Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. PELAKSANAAN PROGRAM TAHSIN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR MEMBACA TAJWID DI MTs ISLAMIYAH Isnaini Rizky1. Khairuddin Lubis2. Hotni Sari Harahap2 Universitas Al Washliyah Medan Email, isnainirizky427@gmail. com 1, khairuddinlbs82@gmail. com 2, hotnisari46@gmail. Abstrak Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan Program Tahsin dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid serta kendala dan solusi pelaksanaan Program Tahsin dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid di MTs. Islamiyah Petangguhan. Melalui metode kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara dan dokumen serta pengolahan data degan teknik analisa berupa langkah reduksi data, penyajian data dan menarik Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program Tahsin dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid di MTs Islamiyah petangguhan kec. Galang dilakukan dengan cara membaca alquran diiringi murotal dan membaca alquran dengan metode Iqra. Sedangkan kendala yag dihadapi dalam pelaksanaan tersebut, beserta solusinya,yaitu: . minimnya jumlah guru, maka perlu menambah pendidik. Siswa yang begitu banyak, maka perlu pemisahan gender . aki-laki dan perempua. sulit dalam penyampaian materi, maka harus lebih memperhatikan siswa yang mengalami kesulitan belajar tahsin, . serta tempat yang terkadang tidak mendukung, maka pelaksanaan dilakukan di dalam kelas. Penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendidikan Islam (MT. baik pengetahuan dan pelaksanaan mengenai program tahsin yang tepat, guna meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid siswa dalam membaca Al qurAoan. Kata Kunci : Pelaksanaan. Program Tahsin. Belajar Membaca. Tajwid. PENDAHULUAN AlqurAoan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw, dengan perintah untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia, sebagai salah satu rahmat bagi alam semesta karena di dalamnya terkumpul wahyu ilahi yang menjadi petunjuk, pedoman dan pelajaran bagi siapa yang mempercayai serta mengamalkannya (Mohamed Akhirudin Ibrahim 2017. Ke istimewaan ini tidak dapat dirasakan dan diambil manfaatnya jika Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. tidak bisa membacanya dan memahaminya. Oleh karean itu, setap muslim menginginkan anaknya untuk bisa membaca AlqurAoan karena AlqurAoan adalah dasar dan sumber hukum bagi umat Islam. Semakin dini mengajarkan anak membaca AlqurAoan maka semangkin cepat pula anak dapat menguasai dalam membaca AlqurAoan. (Syarifuddin 2004, . Pelaksanaan membaca AlqurAoan dengan menerapkan Tahsin yakni membaca dengan sebenar-benar bacaan (Abu Abdullah. Muhammad bin Ahmd 2007, . Perintah untuk membaca AlqurAoan dalam ajaran Islam hukumnya fardu aAoin . ajib bagi setiap musli. , sedangkan belajar untuk menjadi ahli hukumnya fardu kifayah (Abdul Aziz Abdur Rauf Al-Hafizh 2015, . Hal tersebut bertujuan agar umat Islam dalam membaca alqurAoan terhindar dari kesalahan, baik kesalahan yang patal yang menyebabkan berubahnya arti, misalnya tidak dapat menyebut huruf atau salah baris, maupun kesalahan ringan . ahnul khaf. yang terkait dengan panjang dan pendeknya mad atau Tajwid (Abdul Azis 2007, . Kemampuan peserta didik dalam belajar membaca AlqurAoan berbedabeda. Ada yang belajar membaca AlqurAoan dengan cepat, sedang, ataupun juga lambat. Semua itu tergantung kesungguhan dan minat peserta didik untuk bisa belajar membaca AlqurAoan. Adanya bimbingan guru saat peserta didik belajar membaca AlqurAoan maka besar kemungkinan mempercepat peserta didik dalam menguasai membaca AlqurAoan. (St. Slamet 2017, . Peserta didik yang belajar membaca AlqurAoan secara langsung . erhadap-hadapa. dengan guru, maka guru akan lebih mudah mengoreksi kesalahan peserta didik dan guru dapat mencontohkan secara langsung bacaan yang salah kepada peserta didik dan nantinya peserta didik akan lebih mudah menirukan bacaan yang benar karena melihat langsung dari apa yang dipraktikkan oleh guru. Faktor yang mendukung cepat atau lambatnya peserta didik dalam belajar membaca AlqurAoan juga dapat dilihat dari bagaimana Sekolah itu memfasilitasi peserta didik untuk bisa membaca AlqurAoan. Misalnya ada tidaknya suatu program yang mendukung peserta didik dalam belajar dan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam membaca AlqurAoan. Program Tahsin merupakan suatu contoh program yang mendukung dan memfasilitasi peserta didik untuk belajar dan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam membaca AlqurAoan. Tahsin adalah membaguskan, mempercantik, memperindah bacaan AlqurAoan. Secara Istilah Tahsin adalah upaya yang dilakukan untuk memperbaiki bacaan AlqurAoan agar sesuai dengan kaidah Tajwid (Adib Bisri 1999, . Kata Tahsin hampir sama pengertiannya dengan kata Tajwid yang artinya membaguskan, menyempurnakan dan memantapkan. Secara Istilah Tajwid artinya mengeluarkan setiap huruf dari makhraj . empat keluarny. dengan memberikan haAoq dan mustahaqnya. Oleh karena itu, agar bacaan itu sesuai dengan kaidah tajwid maka diperbaikilah melalui program (Abdul Aziz Abdur Rauf Al-Hafizh 2015, . Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Program merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi pelajaran, pekerjaan dan acara (Surawan Martinus 2001, . , yang sifatnya terinci dalam usaha pelaksanaan (Shaifudin 2007, . guna mencapai tujuan yang telah direncanakan (Arikunto 2012, . Sedangkan Tahsin artinya memperbaiki, membaguskan, menghiasi, mempercantik, membuat lebih baik dari semula (Adib Bisri 1999, . dalam upaya memperbaiki bacaan AlqurAoan sesuai dengan kaidah-kaidah Tajwid atau Ilmu Tajwid (Lembaga khusus dan pelatihan Al-QurAoan 2016, . Ilmu tajwid salah satu tehnik dalam membaca AqurAoan sesuai karakteristiknya dan dengan maksud menghindari kesalahan lisan dalam mengucapkan huruf-huruf dalam AlqurAoan. (Sudiarjo. Mariana, and Nurhidayat 2015, . Dengan demikian, program Tahsin bertujuan untuk membaguskan, memperbaiki dan memperindah bacaan AlqurAoan. Program Tahsin ini dibutuhkan oleh peserta didik. Seorang guru dapat mengarahkan, mengajari peserta didik dalam membaca AlqurAoan, dengan memperhatikan: makhraj (Abdul Aziz Abdur Rauf Al-Hafizh 2015, . Tajwid dan tanda waqaf, yang sesuai kaidah membaca AlqurAoan sehingga peserta didik mampu mengembangkan kemampuannya dalam membaca AlqurAoan yaitu dapat membaca dengan baik, benar, lancar dan juga fasih (Adib Bisri 1999, . Adapun kesalahan dalam ilmu tajwid yaitu kesalahan dalam pengucapan lafadzh, hingga merusak teori bacaan namun tidak sampai merusak (Lembaga khusus dan pelatihan Al-QurAoan 2016, . Secara gelobal makhrojul huruf ada lima tempat, yaitu rongga mulut, tenggorokan, lidah dua bibir, dan rongga hidung (Lembaga khusus dan pelatihan Al-QurAoan 2016, . Sedangkan, sifat huruf di bagi menjadi sifat yang memiliki lawan kata dan sifat yang tidak memiliki lawan kata. Dalam program tahsin, tentunya sangat erat kaitannya dengan metode pembelajaran agar mudah dan cepat dalam belajar membaca AlqurAoan. Adapu berbagai metode yang terdapat di dalamnya meliputi metode bagdhadiyah. Iqra. QiroAoati, tentu saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta karakterisik siswa. Penjelasan di atas, diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Setiawan, dalam penelitiannya yang berjudul AuPelaksanaan Kegiatan Tahsin Alquran Dalam Meningkatkan Kemampuan Belajar Membaca Alquran Di MaAodad Sunan Ampel Al malangAy dari hasil penelitian menunjukan pelaksanaan tahsin alquran di maAodad sunan Ampel. yaitu, tahsin alquran bertujuan untuk memperdalam teori alquran, menambah kecintaan dalam membacanya melalui metode ceramah, klasik dan simak, dapat di temukan kesamaan penelitian untuk mengukur dalam bagaimana meningkatkan kemapuan membaca al- quran dengna baik, perbadaannya study kasus dan kondisi yang diteliti. (Setiawan 2015, . Penelitian terdahulu dan penelitian yang akan peneliti lakukan memiliki kesamaan dari kajian penelitian mengenai tahsin dan belajar Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. membaca al QurAoan, serta metode penelitian yag sama, hanya saja berbeda lokasi penelitian, yaitu MaAodad Sunan Ampel Al malang, sedangkan yang akan di teliti saat ini yakni di MTs. Islamiyah petangguhan, yang beralamat di kecamatan galang. Penelitian ini dilakukan berdasarkan Program Tahsin yang telah berlangsung di MTs. Islamiyah Petangguhan yang belum di teliti tentang kemampuan membaca AlqurAoan. Beranjak dari masalah masih banyak siswa yang belum lancar membaca AlqurAoan dan belum mampu memahami kaidah Tajwid itu dengan baik, sehingga menimbulkan kesalahan Tajwid. Ketika kesalahan yang dilakukan itu adalah kesalahan Jaliy (Besa. Maka, akan menyebabkan perubahan makna, dan fatal. MTs. Islamiyah Petangguhan adalah salah satu Lembaga Pendidikan yang mempunyai program belajar Tahsin. Dimana, peserta didik diajari bagaimana mengucapkan makharijul huruf yang benar, membaca AlqurAoan dengan Tajwid yang benar, sehingga nantinya dengan adanya program Tahsin akan membantu peserta didik untuk lebih mudah membaca AlqurAoan. Awal mula Program Tahsin di lakukan karena pada saat ujian Akhir kelulusan para siswa di uji dalam membaca AlqurAoan satu persatu, diantara mereka banyak sekali yang belum mampu membaca alqurAoan, bahkan masih ada yang membaca Iqra, itu sebabnya munculah program Tahsin ini. Program Tahsin sudah berlangsung kurang lebih 4 tahun belakangan ini, dimana program Tahsin di lakukan untuk meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid siswa MTs. Islamiyah Petangguhan. Selama Program Tahsin ini berlangsung, kurang lebihnya 4 tahun ini sudah banyak menghasilkan perubahan di antaranya, dari siswa yang hanya bisa membaca Iqra kini sudah bisa membaca AlqurAoan, walau tidak begitu lancar tetapi sudah menghasilkan perubahan, kemudian siswa yang sudah bisa membaca AlqurAoan kini semangkin fasih dalam membaca dan melafaskan Hurufnya. Setelah itu perubahan juga terjadi pada siswa yang sudah pandai dalam membaca alqurAoan sesuai dengan Tajwid kini bisa menghapal AlqurAoan sedikit demi sedikit karna program Tahsin ini dilakukan dengan diiringinya hapalan surah yang di sebut Murotal Pagi. Berdasarkan pemaparan di atas, penulis berkeinginan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai AuPelaksanaan Progam Tahsin Dalam Meningkatkan Kemampuan Belajar Membaca Tajwid Di MTs. Islamiyah Petangguhan Kec. GalangAy. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan Program Tahsin dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid di MTs. Islamiyah Petangguhan dan kendala dan Solusi pelaksanaan Program Tahsin dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid di MTs. Islamiyah Petangguhan. METODE PENELITIAN Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Penelitian ini merupakan penelitian field risearch dengan pendekatan kualitatif, jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami realitas sosial, yaitu melihat dunia dari apa adanya, bukan dunia yang seharusnya, maka seorang peneliti kualitatif haruslah orang yang memiliki sifat open minded (Nikmat 2014, . Adapun subjek penelitian ini ialah guru tahsin dan siswa MTs. Islamiyah Petangguhan. Sedangkan objek penelitiannya yaitu Program Tahsin dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid di MTs. Islamiyah Petangguhan. Metode pengumpulan data yang digunakan Dalam penelitian ini meliputi: observasi langsung, wawancara (Akbar 2006, . dan dokumen yang berkaitan dalam penelitiaan agar hasil penelitian akan lebih dapat dipercaya jika didukung olehdokumentasi. Setelah data-data terkumpul maka penulis akan mengolahnya melalui teknik analisa data (Miles 1992, . dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data ( data Display ) adalah tahap menganalisis data, dan terakhir yaitu menarik kesimpulan (Verifikas. kegiatan analisis data pada tahap akhir. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program Tahsin dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid di MTs. Islamiyah Petangguhan. Program Tahsin dilaksanakan setiap hari sebelum pelajaran dimulai dengan diiringi membaca AlqurAoan, tepatnya pada pukul 07:30 wib. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam kecintaan kepada AlqurAoan, serta menambah pembelajaran AlqurAoan sesuai dengan Tajwidnya. Terdapat beberapa bentuk pelaksanaan program Tahsin di MTs. Islamiyah petangguhan, di antaranya yaitu: Pertama: Membaca AlqurAoan diiringi Murotal: SEBELUM Pembelajaran Tahsin di mulai para siswa berbaris di lapangan, kemudian bershalawat yang dipimpin langsung oleh guru Tahsin, dan dilanjutkan dengan bermusabah diri, berdzikir, lalu kegiatan Tahsin di mulai oleh guru Tahsin dengan membacakan surah pendek yang diikut oleh seluruh siswa. Kemudian siswa diminta untuk mengulang sebanyak 3 kali, diiringi murotal. Guru juga meminta semua siswa untuk membuka AlqurAoan, dan membaca ayat dan surah yang sama. Setelah itu, guru memperbaiki bacaan tajwid siswa secara Guru juga membagi siswa dalam kelompok untuk membacakan ulang ayat tadi, jika didapati para siswa yang belum bisa, maka tidak diperbolehkan pulang dulu, sebelum memperbaiki bacaan. Dalam proses pembelajaran guna meningkatan kemampuan baca AlqurAoan maka, guru harus selalu berupaya secara maksimal agar tujuan pembelajran tercapai dengan baik. Sejalan dengan hasil wawancara dan observasi peneliti terhadap beberapa informan atau narasumber terkait Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. dengan pelaksanaan Program Tahsin dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid di MTs. Islamiyah Petangguhan, dalam pelaksanaan Tahsin, dengan Ibu Fauziah Lubis selaku kepala sekolah MTs. Islamiyah Petangguhan pada senin, 12 juli 2021, pukul: 11. 15 wib. Beliau mengungkapkan bahwa: AuJadi semuanya harus bisa membaca alqurAoan, dengan cara yang Karena dulu itu ditemukan ada siswa yang ketika praktek mengaji untuk ujian akhir dia tidak bisa membaca alquran, apalagi mau memperbagus dan mempercantikan bacaannya, mana mungkin Tetapi itu dulu, waktu dulu lah sudah begitu lama, jadi asalnya seperti itu, sehingga kami sepakat untuk mengada kan pelaksanaan Tahsin iniAy Berdasarkan pemaparan di atas, pentingnya penerapan pelaksanaan tahsin dalam kemampuan belajar membaca alqurAoan, karena tahsin bertujuan memperbaiki dan memperbagus bacaan alqurAoan sesuai dengan Tajwidnya. Apabila siswa tidak mampu membedakan panjang dan pendek, tidak mampu membedakan panjang dan lebih panjang, dan tidak mampu membedakan dengung dan tidak dengung, maka para siswa ini akan di perhatikan lagi, serta dibimbing. Hingga mereka mampu memahamiTajwid dengan benar. Membaca AlqurAoan dengan Metode Iqra MTs. Islamiyah petangguhan memiliki pelaksanaan Program Tahsin yang dilakukan dengan metode Iqra, dimana siswa diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk berkembang sesuai kemampuan yang mereka miliki, metode ini dilakukan dengan cara, semua siswa di suruh terlebih dahulu membaca AlqurAoan sesuai dengan yang mereka ketahui, setelah itu baru lah guru akan menjelaskan dan mengarahkan bagaimana membaca alqurAoan dengan benar sesuai dengan Tajwid. Sejalan dengan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu Fauziah Lialana barus selaku Guru Tahsin MTs. Islamiyah Petangguhan. Sabtut, 17 juli 2. , pukul: 10. 15 wib, beliau mengungkapkan bahwa: AuAwalnya para siswa itu sulit diarahkan, banyak yang mau mengaji sendiri karna mereka merasa mampu, sebagian juga ada yang tidak mengerti, jadi serba salah, untuk menghindari keributan, jadi saya arahkan mereka menggunakan metode Iqra ini, agar mereka bisa membaca alqurAoan seperti biasa mereka membaca, setelah itu saya akan mengarahkan mana yang harus di perbaiki selebihnyaAy. Dengan demikian. Metode Iqra sangat cocok dengan pelaksanaan Program Tahsin yang di lakukan di MTs. Islamiyah petangguhan, serta sangat Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. diharapkan dengan adanya metode ini akan menambah semangat para siwa dalam membaca AlqurAoan. MTs. Islamiyah petangguhan memiliki program Tahsin yang dilaksanakan dengan Tujuan agar para siswa mampu membaca alqurAoan dengan baik sesuai dengan Tajwidnya. Setelah Program Tahsin ini di terapkan bisa dilihat hampir seluruhnya para siswa sudah mampu membaca AlqurAoan dengan baik dan benar, di karenakan semua siswa sangat bersemangat dalam melakukan program Tahsin ini. Dapat disimpulkan bahwasannya adanya program Tahsin yang dilakukan di MTs. Islamiyah petangguhan hampir 85 persen telah berhasil, karna terlihat jelas hanya ada beberapa siswa yang belum mampu membaca alqurAoan dengan baik. Kendala dan Solusi pelaksanaan program Tahsin dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid di MTs. Islamiyah petangguhan Kec. Galang Kendala merupakan halangan yang dihadapi dalam suatu pekerjaan. Sama seperti pekerjaan lain, dalam pelaksanaan program Tahsin juga akan menghadap berbagai kendala diantaranya kendalanya yaitu: pertama. kendala pendidik yaitu kendala yang dihadapi pendidik dalam melaksanakan program tahsin untuk para siswa yaitu sulitnya menyampaikan materi tahsin, karena para siswa di campur menjadi satu dan peserta didik yang belajar memiliki kemampuan yang berbeda-beda, maka untuk menyampaikan materi tentu para pendidik harus menjelaskan materi satusatu. Selain itu, pendidik juga mengalami kendala dalam mengajar siswa, karena seluruh siswa ikut dalam pelaksanaan Tahsin sedangkan guru hanya satu, sehingga tidak efektif. Kedua: kendala peserta didik yaitu jika siswa belajar tahsin secara bersama sama maka tidak akan fokus dalam mengikuti pembelajaran, sebab Sejalan dengan hasil wawancara penulis dengan Ridwan salah satu peserta didik MTs Islamiyah Petangguhan, yaitu Ridwan pada sabtu, 12 juni 2021, pukul:09. 15 wib mengungkapkan bahwa : AuSaat pelaksanaan Tahsin ini di mulai saya masih bisa fokus tetapi ketika di pertengahan saya mulai tidak bisa mendengarkan yang guru jelaskan, karena saat guru memberi contoh semua siswa ikut membacanya, jadi saya tidak tau yang benar dan salah, terpaksa saya ikutin sajaAy Semua siswa hakikatnya senang dalam mengikuti pelaksanaan program Tahsin ini, apalagi diiringi dengan membaca ayat-ayat alquran yang bisa mereka hapal dengan cepat, sesuai dengan Tajwid nya. Apalagi sistem pelaksanaan Tahsin diiringi Murotal. Kemudian. Kendala berikutya yaitu pelaksanaa ahsin di lapangan, terkadang terganggu oleh cuaca. Seperti panas, menganggu proses internalisasi belajar. Serta, jumlah tenaga pendidikan Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. tahsin yang terbatas, dan keterbatsan akan materi adalah penyebab Berbagai kendala di atas, maka solusi penyelesainnya: . bagi pendidik yaitu guru lebih memperhatikan siswa yang sulit untuk fokus serta memisahkan para siswa yang sudah memahami dengan yang belum memahami, serta penambahan guru agar semua siswa dapat kesempatan untuk dimbimbing . Solusi bagi peserta didik yaitu para siswa dipisahkan antara laki-laki dan perempuan agar proses tahsin berjalan dengan efektif dan efesien. Dengan demikian, berdasarkan penjelasan dari data observasi wawancara dan dokumentasi pada pelaksanaan hingga kendala program Tahsin dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca tajwid di MTs. Islamiyah Petangguhan Kec. Galang. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pelaksanaan program Tahsin Dalam Meningkatkan Kemampuan Belajar Membaca Tajwid di MTs. Islamiyah Petangguhan Kec. Galang, dalam Pelaksanaan program Tahsin yaitu suatu proses yang bertujuan untuk memperdalam teori AlqurAoan yang berhubungan dengan Tajwid dan lainnya Pelaksanan program Tahsin di lakukan setiap hari sebelum pelajaran dimulai, waktu pelaksanaannya pukul 07:30. Pelaksanaan program Tahsin itu sendiri di pimpin langsung oleh guru Tahsinya yaitu ibu fauziah lialana barus, dimana beliau mengajarkan ilmu Tajwid, dan makhorijul huruf dengan Dengan cara membacanya kemudian diikuti oleh para siswa, dan memberi sedikit penjelasan. Pembacaan alqurAoan diiringi Murotal, di harapkan para sisiwa tidak hanya dapat membaca tetapi bisa menghapalkan AlqurAoan. Membaca alqurAoan dengan Metode Iqra, diharapkan dapat menambah kecintaan dalam membaca alqurAoan serta mampu membaca alqurAoan dengan baik dan benar sesuai dengan Tajwid nya. Denga demikian, pelaksanaan program Tahsin di MTs. Islamiyah Petangguhan membawa perubahan yang begitu besar dan hampir 85 % program Tahsin ini berhasil dilakukan, dilihat dari perkembangan siswa yang semangkin mampu mendalami alqurAoan baik dari segi membaca yang sudah mengarah pada Tajwid, maupun menghapal alqurAoan sesuai dengan kegiatan Murotal. Begitu juga pada kendala dan solusi pelaksanaan program Tahsin dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid di MTs. Islamiyah petangguhan Kec. Galang. Walaupun menghadapi kendala. Seperti . minimnya jumlah guru, maka solusinya menambah pendidik. Siswa yang begitu banyak, solusinya memisahkan antar gender . iswa laki-laki dan . sulit dalam Penyampaian materi, maka solusinya lebih memperhatikan siswa yang mengalami kesulitan belajar tahsin, . serta tempat yang terkadang tidak mendukung karena di lapangan, maka solusinya pelaksanaan dilakukan di dalam kelas. Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. PENUTUP Pelaksanaan program Tahsin dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid di MTs Islamiyah petangguhan kec. Galang dilakukan dengan cara membaca alquran diiringi murotal dan membaca alquran dengan metode Iqra. Dalam pelaksanaanya, tentunya tidak bejalan lancar, tetapi pasti ada kendala, besera solusinya,yaitu: . minimnya jumlah guru, maka solusinya menambah pendidik. Siswa yang begitu banyak, solusinya memisahkan antar gender . iswa laki-laki dan perempua. sulit dalam Penyampaian materi, maka solusinya lebih memperhatikan siswa yang mengalami kesulitan belajar tahsin, . serta tempat yang terkadang tidak mendukung karena di lapangan, maka solusinya pelaksanaan dilakukan di dalam kelas. Penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendidikan Islam pada sekolah menengah pertama/MTs khususnya pengetahuan dan pelaksanaan mengenai program tahsin yang tepat, guna meningkatkan kemampuan belajar membaca Tajwid siswa dalam membaca Al qurAoan. Referensi