JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Misiologi di Era Digital: Implikasi Etis dan Moral dalam Penggunaan Teknologi Romi Lie email: romilie0982@gmail. Sekolah Tinggi Teologi Jaffray Jakarta. Indonesia Abstract The rapid development of technology in recent years has had a significant impact on the field of missiology. However, technology also raises a number of ethical and moral issues that need to be considered in its use for mission This article aims to analyze the ethical and moral implications of using technology in missiology and provide ethical and moral principles that can guide the use of technology in mission. The article uses a qualitative approach by conducting a literature review from several sources relevant to missiology and technology. Ethical and moral principles must be integrated into the use of technology for mission to avoid potential issues and produce positive results in mission efforts Keywords: Missiology. Technology. Ethical. Moral. Abstrak Perkembangan teknologi yang pesat dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak yang signifikan pada bidang misiologi. Namun, teknologi juga memunculkan sejumlah masalah etis dan moral yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaannya untuk tujuan misi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implikasi etis dan moral penggunaan teknologi dalam misiologi serta memberikan pandangan dan prinsip etis dan moral yang dapat membimbing penggunaan teknologi dalam misi. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan tinjauan literatur dari beberapa sumber yang relevan dengan topik misiologi dan teknologi. Prinsipprinsip etis dan moral harus diintegrasikan dalam penggunaan teknologi untuk misi agar dapat menghindari masalah yang mungkin muncul dan menghasilkan hasil yang positif dalam upaya misi. Kata-kata kunci: Misiologi. Teknologi. Etis. Moral. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Pendahuluan Era digital adalah masa di mana teknologi digital dan informasi sangat penting dan mendominasi banyak aspek kehidupan manusia. Periode ini dimulai pada tahun 1980-an, ketika teknologi digital mulai berkembang pesat dan meningkat secara signifikan dari waktu ke waktu. 1 Era digital ditandai dengan meluasnya penggunaan teknologi digital di banyak bidang kehidupan sehari-hari, termasuk komunikasi, perdagangan, hiburan, dan Pendidikan. Internet, komputer, ponsel pintar, media sosial, dan teknologi komputasi awan adalah contoh teknologi era digital. Era digital juga mempengaruhi cara manusia berpikir, berinteraksi, dan berperilaku, membawa perubahan penting dalam berbagai bidang seperti ekonomi, politik, dan budaya. Era digital memberikan kemudahan dan aksesibilitas yang lebih besar dalam berbagai aspek kehidupan, seperti akses ke informasi dan jaringan sosial yang lebih luas. 3 Namun, era digital juga membawa tantangan dan risiko, seperti keamanan dan privasi data, adiksi media sosial, dan pengaruh teknologi pada kesehatan mental dan fisik . Oleh karena itu, era digital juga memerlukan pendekatan yang bijak dalam penggunaannya, terutama dalam hal etika dan moral, karena teknologi dapat membawa dampak yang signifikan pada kehidupan manusia dan masyarakat. Era digital terus berkembang dengan cepat dan memerlukan kemampuan manusia untuk beradaptasi dan belajar terus menerus dalam menghadapi perubahan teknologi dan informasi. Anita Asnawi. AuKesiapan Indonesia Membangun Ekonomi Digital Di Era Revolusi Industri 4. 0,Ay Syntax Literate . Jurnal Ilmiah Indonesia 7, no. 1 (January 2. : 398, https://doi. org/10. 36418/syntax-literate. Tri Rachmadi. Pengantar Teknologi Informasi (TIGA Ebook, 2. Rachmadi. Pengantar Teknologi Informasi. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Kemajuan teknis yang cepat telah memberikan pengaruh besar pada banyak bagian kehidupan manusia, termasuk misiologi. 4 Melalui penggunaan media sosial, internet, telepon seluler, dan teknologi komunikasi lainnya 5, para misionaris kini dapat menghubungi orang-orang yang sebelumnya sulit Teknologi juga dapat digunakan oleh para misionaris untuk membuat bahan pelajaran dan buku-buku agama lebih mudah diakses dan Pemanfaatan teknologi dalam misiologi juga telah membawa perubahan dalam cara pelayanan gereja dilakukan Sugiono & Waruwu,6 Afandi 7, seperti dalam penyampaian khotbah, ibadah online, dan pelatihan yang dapat diakses melalui internet. 8 Teknologi juga membantu mempercepat proses penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa dan memfasilitasi distribusi salinan Alkitab dalam format digital ke seluruh dunia. Dalam penelitian sebelumnya seperti Aliano9 yang membahas tentang rekonstruksi strategi karya misi Gereja dengan melibatkan peran aktif umat Katolik di era revolusi industri 4. Namun, artikel ini belum membahas secara Kristian Pebrianto. Lenny Indriany Noya, and Margaretha Purba. AuMETAMORFOIS OF MISSIONARY CHURCH SERVICES IN THE DIGITAL ERA,Ay Jurnal Matetes STT Ebenhaezer 4, no. 1 (April 2. : 1. Handreas Hartono. AuMengaktualisasikan Amanat Agung Matius 28:19-20 dalam Konteks Era Digital,Ay KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kriste. 4, no. 2 (October 2. : 2, https://doi. org/10. 30995/kur. Sugiono Sugiono and Mesirawati Waruwu. AuPeran Pemimpin Gereja Dalam Membangun Evektifitas Pelayanan Dan Pertumbuhan Gereja Di Tengah Fenomena Era Disrupsi,Ay DIDASKO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (October 2. : Yahya Afandi. Gereja Dan Pengaruh Teknologi Informasi1 AuDigital Ecclesiology,Ay 2018. , https://doi. org/10. 52879/didasko. Yahya Afandi. Gereja Dan Pengaruh Teknologi Informasi1 AuDigital Ecclesiology,Ay Ir Asnita Basir and Maria Patricia Tjasmadi. NON MULTA SED MULTUM: (Bukan Jumlah tetapi Mut. (Penerbit Andi, 2. Yohanes Alfrid Aliano and Eko Armada Riyanto. AuRekonstruksi Strategi Misi Gereja di Era Revolusi Industri 4. 0,Ay DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 7, 1 (August 2. : 1, https://doi. org/10. 30648/dun. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ rinci mengenai tantangan-tantangan dan solusi konkret yang dapat dilakukan untuk menghadapi era revolusi industri 4. 0 dalam praktik karya misi Gereja. Gultom10 membahas tentang kepemimpinan rohani di era digital yang mengalami koreksi signifikan atas tanggung-jawab pelayanan atas gereja Tuhan. Penulis menyatakan beberapa sebab seperti kemajuan teknologi informasi, sosial media, masalah keuangan, dan lainnya. Implikasinya untuk generasi digital adalah mengembangkan tiga panggilan gereja, membangun hubungan intergenerasi dan spirit kepemimpinan, membangkitkan karunia dan efektivitas peran, serta menekankan pemaknaan dan pemenuhan fungsi kepemimpinan masa depan11. Namun, dalam artikel tersebut belum dibahas tentang bagaimana menangani masalah etika dan moral dalam menggunakan teknologi untuk misi gereja di era digital. Purnomo12, dalam artikelnya membahas mengenai tantangan yang dihadapi oleh gereja di Indonesia dalam menghadapi era Industri 4. Dalam konteks ini, strategi transformasi yang perlu diterapkan oleh gereja juga Bagaimana gereja dapat memanfaatkan teknologi digital dan internet dalam menjalankan misinya di era Industri 4. Joni Manumpak Parulian Gultom. Vicky Baldwin Goldsmith Dotulong Paat, and Otieli Harefa. AuChristian Mission. Spiritual Leadership and Personality Development of the Digital Generation,Ay PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 18, no. 1 (May 2. : 47Ae63, https://doi. org/10. 46494/psc. Margareta Margareta and Romi Lie. AuPelayanan Misi Kontekstual Di Era Masyarakat Digital,Ay Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. (June 2. : 44Ae60, https://doi. org/10. 25278/jitpk. Aldrin Purnomo and Yudhy Sanjaya. AuTantangan Dan Strategi Gereja Menjalankan Misi Allah Dalam Menghadapi Penerapan Industri 4. 0 Di Indonesia,Ay DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika 3, no. 2 (December 2. : 91Ae106, https://doi. org/10. 53547/diegesis. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Mude13, dalam penelitiannya membahas tentang bagaimana gereja menyikapi tantangan perubahan yang disebabkan oleh disrupsi teknologi yang mempengaruhi segala bidang kehidupan masyarakat, baik secara global. Hal ini mencakup perubahan global, regional, nasional, dan lokal yang terjadi karena perkembangan teknologi informasi komunikasi terbaru. Beberapa hal yang belum dibahas dalam penelitian ini mungkin termasuk detail mengenai dampak teknologi terbaru pada gereja dan cara-cara yang konkret untuk mengatasi dampak tersebut. Selain itu, penelitian ini belum membahas potensi dampak positif teknologi terbaru pada gereja, atau bagaimana gereja dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan misi dan pelayanannya. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, terdapat beberapa hal yang belum diteliti dengan baik terkait dengan penggunaan teknologi dalam konteks Beberapa penelitian sebelumnya lebih fokus pada penerapan teknologi dalam pelayanan gereja, sedangkan penelitian tentang penggunaan teknologi dalam konteks misiologi masih terbatas. Selain itu, meskipun telah ada beberapa penelitian tentang etika dan moralitas penggunaan teknologi dalam pelayanan gereja dan misi14, namun masih ada kebutuhan untuk lebih mendalaminya dalam konteks misiologi global yang lebih luas. Terutama dalam menghadapi berbagai tantangan dan dilema etis dan moral yang timbul seiring dengan penggunaan teknologi dalam misi. Dalam hal ini, penelitian berikutnya dapat lebih fokus pada eksplorasi prinsip-prinsip etis dan moral yang dapat digunakan sebagai panduan dalam penggunaan teknologi dalam Emilia Mude. AuImplementasi Pendidikan Warga Gereja Meneguhkan Sikap Etika Moral Menjawab Pengaruh Disrupsi Teknologi,Ay Integritas: Jurnal Teologi 4, no. (June 2. : 48Ae61, https://doi. org/10. 47628/ijt. Mesirawati Waruwu. Yonatan Alex Arifianto, and Aji Suseno. AuPeran Pendidikan Etika Kristen Dalam Media Sosial Di Era Disrupsi,Ay Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) 1, no. 1 (December 2. : 1, https://doi. org/10. 52489/jupak. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ misiologi, serta cara-cara untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip ini dalam praktik misi yang sehari-hari. Penggunaan teknologi dalam misiologi di era digital menimbulkan sejumlah permasalahan etis yang perlu diperhatikan secara serius. Keamanan data, privasi individu, transparansi, dan dampak sosial serta kultural merupakan aspek-aspek kritis yang harus dipertimbangkan. Penting untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan nilai-nilai moral, spiritual, serta sosial yang mendasari kegiatan misiologi. Dalam konteks ini, perlunya etika yang bijaksana, transparansi, dan keterlibatan komunitas menjadi kunci untuk memastikan bahwa penggunaan teknologi mendukung tujuan misiologi tanpa merugikan individu atau kelompok yang terlibat. Dampak positif yang dibawa oleh teknologi juga diimbangi dengan masalah etis dan moral yang muncul dalam penggunaannya untuk misi. Oleh karena itu, para misionaris dan gereja perlu memperhatikan etika dan moralitas dalam penggunaan teknologi, serta memastikan bahwa teknologi digunakan secara benar dan efektif untuk membantu misi mereka. Bagaimana prinsipprinsip etis dan moral dapat diterapkan dalam penggunaan teknologi untuk misi? Bagaimana cara mengintegrasikan prinsip-prinsip etis dan moral dalam praktik misi yang sehari-hari yang melibatkan teknologi? Apa implikasi etis dan moral dari penggunaan teknologi dalam misiologi? Metode Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan tinjauan literatur dari beberapa sumber yang relevan dengan topik misiologi dan teknologi. Desain penelitian yang digunakan adalah studi literatur atau tinjauan literatur. Proses penelitian dimulai dengan melakukan pencarian @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ literatur yang relevan dengan topik misiologi dan teknologi. Setelah memilih sumber-sumber yang relevan, dilakukan analisis terhadap literatur tersebut untuk mengidentifikasi masalah etis dan moral yang muncul dalam penggunaan teknologi untuk misi serta mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Data yang diperoleh adalah data sekunder berupa teks dan referensi dari sumber literatur yang diambil. Data dianalisis secara kualitatif dengan cara membaca dan mengidentifikasi isu-isu etis dan moral yang muncul dalam penggunaan teknologi untuk misi. Kemudian, solusi atau pandangan etis dan moral yang dapat membimbing penggunaan teknologi dalam misi juga diidentifikasi dari literatur yang dianalisis. Proses penelitian selanjutnya adalah menyusun kesimpulan dan rekomendasi berdasarkan temuan yang diperoleh dari analisis literatur. Rekomendasi tersebut dapat berguna bagi praktisi misiologi dan pengambil kebijakan dalam mempertimbangkan implikasi etis dan moral dari penggunaan teknologi dalam konteks misi. Hasil dan Pembahasan Pemanfaatan Teknologi dalam Misi Era digital juga memberikan dampak besar pada misi agama, khususnya misi Kristen. 15 Pemanfaatan teknologi digital dalam misi Kristen memberikan kemudahan dalam menjangkau jemaat dan memperluas wilayah Pebrianto. Noya, and Purba. AuMETAMORFOIS OF MISSIONARY CHURCH SERVICES IN THE DIGITAL ERA. Ay @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Berbagai aplikasi dan platform digital, seperti media sosial 16, situs web, dan aplikasi mobile dapat digunakan untuk penyebaran pesan dan ajaran agama, pengorganisasian kegiatan gereja, dan penyediaan pelayanan pastoral yang lebih mudah dan cepat. 17 Selain itu, perubahan sosial dan perilaku dalam era digital juga dapat mempengaruhi jemaat dan anggota gereja, seperti adiksi media sosial,18 ketidakmampuan untuk fokus dan konsentrasi dalam beribadah,19 serta pengaruh negatif dari konten yang tidak sesuai dengan nilainilai Kristen. Dalam misi Kristen di era digital, penting untuk memperhatikan implikasi etis dan moral dari penggunaan teknologi dan memastikan bahwa teknologi digunakan dengan cara yang bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai-nilai Kristen. Hal ini akan membantu dalam menjaga integritas dan martabat gereja, serta memberikan pelayanan pastoral yang terbaik bagi jemaat dan masyarakat. Penggunaan teknologi juga membuka peluang baru dalam misi Kristen,20 seperti penggunaan teknologi virtual dan virtual reality untuk memberikan pengalaman beribadah yang lebih interaktif dan menarik bagi jemaat, serta penggunaan platform digital untuk memperluas jangkauan misi dan pelayanan Kristen ke seluruh dunia. Nasri Nugroho. Yotam Teddy Kusnandar, and Joko Sembodo. AuPeran Media Sosial Dalam Penyampaian Kabar Baik Menurut Lukas 4 :18-19,Ay Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 2, no. 2 (December 2. : 2, https://doi. org/10. 33991/miktab. Purnomo and Sanjaya. AuTantangan Dan Strategi Gereja Menjalankan Misi Allah Dalam Menghadapi Penerapan Industri 4. 0 Di Indonesia. Ay Rudy Gunawan et al. AuAdiksi Media Sosial dan Gadget bagi Pengguna Internet di Indonesia,Ay TECHNO-SOCIO EKONOMIKA 14, no. 1 (April 2. : 1, https://doi. org/10. 32897/techno. Maulidya Ulfah Pd. I M. DIGITAL PARENTING: Bagaimana Orang Tua Melindungi Anak-anak dari Bahaya Digital? (EDU PUBLISHER, 2. Samuel Hutabarat and Romi Lie. AuMEMBANGUN STRATEGI MISI KONTEKSTUAL BAGI GENERASI MILENIAL MEMANFAATKAN METAVERSE,Ay GENEVA: Jurnal Teologi Dan Misi 5, no. 1 (June 2. : 1. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Penting untuk mengingat bahwa teknologi hanya alat dan bukan tujuan akhir dari misi Kristen. Tujuan utama dari misi Kristen tetaplah untuk memperkenalkan Kristus kepada orang lain dan mengajak mereka untuk percaya dan mengikuti-Nya. 21 Oleh karena itu, penggunaan teknologi dalam misi Kristen harus selalu berorientasi pada tujuan tersebut dan membantu untuk mencapai tujuan tersebut dengan cara yang bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai-nilai Kristen. Era digital, misi Kristen memerlukan pengembangan strategi dan pendekatan yang baru dan inovatif, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan informasi yang terus menerus. Namun, dengan kesadaran akan implikasi etis dan moral dari penggunaan teknologi dan fokus pada tujuan utama dari misi Kristen, teknologi dapat menjadi alat yang efektif dan bermanfaat dalam melayani dan memperluas jangkauan misi Kristen di era digital. Dalam penggunaan teknologi untuk misi, masalah privasi muncul ketika informasi pribadi orang yang menjadi sasaran misi dikumpulkan dan digunakan tanpa persetujuan mereka. 22 Hal ini dapat melanggar hak privasi individu dan memicu konflik dengan hukum dan regulasi yang berlaku. Penggunaan teknologi seperti aplikasi misi dan situs web gereja dapat mengumpulkan data pribadi jemaat seperti nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan informasi keuangan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan prosedur yang jelas dan transparan dalam pengumpulan, pengolahan, dan penyimpanan data jemaat. Selain itu, keamanan juga menjadi perhatian Nathanail Sitepu and Kalis Stevanus. AuFinalitas Yesus Kristus Sebagai Keunikan Dalam Misi Kristen,Ay Shift Key: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 11 . : 31Ae42. Ezra Yora Turnip and Chontina Siahaan. AuETIKA BERKOMUNIKASI DALAM ERA MEDIA DIGITAL,Ay JURNAL EKONOMI. SOSIAL & HUMANIORA 3, no. (December 2. : 04. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ penting, terutama dalam penggunaan teknologi seperti drone atau jaringan komunikasi yang rentan terhadap serangan siber. Masalah lainnya adalah kecenderungan untuk menggantikan hubungan antarpribadi dengan teknologi. Meskipun teknologi dapat membantu dalam menyebarkan pesan dan informasi ke seluruh dunia, penting untuk mempertahankan hubungan yang pribadi dan mendalam dengan orang-orang dalam konteks misi. Penggunaan teknologi harus dilakukan dengan bijaksana dan diintegrasikan dengan hubungan pribadi yang kuat dan terjalin. Prinsip-prinsip Etis dan Moral Untuk mengatasi masalah tersebut, prinsip-prinsip etis dan moral harus diterapkan dalam penggunaan teknologi untuk misi. Beberapa prinsip tersebut meliputi prinsip kepercayaan, privasi, transparansi, keadilan, dan kebaikan. Prinsip-prinsip etis dan moral24 yang perlu diperhatikan dalam penggunaan teknologi untuk misi meliputi: Prinsip tanggung jawab: Para misionaris dan gereja perlu memahami dan bertanggung jawab atas konsekuensi dari penggunaan teknologi dalam Mereka harus memastikan bahwa teknologi digunakan dengan cara yang bertanggung jawab dan tidak merugikan orang lain. Prinsip privasi: Penggunaan teknologi harus dilakukan dengan memperhatikan privasi dan keamanan data pribadi orang lain. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengembangkan kebijakan privasi yang transparan dan memberikan informasi yang jelas tentang penggunaan data pribadi. Habibi Malik. AuCyber Religion Dan Real Religion Di Tengah Masyarakat Digital,Ay KOMUNIKA 4, no. 1 (June 2. : 1, https://doi. org/10. 24042/komunika. Zainuddin Muda Z Monggilo. Etis Bermedia Digital, 2021. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Prinsip keadilan: Penggunaan teknologi harus memperhatikan kesetaraan dan keadilan bagi semua orang. Tidak boleh ada diskriminasi atau perlakuan tidak adil dalam penggunaan teknologi untuk misi. Prinsip transparansi: Para misionaris dan gereja harus transparan dalam menggunakan teknologi untuk misi. Mereka harus memberikan informasi yang jelas dan terbuka tentang penggunaan teknologi dan tujuan dari penggunaan teknologi tersebut. Prinsip keamanan: Penggunaan teknologi harus dilakukan dengan memperhatikan keamanan siber dan melindungi diri dari serangan siber yang dapat merugikan orang lain. Melalui pengembangan prinsip-prinsip etis dan moral dalam penggunaan teknologi untuk misi, diharapkan dapat menghindari masalah yang mungkin muncul dan menghasilkan hasil yang positif dalam upaya misi. Para misionaris dan gereja harus memperhatikan konsekuensi sosial dan budaya yang mungkin timbul akibat penggunaan teknologi dalam misi dan berkomitmen untuk menggunakannya dengan cara yang bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai-nilai etis dan moral. Mengintegrasi Prinsip-prinsip Etis dan Moral dalam Praktik Misi Dalam penggunaan teknologi dalam misiologi, prinsip-prinsip etis dan moral harus diintegrasikan agar dapat menghindari masalah yang mungkin muncul dan menghasilkan hasil yang positif dalam upaya misi. Untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip etis dan moral dalam praktik misi yang melibatkan teknologi, ada beberapa langkah yang dapat diambil: Membuat kebijakan dan prosedur yang jelas dan transparan dalam penggunaan teknologi. Kebijakan ini harus mencakup aturan tentang penggunaan data, privasi, dan keamanan informasi. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Melakukan evaluasi risiko secara berkala untuk memastikan bahwa penggunaan teknologi tidak membahayakan orang atau lingkungan. Evaluasi ini juga dapat membantu mengidentifikasi dan mencegah potensi masalah etis dan moral. Melibatkan ahli etika dan moral dalam tim misi untuk membimbing penggunaan teknologi dan memberikan saran terkait masalah etis dan moral yang muncul. Memastikan bahwa teknologi yang digunakan memenuhi standar etis dan moral yang diterima secara universal, seperti tidak melanggar hak asasi manusia, tidak menghasilkan diskriminasi, dan tidak membahayakan Mengedukasi staf dan tenaga misi tentang prinsip-prinsip etis dan moral dan bagaimana menerapkannya dalam penggunaan teknologi. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip etis dan moral dalam praktik misi yang melibatkan teknologi, maka penggunaan teknologi untuk misi dapat menghasilkan hasil yang positif dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat tanpa mengorbankan nilai-nilai etis dan moral. Tindakan Preventif Menghindari Penyalahgunaan Teknologi Tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan teknologi dalam misi dan pelayanan Kristen antara lain: Membangun kesadaran etis dan moral: Penting untuk membangun kesadaran etis dan moral dalam penggunaan teknologi, baik di kalangan @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ pegawai maupun masyarakat umum. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan dan sosialisasi. Menerapkan kebijakan dan prosedur yang jelas: Perlu adanya kebijakan dan prosedur yang jelas dalam penggunaan teknologi, termasuk dalam hal pengamanan data dan informasi. Melakukan Pengawasan pengendalian terhadap penggunaan teknologi dapat membantu mencegah penyalahgunaan dan pelanggaran etika. Membangun kolaborasi dan kemitraan: Kolaborasi dan kemitraan antara organisasi Kristen dan pihak-pihak terkait dapat membantu mencegah penyalahgunaan teknologi dan memperkuat pengawasan dan Meningkatkan literasi digital: Peningkatan literasi digital dapat membantu masyarakat memahami risiko dan dampak penggunaan teknologi, serta membantu mencegah penyalahgunaan dan pelanggaran Dengan melakukan tindakan preventif tersebut, diharapkan dapat mencegah kemungkinan munculnya penyalahgunaan teknologi dalam misi dan pelayanan Kristen, serta memastikan penggunaan teknologi yang etis dan AuMenghindari Bahaya Teknologi | Apps4God,Ay accessed December 28, 2023, https://apps4god. org/icdw/menghindari-bahaya-teknologi. Venue. AuLangkah Preventif Penyalahgunaan Teknologi Digital. Ay AuStrategi Preventif Dan Represif Dalam Proses Pengawasan Dan Pengendalian Manajemen ASN,Ay accessed December 28, 2023, https://yogyakarta. id/artikel/0/2020/09/strategi-preventif-represif-prosespengawasan-pengendalian-manajemen-asn. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Implikasi Etis dan Moral Penggunaan teknologi dalam misiologi memiliki implikasi etis dan moral yang signifikan. Salah satu implikasi etisnya adalah bahwa penggunaan teknologi dalam misiologi harus mempertimbangkan privasi dan keamanan data pribadi orang-orang yang terlibat dalam misi. Misalnya, pengumpulan dan penggunaan data pribadi harus dilakukan secara transparan dan dengan persetujuan yang jelas dari orang-orang yang terlibat. Implikasi moral dari penggunaan teknologi dalam misiologi adalah bahwa teknologi harus digunakan dengan cara yang bertanggung jawab dan tidak membahayakan atau menimbulkan risiko bagi orang-orang yang terlibat dalam misi. Selain itu, teknologi juga harus digunakan dengan tujuan yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat, bukan hanya untuk kepentingan Penggunaan teknologi dalam misiologi memiliki dampak yang signifikan terhadap implikasi etis dan moral. Pertama-tama, teknologi dapat membantu mempercepat penyebaran ajaran agama dan memperluas jangkauan misi ke seluruh dunia. Namun, penggunaan teknologi dalam misiologi juga dapat menimbulkan masalah etis, seperti pelanggaran privasi dan penggunaan data pribadi untuk kepentingan misi. Selain itu, penggunaan teknologi dalam misiologi juga dapat memicu perdebatan moral terkait dengan penggunaan teknologi yang terlalu canggih dan melampaui batas-batas manusia, seperti penggunaan robot untuk Hal ini dapat mengarah pada pertanyaan tentang apakah teknologi tersebut dapat menggantikan peran manusia dalam misi atau tidak. Oleh karena itu, prinsip-prinsip etis dan moral perlu diintegrasikan dalam penggunaan teknologi untuk misi agar dapat menghindari masalah yang @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ mungkin muncul dan menghasilkan hasil yang positif dalam upaya misi. Beberapa prinsip yang dapat diterapkan dalam penggunaan teknologi untuk misi antara lain transparansi, penghormatan terhadap privasi, keadilan, dan pengakuan terhadap martabat manusia. Dalam hal ini, penggunaan teknologi dalam misiologi harus dilakukan dengan hati-hati dan terus dievaluasi untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip etis dan moral terus dihormati. Penggunaan teknologi untuk misi gereja memiliki implikasi etis dan moral yang perlu diperhatikan, di antaranya: Etika penggunaan data28: Gereja harus memastikan bahwa penggunaan data yang diperoleh dari teknologi dilakukan dengan etika yang tepat. Data pribadi anggota gereja dan orang lain harus dijaga kerahasiaannya dan tidak boleh disalahgunakan. Etika penggunaan media sosial: Penggunaan media sosial dalam misi gereja harus dilakukan dengan etika dan moral yang tepat. Gereja harus memastikan bahwa konten yang dibagikan di media sosial tidak melanggar nilai-nilai moral dan tidak merugikan orang lain. Etika (AI): Gereja mempertimbangkan implikasi etis dan moral penggunaan AI dalam misi AI dapat membantu dalam mengumpulkan dan menganalisis data, namun harus diingat bahwa teknologi ini juga dapat disalahgunakan jika tidak diawasi dengan baik. Ramli. AuEtika Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan,Ay Epsilon:Jurnal Pendidikan Fisika 2, no. 3 (June 2. , http://jurnal. id/index. php/talim/article/view/757. Sari Anjani and Irwansyah Irwansyah. AuPERANAN INFLUENCER DALAM MENGKOMUNIKASIKAN PESAN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM [THE ROLE OF SOCIAL MEDIA INFLUENCERS IN COMMUNICATING MESSAGES USING INSTAGRAM],Ay Polyglot: Jurnal Ilmiah 16, no. 2 (May 2. : 2, https://doi. org/10. 19166/pji. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Etika Gereja mempertimbangkan implikasi etis dan moral penggunaan teknologi dalam Penggunaan teknologi seperti proyektor dan layar LED dapat membantu dalam memperkuat pengalaman ibadah, namun tidak boleh mengganggu nilai-nilai tradisional gereja dan kebersamaan dalam ibadah. Etika penggunaan teknologi dalam misi lintas budaya: Gereja harus mempertimbangkan implikasi etis dan moral penggunaan teknologi dalam misi lintas budaya. Teknologi dapat membantu dalam menghubungkan gereja dengan orang-orang dari budaya yang berbeda, namun harus diingat bahwa nilai-nilai budaya dan adat istiadat juga harus dihargai dan Dalam penggunaan teknologi untuk misi gereja, penting bagi gereja untuk selalu mempertimbangkan implikasi etis dan moral yang mungkin terjadi dan mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan bahwa nilai-nilai moral dan etika yang benar tetap dijaga dan dipraktikkan. Kesimpulan Misiologi di era digital menekankan pentingnya mempertimbangkan implikasi etis dan moral dalam penggunaan teknologi untuk misi. Teknologi dapat menjadi alat yang efektif dalam memenuhi tugas misi, namun harus digunakan dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab. Misiologi di era digital harus mempertimbangkan konsekuensi etis dan moral dalam penggunaan teknologi untuk memastikan bahwa tujuan misi yang diinginkan Satya Anggara and Herdito Sandi Pratama. AuMASYARAKAT JEJARING. MEDIA SOSIAL. DAN TRANSFORMASI RUANG PUBLIK: REFLEKSI TERHADAP FENOMENA ARAB SPRING DAN AoTEMAN AHOK,AoAy Paradigma: Jurnal Kajian Budaya 9, no. 3 (December 2. : 287, https://doi. org/10. 17510/paradigma. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1I Desember 2025 __________________________________________________________________________ dapat tercapai dengan cara yang benar dan tepat. Prinsip-prinsip etis dan moral harus diintegrasikan dalam penggunaan teknologi untuk misi agar dapat menghindari masalah yang mungkin muncul dan menghasilkan hasil yang positif dalam upaya misi. Referensi