Journal for Quality in Women's Health | Vol. 2 No. 1 March 2019 | pp. 57 Ae 64 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Hubungan Motivasi Suami dan Tenaga Kesehatan dengan Kunjungan Ante Natal Care (ANC) pada Ibu Hamil di BPM Ny. Pakisaji Kabupaten Malang Anggrawati Wulandari1. Miftakhur Rohmah1 STIKes Surya Mitra Husada Kediri Coresponding Author: Anggrawati Wulandari . nggrawulandari64@gmail. Received 2 March 2019. Accepted 2 March 2019. Published 10 March 2019 ABSTRACT Pregnancy and childbirth complications as the highest cause of maternal death can be prevented by regular antenatal care (ANC) antenatal care. In addition to husband's support, the support of health workers also plays a role in antenatal care visits. The purpose of the study was to determine the relationship between the motivation of husband and health workers with the visit of ante natal care (ANC) to pregnant women in BPM Ny H Pakisaji Malang Regency. The research design used a correlation with a cross sectional approach. The population is all pregnant women of TM i who conduct antenatal care at BPM Ny H Pakisaji. Malang Regency, totaling 26 respondents. The sampling technique uses purposive sampling so that the sample is 26 mothers. Data analysis using logistic regression. The motivation of husbands in pregnant women is almost half, namely 10 respondents . 5%) with sufficient husband's motivation. The motivation of health workers in pregnant women was almost half, namely 11 respondents . 3%) with sufficient motivation of health Most antenatal care (ANC) visits to pregnant women were 17 respondents . 4%) with routine ANC visits. There is a relationship between the motivation of husband and health worker with the visit of ante natal care (ANC) to pregnant women in BPM Ny H Pakisaji Malang Regency. Regular visits to prenatal care are very important to know the development of the condition of pregnant women and their babies. Keywords: Husband's motivation, health worker motivation. ANC visit Copyright A 2019 STIKes Surya Mitra Husada All rights reserved. This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial di dalam keluarga. Pada umumnya kehamilan berkembangnya dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Sistem penilaian risiko tidak dapat memprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilanya. Oleh karena Website: http://jurnal. id/jqwh | Email: jqwh@strada. Anggrawati Wulandari, et. al | Hubungan Motivasi Suami dan Tenaga KesehatanA. itu pelayanan/asuhan antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal (Prawiroharjo, 2. Tingginya angka kematian ibu antara lain disebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu dan frekuensi antenatal care (ANC) yang tidak rutin. Pemeriksaan yang tidak rutin ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan informasi tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan bagi ibu dan bayinya. Salah satu indikator untuk menilai kualitas pelayanan antenatal care dapat dikaji dari tingkat pemanfaatan pelayanan antenatal care oleh ibu hamil (Depkes RI, 2. Data yang diperoleh tahun 2015, di Indonesia didapatkan jumlah kunjungan K1 sebesar 99,6% sementara K4 mengalami penurunan yaitu sebesar 96,11%. Di Jawa Timur menunjukkan jumlah ibu yang melakukan kunjungan rutin untuk melakukan pemeriksaan ANC sekitar 65% dari keseluruhan ibu hamil yang ada (Depkes RI, 2. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang, hasil wawancara dengan 10 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang menunjukkan 7 . %) ibu hamil melakukan pemeriksaan yang tidak rutin dengan alasan jika suami sibuk bekerja sehingga tidak bisa mengantar ke BPM setempat. Sedangkan 3 ibu . %) tidak melakukan pemeriksaan di BPM karena mengikuti pemeriksaan di Posyandu terdekat. Hal ini menunjukkan masih rendahnya tingkat pemeriksaan ibu hamil di wilayah BPM tersebut. Untuk motivasi dari suami dan petugas kesehatan yakni 60% ibu mengatakan motivasi suami hanya memberikan dana saja untuk melakukan pemeriksaan saja, kadang tidak bisa mengantar periksa karena sibuk dengan pekerjaannya, selain itu 80% ibu mengatakan bahwa petugas kesehatan tidak pernah memberikan arahan atau masukan tentang pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan dengan alasan tidak mengalami komplikasi kehamilan. Ada beberapa faktor penyebab mengapa ibu hamil kurang termotivasi dalam melakukan antara antenatal care yaitu kesibukan, tingkat sosial ekonomi yang rendah, dukungan suami yang kurang, kurangnya kemudahan untuk pelayanan maternal, asuhan medik yang kurang baik, kurangnyan tenaga terlatih (Prawiroharjo, 2. Selain dukungan suami, tingkat pengetahuan tentang antenatal care juga berperan dalam kunjungan antenatal care. Faktor dari tenaga kesehatan setempat juga sangat penting. Ketidaktahuan ibu dan keluarga terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan berdampak pada ibu hamil tidak memeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan (Azizah, 2. Komplikasi kehamilan dan persalinan sebagai penyebab tertinggi kematian ibu tersebut dapat dicegah dengan pemeriksaan kehamilan melalui antenatal care (ANC) secara teratur. Antenatal care atau pelayanan antenatal yang dilakukan 1oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan profesional dapat mencegah dan mendeteksi komplikasi pada janin dan ibu hamil lebih awal sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dikemudian hari (Depkes RI, 2. Menurut Saifudin . tujuan dari pemeriksaan ANC salah satunya adalah mempersiapkan wanita dalam menghadapi persalinan. Kesiapan persalinan adalah perencanaan awal dan persiapan melahirkan yang bertujuan untuk membantu perempuan, suami dan keluarga agar siap untuk melahirkan dengan membuat rencana menghadapi komplikasi dan hal tak terduga. Selain bertujuan untuk mempersiapkan persalinan, salah satu alasan penting ibu hamil harus mendapatkan pelayanan ANC adalah untuk membangun rasa saling percaya antara klien dan petugas kesehatan (Saifudin. Kebijakan program pelayanan antenatal menetapkan frekuensi kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 . kali selama kehamilan, 1 kali pada trimester pertama (K. , 1 kali pada trimester kedua (K. , dan 2 kali pada trimester ketiga (K3 dan K. Sedangkan apabila terdapat kelainan atau penyulit kehamilan seperti mual, muntah, perdarahan kehamilan, perdarahan, kelainan letak dan lain-lain, frekuensi kunjungan ANC disesuaikan dengan kebutuhan (Depkes RI, 2. BAHAN DAN METODE PENELITIAN Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasinya semua ibu hamil TM i yang melakukan pemeriksaan kehamilan di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang sejumlah 26 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling sehingga Journal for Quality in Women's Health Anggrawati Wulandari, et. al | Hubungan Motivasi Suami dan Tenaga KesehatanA. sampelnya sejumlah 26 ibu hamil. Analisa data menggunakan regresi logistik. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. HASIL PENELITIAN Tabel 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur di PMB Ny H Pakisaji Kabupaten Malang Karakteristik Umur 21-30 tahun 31-40 tahun >40 tahun Pendidikan SMP SMA Pekerjaan IRT Swasta Wiraswasta Usia Kehamilan 32-35 mgg 36-38 mgg >38 mgg Pekerjaan Suami PNS Buruh Pabrik Swasta Jumlah Oc (Sumber: Lembar Kuesioner, 2. Berdasarkan tabel 1 karakteristik berdasarkan umur dapat diketahui bahwa sebagian besar yakni 19 responden . ,1%) berumur 21-30 tahun dari total 26 responden. Berdasarkan pendidikan dapat diketahui bahwa sebagian besar yakni 18 responden . ,3%) dengan pendidikan terakhir SMA dari total 26 responden. Berdasarkan tabel 4. 3 dapat diketahui bahwa sebagian besar yakni 16 responden . ,5%) tidak bekerja . bu rumah tangg. dari total 26 responden. Berdasarkan usia kehamilan dapat diketahui bahwa sebagian besar yakni 16 responden . ,5%) dengan usia kehamilan 32-35 minggu. dari total 26 responden. Berdasarkan pekerjaan suami dapat diketahui bahwa hampir setengahnya yakni 12 . ,2%) dari total 26 responden menunjukkan suami ibu bekerja sebagai buruh Tabel 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Motivasi Suami di PMB Ny H Pakisaji Kabupaten Malang Baik Cukup Kurang Jumlah Oc Motivasi Suami Motivasi Tenaga Kesehatan Oc (Sumber: Lembar Kuesioner, 2. Journal for Quality in Women's Health Anggrawati Wulandari, et. al | Hubungan Motivasi Suami dan Tenaga KesehatanA. Berdasarkan tabel 2 motivasi suami dapat diketahui bahwa hampir setengahnya yakni 10 responden . ,5%) dengan motivasi suami yang cukup dari total 26 responden dan berdasarkan motivasi tenaga kesehatan dapat diketahui bahwa hampir setengahnya yakni 11 responden . ,3%) dengan motivasi tenaga kesehatan yang cukup dari total 26 responden. Tabel 3 Kunjungan ante natal care (ANC) pada ibu hamil di PMB Ny H Pakisaji Kabupaten Malang Oc Kunjungan ANC Rutin Tidak rutin Jumlah (Sumber: Lembar Kuesioner, 2. Berdasarkan tabel 4. 11 dapat dapat diketahui bahwa sebagian besar yakni 17 responden . ,4%) dengan kunjungan ANC yang rutin dari total 26 responden. Tabel 4 Hasil Analisa Data Hubungan motivasi suami dan tenaga kesehatan dengan kunjungan ante natal care (ANC) pada ibu hamil di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang Variables Step 0 Score Sig. Overall Statistics (Sumber: Hasil SPSS, 2. Berdasarkan hasil uji analisa regresi logistik didapatkan hasil p value 0. 000 sehingga kurang dari . Ho ditolak dan artinya ada Hubungan motivasi suami dan tenaga kesehatan dengan kunjungan ante natal care (ANC) pada ibu hamil di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang. PEMBAHASAN Motivasi suami pada ibu hamil di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang Berdasarkan hasil penelitian hampir setengahnya yakni 10 responden . ,5%) dengan motivasi suami yang cukup dan 7 responden . ,9%) dengan motivasi yang kurang. Serta hampir setengahnya yakni 9 responden . ,6%) dengan motivasi yang baik dari jumlah responden 26. Suami adalah salah seorang pelaku dalam pernikahan yang berjenis kelamin pria yang berikrar, berucap janji untuk memperistri wanitanya. Seorang pria biasanya menikah dengan seorang wanita dalam suatu upacara pernikahan sebelum diresmikan statusnya sebagai seorang suami dan pasangannya sebagai seorang istri (Ananta, 2. Suami sebagai tulang punggung keluarga diibaratkan sebagai nahkoda kapal laut yang harus mampu mengendalikan dan mengelola bahtera rumah tangga dalam mengarungi badai kehidupan. Beberapa hal yang dapat dilakukan suami untuk memotivasi ibu hamil untuk melakukan kunjungan ANC menurut Widya . meliputi cuami termasuk suami SIAGA (Siap. Antar. Jag. serta suami memenuhi semua kebutuhan ibu hamil. Menurut peneliti motivasi suami dalam pelaksanaan pemeriksaan ANC sangan penting mengingat ibu sedang hamil dan membutuhkan kasih sayang dari keluarga khususnya suami. Selain itu motivasi suami akan memberikan semangat bagi ibu hamil untuk terus memantau kondisi janinnya sehingga ibu dapat mengetahui perkembangan ibu sendiri dan janin tersebut. Motivasi suami yang baik dapat disebabkan oleh waktu waktu luang yang masih banyak sehingga dapat memberikan waktunya untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Journal for Quality in Women's Health Anggrawati Wulandari, et. al | Hubungan Motivasi Suami dan Tenaga KesehatanA. Selain itu motivasi yang cukup disebabkan oleh kondisi pekerjaan suami yang menyebabkan waktu untuk mengantar kunjungan kehamilan tidak rutin. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yakni hampir setengahnya yakni 12 . ,2%) dari total 26 responden menunjukkan suami ibu bekerja sebagai buruh pabrik. Pada responden dengan motivasi suami yang kurang disebabkan oleh kondisi ekonomi seperti suami yang harus bekerja atau suami yang harus keluarga kota untuk bekerja sehingga tidak ada waktu untuk memberikan dorongan bagi ibu hamil untuk melakukan kunjungan ANC. Motivasi suami yang kurang dapat pula disebabkan oleh kurangnya pengetahuan suami akan pentingnya pemeriksaan ANC pada ibu hamil. Kurangnya pengetahuan akan menyebabkan kurangnya informasi sehingga akan mempengaruhi motivasi suami. Motivasi tenaga kesehatan pada ibu hamil di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hampir setengahnya yakni 11 responden . ,3%) dengan motivasi tenaga kesehatan yang cukup dan 7 responden . ,9%) dengan motivasi yang kurang. Pada umumnya kehamilan dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Sistem penilaian risiko tidak dapat memprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilanya. Oleh karena itu pelayanan/asuhan antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal (Prawiroharjo, 2. Menurut Saifudin . tujuan dari pemeriksaan ANC salah satunya adalah mempersiapkan wanita dalam menghadapi persalinan. Kesiapan persalinan adalah perencanaan awal dan persiapan melahirkan yang bertujuan untuk membantu perempuan, suami dan keluarga agar siap untuk melahirkan dengan membuat rencana menghadapi komplikasi dan hal tak terduga. Selain bertujuan untuk mempersiapkan persalinan, salah satu alasan penting ibu hamil harus mendapatkan pelayanan ANC adalah untuk membangun rasa saling percaya antara klien dan petugas kesehatan khususnya seorang bidan (Saifudin, 2. Beberapa hal yang bisa memotivasi tenaga kesehatan dalam pemeriksaan ANC poada ibu hamil menurut Depkes RI . misalnya bidan melayani dengan baik saat melakukan pemeriksaan kehamilan dan memberikan konseling mengenai ANC. Menurut peneliti bidan adalah seorang tenaga kesehatan di masyarakat yang harus mengerti dan memahami akan pentingnya pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil. Sehingga dengan memahami hal tersebut maka akan menciptakan motivasi dari seorang bidan untuk meningkatkan motivasinya terhadap ibu hamil yang akan melakukan pemeriksan ANC. Motivasi tenaga kesehatan yang baik disebabkan oleh adanya tanggung jawab yang dipegang sehingga mempunyai tugas untuk terus memantau perkembangan ibu hamil yang melakukan pemeriksaan. Motivasi tenaga kesehatan yang kurang disebabkan oleh kondisi pekerjaan seorang bidan yang banyak serta harus membagi waktunya untuk ibu hamil serta keluarga sehingga tenaga kesehatan tersebut kurang mampu dalam memotivasi ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan ANC. Motivasi yang kurang dari tenaga kesehatan juga bisa dipengaruhi oleh kondisi ibu hamil yang sulit untuk ditemui sehingga tenaga kesehatan juga kurang mampu untuk memberikan pendidikan kesehatan yang Kunjungan ante natal care (ANC) pada ibu hamil di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang Berdasarkan hasil penelitian bahwa sebagian besar yakni 17 responden . ,4%) dengan kunjungan ANC yang rutin dan 9 responden . ,6%) dengan kunjungan tidak rutin. Antenatal care terpadu merupakan pelayanan antenatal komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada semua ibu hamil. Pelayanan tersebut dapat diberikan oleh dokter, bidan, perawat dan tenaga medis lain yang terlatih dan profesional (Depkes. RI, 2. Pada umumnya kehamilan berkembangnya dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Sistem penilaian risiko tidak dapat memprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilanya. Journal for Quality in Women's Health Anggrawati Wulandari, et. al | Hubungan Motivasi Suami dan Tenaga KesehatanA. Dalam penelitian yakni dari 10 responden dengan usia kehamilan 36-38 minggu menunjukkan seluruhnya yakni 10 responden . ,5%) rutin melakukan kunjungan ANC. Hal ini menunjuukkan bahwa usia kehamilan dapat mempengaruhi kunjungan ANC pada ibu hamil. Usia kehamilan yang semakin mendekati persalinan akan memicu ibu untuk melakukan kunjungan ANC. Hal ini menunjukkan bahwa ibu mulai memperhatikan kandungannya atau persiapan dalam proses persalinan. Menurut peneliti kurang minatnya kunjungan pemeriksaan kehamilan responden disebabkan oleh kurangnya motivasi suami akan pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Selain itu kurangnya informasi dan pemahaman oleh tenaga kesehatan terhadap responden juga bisa mempengaruhi responden untuk melakukan kunjungan rutin dalam pemeriksaan ANC. Kurangnya kepedulian terhadap pemeriksaan kehamilan secara rutin dari individu, keluarga khususnya suami serta tenaga kesehatan menyebabkan ibu hamil enggan melakukan pemeriksaan kehamilan secara Selain itu beberapa responden yang masih bekerja sehingga waktu untuk melakukan pemeriksaan yang terbagi menyebabkan tidak rutin dalam melakukan kunjungan ANC. Dalam penelitian yakni dari 10 responden dengan usia kehamilan 36-38 minggu menunjukkan seluruhnya yakni 10 responden . ,5%) rutin melakukan kunjungan ANC. Hal ini menunjuukkan bahwa usia kehamilan dapat mempengaruhi kunjungan ANC pada ibu hamil. Kunjungan ANC yang kurang ternyata bisa disebabkan oleh usia kehamilan ibu. Usia kehamilan yang diatas 36 minggu menunjukkan ibu rutin dalam melakukan pemeriksaan kehamilan. Hal ini disebabkan oleh ibu yang mulai siap dalam proses persalinan. Hubungan motivasi suami dan tenaga kesehatan dengan kunjungan ante natal care (ANC) pada ibu hamil di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang Berdasarkan hasil uji analisa regresi logistik didapatkan hasil p value 0. 000 sehingga kurang dari . Ho ditolak dan artinya ada Hubungan motivasi suami dan tenaga kesehatan dengan kunjungan ante natal care (ANC) pada ibu hamil di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang. Motivasi keluarga adalah sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap anggota Sebagai lingkungan yang terdekat dengan ibu hamil, motivasi dari keluarga memegang peranan penting dalam memengaruhi psikologi dan motivasi ibu dalam melakukan perilaku kesehatan Dengan motivasi yang baik dari keluarga, ibu akan lebih memperhatikan kesehatan diri dan janinnya, yaitu dengan secara rutin berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan ANC. Menurut peneliti sesuai dengan hail penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara keduanya sehingga memang penting adanya motivasi baik dari suami maupun tenaga kesehatan untuk memberikan pemahaman bagi ibu dalam upaya mencegah kehamilan yang beresiko. Dengan melakukan kunjungan ANC secara rutin maka ibu tersebut akan mampu memahami akan perkembangan kondisi ibu dna janinnya. Sesuai dengan tabel 4. 9 bahwa dari 7 responden . ,9%) dengan motivasi tenaga kesehatan yang baik menunjukkan semuanya . ,9%) dengan kunjungan ANC yang rutin. Motivasi suami menyebabkan perilaku ibu positif sehingga mampu mengajak ibu hamil untuk emlakukan pemeriksaan kehamilan. Selain itu upaya dari tenaga kesehatan dalam memberikan pengetahuan dan memberikan dorongan bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamil agar bisa mengetahui kondisi perkembangan ibu dan janin juga menjadi faktor utama. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Motivasi suami pada ibu hamil di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang hampir setengahnya yakni 10 responden . ,5%) dengan motivasi suami yang cukup dari total 26 responden. Motivasi tenaga kesehatan pada ibu hamil di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang hampir setengahnya yakni 11 responden . ,3%) dengan motivasi tenaga kesehatan yang cukup dari total 26 Journal for Quality in Women's Health Anggrawati Wulandari, et. al | Hubungan Motivasi Suami dan Tenaga KesehatanA. Kunjungan ante natal care (ANC) pada ibu hamil di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang sebagian besar yakni 17 responden . ,4%) dengan kunjungan ANC yang rutin dari total 26 Ada hubungan motivasi suami dan tenaga kesehatan dengan kunjungan ante natal care (ANC) pada ibu hamil di BPM Ny H Pakisaji Kabupaten Malang. Saran Bagi Peneliti Hasil peneltiian dapat memberikan masukan bagi peneliti untuk melakukan pendidikan kesehatan bagi ibu hamil dan keluarganya khususnya suaminya untuk memberikan motivasi dalam melakukan pemeriksaan ANC. Bagi Institusi Pendidikan Hasil penelitian disarankan agar mahasiswa kebidanan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan. Bagi Tempat Penelitian Disarankan agar bidan mampu memberikan KIE tentang ANC bagi ibu hamil serta suami tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan serta bagi tenaga kesehatan terkain agar meningkatkan perannya sebagai bidan untuk memberikan informasi bagi ibu hamil dan keluarganya akan pentingnya ANC. Bagi Responden Hasil penelitian disarankan agar ibu hamil mau melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk mengetahui perkembangan kondisi ibu dan bayinya. Bagi Peneliti Selanjutnya Hasil penelitian disarankan untuk memberikan masukan tentang ANC dari faktor motivasi suami dan tenaga kesehatan sehingga dapat melakukan penelitian selain dari faktor motivasi yang berhubungan dengan kunjungan ANC. REFERENSI