Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Volume 20 Nomor 2. Desember 2024 p-ISSN 2089-0036 e-ISSN 2722-1938 ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI AYAM RAS PETELUR CLOSE HOUSE LAYER 1 STUDI KASUS PT. CAHAYA TIGA PUTRI Analysis Of The Cost Of Production Of Layer Chikens Close House Layer 1 In Case study PT. Cahaya Tiga Putri Iranita Haryono . Ardi. Fadli. Iswan Sumantri. Jurusan Agribisnis. Fakultas Sains dan Teknologi . Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang *e-mail: Iranitaharyono. ih@gmail. Received : 30 Oktober 2024: Accepted : 28 Desember 2024 ABSTRAK Salah satu bagian terpenting dalam menjalankan peternakan ayam petelur adalah menghitung biaya produksi. Segala biaya yang diperlukan selama proses produksi untuk menghasilkan telur yang siap untuk dijual termasuk dalam harga pokok produksi. Biaya pakan, pemeliharaan kandang, tenaga kerja, kesehatan hewan, dan penyusutan alat produksi merupakan faktor utama yang mempengaruhi biaya produksi pada peternakan ayam Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi yang berhubungan dengan usaha peternakan ayam petelur PT Cahaya Tiga Putri. Penelitian ini bersifat deskriptif dan kuantitatif, dan dilakukan di PT Cahaya Tiga Putri. Gaji karyawan, biaya produksi telur, dan biaya pendukung seperti air dan energi merupakan beberapa contoh pengeluaran yang diteliti dalam penelitian ini. Dengan menggunakan metode Whole Costing, teknik analisis data digunakan untuk menentukan harga pokok produksi. Berdasarkan temuan penelitian, biaya produksi per butir telur PT Cahaya Tiga Putri mencapai Rp952. Oleh karena itu, jika perusahaan ini tidak mematuhi harga pasar per butir telur yakni Rp1. 834 maka bisa meraup untung besar. Petani dapat menggunakan temuan analisis ini sebagai panduan untuk menilai biaya produksi dan membuat keputusan yang lebih tepat mengenai kapan harus menjual untuk memaksimalkan pendapatan . Kata kunci: Full Coasting. Produksi. Telur Ayam Ras ABSTRACT One of the most critical aspects of running a layer chicken farm is calculating production costs. All expenses incurred during the production process to produce eggs ready for sale are included in the cost of goods sold. Feed costs, cage maintenance, labor, animal health, and depreciation of production equipment are the primary factors influencing production costs in layer chicken farming. The purpose of this study is to identify the production costs associated with PT Cahaya Tiga PutriAos layer chicken farming business. This research is descriptive and quantitative, conducted at PT Cahaya Tiga Putri. Employee salaries, egg production costs, and supporting costs such as water and energy are some examples of expenditures examined in this study. Using the Whole Costing method, data analysis techniques are applied to determine the cost of production. According to the research findings, the production cost per egg at PT Cahaya Tiga Putri is IDR 952. Therefore, if the company adheres to the market price per egg, which is IDR 1,834, it can generate a significant profit. Farmers can use these analysis findings as a guide to evaluate production costs and make better decisions on when to sell to maximize income. Keywords: Full Costing Method. Production. Commercial Egg PENDAHULUAN Setiap organisasi atau usaha, baik berskala besar maupun kecil, sederhana atau kompleks, serta Diterbitkan Oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa http://ejournal. polbangtan-gowa. Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Volume 20 Nomor 2. Desember 2024 memiliki tujuan mencari laba atau tidak, harus mempertimbangkan pengeluaran biaya secara efektif melalui sistem pengendalian biaya untuk Sistem pengendalian biaya yang baik menjadi fondasi dalam menjaga efisiensi dan profitabilitas suatu Dalam hal ini, penerapan sistem akuntansi yang tepat sangat penting untuk memenuhi kebutuhan operasional usaha secara menyeluruh (Desi dkk, 2. Secara teori, tujuan pengelolaan operasi peternakan termasuk yang melibatkan ayam ras dan ayam kampung adalah untuk memaksimalkan keuntungan sambil memanfaatkan input sesedikit Demi kepentingan peternakan dan lingkungan, hal ini perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan keamanan (Jumarding dkk, 2. Menjaga keseimbangan memerlukan pengelolaan input produksi yang Biaya produksi memerlukan keakuratan dan ketepatan, terutama mengingat persaingan yang ketat antar perusahaan untuk menghasilkan barang yang sebanding atau alternatif. Berdasarkan survei yang dilakukan di salah satu peternakan AuJulu Kana LabbiriAy di Kabupaten Bantaeng. Provinsi Sulawesi Selatan, mereka hanya mencatat jumlah uang yang diterima dan dikeluarkan, serta jumlah barang yang dibeli dan dijual. Mereka juga hanya mencatat pengingat. (Ismail & Irwan, 2. Perhitungan biaya produksi sebagai persentase dari kapasitas produksi akhir. Pendekatan ini masih belum menghasilkan biaya produksi yang dapat diterima dan tidak terlalu mendukung. Salah satu alternatif industri peternakan di Indonesia adalah produksi ayam petelur. (Damayanti, 2. Dengan memproduksi protein hewani, perusahaan peternakan ayam petelur ini dapat menyerap tenaga kerja yang cukup besar dan memiliki keunggulan strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya Penentuan biaya produksi dipengaruhi oleh memperhitungkan unsur-unsur biaya yang dipertimbangkan dalam biaya produksi: metode full costing dan metode variabel costing. Dalam metode full costing, biaya produksi yang termasuk dalam penentuan biaya produksi adalah biaya p-ISSN 2089-0036 e-ISSN 2722-1938 bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat tetap maupun (Setyono & ulfah, 2. Biaya produksi yang diperhitungkan dalam metode biaya variabel hanya terdiri dari biaya produksi variabel, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel . asyid et al. , 2. Produksi adalah proses mengubah bahan-bahan menjadi produk dengan menggunakan tenaga kerja dan fasilitas pabrik. (Rabiyah dkk, 2. Biaya produksi, juga dikenal sebagai biaya produsen produksi, terdiri dari tiga komponen utama: . biaya bahan langsung . irect material cos. , . biaya tenaga kerja langsung . irect labor cos. , dan . biaya overhead pabrik. Industri peternakan ayam ras petelur di Indonesia telah berkembang pesat. Namun, peningkatan tersebut membawa tantangan, terutama terkait dengan biaya produksi yang Selama pandemi COVID-19, masalah ini semakin terasa, dengan biaya yang melonjak di banyak industri, termasuk peternakan (Karim. Harga pokok produksi yang terlalu tinggi dapat disebabkan oleh biaya produksi yang tidak terkendali, yang pada akhirnya akan berdampak pada profitabilitas perusahaan. Oleh karena itu, untuk pengambilan keputusan tentang pengendalian biaya, terutama untuk menentukan harga pokok produksi, diperlukan informasi yang akurat dan tepat waktu. Harga pokok produksi adalah total biaya yang dikeluarkan selama proses produksi dikurangi dengan persediaan produk di akhir proses. (Bustami & Nurlela, 2. Sangat penting untuk melakukan perhitungan harga pokok produksi yang tepat karena biaya produksi yang terlalu tinggi akan berdampak langsung pada harga pokok produksi. Jika harga pokok produksi dihitung secara tidak akurat, ini dapat menyebabkan ketidaksesuaian dalam pelaporan informasi keuangan yang berkaitan dengan perhitungan laba dan penetapan harga jual produk. Karena perhitungan harga pokok produksi sangat penting, setiap bisnis diharapkan dapat melakukannya dengan menggunakan prosedur akuntansi yang tepat dan sesuai standar. Ini akan memungkinkan perusahaan untuk mengendalikan biaya dengan baik dan mendapatkan keuntungan yang maksimal. Diterbitkan Oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa http://ejournal. polbangtan-gowa. Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Volume 20 Nomor 2. Desember 2024 Dalam industri peternakan ayam petelur, penentuan harga pokok produksi (HPP) menjadi faktor kunci yang memengaruhi keberlangsungan dan profitabilitas usaha. Dengan persaingan yang ketat serta fluktuasi harga telur di pasar, kemampuan untuk menghitung HPP secara akurat menjadi tantangan bagi perusahaan peternakan, termasuk PT. Cahaya Tiga Putri. Perusahaan ini menggunakan teknologi Close House yang meningkatkan efisiensi operasional namun juga menambah kompleksitas dalam perhitungan biaya Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana menghitung harga pokok produksi ayam ras petelur di fasilitas Close House Layer 1 pada PT. Cahaya Tiga Putri secara tepat. Biaya operasional yang terkait dengan sistem Close House, termasuk penggunaan listrik, ventilasi otomatis, serta pakan, berkontribusi pada tingginya total biaya. Belum optimalnya penentuan HPP dapat menyebabkan margin keuntungan yang tidak maksimal dan mempersulit pengambilan keputusan strategis perusahaan. Pemahaman dan Strategi Pemecahan Masalah Untuk menyelesaikan permasalahan ini, penelitian difokuskan pada penerapan metode full costing, yang mencakup semua biaya tetap dan variabel yang dikeluarkan selama proses produksi, seperti biaya pakan, tenaga kerja, pemeliharaan fasilitas, utilitas, dan penyusutan peralatan. Metode ini dipilih karena mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai total biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap butir telur. Perhitungan HPP yang akurat akan menjadi dasar bagi perusahaan dalam menetapkan harga jual yang kompetitif sekaligus memaksimalkan keuntungan. Penelitian ini bertujuan utama untuk menganalisis harga pokok produksi (HPP) pada peternakan ayam ras petelur di PT. Cahaya Tiga Putri dengan menggunakan metode full costing pada sistem Close House Layer 1. Selain itu, mengidentifikasi elemen biaya yang paling berpengaruh terhadap HPP serta memberikan meningkatkan efisiensi biaya. p-ISSN 2089-0036 e-ISSN 2722-1938 Kajian teoritik yang mendasari penelitian ini mencakup konsep dasar harga pokok produksi, yang meliputi penghitungan biaya langsung dan tidak langsung dalam proses produksi. Selain itu, teori mengenai sistem peternakan Close House akan dibahas, yang mencakup keunggulan dan kelemahan dari segi operasional dan biaya. Metode full costing dipilih karena kemampuannya dalam memberikan penilaian komprehensif atas seluruh biaya produksi, yang relevan dengan kompleksitas peternakan modern seperti sistem Close House. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi PT. Cahaya Tiga Putri dan peternak lainnya dalam menghitung harga pokok Dengan penghitungan HPP yang tepat, perusahaan dapat menetapkan harga jual yang lebih kompetitif dan meningkatkan profitabilitas. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen biaya dalam industri peternakan, khususnya dalam konteks penerapan teknologi peternakan modern seperti sistem Close House. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada Maret-Juli 2023 di PT. Cahaya Tiga Putri. Kecematan Kulo. Kab. Sidrap. Sulawesi Selatan. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan manajemen dan observasi di lapangan tentang biaya operasional dan produksi. Data sekunder berasal dari laporan keuangan perusahaan, catatan biaya produksi, dan literatur Analisis menggunakan metode biaya penuh, yang menghitung semua biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi, baik biaya tetap maupun biaya Pakan, tenaga kerja, utilitas listrik dan air, perawatan, dan penyusutan peralatan adalah komponen biaya yang dianalisis. Selanjutnya, hasil perhitungan ini digunakan untuk menghitung harga pokok produksi per butir telur dan dianalisis untuk mengetahui efisiensi biaya dan profitabilitas bisnis. Metode ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang struktur biaya dan efektivitas biaya produksi di bisnis. Diterbitkan Oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa http://ejournal. polbangtan-gowa. Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Volume 20 Nomor 2. Desember 2024 p-ISSN 2089-0036 e-ISSN 2722-1938 HASIL DAN PEMBAHASAN Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan proses bisnis disebut biaya produksi. Jika seluruh biaya produksi bisnis ayam petelur dapat diketahui, keadaan harga persatuan produksi pun akan dipertimbangkan. Untuk menghitung keadaan harga per satuan produksi. Anda harus tahu berapa total biaya yang dikeluarkan dan berapa banyak telur yang dihasilkan. Dengan membagi total biaya dibagi dengan banyaknya telur yang dihasilkan. Anda akan mendapatkan angka atau nilai biaya persatuan produksi. Dalam proses analisis perhitungan harga pokok produksi, data yang akurat diperlukan. Ini termasuk harga bibit dan pakan yang dihabiskan, harga vaksin, biaya pemakaian kandang dan penyusutan, biaya listrik, dan biaya tenaga kerja. Bibit yang dibeli oleh peternakan PT. Cahaya Tiga Putri adalah bibit siap produksi tetapi ada tenggang waktu selama dua minggu sebelum ayam berproduksi. Sehingga ada biaya pra produksi yang dikeluarkan oleh peternakan PT. Cahaya Tiga Putri. Hasil penentuan HPP dengan Metode Full Costing yang telah dilakukan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Biaya kapitalisasi ayam ras petelur PT. Cahaya Tiga Putri (Biaya Bibit dua sebelum berproduks. Jenis Biaya Biaya Bibit Biaya vaksin Biaya pakan Biaya TKL Jumlah Total Perhitungan Jumlah (R. 54000 ekor y Rp 6,500 Rp 13. 320,000 Rp 12,684,600,000 Rp 207,000,000 351,000,000 13,320,000 12,684,600,000 207,000,000 13,255,920,000 Sumber: Data diolah, 2023. Tabel 1 menunjukkan biaya kapitalisasi mendominasi hampir seluruh biaya operasional. ayam ras petelur di PT. Cahaya Tiga Putri, sebelum Menurut Daud, . biaya produksi, biaya yang ayam mulai berproduksi, terdapat beberapa dikeluarkan dalam proses produksi terdiri dari komponen biaya yang signifikan. Biaya terbesar biaya tetap dan biaya variabel. Biaya variabel, berasal dari pakan, yaitu Rp 12. 000, yang seperti biaya pakan dan vaksin, berubah sesuai merupakan kebutuhan pokok untuk memberi dengan jumlah produksi atau kebutuhan ayam makan ayam hingga siap berproduksi. Selain itu, dalam setiap periode. Di sisi lain, biaya bibit dan tenaga kerja langsung (TKL) yang bertanggung tenaga kerja langsung (TKL), meskipun dapat jawab merawat ayam membutuhkan biaya sebesar dipengaruhi oleh faktor produksi, cenderung lebih Rp 207. Secara keseluruhan, total biaya tetap dalam jangka pendek. Dalam industri yang diperlukan sebelum ayam petelur mulai peternakan ayam petelur, biaya pakan sering kali berproduksi adalah Rp 13. Data ini merupakan komponen terbesar karena merupakan menunjukkan bahwa investasi terbesar dalam kebutuhan rutin dan penting untuk pertumbuhan peternakan ayam petelur adalah pada pakan, yang serta produktivitas ayam. Tabel 2. Biaya Per Periode Ketika Ayam Sudah Berproduksi Biaya Nominal (R. Biaya Bahan Baku /Pakan Biaya TKL Biaya Overhead : Biaya Penyusutan Kandang Biaya Penyusutan Battery Biaya Penyusutan Gudang Biaya Penyusutan Peralatan Biaya Listrik dan Air Total 12,684,600,000 207,000,000 750,000 9,569,625 45,000,000 13,171. 419,625 Sumber: Data diolah, 2023 Diterbitkan Oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa http://ejournal. polbangtan-gowa. Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Volume 20 Nomor 2. Desember 2024 p-ISSN 2089-0036 e-ISSN 2722-1938 Tabel 2. Menunjukkan rincian biaya yang dikeluarkan selama periode produksi ayam ras Komponen biaya terbesar adalah biaya baku/pakan, 000, karena pakan merupakan kesehatan dan produktivitas ayam. Selain itu, ada juga biaya tenaga kerja langsung (TKL) sebesar Rp 000, yang mencakup pembayaran upah pekerja yang mengelola operasional harian Selain biaya utama tersebut, terdapat juga biaya overhead, yang meliputi penyusutan berbagai fasilitas dan peralatan seperti kandang, battery, gudang, dan peralatan, serta biaya utilitas untuk listrik dan air. Total biaya overhead mencapai Rp 625, dengan total keseluruhan biaya untuk satu periode produksi adalah Rp 13. Biaya ini mencerminkan pentingnya manajemen pakan dan pemeliharaan aset dalam menjaga keberlangsungan dan efisiensi produksi ayam Dalam usaha peternakan ayam petelur, biaya produksi umumnya terbagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Azizah, . mengemukakan bahwa biaya pakan sering kali mendominasi hingga sekitar 70% dari total biaya variabel, menjadikannya komponen utama dalam menentukan total biaya produksi. Selain itu, biaya tenaga kerja langsung (TKL) dan overhead seperti penyusutan peralatan, utilitas listrik, dan air juga berkontribusi signifikan terhadap biaya keseluruhan. Analisis biaya dan pendapatan dalam peternakan ayam petelur dapat menggunakan rasio pendapatan terhadap biaya (R/C Rati. , yang jika nilainya lebih besar dari 1, menandakan bahwa usaha tersebut layak dan Tabel 3. Menghitung Harga Pokok Produksi Per satuan Unsur Biaya Produksi Total Biaya Unit Ekuivalensi . Biaya Produksi Per Satuan Kapitalisasi Bahan Baku Tenaga Kerja Overhead Rp 13,255,920,000 Rp 12,659,814,000 Rp 207,000,000 Rp 237. Rp 479 Rp 457 Rp 7 Rp 9 Jumlah Sumber: Data diolah, 2023. Tabel 3 menjelaskan perhitungan harga pokok produksi per satuan untuk PT. Cahaya Tiga Putri. Tabel ini mencantumkan dua unsur biaya utama, yaitu kapitalisasi dan bahan baku, beserta total biaya masing-masing. Kapitalisasi memiliki total biaya sebesar Rp 13. 000, sementara bahan baku sebesar Rp 12. Jumlah total biaya ini kemudian dibagi dengan jumlah unit ekivalensi produksi yang mencapai 27. butir untuk menghitung biaya per unit. Biaya per unit untuk kapitalisasi adalah Rp 479, sementara biaya per unit untuk bahan baku adalah Rp 457. Selain itu, biaya tenaga kerja dan overhead juga diperhitungkan, dengan biaya masing-masing sebesar Rp 7 dan Rp 9 per unit. Total biaya produksi per satuan dihitung menjadi Rp 952. Penjelasan tabel ini menunjukkan bahwa dalam proses produksi, biaya kapitalisasi dan bahan baku memiliki kontribusi terbesar dalam harga pokok Rp 952 produksi, diikuti oleh tenaga kerja dan overhead yang berkontribusi lebih kecil dalam total per unit (Romadlon, & Sujud, 2. Analisis Titik Impas membantu pemilik usaha menentukan volume produksi minimum yang harus dicapai untuk menutupi biaya tetap dan variabel. Dalam produksi ayam, analisis titik impas dapat digunakan untuk menentukan berapa banyak ayam yang perlu dipelihara untuk mencapai keuntungan, membantu dalam pengambilan keputusan strategis. Perhitungan Keuntungan Keuntungan adalah kenaikkan ekuitas atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi insidental yang terjadi pada perusahaan dan semua transaksi atau kejadian yang mempengaruhi perusahaan dalam suatu periode akuntansi selain yang berasal dari pendapatan investasi pemilik. Adapun keuntungan yang dihasilkan dalam satu periode yaitu : Diterbitkan Oleh. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa http://ejournal. polbangtan-gowa. Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Volume 20 Nomor 2. Desember 2024 Jumlah produksi telur x harga perbutir telur Ae biaya 000 x Rp 1. 834 Ae Rp. = Rp. 000 Ae Rp. = Rp. Keuntungan yang dihasilkan perbulan yaitu : Rp. 375 dibagi 18 bulan yaitu Rp 2. Berdasarkan perhitungan keuntungan PT Cahaya Tiga Putri setiap bulannya sebesar Rp 910 sangat penting bagi pengusaha dalam mengevaluasi kinerja finansial usaha Analisis ini tidak hanya menunjukkan efisiensi operasional dan manajemen biaya yang baik, tetapi juga memberikan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan strategis, seperti investasi dalam peningkatan produksi atau diversifikasi usaha. Dengan pemahaman yang jelas tentang biaya dan pendapatan, pengusaha dapat merencanakan langkah-langkah yang tepat untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan finansial perusahaan mereka. Menurut Yuni, dkk . , dalam analisis biaya, penting untuk memahami hubungan antara biaya tetap dan biaya Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah dengan volume produksi, sedangkan biaya variabel berubah seiring dengan jumlah barang yang diproduksi. Dalam konteks ini, perhitungan keuntungan sangat bergantung pada pengelolaan kedua jenis biaya tersebut. Menurut Drury . , manajemen biaya yang efektif dapat membantu perusahaan memaksimalkan keuntungan dengan meminimalkan biaya produksi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Telur dengan menggunakan metode full costing, ditentukan bahwa Harga Pokok Produksi per butir telur di Peternakan Ayam ini adalah Rp 952. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini berpotensi menghasilkan keuntungan yang baik jika dapat mempertahankan harga jual di atas harga pasar telur per butir sebesar Rp 1. Hasil analisis data ini dapat menjadi pedoman bagi peternak dalam menentukan harga pokok produksi yang lebih Dengan demikian, keputusan peternak p-ISSN 2089-0036 e-ISSN 2722-1938 untuk menjual dapat dihitung secara lebih tepat dan berpotensi meningkatkan keuntungan. Namun, dari hasil pembahasan yang dilakukan, ditemukan bahwa pemilik peternakan hanya melakukan perhitungan berdasarkan catatan dan ingatan seadanya. Biaya yang diperhitungkan tidak didasarkan pada teori akuntansi yang ada, sehingga harga jual per butir telur hanya mengikuti harga pasar. Peternak beranggapan bahwa biaya yang ada hanyalah biaya umum dan tidak diperhitungkan dalam biaya produksi. Oleh karena itu, penting bagi peternak untuk menerapkan pendekatan yang lebih sistematis dalam menghitung biaya mengoptimalkan keuntungan dan membuat keputusan bisnis yang lebih informasional. DAFTAR PUSTAKA