AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 02 Maret . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 65-70 Peningkatan Pengetahuan Ibu Dalam Mencegah Stunting Di Desa Rajagaluh Lor Kabupaten Majalengka Moh. Irwan Dharmansyah1. Muhamad Aryo Seno Hibayatullah2. Nadhifa Firda Syafana3. Zidan Abdul Aziz4. Meila Maudina Nur Islami5 1,3Fakultas Kedokteran. Universitas Swadaya Gunung Jati. Kota Cirebon. Indonesia 2Fakultas Teknik. Universitas Swadaya Gunung Jati. Kota Cirebon. Indonesia 4Fakultas Hukum. Universitas Swadaya Gunung Jati. Kota Cirebon. Indonesia 5Fakultas Pendidikan dan Sains. Universitas Swadaya Gunung Jati. Kota Cirebon. Indonesia Email : 1*m. irwan1827@gmail. (* : coressponding autho. Abstrak - Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada gangguan pertumbuhan dan peningkatan risiko penyakit degeneratif di masa depan. Upaya pencegahan stunting memerlukan keterlibatan aktif keluarga, khususnya ibu sebagai pengasuh utama anak. Rendahnya pengetahuan ibu terkait gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif. MP-ASI yang tepat, serta sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam mencegah stunting di Desa Rajagaluh Lor. Kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui pembagian media edukasi berupa leaflet. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki balita dan ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan rerata skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi, yang ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi diskusi serta pemahaman yang lebih baik mengenai praktik pencegahan stunting, termasuk pemenuhan gizi seimbang. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting. Program serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program posyandu serta dukungan lintas sektor guna menurunkan angka stunting secara optimal di tingkat desa. Kata Kunci: Stunting. Pengetahuan Ibu. Pencegahan. Edukasi Kesehatan. Pengabdian Masyarakat. Abstract - Stunting remains a major chronic nutritional problem that affects childrenAos physical growth, cognitive development, and increases the risk of degenerative diseases later in life. Preventive efforts require active family involvement, particularly mothers as primary caregivers. Limited maternal knowledge regarding balanced nutrition, exclusive breastfeeding, appropriate complementary feeding practices, sanitation, and clean and healthy living behaviors contributes significantly to the risk of stunting in the community. This community service program aimed to enhance mothersAo knowledge in preventing stunting in Rajagaluh Lor Village. Majalengka Regency. The program applied a participatory educational approach through interactive lectures, group discussions, and distribution of educational leaflets. The target participants were pregnant women and mothers with toddlers. Evaluation of the activity was conducted using pre-test and post-test assessments to measure changes in participantsAo knowledge. Data were analyzed descriptively by comparing the mean scores before and after the intervention. The results demonstrated a noticeable improvement in mothersAo knowledge following the educational intervention, as reflected by higher post-test scores compared to pre-test scores. Participants also showed strong engagement during discussions and improved understanding of key stunting prevention strategies, including adequate nutritional intake, child growth monitoring, and environmental sanitation practices. In conclusion, health education activities proved effective in increasing maternal knowledge regarding stunting prevention. Continuous and integrated programs in collaboration with community health services and cross-sectoral support are recommended to optimize stunting reduction efforts at the village level. Keywords: Stunting. Maternal Knowledge. Prevention. Health Education. Community Service. PENDAHULUAN Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Stunting ditandai dengan kondisi tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan standar usianya akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, terutama pada periode 1. 000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 1 Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, kapasitas belajar. Moh. Irwan Dharmansyah | https://journal. id/index. php/amma | Page 65 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 02 Maret . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 65-70 produktivitas di masa dewasa, serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Secara global. World Health Organization menempatkan stunting sebagai indikator utama masalah gizi masyarakat yang memerlukan intervensi multisektoral dan berkelanjutan. Di Indonesia, percepatan penurunan stunting menjadi prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam kebijakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Berbagai strategi telah dilakukan, mulai dari intervensi gizi spesifik hingga intervensi sensitif yang melibatkan lintas sektor. Namun demikian, keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh faktor keluarga, khususnya peran ibu sebagai pengasuh utama anak dalam pemenuhan kebutuhan gizi, praktik pemberian ASI eksklusif, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Rendahnya tingkat pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting seringkali menjadi faktor risiko terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak. Pengetahuan yang kurang memadai dapat berdampak pada praktik pemberian makan yang tidak sesuai, kurangnya pemantauan pertumbuhan, serta rendahnya kesadaran terhadap pentingnya sanitasi dan akses layanan kesehatan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengetahuan ibu melalui kegiatan edukasi kesehatan menjadi salah satu strategi promotif dan preventif yang efektif dalam menekan angka stunting di tingkat komunitas. Desa Rajagaluh Lor Kabupaten Majalengka merupakan salah satu wilayah yang masih memerlukan penguatan edukasi terkait pencegahan stunting. Berdasarkan hasil observasi awal dan koordinasi dengan kader kesehatan setempat, ditemukan bahwa sebagian ibu belum memahami secara komprehensif tentang faktor risiko, tanda-tanda stunting, serta langkah-langkah Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi berbasis masyarakat yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dalam bentuk penyuluhan kesehatan dengan pendekatan partisipatif guna meningkatkan pemahaman ibu mengenai pencegahan stunting. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan yang dapat berdampak pada perubahan perilaku dalam praktik pengasuhan dan pemenuhan gizi anak. Dengan demikian, upaya ini diharapkan berkontribusi dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di tingkat desa secara berkelanjutan. METODE PENGABDIAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam mencegah stunting di Desa Rajagaluh Lor. Kabupaten Majalengka. Metode pelaksanaan dirancang secara sistematis melalui beberapa tahapan sebagai berikut: 1 Tahap Persiapan Tahap persiapan meliputi: Koordinasi dengan pemerintah desa, bidan desa, dan kader posyandu. Identifikasi sasaran kegiatan, yaitu ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Penyusunan materi edukasi terkait stunting yang mencakup pengertian, faktor risiko, dampak, pencegahan, gizi seimbang. ASI eksklusif. MP-ASI yang tepat, serta perilaku hidup bersih dan Penyusunan instrumen evaluasi berupa kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Penyediaan media edukasi seperti leaflet dan presentasi visual. 2 Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan secara tatap muka dengan metode: Moh. Irwan Dharmansyah | https://journal. id/index. php/amma | Page 66 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 02 Maret . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 65-70 Ceramah interaktif, untuk menyampaikan materi utama tentang pencegahan stunting. Diskusi dan tanya jawab, guna meningkatkan partisipasi aktif peserta serta memperjelas materi yang belum dipahami. Demonstrasi sederhana . ika diperluka. , terkait praktik pemberian MP-ASI atau pemantauan pertumbuhan anak. Sebelum penyuluhan dimulai, peserta diberikan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal. Setelah kegiatan edukasi selesai, dilakukan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan. 3 Tahap Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan melihat peningkatan nilai rata-rata skor pengetahuan peserta setelah intervensi. Selain itu, evaluasi kualitatif dilakukan melalui observasi partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. 4 Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah: Terjadinya peningkatan skor rata-rata pengetahuan ibu setelah penyuluhan. Tingginya partisipasi aktif peserta dalam diskusi. Meningkatnya pemahaman peserta mengenai langkah-langkah pencegahan stunting. Melalui metode ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan yang dapat menjadi dasar perubahan perilaku ibu dalam praktik pengasuhan dan pemenuhan gizi anak sebagai upaya preventif terhadap stunting di tingkat desa. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Rajagaluh Lor. Kabupaten Majalengka, dengan sasaran ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 40 ibu hamil dan yang memiliki balita di Posyandu. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan dukungan dari perangkat desa serta kader posyandu setempat. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, diperoleh adanya peningkatan tingkat pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting setelah diberikan edukasi. Sebelum penyuluhan, sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan kurang hingga cukup, terutama terkait pengertian stunting, periode 1. 000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pentingnya ASI eksklusif, dan pemberian MP-ASI yang tepat. Setelah dilakukan intervensi edukasi, terjadi peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta, dengan mayoritas ibu berada pada kategori pengetahuan baik. Selain peningkatan skor kuantitatif, secara kualitatif peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi. Banyak peserta mengajukan pertanyaan terkait pola makan anak, variasi menu MP-ASI, serta cara memantau pertumbuhan anak melalui Kartu Menuju Sehat (KMS). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan ketertarikan terhadap isu pencegahan stunting. Secara umum, indikator keberhasilan kegiatan tercapai, yaitu: Terjadi peningkatan nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test. Peserta aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta mampu menyebutkan kembali langkah-langkah pencegahan stunting setelah kegiatan Tahap evaluasi dilakukan secara tertulis, yang terdiri dari dua tahap evaluasi yaitu saat kegiatan pemberian materi sedang berlangsung . dan setelah pemberian materi Moh. Irwan Dharmansyah | https://journal. id/index. php/amma | Page 67 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 02 Maret . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 65-70 . Evaluasi pada saat kegiatan berlangsung dilakukan secara lisan berfungsi untuk mengukur pengetahuan tim peserta. Pada tahap ini, mitra juga diberikan kesempatan untuk bertanya pada Evaluasi pada saat setelah pemberian materi dilakukan dengan cara cepat tepat. Evaluasi ini berfungsi untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Peserta yang dapat menjawab dengan cepat dan tetap berhak mendapatkan doorprize dari tim pelaksana pengabdian. Hasil nilai pretest, posttest da antusiasme peserta terlihat pada gambar 1. Gambar 1. Hasil Pretest. Postest dan Antusiasme atau Keaktifan Peserta Gambar tersebut menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan para peserta, yang terbukti dari kemampuan peserta menjawab pertanyaan. Antusiasme peserta juga cukup tinggi yang terlihat dari peserta yang berlomba menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim pelaksana pengabdian masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting. Peningkatan skor pengetahuan setelah intervensi menunjukkan bahwa metode ceramah interaktif yang dikombinasikan dengan diskusi dan media leaflet mampu memperkuat pemahaman peserta. Pengetahuan merupakan faktor predisposisi penting dalam pembentukan perilaku kesehatan. Ibu dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung lebih mampu menerapkan praktik pemberian makan yang sesuai, memastikan kecukupan gizi anak, memberikan ASI eksklusif, serta rutin memantau pertumbuhan anak di posyandu. Hal ini sejalan dengan konsep promosi kesehatan yang menekankan bahwa peningkatan pengetahuan menjadi langkah awal dalam perubahan perilaku. Pada tahap awal kegiatan, masih ditemukan miskonsepsi mengenai penyebab stunting, di mana sebagian peserta menganggap stunting semata-mata sebagai faktor keturunan. Setelah diberikan penjelasan bahwa stunting lebih banyak dipengaruhi oleh faktor gizi kronis, infeksi berulang, serta sanitasi lingkungan yang kurang baik, peserta menunjukkan pemahaman yang lebih 9,10 Partisipasi aktif peserta dalam diskusi juga menjadi indikator bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat. Keterlibatan ini penting karena perubahan perilaku tidak hanya bergantung pada pemberian informasi, tetapi juga pada pemahaman dan kesadaran individu terhadap risiko dan manfaat tindakan pencegahan. 10,11 Moh. Irwan Dharmansyah | https://journal. id/index. php/amma | Page 68 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 02 Maret . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 65-70 Gambar 2. Proses Persiapan Dilakukan Pre-Test dan Post-Test Gambar 3. Proses Penyuluhan KESIMPULAN Kesimpulan yang diperoleh adalah kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan para peserta dari 57% menjadi 80% berdasarkan hasil evaluasi. Peserta telah memahami hal-hal yang berkaitan dengan stunting diantaranya ciri-ciri stunting, dan penyebab stunting kaitannya dengan gizi, serta dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh kasus stunting. DAFTAR PUSTAKA