Celebes Journal of Elementary Education Volume 2. Number 2, 2024 pp. E Ae ISSN : 3031-8858 Open Access: https://ojs. id/index. php/cjee/index Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Calon Guru Menggunakan Strategi RQA (Reading. Questioning and Answerin. Muh. Rizal Kurniawan Yunus Universitas Sulawesi Barat. Majene. Indonesia Article Info Keywords: RQA. Learning Outcomes. Classroom Action Research. Informasi Artikel Kata Kunci: RQA. Hasil Belajar. Penelitian Tindakan Kelas. ABSTRACT This study aims to enhance studentsAo cognitive learning outcomes by implementing of the Reading. Questioning. Answering (RQA) strategy. Classroom Action Research approach was employed using the Kemmis and Taggart model, comprising two cycles. The research participants were students from the Biology Education Program at the University of Sulawesi Barat, enrolled in the Educational Profession course. Data on studentsAo cognitive learning outcomes were collected using test instruments in the form of multiple-choice and essay questions related to the course material. The findings revealed that in Cycle 1, the average N-gain score for students' cognitive learning outcomes was low. After refining the strategy in Cycle 2, the N-gain scores improved to a medium category. Improvements included providing key points as guidance during the Reading phase and utilizing a question framework based on BloomAos taxonomy during the Questioning The adjusted implementation of the RQA strategy significantly enhanced studentsAo understanding and learning outcomes compared to conventional teaching methods. This research demonstrates that the RQA strategy effectively improves cognitive learning outcomes and fosters active student engagement in the learning process. These findings suggest that incorporating activity-based learning strategies such as RQA can serve as an effective alternative to improve the quality of higher education instruction. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa melalui penerapan strategi Reading. Questioning. Answering (RQA). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain model Kemmis dan Taggart, yang terdiri atas dua siklus. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Sulawesi Barat yang mengikuti mata kuliah Profesi Kependidikan. Data hasil belajar kognitif mahasiswa dikumpulkan menggunakan instrumen tes berbentuk pilihan ganda dan uraian terkait materi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1, rata-rata nilai N-gain hasil belajar kognitif mahasiswa berada pada kategori rendah. Setelah dilakukan perbaikan strategi pada siklus 2, nilai N-gain meningkat ke kategori sedang. Perbaikan dilakukan dengan memberikan panduan berupa poin-poin penting untuk tahap Reading serta kerangka pertanyaan berbasis taksonomi Bloom pada tahap Questioning. Penerapan strategi RQA yang disesuaikan terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan hasil belajar mahasiswa secara signifikan dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode RQA tidak hanya efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses Temuan ini memberikan implikasi bahwa pengintegrasian strategi pembelajaran berbasis aktivitas seperti RQA dapat menjadi alternatif efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. * Corresponding Author: First Author: m. rizalkurniawanyunus@unsulbar. Celebes Journal of Elementary Education. Vol. PP. Article History Received: 25 November 2024 Accepted: 28 November 2024 Published: 14 Desember 2024 DOI: PENDAHULUAN Pembentukan calon guru profesional merupakan tujuan utama dalam program studi pendidikan, khususnya pada Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Sulawesi Barat. Hal ini menjadi semakin penting mengingat tantangan yang dihadapi dalam pendidikan calon guru terkait dengan perkembangan metodologi pembelajaran yang Matakuliah profesi kependidikan menjadi bagian penting dari kurikulum wajib yang berfungsi memberikan pemahaman dasar tentang konsep dan praktik profesi kependidikan, serta mengenalkan mahasiswa pada berbagai tantangan dan permasalahan yang mungkin dihadapi dalam pengembangan profesi tersebut (Manda & Arifin, 2. Hal ini penting karena calon guru diharapkan mampu berpikir kritis dan memiliki kemampuan analisis dalam menyikapi tantangan yang ada, sehingga dapat menjadi pendidik yang kompeten dan profesional di masa depan. Namun, hasil belajar kognitif mahasiswa dalam matakuliah ini belum mencapai hasil yang optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah metode pembelajaran yang digunakan dalam perkuliahan masih berpusat pada dosen atau teacher-centered learning. Dalam pendekatan ini, dosen mendominasi penyampaian materi, sementara mahasiswa hanya menjadi pendengar pasif. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konvensional seperti ini kurang efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa, karena tidak mampu mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam pembelajaran serta menghambat pengembangan keterampilan berpikir kritis mereka (Rahman, 2018. Setiawan & Wulandari, 2. Menurut Kirschner. Sweller, dan Clark . , pembelajaran yang berpusat pada dosen sering kali membatasi kemampuan mahasiswa untuk memahami materi secara mendalam dan berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Selain persoalan metode pembelajaran yang masih berpusat pada dosen, faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam peningkatan hasil belajar kognitif calon guru adalah bagaimana pendekatan pembelajaran mendorong partisipasi aktif mahasiswa. Proses pembelajaran yang efektif harus melibatkan mahasiswa secara mendalam, memberi mereka kesempatan untuk berinteraksi secara aktif dengan materi, dan mendorong mereka untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Strategi RQA (Reading. Questioning. Answerin. menawarkan kerangka yang dapat membantu meningkatkan keterlibatan mahasiswa melalui proses yang berstruktur, di mana mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam memahami dan memproses materi pembelajaran. Seperti yang diungkapkan oleh Widodo dan Jasmadi . , strategi RQA memicu mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan berdasarkan pemahaman awal mereka, sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu dan keterampilan reflektif yang penting dalam pembelajaran. Agara dapat meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa, berbagai pendekatan yang berpusat pada mahasiswa telah diusulkan, salah satunya adalah strategi Reading. Questioning, and Answering (RQA). Strategi RQA dirancang untuk melibatkan mahasiswa secara aktif melalui tiga tahapan utama: membaca, bertanya, dan menjawab. Pada tahap membaca, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memahami materi secara mandiri. Celebes Journal of Elementary Education. Vol. PP. sehingga mereka dapat membentuk pemahaman awal mengenai konsep yang akan Tahap bertanya kemudian melibatkan mahasiswa dalam proses berpikir kritis dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari hasil bacaan. Terakhir, tahap menjawab memungkinkan mahasiswa untuk menyusun dan mencari jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan, yang membantu memperkuat pemahaman konseptual mereka (Sari, 2. Strategi ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan mahasiswa, tetapi juga mengasah keterampilan berpikir kritis dan kemampuan analisis mereka dalam memahami materi. Lebih jauh lagi, penerapan strategi RQA juga selaras dengan pendekatan studentcentered learning, yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama dalam proses Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk belajar secara mandiri, memproses informasi, dan mengkonstruksi pemahaman mereka melalui pengalaman belajar yang bermakna. Menurut Abdullah . , pendekatan yang berpusat pada mahasiswa membantu meningkatkan motivasi belajar dan mendorong keterlibatan yang lebih besar dalam proses belajar, karena mahasiswa merasa memiliki kontrol terhadap proses pembelajaran mereka. Dengan memfasilitasi mahasiswa dalam membaca, bertanya, dan menjawab, strategi RQA dapat membantu membangun lingkungan pembelajaran yang mendukung self-directed learning, sehingga mahasiswa tidak hanya sekadar menerima informasi, tetapi juga terlibat dalam pemrosesan dan analisis informasi tersebut. Penelitian terdahulu mendukung bahwa penerapan strategi RQA memiliki dampak positif terhadap hasil belajar kognitif. Sari . melaporkan bahwa mahasiswa yang belajar dengan strategi RQA menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep. Penelitian lain oleh Prasetyo et al. juga menunjukkan bahwa strategi RQA mampu meningkatkan keterampilan analisis mahasiswa dibandingkan dengan metode konvensional. Setiawati dan Suryadi . mengungkapkan bahwa strategi RQA efektif dalam membantu mahasiswa membangun pemahaman yang lebih mendalam dan mendorong pembelajaran yang lebih mandiri dan terstruktur. Walaupun begitu, sebagian besar penelitian sebelumnya masih terbatas pada konteks pembelajaran di sekolah menengah atau bidang studi yang lebih fokus pada sains eksakta, seperti biologi dan kimia (Hapsari, 2020. Nugraha et al. , 2. Sebagai suatu upaya untuk meningkatkan hasil belajar kognitif, penelitian ini tidak hanya berfokus pada aspek pemahaman konseptual mahasiswa, tetapi juga pada pengembangan keterampilan analisis yang penting dalam profesi guru. Peningkatan hasil belajar kognitif ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam memahami kompleksitas konsep profesi kependidikan dan tantangan praksis yang ada, sehingga mereka lebih siap menghadapi dunia kerja. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoritis dalam literatur terkait metode pembelajaran berbasis RQA, tetapi juga menawarkan dampak praktis yang relevan bagi peningkatan kualitas calon guru di Indonesia. e-ISSN : 3031-8858 Celebes Journal of Elementary Education. Vol. PP. METODE Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar kognitif mahasiswa pada mata kuliah Profesi Kependidikan. Penelitian Tindakan Kelas dikenal sebagai pendekatan reflektif yang dirancang untuk memperbaiki praktik pembelajaran secara sistematis dalam lingkungan kelas (Gozali, 2. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, yang melibatkan empat tahapan utama dalam setiap siklus: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi (Setiawati & Sunarti, 2. Dalam penelitian ini proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode RQA. Dalam penerapan metode RQA terdiri dari beberapa tahapan, pada tahapan awal yaitu tahap reading yang dilaksankan dengan memberikan materi pembelajaran kepada mahasiswa berupa modul. Pada tahapan ini mahasiswa diarahkan untuk mengkaji secara mendalam terkait materi yang telah diberikan serta memberikan tanda atau mencatat bagian Ae bagian yang dianggap penting. Tahapan selanjutnya yaitu tahapan questioning yaitu dengan meminta mahasiswa untuk membuat sejumlah pertanyaan berdasarkan materi yang telah dibaca sebelumnya. Tahapan akhir adalah tahapan answering yaitu dengan mengarahkan mahasiswa untuk melakukan kajian lebih mendalam untuk menjawab pertanyaan yang telah dibuat sebelumnya. Pada tahapan ini jika terdapat mahasiswa yang kesulitan dalam menemukan jawaban dari pertanyaannya maka akan dilakukan diskusi kelas untuk mencari jawaban pertanyaan tersebut. Subjek penelitian terdiri dari 22 mahasiswa kelas 2022A pada Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sulawesi Barat, yang mengikuti mata kuliah Profesi Kependidikan pada tahun akademik 2023/2024. Penelitian ini berlangsung selama enam kali pertemuan tatap muka, yang terbagi ke dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tiga kali pertemuan. Data hasil belajar kognitif mahasiswa dikumpulkan melalui instrumen tes yang terdiri dari soal berbentuk pilihan ganda dan uraian yang berhubungan dengan materi Profesi Kependidikan. Hasil tes kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori sesuai dengan tabel kriteria nilai yang telah ditentukan. Tabel 1. Kategorisasi Nilai Hasil Belajar Nilai Hasil Belajar Kategori 86 Ae 100 Sangat Baik 71 Ae 85 Baik 56 Ae 70 Cukup 41 Ae 55 Kurang 0 Ae 40 Sangat Kurang Peningkatan nilai hasil belajar kognitif mahasiswa dilakukan dengan perhitungan Normal Gain (N-Gai. dengan rumus : ycA yaycaycnycu = ycIycoycuyc ycEycuycyc ycNyceycyc Oe ycIycoycuyc ycEycyce ycNyceycyc ycIycoycuyc yayccyceycayco Oe ycIycoycuyc ycEycyceycyceycyc Celebes Journal of Elementary Education. Vol. PP. Hasil perhitungan nilai N-Gain kemudian diinterpretasi berdasarkan kriteria sebagai Tabel 2. Kriteria N-Gain N-Gain g > 0,7 0,3 O g O 0,7 0 < g < 0,3 gO0 Kriteria Tinggi Sedang Rendah Tidak ada peningkatan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Siklus 1 Penelitian dilaksanakan selama proses pembelajaran dengan menggunakan metode RQA (Reading. Questioning. Answerin. Data mengenai distribusi persentase kategori hasil belajar kognitif mahasiswa pada siklus 1 disajikan dalam tabel berikut: Tabel 3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kategori Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Siklus 1 Pretest Postest Skor Kategori Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase 86 Ae 100 Sangat Baik 4,55 % 18,18 % 71 Ae 85 Baik 50,00 % 56 Ae 70 Cukup 31,82 % 27,27 % 41 Ae 55 Kurang 40,91 % 4,55 % 0 Ae 40 Sangat Kurang 0,00 0,00 % Jumlah Berdasarkan data pada Tabel 3, diketahui bahwa pada siklus 1 sebagian besar nilai pretest hasil belajar kognitif mahasiswa masih berada dalam kategori rendah. Setelah penerapan metode RQA, mayoritas nilai posttest mahasiswa meningkat ke kategori baik. Namun, masih terdapat beberapa mahasiswa yang nilainya berada di kategori cukup dan Perubahan hasil belajar kognitif mahasiswa pada siklus 1 ditampilkan dalam grafik e-ISSN : 3031-8858 Celebes Journal of Elementary Education. Vol. PP. Grafik 1 Persentase Nilai Pretest dan Postest Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Siklus 1 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Sangat Baik Baik Pretest Cukup Kurang Sangat Kurang Postest Berdasarkan data pada siklus 1 dilakukan perhitungan Normal Gain (N-Gai. untuk mengetahui peningkatan nilai hasil belajar kognitif mahasiswa. Data hasil N-Gain pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel dibawah ini: N Gain Siklus 1 Tabel 4. Hasil Perhitungan N-Gain Siklus 1 Minimum Maximum Mean Std. Deviation Berdasarkan tabel perhitungan N-Gain di atas, rata-rata peningkatan hasil belajar kognitif mahasiswa adalah 0,25. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat peningkatan hasil belajar kognitif mahasiswa yang diajarkan menggunakan metode RQA, meskipun peningkatan tersebut masih tergolong dalam kategori rendah. Berdasarkan data tersebut maka dapat dilakukan penilaian untuk meilihat atau meninjau penerapan metode RQA dalam pembelajaran mata kuliah Profesi Kependidikan. Hasil refleksi tindakan menunjukkan bahwa secara umum terjadi peningkatan pada hasil belajar kognitif mahasiswa tetapi belum maksimal, hal ini terlihat dari nilai N-gain yang diperoleh yang menunjukkan bahwa peningkatan yang terjadi masih dalam kategori rendah. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa kendala antara lain adalah kesiapan mahasiswa dalam proses pembelajaran yang belum terbiasa dengan menggunakan metode pembelajaran RQA yang berbeda dengan metode yang digunakan sebelumnya, selain itu dalam proses pembelajaran terlihat bahwa beberapa mahasiswa masih bingung dalam membuat pertanyaan yang bermakna dan juga kemampuan menjawab yang masih kurang, hal ini dapat menghambat penerapan RQA secara optimal sehingga tujuan pembelajaran sulit Dari hasil yang diperoleh pada siklus 1 serta beberapa kendala tersebut maka proses penelitian dilanjutkan pada siklus 2 dengan mempersipakan proses pembelajaran lebih cermat untuk dapat meminimalisir kendala yang dihadapi pada siklus 1. Celebes Journal of Elementary Education. Vol. PP. Hasil Siklus 2 Pada siklus 2, penerapan metode RQA dilakukan dengan beberapa perbaikan. Pada tahap reading, mahasiswa diberikan poin-poin penting sebagai panduan untuk fokus dalam memahami materi. Selain itu, untuk membantu mahasiswa menyusun pertanyaan yang bermakna, mereka diberikan kerangka pertanyaan berdasarkan taksonomi Bloom (C1-C. yang mencakup tingkat pemahaman dari dasar hingga kompleks. Perbaikan ini juga memungkinkan mahasiswa menjadi lebih terbiasa dengan proses pembelajaran menggunakan metode RQA. Data distribusi persentase kategori hasil belajar kognitif mahasiswa pada siklus 2 disajikan dalam tabel berikut: Tabel 5 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kategori Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Siklus 2 Pretest Postest Skor Kategori Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase 86 Ae 100 Sangat Baik 4,55% 36,36% 71 Ae 85 Baik 9,09% 54,55% 56 Ae 70 Cukup 40,91% 9,09% 41 Ae 55 Kurang 45,45% 0,00% 0 Ae 40 Sangat Kurang 0,00% 0,00% Jumlah Berdasarkan data pada Tabel 5, dapat dilihat bahwa pada siklus 2, nilai pretest hasil belajar kognitif mahasiswa sebagian besar berada dalam kategori kurang dan cukup. Namun, setelah penerapan metode RQA dengan sejumlah perbaikan, nilai posttest menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa telah mencapai kategori baik, dan tidak ada lagi yang berada di kategori kurang maupun sangat kurang. Perubahan nilai hasil belajar kognitif mahasiswa pada pretest dan posttest siklus 2 ditampilkan dalam grafik berikut: Grafik 2 Persentase Nilai Pretest dan Postest Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Siklus 2 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Sangat Baik Baik Pretest e-ISSN : 3031-8858 Cukup Kurang Sangat Kurang Postest Celebes Journal of Elementary Education. Vol. PP. Berdasarkan data pretest dan postest nilai hasil belajar kognitif mahasiswa pada siklus 2 dilakukan uji N-Gain untuk mengetahui kategori tingkat peningkatan yang terjadi. Data hasil perhitungan N-gain pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 6 hasil Perhitungan Nilai N-gain Siklus 2 N Gain Siklus 1 Minimum Maximum Mean Std. Deviation Pada tabel hasil perhitungan N-Gain di atas diketahui bahwa nilai rata-rata peningkatan nilai hasil belajar kognitif mahasiswa sebesar 0,59 yang memiliki makna bahwa secara klasikal terdapat peningkatan hasil belajar kognitif mahasiswa yang dibelajarkan dengan metode RQA yang bermakna bahwa peningkatan dalam kategori Pembahasan Pada siklus pertama. N-gain berada dalam kategori rendah, yang menunjukkan bahwa penerapan awal strategi RQA belum memberikan dampak signifikan terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa. Kondisi ini kemudian menjadi dasar untuk memperbaiki implementasi strategi pada siklus kedua, yang akhirnya menghasilkan N-gain dalam kategori sedang. Dengan hasil tersebut, penelitian ini dianggap berhasil meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa. Hasil pada siklus pertama menunjukkan bahwa meskipun strategi RQA sudah diterapkan, banyak mahasiswa yang belum dapat sepenuhnya mengikuti tahapan strategi ini dengan baik. Tahap membaca, bertanya, dan menjawab memerlukan keterampilan dasar seperti kemampuan membaca kritis dan formulasi pertanyaan yang belum sepenuhnya dikuasai oleh mahasiswa. Hal ini sesuai dengan temuan yang dikemukakan oleh Rahmawati et al. , yang menyatakan bahwa keterampilan berpikir kritis memerlukan pembiasaan melalui latihan intensif dan strategi pembelajaran yang terstruktur. Oleh karena itu, pada siklus kedua, fokus diberikan pada pembimbingan yang lebih intensif dalam setiap tahapan strategi RQA, terutama pada tahap bertanya yang menjadi dasar keterampilan analitis. Pada siklus kedua, peningkatan kategori N-gain menjadi sedang menunjukkan bahwa mahasiswa mulai mampu mengikuti tahapan strategi RQA dengan lebih baik. Tahap membaca membantu mereka memahami materi secara mandiri sebelum perkuliahan, sementara tahap bertanya dan menjawab mendorong keterlibatan aktif mereka dalam Hal ini sejalan dengan penelitian Prasetyo dan Kurniawan . , yang menunjukkan bahwa strategi RQA meningkatkan hasil belajar kognitif karena melibatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran aktif yang mendorong pemahaman konseptual dan kemampuan analisis. Selain itu, strategi ini juga meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengajukan dan menjawab pertanyaan secara sistematis. Faktor keberhasilan pada siklus kedua juga terkait dengan adaptasi dosen dalam mengelola waktu dan memberikan umpan balik yang lebih efektif. Menurut Abdullah dan Rizky . , strategi pembelajaran berbasis pertanyaan seperti RQA memerlukan fasilitasi aktif dari pengajar untuk memastikan mahasiswa memahami setiap tahap proses. Celebes Journal of Elementary Education. Vol. PP. Dalam penelitian ini, pemberian umpan balik yang lebih terarah pada siklus kedua membantu mahasiswa memahami kesalahan mereka dan meningkatkan kualitas pertanyaan serta jawaban yang dihasilkan. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas strategi RQA sangat dipengaruhi oleh peran dosen dalam mengarahkan proses pembelajaran. Selain itu, hasil penelitian ini mendukung temuan Widodo . , yang menyatakan bahwa strategi RQA tidak hanya meningkatkan hasil belajar kognitif tetapi juga membangun rasa percaya diri mahasiswa dalam berkomunikasi dan berpikir kritis. Pada siklus kedua, mahasiswa mulai menunjukkan keberanian untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis yang relevan dengan materi, yang mencerminkan adanya peningkatan keterampilan analitis. Ini menunjukkan bahwa strategi RQA dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk memfasilitasi pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa . tudent-centered learnin. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa keterbatasan. Salah satunya adalah perlunya waktu yang lebih lama untuk membimbing mahasiswa agar terbiasa dengan strategi RQA. Mahasiswa yang sebelumnya terbiasa dengan metode pembelajaran konvensional membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pembelajaran berbasis pertanyaan yang lebih menuntut keterlibatan aktif mereka. Hal ini sesuai dengan pandangan Nugraha et al. , yang menyebutkan bahwa strategi pembelajaran inovatif memerlukan proses adaptasi yang melibatkan perubahan mindset baik dari mahasiswa maupun pengajar. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi RQA dapat meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa jika diterapkan dengan baik dan disertai pembimbingan intensif. Keberhasilan pada siklus kedua menjadi bukti bahwa strategi ini mampu memberikan dampak positif terhadap keterampilan kognitif mahasiswa, terutama dalam memahami konsep secara mendalam dan berpikir kritis. Dengan demikian, strategi RQA dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam konteks mata kuliah profesi SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Reading. Questioning. Answering (RQA) efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa pada mata kuliah Profesi Kependidikan. Pada siklus 1, nilai rata-rata N-gain hasil belajar mahasiswa berada pada kategori rendah, yang mengindikasikan bahwa strategi ini membutuhkan perbaikan untuk mencapai hasil yang optimal. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus 2, nilai rata-rata N-gain meningkat ke kategori sedang. Perbaikan tersebut meliputi penyediaan poin-poin utama untuk memandu mahasiswa dalam tahap Reading serta kerangka pertanyaan berbasis taksonomi Bloom untuk membantu mereka menyusun pertanyaan bermakna pada tahap Questioning. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa strategi RQA tidak hanya mendukung peningkatan hasil belajar kognitif, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran. Keberhasilan penerapan strategi RQA pada siklus 2 menunjukkan bahwa metode pembelajaran ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran e-ISSN : 3031-8858 Celebes Journal of Elementary Education. Vol. PP. dengan mendorong pemahaman konsep yang lebih mendalam dan meningkatkan keterampilan berpikir analitis mahasiswa. Dengan demikian. RQA dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa, khususnya dalam pendidikan tinggi. DAFTAR PUSTAKA