PENINGKATAN LITERASI SAINS MENGGUNAKAN MEDIA AJAR AUDIO VISUAL BERBASIS GUBAHAN LAGU Endang Purwasari 1. Rian Prasetya Yunanto 2. Widhi Nugroho 3. Citra Dewi Utami 4 1,2,3,4 Institut Seni Indonesia Surakarta purwasari@isi-ska. id, rianprasetya@isi-ska. id, 3 widhi@isi-ska. id, 4 citra_de@isi-ska. ABSTRAK Intervensi peningkatan kualitas Pendidikan dasar yang dapat dilakukan oleh Pendidikan tinggi salah satunya melalui penyelenggaraan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). PKM karya seni ISI Surakarta yang memiliki fokus seni untuk komunitas sebagai alternatif solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Permasalahan yang dihadapi adalah perubahan kurikulum yang mengharuskan para guru untuk berinovasi dalam pengembangan media pembelajaran. Enam Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Andong merupakan sasaran dari kegiatan pengabdian ini. Kesemuanya memiliki misi mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan salah satunya melalui kegiatan bernyanyi. Media ajar berformat audio visual terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa namun keterbatasan kemampuan para guru menjadi kendala dalam inovasinya. Maka, pelatihan produksi media ajar audio visual sangat diperlukan mengingat level kompetensi literasi sains para murid perlu ditingkatkan. Kata kunci: audio visual, gubahan lagu. Kurikulum Merdeka, media ajar, student centered learning ABSTRACT One of the interventions to improve the quality of basic education that can be carried out by higher education is through the implementation of Community Service (PKM) PKM is ISI Surakarta's which focuses on art for the community as an alternative solution to the problems faced by the community. The problem faced is a change in the curriculum which requires teachers to innovate in developing learning Six State Elementary Schools in Andong District are the targets of this service All of them have a mission to make learning fun, one of which is through singing Teaching media in audio-visual format has been proven to be able to increase students' learning motivation, but the limited abilities of teachers are an obstacle to Therefore, training in the production of audio-visual teaching media is very necessary considering that students' scientific literacy competency levels need to be Keywords: audio visual, song composition. Kurikulum Merdeka, media ajar, student centered learning Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Endang Purwasari. Rian Prasetya Yunanto. Widhi Nugroho, dan Citra Dewi Utami Peningkatan Literasi Sains Menggunakan Media Ajar A. PENDAHULUAN Implementasi Kurikulum Merdeka yang mulai dilakukan oleh sekolah-sekolah di Indonesia memaksa guru untuk segera beradaptasi. Perpindahan kurikulum yang harus praktekkan oleh sekolah dari Kurikulum 2013 atau biasa disingkat Kurtilas ke Kurikulum Merdeka cukup membuat geger para guru dan jajaran sekolah. Migrasi ini mengharuskan guru untuk melakukan adaptasi di berbagai hal. Bilamana dulu Kurikulum 2013 lebih banyak menitikberatkan pada hal-hal yang condong pada pendekatan saintifik pada mata pelajaran, kini guru harus mulai belajar dengan pendekatan yang baru. Para pendidik harus menyiapkan diri menyongsong Implementasi Kurikulum Merdeka, atau biasa disingkat IKM. Kurikulum yang menitikberatkan pada pembelajaran terdiferensiasi ini memaksa guru untuk melakukan assessment terlebih dahulu pada para Selain itu, guru juga harus menyiapkan materi yang cocok dan tepat untuk masing-masing siswa sehingga tidak ada lagi siswa yang harus tertinggal dalam kelas. Hal yang lebih penting dalam kurikulum merdeka ini adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Oleh karenanya guru harus membuat model pembelajaran yang mampu menggerakkan siswa agar semua siswa dapat aktif di kelas. Salah satunya adalah dengan menggunakan media ajar yang menarik bagi siswa. Pembelajaran yang menarik di dalam kelas ini diharapkan mampu meningkatkan literasi, numerasi dan karakter peserta didik sehingga dapat tercapai Profil Pelajar Pancasila. Profil ini adalah tujuan akhir dari Implementasi Kurikulum Merdeka. Temuan Aditia . dan Novita, dkk . menunjukkan bahwa media ajar berupa audio visual meningkatkan hasil belajar siswa yang signifikan di mata pelajaran IPS. pembelajaran audio visual video terhadap hasil belajar subtema 1 keberagaman budaya Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru mengenai penggunaan media pembelajaran sehingga menggunakan media pembelajaran yang inovatif dapat meningkatkan hasil belajar. Hasil dari penelitian Aaeni, skk . didapatkan bahwa lagu AuMalaikatkuAy berpengaruh terhadap perkembangan kognitif siswa sekolah dasar, antara lain . meningkatkan daya ingat anak, . meningkatkan kemampuan fokus belajar, . Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 meningkatkan motivasi belajar siswa dan . meningkatkan daya imajinasi siswa. Selain itu, lagu AuMalaikatkuAy dalam meningkatkan minat belajar siswa dikarenakan anak lebih antusiasme dalam melihat hal-hal yang berbau video animasi. Adapun dalam meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik yaitu dapat mengenal dan menghafal 10 Malaikat Allah SWT beserta tugasnya. Gabriela . Penerapan media pembelajaran berbasisi Audio Visual berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa sekolah dasar. Sementara, hasil penelitian Ilmi. Respati,dan Nugraha . menunjukkan bahwa penggunaan lagu anak sebagai media pembelajaran memiliki manfaat, yaitu . meningkatkan daya ingat peserta didik . menimbulkan rasa tenang dan senang ketika belajar . kecemasan dan ketidaknyamanan dalam belajar akan hilang . memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Penelitian ini diperkuat oleh temuan Santosa dan Christupar . yang menyarankan agar guru menggunakan media pembelajaran lagu untuk meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa. Maka, digagaslah kegiatan pengabdian yang memberikan pelatihan pembuatan media ajar berbasis audio visual. Akan tetapi, untuk kebaruan informasi dan materi, tim pengabdian menggunakan gubahan lagu sebagai bahan dalam audio visual tersebut. Sasaran kegiatan ini adalah 6 SD yang berada di Kecamatan Andong yaitu SDN 1 Andong dan SDN Karangasem kecamatan Andong. SDN 1 Blumbang. SDN Sempulur. SDN Sembungan. SDN Gondangrejo. Keenam Sekolah Dasar ini adalah sekolah dasar di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis, sekolah terletak di tengah perkampungan penduduk yang dikelilingi oleh lahan pertanian. Jarak enam sekolah ini menuju Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali antara 20 hingga 26 km. Hal ini menunjukkan bahwa tidak bisa setiap saat untuk datang ke dinas mencari informasi ke dinas Pendidikan setempat. Akreditasi sekolah ini kesemuanya masih B. Meskipun sekolah ini masih menggunakan Kurikulum 13 (Kurtila. tetapi sekolah berusaha untuk turut serta mempersiapkan diri mengimplementasikan kurikulum merdeka. Sekolah sasaran ini masuk dalam wilayah yang kurang berkembang ekonominya. Tidak ada transportasi umum untuk ke beberapa sekolah. Untuk turut serta mengimplementasikan kurikulum merdeka Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Endang Purwasari. Rian Prasetya Yunanto. Widhi Nugroho, dan Citra Dewi Utami Peningkatan Literasi Sains Menggunakan Media Ajar A. diperlukan kesiapan bagi guru dan warga sekolah. Melihat Laporan Rapor Pendidikan milik 6 SD ini terlihat bahwa kemampuan literasi siswa berada di atas 1,5 dan yang mana ini merupakan angka di atas nilai rata-rata kabupaten. Artinya sekolah ini baru mencapai kompetensi minimum untuk bidang literasi. Baru sebanyak 50% siswanya yang sudah mencapai tingkatan cakap. Nilai ini tentu berkaitan erat dengan kemampuan guru dan tenaga kependidikan yang dimiliki oleh sekolah. Masih berdasarkan Laporan Rapor Pendidikan milik guru yang mengikuti pelatihan pengetahuan bidang studi, pedagogi, manajerial, dan atau pelatihan lain masih di bawang 15. Nilai ini masih jauh di bawah rata-rata nilai yang dimiliki Kabupaten Boyolali yaitu 17,27. Maka, pengalaman guru dalam bidang peningkatan pengetahuan guru dan tenaga kependidikan masih dalam tahap merintis. Bila menilik capaian kualitas pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru, kualitas pembelajaran di kelas berada pada fase orientasi. Hal ini ditengarai suasana pembelajaran yang belum kondusif, dukungan afektif, dan aktivasi kognitif siswa belum diberikan oleh guru. Maka, ini berimbas pada aktivasi kognitif siswa masih dalam tahap Guru belum mampu mengaktivasi kemampuan kognitif siswa dalam proses pembelajaran berupa penciptaan iklim pembelajaran terbuka dengan memberikan instruksi, panduan, dan aktivitas yang interaktif pada pembelajaran literasi dan numerasi. Sementara trend saat ini adalah menyajikan pembelajaran yang interaktif terutama pada literasi dan numerasi untuk menciptakan antusiasme peserta didik. Maka misi sekolah adalah mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sekaligus berpusat pada siswa. Guru perlu berinovasi agar bersiap menghadapi perubahan kurikulum dari Kurtilas menuju Kurikulum Merdeka. Dari hasil observasi dan penelitian tim, kesemua guru misi untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan salah satunya melalui kegiatan Akan tetapi guru masih belum memiliki kemampuan yang cukup dalam pembuatan media ajar audio visual yang dapat mewujudkan misi sekolah tersebut. Guru masih kesulitan untuk mengambil media pembelajaran berupa audio visual dari kanal youtube atau lainnya yang sesuai dengan materi ajar yang dibutuhkan. Maka dari itu perlu adanya intervensi dari pihak lain untuk bisa mewujudkan misi sekolah tersebut. Intervensi yang dimaksud adalah kolaborasi tim pengabdian ISI Surakarta dengan warga sekolah Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 khususnya guru di 6 SD untuk menciptakan media ajar audio visual yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dan peserta didik. Harapannya, tim pengabdian bisa memberikan kontribusi nyata bersama warga sekolah enam SD ini untuk mewujudkan misi sekolah yaitu penyediaan pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. METODE Merujuk pada persoalan mitra yaitu enam SDN di Kecamatan Andong dimana guru menginginkan adanya model pembelajaran yang menarik bagi siswa kelas I khususnya bidang sains. Maka, tim pengabdian mengusulkan solusi atas permasalahan tersebut dengan pembuatan media ajar berupa audio visual dengan menggabungkan Teknik gubahan lagu yang menarik bagi siswa. Tema yang digunakan dalam media ajar tersebut adalah tema Indera. Pemilihan tema ini didasarkan agar peserta didik mulai mengenali lingkungan sekitar tempat tinggal mereka dimulai dari diri sendiri. Selain itu juga agar mereka peka akan persoalan yang dihadapi oleh lingkungan. Diharapkan agar nantinya mereka terpantik untuk mengusulkan ide-ide yang bisa menjadi solusi atas persoalan ini. Materi akan dikemas dalam media audio visual yang menarik sehingga siswa pun antusias untuk belajar. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan pemberian materi selama satu hari kepada guru-guru SD yang sudah mulai mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan media ajar berupa audio visual selama 2 hari. Saat mereka sudah selesai dalam pembuatan video, dilanjutkan dengan praktek Bersama bahan ajar yang sudah dibuat. Setelahnya kegiatan pendampingan Tim juga menyelenggarakan sayembara untuk menggubah lagu agar para guru yang terlibat bisa mengaplikannya langsung. Guru dalam kegiatan pelatihan ini bukan hanya sebagai penerima materi saja. Mereka juga sebagai inisiator dan pembuat media ajar tersebut. Hal ini diharapkan agar bilamana pengabdian sudah selesai mereka bisa terus menerapkan hasil pelatihan yang diberikan. Selain itu, guru juga diharapkan Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Endang Purwasari. Rian Prasetya Yunanto. Widhi Nugroho, dan Citra Dewi Utami Peningkatan Literasi Sains Menggunakan Media Ajar A. dapat mengimbaskan hasil pengabdian ini kepada sekolah lain yang belum menjadi sasaran HASIL DAN PEMBAHASAN Di dalam penerapan Kurikulum Merdeka, diperlukan kecakapan dan keaktifan guru dalam membual model pembelajaran. Guru tidak lagi bisa menggunakan cara lama dimana guru berdiri di depan kelas dengan model ceramah. Para pendidik diharuskan membuat model pembelajaran agar semua siswa bisa bergerak dan aktif di kelas. Berdasarkan observasi awal tim pengabdian, model pembelajaran yang digunakan di kelas masih menggunakan model lama. Siswa memang sudah mulai dipancing untuk membawa bahan belajar dari rumah seperti kertas, karton, dedaunan, botol bekas, gelas plastik, dan lainnya. Tetapi perhatian siswa masih belum tertarik pada penjelasan guru. Di tiga sekolah yaitu SD N 1 Andong. SD N Karangasem, dan SDN 1 Blumbang para guru sudah mampu membuat pembelajaran yang menarik di kelas. Sementara di dua sekolah yang lain masih belum tampak signifikan. Gambar 1. Suasana pembelajaran di kelas (Foto oleh: Rian Prasetya Y) Kegiatan Pengabdian Tematik Kelompok ISI Surakarta pendampingan pada penyusunan Rencana Aksi Nyata yang akan diimplementasikan dalam Kemudian dilanjutkan materi gubahan lagu kemudian disusul materi pembuatan video pembelajaran, dan diakhiri dengan materi pendokumentasian kegiatan pembelajaran. Materi pertama yaitu penyusunan Rencana Aksi Nyata bagi guru-guru. Rencana Aksi Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Nyata ini menjadi kerangka pembelajaran dalam kelas sehingga guru sudah memiliki bahan materi dan topik yang akan disampaikan di kelas. Di dalam hal ini para peserta diberi bekal menyusun Aksi Nyata terlebih dahulu sebelum pembuatan media ajar berbasis audio visual. Di dalam paparan dan pendampingan materi pertama ini, para peserta dibekali teknik pemilihan judul agar menarik bagi siswa. Selanjutnya, peserta dipantik untuk mampu menganalisis situasi atau persoalan yang dihadapi di lingkungan siswa terkait materi pembelajaran yang akan disampaikan. Selanjutnya peserta dibekali teknik merumuskan solusi atas persoalan yang dihadapi tersebut. Setelah peserta memahami dilanjutkan untuk menuliskan tahapan dalam aksi nyata yang akan dilakukan nantinya di Materi diakhiri dengan memberikan bekal refleksi atas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Saat sesi pertama berakhir, para guru menyampaikan bahwa mereka menjadi lebih memahami langkah dalam penyusunan Rencana Aksi Nyata. Peserta sudah bisa membuat satu rencana Aksi Nyata yang nantinya akan diterapkan di kelas. Narasumber kedua menyampaikan tahapan dalam pembuatan materi ajar menggunakan gubahan lagu. Para peserta dibekali pemahaman undang-undang dan peraturan yang melekat pada aktivitas menggubah lagu dalam hal ini lirik lagu. Selanjutnya, para peserta diberi bekal cara mengubah lirik lagu menggunakan materi ajar yang akan disampaikan pada siswa. Sebagian besar peserta tidak menyangka bahwa lirik lagu bisa digunakan sebagai media ajar. Oleh sebab itu para guru menyatakan pentingnya materi ini untuk bekal pembuatan materi ajar. Di akhir materi, peserta diminta untuk mengganti lirik lagu yang telah dibuat khusus oleh tim pengabdian menggunakan materi ajar yang dimiliki. Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Endang Purwasari. Rian Prasetya Yunanto. Widhi Nugroho, dan Citra Dewi Utami Peningkatan Literasi Sains Menggunakan Media Ajar A. Gambar 2. Partitur Lagu Indera (Foto oleh: Rian Prasetya Y) Narasumber ketiga memaparkan materi teknik pengoperasian kamera untuk merekam gambar. Para peserta diminta untuk mengeluarkan telepon genggamnya dan melakukan setting sederhana sebagaimana instruksi yang diberikan. Sebagian guru masih sedikit gagap ketika diminta merekam sebuah objek di depan. Masih cukup banyak yang belum stabil memegang telepon genggamnya sehingga gambar yang dihasilkan tidak fokus. Pemateri pun memberikan arahan dan trik mengoperasikan kamera ketika mengambil objek agar fokus. Narasumber selanjutnya memberikan dasar shot yang harus ada ketika melakukan perekaman gambar. Para peserta mengaku baru memahami adanya aturan dalam pengambilan shot untuk menghasilkan dokumentasi yang baik dan menarik. Sesi ini diakhiri dengan pembuatan video pendek sebagai implementasi hasil pemaparan materi. Gambar 3. Kegiatan pelatihan pembuatan video (Foto oleh: Richge. Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Narasumber terakhir memberikan materi tentang pendokumentasian kegiatan pembelajaran di kelas. Dokumentasi kegiatan pembelajaran ini diperlukan oleh para guru untuk menyusun laporan dan pembuatan Aksi Nyata. Maka, pemateri menyampaikan trik dan kaidah dalam fotografi dasar yang dapat diadopsi oleh para guru. Meski terbiasa menggunakan kamera, para peserta mengaku bahwa pemahaman kaidah fotografi dasar ini justru memberikan gambaran dan pengetahuan dalam pendokumentasian kegiatan Bila biasanya guru mengambil gambar dengan hasil yang kurang maksimal, setelah pemberian bekal materi ini para guru mulai memahami teknik pengambilan gambar yang baik. Tim pengabdian mengadakan lomba sayembara untuk membuat gubahan lagu Indera dengan materi pembelajaran lain. Hasilnya 5 tim dari 5 sekolah yang terlibat mampu menyajikan hasil yang maksimal. Guru sudah cukup cakap baik dalam pengambilan gambar maupun menyematkan materi dalam lirik-lirik lagu. Para peserta pengabdian juga sudah mengaplikasikannya di dalam pembelajaran di kelas. Hasil Kegiatan Tentu kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus membuahkan hasil yang bermanfaat bagi mitra sasaran. Hasil yang diperoleh dari kegiatan yang diselenggarakan tim pengabdian ini antara lain: Guru mulai memahami cara penyusunan aksi nyata dalam pembelajaran di kelas Guru menghasilkan satu rencana aksi nyata saat pengabdian berakhir Guru memahami teknik dan kaidah dalam menggubah lagu Guru memahami teknik dan kaidah dalam melakukan perekaman gambar Satu kelompok guru tiap sekolah telah mampu menghasilkan satu video gubahan Guru memahami dan mampu menerapkan teknik dasar fotografi dalam dokumentasi kegiatan pembelajaran. Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Endang Purwasari. Rian Prasetya Yunanto. Widhi Nugroho, dan Citra Dewi Utami Peningkatan Literasi Sains Menggunakan Media Ajar A. Gambar 4. Salah satu karya dari SD N 1 Blumbang (Foto oleh: Rian Prasetya Y) Hasil akhir dari penerapan materi yang diberikan oleh tim pengabdian ISI Surakarta memberikan dampak pada aktivitas belajar siswa. Delapan guru menyatakan bahwa siswa mampu memperhatikan materi dengan baik. Satu guru mengaku bahwa siswa mampu berpikir kritis setelah menggunakan media ajar baru ini. Sementara 16 guru menyatakan bahwa siswa menjadi antusias untuk belajar di kelas. Setelah penggunaan media ajar berbasis audio visual ini hasil belajar siswa menjadi meningkat PENUTUP Implementasi Kurikulum Merdeka memang memaksa guru untuk meningkatkan kemampuannya menghadapi serbuan generasi baru yang sangat familiar dengan gawai. Maka, guru harus berusaha untuk beradaptasi dan senantiasa meningkatkan kemampuan serta keterampilan diri. Memahami teknik penyusunan rencana aksi, menyusun materi dan menuangkannya dalam gubahan lagu, mendokumentasikan kegiatan di kelas, hingga melakukan perekaman untuk materi pembelajaran penting dimiliki. Maka, bekal materi yang diberikan oleh Tim PKM Tematik Kelompok ISI Surakarta memberikan angin segar bagi guru di Sekolah Dasar Kecamatan Andong. Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Seusai mendapatkan materi dari empat narasumber, para guru mulai lancar menerapkanya pada kegiatan pembelajaran di kelas. Diketahui bahwa hasil pengabdian ini meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa menjadi antusias, kritis, dan mau memperhatikan setelah guru mengemas materi dalam balutan audio visual. Selain itu hasil pengabdian ini juga menyokong terwujudnya Profil Pelajar Pancasila yang menjadi luaran penerapan Kurikulum Merdeka. Hal ini memberikan sinyal bahwasanya seni bisa digunakan dalam menyokong dalam pembelajaran di sekolah. Pembelajaran yang bukan hanya ada kaitannya dengan seni budaya saja melainkan pembelajaran secara keseluruhan di kelas. Justru dengan menggabungkan keilmuan seni, pembelajaran menjadi lebih menarik dan mampu memberikan implikasi pada peningkatan hasil belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA