Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 108-119 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Analisis Nilai-Nilai Maccera Manurung Dan Implikasinya Dalam Bimbingan Konseling This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License CC-BY-NC-4. 0 A2020 by author . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/ ). (Received: January-2025. Reviewed: February-2025. Accepted: Maret-2025. Available online: April-2025. Published: April-2. Abstract. The focus of the problem in this research is how. the description Zulfikri . Farida Aryani . Suciana Latif3 Bimbingan dan Konseling. Universitas Negeri Makassar Email: zulfikri@unm. Bimbingan dan Konseling. Universitas Negeri Makassar. Email: farida. aryani@unm. Bimbingan dan Konseling. Universitas Negeri Makassar. Email: suciani. latif@unm. of maccera manurung cultural values. what are the implications of Maccera Manurung's cultural values in guidance and counseling services. The purpose of this study is to find out. the description of maccera manurung cultural values. the implications of Maccera Manurung cultural values in guidance and counseling services. Data collection techniques include in-depth interviews, participant observation, and documentation. The data analysis in this study is descriptive, qualitative data analysis. The subjects of this research are traditional figures, students who have implemented Maccera Manurung culture and Counseling Guidance Teacher. The results of this study show a general description of Maccera Manurung culture in the Kaluppini community and the main values in the Maccera Manurung procession that are related to the value of guidance and counseling. these values are described in the maccera manurung culture procession, including: maAoballa . espect for others, empathy, respect for God, cooperatio. esponsibility, trustworthiness, courage, honesty, discipline, love for the motherlan. ogetherness, regularity, discipline, tolerance, manner. The implications of Maccera Manurung cultural values in the guidance and counseling services in this study were identified in the form of basic services in the field of personal and social guidance Keywords: Maccera Manurung Cultural Values, guidance and counseling Abstrak Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana . gambaran nilai-nilai budaya maccera manurung . bagaimana implikasi nilai-nilai budaya maccera manurung dalam layanan bimbingan dan konseling. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui . gambaran nilai-nilai budaya maccera manurung . implikasi nilai-nilai budaya maccera manurung dalam layanan bimbingan dan Teknik pengumpulan datanya meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. adapun analisis datanya dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif, kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu tokoh adat, siswa yang telah melaksanakan budaya maccera manurung 108 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 108-119 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. dan Guru Bimbingan Konseling. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran umum budaya maccera manurung pada masyarakat kaluppini dan nilai-nilai utama pada prosesi maccera manurung yang berkaitan dengan nilai bimbingan konseling. nilai-nilai tersebut diuraikan ke dalam prosesi budaya maccera manurung antara lain: maAoballa . enghargai orang lain, empati, penghormatan kepada tuhan, kerja sam. anggung jawab, amanah, keberanian, kejujuran, kedisiplinan, cinta tanah air, ketertiba. ebersamaan, keteraturan, kedisiplinan, toleransi, sopan santu. Implikasi nilai-nilai budaya maccera manurung dalam layanan bimbingan dan konseling dalam penelitian ini teridentifikasi dalam layanan dasar bidang bimbingan pribadi dan sosial. Kata Kunci: Nilai-Nilai Budaya Maccera Manurung. Bimbingan Konseling PENDAHULUAN Maccera manurung sebagai salah satu identitas budaya massenrempulu yang berasal dari kabupaten enrekang yang diselenggarakan setiap delapan tahun sekali. Menurut Palisuri . Istilah Maccera manurung mempunyai arti AuMacceraAy berasal dari Bahasa Bugis yaitu AuceraAy artinya meneteskan darah dan AuTo ManurungAy artinya orang yang berasal dari suatu tempat yang tertinggi, beradaptasi dengan masyarakat setempat dengan membawa pesan-pesan dan ajaran-ajaran yang baik. Maccera Manurung yang pada dasarnya di lakukan di beberapa tempat di kabupaten enrekang yakni Maccera manurung di Kaluppini. Maccera manurung di Ranga. Maccera manurung di Tondon. Maccera manurung di Matakali. Maccera manurung di Pasang, dan Maccera manurung di Limbuang. Dari sekian banyak adat maccera manurung yang kemudian menjadi perhatian dan sangat sarat akan nilai yakni maccera manurung di kaluppini yang sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Pada Tahun 2017 bahkan ritual adat maccera manurung ini lebih ramai ketimbang hari raya ummat muslim yang setiap tahunnya di gelar sebab dalam ritual adat maccera manurung mampu mejadi wadah berkumpulnya sanak saudara dan keluarga keturunan kaluppini di tanah rantau untuk bersilaturahmi dengan keluarga yang berada di kaluppini. Tradisi adat maccera manurung adalah ritual adat sebagai rasa syukur atas keberkahan serta rasa penghormatan kepada To Manurung dan dilaksanakan satu kali selama 8 tahun. Pelaksanaannya selama 4 hari berturut-turut dilaksanakan di desa kaluppini yang dipandu oleh pemangku adat Desa Kaluppini. Adapun ritualnya yakni: mappabanguntanah, macceAodomayang, maAo peong, maAosodigandang. Liang Wai, sipallolongana atau Tudang ada dan Matalunna (Rahma, dkk. Maccera manurung sebagai budaya lokal memiliki system nilai yang terkandung dalam setiap proses ritual Hasil wawancara awal peneliti dengan Bapak Abdul Halim selaku tokoh adat Kaluppini sekaligus Imam desa masyarakat adat Kaluppini menegaskan mengenai nilai maccera manurung pada diri masayarakat Kaluppini. Berikut petikan wawancaranya: Maccera manurung sebenarnya merupakan upaya tolak bala atau permohonan maaf kepada Tuhan sebab pada zaman dahulu Kaluppini merupakan tanah yang sangat subur, hasil tani berlimpah dan di penuhi kebahagiaan dan kenikmatan namun karena kelalaian dengan hidup boros, lupa bersyukur dan lalai akan norma adat dan agama maka di turunkanlah azab dan sengsara di tanah Kaluppini, sehingga membuat Kaluppini hampir punah, dengan pengharapan terlepas dari bencana maka di adakanlah ritual pangewaran Kaluppini atau dikenal dengan maccera manurung oleh orang luar Kaluppini jadi pada 109 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 108-119 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. intinya ritual maccera manurung mengandung banyak nilai dalam kehidupan misalnya selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan, berlaku adil pada sesama maupun kepada alam, menghargai atau menghormati antar sesama, menjaga dan melestarikan alam, taat dan patuh pada aturan adat maupun agama, rasa saling memahami antara sesama, bekerja keras, saling bekerja sama, menjalankan perintah tuhan dan amanah atas apa yang telah diberikan dan masih banyak lagi sebenarnya yang terkandung dalam setiap tahapan ritual pangewaran Kaluppini. Berdasarkan hasil wawancara awal peneliti di atas menunjukkan bahwa proses maccera manurung sebagai budaya lokal bumi massenrempulu memiliki nilai-nilai yakni nilai kesyukuran, empati, menghargai dan menghormati orang lain, kerjasama, persatuan dan kesatuan, kebersamaan, kerja keras, taat pada aturan adat dan perintah tuhan, dan berlaku adil pada sesama. Nilai-nilai yang terkandung dalam maccera manurung relevan dengan layanan bimbingan konseling disekolah yang dapat diimplemntasikan dalam bidang bimbingan pridadi dan sosial. Implementasi nilai budaya dalam dunia pendidikan terkhusus dalam bimbingan konseling merupakan hal yang sangat penting sebab nilai menjadi salah satu dasar pertimbangan moral bagi peserta didik dalam proses memilih dan mengambil Sementara itu. Natawidjaja . menekankan pentingnya mengadaptasi konsep dan praktik bimbingan dan konseling (BK) terhadap budaya nasional Indonesia. Penekanan pada nilai budaya sebagai dasar dalam pembuatan layanan BK sangat relevan untuk memahami konteks lokal di mana layanan tersebut diimplementasikan. Penelitian menunjukkan bahwa sebuah program bimbingan dan konseling harus mempertimbangkan keanekaragaman budaya dan kearifan lokal, karena hal ini dapat meningkatkan relevansi dan efektivitas program tersebut (Hariko & Ifdil, 2017. Siregar et al, 2. Kombinasi pendekatan berbasis budaya dalam BK berpotensi membangun kecerdasan moral dan emosional peserta didik, seperti yang diidentifikasi oleh Suryati dan Salehudin . Program yang berbasis pada nilai-nilai lokal dapat memperkuat karakter serta norma-norma sosial yang lebih baik di kalangan siswa (Suryati & Salehudin, 2. Dalam hal ini, program BK yang dirancang dan diimplementasikan dengan mempertimbangkan budaya lokal tidak hanya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan siswa tetapi juga membentuk individu yang lebih adaptif terhadap tuntutan dan nilai-nilai masyarakat (Putranti et al. , 2. Nilai-nilai budaya merupakan salah satu acuan dalam pembuatan layanan Bimbingan dan Konseling. Nilai ini sebagai bagian dari asas kenormatifan yang diusung oleh program bimbingan dan konseling dimana budaya dan adat istiadat setempat disesuaikan dengan layanan bimbingan konseling. Hal ini merujuk juga pada budaya maccera manurung sebagai budaya yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Enrekang. Menurut Prayitno . asas kenormatifan merupakan usaha bimbingan dan konseling tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, baik ditinjau dari norma agama, norma adat, norma hukum/Negara, norma ilmu maupun kebiasaan sehari-hari. Asas kenormatifan ini diterapkan terhadap isi maupun proses penyelenggaraan bimbingan dan konseling Nilai-nilai budaya maccera manurung mengandung proses bimbingan bagi peserta didik di sekolah dalam hal pembinaan watak, karakter, dan pemahaman diri. Secara umum tujuan pelaksanaan maccera manurung dalam budaya massenrempulu sejalan dengan sasaran bimbingan dan konseling yaitu untuk mengenal, memahami, dan mengembangkan diri tiap individu secara optimal sehingga mampu bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, dan lingkungannya. Hal tesebut menjadikan peneliti tertarik untuk menganailisis nilai budaya maccera manurung dan selanjutnya mengkaji lebih mendalam implikasi nilai-nilai budaya maccera manurung tersebut dalam layanan bimbingan METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitain ini adalah penelitan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman dan penafsiran mendalam tentang nilai-nilai budaya massenrempulu serta implikasinya dalam layanan bimbingan dan konseling. Penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang menghasilkan data tertulis atau 110 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 108-119 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. lisan dari orang atau perilaku yang diamati. Pendekatan kualitatif yang dimaksud adalah bertujuan untuk mengungkapkan gejala-gejala menyeluruh melalui pengumpulan data sebagai sumber instrumen. Fokus penelitian ini adalah nilai-nilai budaya massenrempulu pada maccera manurung yang berimplikasi pada layanan bimbingan dan konseling. Budaya maccera manurung terbagi menjadi tiga tahapan nilai yaitu MaAoballa kasiturutan dan massajo. Budaya massenrempulu yang terdiri dari tiga tahapan nilai, beberapa di antaranya mengandung nilai-nilai yang berimplikasi pada layanan bimbingan dan konseling. Dalam penelitian ini, jenis dan sumber data yang diguanakan adalah data primer dan data Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung di lapangan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan informan kunci yakni tokoh adat kaluppini dalam hal ini AH umur 40 Tahun selaku Imam Adat Masyarakat Adat Kaluppini bagian Agama dalam struktur adat kaluppini. MR umur 46 tahun dengan jabatan dalam struktur adat bagian adat sebagai tappuare atau intelijen adat masyarakat adat kaluppini dan Guru Bimbingan Konseling dalam hal ini Guru Bimbingan Konseling pada Sekolah di Kawasan adat Kaluppini yakni SI Umur 32 Tahun dan AP Umur 59 Tahun Adapun informan pendukungnya yakni masyarakat kaluppini dalam hal ini Dua Orang siswa asal kaluppini yang menempuh pendidikan di kab. Enrekang yakni LN umur 16 tahun dan SN umur 15 tahun. Selanjutnya data sekunder dalam penelitian ini adalah data pelengkap yang berasal dari dokumen-dokumen dan literature tentang nilai budaya maccera manurung dan bimbingan konseling. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu dan analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas. Miles dan Huberman . mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu: pengumpulan data . ata collectio. condensasi data, data display, dan conclution drawing/ Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan data melalui dokumen. Berbagai teknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk saling melengkapi sehingga dapat diperoleh dan diklarifikasikan berdasarkan jenisnya yaitu data primer dan sekunder. teknik pemeriksaan keabsahan data berdasarkan empat kriteria keabsahan data yakni : . Triangulasi, . Pengecekan Anggota dan . Uraian rinci HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada informan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang gambaran nilai-nilai budaya maccera manurung dan gambaran implikasi nilai-nilai budaya maccera manurung dalam layanan bimbingan dan konseling. Gambaran nilai-nilai budaya maccera manurung Maccera manurung sebagai suatu tradisi yang dianut oleh masyarakat Enrekang di Kaluppini dengan mengimplementasikan nilai-nilai dalam aktivitas sehari-hari. Nilai tradisi tersebut menjadi aturan-aturan sosial yang diberlakukan di masyarakat. Perilaku dan sikap masyarakat Kaluppini tidak terlepas dari nilai-nilai yang telah ditanamkan sejak dini dalam lingkungan bermasayarakat. Setiap anggota masyarakat bertindak berdasarkan pengamalan nilai yang diturunkan dalam wujud kehidupan bersosial masyarakat. Maccera manurung yang terbagi pada beberapa tahapan, dalam hal ini peneliti menitik beratkan pada empat tahapan yang memiliki kaitan erat dengan pelasanaan bimbingan konseling disekolah yakni . Hakikat Maccera Manurung yang tercermin dalam keseharian ritual adat dalam masyarakat kaluppini, . maballa atau ritual makan bersama, . massajo atau penyampaian papasang melalui seni tutur, dan . kasitirutan atau Hasil wawancara dengan tokoh adat kaluppini yakni bapak MR dan AH yang mengandung papasangpapasang atau nilai-nilai yang menjadi pedoman masyarakat Kaluppini dalam kaitannya hubungan manusia dengan tuhan, 111 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 108-119 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan manusia lainnya bahkan seluruh aktivitas masyarakat adat kaluppini sangat di jaga oleh adat sebab mulai dari seorang anak masih dalam kandungan sampai ke liang lahat. Berikut ini rangkuman nilai-nilai dari ritual maccera manurung berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi Tabel 1. Nilai-nilai dalam ritual maccera manurung Budaya Maccera Manurung Nilai-Nilai Budaya Maccera Manurung Hakikat Maccera Manurung . ercermin dalam keseharian ritual adat dalam masyarakat kaluppin. MaAoballa . Massajo . anggung jawa. Religiusitas kerja sama saling pengertian sopan santun saling menghargai semangat berbagi Pandai bersyukur Penghormatan kepada tuhan Mempererat kekerabatan dan kekeluargaan Percaya diri Ada kebersamaan Memperluas jaringan social Ada prinsip keteraturan, ketertiban dan kesopanan Saling mendukung dan menopang Keuletan Harga diri/rasa malu Bertanggung jawab Ikatan batin anak dengan orang tua Pentingnya peran ayah dan ibu Menghargai orang tua Pengharagaan terhadap diri tidak saling menjatuhkan tidak terlalu meninggi-ninggikan, tidak saling menutupi Mengajak orang untuk berpartisipasi . ersamasama untuk memulai sesuat. Hidup melibatkan orang lain Mencintai dan mengasihi orang lain Menghormati orang lain Empati Kesetiaan Menghibur dan menyenangkan orang lain Tidak egois kerelaan berkorban dan ketulusan Gotong royong Tolong menolong Memberi Semangat Keberanian 112 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 108-119 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Kasiturutan . ebersamaan dan keterbukaa. Kejujuran dapat dipercaya atau amanah penghormatan kepada tuhan tanggung jawab ada keteraturan menghargai orang tua Kedisiplinan semangat kebangsaan cinta tanah air kerja keras semangat Kebersamaan Persatuann Keterbukaan Musyawarah mufakat Toleransi Saling menghargai Sumber: Data diolah Berdasarkan uraian tabel di atas, dapat disimpulkan jika nilai-nilai maccera manurung meliputi sikap religiusitas, kerja sama, saling pengertian, empati, sopan santun, saling menghargai, toleransi, semangat kebersamaan, keberanian, kejujuran, dapat dipercaya atau amanah, tanggungjawab, kedisiplinan, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan kerja Pappasang-pappasang yang dikemukakan dalam lontara memiliki nilai yang sama dengan kesopanan, memiliki etiket kejujuran, tidak saling menjatuhkan, tidak terlalu meninggi-ninggikan, dan tidak saling menutupi. Adapun nilai yang dihindari oleh masyarakat Kaluppini yaitu saling mencurigai, jangan melewati batas, dan mau menang sendiri. Implikasi nilai-nilai budaya maccera manurung dalam layanan bimbingan dan konseling Implikasi nilai-nilai budaya maccera manurung didasarkan dari hasil eksplorasi nilai-nilai yang diperoleh dari tetuaadat Masyarakat Kaluppini. Hasil wawancara dari tersebut, diperoleh informasi bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam budaya maccera manurung meliputi sikap religiusitas, kerja sama, saling pengertian, empati, sopan santun, saling menghargai, toleransi, semangat kebersamaan, keberanian, kejujuran, dapat dipercaya atau amanah, tanggungjawab, kedisiplinan, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan kerja keras. Merujuk pada nilai tersebut, maka perlu dipandang adanya pengembangan nilai dalam konteks layanan bimbingan dan konseling yang dapat diterapkan oleh guru BK sebagai upaya bimbingan yang lebih bersifat signifikan dan memberikan pengetahuan dan pemahaman pada siswa. Secara garis besar keterkaitan antara nilai-nilai budaya maccera manurung dengan komponen tujuan layanan bimbingan dan konseling dapat digambarakan melalui tabel berikut ini. Tabel 2. Kaitan Nilai-Nilai Budaya Maccera Manurung Dengan Layanan Bimbingan Dan Konseling Sikap Atau Keterampilan Seorang Konselor Dalam Pokok-Pokok Bidang Bimbingan Prosesi Dan Isi Nilai Budaya Melakukan Bimbingan Pribadi Dan Sosial Konseling MaAoballa . akan bersam. - Penghargaan terhadap diri - Empati Menyiapkan konseli untuk Menghargai konseling pemantapan kemampuan berkomunikasi, baik melalui 113 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 108-119 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Gotong royong Tolong menolong Kesetiaan Menghibur dan menyenangkan orang lain Tidak egois kerelaan berkorban dan ketulusan Menghayati dan mengamalkan beberapa etika dan karakteristik konselor Kasiturutan . uduk ada. - Membuat keputusan secara Bersama - Keterbukaan - Ada kebersamaan - Tidak egois - Saling mendukung dan Membangun raport dan mengamalkan beberapa etika dan azaz konseling Massajo . umpah jabata. - Bertanggung jawab atas ucupan dan tindakan - Penghoramatan kepada - Ikatan batin anak dan orang tua - Menghargai orang tua Konselor sebagai model Menghargai konseling ragam lisan maupun tulisan secara efektif. membina hubungan baik dengan orang lain Pemantapan hubungan yang dinamis harmonis dan produktif dengan teman sebaya, baik di sekolah yang sama, di sekolah yang lain di luar sekolah, maupun di masyarakat pada umumnya Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan social, baik dirumah, disekolah maupun di masyakat luas dengan menjunjung tinggi tata karma sopan santun, serta nilai-nilai agama, adat, hokum, ilmu dan kebiasaan yang Berlaku Pemantapan sikap kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap tuhan yang maha esa. Serta orientasi tentang hidup Pembahasan Tradisi adat maccera manurung adalah ritual adat sebagai rasa syukur atas keberkahan serta rasa penghormatan kepada To Manurung dan dilaksanakan satu kali selama 8 tahun yang memiliki makna sesuai pesan leluhur kaluppini yang mengatakan bahwa sanggenna to na rande tana na tonggo langi di palanyanya manan . egala yang ada di atas hamparan tanah dan di bawah langit di doakan semuany. sehingga maccera manurung menjadi ritual yang sangat penting bagi masyarakat kaluppini sebab mengandung arti wujud kesyukuran dengan berdoa untuk kemakmuran. Pelaksanaannya selama 4 hari berturut-turut dilaksanakan di Desa Kaluppini yang dipandu oleh pemangku adat Desa Kaluppini. Maccera manurung sebagai budaya lokal memiliki system nilai yang terkandung dalam setiap proses ritual pelaksanaannya. Implementasi nilai budaya dalam dunia pendidikan terkhusus dalam bimbingan konseling merupakan hal yang sangat penting sebab nilai menjadi salah satu dasar pertimbangan moral bagi peserta didik dalam proses memilih dan mengambil Nilai-nilai budaya merupakan salah satu acuan dalam pembuatan layanan Bimbingan dan Konseling. Nilai ini sebagai bagian dari asas kenormatifan yang diusung oleh program bimbingan dan konseling dimana budaya dan adat 114 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 108-119 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. istiadat setempat disesuaikan dengan layanan bimbingan konseling. Hal ini merujuk juga pada budaya maccera manurung sebagai budaya yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Enrekang. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif tentang nilai-nilai budaya maccera manurung yang terdapat pada empat belas prosesi ritual namun dalam penelitian ini hanya di ambil tiga prosesi yang hasil analisis nilainya berkaitan dengan bimbingan konseling yakni massajo, maAoballa dan kasiturutan. Hasil penelitian mengenai budaya maccera manurung dapat dilihat dari hakikat maccera manurung yang dituangkan dalam aktivitas to Botting, mangaendek Bola, pasoso, pasunnaAo dan maccakkabere. Secara keseluruhan nilai maAoballa, massajo dan kasiturutan termaktub dalam macera manurung meliputi sikap Empati, kerja sama, penghormatan kepada tuhan, saling berbagi, keihkhlasan, menghargai orang tua, saling pengertian, sopan santun, saling menghargai, toleransi, semangat kebersamaan, kerja sama, keterbukaan, keberanian, kejujuran, dapat dipercaya atau amanah, tanggung jawab, kedisiplinan, cinta tanah air, dan kerja keras. Nilai maccera manurung telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam aspek kehidupan masyarakat Enrekang di Kaluppini. Nilai tersebut menjadi bagian hidup dan juga sebagai simbol bahwa anggota masyarakat memegang teguh tradisi yang diajarkan oleh nenek moyang. Ajaran itulah yang tercermin dalam tingkah laku masyarakat pada kehidupan sehari-harinya. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Dahyar . tentang tradisi maccerang manurung di Kaluppini Kabupaten Enrekang (Studi Kebudayaan Isla. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai kebudayaan islam dengan mengedepankan nilai kesyukuran, nilai kedamaian, nilai ketaatan, sopan santun, saling menghargai, saling memahami . , amanah dan nilai ketentraman menyatu dalam setiap prosesi budaya maccera manurung, dan berjalan secara harmonis tanpa saling bertentangan Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan nilai-nilai maAoballa, massajo dan kasiturutan yang termuat dalam budaya maccera manurung lebih banyak terkait dengan bimbingan pribadi dan sosial seperti yang sudah dituangkan sebelumnya dalam tabel layanan dasar bimbingan pribadi sosial berbasis budaya maccera manurung. Layanan bimbingan pribadi sosial seperti yang dijelaskan Yusuf . 6: 37-. , bahwa bimbingan konseling pribadi sosial membantu siswa dalam mengembangkan potensi diri dan kemampuan berhubungan sosial serta memecahkan masalah-masalah pribadisosial. Yang tergolong dalam aspek pribadi sosial ini seperti hubungan dengan sesama teman, dengan guru, pemahaman sifat dan kemampuan diri, pengembangan bakat dan minat, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat para siswa tingal dan penyelesaian konflik baik yang bersifat pribadi maupun sosial. Bimbingan pribadi dan sosial adalah proses membantu individu untuk mengetahui bagaimana berperilaku dengan pertimbangan perlakuan terhadap orang lain. Bimbingan pribadi dan sosial ini diharapkan dapat membantu individu untuk memahami dirinya sendiri, tahu bagaimana cara berhubungandengan orang lain, belajar sopan santun dan etika, mengatur kegiatan waktu luang, melatih keterampilan sosial, mengembangkan hubungan dengan keluarga, dan memahami peran dan tanggung jawab sosial. Penjelasan diatas tentang bimbingan dan pribadi sosial yang didalamnya ditekankan agar siswa dapat memahami dirinya dan lingkungannya, tahu bagaimana cara berhubungan dengan orang lain, belajar sopan santun dan memahami peran dan tanggung jawabnya, sejalan dengan Hasil analisis nilai-nilai maccera manurung memiliki muatan nilai untuk memahami diri sendiri dan lingkungan sosial seperti papasang maccera manurung yang mengatakan Iya toi kita pada ta lako di rupa tau la rupa macanning paki,la lila Malabo paki, sola ateka ta mapasilaenan yang berarti kita sesama manusia berwajah yang manis lah, lidah yang ramah, dan hati yang tidak membeda-bedakan. Konsep penghargaan terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain sangat dijunjung tinggi masyarakat kaluppini melalui prosesi maccera manurung dan termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kaluppini dalam pemahaman diri dan lingkungan sosialnya. Nilai budaya maccera manurung pada tahapan pertama yakni maAoballa yang berarti makan bersama merupakan ritual adat paling rutin diadakan hingga dua atau tiga kali dalam sepekan sebab setiap ritual adat pasti akan ada maAoballa didalamnya baik rombu tuka maupun rombu solo. Masyarakat kaluppini memegang erat prinsip penghargaan terhadap diri dan orang lain sesuai dengan papasang to jolo yang menyatakan Iya toi kita pada ta lako di rupa tau la rupa macanning 115 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 108-119 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. paki,la lila Malabo paki, sola ateka ta mapasilaenan yang berarti kita sesama manusia berwajah yang manis lah, lidah yang ramah, dan hati yang tidak membeda-bedakan. Berdasarkan hasil analisis nilai didalamnya terdapat nilai Empati, saling menghargai, saling berbagi, penghormatan kepada tuhan, menghargai orang tua, saling pengertian, sopan santun, dan keikhlasan berkaitan erat dengan tujuan bimbingan pribadi sosial, jika dikaitkan dengan bimbingan konseling sejalan dengan tujuan dari bimbingan sosial yang tercantum dalam Pemendikbud Nomor 111 Tahun 2014 bahwa Tujuan Bimbingan dan konseling sosial bertujuan untuk membantu peserta didik/konseli agar mampu berempati terhadap kondisi orang lain, memahami keragaman latar sosial budaya, menghormati dan menghargai orang lain, menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku, dan berinteraksi sosial yang efektif. Nilai yang terkandung dalam maAoballa dengan penghormatan kepada orang tua, teman sebaya dan masyarakat dalam prosesi maAoballa yang terjalin harmonis penuh keikhlasan tanpa ada paksaan juga selaras dengan salah satu pokok bimbingan pribadi sosial yang dirincikan sukardi . yakni pemantapan hubungan yang dinamis dan harmonis dengan teman sebaya, orang tua, dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu Pemahaman atas nilai maAoballa dengan nilai empati dengan penuh peghargaan pada orang lain dalam prosesi budaya manurung melalui layanan dasar bimbingan pribadi sosial berbasis nilai maAobala dalam budaya maccera manurung dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya membangun rasa empati, menghargai orang lain, menghargai orang tua, melakukan sesuatu dengan penuh keikhlasan dan pandai untuk berbagi dengan sesama sehingga dapat mewujudkan tujuan bimbingan pribadi sosial dalam bimbingan konseling di sekolah. Nilai budaya maccera manurung pada tahapan kedua yakni Massajo berarti sumpah jabatan yang dilakukan oleh pemangku adat dalam setiap prosesi maccera manurung dengan melantunkan sajak, memegang parang, dan membawa ayam sesuai dengan jabatan pemangku adat dilakukan seperti sedang berpuisi dengan sajo yang berbeda sesuai dengan jabatan pemangku adat. Petikan salah satu teks sajo yang yang berbunyi kita-kitai tee Iyamo tee lattowei I Cappa bassi mataranna Deenni lapaolaki tannia biasa Lapaolaki tannia lalan Lamamminasa-nasa,a La Lilinganni De,en arakai la dere-derei Cappa tandu' mataran La mamminasa-nasa,a La pusiri I. Lasipuporo lasipupangannaan Lasi pumata lasipu talinga yang artinya Lihatlah Saya lah, yang pegang Ujung tajamnya mata tombak Kalau ada yg menjerumuskan Ke jalan yg tidak lumrah/biasa dan kalau ada yg menunjukkan jalan yg tidak benar, saya berikrar untuk senantiasa melindungi Atau ada yg mengancam Dengan ujung tanduk yg tajam saya berikrar akan merasa malu, jadi marilah kita saling mudah memberi. Saling menjaga, bersaksi dalam kebenaran yang di lihat, bersaksi di Kebenaran yang didengar Berdasarkan hasil analisis nilai massajo didalamnya terkandung nilai tanggung jawab, keberanian, kejujuran, dapat dipercaya atau amanah, ada keteraturan, kedisiplinan sejalan dengan salah satu tujuan tujuan bimbingan konseling bidang bimbingan pribadi sosial menurut Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihsan . , merumuskan tujuan bimbingan dan konseling yakni memiliki rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam bentuk komitmen, terhadap tugas dan kewajibannya. Prosesi massajo dengan nilai utama bertanggung jawab atas amanah dan kewajiban sebagai makhluk pribadi dan sosial dengan patuh pada aturan adat yang telah ditentukan selaras dengan salah satu pokok bimbingan pribadi sosial yang dirincikan sukardi . yakni pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial dengan penuh tanggung Berdasarkan hal tersebut pemahaman dan pengamalan atas nilai tanggung jawab dalam bertingkah laku sebagai makhluk pribadi dan sosial pada diri peserta didik dapat diwujudkan dengan layanan dasar bimbingan pribadi sosial berbasis nilai budaya maccera manurung pada prosesi massajo dapat dilakukan disekolah. Nilai budaya maccera manurung pada tahapan ketiga yakni kasiturutan merupakan ritual yang dilakukan sekali seminggu setiap hari jumat sebelum melaksanakan shalat jumat secara Bersama di bale langgara atau rumah adat Tahapan ritual kasiturutaan yang berarti kebersamaan dalam bahasa kaluppini sebagai forum adat untuk membicarakan segala hal di wilayah masyarakat adat kaluppini baik masalah adat, agama, pribadi, dan sosial Forum adat kasiturutan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam aktivitas masyarakat kaluppini menjadi pondasi dari kebersamaan dan persatuan dalam masyarakat sehingga masalah sekecil apapun pasti akan dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya melalui forum adat kasiturutan. Hal ini membuktikan bahwa nilai budaya dalam 116 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 108-119 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. kasiturutan yang didalamnya terkandung nilai semngat kebersamaan, persatuan, keterbukaan, saling menjaga, dan tidak saling menjatuhkan termanifestasi dalam kehidupan masyarakat kaluppini yang sangat memegang prinsip kebersamaan dalam segala hal dengan merujuk pada papasang yang mengatakan taAola sisappa solo, taAola sitingngara tuka, taAola sipangannaan . idak saling menjatuhkan, tidak terlalu meningi-ninggikan, dan tidak saling menutup. Kasiturutan dengan metode diskusi yang berbeda dalam melaksanakan kasiturutan menjadi salah satu hal yang semakin mengokohkan kebesamaan masyarakat kaluppini sehingga pegetahuan misalnya tentang aturan adat dapat diketahui, dipahami dan dijalankan dengan baik bukan saja dipahami tap kita wajib menyampaikan hal tersebut sesuai dengan papasang yang mereka yakini menyatakan la nasussarei to tongan, na cadokkoi to tappa, na soeanni to lampu . enyandari kebenaran, menduduki iman, dan mengibaskan kejujura. Nilai yang terkandung dalam kasiturutan sejalan dengan tujuan tujuan bimbingan konseling bidang bimbingan pribadi sosial menurut Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihsan . bahwa peserta didik dapat memiliki kemampuan berinteraksi sosial . uman relationshi. , yang diwujudkan dalam bentuk persahabatan, persaudaraan atau silaturahmi dengan sesama manusia dan memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik . baik bersifat internal . alam diri sendir. maupun orang lain. Berdasarkan nilai utama kasiturutan yakni kebersamaan dalam menyelesaikan masalah dengan keterbukaan dapat terwujud tujuan dari bimbingan konseling melalui layanan dasar bombingan pribadi sosial di sekolah. Tahapan budaya maccera manurung berdasar pada prosesi maAoballa, massajo, dan kasiturutan dengan muatan nilai yang berkaitan erat dengan bimbingan pribadi sosial di harap mampu membawa angin segar pada pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah yang berdasar nilai-nilai luhur peserta didik. Pelaksanaan bimbingan dan konseling dengan pelibatan anggota masyarakat, lingkungan dan kebudayaan yang selama ini nilai-nilai bimbingan dan konseling di terapakan di Indonesia sebagian besar bersumber dari teori-teori barat dan belum banyak mengembangkan budaya local sebagai sumber pengembangan baru dalam dunia bimbingan konseling seperti yang di atur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan Dan Konseling Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah pada Pasal 5 menyebutkan bahwa layanan bimbingan dan konseling dilakanakan berdasarkan prinsip layanan diperuntukkan bagi semua dan tidak diskriminatif, merupakan proses individuasi, menekankan pada nilai yang positif, merupakan tanggung jawab bersama antara kepala satuan pendidikan. Konselor atau guru Bimbingan dan Konseling, dan pendidik lainnya dalam satuan pendidikan, mendorong Konseli untuk mengambil dan merealisasikan keputusan secara bertanggungjawab, berlangsung dalam berbagai latar kehidupan, merupakan bagian integral dari proses pendidikan, dilaksanakan dalam bingkai budaya Indonesia, bersifat fleksibel dan adaptif serta berkelanjutan, dilaksanakan sesuai standar dan prosedur profesional Bimbingan dan Konseling. dan disusun berdasarkan kebutuhan Konseli. Sejalan dengan analisis yang telah dilaksanakan, pengumpulan informasi tentang karakter siswa dari Desa Kaluppini. Kajian literatur dan assessment kebutuhan dimaksudkan untuk mengetahui kebutuhan guru BK di sekolah mengenai posisi dan area implementasi pengembangan layanan bimbingan dan konseling. Melalui kajian literatur dan assessment kebutuhan maka landasan filosofis, fsikologis, dan kerangka teoritis. Dengan demikian diharapkan lahirnya sebuah prototype modul yang berlandasan pada kerangka teoritis yang kuat dan memiliki peluang implementatif yang baik. Proses semacam ini dipertegas oleh Borg & Gall . bahwa kajian literatur dilakukan untuk mengumpulkan informasi dalam rangka merencanakan pengembangan modul, dan salah satu tujuannya adalah untuk menentukan area kajian dan implementasi prototype modeul. Pada proses pelaksanaan konseling, konselor dapat menggunakan pelayanan bimbingan dan konseling berupa layanan Layanan informasi berfungsi untuk memberikan pemahaman kepada konseli mengenai bagaimana menumbuh kembangkan potensi yang dimiliki. Adapun untuk layanan bimbingan kelompok berguna untuk menunjang pemahaman dan kehidupannya sehari-hari dan/atau untuk perkembangan dirinya baik sebagai individu maupun sebagai pelajar, dan untuk 117 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 108-119 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Kedua layanan tersebut digunakan dalam proses bimbingan konseling Merujuk pada kebutuhan pada siswa dan guru pembimbing di sekolah, maka dianggap penting untuk melaksanakan program pengembangan prototype modul bagi siswa yang terkait dengan nilai-nilai maccera manurung. Untuk itu sangat dibutuhkan sebuah panduan modul bimbingan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menangani masalah ataupun mencegah masalah terjadi. Sehingga sangat penting untuk mendesain dan mengembangkan sebuah prototype layanan dasar bimbingan pribadi sosial berbasis budaya maccera manurung yang dapat dijadikan bahan rujukan bagi guru BK dalam melakasanakan program bimbingan pribadi sosial untuk menyikapi, mengelola dan mengatasi masalah-masalah yang terjadi di sekolah SIMPULAN DAN SARAN Nilai-nilai maccera manurung meliputi sikap tanggung jawab, empati, kebersamaan, keterbukaan, religiusitas, kerja sama, saling pengertian, sopan santun, saling menghargai, toleransi, keberanian, kejujuran, dapat dipercaya atau amanah, tanggungjawab, kedisiplinan, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan kerja keras. Implikasi nilai-nilai budaya maccera manurung dalam layanan bimbingan dan konseling dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai maccera manurung pada bimbingan pribadi sosial dalam bimbingan konseling di sekolah. Hal itu menunjukkan bahwa pemahaman akan nilai budaya maccera manurung sangat dibutuhkan dan sangat penting bagi peserta didik, maka pengembangan layanan bimbingan Pribadi Sosial berbasis pada nilai maccera manurung itu perlu dikembangkan. Memasukkan nilai-nilai budaya maccera manurung dalam program bimbingan konseling di sekolah melalui layanan-layanan yang memandirikan siswa dapat menjadi salah satu upaya melestarikan budaya maccera manurung di tengah arus modernisasi yang kian pesat. Layanan dasar nila-nilai maccera manurung dalam bimbingan pribadi sosial disusun dalam bentuk prototype sebagai rekomendasi untuk sekolah dalam melaksanakan program bimbingan konseling di sekolah. Pemecahan masalah pendidikan, nilai nilai maccera manurung dapat digunakan sebagai bagian dari layanan bimbingan pribadi sosial ini didasarkan atas kebutuhan akan adanya suatu panduan yang dapat digunakan oleh guru BK dalam membantu mengatasi permasalahan siswa di sekolah, terutama bagi siswa yang memiliki permasalahan pribadi sosial dalam hubungan dengan sesama teman. DAFTAR RUJUKAN Abimanyu. Soli dan Manrihu. Thayeb. Teknik dan Laboratorium Konseling Jilid I. Makassar: Badan Penerbit UNM Abimanyu. Konseling Dan Psikoterapi Teori Dan Praktik Jilid I. Makassar. Badan Penerbit UNM Achmad Juntika Nurihsan. Bimbingan dan Konseling. Bandung: Rineka cipta Dayaksini. Tri dan Yuniardi. Salis. Psikologi Lintas Budaya. Malang: UMM Press. Edi Sedyawati. Keindonesian Dalam Budaya. Jakarta Selatan: Wedatama Widya Sastra Hariko. , & Ifdil. Analisis Kritik Terhadap Model Kipas. Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 5. , 109Ae117. https://doi. org/10. 29210/120500 Hanna. Tingkat Kesopanan Ujaran dalam Bahasa Massenregpulu. Kyoto: Hokuto publishing inc. Hikmawati. Fenti. Bimbingan Konseling Edisi Revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada Koendjaraningrat, 2000. Pengantar Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta. Koentjaraningrat, 2004. Pengantar Ilmu Antropologi II. Jakarta: Rineka Cipta Latipun, 2006. Psikologi Konseling. Malang: UMM Pres. Maleong. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Matsumoto. David. Pengantar Psikologi Lintas Budaya. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Matullada. Sejarah Masyarakat dan Budaya Sulawesi Selatan. Cet II. Makassar: Hasanuddin Press, 1998 118 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 108-119 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Miles,M. Huberman,A. M, dan Saldana,J. Qualitative Data Analysis. A Methods Sourcebook. Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi. UI-Press. Mustafa. Bunga Mendowe Cerita Rakyat Nassenrempulu Dan Pengaruhnya Dalam Kehidupan. Jurnal Pusaka. No 8 Hal ISSN 2339-2215 Musdalifah Chanrayati Dahyar. Tradisi Maccerang Manurung Di Kaluppini Kabupaten Enrekang (Studi Kebudayaan Isla. Skripsi : UIN Alauddin Makassar Palisuri. To Manurung Puang Papilada dan Embong Bulan di Bukit Palli Kaluppini, (Enrekang: Perpustakan Daerah Enrekang, 1. , hal, 3. Palmer. Stephen. Konseling dan Psikoterapi. Yogyakarta: Pustaka Belajar Pederson. Paul B. (ED). Counseling Across Culture. University Press Of Hawai. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan Dan Konseling Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Prayitno Dan Amti. Erman. Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta Putranti. Fithroni. , & Kusumaningtias. Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Program Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah. Jurnal Prakarsa Paedagogia, 3. https://doi. org/10. 24176/jpp. Rahma. Yansa. Hamsir. Tinjauan Sosiokultural Makna Filosofi Tradisi Upacara Adat Maccera Manurung Sebagai Aset Budaya Bangsa Yang Perlu Dilestarikan (Desa Kaluppini Kabupaten Enrekang Sulawesi Selata. Jurnal Pena. Vol 3 Nomor 1. Issn 2355-3766 Salam. Burhanuddin. Pengantar Pedagogik (Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta : Rineka Ciptaa Sensus Penduduk 2010. Badan Pusat Statistik. ISBN 9789790644175. Sitonda. Mohammad Natsir. Sejarah Massenrempulu Jilid I. Makassar: Tim Yayasan Pendidikan Mohammad Natsir Sitonda. Mohammad Natsir. Sejarah Massenrempulu Jilid II. Makassar: Tim Yayasan Pendidikan Mohammad Natsir Siregar. Lubis. , & Syukri. Evaluasi Program Bimbingan Konseling Di SMK Penerbangan PBD Medan. Research and Development Journal of Education, 9. , 977. https://doi. org/10. 30998/rdje. Sukardi Dan Kusmawati. Proses Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta Suryati. , & Salehudin. Program Bimbingan Dan Konseling Untuk Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Dan Emosional Siswa. Edukatif Jurnal Ilmu Pendidikan, 3. , 578Ae588. https://doi. org/10. 31004/edukatif. Winkel. S & Sri Hastuti. Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT. Grasindo Yusuf. Syamsu. Program Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah (SLTP Dan SLTA). Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Yusuf. Syamsu Dan A. Juntika Nurihsan. Landasan Bimbingan Dan Konseling. Bandung: Remaja Rosdakarya. Yusuf. Syamsu. Program bimbingan & konseling di sekolah. Bandung : Rizqi Press Yin. Robert K. Studi Kasus: Desain dan Metode. Jakarta: Rajawali Pers. 119 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar