Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 TINGKAT SERANGAN PENYAKIT KARAT DAUN PADA TANAMAN JAGUNG MANIS DI KECAMATAN KURANJI Hasan Albana1*. Zurai Resti2 Departemen Proteksi Tanaman. Fakultas Pertanian. Universitas Andalas. Indonesia. Jl. Dr. Mohammad Hatta Limau Manis. Pauh. Padang. Sumatera Barat 25175. E-Mail: eustassalbana@gmail. com (*Corresponding autho. Submit: 05-01-2024 Revisi: 09-03-2024 Diterima: 15-10-2024 ABSTRAK Tingkat Serangan Penyakit Karat Daun Pada Tanaman Jagung Manis Di Kecamatan Kuranji. Jagung merupakan tanaman pangan penting di dunia selain gandum dan padi. Di Indonesia, jagung digunakan untuk pakan ternak, serta bahan dasar industri makanan dan minuman, tepung, minyak, dan lain-lain. Produktivitas tanaman jagung di Sumatera Barat selama 3 tahun terakhir cenderung menurun dan belum mencapai produktivitas optimalnya. Salah satu penyebab hal ini dapat terjadi adalah serangan penyakit tanaman seperti penyakit karat daun jagung yang disebabkan oleh Puccinia sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan penyakit karat daun jagung di Kecamatan Kuranji. Kota Padang. Penelitian ini dilaksanakan di 2 kelurahan sentra tanaman jagung di Kecamatan Kuranji. Kota Padang dan di Laboratorium Fitopatologi. Fakultas Pertanian Universitas Andalas dari Bulan September-November 2023. Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan metode survey dan penentuan lahan menggunakan metode Purposive Sampling. Parameter pengamatan penelitian ini adalah kondisi lahan tanaman, gejala penyakit karat daun jagung, identifikasi patogen, kejadian dan keparahan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian penyakit mencapai 100% sedangkan tingkat keparahan mencapai 32,52%. Hal ini menunjukkan keparahan penyakit karat daun jagung di Kecamatan Kuranji termasuk kategori sedang. Kata kunci : Jagung. Penyakit Karat daun. Puccinia sp. ABSTRACT Level of Leaf Rust Disease Attack on Sweet Corn Plants in Kuranji District. Corn is an important food crop in the world besides wheat and rice. In Indonesia, corn is used for animal feed, as well as the basic ingredients of the food and beverage industry, flour, oil, and others. Corn productivity in West Sumatra over the last 3 years has tended to decline and has not yet reached its optimal productivity. One of the reasons this may occur is the attack of plant diseases such as corn leaf rust disease caused by Puccinia sp. This study aims to determine the level of corn leaf rust disease attack in Kuranji District. Padang City. This research was conducted in 4 fields in 2 villages of corn crop centers in Kuranji District. Padang City and at the Phytopathology Laboratory. Faculty of Agriculture. Andalas University from September-November 2023. This research was descriptive using survey method and land determination using Purposive Sampling method. The observation parameters of this study were the condition of the plant land, symptoms of corn leaf rust disease, pathogen identification, disease incidence and severity. The results showed that the disease incidence reached 100% while the severity This shows that the severity of corn leaf rust disease in Kuranji District is in the medium Keywords : Corn. Leaf rust disease. Puccinia sp. PENDAHULUAN Jagung pangan penting di dunia selain gandum dan padi. Manfaat jagung tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga bahan pakan dan bahan industri lainnya. Indonesia, jagung digunakan untuk pakan ternak, serta bahan dasar industri makanan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Tingkat Serangan Penyakit A Albana dan Resti. dan minuman, tepung, minyak, dan lainlain. Manfaat jagung tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga bahan pakan dan bahan industri lainnya (Fiqriansyah et al. Diperkirakan lebih dari 55% kebutuhan jagung dalam negeri digunakan untuk pakan, 30% untuk konsumsi pangan, dan selebihnya untuk kebutuhan Hal ini menyebabkan kebutuhan jagung akan terus mengalami peningkatan (Kasryno et al. , 2. Produktivitas tanaman jagung di Sumatera Barat Menurut BPS . dari tahun 2020-2022 adalah 6,96. 6,60. 6,60 ton/ha. Selama 3 tahun terakhir terdapat penurunan produktivitas jagung Sumatera Barat. Selain produktivitas jagung di Sumatera Barat juga belum optimal jika dibandingkan dengan potensi produktivitas jagung di Indonesia yang dapat mencapai 7,0Ae7,5 ton/ha. Penurunan dan belum optimalnya produktivitas jagung disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah karena serangan patogen tanaman. Beberapa menyerang tanaman jagung adalah busuk batang yang disebabkan oleh jamur Fusarium moniliforme, hawar pelepah yang disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani (Semangun, 2. bulai yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis. Hawar daun yang disebabkan oleh jamur Exserohilum turcicum, dan Karat daun yang disebabkan oleh jamur Puccinia spp. (Sunardi et al. , 2. Penyakit karat daun pada jagung dapat menimbulakan kerugian berkisar 45-60%. Penyakit dikelompokkan menjadi southern corn rust, common corn rust, dan tropical corn Common rust pada jagung disebabkan oleh jamur Puccinia sorghi, southern rust disebabkan oleh Puccinia polysora (Wise, 2. , sedangkan Tropical corn rust disebabkan oleh Physopella zeae (Ullstrup, 1. Sementara itu, berdasarkan gejala penyakitnya, karat daun jagung bisa Tropical menunjukkan gejala karat putih, southern rust karat hanya terdapat pada permukaan bagian atas, sedangkan common rust karat terdapat baik pada bagian atas maupun bagian bawah permukaan daun (Dolezal. Penyakit karat daun jagung memasuki fase generatif. Perkembangan dan penyebaran penyakit ini sangat lingkungna disekitarnya (Monsanto. Berdasarkan penjelasan diatas penyebaran penyakit karat daun jagung. Saat ini penelitian mengenai epidemiologi penyakit karat daun jagung di Sumatera Barat dan khususnya Kecamatan Kuranji masih terbatas. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang berjudul AuTingkat serangan penyakit karat daun pada tanaman jagung manis di Kecamatan KuranjiAy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan penyakit karat daun jagung manis di Kecamatan Kuranji. METODE Penelitian ini akan dilaksanakan pada 4 lokasi lahan dari 2 Kelurahan yang menjadi sentra pertanian di Kecamatan Kuranji dan di Laboratorium Fitopatologi Departemen Proteksi Tanaman. Fakultas Pertanian. Universitas Andalas dari bulan September sampai November 2023. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk survei. Penentuan lahan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu berdasarkan kriteria daerah yang memiliki pertanaman jagung manis. Lokasi penelitian yang dipilih adalah lahan pertanaman jagung manis milik petani dengan jumlah tanaman mencapai A 300500 tanaman. Pada lahan sampel yang work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. terpilih ditentukan tanaman sampel secara acak sistematis dengan cara berjalan mengambil satu sampel tiap 10 tanaman. Jumlah tanaman sampel diambil sebanyak 10% dari total tanaman pada lahan Pengamatan pertanaman jagung dilakukan secara langsung dan wawancara dengan petani. Pengamatan langsung kondisi lahan tanaman jagung memberikan informasi mangenai serangan penyakit karat daun di lapangan dan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menyerang tanaman jagung. Sedangkan wawancara dengan menggunakan kuisioner meliputi teknik penggunaan pestisida. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Pengamatan gejala dilakukan dengan mengamati secara langsung pada daun jagung pada setiap tanaman sampel. Gejala penyakit karat adalah adanya lesio kecil pada daun, melingkar sampai memanjang. Postule urediniospora yang menyebabkan lesio berwarna (Puspawati dan Sudarma, 2. Patogen dapat dilihat langsung dibawah mikroskop, kemudian dilihat morfologi mikroskopis patogen berupa spora jamur, konidiofor, postule, besar kecilnya postule, warna postule dan difoto dengan kamera handphone. Kejadian sebanyak 4 kali dengan interval pengamatan 1 minggu. Kejadian penyakit dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: ycu KP = ycA x 100% . Keterangan: KP: Kejadian penyakit n : Jumlah tanaman terserang N : Jumlah tanaman yang diamati Keparahan penyakit ditentukan dengan mengamati tanaman yang bergejala karat pada daun jagung. Pengamatan dilakukan sebanyak 4 kali dengan interval pengamatan 1 minggu. Persentase keparahan penyakit dapat dihitung dengan menggunakan rumus: IAnxv KR = NxZ x 100% . Keterangan: KR: Keparahan penyakit n : Jumlah daun tanaman terserang pada tiap skoring v : Nilai skala serangan penyakit tiap individu tanaman N : Jumlah daun yang diamati Z : Nilai tertinggi kategori kerusakan Penghitungan keparahan penyakit karat daun pada tanaman jagung This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Tingkat Serangan Penyakit A Albana dan Resti. digunakan skoring gejala penyakit (Puspawati dan Sudarma, 2. dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Skoring gejala penyakit karat daun jagung. Skor Gejala (%) Kriteria Serangan Daun sehat . idak ada gejala kara. O 10% bagian lembaran daun bergejala sakit, >10% - O 25% bagian lembaran daun bergejala sakit > 25% - O 50% bagian lembaran daun bergejala sakit > 50% - O 75% bagian daun bergejala sakit 75% bagian daun bergejala sakit Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis Sehat Sangat ringan Ringan Sedang Berat Sangat berat HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi lahan tanaman jagung Tabel 2. Budidaya tanaman jagung masing-masing lokasi pengamatan di Kecamatan Kuranji. Budidaya tanaman jagung Varietas Jarak Tanam Tanaman disekitar Umur tanaman Pengendalia OPT Kelurahan Kuranji Lahan 1 Lahan 2 Paragon Paragon 40x25 cm 50x40 cm Padi Padi 45 hst 45 hst Insektisida Insektisida Sistem tanam Penyiangan Monokultur Fase vegetatif Monokultur Fase vegetatif Pemulsaan Tidak ada Tidak ada Sistem pertanaman jagung di Kelurahan Kuranji menggunakan sistem monokultur, sedangkan di Kelurahan Gunung Sarik menggunakan sistem polikultur dengan tanaman cabai. Lahan tanaman jagung memiliki populasi sekitar Varietas digunakan di kedua Kelurahan tersebut adalah Paragon. Umur tanaman yang diamati sekitar 1 bulan 15 hari. Pengendalian hama dan penyakit diaplikasikan pada fase vegetatif dan fase tanaman telah berbuah. Lahan di Kelurahan Gunung Sarik melakukan kultur teknis yang berbeda dengan Kelurahan kuranji. Petani Kelurahan Gunung Sarik Lahan 1 Lahan 2 Paragon Paragon 60x40 cm 60x40 cm Padi Padi 51 hst 51 hst Insektisida dan Insektisida dan Polikultur Polikultur Fase vegetatif Fase vegetatif dan generatif dan generative Tidak ada Tidak ada memotong daun bagian bawah setelah tongkol tanaman muncul. Menurut petani setempat hal ini dilakukan untuk mengurangi intensitas penyakit pada daun jagung, dan membuat nutrisi pada jagung pembentukan tongkol. Gejala serangan karat daun jagung Gejala serangan penyakit karat daun jagung terdapat bintik-bintik coklat berwarna kuning kemerahan, bagian yang terserang umumnya berada diatas permukaan daun tanaman saja. Bagian daun yang terserang parah berada pada daun yang paling tua/bawah (Gambar . work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Gambar 1. Gejala serangan karat daun di lapangan. A) Gejala di Kelurahan Kuranji. B) Gejala di Kelurahan Sungai Sarik. C) Daun tanaman sehat. Identifikasi patogen Pengamatan dibawah mikroskop dengan perbesaran 400x dapat dilihat pada Gambar 2. Bentuk urediniospora yang ditemukan pada kedua sampel berbentuk oval atau bulat lonjong. Gambar 3. Bentuk urediniospora dari Puccinia sp. A) Kelurahan Kuranji. B) Kelurahan Sungai Sarik (Dokumentasi Pribad. C dan D) Urediniospora P. polysora (Crouch dan Szabo, 2. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Tingkat Serangan Penyakit A Albana dan Resti. Kejadian dan keparahan penyakit penyakit yang didapatkan. Kelurahan Kuranji menunjukkan keparahan penyakit yang lebih tinggi . ,22-53,46%). sedangkan pada Kelurahan Gunung Sarik penyakit yang lebih rendah . ,5615,86%) (Tabel . Penyakit karat daun ditemukan telah menyerang setiap tanaman jagung yang diamati dimasing-masing lokasi, sehingga kejadian penyakitnya mencapai Berdasarkan persentase keparahan Tabel 3. Kejadian dan keparahan penyakit karat daun jagung di Kecmatan Kuranji. Lokasi Kelurahan Kuranji Gunung Sarik Lahan Kejadian Penyakit (%) Keparahan Penyakit (%) 53,46 48,22 15,86 12,56 32,52 Rata-rata Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, lahan sampel pertanaman jagung pada Kecamatan Kuranji di 2 Kelurahan yang berbeda menunjukkan bahwa pemeliharaan tanaman lebih baik di Kelurahan Gunung Sarik dengan jarak tanam yang tidak terlalu rapat, sistem pengendalian OPT dengan insektisida dan Hal ini nantinya akan berpengaruh terhadap perkembangan OPT khususnya penyakit karat daun jagung. Kejadian penyakit karat daun jagung di Kecamatan Kuranji mencapai 100% yang berarti seluruh tanaman jagung yang diamati terdapat penyakit karat daun jagung. Sedangkan keparahan penyakit bervariasi mulai dari 12,5653,46%. Keparahan penyakit cenderung lebih rendah pada lahan di Kelurahan Gunung Sarik. Hal ini dikarenakan kultur teknis dan pengendalian OPT yang dilakukan lebih sistematis dan bervariasi. Petani di Kelurahan Gunung Sarik menggunakan sistem polikultur dengan tanaman cabai yang merupakan tanaman dengan famili yang berbeda dengan Hal ini juga menjadi faktor perkembangan penyakit karat daun jagung yang lebih rendah dari pada di Kelurahan Kuranji. Semakin tinggi keanekaragaman tanaman membuat patogen lebih sulit menyebar ke tanaman disekitarnya karena terhalangan oleh tanaman yang bukan Pernyataan ini diperkuat oleh Susanna et al. yang menyatakan pertanaman monokultur memudahkan mematahkan ketahanan genetik inang. Selain sistem tanam, penyiangan juga merupakan hal yang penting dalam Pada lahan jagung di Kelurahan Gunung Sarik penyiangan dilakukan saat fase vegetatif dan generatif. Sedangkan pada lahan jagung di Kelurahan Kuranji, penyiangan hanya dilakukan pada fase vegetatif saja. Hal ini menjadi penyebab perkembangan penyakit karat daun lebih tinggi pada tanaman jagung di Kelurahan Kuranji. Gulma dapat menjadi inang alternatif untuk patogen dan juga menyebabkan tingginya kelembaban pada lahan karena semakin banyaknya populasi organisme yang hidup pada lahan tersebut. Pernyataan ini juga diperkuat oleh Kolb et . yang menyatakan keberadaan gulma di sekitar pertanaman juga meningkatkan insidensi penyakit karena persaingan unsur hara dan efek alelopati yang toksik bagi tanaman selain membuat tanah menjadi gersang. Gulma juga dapat work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. menyerap air hujan sehingga tanaman pala kekurangan air yang menyebabkan tanaman menjadi stress. Pengendalian OPT merupakan kegiatan budidaya yang sangat penting karena akan berdampak langsung terhadap kondisi Pengendalian OPT di Kelurahan Gunung Sarik lebih bervariasi ketimbang di Kelurahan Kuranji. Petani di Kelurahan Gunung Sarik pengendalian dengan mekanis dan Pengendalian dilakukan dengan cara memotong daun bagian bawah yang merupakan daun dengan skoring keparahan tertinggi pada penyakit karat daun. Oleh karena itu, keperahan penyakit karat daun jagung menjadi lebih rendah di Kelurahan Gunung Sarik. Gejala penyakit karat daun yang ditemukan dilapangan yaitu terdapat bintik coklat berwarna kuning kemerahan. Bintik tersebut hanya ditemukan pada bagian atas permukaan daun. Berdasarkan gejala yang ditemukan diduga penyakit ini merupakan penyakit karat daun jagung yang disebabkan oleh Puccini polysora. Hal ini diperkuat oleh Dolezal et al. yang menyatakan bahwa gejala southern rust yang disebabkan oleh P. hanya menyerang pada bagian atas permukaan daun saja. Berdasarkan identifikasi mikroskopis yang dilakukan juga ditemukan urediniospora yang berbentuk bulat lonjong. Zhu et al. menyatakan terdapat dua jenis patogen yang menyebabkan penyakit karat pada daun jagung yaitu Puccinia sorghi dan P. polysora, perbedaan di antara keduanya adalah Urediniospora pada P. berbentuk bulat sedangkan pada P. polysora lonjong. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 kejadian penyakit karat daun jagung di Kecamatan Kuranji adalah 100%. Sedangkan rata-rata keparahan penyakit karat daun jagung adalah 32,52%. Hasil identifikasi gejala dan mikroskopis diduga patogen yang menyerang tanaman jagung di Kecamatan Kuranji adalah P. DAFTAR PUSTAKA