Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 INOVASI COKELAT TRUFFLE DENGAN JAMBU BIJI LOKAL SEBAGAI CAMILAN SEHAT Selly 1. Rosie Oktavia Puspita Rini 2 Politeknik Pariwisata Batam sellyyeo1@gmail. rosie@btp. Abstract The growing trend of a healthy lifestyle has encouraged food innovation utilizing local ingredients with high nutritional value. This study aims to develop chocolate truffles made from local guava as an alternative healthy snack. A quantitative experimental method was employed through hedonic and hedonic quality tests on attributes of color, aroma, texture, and taste, involving 10 trained panelists and 20 untrained panelists. The assessment results revealed the level of preference as well as significant differences among three product formulations containing 30%, 45%, and 60% guava. These findings highlight the potential of guava-based chocolate truffles as a nutritious healthy snack while supporting the utilization of local agricultural Keywords: Innovation. Chocolate Truffle. Local Guava. Healthy Snack. PENDAHULUAN Pada era modern ini, menurut Dinas Kondisi ini umumnya dipengaruhi Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau gaya oleh kebiasaan pola makan sebelumnya yang hidup sehat semakin mendapat perhatian cenderung mengonsumsi makanan tanpa masyarakat dan berkembang menjadi sebuah memperhatikan kandungan gizi, sehingga Kesadaran menjaga kesehatan tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas fisik dan memberikan sinyal untuk mencari kembali makanan yang sering dikonsumsi (Meule, pemilihan pola makan yang bergizi serta Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pengembangan alternatif camilan mempertahankan pola makan sehat, sebagian sehat yang mampu mendukung tren gaya individu sering mengalami craving atau hidup sehat masyarakat. Namun. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Saat ini, konsumsi camilan berbasis cokelat semakin berkembang dan diminati Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun oleh berbagai kalangan konsumen. Cokelat 2024. Jawa Tengah merupakan daerah dikenal sebagai pangan universal yang dapat dengan produksi jambu biji terbesar di dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang Indonesia. Jambu biji merupakan sumber dewasa, dengan daya tarik utama berupa vitamin C yang berperan sebagai antioksidan, tekstur lembut serta sensasi lelehan di dalam mulut (Pugle, 2. Selain itu, cokelat, khususnya yang memiliki kandungan kakao Kandungan Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 jambu siki (Shaputra, 2. kesehatan, antara lain sebagai sumber melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan antioksidan untuk melawan radikal bebas, akibat radikal bebas, sehingga berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung koroner, menurunkan risiko penyakit kronis, termasuk merangsang produksi endorfin . ormon kebahagiaa. , mendukung kesehatan saluran (Virgy pencernaan, serta meningkatkan sensitivitas Berdasarkan insulin (Marbun, 2. Produk olahan jambu biji telah dimanfaatkan sebagai bahan cokelat hadir dalam berbagai variasi, salah inovasi produk pangan, antara lain keripik satunya cokelat truffle, yang populer karena jambu, selai, serta es krim segar (Husnah et teksturnya yang lembut serta keragaman rasa, , 2. (Paramesti et al. , 2. (Virgy et al. seperti tambahan kacang, buah, maupun Dengan mempertimbangkan potensi tersebut, pengembangan inovasi cokelat menunjukkan bahwa cokelat truffle memiliki truffle berbasis jambu biji dapat menjadi potensi besar untuk dikembangkan melalui alternatif camilan sehat yang sesuai dengan inovasi penambahan bahan pangan bernilai tren gaya hidup sehat. Inovasi dalam konteks gizi tinggi. (Kart. Hal Salah satu bahan hasil perkebunan penambahan bahan yang belum pernah digunakan pada suatu produk, dengan tujuan dengan cokelat truffle adalah jambu biji. meningkatkan nilai gizi serta mendorong Buah tropis ini banyak dibudidayakan di optimalisasi pemanfaatan hasil sumber daya Indonesia dan dikenal dengan berbagai Terlebih lagi, penggunaan cokelat sebutan, seperti jambu batu, jambu klutuk, hitam dengan kandungan kakao yang lebih Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya tinggi dan kadar gula yang Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 (Imbar et al. , 2. Panelis menilai dengan menjadikan produk ini sebagai opsi camilan metode uji hedonik dan uji mutu hedonik. yang lebih sehat (Pugle, 2. Dengan Menurut Su dalam (Triandini & Wangiyana, demikian, inovasi cokelat truffle berbasis 2. , uji hedonik merupakan pengujian jambu biji memiliki peluang besar untuk tingkat kesukaan seseorang terhadap suatu dikembangkan sebagai camilan yang tidak produk yang dikonsumsi, sehingga sering hanya menarik secara sensoris, tetapi juga memberikan manfaat gizi yang signifikan Sedangkan, uji mutu hedonik merupakan bagi kesehatan. metode analisis sensori organoleptik yang digunakan untuk mengevaluasi atribut warna. METODE PENELITIAN aroma, tekstur, dan rasa pada tiga sampel Penelitian ini menggunakan metode produk cokelat truffle dengan kandungan 30%, 45%, 60% jambu biji. Tujuan dari menerapkan pendekatan sistematis dalam pengujian ini adalah untuk mengetahui menganalisis hubungan antar variabel bebas perbedaan tingkat kualitas dan preferensi . ambu bij. dengan variabel terikat . okelat panelis terhadap masing-masing sampel. Dalam serta mengidentifikasi sampel yang paling Penilaian dilakukan menggunakan pendekatan eksperimen murni. Penelitian skala hedonik 1 hingga 5, di mana skor 1 menunjukkan sangat tidak suka, dan skor 5 menunjukkan tingkat sangat suka terhadap mengendalikan seluruh variabel luar yang produk yang diuji (Mayangsari et al. , 2. berpotensi mempengaruhi proses maupun Data hasil penilaian uji hedonik hasil eksperimen (Puspita Rini et al. , 2. diolah menggunakan SPSS uji lanjut Anova Teknik pengumpulan data dalam Duncan dengan menampilkan skor yang penelitian ini dilakukan melalui penyebaran mengukur tingkat kesukaan panelis pada kuesioner pada 10 panelis terlatih dan 20 ketiga sampel produk. Sedangkan hasil panelis tidak terlatih. Panelis terlatih telah penilaian kuesioner uji mutu hedonik diolah memiliki kemampuan dalam memahami menggunakan SPSS Uji One-Way Anova karakteristik produk yang diuji, sedangkan yang menunjukkan hasil analisis dengan panelis tidak terlatih memberikan penilaian memperlihatkan nilai Sig. > 0,05 pada berdasarkan persepsi dan preferensi pribadi beberapa atribut, yang berarti tidak terdapat (Subhaktiyasa. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya perbedaan signifikan antar sampel (Oktavia et al. , 2. Formulasi pembuatan cokelat truffle Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Puree Jambu biji 32 gr 46 gr 60 gr (Sumber : Olahan peneliti 2. Dalam pembuatan ketiga sampel eksperimen kuantitatif ini adalah sebagai produk cokelat truffle berbahan jambu biji Tabel 1. Formulasi Cokelat Truffle memperoleh hasil produk dengan kualitas Nama Bahan Kuantitas Double Cream 300 ml Dark Chocolate 300 gr Butter 50 gr Optional fillings/ Optional (Sumber : Chocolate Truffles recipe Barnsley yang sesuai. Adapun tahapan pembuatan Foodban. Formulasi inovasi cokelat truffle berbahan jambu biji lokal dalam penelitian eksperimen ini adalah sebagai berikut : Tabel 2. Formulasi Sampel Eksperimen Cokelat Truffle Jambu Biji Nama Bahan Cream Dark Milk 33,6% Butter Jambu biji Sampel Sampel Sampel B . C . 45 gr 45 gr 40 gr 80 gr 80 gr 80 gr 45 gr 45 gr 45 gr 5 gr 5 gr 5 gr 5 gr 10 gr 15 gr cokelat truffle sebagai berikut : Tabel 3. Tahapan Pembuatan Cokelat Truffle Metode Tahap Persiapan Keterangan Siapkan semua bahan berdasarkan komposisi yang telah ditentukan dalam formulasi resep Tahap Kupas kulit jambu biji potong jambu Masukan langsung ke blender dan hingga halus Saring jambu yang sudah Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Bagi puree Tahap Potong jambu jambu biji ukuran small Panggang potong untuk menit di suhu 130-150EE Tahap . Campurkan cream dan puree jambu jambu biji sesuai takaran . Lalu masak hingga rasa Tahap Masukan cream panas pada wadah couverture dan butter, aduk hingga meleleh dan tercampur rata. Tahap . Masukan ke ke cetakan terdapat alas Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 seperti baking cokelat truffle tidak lengket dan mudah di . Setelah masukan ke putih di atas . Lalu masukan kulkas hingga cokelat truffle Tahap Setelah cokelat truffle set, potong atau bentuk sesuai ukuran yang diinginkan dan coating cokelat truffle dengan cocoa powder. (Sumber : hasil olahan peneliti 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tabel 4 menunjukkan hasil produk cokelat truffle berbahan jambu biji lokal untuk sampel A, sampel B, dan sampel C sebagai berikut : Tabel 3. Dokumentasi Hasil Sampel A . Sampel B . Sampel C . Ketiga Sampel Sampel Sampel B Sampel C A . Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Dominan Dominan Gambar Gambar 3. 2 Gambar 3. 3 Gambar Hasil Hasil 4 Hasil Sampel Sampel Sampel Ketiga . 45% . 60% Sampel asil Rasa Sampel A Atribut Coklat Warna Dominan Aroma Sampel B Coklat muda dari Perpaduan dan jambu biji lebih rasa jambu Tekstur Tabel 4. Deskripsi Hasil Ketiga Sampel Dari observasi Peneliti Lebih Tekstur Tekstur dibanding 2 sampel Sampel C lembek di . 60% (Sumber : hasil olahan peneliti 2. Coklat Berikut terlampir tabel-tabel hasil olahan penilaian uji hedonik dan uji mutu hedonik dari hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada 10 panelis terlatih dan 20 Aroma jambu biji Dominan panelis tidak terlatih. jambu biji Tabel 5. Uji Hedonik Panelis Terlatih Kode Sampe Sampe . Warn Skor Arom Rasa 3,800 3,500 3,500 Tekstu 3,4000 Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Sampe 3,900 3,300 3,600 3,5000 . Sampe 3,200 2,700 2,800 2,8000 . (Sumber : hasil olahan data spss peneliti uji lanjut Anova Duncan, sampel B . % jambu bij. memperoleh skor tertinggi yang dinilai paling disukai, diikuti sampel A . % jambu bij. dengan skor yang tidak berbeda Sementara itu, sampel C . % jambu bij. memperoleh skor terendah dan dinilai paling kurang disukai. 0,125 0,006 0,001 0,021 0,061 (Sumber : hasil olahan data spss peneliti Berdasarkan hasil uji mutu hedonik Skor Kode Sampe Warn Arom Tekstu Rasa Sampe 4,250 4,200 4,250 4,1500 . Sampe 4,350 3,900 4,000 4,2000 . Sampe 3,700 3,800 3,550 3,3500 . (Sumber : hasil olahan data spss peneliti signifikansi (Sig. ) pada beberapa atribut > 0,05, menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antar sampel. Namun, pada atribut aroma cokelat, aroma jambu biji, dan rasa, nilai Sig. < 0,05 mengindikasikan perbedaan signifikan, yang dijelaskan lebih lanjut melalui tabel uji lanjut Anova Duncan Tabel 8. Hasil Uji Lanjut Anova Duncan Ae Uji Mutu Hedonik Panelis Terlatih Atribut menggunakan SPSS One-Way Anova, nilai Tabel 6. Uji Hedonik Panelis Tidak Terlatih Berdasarkan Tekstur panelis terlatih menggunakan SPSS dengan Rasa Aroma Jambu Biji Aroma Cokelat Tabel 7. Uji Mutu Hedonik Panelis Terlatih Warna terendah dan dinilai paling kurang disukai. Uji Anova Berdasarkan sampel C . % jambu bij. memperoleh skor Atribut Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 bij. dinilai paling disukai. Sementara itu. Uji Lanjut panelis tidak terlatih menggunakan SPSS dengan uji lanjut Anova Duncan, sampel B . % jambu bij. dan sampel A . % jambu Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 penilaian panelis terlatih adanya perbedaan signifikan atribut aroma cokelat, aroma jambu biji, dan rasa pada sampel C . dengan kedua sampel lainnya karena hasil skor sampel C . menepati kolom yang Aroma Cokelat Gambar 3. 5 Hasil Olahan Data SPSS Uji Lanjut Anova Duncan - atribut aroma cokelat . asil olahan data peneliti berbeda dan perbedaan skor yang cukup signifikan dengan sampel A . dan sampel B . Tabel 9. Uji Mutu Hedonik Panelis Tidak Terlatih Tekstur Rasa Aroma Jambu Biji Aroma Cokelat Uji Anova Gambar 3. 6 Hasil Olahan Data SPSS Uji Lanjut Anova Duncan - atribut aroma jambu biji asil olahan data Warna Atribut Aroma Jambu Biji 0,081 0,027 0,347 0,132 0,377 (Sumber : hasil olahan data spss peneliti Berdasarkan hasil uji mutu hedonik panelis tidak terlatih pada ketiga sampel menggunakan SPSS One-Way Anova, nilai signifikansi (Sig. ) pada beberapa atribut > Rasa Gambar 3. 7 Hasil Olahan Data SPSS Uji Lanjut Anova Duncan Ae atribut rasa . asil olahan data peneliti 2. (Sumber : hasil olahan data spss peneliti Hasil uji lanjut Anova Duncan pada 0,05, menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antar sampel. Namun, pada atribut Sig. 0,05 mengindikasikan perbedaan signifikan, yang dijelaskan lebih lanjut melalui tabel uji lanjut Anova Duncan berikut: Tabel 10. Hasil Uji Lanjut Anova Duncan Ae Uji Mutu Hedonik Panelis Tidak Terlatih Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Atribut Uji Lanjut Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 visual, sampel B lebih disukai karena warna yang menarik, sedangkan dari segi tekstur, sampel B dinilai paling pas karena lembut namun tetap kokoh. Selain itu, sampel B dengan komposisi 45% jambu biji memiliki keseimbangan aroma dan rasa yang seimbang Aroma Cokelat Gambar 3. 8 Hasil Olahan Data SPSS Uji Lanjut Anova Duncan - atribut aroma cokelat . asil olahan data peneliti (Sumber : hasil olahan data spss peneliti Hasil uji lanjut Anova Duncan menunjukkan penilaian panelis tidak terlatih adanya perbedaan signifikan atribut aroma cokelat pada sampel C . dengan kedua sampel lainnya karena hasil skor sampel C . menepati kolom yang berbeda dan perbedaan skor yang cukup signifikan dengan sampel A . dan sampel B . tanggapan panelis terlatih dan tidak terlatih terhadap inovasi cokelat truffle berbahan jambu biji lokal adalah sebagai berikut: Panelis Terlatih Panelis menggunakan SPSS melalui Uji One-Way Anova dan uji lanjut Anova Duncan, diperoleh bahwa sampel A dan B merupakan formulasi yang paling disukai baik oleh panelis terlatih maupun tidak terlatih. Hasil cokelat truffle dengan penambahan jambu biji sebagai inovasi baru yang Meskipun karakteristik rasa jambu biji dinilai preferensi konsumen, karena tidak Selain itu, dominasi rasa KESIMPULAN Berdasarkan antara cokelat dan jambu biji. Adapun produk ini tetap dianggap layak dan enak sebagai alternatif camilan sehat Panelis Tidak Terlatih Panelis tidak terlatih menilai cokelat truffle dengan penambahan signifikan antara sampel C . % jambu bij. jambu biji sebagai inovasi baru yang dengan kedua sampel lainnya. Dari aspek Bagi yang menyukai cokelat. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya kombinasi ini memberikan cita rasa enak dan segar melalui perpaduan asam-manis jambu biji dengan pahit khas cokelat hitam. Sementara itu, bagi yang kurang menyukai jambu biji, produk ini tetap dianggap masih preferensi rasa bersifat subjektif. Secara keseluruhan, produk ini dinilai layak sebagai alternatif camilan sehat dalam porsi wajar. DAFTAR PUSTAKA