ABDIRA Volume 6 Nomor 2 Tahun 2026 Halaman 133-140 JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Research & Learning in Faculty of Education ISSN: 2798-0847 (Printe. 2798-4591 (Onlin. Inovasi Media Pembelajaran Tematik Kontekstual Berbasis Multikultural: Kolaborasi Penguatan Kemitraan PAUD dan Orang Tua Melia Eka Daryati1*. Julia Purnama Sari2. Didik Suryadi3 Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini1,3. Program Studi Teknik Sipil2 Universitas Bengkulu e-mail: melia_eka@unib. Abstrak Penguatan kemitraan antara lembaga PAUD dan orang tua menjadi strategi penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran masih terbatas, sehingga dibutuhkan inovasi media pembelajaran yang menghubungkan peran guru dan orang tua. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru PAUD dan orang tua menggunakan media pembelajaran tematik kontekstual berbasis kearifan Metode pengabdian melalui penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan kolaborasi. Peserta 25 terdiri dari guru PAUD dan orang tua anak Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman pre-test sebesar 55,8 dan post-test sebesar 88,4, dengan peningkatan rata-rata 32,6 poin. Temuan ini memperlihatkan bahwa inovasi media pembelajaran berbasis pada nilai-nilai multikultural tidak hanya memperkuat peran orang tua dalam pendidikan anak, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih kontekstual dan inklusif. Kegiatan PkM ini berkontribusi pada terbangunnya kemitraan berkelanjutan antara PAUD dan orang tua dalam mendukung kualitas PAUD. Kata Kunci: PAUD. Orang Tua. Media Pembelajaran. Tematik Kontekstual. Kearifan Multikultural. Kemitraan. Abstract Strengthening partnerships between early childhood education institutions and parents is an important strategy in supporting optimal child growth and However, facts on the ground show that parental involvement in the learning process is still limited, so there is a need for innovative learning media that connects the roles of teachers and parents. The community service activity aims to improve the understanding and skills of early childhood teachers and parents in using contextual thematic learning media based on multicultural The community service method involved counseling, training, and collaborative assistance. There were 25 participants consisting of PAUD teachers and parents of students. The evaluation results showed a significant increase in understanding from a pre-test score of 55. 8 to a post-test score of 88. 4, with an average increase of 32. 6 points. These findings show that the innovation of learning media based on multicultural values not only strengthens the role of parents in children's education but also creates a more contextual and inclusive learning environment. This community service activity contributes to the establishment of a sustainable partnership between early childhood education and parents in supporting the quality of early childhood education. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Kata Kunci: Vol. No. 2 Tahun 2026 Early Childhood Education. Parents. Learning Media. Contextual Thematic. Multicultural Wisdom. Partnership. PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fase krusial dalam perkembangan individu, di mana ia berperan signifikan dalam pembentukan karakter, nilai-nilai, serta keterampilan dasar anak yang diperlukan untuk menghadapi pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Usia dini sering disebut sebagai "golden age," di mana perkembangan kognitif, afektif, psikomotorik, dan sosial emosional anak berlangsung dengan sangat cepat dan berpengaruh besar (Nababan & Tesmanto, 2. Pendidikan pada tahap ini berlangsung secara efektif, kontekstual, dan relevan, diperlukan inovasi dalam media pembelajaran (Gani & Hidayat, 2. Pembelajaran tematik yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dalam konteks masyarakat yang multikultural menjadi tantangan penting bagi para pendidik (Kasmiati, 2021. Nengsi & Eliza, 2. Indonesia, dengan keanekaragaman budaya dan tradisinya yang kaya, memberikan potensi besar untuk memperkaya pendidikan anak usia dini. Dalam konteks ini, pembelajaran yang menghargai serta menginternalisasi nilai-nilai multikultural sangatlah penting, namun praktik pendidikan di lapangan sering kali masih terfokus pada pendekatan yang seragam dan kurang memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi dan memahami budaya lokal (Kasmiati, 2021. Marlisa & Septiana, 2. Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang berakar pada prinsip budaya lokal dapat meningkatkan relevansi dan motivasi anak. Peran kerjasama antara lembaga PAUD dan orang tua dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual. Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan sosial-emosional dan motivasi belajar anak (Ansori, 2023. Nuraeni et al. , 2. serta memperkuat pola asuh dan nilai-nilai yang sejalan dengan tujuan pendidikan, masih banyak orang tua yang masih mengambil peran pasif dan menyerahkan sepenuhnya kepada guru, sehingga mengakibatkan terpisahnya kelanjutan pembelajaran yang seharusnya terintegrasi antara sekolah dan rumah (Ansori, 2023. Nuraeni et al. , 2019. Tirza et al. , 2. Inovasi dalam media pembelajaran tematik kontekstual yang berbasis pada kearifan multikultural sangat diperlukan untuk menjawab tantangan ini. Pendekatan ini mendukung pengalaman belajar yang lebih bermakna dengan menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata anak, serta menumbuhkan keterampilan berpikir kritis (Kasmiati, 2021. Marlisa & Septiana. Penelitian oleh Nurhayati . menunjukkan bahwa pengenalan nilainilai multikultural dalam PAUD dapat memperkuat identitas diri anak, serta meningkatkan kemitraan dengan orang tua merupakan langkah strategis yang penting, memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkontribusi secara aktif dalam proses pendidikan (Gani & Hidayat, 2023. Nurdin & Anhusadar, 2020. Putri, 2. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 Peran inisiatif untuk melibatkan orang tua dalam pembelajaran tematik telah ada, masih terdapat kesenjangan yang jelas. Banyak kegiatan pembelajaran belum terintegrasi dengan nilai-nilai multikultural secara sistematis dan sering kali terpisah dari kurikulum yang ada (Marlisa & Septiana, 2021. Nurdin & Anhusadar, 2. Pengembangan inovasi media yang dapat mengintegrasikan tema kontekstual dengan kearifan multikultural secara holistik dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna (Latif et al. , 2022. Tirza et al. , 2. Inovasi dalam media pembelajaran tematik yang berbasis kearifan multikultural tidak hanya merupakan solusi untuk mengatasi kurangnya integrasi nilai-nilai multikultural dalam PAUD, tetapi juga untuk memperkuat kerjasama antara lembaga PAUD dengan orang tua. Kehadiran orang tua sebagai mitra aktif dalam pendidikan anak usia dini dapat menciptakan suasana belajar yang lebih koheren dan memperkuat pengalaman anak dalam memahami budaya serta nilai sosial yang ada di sekitarnya, diharapkan PAUD tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan nilai budaya yang kaya, serta membangun jembatan kemitraan yang erat antara sekolah dan keluarga. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan beberapa pendekatan partisipatif yang saling melengkapi. Pertama, dilakukan pendidikan masyarakat melalui penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman guru dan orang tua mengenai konsep pembelajaran tematik kontekstual berbasis kearifan Kedua, difusi ipteks dilakukan dengan menghasilkan produk media pembelajaran sederhana seperti kartu cerita rakyat, papan permainan tradisional, dan lembar kerja tematik. Pendidikan dan Pelatihan Masyarakat Tahap awal dilaksanakan melalui penyuluhan dalam bentuk workshop interaktif untuk meningkatkan pemahaman guru PAUD dan orang tua mengenai konsep pembelajaran tematik kontekstual berbasis kearifan multikultural. Materi penyuluhan mencakup prinsip-prinsip developmentally appropriate practice (DAP), integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam kurikulum PAUD, serta strategi kemitraan efektif antara lembaga PAUD dan keluarga. Metode penyampaian menggunakan kombinasi ceramah, diskusi kelompok, dan studi kasus untuk memfasilitasi pemahaman mendalam dan refleksi kritis terhadap praktik pembelajaran yang selama ini diterapkan. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 Gambar 1. Proses Penyuluhan Difusi dan Implementasi IPTEKS Difusi ipteks dilakukan melalui pengembangan dan produksi media pembelajaran inovatif yang disesuaikan dengan konteks budaya lokal. Produk yang dihasilkan meliputi kartu cerita rakyat bergambar dari berbagai etnis, papan permainan tradisional adaptif, lembar kerja tematik terintegrasi, serta buku panduan praktis bagi guru dan orang tua. Proses pengembangan media melibatkan guru dan orang tua dalam tahap desain, uji coba, dan revisi untuk memastikan relevansi, kemudahan penggunaan, dan keberterimaan budaya. Gambar 2. Implementasi Pembelajaran Inovatif Melibatkan Porang Tua Pendampingan dan Monitoring Pendampingan berkelanjutan dilakukan melalui kunjungan berkala ke lembaga PAUD mitra untuk memfasilitasi implementasi media pembelajaran dan memberikan umpan balik konstruktif. Tim pengabdian juga membentuk kelompok kerja guru-orang tua sebagai wadah berbagi pengalaman dan pemecahan masalah secara kolaboratif. Monitoring dilakukan menggunakan lembar observasi pembelajaran, dokumentasi kegiatan, dan focus group discussion (FGD) untuk mengevaluasi efektivitas program dan mengidentifikasi area Gambar 3. Pendampingan Kegiatan Pengabdian Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 Evaluasi Program Evaluasi program dilakukan secara formatif dan sumatif dengan menggunakan instrumen yang telah divalidasi. Data dikumpulkan melalui pretest dan post-test pemahaman peserta, observasi praktik pembelajaran, wawancara mendalam, serta analisis dokumentasi portofolio anak. Keberhasilan program diukur berdasarkan indikator peningkatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran tematik, tingkat partisipasi orang tua, serta kualitas interaksi pembelajaran yang mencerminkan nilai-nilai multikultural. Gambar 4. Proses Evaluasi Program Kegiatan Pengabdian HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada Inovasi Media Pembelajaran Tematik Kontekstual Berbasis Kearifan Multikultural: Kolaborasi Penguatan Kemitraan PAUD dan Orang Tua menunjukkan hasil yang signifikan dalam hal peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta penguatan kerja sama antara guru, orang tua, dan anak. Hasil dan analisis dapat dijelaskan sebagai berikut: Salah satu pencapaian awal dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman guru dan orang tua mengenai pentingnya pembelajaran yang berbasis tematik kontekstual dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan Berdasarkan hasil evaluasi yang melibatkan 25 peserta, terdiri dari guru PAUD dan orang tua, terlihat adanya peningkatan pemahaman yang signifikan setelah diberikan intervensi melalui inovasi media pembelajaran tematik kontekstual berbasis kearifan multikultural. Data menunjukkan bahwa skor rata-rata pre-test peserta berada pada angka 55,8, sedangkan skor rata-rata post-test meningkat menjadi 88,4, dengan peningkatan rata-rata sebesar 32,6 poin, yang dapat dilihat pada tabel berikut: Gambar 5. Grafik pre dan post Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 Grafik perbandingan rata-rata skor pre-test dan post-test menunjukkan perbedaan yang signifikan, di mana skor setelah intervensi meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum intervensi. Hal ini memperkuat kesimpulan bahwa kegiatan pengabdian dengan strategi tematik kontekstual berbasis kearifan multikultural memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesadaran guru serta orang tua. Penyuluhan ini terbukti efektif dalam memberikan kesadaran bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada penginternalisasian nilai-nilai budaya dan sikap toleransi. Peningkatan pemahaman ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad . , yang menegaskan bahwa keterlibatan orang tua melalui kegiatan berbasis konteks sosial-budaya dapat meningkatkan kesadaran mereka dalam mendukung proses pembelajaran anak di rumah. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua secara aktif dan dukungan dalam bentuk media pembelajaran yang tepat dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak (Sulastri & Masriqon, 2. Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman guru dan orang tua tentang pembelajaran berbasis Melalui penyuluhan, 87% peserta menyatakan bahwa mereka memahami konsep dan pentingnya integrasi nilai budaya dalam pembelajaran anak usia dini. Selain itu, pelatihan ini berhasil menghasilkan berbagai media pembelajaran sederhana dan inovatif, seperti kartu cerita rakyat, papan permainan tradisional, dan lembar kerja berbasis budaya lokal. Gambar 6. Pendidikan melalui Penyuluhan inovasi media tematik Gambar 7. Difusi ipteks Melalui Media Flash Card Multikutural. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dan orang tua dalam menciptakan serta memanfaatkan media tersebut. Anak-anak juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menggunakan media baru, yang berdampak positif pada peningkatan motivasi belajar, keterampilan sosial, serta pemahaman terhadap nilai-nilai multikultural. Dampak lain yang terlihat adalah meningkatnya komunikasi dan kerja sama antara guru dan orang tua. Keduanya berkolaborasi dalam mendampingi anak, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih harmonis. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Zalmi & Hazizah, 2. yang juga menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan guru dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak, yang memerlukan stimulasi dari kedua belah pihak untuk mencapai perkembangan yang optimal. Dalam hal ini, komunikasi yang aktif dan sinergi antara orang tua dan guru menjadi kunci untuk mencapai tujuan pendidikan anak secara holistik. Refleksi bersama menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peserta dan berpotensi dilanjutkan secara mandiri oleh PAUD mitra. Guru dan orang tua bahkan sepakat untuk membentuk kelompok kecil guna terus mengembangkan media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Hal ini membuktikan bahwa inovasi media tidak hanya menyelesaikan permasalahan keterbatasan sarana, tetapi juga memperkuat kemitraan antara sekolah dan keluarga secara berkelanjutan. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan partisipasi guru serta orang tua dalam pengembangan media pembelajaran tematik yang kontekstual dan berbasis pada kearifan multikultural. Inovasi media yang dihasilkan terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar anak, memperkuat pemahaman terhadap nilainilai budaya, serta menciptakan kolaborasi yang lebih harmonis antara lembaga PAUD dan orang tua. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya mengatasi keterbatasan media pembelajaran yang ada, tetapi juga berfungsi sebagai strategi yang efektif untuk memperkuat kemitraan dalam pendidikan anak usia dini. DAFTAR PUSTAKA