Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia Volume 05. Nomor 01. Jan-Jun 2022 pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP CLINICAL PATHWAY DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MAKASSAR The relationship of nurse knowledge and attitude towards the clinical pathway at bhayangkara hospital. Makassar Adriyana Adevia Nuryadin1. Rahmawati2 1,2Department of Hospital Administration. Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Makassar. Indonesia E-mail: adriyana. nuryadin@yahoo. com, rahmawati120201@gmail. ABSTRAK Peningkatan mutu rumah sakit dapat dipengaruhi oleh penerapan clinical pathway yang dapat dilihat pada indikator mutu pelayanan yaitu pada data Length Of Stay (LOS), data data Kejadian Nyaris Cedera dan Kejadian Tidak Diharapkan, seperti pemberian tindakan yang tidak sesuai. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap perawat terhadap clinical pathway di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Metode penelitian: kuantitatif dengan penelitian desain Cross Sectional Study, dengan pengumpulan data menggunakann kuesioner, sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 51 responden, serta analisis datanya menggunakan analisis univariat dan analisis multivariat dengan aplikasi SPSS version 25. Hasil analisis uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pengetahuan terhadap clinical pathway dengan nilai . =0,. , terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel sikap terhadap clinical pathway dengan nilai . =0. Kata Kunci: Clinical Pathway, rumah sakit. ABSTRACT Hospital quality improvement can be influenced by the application of clinical pathways which can be seen in service quality indicators, namely in the Length Of Stay (LOS) data. Almost Injuries and Unexpected Events data, such as giving inappropriate actions. Purpose: to find out the relationship between knowledge and the attitude of nurses towards the clinical pathway at Bhayangkara Hospital Makassar. Research methods: quantitative with Cross Sectional Study design research, by collecting data using questionnaires, the sample in this study is 51 respondents, as well as data analysis using univariate analysis and multivariate analysis with SPSS version 25 The results of the chi-square test analysis showed that there was a significant influence between the knowledge variable on the clinical pathway with a value . =0. , there was a significant influence between the attitude variable towards the clinical pathway and the value . =0. Keywords: Clinical Pathway, hospital PENDAHULUAN Di antara banyaknya masalah yang sering ditemui di rumah sakit yang dapat memengaruhi keselamatan pasien, seperti adanya masalah keluhan pasien terkait kesalahan e-tiket obat yang tidak sesuai dengan identitas pasien jika sering terjadi akan berpengaruh terhadap keselamatan Secara umum keselamatan pasien dapat diketahui, baik pada saat terjadinya insiden maupun setelah terjadi insiden dengan melaksanakan Pengembangan budaya keselamatan pasien merupakan salah satu solusi yang baik untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pelayanan kesehatan (Vogus, 2015 dalam Santi et al. ,2. Setiap pelayanan kesehatan dapat memanfaatkan clinical pathway sebagai konsep perencanaan pelayanan terpadu yang dapat diketahui setiap langkah yang diberikan kepada pasien berdasarkan standar pelayanan medis dan standar asuhan keperawatan yang berbasis bukti dengan hasil yang terukur dan dalam jangka waktu tertentu selama pasien berada di rumah sakit (Asmirajanti Mira, 2018 dalam Bimrew Sendekie Belay, 2. Penerapan dukungan dari pihak rumah sakit dalam bentuk kebijakan yang lebih efektif dan efisien. Kebijakan rumah sakit merupakan dasar hukum untuk pelaksanaan suatu program selain itu, jumlah tenaga kerja, pengetahuan, sikap dan kepatuhan tenaga kesehatan juga berhubungan dengan keberhasilan penerapan CP di rumah sakit (Sujudi et al. ,2. Setiap rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan rawat inap, umumnya memiliki data statistik sebagai pengukuran mutu pelayanan. Salah satu indikator mutu tersebut yaitu AvLOS (Average Length of Sta. AvLOS adalah rata-rata lama rawat seorang pasien (Depkes, 2. Jika clinical pathway dilaksanakan dengan baik, maka proses pengumpulan data-data penting yang diperlukan Nuryadin, dkk: Hubungan Pengetahuan danA. JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun2022, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 rumah sakit dapat dilakukan dengan mudah, menurunkan beban dokumentasi dokter, dan dapat meningkatkan kepuasan pasien, dan lain-lainnya harus patuh terhadap penerapan clinical pathway Dalam pengetahuan perawat agar dapat meminimalisir kesalahan yang dapat terjadi. Pengetahuan merupakan hal yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku seseorang. Kurangnya pengetahuan perawat tentang tugas dan tanggung jawab perawat akan menimbulkan insiden seperti kesalahan dalam pemberian obat yang dapat membahayakan pasien bahkan menyebabkan trauma dalam mengkonsumsi obat, kecacatan pasien yang ditimbulkan karena kesalahan pemberian obat bahkan berakibat kematian (SNARS, 2018 dalam Meidianta, 2. Berdasarkan data KNC dan KTD di rumah sakit bhayangkara makassar masih sering terjadi Adapun insiden yang sering terjadi yaitu KNC dengan total 5 insiden seperti nama yang tertera di e-tiket obat tidak sesuai dengan identitas pasien, pasien anak mendapat dosis obat yang tidak sesuai dengan umur, pasien post SC mendapat terapi antibiotik ceftriaxone tetapi yang tertera di lembar pemberian obat . erkas rekam medi. injeksi cefotaxime dan berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis tertarik dan memilih untuk mengambil judul AuGambaran penerapan clinical pathway dirumah sakit umum daerah labuang bajiAy. Bhayangkara Makassar melaksanakan Tugas Belajar selama penelitian berlangsung. (Tube. HASIL Berdasarkan hasil pelaksanaan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut : Distribusi Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dengan jumlah 150 responden dengan gambaran karakteristik sebagai Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Umur Perawat Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Umur Total Sumber: Data Primer, 2021 METODE Berdasarkan tabel 3. distribusi responden berdasarkan umur perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, dari 150 responden sebagian besar perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, berumur 26-35 tahun yaitu sebanyak 84 orang dengan persentase 56,0% sedangkan umur dengan jumlah paling sedikit yakni 46-55 tahun berjumlah 7 orang dengan persentase 4,7%. Hal ini bahwa umur perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar didominasi oleh 26-35 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian desain Cross Sectional Study (Sugiyono, 2. Penelitian ini akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar yang berlokasi di jalan Letnan Jendral Andi Mappaodang. No. Jongaya. Kec. Tamalate. Kota Makassar. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar sebanyak 150 orang. Teknik pengambilan sampel yang peneliti lakukan yaitu total Total sampling adalah teknik pengambilan sampel yang jumlahnya sama dengan jumlah populasi yaitu 150 orang perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Penarikan sampel ini terjadi apabila memilih anggota sampel kriteria tertentu. Adapun kriterianya sebagai berikut: Karakteristik Responden Jenis Kelamin Berdasarkan Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Perawat Di Rumah Sakit Jenis Kelamin Kriteria Inklusi Perawat yang bekerja di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Bersedia menjadi responden dan mengisi kuesioner penelitian yang dilakukan. Kriteria eksklusi Perawat yang bekerja di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar yang cuti selama penelitian berlangsung. Perawat yang bekerja di Rumah Sakit Laki-Laki Perempuan Total Bhayangkara Makassar Nuryadin, dkk: Hubungan Pengetahuan danA. JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun2022, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 Pendidikan Terakhir Di Keperawatan S1 Keperawatan ners Magister Total Sumber: Data Primer, 2021 Berdasarkan tabel 4. distribusi responden berdasarkan jenis kelamin perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, dari 150 responden perempuan yaitu 128 orang dengan persentase 85,3% dan sebagian kecil berjenis kelamin laki-laki yaitu 22 orang dengan persentase 14,7%. Hal ini menggambarkan bahwa perawat Rumah Sakit Bhayangkara Makassar didominasi oleh perempuan. Karakteristik Responden Status Kepegawaian Sumber: Data Primer, 202 Berdasarkan tabel 6. distribusi responden berdasarkan pendidikan terakhir perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, dari 150 responden sebagian besar perawat memiliki pendidikan terakhir S1 Keperawatan ners sebanyak 94 orang dengan persentase 62,7% sedangkan perawat yang memiliki pendidikan terakhir yang paling sedikit yakni Magister berjumlah 3 orang dengan persentase 2,0%. Hal ini menggambarkan bahwa perawat di Rumah Sakit Bhayangkara didominasi oleh S1 Keperawatan ners. Berdasarkan Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Status Kepegawaian Perawat Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Status Kepegawaian PNS NON PNS Total Berdasarkan tabel 3. distribusi responden berdasarkan status kepegawaian perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, dari 150 responden sebagian besar responden berstatus non PNS sebanyak 124 orang dengan persentase 82,7% sedangkan paling sedikit berstatus PNS sebanyak 26 orang dengan persentase 17,3%. Hal ini menggambarkan bahwa perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar didominasi oleh non PNS. Karakteristik Responden Responden Berdasarkan Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Masa Kerja Perawat Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Sumber: Data Primer 2021 Karakteristik Masa Kerja Berdasarkan Masa Kerja 1-5 Tahun 6-10 Tahun 11-15 Tahun 16-20 Tahun <20 Tahun Total Pendidikan Terakhir Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Perawat Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Sumber: Data Primer, 2021 Berdasarkan tabel 5. distribusi responden berdasarkan masa kerja perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, dari 150 responden sebagian besar masa kerja pada perawat bekerja selama 6-10 tahun yaitu sebanyak 47 orang dengan persentase 31,3% sedangkan yang paling sedikit yakni < dari 20 tahun berjumlah 8 orang dengan persentase 5,3%. Hal ini menggambarkan bahwa perawat di Rumah Sakit Makassar lebih banyak yang Nuryadin, dkk: Hubungan Pengetahuan danA. JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun2022, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 telah lama bekerja di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Hasil Analisis Pengolahan Data Uji Validitas Dalam penelitian ini dilakukan uji validitas dua arah untuk variabel pengetahuan, sikap dan clinical Pada penelitian ini pernyataannya sudah terlebih dahulu telah lulus uji validitas. Seluruh pernyataan dalam setiap variabel telah diuji validitas Adapun variabel pengetahuan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel Pengetahuan Perawat Tabel 6. Hasil Uji Validitas Variabel Sikap Perawat Sumber: Data Primer, 2021 Item Pernyataan Probababilitas Ket 0,542 0,232 0,542 > 0,232 0,372 0,232 0,372 > 0,232 0,694 0,232 0,694 > 0,232 0,666 0,232 0,666 > 0,232 0,651 0,232 0,755 Item Pernyataan Probababilitas Ket 0,407 0,232 0,407 > 0,232 0,791 0,232 0,791 > 0,232 0,696 0,232 0,696 > 0,232 0,651 > 0,232 0,559 0,232 0,559 > 0,232 0,232 0,755 > 0,232 0,787 0,232 0,787 > 0,232 0,674 0,232 0,674 > 0,232 0,846 0,232 0,846 > 0,232 0,814 0,232 0,814 > 0,232 0,658 0,232 0,658 > 0,232 0,786 0,232 0,786 > 0,232 0,737 0,232 0,737 > 0,232 0,747 0,232 0,747 > 0,232 Berdasarkan tabel 8. menunjukkan bahwa dari 9 item pernyataan pada variabel pengetahuan perawat dalam kuesioner penelitian ini memiliki nilai r hitung dari masing-masing pernyataan lebih besar nilainya jika dibanding nilai r tabel yaitu 0,232 dengan nilai signifikan 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian ini telah teruji Selanjutnya dilakukan uji validitas pada variabel sikap perawat, dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Sumber: Data Primer, 2021 Berdasarkan tabel 9. menunjukkan bahwa dari 9 item pernyataan pada variabel sikap perawat dalam kuesioner penelitian ini memiliki nilai r hitung dari masing-masing pernyataan lebih besar nilainya jika dibanding nilai r tabel yaitu 0,232 dengan nilai signifikan 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian ini telah teruji validitasnya. Selanjutnya dilakukan uji validitas pada variabel sikap perawat, dapat dilihat pada tabel sebagai Tabel 7. Hasil Uji Validitas Variabel Clinical Pathway Item Pernyataan Probababilitas Ket Nuryadin, dkk: Hubungan Pengetahuan danA. JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun2022, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 memiliki nilai CronbachAos Alpha dari masing-masing 0,427 0,232 0,427 > 0,232 0,567 0,232 0,567 > 0,232 0,806 0,232 0,806 > 0,232 0,718 0,232 0,718 > 0,232 0,405 0,232 0,405 > 0,232 0,592 0,232 0,592 > 0,232 0,41 0,232 0,41 > 0,232 0,788 0,232 0,788 > 0,232 Tanggapan Responden Mengenai valid a. Variabel Pengetahuan Tabel 9. valid Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Perawat Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar 0,507 0,232 0,507 > 0,232 Pengetahuan 0,327 0,232 0,327 > 0,232 Tinggi 0,741 0,232 0,741 > 0,232 Rendah 0,805 0,232 0,805 > 0,232 variabel lebih besar nilainya jika dibanding nilai r tabel yaitu 0,6, hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian ini telah teruji reliabilitasnya. Hasil Uji Univariat Total Sumber: Data Primer, 2021 Sumber: Data Primer, 2021 Berdasarkan Tabel 12. menunjukkan bahwa distribusi responden berdasarkan pengetahuan perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dari 150 responden sebagian besar pengetahuannya tinggi sebanyak 126 responden dengan persentase 84% dan sebagian kecil pengetahuannya rendah sebanyak 24 responden dengan persentase 16%. Tanggapan Responden Mengenai Variabel Sikap Tabel 10. Distribusi Responden Berdasarkan Sikap Perawat Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Berdasarkan tabel 10. menunjukkan bahwa dari 12 item pernyataan pada variabel clinical pathway pada perawat dalam kuesioner penelitian ini memiliki nilai r hitung dari masing-masing pernyataan lebih besar nilainya jika dibanding nilai r tabel yaitu 0,232 dengan nilai signifikan 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian ini telah teruji Uji Reliabilitas Uji reabilitas merupakan uji yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan hasil data yang sama. Pada dasarnya pengambilan uji reliabilitas kuesioner dikatakan reliable apabila nilai CronbachAos Alpha > 0,6. Hasil uji reliabilitas dari masing-masing variabel pengetahuan perawat, sikap perawat dan clinical pathway dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 8. Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha Keterangan Pengetahuan Perawat 0,708 Reliable Sikap Perawat 0,799 Clinical Pathway Sikap Baik Kurang Baik Total Sumber: Data Primer, 2021 Berdasarkan Tabel distribusi responden berdasarkan sikap perawat di Reliable Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dari 150 0,835 Reliable responden sebagian besar sikap perawat baik sebanyak 118 responden dengan persentase 78,7% Sumber: Data Primer, 2021 dan sebagian kecil sikap perawat kurang baik Berdasarkan Tabel 11. menunjukkan bahwa dari 4 sebanyak 32 responden dengan persentase 21,3%. variabel yaitu variabel pengetahuan, sikap perawat dan clinical pathway dalam kuesioner penelitian ini Variabel Clinical Pathway Tanggapan Responden Mengenai Nuryadin, dkk: Hubungan Pengetahuan danA. JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun2022, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 Tabel 11. Distribusi Responden Berdasarkan Clinical Pathway Pada Perawat Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Clinical Pathway Sesuai Kurang Sesuai Total Sesuai Kurang Sesuai Baik Kurang baik Total 0,00 Sumber: Data Primer, 2021 Sumber: Data Primer 2021 Berdasarkan Tabel 14. menunjukkan bahwa distribusi responden berdasarkan clinical pathway pada perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dari 150 responden sebagian besar clinical pathway sesuai sebanyak 124 responden dengan persentase 82,7% dan sebagian kecil clinical pathway kurang sesuai sebanyak 26 responden dengan persentase 17,3%. Berdasarkan tabel 16. hubungan sikap perawat Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Dari 118 responden yang menilai sikap baik, sebagian besar sesuai yakni 93 Dari 32 responden yang menilai sikap kurang baik, sebagian besar sesuai sebanyak 31 Hasil Uji Bivariat Hubungan Pengetahuan Perawat terhadap Clinical Pathway di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 dan nilai p < . ,000 < 0,. maka Ho ditolak ini berarti bahwa terdapat hubungan sikap terhadap clinical pathway Tabel 12. Hubungan Pengetahuan Perawat Terhadap Clinical Pathway Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Sumber: Data Primer 2021 Clinical Pathway Berdasarkan tabel 15. hubungan pengetahuan perawat terhadap clinical pathway di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Dari 126 responden yang menilai pengetahuan baik, sebagian besar sesuai yakni 100 responden. Dari 24 responden yang menilai pengetahuan kurang baik, semuanya sesuai sebanyak 24 responden. Pengetahua Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,001 dan nilai p < . ,001 < 0,. maka Ho ditolak ini berarti bahwa terdapat hubungan pengetahuan terhadap clinical pathway di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Total Sesuai Kurang Sesuai Tinggi Rendah Total Hubungan Sikap Perawat terhadap Clinical Pathway di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar PEMBAHASAN Hasil pembahasan dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pengetahuan dan sikap perawat terhadap clinical pathway di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dengan jumlah 150 responden. Tabel 13. Hubungan Sikap Perawat Terhadap Clinical Pathway Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Sikap Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Total Hubungan Pengetahuan Perawat Terhadap Clinical Pathway Dalam memberikan suatu tindakan kepada pasien, seorang perawat sebelum melakukan 0,001 Nuryadin, dkk: Hubungan Pengetahuan danA. JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun2022, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 tindakan asuhan keperawatan harus melakukan metode keperawatan berupa pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi dan evaluasi. Dimana perawat menggunakan proses keperawatan sebagai kerangka pikir ataupun kerangka kerja dalam merawat pasien (Tarigan, 2. Tenaga kerja terkhusus perawat merupakan kunci utama keberhasilan dalam penerapan clinical pathway, untuk itu diperlukan ketersediaan dan kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola potensi yang ada di rumah sakit secara efektif dan efisien sehingga dapat memberikan outcome yang baik (Siswanto & Chalidyanto, 2. Menurut Idawati, . pengetahuan sangat berhubungan dengan pendidikan seseorang, dimana dengan pendidikan maka semakin luas pengetahuannya, namun tidak dapat dipungkiri seseorang yang berpendidikan rendah mutlak memiliki pengetahuan yang rendah Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wawan & Dewi, . dalam Nurnaningsih et ,. menyatakan bahwa semakin banyak seseorang mendapat informasi maka semakin banyak pula pengetahuan pada seseorang tersebut. Saat individu memiliki pengetahuan yang baik maka menghadapi masalah yang terjadi pada diri mereka. Selain itu, kementrian kesehatan menetapkan usia produktif berada pada usia 20-59 tahun, sebagian besar responden memiliki usia produktif sehingga dapat dengan baik dalam menerima informasi dan meningkatkan keterampilan. Berdasarkan nilai pearson chi-square nilai pada variabel pengetahuan di peroleh nilai p-value 0,001 < 0,05 hasil tersebut menunjukkan bahwa Ha diterima H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat hubungan pengetahuan perawat terhadap clinical Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Yang berarti jika pengetahuan perawat baik maka perawat lebih siap untuk menerapkan clinical pathway di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Balbeid et al. dengan judul AuPengaruh Pengetahuan Dan Sikap Dokter Dan Perawat Terhadap Kesiapan Berubah Dalam Menerapkan Clinical PathwayAy yang menyatakan bahwa pengetahuan perawat tentang clinical pathway berpengaruh signifikan, dimana pada perawat didapatkan bahwa sebesar 42,67% pengetahuan tentang clinical pathway baik, 52% pengetahuan tentang clinical pathway cukup, dan sebesar 5,33 % pengetahuan tentang clinical pathway kurang. dimana tidak sedikit dari petugas sungkan nutrisionist/apoteker yang bertugas terhadap pendokumentasian clinical pathways. Hal-hal yang melaksanakan peran akreditasi dalam meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit salah satunya ialah sikap positif dalam mendukung pelaksanaan clinical Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurliawati et al. menyatakan bahwa penerapan clinical pathway merupakan salah satu alat yang digunakan untuk memperbaiki proses pelayanan kesehatan. Dimana kualitas pelayanan kesehatan itu penting karena berdampak langsung pada rumah sakit. Kualitas pelayanan yang baik akan menjadi sebuah profit bagi rumah sakit. Jika rumah sakit sudah mendapat nilai positif di mata konsumen, maka konsumen tersebut akan memberikan feedback yang baik, serta bukan tidak mungkin akan menjadi repeat buyer. Sehingga, mempertimbangkan aspek kepuasan pelanggan terkait kualitas pelayanan yang diberikan. Jenis-jenis pelayanan yang dapat diberikan misalnya berupa kemampuan,dan keramahtamahan yang ditunjukkan melalui sikap dan tindakan langsung kepada konsumen. Berdasarkan nilai pearson chi-square nilai pada variabel sikap di peroleh nilai p-value 0,000 < 0,05 hasil tersebut menunjukkan bahwa Ha diterima H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat hubungan sikap perawat terhadap clinical pathway di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Yang berarti jika sikap perawat yang kurang aktif dalam berkomunikasi dengan petugas yang lain menyebabkan kurang terlaksananya penerapan clinical pathway, seperti petugas tidak mengingatkan petugas yang lain untuk mengisi form clinical pathway, selain itu adanya hambatan dalam melengkapi lembar clinical pathway karena banyaknya beban kerja/kesibukan, hal ini mengakibatkan lembar clinical pathway tidak terisi, belum memasukkan lembar clinical pathway ke dalam berkas rekam medik, dan dapat menimbulkan kesalahan dalam menangani pasien ataupun terjadi kecelakaan kerja. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh oleh Agus et al. yang berjudul AuPengaruh Program Edukasi Terintegrasi Terhadap Perilaku Pasien Pasca StrokeAy menyatakan bahwa beberapa faktor yang dapat memengaruhi sikap seperti pengalaman pribadi, pengaruh orang lain yang dianggap penting, pengaruh kebudayaan, media massa, lembaga pendidikan dan lembaga agama serta faktor emosional. Hubungan Sikap Perawat Terhadap Clinical Pathway Akreditasi rumah sakit dan pelaksanaan clinical pathway dapat dilihat dari sikap petugas kesehatan yang ada di rumah sakit dalam melakukan penerapan clinical pathway. Menurut Jayanti, . satu satu peyebab dari kurang terselenggaranya penerapan clinical pathway ialah sikap petugas yang kurang aktif dalam komunikasi antar petugas. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan pengetahuan perawat terhadap clinical pathway di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Yang berarti Nuryadin, dkk: Hubungan Pengetahuan danA. JPKPI Vol 05 No 01 Jan-Jun2022, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 jika pengetahuan perawat baik maka perawat lebih siap untuk menerapkan clinical pathway di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. terdapat hubungan sikap perawat terhadap clinical pathway di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Yang berarti jika sikap perawat yang kurang aktif dalam berkomunikasi dengan petugas yang lain menyebabkan kurang terlaksananya penerapan clinical pathway, seperti petugas tidak mengingatkan petugas yang lain untuk mengisi form clinical pathway, selain itu adanya hambatan dalam melengkapi lembar clinical pathway karena banyaknya beban kerja/kesibukan, hal ini mengakibatkan lembar clinical pathway tidak terisi, belum memasukkan lembar clinical pathway ke dalam berkas rekam medik, dan dapat menimbulkan kesalahan dalam menangani pasien ataupun terjadi kecelakaan kerja. Idawati. Analisis Pelaksanaan Clinical Pathway di Rumah Sakit Umum dr . Fauziah Bireun. Jurnal Pendidikan. Sains. Dan Humaniora, 7. , 538Ae550. Jayanti. Development of Management Information Systems with Integrated Clinical Pathway on the Quality of Nursing Services. , 13Ae19. Mulkiya. Zaman. Prodi. Masyarakat, . Hang. , & Pekanaru. Gambaran Implementasi Clinical Pathways. November. Nurliawati. Fitriani. Jamaluddin, & Idawati. Analisis pelaksanaan Clinical Pathway di Rumah sakit Umum dr. Fauziah Jurnal Biology Education, 7. Novembe. , 151Ae166. Nurnaningsih. Romantika. , & Indriastuti. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Penatalaksanaan Pembidaian Pasien Fraktur di RS X Sulawesi Tenggara. Holistic Nursing and Health Science, 4. , 8Ae15. Prof\f. Dr. Sugiyono. Metode Penelitian Kunatitatif (P. Adhi Kusumastuti. Ahmad Mustamil Khoiron, & M. Taofan Ali Achmadi . )). DEEPUBLISH. Santi. Ginting. , & Silitonga. Analisis Fungsi-Tugas Case Manager Dalam Mengelola Kasus Pasien Rawat Inap (Studi Kasu. di RSUD Deli Serdang Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Tahun 2019. Jurnal Ilmiah Simantek, 3. , 131Ae145. Sastrawan. , & Wardhani. Development of Caesarean Section Clinical Pathway: A Lesson Learned. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 31(Augus. , 32Ae37. Siswanto. , & Chalidyanto. Impact of Clinical Pathways Compliance for Reducing Length of Stay. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 8. , 79. Tarigan. Ketepatan diagnosa keperawatan sangat berpengaruh dalam asuhan keperawatan pada pasien. , 1Ae Wardhana. Rahayu. , & Triguno. Implementasi Clinical Pathway Tahun 2018 Upaya Meningkatkan Mutu Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Koja. Majalah Saintek Kesehatan, 6. , 45Ae Widjaja. Wijayanti. , & Tjitra. Pengaruh Clinical Pathway Terhadap Mutu Pelayanan Keperawatan dan Kepuasan Pasien. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 9. , 616Ae622. DAFTAR PUSTAKA