ideal yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan nilai kebangsaan. Secara semantik, frasa ini membentuk konstruksi makna tentang identitas mahasiswa ideal sebagai sosok berkarakter nasionalis, berani menghadapi tantangan, dan memiliki ketahanan intelektual serta moral. Secara leksikal, seluruh kata yang digunakan merupakan kosakata bahasa Indonesia yang sederhana dan mudah dipahami oleh khalayak luas, namun memiliki daya sugesti dan konotasi ideologis yang kuat. Leksikon seperti patriot, gagah, berani, dan tangguh bersifat afektif serta kerap digunakan dalam wacana kepemimpinan, perjuangan, dan pembangunan karakter bangsa. Pemilihan kosakata ini menunjukkan strategi bahasa yang tidak mengandalkan istilah teknis atau akademis, melainkan bahasa emosional dan persuasif untuk membangun keterikatan psikologis dengan audiens. https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Secara leksikal, pemilihan kosakata yang sederhana namun konotatif memperkuat fungsi persuasif dan motivasional slogan, sekaligus menegaskan nilai nasionalisme dan pembentukan karakter sebagai ideologi Bentuk Gambar Gambar dalam website ini tidak hadir secara acak setiap visual dirancang untuk mewakili ide dan pesan tertentu yang berhubungan erat dengan konteks sosial dan budaya institusi. Dengan demikian, gambar dapat menjadi sarana untuk mentransformasikan pengetahuan sosial menjadi bentuk representasi yang komunikatif dan persuasif kepada audiens. dalam proses analisis visual, aspek penting yang diamati meliputi bagaimana hubungan antara pembuat konten . , audiens . engunjung situ. , dan objek visual . ambar atau simbo. terbentuk dalam satu kesatuan makna. Komponen visual seperti warna dominan biru dan putih, latar belakang foto formal, serta penempatan ikon dan logo universitas memiliki fungsi semiotik yang kuat: memperkuat kesan profesional, terpercaya, dan terbuka. oleh karena itu, moda gambar pada website Uniwara merupakan bentuk representasi visual yang tidak hanya menampilkan informasi, tetapi juga membangun wacana institusional yang sarat makna simbolik dan ideologis. Gambar 1. Data Gambar 1 Data 1 (W/Gbr1/Wa. Gambar dalam menu utama website Universitas PGRI Wiranegara menunjukkan tiga mahasiswa berdiri dengan percaya diri di depan gedung kampus. Setiap mahasiswa mengenakan pakaian yang berbeda: jas laboratorium putih, seragam teknik biru, dan pakaian kasual. Ketiga representasi visual ini membentuk simbol dari keberagaman bidang ilmu yang ditawarkan UNIWARA. Gedung kampus yang menjadi latar belakang tampil dengan warna dominan putih, biru, dan hijau, serta arsitektur yang bersih dan tertata, menciptakan nuansa keterbukaan, profesionalisme, dan ketenangan yang berpadu harmonis. Dalam data BM/BHS/B. 2/Kal yang diletakkan di bagian atas gambar, memberikan penekanan pada keberlanjutan dan dinamika proses pembelajaran yang disediakan oleh UNIWARA. Di sisi bawah, terdapat tombol hijau bertuliskan AuPENDAFTARAN MAHASISWA BARU,Ay sebagai bentuk ajakan langsung dan visual untuk bertindak. Dalam pendekatan multimodal menurut (Kress & Leeuwen, 2. , makna representasional dalam gambar ini tercermin pada keberadaan ketiga mahasiswa sebagai wakil dari bidang keilmuan yang berbeda. Hal ini memperlihatkan keberagaman akademik yang diwadahi secara sejajar dalam satu institusi. Ketiganya berdiri di garis lurus, menunjukkan kesetaraan dan harapan untuk kemajuan bersama. Makna interpersonal muncul dari ekspresi percaya diri dan sikap terbuka mahasiswa yang langsung menghadap kamera. Posisi ini menciptakan kesan kedekatan antara institusi dengan penontonnya yakni calon mahasiswa atau masyarakat umum bahwa mereka disambut dan diberi tempat dalam ruang belajar tersebut. Pilihan pakaian juga menjadi bagian dari strategi visual untuk membangun hubungan emosional dengan target audiens dari berbagai latar belakang minat dan keahlian. Secara komposisional, latar kampus yang bersih dan terang menjadi elemen visual petunjuk utama, memperkuat citra UNIWARA sebagai ruang belajar yang rapi, ramah, dan modern. Kombinasi warna hijau, putih, dan biru menyimbolkan harapan, ketulusan, serta stabilitas, yang sesuai dengan harapan pendidikan tinggi dalam membentuk generasi masa depan. https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Gambar ini menyiratkan ide bahwa masa depan dimulai dari sekarang, dan bahwa setiap individu apapun latar belakang keilmuan dan identitasnya memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan meraih impiannya di kampus ini. Ajakan visual AuPENDAFTARAN MAHASISWA BARUAy berfungsi sebagai titik aksi yang konkret dari semua simbolisme tersebut, menegaskan bahwa harapan dan peluang belajar itu hanya bisa dimulai ketika seseorang memilih untuk bertindak yakni mendaftar. makna dalam gambar ini adalah bahwa UNIWARA memosisikan dirinya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai ruang kolektif untuk pengembangan potensi individu menuju masa depan. Mahasiswa bukan dilihat semata sebagai penerima ilmu, melainkan sebagai subjek aktif dalam merancang masa depan mereka. Dengan menampilkan keberagaman representasi visual mahasiswa, kampus ini juga menegaskan sikap inklusif dan keterbukaan terhadap perbedaan, menjadikan pendidikan sebagai alat untuk menyatukan dan memberdayakan. Bentuk Musik Dalam konteks multimodalitas menurut (Kress & Leeuwen, 2. , elemen musik atau suara termasuk dalam komponen penting yang dapat membentuk suasana dan menyampaikan makna secara emosional. Namun, karena objek penelitian ini adalah website Universitas PGRI Wiranegara yang bersifat digital dan informatif, bentuk moda musik tidak secara eksplisit hadir seperti dalam video klip musik. Sebagai gantinya, bentuk moda yang sepadan adalah moda interaktif atau audiovisual, yang mencakup elemen dinamis seperti animasi, video sambutan, dan efek suara , yang ditampilkan dalam tampilan halaman website. Moda audiovisual pada website Uniwara berfungsi untuk memperkuat kesan profesional dan menarik perhatian pengunjung situs. Salah satu contohnya adalah video sambutan dari rektor yang muncul pada halaman Video ini menampilkan narasi vokal yang disampaikan dengan suara tenang dan artikulasi yang jelas, memperlihatkan kesan resmi, bersahabat, dan meyakinkan. Nada suara yang digunakan cenderung stabil dan rendah, membangun suasana formal dan penuh kehangatan sebagai perkenalan institusi kepada publik. ini tidak berdiri sendiri. ia bersinergi dengan elemen visual lain seperti logo universitas, background warna biru yang menenangkan, serta teks sambutan yang mendampingi. Narasi dalam video tidak hanya memberikan informasi verbal, tetapi juga menjadi jembatan emosional yang memperkuat identitas institusi dan nilai-nilai yang ingin ditonjolkan, seperti kedekatan dengan mahasiswa, profesionalisme, dan semangat kolaborasi. meskipun tidak menampilkan musik dalam bentuk lagu atau instrumen yang kompleks, moda audiovisual dalam website ini tetap mampu membentuk makna secara emosional dan komunikatif. Sama seperti musik dalam video klip, elemen suara dan gerak dalam media digital ini turut berperan dalam menciptakan pengalaman yang utuh dan bermakna bagi pengguna, serta membangun keterhubungan antara teks, gambar, dan narasi dalam satu kesatuan multimodal. Data Video Pertama Dekan FPP Menjelaskan profil penerimaan mahasiswa baru Fakultas Pedagogi dan Psikologi UNIWARA di Layer Home bagian bawah Temuan Data musik dari video penjelasan Dekan Fakultas Pedagogi dan Psikologi (FPP) UNIWARA yang ditampilkan di layer Home bagian bawah situs resmi UNIWARA menunjukkan penggunaan musik sebagai moda semiotik yang berperan penting dalam membangun suasana naratif yang bersifat profesional, hangat, dan Musik yang mengiringi video ini didominasi oleh instrumen piano yang dimainkan secara pelan dan harmonis, dengan ritme stabil dalam tempo lambat . low temp. yang konsisten sejak awal hingga akhir video . ekitar menit 00. 01Ae02. Pada bagian awal video . 01Ae00. , alunan piano lembut mengiringi visual yang menampilkan logo UNIWARA dan transisi menuju wajah Dekan FPP. Dalam pendekatan (Kress Van Leeuwen 2. , musik ini menyimbolkan keseriusan akademik yang tetap humanis memberi impresi bahwa pendidikan di UNIWARA adalah ruang formal yang bersahabat dan terbuka. Musik membentuk latar emosional yang menenangkan, mendukung pemahaman terhadap narasi akademik dan struktur fakultas yang sedang sepanjang narasi yang disampaikan oleh Dekan . 31Ae02. , musik tetap dijaga dalam nada rendah yang stabil tanpa ada klimaks atau perubahan dinamis yang mencolok. Hal ini berfungsi secara interpersonal untuk menjaga kedekatan dengan audiens, membangun suasana percakapan yang ramah dan tidak Musik tidak menenggelamkan suara narator, justru memberi ruang agar isi pidato mengenai visi, misi, keunggulan program studi, dan ajakan kepada calon mahasiswa tersampaikan secara jernih. Menuju penutupan video . 01Ae02. , melodi mengalir sedikit lebih lembut, memberi kesan penutup yang mengandung harapan. Dalam dimensi komposisional, pengaturan volume dan nada musik di bagian akhir ini menyatu dengan ajakan pendaftar untuk bergabung. Irama melodi yang berakhir perlahan menekankan pesan https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. pendidikan sebagai perjalanan panjang yang damai dan bermakna. Hal ini secara simbolik memperkuat pesan ideologis bahwa bergabung dengan FPP UNIWARA adalah langkah yang tenang dan penuh keyakinan menuju masa depan yang lebih baik. Bentuk Suara Dalam teori multimodalitas yang dikemukakan oleh (Kress & Leeuwen, 2. , suara dapat dibedakan menjadi dua jenis utama: suara naratif dan suara non-naratif. Suara naratif merupakan bunyi yang berasal dari objek nyata dalam tampilan visual, seperti suara orang berbicara, suara kendaraan, atau suara aktivitas yang terdengar dalam konteks visual yang sedang ditampilkan. Sebaliknya, suara non-naratif adalah suara yang tidak memiliki sumber langsung yang terlihat dalam gambar, misalnya musik latar atau efek suara tambahan, yang hanya dapat didengar oleh audiens untuk memperkuat suasana atau makna tertentu. dalam konteks website Universitas PGRI Wiranegara, moda suara tidak muncul secara konvensional seperti pada media video klip, namun hadir melalui bentuk seperti video sambutan atau dokumentasi kegiatan yang menyertakan narasi vokal. Salah satu contohnya adalah video sambutan Rektor yang muncul di bagian awal halaman website. Dalam video ini, suara naratif berupa suara Rektor yang berbicara langsung kepada pengunjung situs terdengar jelas dan tenang. Intonasinya mantap, artikulasinya jelas, dan temponya stabil, menampilkan kesan resmi, profesional, namun tetap bersahabat. Karakter suara dalam video ini memperkuat pesan-pesan institusional seperti visi, misi, serta semangat kebersamaan yang ingin disampaikan. Penyampaian yang personal, artikulatif, dan hangat menjadikan suara sebagai moda penting dalam membangun kesan kepercayaan dan keterbukaan. Dalam multimodalitas web, suara menjadi elemen yang membantu menyeimbangkan aspek visual dan verbal, sehingga pengalaman pengguna dalam mengakses informasi menjadi lebih hidup, bermakna, dan Data Video Pertama Dekan FPP Menjelaskan profil penerimaan mahasiswa baru Fakultas Pedagogi dan Psikologi UNIWARA. Data W/Su. 1 /Na Temuan data suara Video ini dibuka pada menit 00. 03Ae00. 15 dengan suara narator yang merupakan Dekan Fakultas Pedagogi dan Psikologi. Dr. Yudi. Dengan pendekatan multimodal, suara dalam hal ini bukan sekadar media transkripsi verbal, melainkan sumber semiotik auditif yang secara aktif membentuk makna sosial dan ideologis. Nada suaranya yang tenang, lembut, dan artikulatif, disertai intonasi datar menurun pada ucapan pembuka seperti AuAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat datang di Fakultas Pedagogi dan Psikologi UNIWARA,Ay memberikan kesan hangat, sopan, dan berwibawa. Dalam kerangka multimodal, penggunaan intonasi dan tekanan ini menciptakan hubungan interpersonal yang bersifat inklusif dan terbuka . nterpersonal metafunctio. Suara narator menegaskan kesetaraan dan penerimaan terhadap audiens, yang secara simbolik merepresentasikan nilai-nilai pendidikan yang humanis. Memasuki menit 16Ae00. 45, ketika narator menjelaskan visi dan misi fakultas, suara tetap dijaga dalam tempo sedang, artikulatif, dan stabil. Intonasi menurun pada akhir frasa seperti Aumenjadi pusat pengembangan pendidikan yang unggul,Ay mencerminkan ketegasan institusional. Penekanan diberikan pada kata-kata kunci seperti Auunggul,Ay Auinovatif,Ay dan Auberkarakter,Ay yang menandai fokus ideologis institusi pada mutu dan nilai moral pendidikan. Dalam pendekatan multimodal, unsur ini menunjukkan kerja representasional di mana suara berfungsi sebagai modalitas untuk merepresentasikan citra institusional yang kredibel dan berorientasi pada masa depan. 46Ae01. 20, saat narator memaparkan program studi dan fasilitas fakultas, terjadi sedikit peningkatan intonasi, terutama ketika menyebutkan Aufasilitas laboratorium psikologiAy dan Aumicroteaching. Ay Peningkatan ini bukan sekadar variasi suara, melainkan tanda intensionalitas komunikatif untuk menekankan keunggulan komparatif fakultas. Dalam perspektif multimodal, penggunaan intonasi naik pada bagian ini merefleksikan fungsi interpersonal yang persuasif, mengajak audiens untuk tertarik secara rasional dan emosional. Gaya tutur yang terstruktur dan tempo yang tidak tergesa-gesa memungkinkan audiens dari latar belakang mana pun dapat memahami isi pesan secara utuh. Hal ini memperkuat dimensi komposisional, di mana modalitas suara terintegrasi harmonis dengan visual dan teks pada layar. Pada menit 01. 21Ae01. 40, saat narator mengajak audiens untuk bergabung, suara menjadi lebih dinamis. Intonasi naik pada kalimat AuKami mengajak Anda untuk bergabung bersama kami. Ay menandakan intensi ajakan yang disampaikan dengan penuh keyakinan dan harapan. Tekanan suara diberikan pada kata AubergabungAy dan Aumasa depan,Ay menambah dimensi emosional pada pesan. Secara multimodal, ini memperlihatkan bahwa suara tidak hanya menyampaikan isi verbal, tetapi juga menjadi alat retoris yang menghidupkan semangat optimisme dan motivasi. ajakan ini, secara ideologis, https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. merepresentasikan kepercayaan diri institusi dalam mempersiapkan generasi masa depan yang unggul. akhir, pada menit 01. 41Ae01. 58, suara kembali menurun dalam nada dan intonasi, menciptakan efek menenangkan dan persuasif yang bersifat reflektif. Kalimat seperti AuTerima kasih atas perhatian AndaAy disampaikan dengan tekanan lembut yang menandakan penghargaan dan sopan santun akademik. Dalam pandangan multimodal, bagian ini membangun komposisi penutup yang sinergis dengan unsur visual yang juga melambangkan keterbukaan dan profesionalisme lembaga. Berdasarkan keseluruhan temuan dari bentuk modalitas suara pada video profil PMB Fakultas Pedagogi dan Psikologi UNIWARA, dapat disimpulkan bahwa suara narator digunakan tidak hanya sebagai saluran penyampaian informasi, tetapi juga sebagai modal semiotik yang aktif dalam membentuk makna simbolik, emosional, dan ideologis. Nada yang lembut, artikulatif, dan penuh keyakinan, dengan intonasi dan tekanan yang dikelola secara strategis, memperkuat pesan ajakan, harapan, dan komitmen institusi kepada calon Pendekatan multimodal Kress van Leeuwen . memperlihatkan bahwa modalitas suara dalam video ini menjalankan tiga metafungsi secara utuh: fungsi representasional . enyampaikan profil institusi dan nilai-nilainy. , fungsi interpersonal . embangun kedekatan dan kepercayaa. , dan fungsi komposisional . engintegrasikan suara dengan visual dan tek. Suara Dr. Yudi menjadi elemen auditif yang menyatukan aspek emosional dan rasional dalam narasi promosi institusi. Dengan demikian, video ini berhasil menyampaikan citra UNIWARA sebagai institusi pendidikan yang profesional, terbuka, dan berorientasi masa depan melalui kekuatan suara yang bersahabat, kredibel, dan inspiratif. Bentuk Moda Gerakan Menurut (Kress & Leeuwen, 2. , gerakan dalam multimodalitas mencakup beragam ekspresi fisik seperti gerak tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh, atau tarian, yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara non-verbal dalam suatu konteks komunikasi. Dalam media visual, bentuk gerakan ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat makna, menambah kedalaman emosi, dan menciptakan interaksi yang lebih dinamis antara subjek, pesan, dan audiens. Dalam konteks website Universitas PGRI Wiranegara, moda gerakan tidak hadir dalam bentuk tari atau ekspresi dramatis seperti dalam video klip, melainkan dalam tampilan visual dinamis seperti pergerakan objek digital misalnya transisi antar halaman, animasi scroll, ikon bergerak, atau video aktivitas kampus yang menyertakan interaksi fisik dari tokoh-tokohnya. Misalnya, pada dokumentasi video kegiatan akademik dan upacara formal yang ditampilkan di halaman profil institusi, terlihat gerakan para dosen dan mahasiswa yang berjabat tangan, berjalan bersama, atau menyimak pidato dengan postur yang tegak dan ekspresi wajah serius. Gerakan-gerakan ini, meskipun sederhana dan tidak teatrikal, menyiratkan makna mendalam tentang semangat akademik, kebersamaan, dan komitmen terhadap dunia pendidikan. Gerakan tubuh seperti berdiri sejajar dalam barisan, berjalan menuju panggung, atau menyampaikan penghargaan menunjukkan struktur formal dan nilai- nilai institusional yang dijunjung tinggi. Gerakan ini juga memperlihatkan keteraturan dan profesionalitas yang menjadi bagian dari citra Uniwara. walau tidak terdapat tarian atau adegan dramatis, setiap bentuk gerakan dalam video yang ditampilkan di website Uniwara tetap memiliki muatan pesan yang kuat. Gerakan-gerakan tersebut menggambarkan interaksi sosial, kerja sama, dan aktivitas institusional yang dirancang untuk membangun hubungan emosional dan kognitif dengan pengunjung website. Dengan demikian, moda gerakan dalam konteks digital ini menjadi bagian dari strategi multimodal yang berfungsi memperkuat identitas visual dan nilai-nilai universitas secara implisit namun efektif. https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Gambar 2. Data 1 Pada menit 00:15, terlihat sosok Dekan Fakultas Pedagogi dan Psikologi UNIWARA berdiri di depan kamera dengan posisi tegak dan penuh kendali. Gerakan tubuhnya mencerminkan sikap tenang, terstruktur, dan penuh percaya diri. Ia menggunakan tangan secara aktif, mengangkat dan mengayunkan ringan ke depan saat menjelaskan poin penting, yang mencerminkan penekanan pesan ajakan kepada calon mahasiswa. Ekspresi wajah yang ditampilkan senyuman hangat yang konsisten, kontak mata langsung dengan kamera, serta anggukan ringan pada beberapa momen membangun kesan kedekatan emosional yang kuat. Gerakan-gerakan ini bukan hanya tampil sebagai respons mekanis terhadap isi verbal, tetapi juga mengandung fungsi representasional. Dalam teori Kress dan van Leeuwen . , aspek representasional dari gestur tersebut memperlihatkan peran dekan sebagai figur akademik yang tidak sekadar bersifat otoritatif, tetapi juga membimbing dan mengayomi. Postur tubuh yang tegak menyimbolkan keteguhan nilai-nilai akademik serta kredibilitas institusi, sementara tangan yang terbuka dan gestur yang dilakukan secara pelan memperlihatkan sikap keterbukaan terhadap calon mahasiswa baru. Pada menit . :45Ae01:. , transisi visual menunjukkan gerakan tubuh dekan yang berpindah secara halus dari titik tengah layar ke sisi lainnya, seiring dengan kemunculan visual kegiatan mahasiswa dan fasilitas kampus. Dalam konteks ini, gerakan tubuh berfungsi sebagai titik jangkar dalam komposisi visual. Tubuh dekan tidak bersifat statis, melainkan bergerak secara sinkron dengan elemen visual lain, sehingga menciptakan kohesi antarmode. Fenomena tersebut sejalan dengan aspek komposisional dalam pendekatan multimodal, yakni bagaimana tata letak tubuh dan pergerakannya menyatu dengan narasi visual lain untuk membentuk struktur pesan yang harmonis dan terpadu. Gerak tubuh menjadi bagian dari pengaturan visual yang mendukung alur pesan institusional secara keseluruhan. Pada menit . :15Ae01:. , terdapat momen ketika tangan dekan sedikit menyentuh dada saat menyampaikan pernyataan mengenai Aukomitmen mendidik generasi bangsaAy. Gestur ini secara interpersonal memperkuat kredibilitas pembicara serta menampilkan ketulusan emosional, sehingga membangun ikatan yang lebih intim dengan audiens. Hal ini mendukung mode interpersonal dalam teori multimodal, di mana gerakan tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi diri, tetapi juga sebagai sarana membangun relasi antara pembicara dan Secara keseluruhan, gestur tubuh dekan dalam video ini baik melalui ekspresi wajah, posisi tubuh, maupun arah gerakan tangan membangun narasi simbolik tentang kepercayaan, profesionalisme, dan keterbukaan institusional. Gerakan tubuh tersebut terintegrasi secara multimodal dengan elemen visual lain, seperti tayangan aktivitas mahasiswa, suasana kelas, dan fasilitas kampus, sehingga membentuk narasi yang utuh mengenai lingkungan akademik yang kondusif dan suportif. KESIMPULAN Berdasarkan temuan dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa website Universitas PGRI Wiranegara (UNIWARA) merupakan teks multimodal yang secara terpadu memadukan lima modalitas utama, yaitu bahasa, gambar, warna, tata letak, dan simbol visual, yang tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga membangun representasi ideologis serta identitas institusi. Setiap halaman mulai dari beranda, program studi, profil, hingga pengumuman dirancang secara strategis untuk memperkuat pesan ajakan dan orientasi masa depan, sebagaimana tercermin dalam penggunaan bahasa motivatif seperti AuEvery day brings with it a fresh set of learning possibilitiesAy dan AuRaih masa depanmu sekarang juga!Ay. Representasi visual melalui https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. gambar mahasiswa aktif, kegiatan kampus, dan suasana belajar yang harmonis menampilkan UNIWARA sebagai institusi yang progresif dan inklusif, diperkuat oleh dominasi warna biru, hijau, dan putih yang melambangkan semangat, kepercayaan, dan optimisme. Selain itu, tata letak yang rapi serta tipografi yang komunikatif mendukung keterpaduan pesan dan kenyamanan akses bagi pengguna. Dengan demikian, keseluruhan elemen multimodal pada website UNIWARA saling melengkapi dalam membentuk pesan institusional yang utuh, menjadikan website tidak sekadar media informasi, melainkan ruang ideologis yang merepresentasikan ajakan, harapan, dan identitas UNIWARA sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menuntun generasi muda menuju masa depan yang lebih baik. Daftar Pustaka